Anda di halaman 1dari 13

MODUL 3

STATIS

LAPORAN PRAKTIKUM
TKI 200 - Praktikum Fisika

Nama : Amanda Elianty Nurebita


NIM : 2015-043-125
Shift/Kelompok : A/3
Tanggal Praktikum : 12 September 2016
Asisten : Benedict Yunas

LABORATORIUM MEKANIKA EKSPERMENTAL


PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN - FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA
JAKARTA
2016
I. TUJUAN
1. Mempelajari kesetimbangan sistem dawai.
2. Menganalisis unknown force dalam kesetimbangan sistem dawai.
3. Menganalisis unknown mass dalam kesetimbangan sistem dawai.

II. LANDASAN TEORI


Keseimbangan sistem dawai dapat dicapai bila resultan vektor dari
semua gaya eksternal yang bekerja pada sistem tersebut sama dengan nol.
Berdasarkan prinsip tersebut, maka besarnya gaya yang tidak diketahui
(unknown force) ataupun massa yang tidak diketahui (unknown mass) dapat
dihitung pada saat sistem berada dalam keseimbangan.
Menurut Hukum I Newton yang berbunyi bila resultan gaya yang
bekerja pada suatu benda sama dengan nol maka benda yang mula-mula
berada dalam bergerak lurus beraturam akan tetap bergerak tanpa
mengalami perubahaan kecepatan. Secara matematis, pernyataan di atas
dapat dinyatakan dengan :

= . = 0

Di mana F adalah resultan dari semua gaya yang diaplikasikan ke suatu


benda.

Hukum III Newton yang berbunyi bila benda pertama mengerjakan


suatu gaya pada benda kedua maka gaya yang dikeluarkan oleh benda
pertama akan sama dengan gaya yang diterima oleh kedua benda, namun
hanya arahnya saja yang berkebalikan atau secara sistematis dapat
dinyatakan dengan :

=
Bedasarkan Hukum Newton, partikel dapat diasumsikan berada berada
dalam kondisi keseimbangan static (static equilibrium). Untuk kasus sistem
dawai , setiap nodal dapat dianggap sebagai partikel yang berada dalam
keseimbangan static, sehingga persamaan untuk tiga buah gaya yang
bekerja pada satu titik adalah sebagai berikut :

F1 F2
1

= sin2 = sin3
sin

F3

Dimana :
F1 = gaya tegangan tali 1.
F2 = gaya tegangan tali 2.
F3 = gaya berat dari benda yang digantung.

Untuk vektor gaya, dapat direalisasikan sebagai berikut :

Fy
F
Fx = F cos
Fy = F sin


Fx
III. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN
1. 1 buah busur derajat
2. Untaian kawat
3. 3 buah katrol plastic
4. 1 set beban

IV. JALAN PERCOBAAN

Mb

Mc

Ma

1. Rangkailah sistem dawai seperti pada gambar diatas.


2. Lalu pasanglah beban-beban yang telah ditetapkan sesuai dengan
letaknya.
3. Kemudian ukurlah sudut-sudut yang terbentuk oleh akibat dari adanya
beban yang sudah terpasang tersebut dan catatlah sebagai , , pada
lembar data.
4. Ulangilah langkah 2-3 untuk masing-masing beban yang telah
ditetapkan.
V. LEMBAR DATA, PERHITUNGAN DAN TABEL
V.1 Lembar Data
V.2 Perhitungan
1. Hitunglah besar gaya (Fc) dan massa (Mc) dari benda c!

Fb

Fc
1 2
2 1

2
1

Fa

- Data 1

= 16 = 0,016
= 20 = 0,02
= 9,81 / 2

= .
= 0,016 9,81 = 0,15696
= cos 2 = (0,15696) cos 81 = 0,02455
= sin 2 = (0,15696) sin 81 = 0,15502

= .
= 0,02 9,81 = 0,1962
= cos 1 = (0,1962) cos 23 = 0,18060
= sin 1 = (0,1962) sin 23 = 0,07666

= + = 0,02455 + 0,18060 = 0,20515


= = 0,15502 0,07666 = 0,07836
= ()2 + ()2 = (0,20515)2 + (0,07836)2
= 0,219601

0,219601
= = = 0,02238
9,81

- Data 2
= 18 = 0,018
= 12 = 0,012

= 9,81 2

= .
= 0,018 9,81 = 0,17658
= cos 2 = (0,17658) cos 81 = 0,02762
= sin 2 = (0,17658) sin 81 = 0,17441

= .
= 0,012 9,81 = 0,11772
= cos 1 = (0,11772) cos 23 = 0,10836
= sin 1 = (0,11772) sin 23 = 0,04599

= + = 0,02762 + 0,10836 = 0,13598


= = 0,17441 0,04599 = 0,12842

= ()2 + ()2 = (0,13598)2 + (0,12842)2


= 0,18074

0,18074
= = = 0,01842
9,81
2. Hitunglah ralat absolut dan relatifnya! (Menggunakan data 2)

Fa = ma.g
2 2
= () 2 + ( ) 2

= ()2 2 + ( )2 2

= (9,81)2 (0)2 + (0,016)2 (0)2 = 0

Fax = Fa cos 2
2 2
= ( ) 2 + ( 2 ) 22

1 2
= (sin 2)2 (0)2 + ( sin 2)2 (2 180)

1 2
= (0,17658 sin 81)2 ( )
2 180

= 1,52198 103

Fay = Fa sin 2
2 2
= ( ) 2 + ( 2 ) 22

1 2
= (sin 2)2 (0)2 + ( cos 2)2 (2 180)

1 2
= (0,17658 cos 23)2 (2 180)

= 1,41845 103

Fb = mb.g
2 2
= () 2 + ( ) 2

= ()2 (0)2 + ( )2 (0)2 = 0


Fbx = Fb cos 1
2 2
= ( ) 2 + ( 1 ) 12

1 2
= (cos 1)2 (0)2 + ( sin 1) 2 (2 180)

1 2
= (0,11772 sin 23)2 (2 180)

= 4,01399 104

Fby = Fb sin 1
2 2
= ( ) 2 + ( 1 ) 12

1 2
= (sin 1) 2 (0)2 + ( cos 1) 2 (2 180)

1 2
= (0,11772 cos 23)2 ( )
2 180

= 9,45635 104

Fcx = Fax + Fbx


2 2
= () 2 + () 2

=
(1)2 (1,52198 103 )2 + (1)2 (4,01399 104 )2
= 1,52214 103

Fcy = Fay Fby


2 2
= () 2 + () 2

=
(1)2 (1,41845 103 )2 + (1)2 (9,45635 104 )2
= 1,41934 103
Fc = ()2 + ()2

2 2
= () 2 + () 2

2

( ) (1,52214 103 )2
()2 +() 2
= 2

+( ) (1,41934 103 )2
()2 +() 2

2
0,13598
( ) (1,52214 103 )2
(0,13598 )2 +(0,12842)2
= 2
0,12842
+( ) (1,41934 103 )2
(0,13598 )2 +(0,12842) 2

= 2,08117 103

Mc = Fc/g
2 2
= ( ) 2 + ( ) 2

1 2
= () (2,08117 103 )2 + ()2 (0)2

1 2
= (9,81) (2,08117 103 )2 = 2,12148 104

Kesalahan Absolut Fc Fc SFc = 0,18074 2,08117 103

Kesalahan Relatif Fc :

2,08177 103
100% = 100% = 0,01151803696 %
0,18074

Kesalahan Absolut Mc Mc SMc = 0,02238 2,12148 104

Kesalahan Relatif Mc :

2,12148 104
100% = 100% = 0,009479356568 %
0,02238
V.3 Tabel

SFc Kesalahan Absolut Kesalahan Relatif


Data 1 0,219601 0,002394902573%
5,25923 104
Data 2 0.18074 0,01151803696 %
2,08117 103
Tabel 5.3.1 Kesalahan Absolut dan Relatif SFc

SMc Kesalahan Absolut Kesalahan Relatif


Data 1 0,219601 0,001036233897%
2,27558 104
Data 2 0,02238 2,12148 104 0,009479356568 %
Tabel 5.3.2 Kesalahan Absolut dan Relatif SMc

VI. TUGAS DAN PERTANYAAN


1. Hitunglah besar (Fc) dan massa (Mc) dari benda c!
2. Hitunglah ralat absolut dan relatifnya!
3. Buktikan hasil yang didapat dari nomor 1 sesuai dengan massa benda yang
tertera pada benda c!

Mc saat Mc Data 1 (kg) Mc Data 2 (kg)


percobaan (kg)
0,024 0,02238 0,01842

Setelah Mc dari saat percobaan dengan data 1 dan 2 di


perbandingkan, terdapat perbedaan yang tidak terlalu jauh dengan
Mc data 1. Sedangkan perbandingan antara Mc saat percobaan
dengan Mc data 2 hasilnya cukup jauh, hal-hal yang menyebabkan
perbedaan ini bisa muncul dari berbagai faktor. Seperti beban yang
terlalu berat atau ringan, penempatan busur yang kurang pas di
tengah, dan penempatan kawat yang tidak sempurna.

VII. ANALISIS
Seperti yang telah diketahui, keseimbangan sistem dawai dapat dicapai bila
resultan vektor dari semua gaya eksternal yang bekerja pada sistem sama
dengan sehati. Besarnya gaya yang unknown force dan unknown mass dapat
dihitung dalam keseimbangan. Dari hasil perhitungan yang didapat, Mc dari
data 1 didapat sebesar 0,02238 kg, sedangkan untuk Mc dari data 2 didapat
sebesar 0,01842 kg. Hasil Mc dari kedua data tersebut berbeda dengan Mc saat
percobaan yaitu sebesar 0,024 kg. Untuk data 1, perbandingan hasil Mc dengan
Mc saat percobaan tidak terlalu jauh tapi tetap berbeda, namun untuk hasil Mc
data 2 memiliki perbedaan hasil yang cukup jauh dengan Mc saat percobaan.
Hal yang menyebabkan perbedaan hasil ini dapat disebabkan oleh
ketidaksesuaian peletakkan busur derajat yang kurang pas di tengah, kesalahan
dalam pembulatan nilai, atau adanya peletakkan kawat yang tidak sempurna,
dan juga pemilihan beban yang terlalu berat ataupun terlalu ringan.

VIII. SIMPULAN

Hukum yang mempengaruhi sistem keseimbangan adalah


Hukum I Newton dan Hukum III Newton
Besar gaya yang tidak diketahui (unknown force) dan massa
yang tidak diketahui (unknown mass) dapat dihitung saat sistem
ada dalam keseimbangan.
Hasil perhitungan Mc data 1 dan 2 berbeda dengan Mc saat
percobaan
Terdapat kesalahan-kesalahan dalam percobaan yang membuat
hasil perhitungannya berbeda.
XI. DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN

XI.1 Daftar Pustaka :

o Resnick, H. (1985). Fisika Jilid I. Edisi ketiga. Hal 415-430.


Jakarta: Erlangga
o Tipler, P.A. (1998). Fisika Untuk Sains dan Teknik. Edisi ketiga:
Jilid 1. Hal 317-331. Jakarta: Erlangga.
o Hibbeler, R.C. (2012). Engineering Mechanics: Statics. New
Jersey: Prentice Hall.

XI.2 Lampiran

Gambar 9.2.1 untaian kawat, busur derajat dan katrol plastik

Gambar 9.2.2 1 set beban