Anda di halaman 1dari 12

DASAR-DASAR MANAJEMEN PERIKLANAN

1. Pengertian Iklan
Berasal dari bahasa Yunani , kurang lebih pengertiannya mengiring
orang pada gagasan Iklan merupakan suatu investasi ekonomis, dan
bagi kebanyakan perusahaan dan organisasi non profit, iklan merupakan
sebuah investasi yang dianggap sangat menguntungkan. (Shimp, 2000)
Iklan adalah bagian dari bauran promosi dan bauran promosi adalah
bagian dari bauran pemasaran. Jadi secara sederhana iklan didefinisikan
sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada
masyarakat lewat suatu media ( Rhenald Kasali , 1992).
menurut Frank Jefkins (1997) iklan adalah pesan yang diarahkan untuk
membujuk orang untuk membeli. Definisi standar dari periklanan
biasanya mengandung enam elemen :
Periklanan adalah bentuk komunikasi yang dibayar, walaupun beberapa
bentuk periklanan seperti iklan layanan masyarakat, biasanya
menggunakan ruang khusus yang gratis.
Selain pesan yang harus disampaikan harus dibayar, dalam iklan juga
terjadi proses identifikasi sponsor. Iklan bukan hanya menampilkan pesan
mengenai kehebatan produk yang ditawarkan, tapi juga sekaligus
menyampaikan pesan agar konsumen sadar mengenai perusahaan yang
memproduksi produk yang ditawarkan.
Upaya membujuk dan mempengaruhi konsumen.
Periklanan memerlukan elemen media massa sebagai media penyampai
pesan kepada audiens sasaran.
Periklanan mempunyai sifat bukan pribadi
Periklanan adalah audiens. Dalam iklan harus jelas ditentukan kelompok
konsumen yang jadi sasaran pesan.
Secara sederhana iklan didefinisikan sebagai Pesan yang menawarkan
suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat media. Pada
dasarnya, satu-satunya tujuan periklanan adalah menjual suatu produk,
jasa atau ide atau tujuan sebenarnya adalah komunikasi yang efektif,
yakni dimana efek akhir periklanan adalah mengubah sikap atau perilaku
penerima pesan.
Menurut Kotler, periklanan didefinisikan sebagai bentuk penyajian dan
promosi ide, barang atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor
tertentu yang memerlukan pembayaran.
1

Menurut Rhenald Kasali, secara sedrhana iklan didefinisikan sebagai


pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu
masyarakat lewat suatu media. Namun demikian, untuk membedakannya
dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang
supaya membeli.
Menurut PPPI dalam situsnya, terdapat definisi bahwa periklanan sebagai
segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan melalui
suatu, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan untuk
kepada sebagian atau seluruh masyarakat.
Secara umum, iklan merupakan suatu bentuk komunikasi nonpersonal
yang menyampaikan informasi berbayar sesuai keinginan dari
institusi/sponsor tertentu melalui media massa yang bertujuan
memengaruhi/mempersuasi khalayak agar membeli suatu produk atau
jasa.
Menurut Wright, iklan merupakan suatu proses komunikasi yang
mempunyai kekuatan sangat penting sebagai alat pemasaran yang
membantu menjual barang, memberikan layanan, serta gagasan atau ideide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif.
Sedangkan Masyarakat Periklanan Indonesia mengartikan iklan sebagai
segala bentuk pesan tentang suatu produk atau jasa yang disampaikan
lewat suatu media dan ditujukan kepada sebagian atau seluruh
masyarakat.
Sampai Gutenberg menemukan alat cetak dengan modelnya yang bisa
dibawa kemana-mana dalam tahun 1450M ,kebanyakan periklanan
berupa buah bibir kecuali etalase dan poster dinding.
Kebanyakan masih buta huruf namun mereka masih bisa melihat merek
atau mengenal tanda .
Para pemasang iklan menggunakan komunikasi verbal seperti
mengasongkan barang dagangannya , berteriak dan memekik-mekik
untuk mengjangkau khalyak yang jauh atau buta huruf.

Didalam masyarakat moden hampir tidak ada yang disibukan oleh


kegiatan periklanan . misalnya , ibu rumah tangga ingin mengetahui
harga sayuran , remaja putri ingin mengetahui mode pakaian terbaru
yang dimuat dimajalah dlll.
1. Sekilas Sejarah Iklan

Pada zaman batu : periklanan disebut dengan buah bibir


Tahun 5000 SM 1450 M :
Ditemukannya tulisan papyrus dan pena dari buluh pada abad 16. Sebuah
tulisan papyrus berusia 3000tahun masih merupakan iklan penawaran
budak. Iklan ini umumnya terdapat di Itali dan Romawi .
Pada tahun 1680-an para pedagang mencat gerobaknya sebagai tanda
pengenal perusahaanya . Seni mencetak meluas ke seluruh daratan Eropa
dan William modern yang pertama di Inggris. Johanes Guttenberg telah
menciptakan mesin cetak pertama di Eropa sekaligus menemukan tinta
cetaknya , iklan cetak yang pertama dimulai dari Inggris.
1622 keluar mingguan bernama The Mercuries , dengan ini demikian
mendorong munculnya Koran pertma di Inggris. April 1704. Dunia
periklanan menyebar di amerika . the weekly boston newsletter pertama
kali terbt dengan memuat iklan . Antar 1850-1900 periklanan berkembang
pesat dengan munculnya poster-poster pada dinding tembok,cerobong
asap dan selebaran. Pada awl abad ke-20 periklanan tidak dianggap para
pengusaha sebagai bagian dari strategi marketing , namun menjelang
1972(desember),Henry Ford membuktikan pengaruh iklan dalam menarik
konsumen. Tahun 1940-an periklanan diterima kembali sebagai salah satu
kiat marketing.
Periklanan dalam sitem komunikasi massa
Perorangan atau kelompok semakain sering menggunakan komunikasi
massa untuk tujuan ekonomi ,misalnya untuk jual beli barang ,pelayanan
terhadap public .
2. Jenis-jenis Iklan
PEMBAGIAN SECARA UMUM
1. IKLAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL
Yaitu iklan yang bertujuan untuk menyebarkan pesan yang bersifat
informatif, penerangan, pendidikan agar membentuk sikap warga
sehingga mereka bertanggung jawab terhadap masalah sosial dan
kemasyarakatan tertentu. Iklan seperti ini disebut juga Iklan Layanan
Masyarakat. Contoh : iklan lalu lintas,iklan imunisasi, iklan hemat listrik.
2. IKLAN BANTAHAN
Yaitu iklan yang digunakan untuk membantah atau melawan atas sesuatu
isu yang merugikan dan memperbaiki citra seseorang, perusahaan atau
merek yang tercemar akibat informasi yang tidak benar. Ciri khas iklan ini
3

adalah menempatkan komunikator (bisa perorangan atau lembaga)


sebagai pihak yang teraniaya atau dirugikan oleh pihak lain. Tujuan dari
iklan bantahan antara lain: mengeliminasi iklan yang tidak benar dan
tidak menguntungkan; meluruskan (membelokkan) isu tersebut pada
porsi yang benar, sesuai dengan maksud perusahaan; membangun
simpati khalayak; membangun opini publik bahwa perusahaan berada
pada posisi yang benar.
3. IKLAN PEMBELAAN
Iklan ini merupakan lawan dari iklan bantahan. Bila iklan bantahan si
pengiklan berada pada posisi membantah, maka dalam iklan pembelaan,
komunikator justru berada dalam posisi membela komunikator. Tujuan dari
iklan ini adalah memperoleh simpati dari khalayak bahwa perusahaan
berada dalam posisi yang benar. Contoh yang biasanya ditemukan
tentang iklan jenis ini adalah iklan yang terkait dengan hak paten.
4. IKLAN PERBAIKAN
Iklan untuk memperbaiki pesan-pesan tentang sesuatu hal yang terlanjur
salah dan disebarluaskan melalui media. Istilah lain iklan ini adalah iklan
ralat atau iklan pembetulan. Iklan ini bertujuan untuk meralat informasi
yang salah, sehingga publik tetap mendapatkan informasi yang benar. Sisi
negatif iklan ini adalah dengan menyampaikan iklan perbaikan, terkesan
bahwa pengiklan tidak cermat dalam perencanaan tentang sesuatu,
sehingga kredibilitas pengiklan akan turun.
5. IKLAN KELUARGA
Iklan dimana isi pesan-pesannya merupakan sebuah pemberitahuan dari
pengiklan tentang terjadinya suatu peristiwa kekeluargaan kepada
keluarga/khalayak lainnya. iklan keluarga biasanya lebih banyak
berbentuk iklan kolom dan display, tidak banyak berisi ilustrasi gambar,
dan lebih mengandalkan pesan tertulis. Contoh: iklan kematian,
pernikahan, perceraian, wisuda, putus hubungan, kelahiran bayi dll.
PEMBAGIAN SECARA KHUSUS
1. Berdasarkan Media yang Digunakan
a. Secara umum
Iklan media above the line adalah media yang bersifat massa. Massa yang
dimaksud adalah bahwa khalayak sasaran berjumlah besar dan menerpa
pesan iklan secara serempak. Media yang termasuk kategori above the
line yaitu: surat kabar, majalah, tabloid, televisi, film, radio, dan internet.

Iklan below the line adalah iklan yang menggunakan media khusus. Yang
termasuk media-media below the line adalah: leaflet, poster, spanduk,
baliho, bus panel, bus stop, point of purchase (POP), sticker, shop sign,
flayers, display, dan lain-lain.
Iklan Televisi : Televisi merupakan salah satu media yang termasuk dalam
kategori above the line Iklan televisi mengandung unsur suara, gambar
dan gerak. Dibuat untuk keperluan hiburan semata.
b. Secara Khusus
Iklan Cetak
Yaitu iklan yang dibuat dan dipasang dengan menggunakan teknik cetak,
baik cetak dengan teknologi sederhana maupun teknologi tinggi.
Beberapa bentuk iklan cetak yaitu: iklan cetak surat kabar, ikaln cetak
baliho, iklan cetak poster, iklan spanduk, dan lain-lain. Berdasarkan luas
space yang dipakai, khusus untuk media cetak suratkabar, majalah, dan
tabloid, iklan-iklan dalam media ini dikenali dalam empat bentuk iklan,
yaitu:
A. Iklan Baris : Iklan ini disebut dengan iklan baris karena pesan yang
dibuat hanya terdiri dari beberapa baris kata/kalimat saja dan biaya yang
dikenakan dihitung perbaris, dan harganya relatif murah. Biasanya iklan
baris ini tidak lebih dari 3-4 baris dengan luas tidak lebih dari satu kolom.
Bahasa yang digunakan dalam iklan baris umumnya singkat, penuh
makna, dan sangat sederhana. Barang yang diiklankan dalam iklan baris
sangat beragam, meliputi barang, jasa, ucapan syukur, ucapan selamat,
mencari jodoh, dan lain sebagainya.
B. Iklan Kolom : Iklam kolom memiliki lebar satu kolom, namun lebih tinggi
dibanding iklan baris. Selain pesan verbal tertulis, dimungkinkan pula
pesan nonverbal sebagai ilustrasi gambar, simbol, lambang maupun
tanda-tanda visual lainnya walau tidak terlalu bervariasi dan sangat
terbatas. Contoh iklan ucapan selamat, duka cita, menawarkan barang
dan jasa, pendidikan, panggilan (terhadap seseorang, lelang, dsb),
peringatan (dagang paten, dsb), undangan terbuka, serta lowongan kerja.
C. Iklan Advertorial : Iklan yang berkesan sebagai sebuah berita. Dalam
tatakrama periklanan Indonesia, iklan dengan teknik ini diharuskan diberi
keterangan advertorial atau iklan untuk membedakannya dengan
berita.Isi pesan advertorial ini sangat beragam antara lain: iklan layanan
pengobatan alternatif, kesehatan, jasa penyelenggaraan even, wisata,
institutonal advertising, dan sebagainya. Bila dipasag oleh pemerintah,
biasanya berisi pesan tentang pariwisata, perkembangan daerah, potensi
5

alam, menggugah kesadaran berpartisipasi dalam pembangunan,


pendidikan, kesetiakawanan sosial, tertib dan sadar ukum, dsb.
D. Iklan Display : Lebih luas dari iklan kolom sehingga dapat mendisplay
(memperlihatkan) ilustrasi berupa gambar-gambar baik foto maupun
grafis dalam ukuran yang lebih besar disampng pesan verbal tertulis.
Umumnya digunakan oleh organisasi baik bisnis maupun sosial. Misalnya
iklan penjualan barang maupun jasa, ucapan selamat, pemberitahuan,
permintaan maaf, peringatan dagang, dsb. Ia dapat dilakukan oleh swasta
maupun pemerinta, organisasi sosial kemasyarakatan, pribadi dan
keluarga. Untuk pemasangan pribadi dan keluarga misalnya berupa iklan
duka cita , iklan ucapan selamat, permintaan maaf, dsb.
Iklan Elektronik
Iklan Radio : Iklan yang dipasang melalui media radio. Iklan radio memiliki
karakteristik yang khas yaitu hanya dapat didengar melelui audio (suara)
saja yang merupakan perpaduan dari kata-kata (voice), musik dan sound
effect.

2. Berdasarkan Tujuan
A. Iklan Komersial
Disebut pula iklan bisnis bertujuan untuk mendapatkan keuntungan
ekonomi, sasaran pesan yang dituju adalah untuk seseorang atau
lembaga yang
akan mengolah dan atau menjual produk yang
diiklankan tersebut kepada konsumen akhir. Iklan komersial dapat dibagi
dalam tiga jenis iklan, yaitu iklan
untuk konsumen, untuk bisnis dan
iklan untuk pofesional.
B. Iklan Non Komersial (Iklan Layanan Masyarakat)
Iklan yang digunakan untuk menyampaikan informasi, mempersuasi atau
menidik khalayak dimana tujuan akhir bukan keuntungan ekonomi
melainkan
keuntungan sosial.
3. Berdasarkan Bidang Isi Pesan
Iklan Politik
Iklan Pendidikan
Iklan Kesehatan
6

Iklan kecantikan dan perawatan tubuh


Iklan Pariwisata
Iklan hiburan
Iklan Olah Raga
Iklan Hukum
Iklan Lowongan Pekerjaan / Recruitment
Iklan Duka Cita
Iklan Perkawinan
Iklan Makanan dan Minuman
Iklan Otomotif
Iklan lingkungan Hidup
Iklan Media
4. Berdasarkan Komunikatornya
Iklan Personal
Iklan Keluarga
Iklan instusi
5. Berdasarkan Wujud Produk yang Diiklankan
Iklan Barang
Iklan Jasa
Iklan Barang dan Jasa
6. Berdasarkan Khalayak Sasaran Iklan
Iklan untuk Pengguna Akhir
Iklan untuk Distributor atau Pengecer
Iklan untuk Pabrik
7. Berdasarkan cakupan / wilayah sasarannya
A. Iklan Lokal

Iklan yang cakupan khalayak sasaran yang dituju hanya berada di wilayah
local, misalnya pedesaan atau perkotaan, atau suatu kabupaten saja.
Biasa dilakukan oleh toko kecil, salon, sekolah dasar, taman kanak-kanak,
di mana target khalayaknya tinggal di wilayah sekitar.
B. Iklan Regional
Cakupan khalayaknya lebih dari satu wilayah local, namun terlalu jauh
untuk disebut dengan wilayah nasional, misal Prov. Jawa Tengah,
Sumatera Selatan, dsb.
C. Iklan Nasional
Iklan yang target konsumennya berada di seluruh wilayah suatu negara.
D. Iklan Internasional
Iklan yang membidik khalayaknya yang menjangkau trans nasional atau
lebih dari satu negara.
8. Berdasarkan Fungsinya
Iklan Informasi: Menitik beratkan isinya sebagai sebuah informasi untuk
khalayak.
Iklan Persuasi: Menitikberatkan pada upaya mempengaruhi khalayak
untuk melakukan sesuatu.
Iklan Mendidik: Menitikberatkan pada tujuan mendidik khalayak, agar
khalayak mengerti dan
mempunyai pengetahuan terhadap sesuatu.
Iklan Parodi/Hiburan
3. Media Iklan
Beberapa Tipe Iklan Cetak: Billboard, Magazine Ads, Newspaper, Flyers,
Catalogs, Mailers
ELEMEN IKLAN CETAK: Judul, Iklan, Subjudul Iklan, Flash, Tubuh Iklan,
Closer, Ilustrasi, Banner, Warna, Slogan, Logo
Iklan luar ruang merupakan segala bentuk periklanan yang menggunakan
media di luar ruang, pesannya hanya dapat menjangkau khalayak lokal,
lebih cenderung visual daripada audial, mengandalkan atribut-atribut
visual sebagai tolak ukur efektivitasnya, serta relatifstatis baik dalam
tempat maupun pesannya. Contoh Outdoor Advertising: Banner, Poster,
Billboard.
4. Etika Periklanan
8

Unsur dalam etika ada 3, antara lain: kebebasan yang positif, tanggung
jawab, dan kesadaran moral.
Beberapa peraturan EPI (Etika Periklanan Indonesia) yang diterbitkan oleh
PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia).
1. Bahasa
Iklan harus disajikan dalam bahasa yang bisa dipahami oleh khalayak
sasarannya, dan tidak menggunakan persandian (enkripsi) yang dapat
menimbulkan penafsiran selain dari yang dimaksudkan oleh perancang
pesan iklan tersebut.
2. Tanda Asteris (*)
Tanda asteris pada iklan di media cetak tidak boleh digunakan untuk
menyembunyikan, menyesatkan, membingungkan atau membohongi
khalayak tentang kualitas, kinerja, atau harga sebenarnya dari produk
yang diiklankan, ataupun tentang ketidaktersediaan sesuatu produk.
3. Penggunaan Kata "Satu-satunya"
Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata "satu-satunya" atau yang
bermakna sama, tanpa secara khas menyebutkan dalam hal apa produk
tersebut menjadi yang satu-satunya dan hal tersebut harus dapat
dibuktikan dan dipertanggungjawabkan.
4. Pemakaian Kata "Gratis"
Kata "gratis" atau kata lain yang bermakna sama tidak boleh dicantumkan
dalam iklan, bila ternyata konsumen harus membayar biaya lain. Biaya
pengiriman yang dikenakan kepada konsumen juga harus dicantumkan
dengan jelas.
5. Pencantum Harga
Jika harga sesuatu produk dicantumkan dalam iklan, maka ia harus
ditampakkan dengan jelas, sehingga konsumen mengetahui apa yang
akan diperolehnya dengan harga tersebut.
6. Garansi
Jika suatu iklan mencantumkan garansi atau jaminan atas mutu suatu
produk, maka dasar-dasar jaminannya harus dapat dipertanggungjawabkan.
7. Janji Pengembalian Uang (warranty)

Jika suatu iklan menjanjikan pengembalian uang ganti rugi atas pembelian
suatu produk yang ternyata mengecewakan konsumen, maka:
- Syarat-syarat pengembalian uang tersebut harus dinyatakan secara jelas
dan lengkap, antara lain jenis kerusakan atau kekurangan yang dijamin,
dan jangka waktu berlakunya pengembalian uang.
8. Rasa Takut dan Takhayul
Iklan tidak boleh menimbulkan atau mempermainkan rasa takut, maupun
memanfaatkan kepercayaan orang terhadap takhayul, kecuali untuk
tujuan positif.
9. Kekerasan
Iklan tidak boleh langsung maupun tidak langsung menampilkan adegan
kekerasan yang merangsang atau memberi kesan membenarkan
terjadinya tindakan kekerasan. Setelah membaca beberapa unsur etika
dan etika periklanan diatas, berikut saya tunjukan beberapa contoh iklan
di televisi yang dinilai melanggar unsur etika maupun etika periklanan:
Alat Kontrasepsi Andalan dan Layanan Kesehatan Seksual On Clinic
KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) memvonis iklan ini karena sangat kuat
materi dewasanya dan tidak pantas ditaruh di jam siang. Setiap iklan
bebas memilih jam tayang sesuai keinginannya. Namun bagi iklan yang
mengandung unsur dewasa termasuk iklan rokok harus ditayangkan
malam hari waktu anak-anak sudah tidur.
Alat Pembentukan Tubuh J-Shaper
Menurut KPI iklan produk kesehatan ini melanggar norma kesopanan.
Terlalu mengekspos tubuh wanita yang berpakaian minim, kurang layak
bila dilihat jutaan penonton televisi. Selain kurang sopan iklan Jaco Home
Shopping memiliki durasi yang sangat lama. Setiap iklan bebas
menentukan durasi, namun hendaknya diperhatikan jangan sampai
membuat penonton bosan atau mengganggu tayangan lain.
Pompa Air Shimizu
Iklan pompa air dengan unsur SARA yang melanggar norma kesopanan.
Dalam iklan terdapat adegan seorang wanita yang mencari obat kuat,
namun dia ditawari pompa air. Kemudian dengan wajah menggoda wanita
tadi disirami air oleh pasangannya. Dikhawatirkan para penonton
khususnya anak-anak dan remaja berpikiran kotor setelah melihat
tayangan ini. Menurut saya ada iklan lain yang kasusnya sama dengan ini
yaitu iklan Segar Sari Susu Soda yang dibintangi oleh Jupe.
10

Iklan Buavita 100% Juice


Badan Pengawas Periklanan berkesimpulan bahwa iklan Buavita
mempunyai potensi melanggar EPI, dengan menampilkan klaim 100%
Apple Juice (dan versi-versi lainnya yang sejenis/senada). Dalam hal ini
Badan Pengawas Periklanan mengirimkan surat kepada biro iklan yang
membuat iklan tersebut.
Mie Sedaap Ayam Spesial versi NTT
Iklan ini menerima banyak protes karena ada adegan yang melecehkan
seorang guru. Menurutnya guru adalah seorang pelita hati di kala
kegelapan, kenapa harus dihina oleh ayam yang lewat di kepalanya? Pihak
iklan ingin membuat iklan yang unik tapi justru kebablasan. Akhirnya KPI
mulai memberikan peringatan pertama untuk iklan ini.
Deodoran AXE versi Malaikat Jatuh
Iklan semacam ini sudah disebarluaskan ke penjuru dunia, termasuk
ditayangkan di jaringan televisi Afrika Selatan. Menurut laporan
kompas.com dari Daily mail, Kamis (27/10/2011), telah menjadi sebuah
subyek penyelidikan Otoritas Standar Periklanan (ASA) Afrika Selatan
menyusul keluhan dari seorang penganut Kristen. Si pengadu, seorang
laki-laki mengatakan kepada ASA, ia marah oleh sugesti bahwa utusan
Tuhan secara harafiah bisa jatuh demi seorang pria hanya karena aroma
deodoran pria itu.
Dalam keputusannya ASA mengatakan, penggambaran tentang malaikat
yang kehilangan kesalehannya bisa membuat marah orang-orang Kristen.
Meski begitu, ASA memberikan catatan bahwa iklan tersebut hanya
berdasarkan hiperbola, yang berarti itu tidak dimaksudkan untuk
ditafsirkan secara harafiah. Pada akhirnya, iklan tersebut tidak
ditayangkan lagi. Di Indonesia iklan ini memakai tagline Wangi seksinya
bikin bidadari lupa diri. Lagi-lagi menuai protes dikhawatirkan para
penonton khususnya anak-anak dan remaja berpikiran kotor setelah
melihat tayangan ini.
Sosis So Nice Versi JMS
Iklan So Nice selalu up to date mengganti model iklannya dengan bintang
atau artis yang sedang tenar waktu itu. Terakhir setelah Olimpiade
London, model iklan diganti dengan atlet pemenang angkat besi Indonesia
dengan tagline JMS, Juara Makan So Nice. Dan parahnya lagi si atlet
berkata, Ingin jadi juara seperti kita? Makan So Nice. Menurut saya iklan
ini menggunakan bahasa yang kurang dimengerti masyarakat dan kurang

11

bertanggungjawab. Jika ada penonton yang makan So Nice banyak lalu


tidak menjadi juara lantas tanggung jawab siapa?
Setelah membaca ulasan diatas, bukan hanya KPI dan BPP yang aktif
tetapi masyarakat juga kritis memberi masukan atas semua tayangan
yang disiarkan termasuk iklan. Jika mendapat teguran, pihak televisi harus
mengevaluasi dan biro iklan harus bisa membuat iklan sesuai dengan
etika periklanan. Tak ada peraturan yang sempurna. Seperti yang
dijelaskan diatas tadi, diharapkan semua pihak tahu bagaimana iklan
yang baik itu.

12