Anda di halaman 1dari 3

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

TATALAKSANA EPISKLERITIS

No. Dokumen : SOP/UKP/PU/001


No. Revisi : 00
SOP
Tgl. Terbit : 1 April 2017
Halaman : 1/2
PUSKESMAS dr. Ni Putu Purlimaningsih,S.Ked
Ttd NIP. 19791120 200604 2 006
KUTA UTARA

Pengertian Peradangan pada jaringan ikat vaskular yang terletak di antara konjungtiva dan
permukaan sklera (episklera) tanpa menimbulkan penurunan tajam penglihatan.
Umumnya bersifat ringat namun dapat merupakan tanda adanya penyakit
sistemik.

1. Anamnesis (Subjective)
Keluhan
- Mata merah, biasanya terjadi pada kedua mata
- Tidak ada gangguan tajam penglihatan
- Dapat disertai rasa mengganjal, nyeri, berair, rasa kering, fotofobia
Faktor Risiko
- Penyakit sistemik seperti tuberkulosis, reumatoid artritis, SLE, atau
dermatitis kontak
2. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik
- Visus normal
- Kemerahan pada satu bagian episklera. Pada penyinaran dengan
senter, tampak warna pink
- Pada episkleritis nodular, ditemukan nodul kemerahan berbatas tegas
di bawah konjungtiva yang dapat digerakkan. Jika nodul ditekan
dengan kapas atau kelopak mata, timbul rasa sakit yang menjalar ke
sekitar mata
Pemeriksaan Penunjang
- Penetesan Fenil Efedrin 2.5% ada mengecilkan kongesti dan
mengurangi kemerahan
3. Penegakkan Diagnosis (Assessment)
Diagnosis Klinis
- Anamnesis dan pemeriksaan fisik
Diagnosis Banding
- Konjungtivitis
- Skleritis
4. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Tatalaksana Non-medikamentosa
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
TATALAKSANA EPISKLERITIS

No. Dokumen : SOP/UKP/PU/001


No. Revisi : 00
SOP
Tgl. Terbit : 1 April 2017
Halaman : 1/2
PUSKESMAS dr. Ni Putu Purlimaningsih,S.Ked
Ttd NIP. 19791120 200604 2 006
KUTA UTARA

- Pencegahan jika ada paparan zat eksogen (alergen atau iritan)


- Jika ada fotofobia, gunakan kacamata hitam
- Kompres dingin
Tatalaksana Medikamentosa
- Episkleritis ringan biasanya tidak memerlukan tatalaksana
medikamentosa
- Tetes air mata buatan yang didinginkan dapat mengurangi keluhan
- Steroid topikal potensi rendah (Prednisolon 0.5%/Deksametason
0.1%/Betametason 0.1%) 4 kali sehari selama 1 2 minggu dapat
diberikan pada episkleritis nodular atau pada keluhan yang berat
- Jika tidak membaik dengan steroid topikal, dapat diberikan NSAID
oral misalnya Ibuprofen 200 mg 3 kali sehari
Konseling dan Edukasi
- Penjelasan penyakit yang dapat bersifat self-limited dan tidak menular
- Kontrol jika terjadi perburukan keluhan
5. Prognosis
Prognosis pada umumnya baik.

Semua pemeriksaan dan tindakan yang dilakukan dimasukkan ke dalam e-


medical record
Tujuan Prosedur ini sebagai pedoman dalam melakukan pemeriksaan dan tatalaksana
pasien episkleritis di Puskesmas Kecamatan Tebet
Referensi 1. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR HK.02.02/MENKES/514/2015 TENTANG PANDUAN
PRAKTIK KLINIS BAGI DOKTER DI FASILITAS PELAYANAN
KESEHATAN TINGKAT PERTAMA
2. Bowling B. Kanskis clinical ophthalmology: a systematic approach. Eighth
edition. USA: Elsevier; 2016.
3. PP Ikatatan Dokter Indonesia. Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas
pelayanan kesehatan primer. Edisi revisi tahun 2014. Jakarta: IDI; 2014
Alat dan bahan 1. E-medical record
2. Senter
3. Snellen chart
4. Kapas bersih
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
TATALAKSANA EPISKLERITIS

No. Dokumen : SOP/UKP/PU/001


No. Revisi : 00
SOP
Tgl. Terbit : 1 April 2017
Halaman : 1/2
PUSKESMAS dr. Ni Putu Purlimaningsih,S.Ked
Ttd NIP. 19791120 200604 2 006
KUTA UTARA

5. Tetes mata vasokonstriktor (fenil efedrin 2.5%)


Langkah Perawat melakukan pengukuran tekanan darah (dewasa), berat badan (anak)
langkah suhu badan, dan melaporkannya pada dokter untuk dicantumkan dalam e-
medical receord pasien
Dokter melakukan anamnesis terarah dan pemeriksaan fisik yang sesuai
Dokter menentukan diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik
Dokter memberikan tata laksana sesuai dengan diagnosis
Dokter memberikan edukasi penyakit episkleritis dan menjelaskan rencana
pengobatan. Pasien dijelaskan bahwa penyakit ini merupakan penyakit yang
dapat sembuh sendiri dan pengobatan dilakukan untuk menurunkan gejala
Dokter menjelaskan rencana rujukan jika ditemukan adanya penurunan visus
atau perburukan keluhan
Dokter melakukan dokumentasi kegiatan yang dilakukan dalam e-medical
record
Hal-hal yang Kriteria Rujukan
perlu Penurunan visus
diperhatikan
Unit Terkait Poli Umum
Poli MTBS
Poli Rujukan
Layanan 24 Jam
Dokumen terkait Status Pasien
Register poli
Laporan Penyakit
Resep