Anda di halaman 1dari 1

BUTA SENJA

No. Dokumen : 800/ / /PL/II/2017

No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit : 15 Februari 2017
KABUPATEN
KONAWE Halaman : 1/2
UTARA

PUSKESMAS
LASOLO
Nursaniah, SKM
19860212 200903 2 003
A.Pengertian Buta senja atau rabun senja, disebut juga nyctalopia atau hemarolopia,
adalah ketidakmampuan untuk melihat dengan baik pada malam hari atau
pada keadaan gelap. Kondisi ini lebih merupakan tanda dari suatu kelainan
yang mendasari. Hal ini terjadi akibat kelainan pada sel batang retina yang
berperan pada penglihatan gelap. Penyebab buta senja adalah defisiensi
vitamin A dan retinitis pigmentosa.
B. Tujuan Penatalaksanaan kasus parotitis sesuai standar terapi.

C. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Lasolo Nomor


800/ /ADM/PL/I/2017 tentang Standar Prosedur Operasional (SPO)
Penyakit di Puskesmas Lasolo
D. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Menkes/514/2015
Tentang Panduan Praktik Klinik bagi Dokter di Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama
E. Langkah- 1. Keluhan
langkah/ Penglihatan menurun pada malam hari atau pada keadaan gelap, sulit
Prosedur beradaptasi pada cahaya yang redup. Pada defisiensi vitamin A, buta
senja merupakan keluhan paling awal.
2. Pemeriksaan Fisik
a. Dapat ditemukan tanda-tanda lain defisiensi vitamin A:
b. Kekeringan (xerosis) konjungtiva bilateral
c. Terdapat bercak bitot pada konjungtiva
d. Xerosis kornea
e. Ulkus kornea dan sikatriks kornea
f. Kulit tampak xerosis dan bersisik
g. Nekrosis kornea difus atau keratomalasia
F. Petugas Dokter
Terkait Perawat

J. Unit Poli umum


Terkait