100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
353 tayangan24 halaman

Metode Pelaksanaan Jalan Siborong2

Dokumen tersebut menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan yang terdiri dari 9 divisi pekerjaan yang mencakup pekerjaan umum, drainase, tanah, perkerasan, struktur, pengembalian kondisi, pekerjaan harian, serta sistem manajemen K3 dan pengendalian mutu."

Diunggah oleh

Yospina Karangan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
353 tayangan24 halaman

Metode Pelaksanaan Jalan Siborong2

Dokumen tersebut menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan yang terdiri dari 9 divisi pekerjaan yang mencakup pekerjaan umum, drainase, tanah, perkerasan, struktur, pengembalian kondisi, pekerjaan harian, serta sistem manajemen K3 dan pengendalian mutu."

Diunggah oleh

Yospina Karangan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

METODE PELAKSANAAN

A. UMUM
A.1. LINGKUP PEKERJAAN
DIVISI 1. UMUM
a. Mobilisasi
b. Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
c.

Pengamanan Lingkungan Hidup

d. Sistem Manajemen K-3 Konstruksi (Fixed rate)


e. Manajemen Mutu
DIVISI 2. DRAINASE
a. Galian untuk selokan Drainase dan saluran air
b. Pasangan Batu dengan Mortar
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
a. Galian Biasa
b. Galian Struktur dengan Kedalaman 0 -2 meter
c. Galian Perkerasan Beraspal dengan Cold Miling Machine
d. Timbunan Pilihan dari sumber Galian
e. Penyiapan Badan Jalan
DIVISI 4. PELEBARAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN
a. Lapis Pondasi Agregat Kelas A
b. Lapis Pondasi Agregat Kelas B
c. Lapis Pondasi Agregat Kelas S
d. Lapis Resap Pengikat
e. Lapis Resap Perekat
f.

Laston Lapis Antara (AC-BC)

g. Bahan anti pengelupasan


h. Perkerasan Beton Semen
i. Lapis Pondasi Bawah Beton Kurus

DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR

a. Lapis Pondasi Agregat Kelas A


DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
a. Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair
b. Lapis Perekat - Aspal Cair
c. Laston Lapis Aus (AC-WC)
d. Laston Lapis Antara (AC-BC)
e. Bahan anti pengelupasan
DIVISI 7. STRUKTUR
a. Beton mutu sedang fc20 Mpa
b. Beton mutu rendah fc10 Mpa
c. Baja Tulangan U 24 Polos
d. Baja Tulangan U 32 Ulir
e. Pasangan Batu
f.

Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis

DIVISI 8. PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAAN MINOR


a. Lapis Pondasi Agregat Kelas A utk Pekerjaan Minor
b. Campuran Aspal Panas untuk Pekerjaan Minor
c. Pohon
d. Marka Jalan Termoplastik
e. Rambu Jalan Tunggal dengan Permukaan Pemantul Engineer
Grade
f.

Patok Pengarah

g. Patok Kilometer
h. Rel Pengaman
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN
a. Mandor
b. Pekerja Biasa
c. Dump Truck, kapasitas 3 - 4 m
d. Alat Penggali (Excavator) 80 - 140 PK

A.2. PERALATAN YANG DIGUNAKAN

1. Asphalt Mixing Plant


2. Stone Crusher
3. Asphalt Finisher
4. Asphalt Sprayer
5. Compressor
6. Concrete Mixer
7. Dump Truck
8. Excavator
9. Flat Bed Truck
10.Generator Set
11.Motor Grader
12.Tandem Roller
13.Tire Roller
14.Vibratory Roller
15.Pedesterian Roller
16.Water Tanker
17.Plate Tamper

A.3. PENGENDALIAN TEKNIS

FLOW CHART PENGENDALIAN TEKNIS

STAR

Kontrak Kerja

Pemahaman
Kontrak

Koordinasi dengan pihak


owner & konsultan
pengawas

Perjanjian dengan
Pihak Terkait

Survey & Pengukuran

Keterangan :

Rekeyasa Engineer &


MCO

Pelaksanaan Item
Pekerjaan Berikutnya

PELAKSANAAN
PEKERJAAN

Ok
Request Item Pekerjaan
Berikutnya dst.

Request
Pelaksanaan Item
Pekerjaan

Ok

NO

=Cek
:

Pelaksanaan Item
Pekerjaan Berikutnya
NO

Ok

NO

FINISH
Request Item Pekerjaan
Berikutnya
NO

FLOW CHART PERSIAPAN PELAKSANAAN


STAR

- Shop
Drawing/Gambar
& BOQ
- Spesifikasi Teknis
(termasuk
inspeksi & test)
Pengendalian
mutu
- Approved MK &
owner

Selesai Pengukuran &


Survey Disetui
Mobilisasi
Pengukuran Ulang dari
Existing Cross &
Longitudinal Section

Proposal / Pengajuan Desain


Konstruksi baru untuk
beberapa item pekerjaan atau
seluruh item pekerjaan

Compare & cheking


terhadap tender drawing
(dokumen tender)

ch
ek

Gambar pelaksanaan /
shop drawing

pelaksanaa
n

Using

Repair
ch
ek
FINISH

Reference to
next
construction

FLOW CHART PELAKSANAAN KONSTRUKSI

Perubahan

STAR

Koordinasi dng
pihak owner &
konsultan

Pemahaman
syarat
kontrak

Perijinan dng
pihak terkait

Pemahaman
syarat
kontrak

ch
ek
Scope Pekerjaan
Masukan dari Pihak
Owner & Konsultan
Penawar

Sosialisasi Pra
Konstruksi
Tidak

che
k

Serah Terima Pekerjaan


(PHO)

Pemeriksaan Bersama Scope


Kontrak

che
k

Ya

Tidak

Perbaik
an

Pelaksanaan Scope Kontrak


(sesuai bagan alir Pek. &
BQ)
Pembuatan Gambar
Pelaksanaan/Rekayasa
Engineer

ch
ek
Gambar Pelaksanaan
Pelaksanaan Pekerjaan/Fisik

As Built
Drawing

ch
ek

Tidak

Pemeliharaan

ch
ek
Pekerjaan Selesai

B. TAHAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

1. PENJELASAN DOKUMEN KONTRAK PEKERJAAN


2. PENERAPAN JADWAL PELAKSANAAN

Serah Terima Akhir


(FHO)

Finish

Ya

a) Umum :
Membuat Jadwal Pelaksanaan
Daftar Sumber Material Pokok
b) Kurve S
Hubungan Kemajuan dan Waktu
Awal & Akhir lambat
Indikator Kinerja
c) Penyiapan Lokasi Aspek Penting :
Dawasja (LARAP)
Pengalihan/Pemindahan Sarana Umum
Lokasi Pek. & Ktr, Akom. Dsb
3. PENERAPAN PROGRAM MOBILISASI
Mobilisasi dan pemasangan peralatan sesuai dengan daftar peralatan yang
tercantum

dalam

Penawaran,

dari

suatu

lokasi

asal

ke tempat

pekerjaan dimana peralatan tersebut akan digunakan.


Mobilisasi personil dan peralatan dapat dilakukan secara bertahap sesuai
dengan kebutuhan Lapangan namun ketentuan ini hanya berlaku untuk
pentahapan mobilisasi peralatan utama dan personel terkaitnya dan harus
sudah

diatur jadwalnya terlebih dahulu saat tahap

pengadaan jasa

pemborongannya.
Mobilisasi personil dan peralatan dapat dilakukan secara bertahap sesuai
dengan kebutuhan Lapangan namun ketentuan ini hanya berlaku untuk
pentahapan mobilisasi peralatan utamam dan personel terkaitnya dan harus
sudah

diatur jadwalnya terlebih dahulu saat tahap

pengadaan

jasa

pemborongannya.
Setiap tahapan Mobilisasi Peralatan Utama harus terlebih dulu diajukan
permohonan

mobilisasinya kepada Direksi pekerjaan paling sedikit 30hari

sebelum tanggal rencana awal mobilisasi setiap peralatan utama tersebut.


Direksi pekerjaan perlu melakukan monitoring/harian atas rencana mobilisasi
hingga terlaksananya mobilisasi

peralatan utama

operator terkait dengan lengkap dan baik.


a) Koordinasi Pelaksanaan
Dgn PEMPUS; PMU; PEMDA

beserta

personil

Dgn Perencana Teknis


Dgn Masyarakat Setempat memastikan Jalan Masuk ke Lokasi dll.
Pengesahan Dokumen Kontrak
Polis Assuransi
Posisi Patok
Ketersediaan Bahan/Material Jembatan, Saluran Air & Duiker
Kesiapan Konsultan Supervisi
PCM
b) Pre Construction Meeting

Dihadiri pihak terkait, dan paling sedikit dihadiri Satker/Engineer;


Konsultan Supervisi; dan Kontraktor

PCM dilaksanakan sebelum pekerjaan dimulai


Menyediakan Detail Jadwal Pelaksanaan (Mobilisasi Sumber Daya),
Metode Kerja pekerjaan utama

PCM ditindak lanjuti dgn meeting rutin di lapangan mingguan,

bulanan
Dokumentasi Notulen/BA
c) Pemograman dan Koordinasi
Batas Program Penyelesaian Tanggung Jawab kepada Satker
Satker

menjamin

klaim

perpanjangan

waktu

akibat,

seperti

perubahan design yg dimasukkan dlm pemutakhiran program


Menyediakan data pemantauan efektif
Jaminan ketersediaan bahan/material
d) Penerapan Program Mobilisasi
Merencanakan mobilisasi alat, bahan, tenaga, waktu dan tempat
Berpedoman pada Time Schedule & Analisa HS
Infirmasi lain: lokasi Base Camp/Denah; lokasi asal alat; Legaliatas
SDM
Prog. Mobilisasi harus mendapat persetujuan dari Satker

NO.

ITEM PEKERJAAN

BOBOT

TENAGA/ALAT/BAHAN YG

(%)

DIPERLUKAN

TANGGAL
JML.

MULAI/SELESAI

4. SISTEM MANAJEMEN K-3 KONSTRUKSI


- Membuat, menerapkan, dan memelihara prosedur untuk identifikasi bahaya,
penilaian

risiko dan pengendaliannya secara berkesinambungan sesuai

dengan Rencana K3 Konstruksi

(RK3K) yang

telah disetujui oleh Direksi

Pekerjaan.
- Wajib melengkapi RK3K dengan rencana penerapan K3 Konstruksi untuk
seluruh tahapan pekerjaan.
- Wajib

mempresentasikan

pekerjaan

RK3K

pada

rapat

persiapan

pelaksanaan

konstruksi .

- Harus melibatkan Ahli K3 Konstruksi pada paket pekerjaan dengan risiko K3


tinggi atau

sekurang-kurangnya. Petugas K3

Konstruksi pada paket

pekerjaan dengan risiko K3 sedang dan kecil.Ahli K3 Konstruksi atau Petugas


K3 bertugas untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi Sistem
Manajemen K3 Konstruksi.

Tingkat

risiko KJ ditetapkan

oleh

Direksi

Pekerjaan.

5. PELAKSANAAN PROGRAM PENGENDALIAN MUTU


Layanan dan/atau Fasilitas Laboratorium
Sarana & Prasarana Laboratorium max. 60 HK
Daftar item pekerjaan terkait kendali mutu (memuat Persyaratan
tempat kerja; Peralatan

&

Perlengkapan

Laboratorium;

Standar,

Kode & Peraturan Mutu material, cara pengerjaan & pengujian)


a) Pemeriksaan dan Pengendalian Mutu Bahan
Mutu & Jenis disyaratkan dalam Spesifikasi
Pengambilan Sample & Pengujian
Sample yang diuji disimpan diserahkan ke Direksi
b) Gambar-Gambar & Spesifikasi

Menguasai Gambar rencana; Syarat Teiknik; Ketentuan Umum

Kontrak
Jika beda tafsir dilapor ke Satker untuk dibahas
Shop Drawing
c) Pelaksanaan Pengukuran & Pematokan

Memindahkan

Shop Drawing ke Lapangan Dibutuhkan titik

Kontrol Sistem
interpretasi

Koordinat

yang

pada gambar,

tetap.

Konsultan

Apabila

ada

pengawas

keraguan

menghubungi

Perencana

Pengukuran Horizontal Kontrol garis dan/atau Sistem Koordinat


system referensi garis = grs CL Jalan.

Sistem Koordinat Titik-Titik utama harus ditentukan koordinatnya


Pengukuran Vertikal; Permukaan tanah diukur dari titik BM
Pengukuran & Pematokan dibedakan elevasi dasar
Pengukuran & Pematokan Melintang Ujung (Crosshead); koordinat
atau posisi garis poros yang ditransfer
BAGIAN KEDUA :
1. PETA STRATIGRAFI
a. Menunjukan lapisan tanah/batuan;
b. Digambarkan dengan garis pada batas permukaan lapisan
c. Digambarkan dengan tanda yang berbeda setiap lapisan
2. PENERAPAN PEKERJAAN DRAINASE
a. Galian untuk selokan Drainase dan saluran air
-

Pekerjaan ini mencakup pembuatan selokan dan saluran air yang


sesuai dengan spesifikasi yang memenuhi garis ,ketinggian,detail
yang ditunjukkan pada gambar.

Penetapan Titik pengukuran saluran pada lokasi yang diperlukan


yaitu menentukan panjang,arah aliran,kelandaian dan pengaturan
pembuangan.

Penggalian,penimbunan

dan

pemangkasan

harus

memenuhi

kelandaian yang ditunjukkan pada gambar,seluruh bahan hasil


galian harus dibuang dan diratakan.Pekerjaan ini dilakukan
menggunakan Excavator.
3. PEKERJAAN DRAINASE
a. Galian untuk selokan Drainase dan saluran air
-

Pekerjaan ini mencakup pembuatan selokan dan saluran air yang


sesuai dengan spesifikasi yang memenuhi garis ,ketinggian,detail

10

yang ditunjukkan pada gambar.


-

Penetapan Titik pengukuran saluran pada lokasi yang diperlukan


yaitu menentukan panjang,arah aliran,kelandaian dan pengaturan
pembuangan.

Penggalian,penimbunan

dan

pemangkasan

harus

memenuhi

kelandaian yang ditunjukkan pada gambar,seluruh bahan hasil


galian harus dibuang dan diratakan.Pekerjaan ini dilakukan
menggunakan Excavator.
b. Pasangan Batu dengan Mortar
-

Suatu landasan dari adukan semen paling sedikit setebal 3 cm


harus dipasang pada formasi yang telah disiapkan. Landasan
adukan ini harus dikerjakan sedikit demi sedikit sedemikian rupa
sehingga permukaan batu

akan

tertanam

pada adukan

sebelum mengeras.
-

Batu harus ditanam dengan kuat di atas landasan adukan


semen sedemikian rupa sehingga satu batu berdekatan dengan
lainnya sampai mendapatkan tebal pelapisan yang diperlukan
dimana tebal ini akan diukur tegak lurus terhadap lereng. Rongga
yang terdapat di antara satu batu dengan lainnya harus disi
adukan dan adukan ini harus dikerjakan sampai hampir sama
rata dengan permukaan lapisan tetapi tidak sampai menutupi

permukaan lapisan.
Pekerjaan harus dimulai dari dasar lereng menuju ke atas, dan
permukaan harus segera diselesaikan

setelah pengerasan awal

(initial setting) dari adukan dengan cara menyapunya dengan


-

sapu yang kaku.


Lereng yang bersebelahan dengan bahu jalan harus
dipangkas dan dirapikan

untuk memperoleh bidang antar

muka yang rapat dan rata dengan pasangan batu dengan


mortar sehingga akan memberikan drainase yang lancar dan
mencegah gerusan pada tepi pekerjaan pasangan batu dengan
mortar dan tidak menimbulkan sedimentasi pada dasar saluran.

4. PEKERJAAN TANAH
a. Galian Biasa

11

Pekerjaan ini mencakup penggalian, penanganan, pembuangan atau


penumpukan tanah atau batu bahan lain dari jalan atau sekitarnya yang
diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan.
- Pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan meminalkan gangguan
terhadapa bahan yang ada di atas maupun diluar galian. Apabila
bahan/material tanah tersebut dalam keadaan lepas atau lunak atau kotor
maka bahan tersebut harus dipadatkan atau dibuang dan diganti sesuai
dengan timbunan yang dipersyaratkan dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
- Bertanggung jawab dalam menjamin keselamatan kerja, yang melaksanakan
pekerjaan galian, penduduk dan bangunan yang ada disekitar lokasi galian.
- Bilamana terdapat batu pada proses penggalian yang sulit digali maka tanah
dasar tersebut harus digali 15 cm lebih dalam sampai permukaan yang
mantap dan merata.
- Galian harus tetap dijaga agar bebas dari air pada setiap saat. Setiap
perbaikan yang tidak dipersyaratkan dalam gambar rencana harus disetujui
terlebih dahulu oleh Direksi Pekerjaan.
- Selama pekerjaan galian, bahan galian yang mengandung tanah yang sangat
organik, tanah gambut, sejumlah besar akar atau bahan tumbuhan lainnya
dan tanah kompresif yang menurut pendapat Direksi Pekerjaan akan
menyulitkan pemadatan bahan diatasnya atau yang mengakibatkan setiap
kegagalan atau penurunan yang tidak dikehendaki, harus diklarifikasi sebagai
bahan yang tidak memenuhi syarat untuk digunakan sebagai timbuanan
dalam pekerjaan.
b. Galian Struktur dengan Kedalaman 0-2 meter
Galian struktur mencakup galian pada segala jenis tanah dalam batas
pekerjaan yang disebut atau ditunjukkan dalam gambar struktur.
- Pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan meminalkan gangguan
terhadapa bahan yang ada di atas maupun diluar galian. Apabila
bahan/material tanah tersebut dalam keadaan lepas atau lunak atau kotor
maka bahan tersebut harus dipadatkan atau dibuang dan diganti sesuai
dengan timbunan yang dipersyaratkan dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
- Bertanggung jawab dalam menjamin keselamatan kerja, yang melaksanakan
pekerjaan galian, penduduk dan bangunan yang ada disekitar lokasi galian.
- Bilamana terdapat batu pada proses penggalian yang sulit digali maka tanah
dasar tersebut harus digali 15 cm lebih dalam sampai permukaan yang
mantap dan merata.

12

- Galian harus tetap dijaga agar bebas dari air pada setiap saat. Setiap
perbaikan yang tidak dipersyaratkan dalam gambar rencana harus disetujui
terlebih dahulu oleh Direksi Pekerjaan.
- Selama pekerjaan galian, bahan galian yang mengandung tanah yang sangat
organik, tanah gambut, sejumlah besar akar atau bahan tumbuhan lainnya
dan tanah kompresif yang menurut pendapat Direksi Pekerjaan akan
menyulitkan pemadatan bahan diatasnya atau yang mengakibatkan setiap
kegagalan atau penurunan yang tidak dikehendaki, harus diklarifikasi sebagai
bahan yang tidak memenuhi syarat untuk digunakan sebagai timbuanan
dalam pekerjaan.
- Galian harus tetap dijaga agar bebas dari air pada setiap saat. Setiap
perbaikan yang tidak dipersyaratkan dalam gambar rencana harus disetujui
terlebih dahulu oleh Direksi Pekerjaan.
- Semua galian terbuka harus diberi rambu peringatan dan penghalang yang
cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya. Dan
pada malam hari, setiap galian yang terbuka diberi rambu tambahan berupa
drum yang dicat putih serta lampu merah atau kuning guna menjamin
keselamatan para pengguna jalan sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan.
c. Galian Perkerasan Beraspal dengan Cold Milling Mach
- Pekerjaan galian perkerasan aspal yang dilaksanakan dengan atau tanpa
menggunakan mesin Cold Milling. Maka penggalian terhadap material diatas
-

atau dibawah batas galian yang ditentukan haruslah seminimum mungkin.


Bilamana pembongkaran dilaksanakan tanpa mesin cold milling maka tepi
lokasi yang digali haruslah digergaji atau dipotong dengan jack hammer

sedemikian rupa agar pembongkaran yang berlebihan dapat dihindarkan.


- Bilamana material pada permukaan dasar hasil galian terlepas atau rusak
akibat dari pelaksanaan penggalian tersebut, maka material yang rusak atau
terlepas harus dipadatkan dengan merata dan dibuang seluruhnya dan
diganti dengan material yang cocok sesuai dengan petunjuk Direksi
Pekerjaan.
- Setiap lubang pada permukaan dasar galian harus diisi dengan material yang
cocok lalu dipadatkan dengan merata sesuai dengan petunjuk Direksi
Pekerjaan
- Pada pekerjaan galian pada perkerasan aspal yang ada, material yang
terdapat pada permukaan dasar galian, menurut petunjuk Direksi Pekerjaan,
adalah material yang lepas, lunak atau tergumpal atau hal-hal lain yang tidak
memenuhi syarat, maka material tersebut harus dipadatkan dengan merata

13

atau dibuang seluruhnya dan diganti dengan material yang cocok sesuai
petunjuk Direksi Pekerjaan.
d. Timbunan Pilihan dari Sumber Galian
- Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan
pemadatan tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan
timbunan.
- Timbunan pilihan harus digunakan untuk meningkatan kapasitas daya dukung
tanah dasar pada lapisan penopang dan jika diperlukan di daerah galian
- Timbunan pilihan digunakan pada lokasi yang telah disetujui oleh Direksi
Pekerjaan sesuai dengan gambar rencana.
- Timbunan pilihan harus terdiri dari bahan tanah atau batu yang memenuhi
semua ketentuan dan dipersyaratkan oleh Direksi Pekerjaan.
e. Penyiapan Badan Jalan
Pekerjaan ini mencakup penyiapan, penggaruan dan pemadatan permukaan
-

tanah dasar atau permukaan jalan kerikil lama.


Pekerjaan galian yang diperlukan untuk membentuk tanah dasar
Seluruh timbunan yang diperlukan harus dihampar
Tanah dasar harus dipadatkan
Tanah dasar pada setiap tempat haruslah mempunyai daya dukung
minimum sebagaimana yang diberikan dalam gambar rencana atau
sekurang-kurangnya mempunyai CBR minimum 6% jika tidak disebutkan.

5. PELEBARAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN


Pekerjaan ini mencakup penambahan lebar perkerasan lama sampai
lebar jalur lalu lintas yang diperlukan dalam rancangan, yang ditunjukkan pada
gambar atau yang diperintahkan pada gambar atau yang disetujui oleh Direksi
Pekerjaan
a. Lapis Pondasi Agregat Kelas A,B dan S
- Pekerjaan ini meliputi pemasokan, pengangkutan, penghamparan dan
pemadatan bahan untuk pelaksanaan lapis pondasi agregat diatas
permukaan yang telah disiapkan dan diterima sesuai dengan ketentuan dan
detail yang ditunjukkan dalam gambar rencana atau sesuai dengan petunjuk
Direksi Pekerjaan.
- Lapis Pondasi Agregat Kelas B digunakan sebagai lapis pondasi bawah dan
lapis pondasi agregat kelas A untuk lapis resap perekat atau pelaburan.
- Pada permukaan semua lapis pondasi agregat tidak boleh terdapat
ketidakrataan yang dapat menampung air dan semua punggung permukaan
itu harus sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar rencana.

14

- Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar pada suatu lapisan tanah
dasar baru, maka lapisan ini harus diselesaikan sepenuhnya.
- Setiap lapisan agregat harus dihampar dan dibentuk dengan salah satu
metode yang telah disetujui yang tidak menyebabkan segresi pada partikel
agregat kasar dan halus. Bahan yang bersegresi harus diperbaikai atau
dibuang dan diganti dengan bahan yang bergradasi baik.
- Tebal padat maksimum tidak boleh melebihi 20 cm, kecuali digunakan
peralatan khusus yang telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
- Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan agar digunakan mesin gilas beroda
karet untuk pemadatan akhir, bila mesin gilas statis beroda baja dianggap
mengakibatkan kerusakan atau degradasi berlebihan dari Lapis Pondasi
Agregat.
- Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam
rentang 3% dibawah kadar air optimum sampai 1% diatas kadar optimum.
- Operasi penggilasan harus dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit
demi sedikit ke arah sumbu jalan, dalam arah memanjang. Pada bagian yang
bersuperelevasi, penggilasan harus dimulai dari bagian yang rendah dan
bergerak sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi. Operasi penggilasan
harus dilanjutkan sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapis
tersebut terpadatkan secara merata.

b. Lapis Resap Pengikat dan Lapis Resap Perekat


- Pekerjaan ini adalah penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada
permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan
beraspal berikutnya. Lapis resap pengikat harus dihampar diatas permukaan
pondasi tanpa bahan pengikat lapis pondasi agregat, sedangkan lapis perekat
harus dihampar di atas permukaan berbahan pengikat.
- Apabila pekerjaan lapis resap pengikat dan lapis resap perekat akan
dilaksanakan pada perkerasan jalan baru atau bahu jalan baru, perkerasan
atau bahu itu harus telah diselesaikan atau dikerjakan sepenuhnya.
- Bahan aspal yang digunakan untuk lapis resap pengikat adalah aspal emulsi
reaksi sedang (medium setting) atau reaksi lambat (slow setting) sedangkan
bahan aspal yang digunakan adalah aspal emulsi cepat (rapid setting)
- Sebelum penyemprotan aspal dimulai, permukaan harus dibersihkan dengan
memakai sikat mekanis atau kompresor atau kombinasi keduanya. Bilamana
peralatan ini belum dapat memberikan permukaan yang benar-benar bersih,
penyapuan tambahan harus dikerjakan manual denga sikat yang kaku.
- Pembersihan harus dilaksanakan melebihi 20 cm dari tepi bidang yang akan
disemprot.

15

- Tonjolan yang disebabkan oleh benda-benda asing lainnya harus disingkirkan


dari permukaan dengan memakai penggaru baja atau dengan cara lainnya
yang telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
c. Laston Lapis Antara (AC BC)
- Sebelum memulai penghamparan, sepatu (screed) alat penghampar harus
dipanaskan. Campuran beraspal harus dihampar dan diratakan sesuai dengan
kelandaian,elevasi, serta bentuk penampang melintang yang disyaratkan.
- Penghamparan harus dimulai dari lajur yang lebih rendah menuju lajur yang
lebih tinggi bilamana pekerjaan yang dilaksanakan lebih dari satu lajur.
- Mesin vibrasi pada screed alat penghampar harus dijalankan selama
penghamparan dan pembentukan
- Alat penghampar harus dioperasikan dengan suatu kecepatan yang tidak
menyebabkan retak permukaan,koyakan, atau bentuk ketidakrataan lainnya
pada permukaan. Kecepatan penghamparan harus disetujui oleh Direksi
Pekerjaan dan ditaati.
- Harus diperhatikan agar campuran tidak terkumpul dan mendingin pada tepitepi penampung alat penghampar atau tempat lainnya.
d. Bahan Anti Pengelupasan
Kadar bahan anti pengelupasan ditentukan dengan mencatat volume tanki
debelum dan sesudah produksi dan juga diperiksa dengan pengujian
Stabilitas Marshall sisa untuk setiap 200 ton produksi.
e. Perkerasan Beton Semen
- Pekerjaan ini adalah pembuatan perkerasan beton semen (perkerasan kaku)
dan lapis pondasi bawah yang dilaksanakan sesuai dengan ketebalan dan
bentuk penampang melintang seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau
persetujuan Direksi Pekerjaan.
- Beton dicor dengan ketebalan sedemikian rupa sehingga pekerjaan
pemindahan sedapat mungkin dihindari.
- Pengecoran dan penghamparan beton dilakukan dengan menggunakan truck
pencampur, truk pengaduk dan harus dihampar terus menerus diantara
sambungan melintang tanpa sekatan sementara.
- Setelah beton dituangkan, beton harus dibentuk agar memenuhi penampang
melintang yang ditunjukkan dalam gambar. Kemudian baja tulangan harus
diletakkan diatas hamparan beton tersebut.
- Baja tulangan harus bebas dari kotoran, minyak, cat, dan karat yang akan
mengganggu kelekatan baja dengan beton.
- Penghamparan beton bertulang harus dilaksanakan dalam dua lapis, lapis
pertama harus dihamparkan, dibentuk dan dipadatkan sampai level tertentu
sehingga baja tulangan setelah terpasang mempunyai tebal pelindung yang

16

cukup. Segera setelah pemasangan baja tulangan maka lapis atas beton
harus dituangkan dan diselesaiakan.
- Setelah dibentuk dan dipadatkan, selanjutnya beton harus diperhalus,
diperbaiki dan dipadatkan lagi dengan bantuan alat-alat penyetrika.
- Setelah penyetrikaan selesai dan kelebihan air dibuang, sementara beton
masih plastis, bagian-bagian yang ambles harus segera diisi dengan beton
baru, dibentuk,dipadatkan dan diselesaikan lagi.
- Setelah itu, tepi perkerasan beton disepanjang acuan dan pada sambungan
harus diselesaikan dengan perkakas untuk membentuk permukaan
seperempat lingkaran yang halus denga radius tertentu.
- Setelah sambungan dan tepian selesai maka selanjutnya permukaan beton
dikasarkan dengan disikat tegak lurus denga garis sumbu jalan dan
dilanjutkan lagi dengan perawatan permukaan beton.
f. Lapis Pondasi Bawah Beton Kurus
- Sebelum mulai pekerjaan beton semua pekerjaan lapis pondasi bawah,
selongsong dan kerb yang berdektan harus sudah selesai dan disetujui Direksi
Pekerjaan
- Survei elevasi harus dilakukan pada lapis pondasi bawah dan setiap lokasi
yang lebih tinggi 5 mm dari elevasi rancangan harus diperbaiki sebelum
dilakukannya setiap pekerjaan berikutnya.
- Acuan dan alat pengendali elevasi dipasang secukupnya di muka bagian
perkerasan yang sedang dilaksanakan agar diperoleh kinerja dan persetujuan
atas semua operasi yang diperlukan pada atau berdekatan dengan garis-garis
acuan
- Alinyemen dan elevasi kelandaian acuan harus diperiksa dan bila perlu
diperbaiki segera sebelum beton dicor. Bilamana acuan berubah posisinya
atau kelandaiannya tidak stabil, maka harus diperbaiki dan diperiksa ulang.

6. PEKERJAAN STRUKTUR
Yang dimaksud dengan beton adalah campuran antara semen portland atau
semen

hidraulik yang setara, agregat halus, agregat kasar, dan air dengan

atau tanpa bahan tambahan membentuk massa padat.


a.

Beton mutu

17

- Pekerjaan ini adalah pembuatan perkerasan beton semen (perkerasan kaku)


dan lapis pondasi bawah yang dilaksanakan sesuai dengan ketebalan dan
bentuk penampang melintang seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau
persetujuan Direksi Pekerjaan.
- Beton dicor dengan ketebalan sedemikian rupa sehingga pekerjaan
pemindahan sedapat mungkin dihindari.
- Pengecoran dan penghamparan beton dilakukan dengan menggunakan truck
pencampur, truk pengaduk dan harus dihampar terus menerus diantara
sambungan melintang tanpa sekatan sementara.
- Setelah beton dituangkan, beton harus dibentuk agar memenuhi penampang
melintang yang ditunjukkan dalam gambar. Kemudian baja tulangan harus
diletakkan diatas hamparan beton tersebut.
- Baja tulangan harus bebas dari kotoran, minyak, cat, dan karat yang akan
mengganggu kelekatan baja dengan beton.
- Penghamparan beton bertulang harus dilaksanakan dalam dua lapis, lapis
pertama harus dihamparkan, dibentuk dan dipadatkan sampai level tertentu
sehingga baja tulangan setelah terpasang mempunyai tebal pelindung yang
cukup. Segera setelah pemasangan baja tulangan maka lapis atas beton
harus dituangkan dan diselesaiakan.
- Setelah dibentuk dan dipadatkan, selanjutnya beton harus diperhalus,
diperbaiki dan dipadatkan lagi dengan bantuan alat-alat penyetrika.
- Setelah penyetrikaan selesai dan kelebihan air dibuang, sementara beton
masih plastis, bagian-bagian yang ambles harus segera diisi dengan beton
baru, dibentuk,dipadatkan dan diselesaikan lagi.
- Setelah itu, tepi perkerasan beton disepanjang acuan dan pada sambungan
harus diselesaikan dengan perkakas untuk membentuk permukaan
seperempat lingkaran yang halus dengan radius tertentu.
- Setelah sambungan dan tepian selesai maka selanjutnya permukaan beton
dikasarkan dengan disikat tegak lurus denga garis sumbu jalan dan
dilanjutkan lagi dengan perawatan permukaan beton.
- Mutu beton dan mutu pelaksanaan dianggap memenuhi syarat, apabila
dipenuhi syarat-syarat berikut :
Tidak boleh lebih dari 5% ada di antara jumlah minimum (20 atau
30) nilai hasil pemeriksaan benda uji berturut-turut terjadi kurang
dari Jc'atau cr'bk.
Apabila setelah selesai pengecoran

seluruhnya untuk masing-

masing mutu beton dapat terkumpul jumlah minimum benda uji,


maka hasil pemeriksaan benda uji berturut-turut harus memenuhi
fckef'c .
Apabila setelah selesai

pengecoran beton seluruhnya untuk

masing- masing mutu beton terdapat jumlah benda uji kurang dari

18

minimum, rnaka apabila tidak dinilai dengan cara evaluasi


menurut dalil-dalil matematika statistik yang lain, tidak boleh
satupun nilai rata-rata dari 4 hasil pemeriksaan benda uji berturutturutfc111,4 terjadi tidak kurang dari l, 15 fc'. Masing-masing hasil
uji tidak boleh kurang dari 0,85 fc'.
- Bila dari hasil perhitungan dengan kuat tekan menunjukkan bahwa kapasitas
daya dukung struktur kurang dari yang disyaratkan, maka apabila pengecoran
belum

selesai, pengecoran harus segera dihentikan dan dalam waktu

singkat harus diadakan pengujian beton inti (core drilling) pada daerah yang
diragukan berdasarkan aturan pengujian yang berlaku. Dalam hal dilakukan
pengambilan beton inti,harus diambil minimum 3(tiga) buah benda uji pada
tempat-tempat

yang tidak membahayakan struktur dan atas persetujuan

Direksi Pekerjaan. Tidak boleh ada satupun dari benda uji beton inti
mempunyai kekuatan kurang dari 0, 75fc'. Apabila kuat tekan rata-rata dari
pengujian beton inti yang tidak kurang darim0,85fc', maka bagian konstruksi
tersebut dapat dianggap memenuhi syarat dan pekerjaan yang dihentikan
dapat

dilanjutkan kembali. Dalam hal ini, perbedaan umur beton saat

pengujian terhadap umur

beton yang disyaratkan untuk penetapan kuat

tekan beton perlu diperhitungkan dan dilakukan koreksi dalam menetapkan


kuat tekan beton yang dihasilkan.

b.

Baja Tulangan

- Pekerjaan ini hams mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan


sesuai

dengan

Spesifikasi

dan

Gambar,

atau

diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.


- Terkecuali ditentukan lain oleh Direksi

sebagaimana

Pekerjaan,

seluruh

yang
baja

tulanganharus dibengkokkan secara dingin dan sesuai dengan prosedur SNI


03-6816-2002, menggunakan batang yang pada awalnya lurus dan bebas
dari

lekukan-lekukan,

pembengkokan

bengkokan-bengkokan

atau

kerusakan.

Bila

secara panas di lapangan disetujui oleh Direksi Pekerjaan,

tindakan pengamanan harus diambil untuk

menjamin bahwa sifat-sifat

fisik baja tidak terlalu berubah banyak.


- Batang tulangan dengan diameter 2cm dan yang lebih besar harus
dibengkok- kan dengan mesin pembengkok.
- Tulangan harus dibersihkan scsaat sebelum
menghilangkan kotoran,

pemasangan

untuk

lumpur,oli,cat,karat dan kerak,percikan adukan

19

atau lapisan lain yang dapat mengurangi

atau merusak pelckatan dengan

beton.
- Tulangan harus ditempatkan akurat sesuai dengan Gambar dan dengan
kebutuhan selimut beton minimum yang disyaratkan dalam Pasal 7.3.1.(5)
diatas, atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
- Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan kawat
pengikat sehingga tidak

tergeser pada saat pengecoran. Pengelasan

tulangan pembagi atau pengikat (stirrup) terhadap tulangan baja tarik


utama tidak diperkenankan.
- Seluruh tulangan harus disediakan sesuai dengan panjang total yang
ditunjukkan

pada

Garnbar.

Penyambungan

(splicing)

batang

tulangan,terkecuali ditunjukkan pada Gambar, tidak akan diijinkan tanpa


persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. Setiap penyambungan yang
dapat disetujui harus dibuat sedemikian hingga penyambungan setiap
batang tidak terjadi pada penampang beton yang sama dan harus
diletakkan pada titik dengan tegangan tarik minimum.
- Bilamana penyambungan dengan tumpang tindih disetujui,maka panjang
tumpang tindih minimum haruslah 40 diameter batang dan batang tersebut
harus diberikan kait pada ujungnya.
- Pengelasan pada baja tulangan tidak diperkenankan, terkecuali terinci
dalam Gambar atau secara khusus diijinkan oleh Direksi Pekerjaan secara
tertulis. Bilamana Direksi

Pekerjaan menyetujui pengelasan untuk

sambungan,maka sambungan dalam hal ini adalah sambungan dengan


panjang penyaluran penuh yang memenuhi ketentuan dari

AWS D 2.0.

Pendinginan terhadap pengelasan dengan air tidak diperkenankan.


- Simpul dari kawat pengikat harus diarahkan membelakangi permukaan
beton sehingga tidak akan terekspos.
- Anyaman baja tulangan yang dilas harus dipasang sepanjang mungkin,
dengan bagian tumpang tindih dalam sambungan paling sedikit satu kali
jarak anyaman.

Anyaman harus dipotong untuk mengikuti bentuk pada

kerb dan bukaan, dan harus dihentikan pada sambungan antara pelat.
- Bilamana baja tulangan tetap dibiarkan terekspos untuk suatu waktu yang
cukup lama,

rnaka seluruh baja tulangan harus dibersihkan dan diolesi

dengan adukan semen acian (semen dan air saja).


- Tidak boleh ada bagian baja tulangan yang telah dipasang

boleh

digunakan untuk memikul perlengkapan pemasok beton, jalan kerja, lantai


untuk kegiatan bekerja atau beban konstruksi lainnya.
c.

Pasangan Batu Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis

20

- Pekerjaan harus mencakup penyediaan baik batu yang diisikan kedalam


bronjong kawat (gabion.),pasangan batu kosong(non-grouted rip rap),
maupun pasangan batu kosong yang diisi

adukan (grouted rip rap) pada

landasan yang disetujui sesuai dengan detil

yang ditunjukkan dalam pada

Gambar.
- Galian termasuk kunci pada tumit yang diperlukan untuk pasangan

batu

kosong dan bronjong.Landasan harus dipasang. Seluruh permukaan yang


disiapkan harus disetujui

oleh Direksi

Pekerjaan sebelum penempatan

pasangan batu kosong atau bronjong.


- Keranjang bronjong hams dibentangkan dengan kuat untuk memperoleh
bentuk sorta posisi yang benar dengan menggunakan batang penarik atau
ulir

penarik

kecil

sebelum

pengisian

batu

ke

dalam

kawat

bronjong.Sambungan antara keranjang haruslah sekuat seperti anyaman itu


sendiri. Setiap segi enam harus menerima paling sedikit dua lilitan kawat
pengikat dan kerangka bronjong antara segi enam tepi paling sedikit satu
lilitan.

Paling sedikit 15cm kawat pengikat harus ditinggalkan sesudah

pengikatan terakhir dan dibengkokkan ke dalam kcranjang.


- Batu hams dimasukkan satu demi satu sehingga diperoleh kepadatan
maksimum dan rongga

seminimal mungkin.Bilamana tiap bronjong telah

diisi setengah dari tingginya,dua kawat pengaku horinsontal dari muka ke


belakang harus

dipasang. Keranjang selanjutnya diisi sedikit berlebihan

agar terjadi penurunan (settlement). Sisi luar batu yang berhadapan dengan
kawat harus mempunyai permukaan

yang rata dan bertumpu

pada

anyaman.
- Setelah
pengisian,tepi dari tutup harus dibentangkan dengan batang
penarik atau ulir penarik pada permukaan atasnya dan diikat.
- Bilamana keranjang dipasang satu di atas yang lainnya, sambungan
vertikal harus dibuat berselang seling.
- Terkecuali diletakkan untuk membentuk lantai (apron) rnendatar, pasangan
batu kosong harus dimulai dengan penempatan lapis pertama dari batu
yang paling besar dalam galian parit di
ditempatkan dengan mobil derek (crane)

tumit lereng.Batu harus

atau

dengan tangan sesuai

dengan panjang, tebal dan ke dalaman yang diperlukan. Selanjutnya batu


harus ditempatkan pada lereng sedemikian hingga

dimensi yang paling

besar tegak lurus terhadap permukaan lereng,jika tidak maka dimensi yang
demikian akan lebih besar dari tebal dinding yang disyaratkan.Pembentukan
batu tidak diperlukan bilamana batu-batu tersebut telah bersudut, tetapi
pemasangan harus menjamin bahwa struktur dibuat sepadat rnungkin dan

21

batu terbesar berada di bawah permukaan air tertinggi.

Batu yang lebih

besar harus juga ditempatkan pada bagian luar dari permukaan pasangan
batu kosong yang telah selesai.
- Seluruh permukaan batu harus dibersihkan dan dibasahi sampai

jenuh

sebelum ditempatkan.

Beton

harus diletakkan di atas batu yang telah

dipasang sebelumnya

selanjutnya batu yang baru akan diletakkan di

atasnya. Batu harus ditanamkan secara kokoh pada lereng dan dipadatkan
sehingga bersinggungan dengan batu-batu yang berdekatan sampai membentuk
ketebalan pasangan batu kosong yang diperlukan.
- Celah-celah antar batu dapat diisi sebagian dengan batu baji
batu kecil, sedemikian

atau batu-

hingga sisa dari rongga-rongga tersebut harus diisi

dengan beton sampai padat dan rapi dengan ketebalan tidak lebih dari 10
mm dari permukaan batu-batu tersebut.
- Lubang sulingan (weep
holes) harus dibuat sesuai dengan yang

diperintahkan oleh Direksi

Pekerjaan. Pekerjaan ini harus dilcngkapi

peneduh dan dilembabi selama tidak kurang dari 3hari setelah selesai
dikerjakan.
7. PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAAN MINOR
a. Campuran Aspal Panas untuk Pekerjaan Minor
Bahan yang digunakan untuk pelaburan setempat atau laburan aspal

pada

perkerasan yang retak, harus berupa aspal Penetrasi 60/70 atau 80/100, aspal
cair MC 250 atau MC 800 atau aspal emulsi yang sesuai. Aspal Pen 60/70 atau
801100 atau aspal emulsi harus digunakan untuk mengisi retak-retak.
b. Pohon
Kecuali disebutkan lain dalam Gambar maka diameter pohon minimum adalah
10 cm diukur 1 meter dari pemukaan lapangan dan tinggi pohon minimum 5m
serta ditanam minimum 4m dari tepi perkerasan.

c. Marka Jalan Termoplastik


- Sebelum penandaan marka jalan atau pengecatan dilaksanakan, menjamin
bahwa
bersih,

permukaan perkerasan jalan yang akan diberi marka jalan harus


kering dan

bebas

dari bahan

Menghilangkan dengan grit blasting

22

yang

bergemuk

dan

debu.

(pengausan dengan bahan berbutir

halus) setiap marka jalan lama baik termnoplastis

maupun bukan, yang

akan menghalangi kelekatan lapisan cat baru.


- Semua bahan cat yang digunakan tanpa pemanasan (bukan termoplastik)
harus dicampur

terlebih dahulu menurut petunjuk pabrik pembuatnya

sebelum digunakan agar suspensi pigmen merata di dalam cat.


- Pengecatan tidak boleh dilaksanakan pada suatu permukaan yang baru
diaspal kurang dari 1 bulan setelah pelaksanaan lapis permukaan, kecuali
diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan.

Selama masa tunggu yang

disebutkan di atas, pengecatan marka jalan sementara (premarking) pada


pennukaan beraspal harus dilaksanakan segera setelah pelapisan.
- Mengatur dan menandai semua marka jalan pada per mukaan perkerasan
dengan dimensi

dan penempatan yang presisi

sebelum

pelaksanaan

pengecatannmarka jalan.
- Pengecatan marka jalan dilaksanakan pada garis sumbu, garis lajur, garis tepi
dan zebra cross dengan bantuan sebuah mesin mekanis yang disetujui,
bergerak dengan mesin

sendiri,

jenis penyemprotan atau penghamparan

otomatis dengan katup mekanis yang mampu membuat garis putus-putus


dalam pengoperasian yang menerus (tanpa berhenti dan mulai berjalan lagi)
dengan hasil yang dapat diterima Direksi Pekerjaan. Mesin yang digunakan
tersebut harus menghasilkan suatu lapisan yang rata dan seragam dengan
tebal basah minimum 0,38 milimeter untuk "cat bukan termoplastik" dan
tebal minimum 1,50 mm untuk

"cat termoplastik" belum termasuk butiran

kaca (glass bead) yang juga ditaburkan

secara mekanis, dengan garis tepi

yang bersih (tidak bergerigi)pada lebar rancangan yang sesuai. Bilamana


tidak disyaratkan oleh pabrik pembuatnya, maka cat termoplastik harus
dilaksanakan pada temperatur 204 -218C.
- Bilamana penggunaan mesin tak memungkinkan,

Pekerjaan dapat mengijinkan


manual,
konfigurasi

dikuas, disemprot
marka

jalan

maka

pengecatan rnarka jalan dengan cara


dan dicetak
dan

penggunaannya.

jenis

dengan

cat

yang

sesuai
disetujui

- Butiran kaca (glass bead) harus ditaburkan diatas permukaan


setelah pelaksanaan

Direksi
dengan
untuk

cat segera

penyernprotan atau pengharnparan cat. Butiran kaca

(glass bead) harus ditaburkan dengan kadar 450gram/m2 untuk semua jenis
cat, baik untuk "bukan termoplastik" maupun "termoplastik".
- Semua marka jalan harus dilindungi dari lalu-lintas sampai markajalan ini
dapat dilalui oleh lalu lintas tanpa adanya bintik-bintik atau bekas jejak roda
serta kerusakannya lainnya.

23

- Semua

marka jalan yang tidak menampilkan hasil yang merata

memenuhi ketentuan

dan

baik siang maupun malam hari harus diperbaiki atas

biayanya sendiri.
d. Patok

Pengarah

atau

Patok

Kilometer,

Rambu

Jalan

Tunggal

dengan

Permukaan Pemantul Engineer Grade dan Rel Pengaman


- Jumlah, jenis dan lokasi pemasangan setiap rambu jalan, patok pengarah,
patok

kilometer dan bagian rel pengaman harus sesuai dengan perintah

Direksi Pekerjaan. Semua patok harus dipasang dengan akurat pada lokasi
dan ketinggian sedemikian

rupa hingga dapat menjamin bahwa patok

tersebut tertanam kuat di tempatnya,

terutama selama pengerasan

(setting) beton.
- Semua patok kilometer, patok hektometer dan patok pengarah harus diberi
satu lapis cat dasar (primer), satu lapis cat bawah permukaan dan satu lapis
akhir sebagai
Gambar.

lapis permukaan sesuai dengan yang ditunjukkan dalam

Penandaan lainnya

dan bahan pemantul harus dilaksanakan

sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.


- Semua pengecatan pada Pelat Rambu Jalan harus dilaksanakan dengan cara
semprotan di atas

permukaan pelat

yang

kering. Permukaan hasil

pengecatan harus rata dan halus dan dikeringkan dengan lampu pemanas
atau dimasukkan ke dalam oven bila diperlukan.

Makassar, 20 April 2016


PT. FATIMAH INDAH UTAMA

LUTHER RAMBA, S.Sos


Kuasa Direksi

24

Anda mungkin juga menyukai