Anda di halaman 1dari 5

RUMAH SAKIT HARAPAN KELUARGA

Jl. Ahmad Yani N0. 9 Selagalas, Mataram 83237 Nusa Tenggara Barat
Telp. +62(370) 617 70000, 670 000, Fax +62(370) 673 666
Email: info@harapankeluarga.co.id, www.harapankeluarga.co.id

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT HARAPAN


KELUARGA
NOMOR:

TENTANG

KEBIJAKAN PELAYANAN HIV-AIDS


DI RUMAH SAKIT HARAPAN KELUARGA

Menimbang : a. Bahwa dalam upaya memberikan pelayanan yang dibutuhkan


oleh pasien yang memerlukan Pelayanan Penanggulangan HIV-
AIDS.
b. Bahwa sehubungan dengan pertimbangan sebagaimana yang
dimaksud huruf a. Perlu menetapkan Kebijakan Pelayanan
Penanggulangan HIV-AIDS di Rumah Sakit Harapan Keluarga,
yang ditetapkan dengan keputusan Direktur.

Mengingat : 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang


Praktik Kedokteran.
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang
Rumah Sakit.
3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan.
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 920/Menkes/Per/XII/1986
tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta di Bidang Medik.
6. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
1333/Menkes/Per/11/1988 tentang Rumah Sakit.
7. Keputusan Menteri kesehatan Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999
tentang Standar pelayanan Rumah Sakit.
8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008
tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1438/Menkes/SK/II/2008
tentang Standar Pelayanan Kedokteran.
10. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 21 tahun 2013 tentang
Penanggulangan HIV-AIDS.
11. Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air
Susu Ibu Eksklusif.
12. Keputusan Menteri kesehatan nomor 1116/Menkes/SK/VIII/2003
tentang pedoman Penyelenggaraan Sistem Surveilans Epidemiologi
Kesehatan.
13. Peraturan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat nomor
02/Per/Menko/Kesra/I/2007 tentang Kebijakan Nasional
Penanggulangan HIV-AIDS melalui pengurangan dampak buruk
penggunaan Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
RUMAH SAKIT HARAPAN KELUARGA
Jl. Ahmad Yani N0. 9 Selagalas, Mataram 83237 Nusa Tenggara Barat
Telp. +62(370) 617 70000, 670 000, Fax +62(370) 673 666
Email: info@harapankeluarga.co.id, www.harapankeluarga.co.id

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT HARAPAN


KELUARGA TENTANG KEBIJAKAN PENANGGULANGAN HIV-
AIDS DI RUMAH SAKIT HARAPAN KELUARGA

PASAL 1
PENDAHULUAN

Kesatu : Rumah Sakit Harapan Keluarga membentuk TIM HIV- AIDS.


Kedua : Rumah Sakit Harapan Keluarga melaksanakan Pelayanan
Penanggulangan HIV- AIDS.
Ketiga : Pelayanan Penanggulangan HIV- AIDS yang dimaksud adalah:
a. Pelayanan VCT (Voluntary Counseling and Testing).
b. Pelayanan PMTCT (Prevention Mother to Child Transmision).
c. Pelayanan IO (Infeksi Oportunistik).
d. Pelayanan Penunjang.
e. Pelaksanaan Rujukan.

PASAL II
PELAYANAN VCT (VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING)
Kesatu : Rumah Sakit Harapan Keluarga memberikan Pelayanan VCT
(Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV
Sukarela) dan TIPK (Tes HIV Atas Inisiatif Pemberi Pelayanan
Kesehatan Dan Konseling).
Kedua : Pelayanan VCT/KTS adalah : proses konseling sukarela dan tes HIV
atas inisiatif individu yang bersangkutan.
Ketiga : Pelayanan VCT dilakukan di Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Rawat
Darurat dan Instalasi Rawat Inap & Intensif.
Keempat : Pelayanan VCT dilakukan oleh tenaga kesehatan atau konselor terlatih.
Pemeriksaan Diagnosis HIV-AIDS dilakukan melalui KTS /TIPK.
Kelima : Pemeriksaan Diagnosis HIV-AIDS dilakukan berdasarkan prinsip
Keenam : konfidensialitas, persetujuan, konseling, pencatatan pelaporan, dan
rujukan.
KTS hanya dilakukan pada pasien yang memberikan persetujuan
Ketujuh : secara tertulis, kecuali dalam hal :
a. Penugasan tertentu dalam kedinasan tentara atau polisi.
b. Keadaan gawat darurat medis untuk tujuan pengobatan pada
pasien yang secara klinis telah menunjukkan gejala yang
mengarah pada AIDS.
c. Pasien dalam rencana tindakan pembedahan, kebidanan, dan
hemodialisa yang sifatnya screening
KTS dilakukan dengan tatap muka atau tidak tatap muka dan dapat
Kedelapan : dilaksanakan bersama pasangan (couple counseling) atau dalam
kelompok (group counseling).
RUMAH SAKIT HARAPAN KELUARGA
Jl. Ahmad Yani N0. 9 Selagalas, Mataram 83237 Nusa Tenggara Barat
Telp. +62(370) 617 70000, 670 000, Fax +62(370) 673 666
Email: info@harapankeluarga.co.id, www.harapankeluarga.co.id

Konselor yang terlatih harus memiliki sertifikat pelatihan konselor


Kesembilan : HIV-AIDS yang masih berlaku.
Tes HIV untuk diagnosis dilakukan oleh tenaga medis dan atau teknisi
Kesepuluh : laboratorium yang terlatih.
Setiap pasien TB (Tuberculosis) dilakukan TIPK (Tes HIV Atas
Kesebelas : Inisiatif Pemberi Pelayanan Kesehatan Dan Konseling).atas inisiatif
petugas kesehatan dan konseling.

PASAL III
PELAYANAN PMTCT (Prevention Mother To Child Transmision)
Kesatu : Pelayanan PMTCT (Prevention Mother to Child Transmision) adalah
Upaya Pencegahan penularan dari Ibu ke Anak (PPIA).
Kedua : Pencegahan penularan HIV dari ibu ke anaknya dilaksanakan melalui 4
(empat) kegiatan yang meliputi :
a. Pencegahan penularan HIV pada perempuan usia reproduktif.
b. Pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan pada perempuan
dengan HIV.
c. Pencegahan penularan HIV dari Ibu hamil dengan HIV ke bayi
yang dikandungnya.
d. Pemberian dukungan psikologis, sosial, dan perawatan kepada
ibu dengan HIV beserta anak dan keluarganya.
Ketiga : Pada pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC) pada kunjungan
pertama kali, klien diberikan informasi tentang pemeriksaan test HIV-
AIDs, Jika setuju, maka dipersilahkan mengisi lembar informed consent

PASAL IV
PELAYANAN IO (Infeksi Oportunistik)
Kesatu : Pelayanan IO (Infeksi Oportunistik) adalah Pelayanan Infeksi
Oportunistik yang terjadi pada pasien HIV-AIDS.
Kedua : Pasien HIV-AIDS dengan IO dirawat di ruang Isolasi, dengan sarana dan
fasilitas sesuai standar.
Ketiga : Tenaga Kesehatan yang memberikan pelayanan terhadap pasien HIV-
AIDS harus menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).
Keempat : Pengobatan pasie HIV-AIDS dengan Infeksi Oportunistik yang
dilakukan di RS Islam Klaten hanya terbatas pada kasus stadium klinis 1
dan 2 atau jumlah sel limfosit T CD4 lebih dari 350 sel/mm3 (belum
memerlukan terapi ARV).
Kelima : RS Islam Klaten tidak bisa memberikan pelayanan IO pada Ibu hamil
dengan HIV-AIDS dikarenakan memerlukan terapi ARV, sehingga
dilakukan proses rujukan.
Keenam : RS Islam Klaten tidak bisa memberikan pelayanan IO Tuberculosis pada
penderita pasien HIV-AIDS dikarenakan memerlukan terapi ARV,
sehingga dilakukan proses rujukan.

PASAL V
PELAYANAN PENUNJANG
RUMAH SAKIT HARAPAN KELUARGA
Jl. Ahmad Yani N0. 9 Selagalas, Mataram 83237 Nusa Tenggara Barat
Telp. +62(370) 617 70000, 670 000, Fax +62(370) 673 666
Email: info@harapankeluarga.co.id, www.harapankeluarga.co.id

Kesatu : Rumah Sakit Harapan Keluarga memberikan Pelayanan penunjang pada


pasien HIV-AIDS yang meliputi : pelayanan Gizi, Laboratorium,
Radiologi, Pencatatan dan Pelaporan.
Kedua : Pelayanan Gizi yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan status gizi
dengan pemberian nutrisi yang sesuai kebutuhan pasien HIV-AIDS.
Ketiga : - Pelayanan Laboratorium untuk pemeriksaan screening HIV - 1/2
dari sampel dengan metode serial dengan menggunakan kombinasi
Reagensi yang didasarkan pada instruksi Permenkes dengan
memperhatikan sensitifitas dan spesifitas reagen dan pabrikan dan
selalu didahului dengan konseling pra tes atau informasi singkat.
- Pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan HIV - 1/2 dilakukan
secara khusus yaitu hasil dicatat sesuai kode pasien dan diserahkan
langsung kepada konselor
Keempat : Pelayanan Radiologi dilakukan sesuai prosedur.
Kelima : Semua kegiatan penanggulangan HIV-AIDS harus dilakukan Pencatatan
dan Pelaporan sesuai dengan pedoman yang berlaku, dilaporkan kepada
Dinas Kesehatan Kabupaten.
Keenam : Rumah Sakit Harapan Keluarga melakukan pencatatan perawatan, tindak
lanjut perawatan pasien HIV serta mendokumentasikannya dalam Rekam
Medik.

PASAL VI
PELAKSANAAN RUJUKAN
Kesatu : Rumah Sakit Harapan Keluarga akan melayani pasien sesuai kemampuan
sumberdaya yang dimiliki.
Kedua : Apabila rumah sakit tidak mampu melayani pasien dengan HIV-AIDS
maka dilakukan rujukan atau alih rawat ke rumah sakit lain yang
memiliki fasilitas/sumber daya yang diperlukan oleh pasien.
Ketiga : Pasien HIV yang dirawat di Rumah Sakit Islam Klaten dilakukan
pemeriksaan screening TB (Tuberculosis)
Keempat : Kriteria Pasien HIV-AID yang harus dirujuk adalah yang memerlukan
terapi antiretroviral (ARV), yang di indikasikan pada :
a. kasus stadium klinis 3 dan 4 atau jumlah sel limfosit T CD4 kurang
dari 350 sel/mm3.
b. Ibu hamil dengan HIV.
c. Penderita HIV dengan Tuberculosis.
Keempat : Hal-hal lainnya tentang rujukan seperti yang tertulis dalam kebijakan
Pelayanan Rujukan QM/KBJ/YANDIS/02/V/2013.

PASAL VII
KETENTUAN PENUTUP

Keputusan direktur ini berlaku mulai tanggal ditetapkan dan akan di evaluasi setiap 3 (tiga)
tahun atau sewaktu-waktu jika diperlukan
RUMAH SAKIT HARAPAN KELUARGA
Jl. Ahmad Yani N0. 9 Selagalas, Mataram 83237 Nusa Tenggara Barat
Telp. +62(370) 617 70000, 670 000, Fax +62(370) 673 666
Email: info@harapankeluarga.co.id, www.harapankeluarga.co.id

Ditetapkan di : Mataram

Pada Tanggal :2017

dr. Moch. Fuad


Plt. Direktur

Tembusan : 1.Semua Unit Terkait


2.Pertinggal