Anda di halaman 1dari 3

PELAYANAN PASIEN TB DI IGD

RSUD Syarifah
Ambami Rato Ebu
BANGKALAN

NO. DOKUMEN

NO. REVISI

HALAMAN

445/196/MDGS/IV/2016

00

1/3

DITETAPKAN
Direktur

TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
TETAP

8 NOVEMBER 2012
drg. YUSRO
Pembina Utama Muda
NIP. 19610226 198911 2 001

Pengertian

Pelayanan Tuberculosis dengan 5 strategi penanggulangan


Tuberculosis Nasional. Penegakan diagnosa dan follow up
pengobatan pasien TB harus melalui pemeriksaan mikroskopis
TB, pengobatan harus mengunakan panduan pengobatan Obat
Anti TB yang sesuai dengan standart pengobatan TB nasional
dan semua pasien yang diobati secara kohort sesuai dengan
penanggulan TB nasional

Tujuan

- Terselenggaranya

pelayanan

emergency

bagi

pasien

Tuberculosis yang membutuhkan penanganan darurat.


- Menurunkan angka kematian dan kesakitan serta mencegah
penularan dengan cara menyembuhkan pasien
Kebijakan

- Undang Undang Nomor 23 Tahun 2009 tentang Kesehatan


- Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
364/Menkes/SK/V/2009 Tentang Pedoman Penanggulangan
Tuberkulosis (TB)
- Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang
Penanggulangan Wabah Penyakit Menular
- Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 203/Menkes/SK/III/
1999 tentang Gerakan Terpadu Nasional Penanggulangan
Tuberkulosis

Prosedur

Persiapan alat :
- Alat Pelindung Diri (APD) yaitu Masker untuk petugas dan
keluarga pasien

PELAYANAN PASIEN TB DI IGD

NO. DOKUMEN

NO. REVISI

HALAMAN

RSUD Syarifah
Ambami Rato Ebu
BANGKALAN

445/196/MDGS/IV/2016

00

2/3

PROSEDUR
TETAP

TANGGAL TERBIT
8 NOVEMBER 2012
1. Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya untuk
menemuan pasien tersangka TB pada pasien dengan gejala
utama pasien TB paru: batuk berdahak selama 2-3 minggu
atau lebih dianggap sebagai seorang tersangka pasien TB

Prosedur

2. Pasien suspek TB atau pasien TB yang datang IGD adalah


pasien TB dengan kebutuhan penanganan emergency seperti
: sesak , batuk darah(hemaptoe) atau lemah.
3. Pasien suspek TB segera ditangani sesuai kebutuhan dan
tingkat kegawatannya.
4. Penanganan kasus TB di IGD seperti : pemasangan Intra
Venous Drip untuk mengatasi kekurangan cairan pada
keadaan syok hypovolemik. Untuk kasus Batuk Darah
(Hemoptisis)Punksi Pleura, untuk mengeluarkan cairan dari
rongga pleura (efusi pleura)
5. Melakukan skin Test, untuk mengetahui tahan tidaknya
seseorang terhadap suatu obat yang akan diberikan melalui
suntikan misalnya streptomycin dan canamycin
6. Pasien suspek TB dikirim untuk dilakukan pemeriksaan foto
thorax.
7. Hasil pemeriksaan penunjang dikirim ke dokter yang
bersangkutan, diagnosa dan klasifikasi dilakukan oleh
dokter jaga UGD.
8. Pasien suspek TB yang memerlukan pelayanan rawat inap
sesuai

dengan

hasil

pemeriksaan

fisik,

pemeriksaan

penunjang dan pertimbangan dokter dikirim ke ruang

PELAYANAN PASIEN TB DI IGD

NO. DOKUMEN

NO. REVISI

HALAMAN

RSUD Syarifah
Ambami Rato Ebu
BANGKALAN

445/196/MDGS/IV/2016

00

3/3

PROSEDUR
TETAP

TANGGAL TERBIT
8 NOVEMBER 2012
rawat inap penyakit dalam

Unit terkait

IGD, radiologi, laboratorium dan ruang rawat inap penyakit


dalam