Anda di halaman 1dari 13

Soal Jawab Fisika Teori OSN 2015 Yogyakarta, 20 Mei 2015

Oleh :

Davit Sipayung (DS)

1. (12 poin) Tinjau sebuah bola salju yang sedang menggelinding. Seperti kita tahu, fenomena menggelindingnya bola salju diikuti oleh pertambahan massa bola tersebut. Biarpun massa bertambah, kita asumsikan bahwa bola salju selalu berbentuk bola sempurna, memiliki rapat massa persatuan volume ρ yang konstan, dan selalu menggelinding tanpa slip.

ω f r θ
ω
f
r
θ

Sekarang, kita meninjau bola salju yang berjari-jari sesaat r, dan kecepatan sudut ω, serta gaya gesek f, menggelinding pada sebuah bidang dengan kemiringan θ (lihat gambar di samping). Tentukan :

a. besar gaya total (dengan arah sejajar bidang)

b. besar torsi total (dipusat massa bola)

c. persamaan gerak bola salju! Ini disebut sebagai SBBE (simple snow ball equation). Nyatakan SSBE dalam θ, r, ω, dan t !

Untuk memudahkan perhitungan , selanjutnya kalian tinjau bola salju tersebut menggelinding pada sebuah bidang datar.

d. Jika kecepatan sudut ω 0 (dan sudah tidak slip tentunya) dan jari-jari bola awal adalah R 0 , tentukan jari-jari bola salju sebagai fungsi kecepatan sudut!

Untuk mudahnya, diasumsikan bahwa setiap bergesekan dengan tanah, massa bola akan bertambah dengan konstan sehingga dm/dx = K = konstan.

e. Tentukan kecepatan sudut sebagai fungsi waktu (nyatakan dalam K, ρ, R 0 , dan ω 0 )!

2. (12 poin) Gambar di bawah menampilkan dua benda silinder tegak dengan kedua sumbunya parallel satu sama lain dan mula-mula secara terpisah masing-masing silinder tersebut sedang berotasi (spinning) ke arah yang sama dengan kecepatan sudut ω 0 . Kedua silinder tersebut kemudian secara perlahan di sentuhkan satu sama lain sehingga pada awalnya keduanya saling mengalami sliding dengan gaya normal konstan N. Koefisien gesek antara permukaan-permukaan kedua silinder adalah . Diketahui silinder dengan jari-jari R 1 memiliki momen inersia I 1 dan silinder dengan jari-jari R 2 memiliki momen inersia I 2 .

Pembina Olimpiade Fisika

davitsipayung.blogspot.com

silinder dengan jari-jari R 2 memiliki momen inersia I 2 . Pembina Olimpiade Fisika davitsipayung.blogspot.com

ω 0

ω 0 R 1 R 2
ω 0
R 1
R 2

a. Gambarkan gaya-gaya yang bekerja pada kedua silinder . Tuliskan persamaan gerak (hokum kedua Newton tentang rotasi) untuk masing-masing silinder.

b. Tentukan syarat/kondisi agar kedua permukaan silinder berhenti untuk tidak mengalami sliding pada saat/waktu t = t a . Tentukan nilai t a tersebut. Tentukan kecepatan sudut akhir kedua silinder , yaitu ω 1a dan ω 2a .

Sekarang anggap kedua silinder bermassa sama, yaitu M. Silinder pertama merupakan silinder pejal dengan jari-jari R 1 = 2R dan silinder kedua merupakan silinder kosong berdinding tipis dengan jari-jari R 2 = R.

c. Tuliskan momen inersia masing-masing silinder.

d. Tentukan kecepatan sudut masing-masing silinder sebagai fungsi waktu t, yaitu ω 1 (t) dan ω 2 (t). Gambarkan skets grafik ω 1 (t) dan ω 2 (t).

e. Tentukan energi yang hilang akibat kedua silinder bergesekan.

3. (14 poin) Sebuah cincin bermassa m 1 dapat bergerak bebas sepanjang batang licin horizontal. Sebuah partikel bermassa m 2 dihubungkan dengan cincin melalui tali tegar tak bermassa. Mula-mula partikel m 2 bersentuhan dengan batang, kemudian dilepas dan

jatuh karena pengaruh gravitasi g. Setelah dilepas, ketika cincin tersebut telah bergeser sejauh x, sudut yang dibentuk antara tali dengan batang horizontal adalah θ. Tentukan :

a. posisi x dinyatakan dalam sudut θ.

b. persamaan gerak untuk θ (tidak mengandung variabel x beserta turunannya)

c. besar tegangan tali dan gaya normal pada cincin untuk θ = 30 0 .

cincin m 1

batang Tali tak bermassa m 2
batang
Tali tak bermassa
m 2

x = 0

g

4. (14 poin) Terdapat tiga buah plat dengan luas penampang A tersusun seperti gambar di bawah (tampak atas). Plat tengah memiliki muatan listrik yang terdistribusi merata sebesar Q dan ia bisa bergerak bebas tanpa gesekan ke kanan dan ke kiri, sedangkan plat disebelah kiri dan kanan dihubungkan ke ground dan fix (diam). Pada kondisi awal, plat tengah tepat berada pada jarak L dari plat kanan maupun kiri. Pada kedua ruangan yang dibentuk di sisi kanan dan kiri terdapat udara (anggap permitivitasnya sama dengan ruang hampa = ε 0 ) yang memiliki tekanan masing-masing sebesar p 0 . Kondisi ini merupakan kondisi dimana plat tengah berada pada kondisi kesetimbangan labil. Anggap tidak ada celah yang mengakibatkan udara di sebelah kanan dan kiri saling mengalir atau pun keluar dari system. Tentukanlah :

Pembina Olimpiade Fisika

davitsipayung.blogspot.com

a. Dimana plat mengalami kondisi kesetimbangan stabil (x) dihitung dari posisi plat pada kondisi kesetimbangan labil,

b. Jika pada posisi kesetimbangan stabil tersebut, plat tengah diganggu dengan simpangan x ( dimana x << x, dan x << L), maka tentukan frekuensi osilasi plat tengah! (Hint : konsep termodinamik tidak dibutuhkan untuk menyelesaikan soal ini)

Plat tengah

L L Q
L
L
Q

5. (18 poin) Sebuah bola basket berjari-jari r ( anggap saja bola berongga), dilempar oleh seseorang dengan kecepatan horizontal v dan kecepatan sudut ω (dimana ωr < v) dari ketinggian h (lihat gambar). Bola basket tersebut memantul secara vertikal pada lantai dengan koefisien pantul e. Namun sebelum memantul, bola tersebut bergerak slip dengan waktu yang singkat. Tepat ketika bola mulai menggelinding sempurna, ia memantul dan membuat gerak parabola. Tentukan :

a. Sudut pantul (θ) yang terbentuk tepat sesaat bola menggelinding sempurna,

b. Jumlah putaran (n) yang dialami bola tersebut selama bersentuhan dengan lantai,

c. Jarak total (x) yang ditempuh bola hingga menyelesaikan gerak parabolanya!

ω

v h θ
v
h
θ
ditempuh bola hingga menyelesaikan gerak parabolanya! ω v h θ x Pembina Olimpiade Fisika davitsipayung.blogspot.com

x

Pembina Olimpiade Fisika

davitsipayung.blogspot.com

Penyelesaian Fisika Teori OSN 2015 Yogyakarta, 20 Mei 2015

1. Penyelesaian :

a. Diagram gaya pada bola salju :

N θ f θ mg θ
N
θ
f
θ
mg
θ

Besar gaya sejajar bidang adalah

F

f
f

f mg r sin

b. Torsi total terhadap pusat massa bola adalah

f mg r sin b. Torsi total terhadap pusat massa bola adalah c. Persamaan gerak translasi

c. Persamaan gerak translasi bola salju adalah

F

dtbola adalah c. Persamaan gerak translasi bola salju adalah F Massa bola salju berubah, sehingga dv

Massa bola salju berubah, sehingga

dv dm m v
dv
dm
m
v

dt

dt

F

mg sin

dv dm f m v
dv
dm
f
m
v

dt

dt

Persamaan gerak rotasi bola salju adalah

dL
dL

dt

Momen inersia salju berubah, sehingga

d dI I dt d dt dI fr I dt dt
d
dI
I
dt d
dt dI
fr
I
dt
dt

(1)

(2)

(3)

(4)

Bola salju menggelinding tanpa slip, kecepatan sesaat bola salju adalah

v

dx d r r
dx d
r
r

dt

dt

Percepatan sesaat bola salju adalah

a

dv d dr r
dv d
dr
r

dt

dt

dt

Momen inersia sesaat bola salju adalah

I

2 mr 2
2
mr
2

5

(5)

(6)

(7)

Pembina Olimpiade Fisika

davitsipayung.blogspot.com

Laju perubahan momen inersia bola salju adalah

dI 2 dm 4 dr r 2 mr dt 5 dt 5 dt
dI
2
dm
4
dr
r
2
mr
dt
5
dt
5
dt

Massa sesaat bola adalah

m

4 r 3
4
r
3

3

Laju perubahan massa bola salju adalah

dm

dt

dr 4 r 2
dr
4
r
2

dt

(8)

(9)

(10)

Besar gaya gesek yang bekerja pada bola salju sesuai pers.(4) adalah

f

I d dI
I d
dI

r

dt

r

dt

(11)

Substitusikan pers.(7) dan pers.(8) ke pers.(11), kita akan peroleh

f

2 d 2 dm 4 dr mr r m
2
d
2
dm
4
dr
mr
r
m

5

dt

5

dt

5

dt

(12)

Substitusikan pers.(12) ke pers.(3), kita akan peroleh

g

sin

2 d 2 r dm 4 dr dv v dm r
2
d 2
r dm
4
dr
dv
v dm
r

5

dt

5

m

dt

5

dt

dt

m

dt

(13)

Substitusikan pers.(6) dan pers.(10) ke pers.(13), kita akan peroleh

g sin

2 d 6 dr 4 dr d dr dr r r 3
2
d
6
dr
4
dr
d
dr
dr
r
r
3

5

dt

5

dt

5

dt

dt

dt

dt

dr 7 r g sin
dr
7
r
g
sin

6

dt

5

d

dt

(14)

d. Untuk permukaan salju datar (θ=0), dari pers.(14) kita peroleh

dr 7 d r 0
dr
7
d
r
0

6

dt

5

dt

dr

r

7 d 30
7
d
30

(15)

Integralkan kedua ruas pers.(15) untuk mendapatkan bahwa

r dr 7 d r 30 R 0 0
r dr
7 d
r 30
R 0
0
r 7 ln R 0 30 0
r
7
ln
R 0
30 0

ln

r

R

0

7

30 0
30
0

Jari-jari bola sebagai fungsi kecepatan sudut adalah

r

7

30 R 0 0
30
R
0
0

(16)

e. Massa bola bertambah secara konstan menurut persamaan,

dm

dm

dt

K dx
K dx
dx K
dx
K

dt

Pembina Olimpiade Fisika

davitsipayung.blogspot.com

dm

dt

K r
K
r

(17)

Gabungan pers.(10), pers.(16) dan pers.(17) akan menghasilkan

dr K 37 30 dt 4 R 0 7 30 0
dr
K
37 30
dt
4 R
0 7 30
0

(18)

Persamaan gerak bola salju pada bidang datar (θ=0) sesuai dengan pers.(14) adalah

dr 7 d r 0
dr
7 d
r
0

6

dt

5

dt

(19)

Substitusikan pers.(16) dan pers.(18) ke pers.(19) untuk mendapatkan

7 K 37 30 7 30 d 6 R 0 0 4 R 7 30
7
K
37 30
7
30 d
6
R
0
0
4
R
7 30
5
0
dt
0
0
15 K
dt
37 15
d
14
R
2
0 7 15
0

(21)

Integralkan kedua ruas pers.(21) untuk mendapatkan penyelesaian ω(t).

15 K t ( t ) dt 37 15 d 14 R 2 0 7
15 K
t (
t )
dt
37 15
d
14
R
2
0 7 15
0
0
0
15 K 15 1 1 t 14 R 2 0 7 15 22 ( )
15
K 15
1
1
t
14
R
2
0 7 15
22
( )
t
22 15
0 22 15
0

(22)

Kecepatan sudut bola salju sebagai fungsi waktu adalah

( t ) 0 15 1 11 22 0 t 7 K R 2 0
( t
)
0
15
1
11
22
0
t
7
K R
2
0

2. Penyelesaian :

(23)

a. Gambar gaya-gaya yang bekerja pada masing-masing silinder :

ω 1 (t)

f R 1 N
f
R 1
N
ω 2 (t) N R 2 f
ω 2 (t)
N
R 2
f

Besar gaya gesek yang bekerja pada masing-masing silinder sebelum berhenti sliding

adalah f

Hukum kedua Newton pada silinder pertama adalah

N .
N .
f R I 1 1 1
f R
I
1
1
1

(1)

Hukum kedua Newton pada silinder kedua adalah

f R 2 I 2 2
f R
2 I
2
2

(2)

b. Syarat agar kedua silinder tidak mengalami sliding lagi adalah kelajuan silinder sama, tetapi arah kecepatannya berlawanan.

v

1

v 2
v
2
R R 1a 1 2a 2
R
R
1a
1
2a
2

(3)

Pembina Olimpiade Fisika

davitsipayung.blogspot.com

Kecepatan sudut akhir kedua silinder , yaitu ω 1a dan ω 1a . Kedua permukaan silinder berhenti untuk tidak mengalami sliding pada waktu t = t a . Percepatan angular silinder pertama adalah

1 a 0 1 t a
1
a
0
1
t
a

Percepatan angular silinder kedua adalah

2 a 0 2 t a
2
a
0
2
t
a

(4)

(5)

Gabungan pers.(1) pers.(5) akan menghasilkan

I R 2 I R R 1 2 2 1 2 1 a I R
I R
2
I
R R
1
2
2
1
2
1
a
I R
I R R
I
R
0
1
2 2
2
1 2
I
R
2
1
1
2
2
1
2
a
I R
I
R
0
1
2 2
2
1 2

Nilai t a adalah

t

a

I I I I R R 1 1 a 0 1 1 a 0 1
I
I
I I
R
R
1
1
a
0
1
1
a
0
1
2
1
2
fR
NR
N
I R
I R
1
1
1
2 2
2
1 2

(6)

(7)

(8)

c. Momen inersia silinder pertama merupakan silinder pejal adalah

1 I 1 1 M MR 2 R 2 2 MR 2 2 1 2
1
I 1
1 M
MR
2
R
2
2
MR
2
2
1 2
2

(9)

Momen inersia silinder kedua merupakan silinder berongga adalah

I

2

1 MR MR 2 2 2 2
1
MR
MR
2
2
2 2

d. Nilai waktu t a untuk

I

1

2MR 2
2MR
2

dan

I

2

MR 2
MR
2

adalah

t

a

MR 0 N
MR
0
N

kedua

silinder

0 . 1 a 2 a
0 .
1
a
2
a

ketika

berhenti

Percepatan

sliding

angular

untuk

I

1

dana 2 a ketika berhenti Percepatan sliding angular untuk I 1 masing-masing (10) . Kecepatan angular

masing-masing

(10)

. Kecepatan angular

I

2

MR 2
MR
2

silinder

adalah

adalah

N 1 a 0 1
N
1
a 0
1

t

a

MR

dan

N 2 a 0 2
N
2
a
0
2

t MR . Kecepatan sudut masing-masing
a

silinder sebagai fungsi waktu adalah

N 1 t t t 0 1 0 MR N 2 t t t 0
N
1 t
t
t
0
1
0
MR
N
2 t
t
t
0
2
0
MR
ω 1
ω 0

t

a

ω 2 ω 0 t t
ω 2
ω 0
t
t

t

a

(11)

(12)

Pembina Olimpiade Fisika

davitsipayung.blogspot.com

e. Energi yang hilang karena gesekan kedua silinder sama dengan perubahan energi mekanik sistem sampai mencapai kondisi tidak sliding. Kecepatan awal kedua silinder adalah ω 0 , dan kecepatan kedua silinder saat tidak sliding adalah nol. Energi yang hilang karena gesekan kedua silinder adalah

E

hilang

1 1 3 I 2 I MR 2 2 1 0 2 2 0 2
1
1
3
I
2
I
MR
2
2
1
0
2
2
0 2
2
0 2

3. Penyelesaian :

a. Gambar diagram gerak cincin dan partikel.

N x m 1 θ T x = 0 L T m 1 g θ
N
x
m 1
θ
T
x = 0
L T
m 1 g
θ
m 2 g

Komponen posisi cincin adalah

Komponen posisi partikel adalah

posisi cincin adalah Komponen posisi partikel adalah x 1 x dan x y 1 0 .

x 1 x dan

x

y

1

0 .
0 .

dan

x Lcos
x
Lcos
Lsin
Lsin

2 2 . Posisi pusat massa sistem pada arah horizontal tidak berubah karena gaya total pada sumbu horizontal sama dengan nol.

y

m 0 m L m x m x 1 2 1 1 2 2 m
m
0
m
L
m
x
m
x
1
2
1
1
2
2
m
m
m
m
m
L
1
m x
2
m
x
1
Lcos
2
2
1
2

Posisi x dinyatakan dalam fungsi θ adalah

x

m L 1 cos 2 m m 1 2
m L 1
cos
2
m
m
1
2

b. Komponen kecepatan cincin adalah

x

1

m Lsin  x  2 m m 1 2
m Lsin
x 
2
m
m
1
2
y 0 1
y
0
1

Komponen percepatan cincin adalah

 x

1

m L x    2 cos 2 sin m m 1 2
m L
x 

2
cos
2 sin
m
m
1
2
y 0 1
y
0
1

Komponen kecepatan partikel adalah

x

2

y

2

  m L sin  m L sin x  L sin 2 L
m L
sin
m L
sin
x 
L
sin
2
L
sin
1
m
m
m
m
1
2
1
2
Lcos 
Lcos

Pembina Olimpiade Fisika

davitsipayung.blogspot.com

Komponen percepatan cincin adalah

 x

2

y

2

m L   1 cos 2 sin m m 1 2
m L

1
cos
2 sin
m
m
1
2
Lsin  Lcos  2
Lsin  Lcos 
2

Persamaan gerak cincin,

sumbu-x :

2 Lsin  Lcos  2 Persamaan gerak cincin, sumbu-x : m m L  

m m L   1 2 cos 2 sin m 1 2
m m L

1
2
cos
2 sin
m
1
2

m m m L

T cos

N

atau

T cos

sumbu-y :

Persamaan gerak partikel,

sumbu-x :

T sin 0 1
T sin
0
1

m g m m g x

atau

2 2
2
2

T T sin cos

T cos

cos   1 2 2 sin m m 1 2
cos

1
2
2 sin
m
m
1
2

sumbu-y :

Persamaan gerak sistem untuk θ adalah

m y 2 2 2
m y
2
2
2
m m L cos  1 2 2 sin  sin m g m L
m m L
cos
1
2
2
sin

sin
m g
m
L
sin
2
L
cos

m
cos
2
2
2

m

1

m Lcos sin  2 m m cos 2 L g m m cos 0
m Lcos
sin
2
m
m cos
2
L g m m cos
0
2
1
2
1
2

c. Energi total sistem sebagai fungsi θ adalah

E

E

E

1 1 m x y m x y m gL sin 2 1 1 2
1
1
m
x
y
m
x
y
m gL sin
2
1
1 2
1 2
2
2
2 2
2 2
2
 2 2 1 m L sin 1 m L sin  m 2 m
2
2
1 m L
sin
1 m L sin
m
2
m
2
L
cos
 2
m gL
sin
2
1
m
m
2
2
m
m
2
1
2
1
2
  1 m L 2 2 2 sin 2 1 m L 2 2
1 m L
2
2
2
sin
2
1 m L
2
2
2
m gL sin
2 2
2
m
m
2
1
2

Energi awal sistem (θ = 0) adalah

E awal

0
0

Energi akhir sistem (θ = 30 0 ) adalah

E akhir

E akhir

2 1 m L  1 m L  2 2 1 2 2 2
2
1 m L
 1
m L
2
2
1
2
2
2
m gL
2 2
8
m
m
2
2
1
2
1 4 m 3 m 1 m L  1 2 2 2 m gL
1 4
m
3
m
1
m L
 1
2
2
2
m gL
8
m
m
2
2
2
1
2

Kekekalan energi mekanik,

E

awal

E akhir
E
akhir

0

1 4 m 3 m m L  1 1 2 2 2 m gL
1 4
m
3
m
m L
 1
1
2
2
2
m gL
8
m
m
2
2
2
1
2
 4 g m m 1 2 L 4 m 3 m 1 2
 4 g
m
m
1
2
L
4
m
3
m
1
2

Persamaan gerak sistem untuk θ = 30 0 adalah

Pembina Olimpiade Fisika

davitsipayung.blogspot.com

1 1 4 g m m 3 m m L 3 1 m  2
1 1
4 g
m
m
3 m
m L
3
1
m

2
2
L
g
m
m
1 3
0
2
2 4
2
L
m
3
m
1
4
1
2
2
1
2
 2 3 g m m 4 m 5 m 1 2 1 2 L

2
3 g
m
m
4
m
5
m
1
2
1
2
L 4
m
3
m
2
1
2

Tegangan tali untuk θ = 30 0 adalah

T

T

m m L   1 2 cos 2 sin m m cos 1 2
m m L

1
2
cos
2 sin
m
m
cos
1
2
2 m m g 1 2 12 m 11 m 4 m 3 m 2
2 m m g
1
2
12
m
11
m
4
m
3
m
2
1
2
1
2

Gaya normal pada cincin untuk θ = 30 0 adalah

N

m m g m g T sin30 0 m g 2 m g 1 T
m m g
m g
T
sin30
0
m g
2 m g
1 T
1
2
12
m
11
m
1
1
1
4
m
3
m
2
1
2
1
2

4. Penyelesaian :

a. Misalkan plat tengah bergeser sejauh x ke kanan. Ketiga plat konduktor membentuk dua kapasitor plat sejajar dengan kapasitas C 1 dan C 2 . Kapasitas total kedua kapasitor adalah

C

A A 2 A C C 0 0 0 1 2 L x L x
A
A
2
A
C
C
0
0
0
1
2
L
x
L
x
L
2
x
2

Energi potensial total capasitor adalah

U

1 1 Q 2 Q 2 L 2 x 2 2 C 4 0 A
1 1
Q
2
Q
2
L
2
x
2
2 C
4
0 A

Besar gaya elektrostatik dalam sistem adalah

F

e

dU 1 Q 2 Q 2 x dx 2 C 2 0 A
dU
1 Q
2
Q
2
x
dx
2
C
2
0 A

Karena konduktor adalah penghantar panas yang baik, kalor dapat berpindah melalui plat tengah sehingga proses dapat berlangsung secara isothermal. Tekanan mula-mula ruang disebelah kiri dan kanan plat tengah adalah p 0 . Tekanan ruang disebelah kiri dan kanan plat tengah setelah plat tengah bergeser sejauh x ke kanan , berturut-turut adalah p 1 dan p 2 . Hukum boyle pada ruang di sebelah kiri plat tengah :

p V pV 0 0 1 1 p AL p A L x 0 1
p
V
pV
0
0
1
1
p
AL
p A
L
x
0
1
1
p
L
p
0
1
L
x

Hukum boyle pada ruang di sebelah kanan plat tengah :

p

p

p

p V 2 2
p V
2
2

0

V

0

p A L x 2 2
p A
L
x
2
2

0

AL

2

p L 0 L x
p
L
0
L
x
p V 2 2 0 V 0 p A L x 2 2 0 AL 2

Gaya karena perbedaan tekanan kedua ruang adalah

F

p

2 Ap Lx p p A 0 2 1 L 2 x 2
2 Ap Lx
p
p
A
0
2
1
L
2
x
2

Pembina Olimpiade Fisika

davitsipayung.blogspot.com

Ketika plat tengah dalam posisi setimbang stabil, gaya elektrostatik sama dengan gaya karena perbedaan tekanan kedua ruagan.

Q 2 x 2 Ap Lx s 0 s 2 A L 2 x 0
Q
2
x
2
Ap Lx
s
0
s
2
A
L
2
x
0
s

Posisi plat tengah saat kondisi kesetimbangan stabil adalah

x

s

4 p A 2 L 1 0 0 Q 2
4 p A
2
L
1
0
0
Q
2

b. Gaya total yang bekerja pada plat tengah ketika plat tengah disimpangkan x ke kanan dari posisi setimbang adalah

F

F

F F e p Q 2 x x 2 Ap L x x s 0
F
F
e
p
Q
2
x
x
2
Ap L
x
x
s
0
s
2
A
L
2
x
x
2
0
s

Karena

Q 2 2 Ap L 0 0 A L 2 x 2 s
Q
2
2 Ap L
0
0 A
L
2
x
2
s

2

, maka

F

Q 2 x x L 2 x 2 s 1 s 2 A L x
Q
2 x
x
L
2
x
2
s
1
s
2
A L
x
2
2
x
0
s

Gunakan pendekatan bahwa

x

s

x 2 x 2 2 x s s
x
2
x
2
2
x
s
s

x , kita peroleh hubungan

F

1 Q 2 x x 2 x x s 1 1 s 2 0 A
1
Q
2 x
x
2 x
x
s
1
1
s
2 0
A
L
2
x
2
s

Gunakan pendekatan bahwa

1 2 x x 2 x x 1 s 1 s L 2 x L
1
2
x
x
2
x
x
1
s
1
s
L
2
x
L
2
x
s 2
s 2

F

F

Q 2 x x 2 x x s s 2 A L 2 x 2
Q
2
x
x
2 x
x
s
s
2
A
L
2
x
2
0
s
Q 2 x 2 s x 0 A L 2 x 2 s
Q
2
x
2
s
x
0 A
L
2
x
2
s

, kita peroleh hubungan

Persamaan terakhir ini adalah bentuk persamaan gerak harmonik dengan konstanta efektif adalah

k ef

Q x 2 2 s 0 A L 2 x 2 s
Q x
2
2
s
0 A
L
2
x
2
s

Frekunsi osilasi plat adalah

5.

f

1 k Qx 1 ef s 2 m 2 0 A L 2 x 2
1
k
Qx
1
ef
s
2
m
2
0 A
L
2
x
2
s

Penyelesaian:

a. Gambar diagram gerak bola basket :

Pembina Olimpiade Fisika

davitsipayung.blogspot.com

ω v v' y h ω' ω v x θ h 1 v' x f
ω
v
v' y
h
ω'
ω
v x
θ
h 1
v' x
f
x

v y

Kecepatan vertikal bola basket sesaat sebelum menumbuk bola lantai adalah

v

y

2 gh
2
gh

Kecepatan bola basket sesaat setelah memantul adalah

v

ev e 2 gh y y
ev
e
2 gh
y
y

Komponen kecepatan horizontal bola basket sesaat menyetuh lantai adalah

v

x

v
v

Kecepatan horizontal bola basket sesaat bola mulai menggelinding sempurna adalah

v

r x
r
x

Kekekalan momentum angular :

mv r

x

mv r

x

I mv r I x
I
mv r
I
x
2 2 2 v mr mv r mr 2 x 3 x 3 r
2 2
2
v
mr
mv r
mr
2
x
3 x
3
r

v

2 3 r v x
2 3
r
v
x

5

5

Sudut yang dibentuk oleh bola basket sesaat memantul adalah

tan

v y v x
v
y
v
x
5 e 2 gh tan 1 2 r 3 v
5
e
2
gh
tan
1
2
r
3
v

b. Karena ωr < v, maka arah gaya gesek berlawanan dengan arah gerak bola. Percepatan bola basket saat menggelinding slip adalah

a

g
g

Jarak yang ditempuh oleh bola selama slip adalah x 2 .

v

2 v 2 ax x x 2 2
2
v
2 ax
x
x 2
2
2 3 2 r v v 2 2 gx 5 5 2
2
3
2
r
v
v
2
2 gx
5
5
2

x 2

25 v 2 2 r 3 v 2 50 g
25
v
2 2
r
3
v
2
50
g

Jumlah putaran bola basket adalah

n

x 2 25 v 2 2 r 3 v 2 2 r 100 gr
x 2
25
v
2 2
r
3
v
2
2
r
100
gr

Pembina Olimpiade Fisika

davitsipayung.blogspot.com

c. Jarak horizontal yang ditempuh bola basket dari posisi awal ke posisi titik pantul pertama adalah

x

1

2h v g
2h
v
g

Ketinggian maksimum bola setelah pantulan ke-n adalah

h

n

e 2n h
e
2n
h

Waktu yang dibutuhkan dari pantulan ke-n sampai ke pantulan ke-(n+1) adalah

t

,

n n

2 h 2 h 2 n 2 e n 1 g g
2
h
2
h
2
n
2
e
n
1
g
g

Bola akan memantul terus-menerus sampai berhenti memantul. Bola menggelinding sempurna pada setiap pantulan berikutnya, sehingga komponen kecepatan horizontal benda tidak berubah. Bola basket bergerak lurus beraturan pada arah horizontal. Waktu yang dibutuhkan bola sampai berhenti memantul adalah

t t t t  tot 1,2 2,3 3,4 2 h 2 h 2 h
t
t
t
t
tot
1,2
2,3
3,4
2
h
2
h
2
h
2
e
2
e
2
2
e
3
t tot
g
g
g
2
h
2
e
1
e
e
2
t tot
g
Gunakan
rumus
jumlah
deret
tak
1
1
e
e
2 
1
e
. Jadi,
2
e
2
h
t tot
1 e
g

berhingga

untuk

mendapatkan

bahwa

Jarak horizontal yang ditempuh oleh bola basket dari pantulan pertama sampai berhenti memantul adalah

x

3

2 ev 2 h vt tot 1 e g
2
ev
2
h
vt
tot
1 e
g

Jarak horizontal total yang ditempuh oleh bola basket adalah

x

x

25 2 2 h v 2 2 r 3 v 2 ev 2 h x
25
2
2 h
v
2 2
r
3
v
2
ev
2
h
x
x
x
v
1
2
3
g
50
g
1
e
g
2 1 e 2 h 25 v 2 2 r 3 v v 1 e
2
1
e
2
h
25
v
2 2
r
3
v
v
1
e
g
50
g

Pembina Olimpiade Fisika

davitsipayung.blogspot.com