Referensi Model OSI
Oleh :
Muchsin Bin Jafar Al Hamid
Yanuar Fathony
(201510370311205)
(201510370311228)
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2016-2017
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat-Nya
Makalah dengan judul Reverensi Model OSI ini dapat terselesaikan. Dengan
terselesaikannya makalah ini, diharapkan pelaksanaan mata kuliah Jaringan Komputer di
Program Studi Teknik Informatika Jurusan Teknik Informatika dapat berjalan semakin baik
dan memberikan kemudahan kepada mahasiswa dalam rangka memahami teori dan
pengetahuan yang diterima di perkuliahan. Demikian pula, dengan terselesaikannya makalah
ini semoga dapat memudahkan seluruh civitas akademik (Dosen, Mahasiswa dan Staf
Pendukung) dalam menyelenggarakan dan melaksanakan Mata Kuliah Komunikasi Data.
Ucapan terimakasih kami tujukan kepada semua pihak yang baik secara langsung
maupun tidak langsung telah terlibat dalam penyelesaian makalah ini. Kami berharap
makalah ini bermaanfaat bagi para pembaca, khususnya mahasiswa Universutas
Muhammadiyah Malang di Program Studi Teknik Informatika Jurusan Teknik Informatika
Dengan segala kerendahan hati, kami mengakui bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna walaupun kami telah bekerja keras untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, kami
membuka diri terhadap segala kritik dan saran atas kekurangan dalam makalah ini sebagai
sarana penyempurnaan di masa yang akan datang. Terima kasih.
Malang, 16 oktober 2016
Tim Penulis
DAFTAR ISI
1.
2.
3.
4.
Lembar pengesahan ........................................................................
Kata Pengantar ...............................................................................
Daftar Isi .........................................................................................
BAB I Pendahuluan ........................................................................
1.1 Latar Belakang .........................................................................
1.2 Tujuan .......................................................................................
1.3 Rumusan Masalah ....................................................................
1.4 Batasan Masalah .......................................................................
5. BAB II Kajian Pustaka ...................................................................
6. BAB III Pembahasan ......................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1
2
3
4
4
4
4
4
6
7
1.1 Latar belakang
Di dunia ini perkembangan internet sungguh revolusioner karena internet telah
memasuki segala aspek kehidupan manusia. Dengan internet kita dapat melakukan
bisnis lebih efisien, melakukan komunikasi antara manusia dengan manusia, manusia
dengan komputer atau komputer dengan komputer. Internet sendiri adalah sebuah
sistem yang memberikan informasi yang terorganisir dan terkelola dengan baik. Jadi
internet itu sendiri adalah sebuah sistem yang terstruktur dan terorganisir. Tentu saja
kita dituntut untuk proaktif mengamati dan mempelajari standar-standar yang
dikeluarkan oleh organisasi-organisasi yang berkompeten dalam pengembangan
internet menjadi suatu standar bersama. Mengapa? Dapat dibayangkan jika ratusan
organisasi baik ilmiah maupun komersil membuat standarnya sendiri-sendiri akan
menjadi tidak mungkin bila mengaplikasikan perangkat komunikasi yang berbeda
standar satu dengan yang lainnya maka itu para ahli membentuk lembaga yang
membuat standard dari jaringan komputer diantaranya adalah model OSI dan TCP/IP.
.
1.2 Tujuan
a. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Model OSI dan TCP/IP
b. Mengetahu konsep yang membangun OSI
c. Mengetahui bagian atau lapisan yang membangun TCP/IP.
1.3 Rumusan masalah
a. Apa yang dimaksud dengan model OSI dan TCP/IP ?
b. Bagaimana konsep serta proses (lapisan) dari model OSI dibangun?
c. Bagaimana prinsip kerja model OSI layer?
d. Lapisan apa saja yang terdapat dalam TCP/IP?
e. Bagaimana prinsip kerja TCP/IP?
f. Apa perbedaan antara model reverensi OSI dan TCP/IP?
1.4 Batasan masalah
Agar penyusunan makala ini tidak melebar kearah yang tidak jelas kami membatasi penulisan
makalah kami pada penjabaran arti dari model OSI dan TCP/IP, proses dan bagian yang
terdapat pada Model OSI serta TCP/IP. Kemudian akan di jelaskan perbedaan antara Model
OSI dan TCP/IP.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
MODEL OSI Adalah sebuah badan multinasional yang didirikan tahun 1947 yang
bernama International Standards Organization (ISO) sebagai badan yang melahirkan
standar-standar standar internasional. Diambil dari
(www.google.com/pengertianmodeliso )
Tujuh lapisan yang telah dijelaskan dapat dibagi menjadi 3 sub-kelompok
(subgroups). Diambil dari (www.google.com/konsepmodelisodantcp/ip.pdf )
Protocol TCP/IP hanya dibuat atas lima lapisan yaitu physical, data link, network,
transport dan application. Diambil dari ( file pdf Bina Sarana Informatika pertemuan 3
referensi TCP/IP )
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian Model OSI
MODEL OSI adalah sebuah badan multinasional yang didirikan tahun 1947 yang
bernama International Standards Organization (ISO) sebagai badan yang melahirkan
standar-standar internasional. ISO ini mengeluarkan juga standar jaringan komunikasi
yang mencakup segala aspek yaitu model OSI. OSI adalah open system yang merupakan
himpunan protokol yang memungkinkan terhubungnya 2 sistem yang berbeda yang
berasal dari underlying architecture yang berbeda pula. Jadi tujuan OSI ini adalah untuk
memfasilitasi bagaimana suatu komunikasi dapat terjalin dari sistem yang bebeda tanpa
memerlukan perubahan yang signifikan pada hardware dan software di tingkat
underlying (Deden:2007).
B. Bagian dari Model OSI dan prosesnya.
Pada bagian model OSI menjelaskan bagaimana informasi dari satu aplikasi mengalir melalui
network dari satu komputer ke komputer lain. Model OSI menggambarkan aktivitas transfer
informasi ke dalam 7 kelompok aktivitas tiap aktivitas diasosiasikan dengan satu lapisan .
Tiap lapisan bersifat self-contained implementasi secara independen.
Gambar 3.1 Model OSI
Model OSI disusun atas 7 lapisan; fisik atau physical (lapisan 1), data link (lapisan 2),
network (lapisan 3), transport (lapisan 4), session (lapisan 5), presentasi (lapisan 6) dan
aplikasi (lapisan 7),(Deden:2007).
Penjelasan setiap lapisan
Lapisan fisik (physical)
Fungsi pengiriman dan penerimaan bit stream dalam medium fisik. Hal-hal penting yang
dapat dibahas lebih jauh dalam lapisan fisik ini adalah :
Karakteristik fisik dari media dan antarmuka.
a. Representasi bit-bit. Maksudnya lapisan fisik harus mampu menterjemahkan bit 0
atau 1, juga tErmaasuk pengkodean dan bagaimana mengganti sinyal 0 ke 1 atau
sebaliknya.
b. Data rate (laju data).
c. Sinkronisasi bit.
d. Line configuration (Konfigurasi saluran). Misalnya: point-to-point atau point-tomultipoint configuration.
e. Topologi fisik. Misalnya: mesh topology, star topology, ring topology atau bus
topology.
f. Moda transmisi. Misalnya : half-duplex mode, full-duplex (simplex) mode.
Protokol protokol pada layer fisik mencakup IEEE 802.3, RS-232C,danX.21
Lapisan Data Link
Mentransformasi lapisan fisik yang merupakan fasilitas transmisi data mentah menjadi link
yang reliabel. Tanggung jawab utama lapisan data link ini adalah sebagai berikut:
Framing. Yaitu membagi bit stream yang diterima dari lapisan network menjadi unit-unit data
yang disebut frame. Physical addressing. Jika frame-frame didistribusikan ke sistem lain pada
jaringan, maka data link akan menambahkan sebuah header di muka frame untuk
mendefinisikan pengirim dan/atau penerima
Flow control. Jika rate atau laju bit stream berlebih atau berkurang maka flow control akan
melakukan tindakan yang menstabilkan laju bit.
Error control. Data link menambah reliabilitas lapisan fisik dengan penambahan mekanisme
deteksi dan retransmisi frame-frame yang gagal terkirim.
Access control. Jika 2 atau lebih device dikoneksi dalam link yang sama, lapisan data link
perlu menentukan device yang mana yang harus dikendalikan pada saat tertentu.
Lapisan Network
Menurut Deden:2007, lapisan network bertanggung jawab untuk pengiriman paket dengan
konsep source. Adapun tanggung jawab spesifik lapisan network ini adalah:
Logical addressing. Bila pada lapisan data link diimplementasikan physical addressing untuk
penangan pengalamatan/addressing secara lokal, maka pada lapisan network problematika
addressing untuk lapisan network bisa mencakup lokal dan antar jaringan/network. Pada
lapisan network ini logical address ditambahkan pada paket yang datang dari lapisan data
link.
Routing. Jaringan-jaringan yang saling terhubung sehingga membentuk internetwork
diperlukan metoda routing/perutean. Sehingga paket dapat ditransfer dari satu device yang
berasal dari jaringan tertentu menuju device lain pada jaringan yang lain.
Lapisan Transport
Menurut Deden:2007, lapisan transport bertanggung jawab untuk pengiriman sourceto-destination (end-to-end) dari jenis message tertentu. Tanggung jawab spesifik lapisan
transport ini adalah:
a. Sevice-point addressing. Komputer sering menjalankan berbagai macam
program atau aplikasi yang berlainan dalam saat bersamaan. Untuk itu dengan
lapisan transpor ini tidak hanya menangani pengiriman/delivery source-todestination dari computer yang satu ke komputer yang lain saja namun lebih
spesifik kepada delivery jenis message untuk aplikasi yang berlainan.
Sehingga setiap message yang berlainan aplikasi harus memiliki
alamat/address tersendiri lagi yang disebut service point address atau port
address.
b. Segmentation dan reassembly. Sebuah message dibagi dalam segmen-segmen
yang terkirim. Setiap segmen memiliki sequence number. Sequence number
ini yang berguna bagi lapisan transpor untuk merakit/reassembly segmensegman yang terpecah atau terbagi tadi menjadi message yang utuh.
c. Connection control. Lapisan transpor dapat berperilaku sebagai connectionless
atau connection-oriented.
d. Flow control. Seperti halnya lapisan data link, lapisan transpor bertanggung
jawab untuk kontrol aliran (flow control). Bedanya dengan flow control di
lapisan data link adalah dilakukan untuk end-to-end.
Error control. Sama fungsi tugasnya dengan error control di lapisan data link,
juga berorientasi end-to-end.
Session Layer (Lapisan Session)
Layanan yang diberikan oleh tiga layer pertama (fisik, data link dan network) tidak cukup
untuk beberapa proses. Maka pada lapisan session ini dibutuhkan dialog controller.
Tanggung jawab spesifik:
a. Dialog control.
b. Sinkronisasi
Presentation Layer (Lapisan presentasi)
Presentation layer lebih cenderung pada syntax dan semantic pada pertukaran informasi
dua sistem. Tanggung jawab spesifik :
a. Translasi
b. Enkripsi
c. Kompresi
Application Layer (Lapisan Aplikasi)
Sesuai namanya, lapisan ini menjembatani interaksi manusia dengan perangkat
lunak/software aplikasi.
Setelah mengetahi tentang lapisan yang terdapat pada Model OSI. Pada Gambar 9, kita dapat
juga melihat bagaimana setiap lapisan terlibat pada proses pengiriman pesan/message dari
Device A ke Device B. Terlihat bahwa perjalanan message dari A ke B melewati banyak
intErmaediasi node. IntErmaediasi node ini biasanya hanya melibatkan tiga lapisan pertama
model OSI saja.
Dengan demikian para perancang hardware dan jaringan dapat lebih paham dan flexible
dalam membuat suatu sistem sehingga fungsi setiap mesin dapat ber-interoperasi
(interoperbility) satu sama lain.Setiap mesin/komputer hanya dapat memanfaatkan service
lapisan yang terdapat tepat di lapisan bawahnya. Contoh: Lapisan 3 menggunakan service
yang disediakan oleh lapisan 2 dan menyediakan service untuk lapisan 4
Prinsip Kerja OSI layer :
Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh
layer dari satu tErmainal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi
penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Dari masing-masing layer
mempunyai tugas tersendiri demi kelancaran data yang akan dikirimkan. Berikut adalah
deskripsi singkat beberapa tugas dari masing-masing layer dari layer application sampai
physical (Erma Wati:2009).
PENUTUP
3.1.KESIMPULAN
Layer OSI adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan
International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. Dari ketujuh
layer tersebut mempunyai 2 tingkatan layer, yaitu :
Lower Layer, meliputi : Physical Layer, Data Link Layer, Network Layer dan
Transport Layer.
Upper Layer, meliputi : Session Layer, Presentation Layer dan Application Layer.