Anda di halaman 1dari 4

Makalah Individu

Ilmu Kesehatan Ternak

PENYAKIT VIROLOGI
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Oleh :
Nama : Agus Siswoyo
NIM : I111 14 316
Kelas : Genap

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016
PENDAHULUAN

Penyakit mulut dan kuku, atau sering disebut PMK, adalah salah satu
penyakit menular pada hewan dan sangat ditakuti oleh hampir semua negara di
dunia, terutama negara-negara pengekspor ternak dan produk ternak. Indonesia
pertama kali tertular PMK pada tahun 1887 di daerah Malang, Jawa Timur. Upaya
pemberantasan dan pembebasan PMK di Indonesia terus dilakukan sejak tahun
1974 hingga 1986. Pada tahun 1990, penyakit tersebut benar-benar dinyatakan
hilang dan secara resmi Indonesia telah diakui bebas PMK oleh Badan Kesehatan
Hewan Dunia atau Office International des Epizooties (OIE). Keberhasilan
Indonesia bebas dari PMK merupakan hasil kerja keras berbagai pihak dalam
penanggulangan wabah PMK serta didukung oleh kondisi geografis Indonesia
yang berupa kepulauan sehingga memudahkan dalam melokalisasi penyakit ini.
PEMBAHASAN
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau yang secara internasional dikenal
sebagai foot and mouth disease merupakan penyakit hewan yang paling ditakuti
oleh semua negara di dunia, karena sangat cepat menular dan menimbulkan
kerugian ekonomi yang luar biasa besarnya. Seluruhnya ada 15 jenis penyakit
hewan menular berbahaya, yang secara ekonomis sangat merugikan, yang
dimasukkan dalam daftar A oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (Office
Internatio nal des Epizooties). Salah satu penyakit tersebut adalah Penyakit Mulut
dan Kuku (PMK).
Penyebab:
Penyakit mulut dan kuku disebabkan oleh enterovirus yang sangat kecil
dari famili Picornaviridae, Genus Aphtovirus. Ada tujuh tipe virus PMK, yakni A,
O, C, Asia South African Teritorry (SAT) 1, 2, 3. Setiap tipe virus PMK masih
terbagi lagi menjadi sub tipe dan galur (strain). Sejauh ini di Indonesia hanya ada
satu virus PMK, yakni virus tipe O. Virus penyebab PMK ini berdiameter 10 20
milimikron dan terbentuk dari Ribonucleic acid (RNA) serta diselubungi oleh
protein.

Gejala Klinis

Hiperpireksia, yaitu demam tinggi dengan suhu lebih dari 39 C.


Demam tidak turun-turun
Takikardia (nadi menjadi cepat)
Takipneu, yaitu napas jadi cepat dan sesak
Malas makan, muntah, atau diare berulang dengan dehidrasi.
Letargi, lemas, dan mengantuk terus
Nyeri pada leher, lengan, dan kaki.
Kejang-kejang, atau terjadi kelumpuhan pada saraf cranial
Keringat dingin
Fotofobia (tidak tahan melihat sinar)
Ketegangan pada daerah perut
Halusinasi atau gangguan kesadaran

Komplikasi dari penyakit ini adalah:

Meningitis (radang selaput otak) yang aseptic


Ensefalitis (radang otak)
Myocarditis (Coxsackie Virus Carditis) atau pericarditis
Acute Flaccid Paralysis / Lumpuh Akut (Polio-like illness )

Hewan yang diserang


Sumber penular virus PMK adalah semua hewan yang peka terhadap virus
PMK, yakni hewan berkuku genap, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi,
gajah, jerapah, dan menjangan.
Tindakan
Pencegahan dapat dilakukan dengan mencegah masuknya binatang dan
hasil-hasilnya dari negara-negara dimana terdapat penyakit tersebut. Vaksinasi
binatang yang rentan terhadap penyakit pada daerah perbatasan antara daerah
yang terinfeksi dan yang tidak. Pemusanahan hewan-hewan yang terinfeksi dan
yang kontak dengannya ketika terjadi wabah di daerah yang bukan enzootik.
Tindakan kewaspadaan PMK pemantauan dan antisipasi oleh Petugas Dinas
Peternakan/ Kehewanan serta karantina dapat mengantisipasi masuknya PMK
melalui impor ternak.
Untuk mengendalikan penyakit ini dapat dilakukan vaksinasi , tergantung
pada keadaan setempat. Mengendalikan arus lalu lintas ternak,dalam hal ini
pengawasan daging-daging ternak ,seperti tempat pemotongan daging, pasar dan
lain-lain. Melalui cara sebagai berikut :
a. Daging PMK boleh dijual belikan asalkan dilayukan selama 24 jam
b. Tulang, jeroan, dan kepala : direbus dahulu

c. Kulit : pemanasan dan pengeringan sempurna


d. Air susu : pasteurisasi susu tidak cukup untuk membunuh virus karena virus
dapat berlindung dalam bahan-bahan susu seperti: lemak, sisa-sisa sel.

SUMBER:
http://www.ilmuternak.com/2014/11/makalah-penyakit-mulut-dan-kuku-pmk.html
https://id.scribd.com/doc/50877409/Penyakit-Mulut-dan-Kuku