Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala
Rahmat dan HidayahNYA, sehingga Penyusunan Pedoman Sarana dan Prasarana
UPT Puskesmas Gayaman dapat diselesaikan dengan baik.
UPT Puskesmas Gayaman sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten Mojokerto yang bertanggung jawab menyelenggarakan Pembangunan
kesehatan di suatu wilayah kerja, mempunyai posisi yang strategis dalam rangka
mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat, sehingga masyarakat dapat
memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal.
Pedoman sarana dan prasarana UPT Puskesmas Gayaman ini merupakan
acuan minimal yang diperlukan untuk melaksanakan upaya pengobatan perongan
dasar di Puskesmas agar tercapai pelayanan yang terstandar, aman dan bermutu.
Dengan tersusunnya pedoman ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar
besarnya kepada semua pihak yang telah mmebrikan kontribusi dalam penyusunan
pedoman ini.
Kami sadari pedoman ini masih belum sempurna, oleh karenanya masukan dan
saran perbaikan sangat kami harapkan guna penyempurnaanya.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan Rahmat dan HidayahNYA kepada Kita
semua.

Mojokerto, 06 April 2017


Kepala UPT Puskesmas Gayaman

drg. Wilis Puspitadewi Anggraini, M.Si


NIP. 19670122 199403 2 001
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i


DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1
A. PENDAHULUAN .................................................................... 1
B. TUJUAN BELAKANG . ........................................................... 1
C. SASARAN PEDOMAN ........................................................... 2
D. RUANG LINGKUP PEDOMAN .............................................. 2
BAB II PERENCANAAN DAN PENGADAAN ......................................... 3
BAB III PENERIMAAN PERALATAN MEDIS .......................................... 4
BAB IV PENGOPERASIAN ...................................................................... 5
BAB V PEMELIHARAAN ......................................................................... 6
BAB VI INVENTORI DAN DOKUMENTASI PEMELIHARAAN
PERALATAN MEDIS .................................................................... 9
BAB VII PENARIKAN (RECALL) DAN PENGHAPUSAN PERALATAN
MEDIS .......................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Peralatan kesehatan masyarakat salah satu faktor penting dalam
penyelenggaraan pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit maupun fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya. Guna mencapai kondisi maupun fungsi peralatan
kesehatan yang baik serta dapat mendukung pelayanan kesehatan maka perlu
adanya pengelolaan kesehatan yang terpadu.
Agar peralatan kesehatan dapat dikelola denganbaik diperlukan adanya
kebijakan Puskesmas dalam pengelolaan peralatan kesehatan di rumah sakit
dan pelayanan kesehatan lainnya.
Siklus peralatan kesehatan dibedakan sebelum masuk ke fasilitas pelayana
kesehatan (pre-market) dan setelah masuk ke fasilitas pelayanan kesehatan
(postmarket), diawali sejak perencanaan (idahului dengan penilaian teknologi
dan evaluasi peralatan kesehatan yang ada), pengadaan, penerimaan,
pengoperasian, pemeliharaan dan penghapusan. Termasuk didalamnya adlah
proses inventarisasi, dekontaminasi, surveilans dan vigilance serta recall. Semua
ruangan yang terkait dengan pengelolaan peralatan kesehatan diharapkan dapat
memahami dan melaksanakannya sesuai dengan bidang tugas masing
masing.
Agar peraltan kesehtan dapat dikelola dengan baik, kami menyusun
pedoman Pengelolaan Peralatan Kesehatan di Puskesmas Gayaman:.
Pedoman ini diharapkan dapat memberikan arahan dalam pengelolaan peralatan
kesehatan sehingga dapat melaksanakan pelayanan kesehatan secara efektif
dan efisien yang sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan kepada
masyarakat serta memenuhi kaidah dan standar sebagi pedoman peralatan
kesehatan yang baik dan benar.

B. TUJUAN
Tujuan dibuatnya pedoman ini adalah :
1. Manajemen dan penanggungjawab/pengelola unit pelayanan, teknisi serta
operator di Puskesmas Gayaman mampu melakukan pengolahan peralatan
dengan baik sesuai dengan tanggung jawabnya masing masing.
2. Memastikan tersedianya peralatan kesehatan yang aman, bermutu dan laik
pakai serta efisien di Puskesmas sehingga meminimalkan resiko yang terkait
dengan penggunaan peralatan kesehatan tersebut.
C. SASARAN
Sasaran dari penyusunan pedoman ini adalah :
1. Penanggung jawab pengurus dan peyimpan barang di Puskesmas Gayaman.
2. Perencana peralatan kesehatan di Puskesmas Gayaman.

D. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup pedoman ini diperuntukkan bagi semua peralatan kesehatan di
Puskesmas Gayaman.
BAB II
PERENCANAAN DAN PENGADAAN

Tujuan perencanaan dan pengadaan peralatan medis adalah :


1. Diperolehnya kebutuhan jenis, spesifikasi teknis dan jumlah perlatan medis.
2. Diperolehnya perbandingan spesifikasi teknis, fungsi, aksesori.
3. Diperolehnya perbandingan harga peralatan medis.
4. Diperolehnya perbandingan biaya pemeliharaan seama usia teknis.
5. Diperolehnya peralatan medis yang bermutu, aman dan laik pakai.
Untuk menjamin keselamatan pasien, manajemen dituntut dalam proses
perencanaan dan pengadaan peralatan medis yang komprehensif dan
berkesinambungan, untuk mendapatkan perencanaan dan pengadaan yang
berkesinambungan dibutuhkab komitmen dalam menerapkan perencanaan.

A. PERENCANAAN
Perencanaan adalah suatu proses untuk menetukan kebutuhan terkait jenis,
spesifikasi dan jumlah peralatan medis sesuai dengan kemampuan
pelayanan/klasifikasi Puskesmas Gayaman. Perencanaan peralatan medis tertentu
membutuhkan perncanaan kebutuhan ruangan untuk penempatan peralatan
medis, tenaga medis dan pasien serta instalsi medik meliputi perencanaan
peralatan medis di Puskesmas Gayaman membutuhkan keterlibatan tenaga teknis
peralatan medis, tenaga medis, keperawatan, tenaga teknis sarana dan prasarana
dan manajemen.

B. PENGANGGARAN
Anggaran dan keuangan untuk pemenuhan , penggantian atau pegembangan,
peralatan medis di Puskesmas Gayaman disesuaikan dengan kebutuhan perlatan
medis di Puskesmas Gayaman anggaran bisa bersumber dari :
1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
2. Anggaran dan JKN.
3. Anggaran lain sumber (bantuan hibah dan lain lain).

C. PENGADAAN
Pengadaan peralatan medis di Puskesmas Gayaman dilakukan sesuai kebutuhan
pelayanan.
BAB III
INSTALASI DAN PENERIMAAN PERALATAN MEDIS

A. INSTALASI
Instalasi adalah proses pemasangan peralatan medis ke tempatnya. Proses
terkait lainnya dalah pengiriman, penyimpanan dan penempatan barang yang dibeli.
Untuk mendukung penggunaan peralatan medis agar dapat digunakan secara
efisien, instalasi dilakukan semaksimal mungkin.
Penerimaan peralatan medis adalah proses melalui proses penerimaab secara fisik
dan administratif, uji coba dan uji fungsi untk emastikan bahwa peralatan medis itu
sesuai dengan spesifikasi dan kontrak, berfungis dengan baik sebelum digunakan
dalam rangka menjamin tersedianya peralatan medis yang bermutu, aman dan laik
pakai.

B. PENERIMAAN
Penerimaan peralatan medis adalah proses melalui proses penerimaan secara
fisik dan administratif, uji fungsi dan uji coba untuk memastikan , bahwa peralatan
medis itu sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak, berfungsi dengan baik sebelum
digunakan dalam rangka menjamin tersedianya peralatan medis yang bermutu,
aman dan laik pakai.
1. Langkah langkah setelah penerimaan alat
a. Pencatatan peralatan medis.
Semua perangkat baru akan ditempatkan pada daftar aset peralatan oleh
petugas atau staf yang bertanggung jawab dan ditunjuk.
b. Perencanaan pemeliharaan Preventif
Semua pengguna dan tenaga teknis diberitahu tentang prosedur
pemeliharaan yang tepat, termsuk waktu harus dilakukan pengujian, kalibrasi
dan perawatan peraltan medis.
c. Cara Penangganan peralatan medis
Informasi untuk pengguna dan tenaga teknis untuk penanganan dan
penyimpanan peralatan medis, pentingnya memastikan peralatan medis,
pentingnya memastikan semua aksesori lengkap dan tersedia dan
bimbingan tentang bagaimana baterai internal harus diisi ulang.
BAB IV
PENGOPERASIAN

Dalam kenyataan sehari hari sering dikelhkan bahwa alat rusak atau tidak
dapat digunakan sebagaimana mestinya, namun setelah dilakukan pemeriksaan
ternyata atau keluhan bukan disebabkan karena kerusakan fungsi alat tetapi adanya
setting yang tidak sesuai dengan kesalahan operasional.
Untuk menagantisipasi hal tersebut, maka pemahaman cara pengoperasian
peralatan medis harus benar benar dipahami dan dipelajari, sehingga alat dapat
digunakan secara benar dan mengurangi keluhan kerusakan alat. Kesalahan dalam
pengoperasian suatu peralatan medis dapat mengakibatkan kerusakan peralatan, hasil
pemeriksaan tidak seperti yang diharapkan bahkan terkadang dikarenakan kesalahan
pengoperasian, harus dilakukan pemeriksaan ulang yang berakibatadanya inefisiensi
dan ketidakpuasan pelanggan. Agar hal hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi,
maka ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengoperasian suatu
peralatan medis.
A. PELAKSANAAN PENGOPERASIAN PERALATAN MEDIS
Dalam pengoperasian peralatan medis, semua prosedur prosedur yang
berhubungan dengan pengoperasian harus menjadi perhatian. Langkah langkah
prosedur harus diikuti secara berurutan mulai dari awal pengoperasian, pada saat
mulai terpasang ke pasien sampai alat dilepas dari pasien dan lat dikembalikan di
tempat semula. Dalam pelaksanaan pengoperasian peralatan medis, perhatikan :
1. Protap pelayanan yang berlaku
2. Hubungan antara peralatan medis dan pasien
3. Pengoperasian alat pada saat dilakukan tindakan
4. Pengawasan terhadap fungsi dan suplier.

B. PENGEMASAN / PENYIMPANAN
Setelah peralatan medis selesai digunakan, dilakukan kegiatan
pengemasan/perapian, dimana kegiatan ini sangat berpengaruh terhadap usia
peralatan medis, kegiatan pengemasan/perapian meliputi :
1. Mematikan peralatan medis sesuai prosedur.
2. Melepaskan hubungan peralatan medis dari catu daya .
3. Membersihkan peralatan medis maupun aksesoris yang habis dipakai.
4. Meletakkan peralatan medis di tempatnya.
5. Mencatat beban kerja peralatan medis.
BAB V
PEMELIHARAAN

Peralatan medis adalah merupakan investasi yang besar di fasilitas pelayanan


kesehatan serta memerlukan biaya pemeliharaan. Penting bagi fasilitas pelayanan
kesehatan memiliki program pemeliharaan terencana untuk menjaga peralatan medis
agar aman, bermutu dan laik pakai. Adanya pemeliharaan peralatan medis diharapkan
juga akan memperpanjang usia pakai peralatan medis.
Program pemeliharaan peralatan medis yang efektif terdiri dari perencanaan
yang memadai, manajemen dan pelaksanaan. Perencanaan mempertimbangkan
sumberdaya keuangan, fasilitas dan SDM yang memadai. Program pemeliharaan
peralatan medis harus berkesinambungan tak terputus dan dikelola agar pelayanan
kesehatan meningkat.
Pemeliharaan peralatan medis dapat dibagi menjadi 2 kategori utama yaitu :
1. Inspeksi dan pemeliharaan preventif ( IPM )
2. Pemeliharaan korektif / Corrective Maintenance (CM)
IPM mencakup semua kegiatan yang dijadwalkan untuk memastikan fungsi peralatan
dan mencegah kerusakan atau kegagalan. Inspeksi adalah kegiatan terjadwal yang
diperlukan untuk memastikan peralatan medis berfungsi dengan benar. Ini mencakup
pemeriksaan kinerja dan keselamatan. Kegiatan inspeksi dapat dilakukan bersamaan
dengan kegiatan pemeliharaan preventif, pemeliharaan korektif atau kalibrasi, tetapi
juga dapat dilakukan tersendiri yang dijadwalkan pada interval tertentu.
Pemeliharaan preventif (PP) adalah kegiatan pemeliharaan yang dilakukan
secara terjadwal, untuk memperpanjang umur peralatan dan mencegah kegagalan
(yaitu dengan kalibrasi, penggantian bagian, pelumasan, pembersiahn, dll).
A. PENGUJIAN DAN KALIBRASI
Pengujian alat kesehatan adalah merupakan keseluruhan tindakan meliputi
pemeriksaan fisik dan pengukuran untuk menentukan karakteristik alat kesehatan,
sehingga dapat dipastikan kesesuaian alat kesehatan terhadap keselamatan kerja
dan spesifikasinya. Kalibrasi alat kesehatan bertujuan untuk menjaga kondisi alat
kesehatan agar tetap sesuai dengan upplier besaran pada spesifikasinya. Dengan
adanya kalibrasi maka akurasi, ketelitian dan keamanan alat kesehatan dapat
dijamin sesuai besaran yang tertera/diabadikan pada alat kesehatan yang
bersangkutan.
Pengujian dan kalibrasi wajib dilakukan terhadap alat kesehatan dengan kriteria :
1. Belum memiliki sertifikat dan tanda lulus pengujian atau kalibrasi.
2. Masa berlaku sertifikat dan tanda lulus pengujian atau kalibrasi elah habis.
3. Diketahui penunjukannya atau keluarannya atau kinerjanya atau keamanananya
tidak sesuai lagi, walaupun sertifikat dan tanda masih berlaku.
4. Telah mengalami perbaikan, walaupun sertifikat dan tanda masih berlaku.
5. Telah dipindahkan bagi yang memerlukan instalasi, walaupun sertifikat dan tanda
masih berlaku.
6. Atau jika tanda laik pakai pada alat kesehatan tersebut hilang atau rusak,
sehingga tidak dapat memberikan informasi yang sebenarnya.
Pengujian dan kalibrasi bertujuan untuk :
a. Memastikan kesesuaian karakteristik terhadap spesifikasi dari suatu bahan
ukur atau instrument.
b. Menentukan deviasi kebenaran konvensional nilai penuunjukan suatu besaran
ukur atau deviasi dimensi nominal yang seharusnya untuk suatu bahan ukur.
c. Menjamin hasil hasil pengukuran sesuai dengan Standar Nasional maupun
Internasional.
Sedangkan manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan pengujian dan kalibrasi
adalah kondisi alat ukur dan bahan ukur tetap terjaga sesuai dengan
spesifikasinya. Alat kesehatan ynag lulus kalibrasi akan mendapatkan sertifikat
klaibrasi serta tanda laik pakai, demikian juga alat kesehatan yang lulus uji akan
mendapatkan sertifikat pengujian/kalibrasi dan tanda laik pakai. Alat kesehatan
yang tidak lulus uji kalibrasi dan atau uji akan mendapatkan tanda tidak lisk pakai
dan tidak boleh digunakan di pelayanan.
Sertifikat, Tanda Laik Pakai dan Tanda Tidak Laik Pakai dikeluarkan oleh Balai
Pengamanan Fasilitas Kesehatan, loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan dan
Institusi Pengujian fasilitas kesehatan yang berwenang.

B. PELAKSANA PEMELIHARAAN
1. Pemeliharaan inhouse oelh teknisi yang terlatih
Sebagian besar masalah pada peralatan medis yang relatif sederhana dan
dapat diperbaiki oleh teknisi yang terlatih. Inspeksi dan perbaikan ringan
memerlukan biaya rendah. Vendor harus menyediakan pelatihan untuk
teknisi pada saat instalasi dan penerimaan peralatan medis.
Ada 3 tingkat pemeliharaan yang umum dilakukan :
a. Level 1, Pengguna (lini pertama)
Pengguna atau teknisi akan membersihkan filter, periksa sekering,
periksa daya dll tanpa membuka unit peralatan medis dan tanpa
memindahkan dari tempatnya.
b. Level 2, Teknisi
Dianjurkan untuk memanggil teknisis ketika lini pertama pemeliharaan
tidak dapat menggunakan alat atau ketia cek enam bulan sekali.
c. Level 3, Teknisi Khusus
Peralatan seperti CT Scanner, MRI dll perlu teknisi khusus yang dilatih
untuk peralatan tersebut. Mereka umumnya bekerja di pihak ketiga
atau perusahaan vendor.
2. Pemeliharaan oleh produsen atau pihak ketiga
Untuk peralatan khusus dan canggih, vendor harus menyediakan jasa
pemeliharaan melalui kombinasi jasa on call dan kontrak pemeliharaan yang
dinegosiasikan pada saat pembelian.

C. BIAYA PEMELIHARAAN
Peralatan dapat terus digunakan pada tingkat kinerja optimal jika secara
teratur dilakukan pemeliharaan. Oleh karena itu perlu untuk merencanakan biaya
tahunan untuk pemeliharaan untuk peralatan medis baik preventif maupun
korektif. Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan pemeliharaan suatu
peralatan medis akan meningkat setiap tahun, sesuai dengan peningkatan usia
pakai dari peralatan bersangkutan.
Bagian utama dalam merencanakan kebutuhan biaya pemeliharaan
adalah tersedianya data yang sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari
penyusunan anggaran pemeliharaan adalah untuk memperkirakan biaya yang
dibutuhkan untuk memelihara dan memperbaiki peralatan medis, sehingga dapat
memastikan bahwa peralatan medis dapat berfungsi dengan baik. Sangatlah
penting dalam membuat perkiraan yang seefektif mungkin.

D. PENYUSUNAN PROGRAM PEMELIHARAAN


Dalam menyusun perencanaan IPSRS harus memiliki daftar inventaris peralatan,
selain itu harus memperhatikan kemampuan teknis yang meliputi :
1. Sumber Daya Manusia (jumlah teknisis, kemampuan teknis, pelatihan yang
pernah diikuti, pengalaman kerja).
2. Fasilitas kerja.
3. Dokumen teknis.
Penyusunan perencanaan untuk 1 tahun ke depan meliputi :
a) Jadwal pemantauan fungsi pealatan medis .
b) Jadwal pemeliharaan berkala peralatan medis.
c) Penyiapan bahan pemeliharaan yang diperlukan untuk setiap alat selama 1
tahun.
d) Penyiapan suku cadang / aksesori yang diperlukan untuk perbaikan peralatan
medis yang mengalami kerusakan (pemeliharaan korektif terencana).
e) Penyiapan usulan rencana anggaran.
BAB VI
INVENTORI DAN DOKUMENTASI PEMELIHARAAN PERALATAN MEDIS

Inventori peralatan medis merupakan data detail peralatan medis yang berkaitan
dengan aspek teknis maupun adminsitrasi setiap tipe/model peralatan medis, inventori
harus selalu dikelola/update sehingga data yang terdapat dalam inventori merupakan
kondisi terkini. Inventori dapat memberikan nformasi sebagai berikut :
1. Technical assesment, merek dan tipe peralatan beserta jumlah dan status
kondisi peralatan.
2. Memberikan informasi dasar untuk pengelolaan aset, termasuk membantu
penjadwalan pemeliharaan preventif, penelusuran pemeliharaan, perbaikan dan
penarikan kembali/recall.
3. Memberikan informasi keuangan guna mendukung penilaian budget dan
ekonomi.
BAB VII
PENARIKAN (RECALL) DAN PENGHAPUSAN PERALATAN MEDIS

Produksi alat kesehatan tidak berbeda dengan produksi industri lainnya,


walaupun telah melalui Quality Control (QC) tetapi tidak menjamin bahwa produk
tersebut sempurna. Suatu kekurangan pada produk alat kesehatan baik pada kulaitas
maupun keamanan sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi atau tujuannya, dapat
menyebabkan gangguan bahkan kegagalan dalam pelayanan kesehatan yang
berdampak pada gangguan kesehatan bahkan kematian. Jika kekurangan tersebut
diketahui setelah dipasarkan atau digunakan konsumen, maka produk bersangkutan
akan ditarik oleh Perusahaan yang bertanggung jawab terhadap peredaran alat
tersebut.

A. PENGHAPUSAN PERALATAN MEDIS


Peralatan medis yang dimiliki oleh institusi pemerintah adalah kekayaan negara,
karena itu peralatan medis dicatat pada akuntansi kekayaan negara. Setiap
penambahan peralatan medis yang memenuhi persyaratan akuntansi, akan
menambah kekayaan negara demikian juga pada saat pengurangan peralatan
medis , akan mengurangi kekayaan negara. Pengurangan kekayaan negara
dapat dilakukan dengan melakukan penghapusan peralatan medis agar
pemanfaatan peralatan medis di Rumah Sakit efektif dan efisien serta
penatausahaan Barang dari tanggung jawab administrasi dan fisik barang yang
berada dalam penguasaannya.
Peralatan medis dihapuskan apabila memenuhi antara lain :
1. Persyaratan teknis :
a. Secara fisik alat kesehatan tidak dapat digunakan karena rusak , dan tidak
ekonomis bila diperbaiki.
b. Secara teknis barang tidak dapat digunakan lagi akibat modernisasi.
c. Alat kesehatan telah melampaui batsa usia teknis/kadaluarsa.
d. Alat kesehatan mengalami perubahan dalam spesifikasi karena
penggunaan, seperti terkikis, aus dan lain lain sejenisnya.
2. Secara ekonomis lebih menguntungkan bagi negara apabila alat kesehatan
dihapus, karena biaya operasional dan pemeliharaan alat kesehatan lebih
besar dari manfaat yang diperoleh.
3. Alat kesehatan hilang atau dalam kondisi kekurangan perbendaharaan .
Penghapusan peralatan medis dari daftar barang pengguna dana /atau daftar
barang kuasa pengguna barang dlakukan sesuai persyaratan administrasi
dan peraturan yang berlaku.