Anda di halaman 1dari 10

JIDAN

Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hiperemesis


Gravidarum Di Puskesmas Tompaso Kabupaten Minahasa

Hertje Salome Umboh1, Telly Mamuaya 2, Freike S.N.Lumy 3


1. Puskesmas Tompaso Kab. Minahasa 2,3, Jurusan Kebidanan Poltekkes kemenkes Manado

ABSTRAK

Latar Belakang :Komplikasi kehamilan salah satunya adalah mual dan muntah atau dikenaldengan
Hiperemesis Gravidarum. Dampak Hiperemesis Gravidarum yaitu dehidrasi yangmenimbulkan konsumsi
O2 menurun, gangguan fungsi liver dan terjadiIkterus, terjadi perdarahan pada Parenkim liver sehingga
menyebabkangangguan fungsi umum alat-alat vital dan menimbulkan kematian.
Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
kejadian Hiperemesis Gravidarum di Puskesmas Tompaso Kabupaten Minahasa.
Metode :Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Retrospektif study.
Populasi dan sampel yang digunakan adalah seluruh ibu hamil dengan Hiperemesis Gravidarum yang
tercatat dalam buku register tahun 2011 2013 di Puskesmas Tompaso.
Hasil penelitian :Hasil penelitian menunjukkan uji statistik bahwa umur, pendidikan, paritas dan jarak
kehamilan berhubungan dengan dengan kejadian Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil (nilai p value
< 0,005). Kesimpulannya adalah semua variabel bebas mempunyai hubungan dengan dengan kejadian
Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil. Berdasarkan penelitian ini hubungan yang paling bermakna
adalah variabel pendidikan dengan p value 0,000.
Kesimpulan :1) Ada hubungan yang bermakna (p = 0,001) antara Umur dengan kejadian Hiperemesis
Gravidarum, 2) Ada hubungan yang bermakna (p = 0,000) antara Pendidikan dengan kejadian
Hiperemesis Gravidarum, 3) Ada hubungan yang bermakna (p = 0,001) antara Paritas dengan kejadian
Hiperemesis Gravidarum, 4) Ada hubungan yang bermakna (p = 0,001) antara Jarak Kehamilan dengan
kejadian Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil di Puskesmas Tompaso, Kabupaten Minahasa Induk.

Kata kunci : Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian, Hiperemesis Gravidarum.

PENDAHULUAN
Kehamilan merupakan suatu proses sehingga menyebabkan gangguan fungsi
reproduksi yang perlu perawatan khusus umum alat-alat vital dan menimbulkan
agar dapat berlangsung dengan baik demi (1)
kematian.
tercapainya persalinan yang aman dan World Health Organization (WHO)
melahirkan bayi yang sehat. Komplikasi memperkirakan angka kematian ibu sebesar
kehamilan salah satunya adalah mual dan 500.000 jiwa dan angka kematian bayi
muntah atau dikenal dengan Hiperemesis sebesar 10 juta jiwa setiap tahun. Kejadian
Gravidarum. Dampak Hiperemesis kematian ibu dan bayi sebagian besar
Gravidarum yaitu dehidrasi yang terdapat di negara berkembang yaitu sebesar
menimbulkan konsumsi O2 menurun, 98% - 99% dimana kematian ibu dan bayi di
gangguan fungsi liver dan terjadi Ikterus, negara berkembang 100% lebih tinggi
terjadi perdarahan pada Parenkim liver (2)
dibandingkan dengan negara maju

Volume 2 Nomor 2. Juli Desember 2014 24


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

Angka Kematian Ibu (AKI) di Berdasarkan data buku register di


Indonesia masih tinggi, bahkan jumlah Puskesmas Tompaso Kabupaten Minahasa
perempuan Indonesia yang meninggal saat Induk, angka kejadian ibu yang mengalami
melahirkan mencapai rekor tertinggi di Asia. Hiperemesis Gravidarum pada tahun 2011-
Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan 2013 terdapat 67 orang ibu hamil.Sedangkan
Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka pada bulan Januari-Februari 2014 ada 13 ibu
kematian maternal di Indonesia mencapai yang mengalalami Hiperemesis
359/100.000 kelahiran hidup, itu berarti Gravidarum.Ibu hamil yang mengalami
setiap 100.000 kelahiranhidup masih ada Hiperemesis Gravidarum tingkat I (ringan),
sekitar 359 ibu yang meninggal akibat dengan gejala mual muntah terus
komplikasi kehamilan dan persalinan. menerus.Ibu hamil yang mengalami
Data Dinas Kesehatan Provinsi Hiperemesis Gravidarum tingkat II (sedang)
Sulawesi Utara tahun 2013, menunjukkan dengan gejala penderita lebih lemah dan
jumlah ibu hamil yaitu 48,669 orang dengan apatis berjumlah 64 orang.Ibu hamil yang
presentase KI 94,00 % dan K4 84,49 % mengalami Hiperemesis Gravidarum tingkat
sedangkan menurut Kementrian Kesehatan III (berat) dengan gejala keadaan umum
2010 untuk target nasional periode tahun lebih parah berjumlah 3 orang.Hiperemesis
2010 2014 untuk capaian KI dan K4 yaitu Gravidarum tingkat I dan tingkat II
95 %. Berdasarkan data tersebut, dapat perawatan dilakukan di Puskesmas.
dilihat masih kurangnya capaian kunjungan Sedangkan Hiperemesis Gravidarum tingkat
ibu hamil untuk memenuhi target III perawatan dilakukan di Rumah Sakit.
nasional.Kurangnya kunjungan selama masa Dari survey awal yang dilakukan oleh
kehamilan dapat menyebabkan ibu memiliki peneliti di Puskesmas Tompaso, ibu hamil
sedikit informasi mengenai deteksi dini yang mengalami Hiperemesis Gravidarum
komplikasi atau gangguan yang terjadi berjumlah 67 orang.Yang mengalami
selama masa kehamilan, termasuk Hiperemesis Gravidarum terbanyak pada
didalamnya informasi mengenai primigravida berjumlah 34 orang.Sebagian
Hiperemesis Gravidarum. besar ibu hamil yang mengalami
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Hiperemesis Gravidarum berusia 20 tahun
Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009 berjumlah 33 orang.
menjelaskan bahwa lebih dari 80% Penelitian ini secara umum bertujuan
perempuan hamil mengalami rasa mual dan untuk mengetahui mengetahui faktor-faktor
muntah sedangkan untuk perempuan hamil yang berhubungan dengan kejadian
yang mengalami kondisi Hiperemesis Hiperemesis Gravidarum di Puskesmas
Gravidarum sekitar 5 dari 1000 perempuan Tompaso Kabupaten Minahasa.
hamil. Hal ini bisa menyebabkan perempuan
menghindari makanan tertentu dan biasanya METODE
(3) Penelitian ini menggunakan metode
membawa resiko baginya dan janin.
deskriptif analitik dengan pendekatan

Volume 2 Nomor 2. Juli Desember 2014 25


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

Retrospektif study. Populasi adalah seluruh ini kuesioner dalam bentuk format
ibu hamil dengan Hiperemesis Gravidarum pengumpulan data. Analisa data yang
yang tercatat dalam buku register tahun digunakan adalah uji Chi Square.
2011 2013 di Puskesmas Tompaso
sebanyak 67 orang dijadikan subjek HASIL
pemelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada a. Analisis Univariate
bulan Februari - Agustus 2014 di wilayah Hasil analisis Univariate untuk
kerja Puskesmas Tompaso Kecamatan menghitung distribusi frekuensi variable
Tompaso. Variabel bebas dan terikat pada responden mencakup umur, pendidikan,
penelitian ini :umur, pendidikan, paritas dan paritas, jarak kehamilan dan kejadian
jarak kehamilan sebagai variabel bebas. Hiperemesis Gravidarum dapat diuraikan
Kejadian Hiperemesis Gravidarum sebagai sebagai berikut :
variabel terikat.Instrument dalam penelitian

Gambar 1 : Distribusi Responden Menurut Umur di Puskesmas Tompaso Kabupaten


Minahasa Tahun 2014

60
49 / 61,3%
40 31 / 38,8%

20

0
< 20 dan > 35 tahun 21 - 35 tahun

Gambar 1 dapat dilihat bahwa Umur berumur 21 35 tahun yaitu berjumlah 49


menunjukkan bahwa yang paling banyak orang (61,3%).

Gambar 2: Distribusi Responden Menurut Pendidikan di Puskesmas Tompaso Kabupaten


Minahasa Tahun 2014

100
57 / 71,3%
50
23 / 28,8%

0
Pendidikan Rendah Pendidikan Tinggi

Berdasarkan gambar di atas dapat bahwa yang paling banyak adalah


dilihat bahwa pendidikan menunjukkan pendidikan tinggi yaitu 57 orang (71,3%).

Volume 2 Nomor 2. Juli Desember 2014 26


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

Gambar 3 : Distribusi Responden Menurut Paritas di Puskesmas Tompaso Kabupaten


Minahasa Tahun 2014

60 51 / 63,8%
40
29 / 36,3%
20
0
< 2 anak > 2 anak

Menurut gambar di atas dapat dilihat (resiko tinggi) yaitu berjumlah 51 orang
paritas menunjukkan bahwa yang paling (63,8 %).
banyak adalah multipara

Gambar 4 : Distribusi Responden Menurut Jarak kehamilan di Puskesmas Tompaso


Kabupaten Minahasa Tahun 2014

60
47 / 58,8%
40 33 / 41,3%

20

0
< 2 Tahun (resiko tinggi) > 2 tahun (tidak resti)

Gambar di atas dapat dilihat bahwa banyak adalah lebih dari 2 tahun (tidak
karakteristik responden berdasarkan jarak resiko tinggi) yaitu berjumlah 47 orang
kehamilan menunjukkan bahwa yang paling (58,8%).

Gambar 5 : Distribusi Responden Menurut Kejadian Hiperemesis Gravidarum di


Puskesmas Tompaso Kabupaten Minahasa Tahun 2014
60
49 / 61,3%
40 31 / 38,8%

20

0
Rendah (Hiperemesis Tingkat I) Tinggi (Hiperemesis tingkat II dan III)
Berdasarkan gambar di atas dapat paling banyak adalah Hiperemesis
dilihat kejadian Hiperemesis Gravidarum Gravidarum kategori tinggi (tingkat II dan
III) yaitu berjumlah 49 orang (61,3%).
menunjukkan bahwa yang
b. Analisis Bivariate

Volume 2 Nomor 2. Juli Desember 2014 27


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

Analisis Bivariate untuk menilai yaitu kejadian Hiperemesis Gravidarum


apakah ada hubungan antara variable dapat dilihat pada uraian di bawah ini.
bebas yaitu umur, pendidikan, paritas dan
jarak kehamilan dengan variabel terikat

Tabel 6. Hubungan Umur, Pendidikan, Paritas dan Jarak Kehamilan dengan kejadian
Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil di Puskesmas Tompaso Kabupaten
Minahasa Tahun 2014

Hiperemesis Gravidarum
Variabel Rendah Tinggi Total
f % f % f %
Umur :
<20 dan > 35 tahun 19 23,8 12 15 31 38,8 0, 001*
20 35 tahun 12 15 37 46,2 49 61,2
Pendidikan :
Rendah 19 23,8 4 0,5 23 28,8 0,000*
Tinggi 12 15 45 56,2 57 71,2
Paritas
2 anak 19 23,8 10 12,5 29 36,2 0,001*
2 anak 12 15 39 48,8 51 63,8
Jarak Kehamilan
2 Tahun 20 25 13 16,2 33 41,2 0,001*
2 Tahun 11 13,8 36 45,0 47 58,8
N=80
Pada pendidikan tinggi lebih banyak
Tabel 6 menunjukkan pada umur 20 - ditemukan responden dengan kejadian
35 tahun ternyata lebih banyak ditemukan Hiperemesis Gravidarum (56,2%) daripada
responden dengan kejadian Hiperemesis responden dengan kejadian Hiperemesis
Gravidarum(46,2%) daripada responden Gravidarum rendah (15%). Sedangkan pada
dengan kejadian Hiperemesis Gravidarum responden dengan pendidikan rendah
rendah (15%). Sementara umur <20 dan > ternyata lebih banyak ditemukan kejadian
35 tahun ternyata lebih banyak ditemukan Hiperemesis Gravidarum rendah (23,8%)
kejadian Hiperemesis Gravidarum rendah daripada kejadian Hiperemesis Gravidarum
(23,8%) daripada responden Hiperemesis tinggi (0,5%). Berdasarkan analisis denagn
Gravidarum tinggi (15%). Berdasarkan uji Chi Square didapatkan value =0,000
analisis statistik dengan uji Chi Square artinya, hasil ini memiliki makna ada
didapatkan value = 0,001 artinya, hasil ini hubungan yang signifikan antara pendidikan
memiliki makna ada hubungan yang dengan kejadian Hiperemesis Gravidarum.
signifikan antara umur dengan kejadian
Hiperemesis Gravidarum.
Volume 2 Nomor 2. Juli Desember 2014 28
JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

Pada responden yang paritas > 2 anak < 20 tahun dan > 35 tahun berjumlah 31
lebih banyak ditemukan responden dengan orang (38,8%). Pada pengumpulan data
kejadian Hiperemesis Gravidarum(48,8%) mengenai pendidikan responden didapatkan
daripada responden dengan kejadian bahwa paling banyak adalah pendidikan
Hiperemesis Gravidarum rendah (15%). tinggi yaitu 57 orang (71,3%) sedangkan
Sedangkan pada paritas < 2 anak ternyata pendidikan rendah 23 orang (28,8%).
lebih banyak ditemukan kejadian Pengumpulan data mengenai paritas
Hiperemesis Gravidarum rendah (23,8%) didapatkan yang paling banyak responden
daripada responden Hiperemesis yang sudah multipara yaitu 51 orang
Gravidarum tinggi (12,5%). Berdasarkan (63,8%) sedangkan primipara 29 orang
analisis denagn uji Chi Square didapatkan (36,3%). Pada pengumpulan data mengenai
value =0,001 maka artinya hasil ini jarak kehamilan didapatkan data bahwa
memiliki makna ada hubungan yang paling banyak jarak kehamilan responden >
signifikan antara paritas dengan kejadian 2 tahun yaitu berjumlah 47 orang (58,8%)
Hiperemesis Gravidarum. sedangkan< 2 tahun berjumlah 33 orang
Pada jarak kehamilan > 2 tahun lebih (41,3%).
banyak ditemukan responden dengan 2. Hubungan Umur dengan kejadian
kejadian Hiperemesis Gravidarum (45 %) Hiperemesis Gravidarumpada Ibu Hamil di
daripada responden dengan kejadian Puskesmas Tompaso Kabupaten Minahasa
Hiperemesis Gravidarum rendah (13,8 %). Berdasarkan analisis hubungan yang
Sedangkan pada responden dengan jarak dilakukan menggunakan uji Chi Square
kehamilan < 2 tahun ternyata lebih banyak didapatkan value 0,001 maka H0 ditolak
ditemukan kejadian Hiperemesis dan Ha diterima, hasil ini memiliki makna
Gravidarum rendah (25 %) daripada ada hubungan yang signifikan antara umur
kejadian Hiperemesis Gravidarum tinggi dengan kejadian Hiperemesis Gravidarum.
(16,2 %). Berdasarkan analisis dengan uji Hasil ini sesuai teori Manuaba (2003)
Chi Square didapatkan value =0,001 bahwa kehamilan dikatakan beresiko tinggi
artinya, hasil ini memiliki makna ada adalah kurang dari 20 tahun dan diatas 35
hubungan yang signifikan antara jarak tahun. Usia dibawah 20 tahun bukan masa
kehamilan dengan kejadian Hiperemesis yang baik untuk hamil karena organ-organ
Gravidarum. reproduksi belum sempurna, hal ini tentu
menyulitkan proses kehamilan dan
PEMBAHASAN persalinan. Sedangkan kehamilan diatas usai
1. Gambaran Umur, Pendidikan, Paritas, 35 tahun mempunyai resiko untuk
Jarak Kehamilan pada Ibu Hamil di mengalami komplikasi dalam kehamilan dan
Puskesmas Tompaso, Kabupaten Minahasa. persalinan antara lain perdarahan, gestosis,
Pada pengumpulan data didapatkan atau hipertensi dalam kehamilan, distosia
bahwa umur responden paling banyak 20 (4)
dan partus lama. Umur reproduksi yang
30 tahun 49 orang (61,3%) sedangkan umur sehat dan aman adalah umur 20-35 tahun.

Volume 2 Nomor 2. Juli Desember 2014 29


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

kehamilan diusia kurang 20 tahun dan diatas sedemikian tertekan dan menimbulkan stres
35 tahun dapat menyebabkan Hiperemesis pada ibu. Stres mempengaruhi hipotalamus
karena pada kehamilan diusia kurang 20 dan memberi rangsangan pada pusat muntah
secara biologis belum optimal emosinya, otak sehingga terjadi kontraksi otot
cenderung labil, mentalnya belum matang abdominal dan otot dada yang disertai
sehingga mudah mengalami keguncangan dengan penurunan diafragma menyebabkan
yang mengakibatkan kurangnya perhatian tingginya tekanan dalam lambung, tekanan
terhadap pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi yang tinggi dalam lambung memaksa ibu
selama kehamilanya. sedangkan pada usia untuk menarik nafas dalam-dalam sehingga
35 tahun terkait dengan kemunduran dan membuat sfingter esophagus bagian atas
penurunan daya tahan tubuh serta berbagai terbuka dan sfingter bagian bawah
penyakit yang sering menimpa di usia ini. berelaksasi inilah yang memicu mual dan
Menurut Badan Kependudukan muntah.
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hamil pada usia muda merupakan
Hiperemesis Gravidarum di bawah umur 20 salah satu faktor penyebab
tahun lebih di sebabkan oleh karena belum terjadinyaHiperemesis Gravidarum. Dalam
cukupnya kematangan fisik, mental dan kurun waktu reproduksi sehat bahwa usia
fungsi sosial dari calon ibu tentu aman untuk kehamilan dan persalinan
menimbulkan keraguan jasmani cinta kasih adalah 20-30 tahun. Kematian maternal pada
serta perawatan dan asuhan bagi anak yang wanita hamil dan melahirkan pada usia di
akan di lahirkannya. Hal ini mempengaruhi bawah 20 tahun ternyata 2-3 kali lebih tinggi
emosi ibu sehingga terjadi konflik mental daripada kematian yang terjadi pada usia 20-
yang membuat ibu kurang nafsu makan. Bila 29 tahun. Kematian maternal meningkat
ini terjadi maka bisa mengakibatkan iritasi kembali sesudah usia 30-35 tahun. Hal ini
lambung yang dapat memberi reaksi pada disebabkan menurunnya fungsi organ
impuls motorik untuk memberi rangsangan (5)
reproduksi wanita.
pada pusat muntah melalui saraf otak 3. Hubungan Pendidikan dengan kejadian
kesaluran cerna bagian atas dan melalui Hiperemesis Gravidarumpada Ibu
saraf spinal ke diafragma dan otot abdomen Hamil di Puskesmas Tompaso Kabupaten
sehingga terjadi muntah. Permasalahan dari Minahasa
segi psikiatri dan psikologis sosial banyak di Hasil penelitian pendidikan dengan
ulas akan menekankan pentingnya usah kejadian Hiperemesis Gravidarum pada Ibu
usaha untuk melindungi anak- anak yang di Hamil menunjukkan paling banyak yaitu
lahirkan kemudian. Sedangkan Hiperemesis 56,2% atau 45 responden yang
Gravidarum yang terjadi diatas umur 35 berpendidikan tinggi dan hiperemesis
tahun juga tidak lepas dari faktor psikologis gravidarum pada kategori tinggi. Hasil uji
yang di sebabkan oleh karena ibu belum siap statistik Chi Square menunjukkan bahwa
hamil atau malah tidak menginginkan terdapat hubungan antara kedua variabel
kehamilannya lagi sehingga akan merasa tersebut, dengan nilai (p) = 0,000 (<0,05)

Volume 2 Nomor 2. Juli Desember 2014 30


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

Pendidikan dapat mempengaruhi Penyebab hyperemesis belum


seseorang termasuk juga perilaku terhadap diketahui secara pasti. Telah diketahui
pola hidup dalam memotivasi untuk siap beberapa faktor prodisposisi terjadinya
berperan serta dalam perubahan kesehatan. Hiperemesis Gravidarum yaitu wanita hamil
Rendahnya pendidikan seseorang makin dengan anemia, primigravida, kehamilan
sedikit keinginan untuk memanfaatkan ganda dan molahidatidosa. Hasil penelitian
pelayanan kesehatan, dan sebaliknya makin ini didukung denganpenelitian yang
tingginya pendidikan seseorang, makin dilakukan oleh Minerva (2010) yang
mudah untuk menerima informasi dan berjudul studi deskriptif umur,paritas dan
memanfaatkan pelayanan kesehatan yang pekerjaan sebagai factor predisposisi
ada. kejadian emesis gravidarumpada ibu hamil
Pendidikan merupakan faktor trimester I di RB YKWPMranggen
predisposisi adalah faktor yang ada dalam menunjukkan bahwa paritas padawanita
individu seperti pengetahuan, sikap terhadap primigravida lebih banyakdibandingkan
kesehatan serta tingkat pendidikan.Dimana wanita multigravida.Makadapat dilihat dari
untuk berprilaku kesehatan misalnya hasil penelitian bahwaparitas wanita
(pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil) primigravida lebih berpeluangbanyak
diperlukan pengetahuan tentang manfaat (8)
mengalami Hiperemesis Gravidarum.
periksa hamil, baik bagi kesehatan ibu Beberapa hasil penelitian ini
(6)
sendiri maupun bagi janinnya. dimungkinkankarena sebagian besar
4. Hubungan paritas dengan kejadian responden mengalamiparitas primigravida
Hiperemesis Gravidarumpada Ibu Hamil di sehingga keluhan mualdan muntah
Puskesmas Tompaso Kabupaten Minahasa seringkali ditemukan. Padawanita
Hasil penelitian paritas dengan primigravida, sebagian kecil belummampu
kejadian Hiperemesis Gravidarum pada Ibu beradaptasi dengan hormon danpada usia
Hamil menunjukkan paling banyak yaitu lebih tua juga cenderung lebihmenderita
48,8 % atau 39 responden yang paritas pada karena jumlah hormon yangdikeluarkan
kategori multipara dan Hiperemesis semakin tinggi, dan riwayatkehamilan
Gravidarum pada kategori tinggi. Hasil uji sebelumnya juga dapatmempengaruhi
statistik Chi Square menunjukkan bahwa kehamilannya sekarang.
terdapat hubungan antara kedua variabel Jarak yang dekat antara kehamilan
tersebut, dengan nilai (p) = 0,000 (<0,05) sekarangdan dahulu serta umur ibu yang
dengan demikian Ha diterima. sudah lebihdari 35 tahun juga dapat
Mual dan muntah terjadi pada 60-80% berpengaruh,karena kedaan yang belum
primigravida dan 40-60% normal sebagaimana mestinya harus sudah
multigravida.Jumlah kehamilan 2-3 (multi) bereproduksilagi untuk kehamilan
merupakan paritas yang paling aman selanjutnya maka darihal itulah dapat
(7) menyebabkan Hiperemesis Gravidarum dan
ditinjau dari sudut kematian maternal.

Volume 2 Nomor 2. Juli Desember 2014 31


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

komplikasi kehamilanlainnya (Proverawati, Puskesmas Tompaso Kabupaten Minahasa


2009). Induk.
5. Hubungan Jarak kehamilan dengan Ada hubungan yang bermakna (p =
kejadian Hiperemesis Gravidarumpada Ibu 0,001) antara Paritas dengan kejadian
Hamil di Puskesmas Tompaso Kabupaten Hiperemesis Gravidarumpada Ibu Hamil di
Minahasa Puskesmas Tompaso Kabupaten Minahasa
Hasil penelitian jarak kehamilan Induk. Ada hubungan yang bermakna (p =
dengan kejadian Hiperemesis Gravidarum 0,001) antara Jarak Kehamilan dengan
pada Ibu Hamil menunjukkan paling banyak kejadian Hiperemesis Gravidarumpada Ibu
yaitu 45% atau 36 responden yang jarak Hamil di Puskesmas Tompaso, Kabupaten
kehamilan > 2 tahun dan hiperemsis Minahasa Induk.
gravidarum pada kategori tinggi. Hasil uji .
statistik Chi Square menunjukkan bahwa SARAN
terdapat hubungan antara kedua variabel 1. Bagi institusi pendidikan hendaknya hasil
tersebut, dengan nilai (p) = 0,001 (<0,05) penelitian ini dapat makin menguatkan teori-
dengan demikian Ha diterima. teori yang ada sehingga pada pembelajaran
Sesuai teori bahwa jarak ideal ke peserta didik, teori bahwa faktor umur,
kehamilan sekurang-kurangnya 2 tahun. pendidikan, paritas dan jarak kehamilan
Menurut Rofiq (2008) proporsi kematian berhubungan dengan kejadian Hiperemesis
terbanyak terjadi pada ibu dengan prioritas Gravidarum telah mendapat pembuktian
1-3 anak dan jika dilihat dari jarak lewat hasil penelitian ini. Institusi
kehamilannya ternyata jarak kurang dari 2 pendidikan juga dapat makin mendorong
tahun menunjukan proporsi kematian penelitian selanjutnya yang berkaitan
maternal lebih banyak. Jarak kehamilan dengan Hiperemesis Gravidarum agar
yang terlalu dekat menyebabkan ibu mempertimbangkan faktor lainnya selain
mempunyai waktu singkat untuk yang sudah diangkat lewat penelitian ini.
memulihkan kondisi rahimnya agar bisa Peneliti juga sebagai bidan telah mendapat
kembali ke kondisi sebelumnya. masukan yang berharga dalam pelayanan
kepada ibu hamil yang sedang mengalami
Hiperemesis Gravidarum bahwa dalam
SIMPULAN pelayanan sangat perlu untuk
Ada hubungan yang bermakna (p = memperhatikan faktor-faktor yang ada pada
0,001) antara Umur dengan kejadian ibu hamil sehingga kualitas pelayanan
Hiperemesis Gravidarumpada Ibu Hamil di sebagai bidan akan makin baik.
Puskesmas Tompaso Kabupaten Minahasa 2. Bagi Puskesmas Tompaso Kabupaten
Induk Mihahasa sebagai lokasi penelitian
Ada hubungan yang bermakna (p = hendaknya penelitian ini dapat digunakan
0,000) antara Pendidikan dengan kejadian sebagai bahan untuk mengevaluasi
Hiperemesis Gravidarumpada Ibu Hamil di pelayanan kepada Ibu hamil yang

Volume 2 Nomor 2. Juli Desember 2014 32


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

mengalami Hiperemesis Gravidarum. berbagai faktor pada penelitian ini (umur,


Peningkatan pelayanan bisa dalam bentuk pendidikan, paritas dan jarak kehamilan) ada
pemberian informasi diantaranya melalui hal yang mungkin bisa dipelajari agar dapat
penyuluhan demi meningkatkan pemahaman terhindar dari kemungkinan mengalami
ibu hamil bahwa ada berbagai faktor yang Hiperemesis Gravidarum di kemudian hari.
berkorelasi dengan kejadian Hiperemesis Paling tidak ibu yang merencanakan
Gravidarum. kehamilan berikutnya sudah dapat
Kepada Ibu hamil sebagai reponden mengantisipasi adanya kemungkinan untuk
yang mengalami Hiperemesis Gravidarum, mengalami kejadian Hiperemesis
hendaknya penelitian ini memberi masukan Gravidarumjika memang sudah terdapat
agar lebih meningkatkan dan memanfaatkan faktor sesuai hasil penelitian ini.
pelayanan kesehatan yang ada agar dari

DAFTAR PUSTAKA
1. Manuaba IBG. Ilmu Kebidanan Dan Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk
Pendidikan Bidan,. Jakarta: EGC; (2010).
2. Wadud MA. Hubungan Umur Dan Pekerjaan Ibu Dengan Kejadian Hyperemesis Gravidarum Di
Instalasi Kebidanan Rumah Sakit Muhammadiyah Kota Palembang. Palembang: Jurusan
Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang (2012); diakses dari www.poltekkespalembang.ac.id/.
3. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun
2009. Manado (2010).
4. Manuaba I B G. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Edisi 2. Jakarta: EGC;
(2003).
5. Wiknjosastro. IlmuKebidanan Edisi 3. Jakarta: Yayasan bina Pustaka Sarwono Prawiroharjdo;
(2005).
6. Sumijatun dkk. Konsep Dasar Keperawatan Komunitas. Jakarta EGC; (2006).
7. Wiknjosastro. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Prawirohardjo; (2007).
8. Minerva R K. Studi Deskriptif Usia, Paritas dan Pekerjaan Sebagai Faktor Predisposisi Kejadian
Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil TM I di RB YKWP Mranggen. (2010).

Volume 2 Nomor 2. Juli Desember 2014 33