Anda di halaman 1dari 8

I.

SCADA
A. Pengertian SCADA
SCADA atau Supervisory Control and Data Acquition adalah sebuah sistem yang
dirancang untuk sebuah pengendalian dan pengambilan data dalam pengawasan
(Operator/Manusia). biasanya SCADA digunakan untuk pengendalian suatu proses
pada industri. SCADA merupakan sistem yang terdiri dari banyak komponen
penyusunnya. Dalam aplikasinya, Subsistem penyusun SCADA terdiri dari:
1. HMI (Human Machine Interface)
2. MTU (Master Terminal Unit)
3. RTU (Remote Terminal Unit)
4. PLC atau Device Lainnya
5. Sistem Komunikasi (Antar MTU dan RTU)
6. Data Acquisition
B. Arsitektur SCADA
Berikut merupakan gambaran umum arsitektur SCADA.

Gambar 1.1 Arsitektur SCADA

1. HMI Adalah subsistem dari SCADA yang berfungsi menampilkan data dari hasil
pengukuran di RTU ataupun menampilkan proses yang sedang terjadi pada
keseluruhan sistem. HMI merupakan sebuah software pada computer berbasis
grafis yang berfungsi untuk mempermudah pengawasan (Supervisory) kepada
sang operator. HMI mengubah data-data dan angka kedalam animasi, grafik/trend,
dan bentuk yang mudah diterjemahkan oleh sang operator.
2. MTU atau Master Terminal Unit merupakan sebuah sistem komputer(bisa
komputer bisa PLC ataubahkan microcontroller) yang bertugas memberikan data
kepada HMI dari RTU. di lain sisi MTU ini juga bertugas mengambil data dari
tiap-tiap RTU (jika RTU lebih dari 1) untuk diterjemahkan dan di berikan ke
HMI. sistem pengambilan data dari tiap-tiap RTU disebut Polling. terkadang
MTU dan HMI dapat dijadikan 1 bagian, ketika MTU menggunakan komputer
yang sama dengan HMI.
3. RTU atau Remote Terminal Unit adalah sub sistem SCADA yang berfungsi
sebagai terminal-terminal (semacam stasiun data) dari hasil pengukuran,
pengendalian, pemantauan status dan lain-lain. RTU juga berfungsi
menerjemahkan, mengkonversi, menghitung sinyal dari transducer seperti
pengukuran arus listrik, Flow, Static Pressure, Differensial Pressure, temperatur,
dan lain-lain. dari hasil pengukuran tersebut hal yang dilakukan RTU adalah
melakukan kendali (jika merupakan sistem kendali) kemudian mentransmit data
ke MTU atau langsung mentransmit ke MTU jika sistem di RTU bukan untuk
pengendalian (controlling). RTU juga dapat berfungsi sebagai pengatur set point
yang dikirimkan dari HMI/MTU ke RTU tersebut.
4. PLC atau Programmable Logic Controller adalah sebuah controller logic yang
dapat diProgram sesuai kebutuhan kita. PLC pada sistem SCADA biasanya di
tempatkan pada RTU, jadi PLC merupakan subsistem dari RTU. PLC ini bertugas
melakukan pengolahan/pengambilan data dari transducer/sensor transmitter yang
juga memungkinkan untuk melakukan pengendalian pada sistem di RTU tersebut
misal digunakan untuk pengaturan bukaan Valve.
5. Sistem Komunikasi, merupakan sebuah cara untuk mengkomunikasikan data
dari RTU ke MTU. pada RTU yang terletak jauh dari pusat control (MTU) maka
sistem komunikasi biasanya menggunakan Radio. pada industri tertentu ada yang
lebih memilih menggunakan GSM Radio yang biasanya untuk RTU yang sangat
jauh tidak terjangkau dengan radio biasa atau bisa menggunakan radio biasa
namun harus menggunakan beberapa repeater agar radio pada RTU dapat
berkomunikasi dengan Radio pada MTU.

C. Fungsi SCADA
Fungsi SCADA yang harus disediakan yaitu:
a. Telecontrolling;
b. Telesignalling;
c. Telemetering;
d. Load Frequency Control (LFC);
e. Pulse akumulator

II. RTU
A. Pengertian RTU
Menurut Buku Pedoman Pemeliharaan Remote Station Scada yang dikeluarkan
oleh PT PLN (Persero) No. PDM/SGI/25:2014, RTU merupakan perangkat embedded
system yang terpasang di lapangan dipergunakan untuk melakukan akuisisi data. RTU
mempunyai masukan data berupa kontak untuk membaca status dan alarm, masukan
arus atau tegangan untuk membaca pengukuran dan kontak keluaran untuk
melakukan remote control. RTU merupakan perangkat yang harus mampu
mengirimkan data yang diterima ke control center secara cepat dan mempunyai
kemampuan time stamping yang akurat. RTU dapat pula berkomunikasi dengan IED
(Intelligent Electronic Devices) Proteksi, IED BCU, IED AVR maupun IED meter
dengan mempergunakan protokol komunikasi standar dan dapat dipergunakan
sebagai gateway.

Gambar 2.1 Konfigurasi RTU


Remote Terminal Unit (RTU) didesain untuk memonitor aktivitas substation pada
suatu sistem tenaga listrik. Informasi dasar tentang sistem tenaga listrik diperoleh dari
pemantauan status peralatan dan pengukuran besaran listrik pada Gardu Induk.
Informasi tersebut kemudian diproses oleh RTU untuk kemudian dikirim ke Control
Center. Sebaliknya, Control Center pun dapat mengirim perintah ke RTU. Proses ini,
disebut teleinformasi (terdiri dari telesignal, telecontrol dan telemetering). RTU dapat
dihubungkan dengan satu atau dua Master Station. Selain dengan Master Station,
RTU juga dapat dihubungkan dengan RTU lainnya (remote RTU) melalui jalur
komunikasi.
B. Fungsi RTU
1. Komunikasi dengan Master Station
Untuk RTU generasi baru komunikasi dapat dilakukan dengan lebih dari satu
master station dengan menggunakan database yang dipartisi dan protokol
komunikasi yang berbeda-beda.
2. Mengolah input/output
Peralatan yang ada di Gardu Induk dihubungkan dengan RTU melalui modul
input/output digital dan analog.
3. Komunikasi dengan IEDs (Intelligent Electronic Devices)
RTU dapat mengakuisisi data dari IEDs seperti smart meters dan relay pengaman.
4. Local data logging
RTU juga dapat digunakan sebagai even logger. Dengan menghubungkan satu
atau dua printer dan terminal alphanumeric, maka jika terjadi perubahan status
dapat dicetak secara lokal.
5. Manajemen database
Pengguna RTU dapat melakukan konfigurasi sesuai dengan kebutuhan.
Konfigurasi tersebut dilakukan dengan menggunakan sistem database. Database
tersebut kemudian diloading ke RTU dan disimpan pada RAM.

III. STANDAR PROTOKOL SCADA YANG DIGUNAKAN PLN


Seperti yang telah diketahui di atas, RTU memproses informasi yang didapat dari
aktivitas substation pada suatu sistem tenaga listrik dan mengirim informasi tersebut ke
Master Station yang berada di Control Center. Pengiriman informasi tersebut
menggunakan suatu sistem protocol untuk berkomunikasi antar RTU, antar server dan
untuk berkomunikasi dengan Control Center. Setiap unit berkomunikasi menggunakan
sistem protocol tertentu.

Gambar 3.1 Konfigurasi Remote Station Unit Pembangkit

A. Protokol Komunikasi
1. Master station dengan gateway/RTU
Protokol master station untuk komunikasi dengan remote station:
a. IEC 60870-5-101;
b. IEC 60870-5-104;
c. DNP 3.0 serial dan/atau DNP 3.0 TCP/IP.
2. Protokol gateway dengan RTU
Protokol remote station untuk komunikasi dengan master station:
a. IEC 60870-5-101;
b. IEC 60870-5-104;
c. DNP 3.0 serial dan/atau DNP 3.0 TCP/IP.
3. Protokol gateway dengan IED
Protokol gateway untuk komunikasi dengan IED:
a. IEC 60870-5-103;
b. IEC 60870-5-104;
c. DNP 3.0 serial dan/atau DNP 3.0 TCP/IP;
d. Modbus (ASCII, RTU);
e. IEC 61850.
4. Protokol antar control center
Protokol antar control center menggunakan Inter Control Center Protocol
(ICCP) / IEC 870-6 Tase 2.
B. Digital meter
Digital meter yang dipasang di panel sebagai pengganti transducer konvensional
dan terhubung dengan remote station menampilkan:
1. Phase Amps
2. Phase volts
3. Line volts
4. Per phase PF
5. Per phase kW
6. Per phase kVAr
7. Per phase kVA
8. 3 Phase PF
9. 3 Phase kW
10. 3 Phase kVAr
11. 3 Phase kVA
12. Frequency
13. Amps puncak
14. Phase volts Puncak
15. Arus Netral.
Protokol yang digunakan: IEC 60870-5-104, DNP3, atau Modbus.
C. Meter energi
Meter energi yang akan dihubungkan dengan remote station harus menggunakan
protokol IEC 60870-5-104, DNP3, atau Modbus.
D. Local HMI
Local HMI berfungsi sebagai pengganti control panel, terdiri dari satu buah
computer dilengkapi dengan aplikasi HMI. Komunikasi antara local HMI dengan
gateway menggunakan protokol standar melalui TCP/IP, yaitu IEC 60870-5-104,
IEC 61850, dan DNP 3.0.
IV. PROTOKOL KOMUNIKASI
A. IEC 60870-5-104
IEC 60870-5-104 standar pendamping memiliki makna khusus. Hal ini
mendefinisikan operasi protokol pengiriman melalui jaringan menggunakan profil
transportasi standar menentukan protokol TCP dan IP. Standar ini pendamping tidak
benar-benar independen dari IEC 60870-5-101, tapi menggantikan bagian pesan
transportasi dengan versi jaringan, meninggalkan tingkat aplikasi fungsi sebagian
besar tidak berubah.
B. MODBUS
Modbus adalah protokol komunikasi serial yang diterbitkan oleh Modicon pada 1979
untuk diaplikasikan pada programmable logic controller (PLC). Kemudian protokol
ini telah menjadi standar de facto protokol komunikasi di industri, dan sekarang
Modbus merupakan protokol komunikasi dua-arah yang paling umum digunakan
sebagai media penghubung dengan perangkat industri atau media elektronik lainnya
dengan komputer. Alasan utama penggunaan Modbus secara ekstensif sebagai
protokol komunikasi adalah:
1. Modbus diterbitkan sebagai open protocol dan bebas royalti
2. Modbus relatif mudah untuk digabungkan dengan jaringan industri
3. Modbus melakukan transfer data raw bits atau words tanpa membatasi jenis
vendor atau jenis merk pabrikan perangkat industri yang digunakan

Modbus memungkinkan adanya komunikasi dua-jalur antar perangkat yang


terhubung ke jaringan yang sama, misalnya suatu sistem yang mengukur suhu dan
kelembaban dan mengkomunikasikan hasilnya ke komputer (HMI). Modbus sering
digunakan untuk menghubungkan sopervisory computer dengan remote terminal unit
(RTU) supervisory control dan sistim akuisisi data (SCADA).

KOMUNIKASI DAN PERANGKAT

Setiap perangkat yang diinginkan untuk berkomunikasi via protokol Modbus


harus diberi alamat yang unik atau tidak boleh sama dengan alamat perangkat
lainnya. Dalam komunikasi serial dan jaringan MB+ hanya node yang ditugaskan
sebagai Master saja yang dapat memulai perintah, berbeda halnya dengan Ethernet,
perangkat manapun dapat mengirimkan perintah Modbus, walaupun biasanya hanya
satu perangkat master yang melakukannya.
Perintah Modbus berisi alamat Modbus perangkat yang ingin dituju atau yang
ingin diminta berkomunikasi.. Hanya perangkat yang dimaksudkan akan bertindak
atas perintah, meskipun perangkat lain mungkin juga menerima pesan/perintah
tersebut (pengecualian adalah perintah broadcastable khusus dikirim ke node 0 yang
bertindak tapi tidak diakui). Semua perintah pada Modbus mengandung pemeriksaan
informasi, untuk memastikan bahwa perintah yang datang tidak rusak atau error. The
Perintah dasar pada Modbus dapat memerintahkan sebuah RTU untuk mengubah nilai
salah satu kontrol,register atau membaca sebuah port Input/Output, serta sekaligus
memerintahkan perangkat untuk mengirimkan kembali satu atau lebih nilai yang
terkandung dalam register yang diakses atau dirubah tersebut.

Ada banyak modem dan gateway yang didukung oleh Modbus, karena memang
Modbus merupakan protokol yang sangat sederhana dan sering disalin oleh pabrikan-
pabrikan perangkat elektronik dan jaringan. Beberapa dari mereka, ada yang secara
khusus membuat perangkat yang dirancang untuk protokol ini. Implementasi yang
berbeda menggunakan kabel, komunikasi nirkabel dan bahkan SMS atau GPRS.
Masalah klasik para desainer sistem monitoring dengan jaringan nirkabel/wireless,
SMS dan GPRS adalah bahwa sistem yang mereka buat harus mampu mencakup
latensi tinggi dan mengatasi masalah waktu.

TIPE DATA

1. Floating point IEEE, nilai pengukuran yang lebih presisi dengan pecahan s/d
beberapa angka dibelakang koma
2. 32-bit integer (bilangan bulat 32-bit, terdiri dari dua buah bilangan hexadecimal
yang digabungkan)
3. 8-bit data (antara 0 s/d 255 atau 00 s/d FF hex)
4. Tipe data campuran (misal: Merk atau nomor seri peralatan)
5. Bit fields di dalam integers, nilai bit di dalam bilangan bulat. Misal: Nilai sebaris
channel input/output (Status On-Off) PLC seperti: 00100100
6. Multipliers atau faktor pengali untuk mengubah data dari nilai integer. 10, 100,
1000, 256 ... 10, 100, 1000, 256 ... Misal: faktor pengali 1000 untuk nilai
tegangan 150 (int) maka tegangan yang dimaksud adalah 150.000 Volts atau
150kV
Protocol extensions:

1. 16-bit slave addresses


2. 32-bit data size (1 address = 32 data dikembalikan)
3. Word swapped data

V. CARA MENGATUR BEBAN UNTUK MENGATUR ARUS MENGGUNAKAN


SCADA