Anda di halaman 1dari 3

RUMAH SAKIT UMUM

JAFAR MEDIKA

PASIEN YANG MEMBUTUHKAN PENGEKANGAN


(RESTRAINT)

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman:


045/PP/XI/2015 00 1/ 1
MUNGGUR MOJOGEDANG
KARANGANYAR
DITETAPKAN,
STANDAR DIREKTUR RSU JAFAR MEDIKA
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 2 November 2015
dr. Yuni Ratna Dewi
NIK.

Pengertian Pengekangan (restraint) adalah pembatasan pergerakan


seseorang yang dilakukan oleh orang lain baik menggunakan cara
fisik, mekanik (alat) atau dengan obat-obatan

Tujuan Menjamin keselamatan pasien dan atau orang lain dari cedera
yang dapat timbul akibat kondisi psikologi atau gangguan
kesadaran pasien.

Kebijakan Pasien yang dilakukan prosedur restrain harus melalui prosedur


sebagaimana yang di tetapkan dalam Keputusan Direktur
No.800/1927a/2015 Tentang Panduan Pelayanan Pasien Dengan
Restrain.

Prosedur 1. Perawat melakukan pengkajian awal untuk menilai pasien


memerlukan tindakan pengekangan (restraint).
2. Melaporkan kepada dokter tentang kondisi pasien dan dokter
melakukan pengkajian lebih lanjut untuk memutuskan tindakan
pengekangan (restraint).
3. Diskusikan tentang tindakan pengekangan (restraint) kepada
keluarga dan hasil diskusi di dokumentasikan di berkas rekam
medis pasien.
4. Pasien dengan pengekangan (restraint) harus dilakukan
observasi awal termasuk tanda-tanda vital pasien setiap 30
menit dalam 2 jam pertama untuk menilai kondisi pasien
setelah tindakan pengekangan (restraint).
5. Dokumentasikan tanda-tanda vital, observasi lainnya dan
respon lainnya dari pasien yang dilakukan pengekangan
(restraint) mekanis (alat) ataupun obat-obatan (chemical)
6. Untuk pengekangan (restraint) secara mekanik (alat) :
Kondisi pasien harus dicek setiap 2 jam meliputi observasi
dan dokumentasi keadaan integritas kulit, sirkulasi dan
tonus otot
Jika terjadi kelainan atau perlukaan (lecet), pengekangan
(restraint) harus dilepaskan dan dikaji ulang dengan
perawat penanggung jawab mengenai menekan
manajemen resiko.
Laporkan semua kelainan pada dokter
Melibatkan bagian fisioterapi bila perlu
7. Untuk pengekangan (restraint) obat-obatan (chemical) :
Administrasi pengekangan (restraint) obat-obatan
berdasarkan instruksi dokter yang merawat dan mengikuti
prinsip pemberian obat 5 benar
Observasi keadaan umum pasien setelah pemberian obat-
obatan sesuai intruksi dokter
RUMAH SAKIT UMUM
JAFAR MEDIKA
PASIEN YANG MEMBUTUHKAN PENGEKANGAN
(RESTRAINT)

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


MUNGGUR MOJOGEDANG
044/PP/2015 00 2/ 3
KARANGANYAR

8. Untuk pengekangan (restraint) fisik :


Aktifkan Code Black jika pasien menunjukkan sikap
kekerasan yang menimbulkan ancaman bahaya
Lanjutkan monitoring dan observasi pasien
Pastikan ada staf yang membantu untuk memegang
masing-masing ekstremitas atas dan bawah (biasanya
diperlukan minimal 5 staf) dan satu staf untuk memberikan
pengekangan (restraint) obat-obatan (chemical).
Usahakan untuk melakukan komunikasi verbal untuk
menenangkan situasi jika memungkinkan
Jika komunikasi verbal tidak berhasil, lanjutkan intervensi
diatas.
9. Perawat penanggung jawab dan atau petugas sekuriti harus
menemani pasien sampai keadaan pasien stabil
10. Observasi tanda-tanda vital dan keadaan umum minimal tiap
30 menit harus terdokumentasi

Hal hal yang harus diperhatikan:

1. Dokter :
membuat keputusan / instruksi terkait dengan fasilitas
yang dibutuhkan untuk perawatan pasien selanjutnya
mengkaji ulang pemeriksaan fisik pasien dan menindak
lanjuti temuan yang terdokumentasi di rekam medis pasien
mendiskusikan rencana pengobatan pasien dengan tim
kesehatan lain yang melibatkan keluarga pasien
membuat dokumentasi tentang pengkajian, jenis
pengekangan (restrain), spesifikasi tipe dan durasi
pengekangan (restrain) dan informasi kepada keluarga
untuk perawatan pasien selanjutnya dan pemeriksaan
berkala
memastikan pemeriksaan medis pasien setiap 8 jam
memastikan terjadi komunikasi efektif dengan keluarga
pasien terkait dengan kemajuan pasien dan kebutuhan
untuk merujuk pasien ke fasilitas kesehatan lain bila
diperlukan

2. Perawat Penanggung Jawab :


apabila ada informasi untuk melakukan pengekangan
(restrain) dari staf perawatan, pastikan pengkajian fisik,
informasi ke dokter dan tindakan kegawat daruratan (bila
dibutuhkan) telah dilakukan
memastikan dokumentasi pasien dilakukan dengan
lengkap dan benar
mengkaji ulang kebutuhan akan perawat khusus yang
mendampingi pasien yang dilakukan pengekangan
(restrain)
memastikan terjadi diskusi dengan keluarga pasien yang
melibatkan dokter penanggung jawab pasien
memastikan adakeluarga yang mendampingi
RUMAH SAKIT UMUM
JAFAR MEDIKA
PASIEN YANG MEMBUTUHKAN PENGEKANGAN
(RESTRAINT)

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


MUNGGUR MOJOGEDANG
044/PP/2015 00 3/ 3
KARANGANYAR

3. Peralatan yang tersedia untuk pengekangan (restrain) :


Pagar bed :digunakan untuk mencegah pasien jatuh pada
pasien geriatrik, lemah dan penurunan kesadaran. Tempat
tidur harus selalu dalam posisi rendah
Baju apollo : digunakan untuk pasien yang gelisah
Pelican belt
Kassa.

Unit Terkait 1. Instalasi Rawat Inap


2. Instalasi Rawat Intensif
3. Instalasi Gawat darurat
4. Instalasi rawat Jalan