Anda di halaman 1dari 3

Hambatan Kawat Penghantar dan sebaliknya, semakin kecil beda potensial yang konduktor dan berbanding terbalik dengan

ktor dan berbanding terbalik dengan luas


Rangkaian Hambatan diberikan, semakin kecil arus listrik yang penampang atau kuadrat jari-jari (diameter)
Hambatan Kawat Penghantar dihasilkan. Ohm mendefinisikan bahwa hasil konduktor. Hal ini menunjukkan bahwa semakin
besar hambatan suatu kawat penghantar. Sebanding perbandingan antara beda potensial/tegangan listrik panjang konduktornya, semakin besar hambatan
dengan panjang kawat penghantar. artinya makin dan arus listrik disebut hambatan listrik. Secara listriknya. Di lain pihak, semakin besar luas
panjang penghantar, makin besar hambatannya, 2. matematis ditulis sebagai berikut. penampangnya atau semakin besar jari-jari
Bergantung pada jenis bahan kawat (sebanding R=V/I penampangnya, hambatan listrik konduktor
dengan hambatan jenis kawat), dan 3. berbanding dengan: R = hambatan listrik (ohm; ), semakin kecil. Selain itu, Persamaan ini juga
terbalik dengan luas penampang kawat, artinya V = tegangan atau beda potensial listrik (volt; V), menunjukkan bahwa hambatan listrik konduktor
makin kecil luas penampang, makin besar dan bergantung pada hambatan jenis konduktor.
hambatannya. Jika panjang kawat dilambangkan , I = kuat arus listrik (ampere; A). Semakin besar hambatan jenis konduktor, semakin
hambatan jenis , dan luas penampang kawat A. sering juga ditulis dalam bentuk besar hambatannya. Konduktor yang paling baik
Secara matematis, besar hambatan kawat dapat V = IR .. (84) adalah konduktor yang hambatan jenisnya paling
ditulis : dan dikenal sebagi hukum Ohm. Atas jasa-jasanya, kecil. Di lain pihak, bahan yang hambatan jenisnya
nama ohm kemudian dijadikan sebagai satuan paling besar merupakan isolator paling baik.
hambatan, disimbolkan . Hambatan jenis konduktor bergantung pada
Gambar 5.5 di samping menunjukkan tentang suhunya. Semakin tinggi suhunya, semakin tinggi
Nilai hambatan suatu penghantar tidak bergantung grafik kuat arus I sebagai fungsi beda potensial V. hambatan jenis konduktor dan semakin tinggi pula
pada beda potensialnya. Beda potensial hanya Pada Gambar 5.5 jika suatu bahan penghantar hambatan konduktor tersebut. Pengaruh suhu
dapat mengubah kuat arus yang melalui penghantar menghasilkan grafik kuat arus I sebagai fungsi, terhadap hambatan konduktor dapat dituliskan
itu. Jika penghantar yang dilalui sangat panjang, beda potensial V nya tidak membentuk garis lurus, dalam persamaan berikut.
kuat arusnya akan berkurang. Hal itu terjadi karena penghantarnya disebut komponen non-ohmik. R=Ro (1+t) . (87)
diperlukan energi yang sangat besar untuk Untuk bahan penghantar yang menghasilkan grafik dengan: R = hambatan konduktor pada suhu t oC,
mengalirkan arus listrik pada penghantar panjang. kuat arus I sebagai fungsi, beda potensial V-nya R0 = hambatan konduktor pada suhu t0 oC,
Keadaan seperti itu dikatakan tegangan listrik membentuk garis lurus, penghantarnya disebut = koefisien suhu hambatan jenis (/oC), dan
turun. Makin panjang penghantar, makin besar pula komponen ohmik. t = t - t0 = selisih suhu (oC).
penurunan tegangan listrik. Hambatan Listrik Konduktor Hukum OHM dikemukakan oleh seorang fisikawan
Rangakain Hambatan Pernahkah Anda memperhatikan laju kendaraan di dari Jerman, Georage Simon Ohm pada tahun
Rangkaian Seri jalan raya? Di jalan seperti apa sebuah mobil dapat 1825. Kemudian Hukum Ohm dipublikasikan pada
Berdasarkan hukum Ohm: V = IR, pada hambatan melaju dengan cepat? Ada beberapa faktor yang tahun 1827 melalui sebuah paper yang berjudul
R1 terdapat teganganV1 =IR1 dan pada hambatan memengaruhinya, di antaranya lebar jalan, jenis The Galvanic Circuit Investigated
R2 terdapat tegangan V2 = IR 2. Karena arus listrik permukaan jalan, panjang jalan dan kondisi jalan. Mathematically.
mengalir melalui hambatan R1 dan hambatan R2, Jalan dengan kondisi sempit dan berbatu akan
tegangan totalnya adalah VAC = IR1 + IR2. mengakibatkan laju mobil menjadi terhambat. Hukum OHM merupakan hukum yang menentukan
Mengingat VAC merupakan tegangan total dan Sebaliknya, jalan yang lebar dan beraspal mulus hubungan antara beda potensial dengan arus
kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian dapat mengakibatkan laju mobil mudah dipercepat. listrik. George Simon Ohm menemukan bahwa
seperti di atas (rangkaian tak bercabang) di setiap Demikian pula, panjang jalan akan memengaruhi perbandingan antara beda potensial di suatu beban
titik sama maka seberapa cepat mobil dapat melaju. Ketika mobil listrik dengan arus listrik yang mengalir pada beban
VAC = IR1 + IR2 dapat melaju dengan cepat, dapat dikatakan bahwa listrik tersebut menghasilkan angka yang konstan.
I R1 = I(R1 + R2) hambatan jalannya kecil dan sebaliknya, ketika laju Konstanta ini kemudian dinamakan dengan
R1 = R1 + R2 ; R1 = hambatan total mobil menjadi lambat karena faktor jalan, dapat hambatan listrik atau Resistansi (R). Untuk
Rangkaian seperti di atas disebut rangkaian seri. dikatakan bahwa hambatan jalannya besar. Kuat menghargai jasanya maka satuan hambatan
Selanjutnya, R1 ditulis Rs (R seri) sehingga Rs = arus listrik dapat dianalogikan dengan laju mobil di dinamakan dengan OHM ().
R1 + R2 ++Rn, dengan n = jumlah resistor. Jadi, atas. Kuat arus listrik akan kecil ketika melalui Bunyi Hukum Ohm
jika beberapa buah hambatan dirangkai secara seri, konduktor yang luas penampangnya kecil, Hukum Ohm Berbunyi : Kuatnya arus listrik yang
nilai hambatannya bertambah besar. Akibatnya, hambatan jenisnya besar, dan panjang. Sebaliknya, mengalir pada sauatu beban listrik sebanding lurus
kuat arus yang mengalir makin kecil. Hal inilah kuat arus listrik akan besar ketika melewati dengan tegangan listrik dan berbanding terbalik
yang menyebabkan nyala lampu menjadi kurang konduktor yang luas penampangnya kecil, dengan hambatan.
terang (agak redup) jika dirangkai secara seri. hambatan jenisnya besar, dan pendek. Ketika kuat Berikut contoh rangkaian Hukum Ohm:
Makin banyak lampu yang dirangkai secara seri, arus listrik kecil, berarti hambatan konduktornya Rangkaian Hukum Ohm
nyalanya makin redup. Jika satu lampu mati besar dan sebaliknya, ketika kuat arusnya besar, V = Tegangan listrik yang terdapat pada kedua
(putus), lampu yang lain padam. berarti hambatan konduktornya kecil. Bukti ujung penghantar dalam satuan volt (V).
Rangakaian Paralel percobaan menunjukkan bahwa luas penampang, I = Arus listrik yang mengalir pada suatu
dalam rangkaian paralel, nilai hambatan total (Rp) hambatan jenis, dan panjang konduktor merupakan penghantar dalam satuan Ampere (A).
lebih kecil dari pada nilai masing-masing hambatan faktor-faktor yang menentukan besar kecilnya R = nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat
penyusunnya (R1 dan R2). Oleh karena itu, hambatan konduktor itu sendiri. Secara matematis, pada suatu penghantar dalam satuan Ohm ()
beberapa lampu yang disusun secara paralel sama hambatan listrik sebuah konduktor dapat ditulis Penjelasan:
terangnya dengan lampu pada intensitas normal sebagai berikut. Berdasarkan hukum Ohm, 1 Ohm didefinisikan
(tidak mengalami penurunan). Jika salah satu R = l/A sebagai hambatan yang digunakan dalam suatu
lampu mati (putus), lampu yang lain tetap menyala. dengan:R = hambatan listrik konduktor ( ), rangkaian yang dilewati kuat arus sebesar 1
Hukum Ohm dan Hambatan Listrik pada Kawat = hambatan jenis konduktor (m), Ampere dengan beda potensial 1 Volt. Oleh karena
Penghantar- Seperti telah dijelaskan sebelumnya l = panjang konduktor (m), dan itu, kita dapat mendefinisikan pengertian hambatan
bahwa arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke A = luas penampang konduktor (m2). yaitu perbandingan antara beda potensial dan kuat
potensial rendah. Dengan kata lain, arus listrik Suatu kawat penghantar memiliki hambatan listrik arus. Semakin besar sumber tegangan maka
mengalir karena adanya beda potensial. Hubungan R yang sering disebut juga resistensi. Jika semakin besar arus yang dihasilkan. Jadi, besar
antara beda potensial dan arus listrik kali pertama penampang konduktor berupa lingkaran dengan kecilnya hambatan listrik tidak dipengaruhi oleh
diselidiki oleh George Simon Ohm (17871854). jari-jari r atau diameter d, luas penampangnya besar tegangan dan arus listrik tetapi dipengaruhi
Beda potensial listrik disebut juga tegangan listrik. memenuhi persamaan A = d2 sehingga oleh panjang penampang, luas penampang dan
Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa arus Persamaan diatas dapat juga ditulis jenis bahan. Hambatan dipengaruhi oleh 3 faktor
listrik sebanding dengan beda potensial. Semakin R = (4l) / (d2) yaitu panjang, luas dan jenis bahan. Hambatan
besar beda potensial listrik yang diberikan, semakin Persamaan ini menunjukkan bahwa hambatan berbading lurus dengan panjang benda, semakin
besar arus listrik yang dihasilkan. Demikian juga listrik konduktor sebanding dengan panjang panjang maka semakin besar hambatan suatu
benda. Hambatan juga berbading terbalik dengan (H2SO4), dan larutan basa (NaOH). Sedangkan
luas penampang benda, semakin luas penghantar listrik yang tidak baik disebut isolator.
penampangnya maka semakin kecil hambatannya. Contohnya adalah mika, plastik, alkohol, minyak
Inilah alasan mengapa kabel yang ada pada tiang Keterangan: tanah, karet, dan larutan gula. Benda yang dapat
listrik dibuat besar-besar, tujuannya adalah untuk I = Besar arus yang mengalir pada penghantar => berfungsi sebagai konduktor atau isolator
memperkecil hambatan sehingga tegangan bisa dengan satuan Volt disebabkan perlakuan yang diberikan kepadanya
mengalir dengan mudah. Hambatan juga V = Besar tegangan pada penghantar => dengan disebut semikonduktor. Contohnya adalah selenium
berbanding lurus dengan jenis benda (hambatan satuan Volt (Se), Silikon (Si), dan germanium (Ge).
jenis) semakin besar hambatan jenisnya maka R = Besar hambatan => dengan satuan Ohm
semakin besar hambatan benda itu. 1. Hambatan adalah perlawanan yang dilakukan
Penerapan Hukum Ohm Berdasarkan patokan rumus diatas maka kita bisa suatu bahan terhadap aliran arus searah, besarnya
Berikut ini contoh penerapan Hukum Ohm untuk mencari Nilai I, V, dan R pada suatu rangkaian sama dengan penurunan tegangan pada bahan
menghidupkan lampu LED. listrik. Untuk mencari R, caranya cukup dengan tersebut dibagi arus yang melaluinya. Wujud dari
Penerapan Hukum Ohm menggunakan logika berdasarkan rumus diatas. hambatan ini berupa peralatan listrik, nilai
Menghitung Resistor Seri Misal jika 5=10/2, maka 10=5X2 dan 2=10/5. hambatan pada kawat penghantar atau memang
Pada rangkaian beberapa resistor yang disusun seri, Berdasarkan logika tersebut untuk mencari V komponen yang sengaja dipasang pada rangkaian
maka dapat diperoleh nilai resistor totalnya dengan rumusnya adalah V=I X R sedangkan untuk listrik. Hambatan disimbolkan dengan R, dengan
menjumlah semua resistor yang disusun seri mencari nilai R digunakan rumus R=V/I. satuan ohm ()
tersebut. Hal ini mengacu pada pengertian bahwa 2. Penghambat/resistor adalah alat yang dibuat
nilai kuat arus disemua titik pada rangkaian seri Contoh soal: untuk menghasilkan hambatan. Hambatan dari
selalu sama. Suatu rangkaian listrik tertutup diberi sumber resistor berfungsi sebagai pengatur beda
Menghitung Resistor Paralel tegangan sebesar 10 Volt, jika Arus yang mengalir potensial/arus listrik. Berdasarkan bahan utamanya
Pada rangkaian beberapa resistor yang disusun pada rangkaian tersebut adalah 2 Ampere resistor dibagi menjadi 2 yaitu, resistor karbon dan
secara paralel, perhitungan nilai resistor totalnya berapakah nilai tahanan bebannya? resistor kumparan. Berdasarkan nilai yang
mengacu pada pengertian bahwa besar kuat arus dihasilkan, resistor dibagi menjadi beberapa
yang masuk ke percabangansama dengan besar Jawab, menggunakan hukum Ohm. macam diantaranya fixed resistor, resistor yang
kuat arus yang keluar dari percabangan (I in = I hambatannya dapat diubah, potensio, LDR, dan
out). Dengan mengacu pada perhitungan Hukum R=V/I => V=10/2= 5 Ohm Jadi besarnya thermal resistor.
Ohm maka dapat diperoleh rumus sebagai berikut. hambatan listrik pada rangkaian tersebut adalah 5 3. Rangkaian penghambat seri adalah dua
Menghitung Kapasitor Seri Ohm. hambatan atau lebih yang disusun secara berurutan
Pada rangkaian kapasitor yang disusun seri maka dan tak bercabang. Kuat arus yang mengalir di
nilai kapasitor totalnya diperoleh dengan setiap titiknya sama besar. Tujuan rangkaian seri
perhitungan berikut. Hambatan dirangkai Seri adalah untuk memperbesar hambatan dan membagi
Menghitung Kapasitor Paralel Untuk hambatan yang dirangkai secara seri beda potensial. Hambatan pada rangkaian seri
Pada rangkaian beberapa kapasitor yang disusun besarnya tahanan pengganti adalah jumlah dari dapat di tentukan dengan rumus Rs = R1 + R2 +
secara paralel maka nilai kapasitor totalnya adalah besarnya tahanan dari masing-masing beban. Misal R3 +
penjumlahan dari semua nilai kapasitor yang R1=1 Ohm, R2=7 Ohm, dan R3=7 Ohm. Besarnya Rangkaian penghambat paralel adalah dua
disusun paralel tersebut. tahanan pengganti adalah R1+R2+R3= 1+7+7 = 15 hambatan atau lebih yang disusun secara
Rangkaian Kapasitor Paralel Ohm. berdampingan, bercabang, dan memiliki lebih dari
Fungsi Hukum Ohm satu jalur listrik. Rangkaian paralel bertujuan untuk
Fungsi utama dari Hukum Ohm adalah untuk Hambatan dirangkai pararel membagi arus listrik.
mengetahui hubungan tegangan dan kuat arus serta Untuk hambatan yang dirangkai secara pararel Rangkaian kombinasi adalah rangkaian gabungan
dapat digunakan untuk menentukan suatu hambatan besarnya tahanan pengganti dirumuskan dengan dari rangkaian penghambat seri dan rangkaian
beban listrik tanpa menggunakan alat ukur 1/Rtotal = 1/R1+1/R2+1/R3. Misal tiga buah beban penghambat paralel
Ohmmeter. listrik masing-masing berturut-turut memiliki Pengertian Hambatan Jenis - Di dalam bohlam
Sejarah tahanan 1 Ohm, 3 Ohm dan 6 Ohm. Besarapakah terdapar filamen (semacam kawat tipis) yang
Ohm memiliki lambang "", dinamakan dengan besarnya tahanan penggantinya? 1/Rtotal = menyala, jika dialiri arus listrik. Sementara itu,
hukum Ohm karena ditemukan oleh George Ohm 1/1+1/3+1/6=6/6+2/6+1/6=9/6, Rtotal= 6/9 Ohm = pada setrika listrik terdapat batang besi yang akan
beliau adalah seorang ilmuan fisika (fisikawan). 6,66 Ohm memanas jika dialiri arus listrik. Sedangkan pada
George Ohm memiliki nama lengkap George kompor listrik terdapat kumparan (kawat yang
Simon Ohm, beliau lahir pada 16 maret 1789 Note: Hambatan sama dengan Tahanan, hambatan digulun, yang juga akan memanas jika dialiri arus.
dengan kenegaraan Jerman. Ohm dijadikan sebagai pengganti adalah jumlah hambatan dalam suatu Filamen pada bohlam, besi pada setrika listrik, dan
satuan hambatan listrik untuk mengenang jasa rangkaian. Suatu rangkaian hambatan bisa kumparan pada kompor listrik berfungsi sebagai
beliau. dirangkai secara seri dan pararel, untuk rangkaian hambatan listrik, atau disebut penghambat
seri besarnya hambatan pengganti adalah jumlah (resistor). Sebagai penghambat, ketiganya tentu
Pengertian dari keseluruhan hambatan sedangkan untuk mempunyai besar hambatan tertentu atau disebut
Hukum Ohm merupakan sebuah teori yang rangkaian pararel besarnya hambatan pengganti resistansi. Resistansi atau hambatan disimbolkan
membahas mengenai hubungan antara Tegangan adalah 1/Rtotal=1/R1=1/R2+1/R3+1/R4+...... dengan R dan mempunyai satuan ohm (). Dalam
(Volt), Arus (Ampere), dan Hambatan listrik dalam Jumat, 29 Januari 2010 rangkaian, resistansi digambarkan seperti Gambar
sirkuit (Ohm). 1 Ohm adalah hambatan listrik yang Hambatan Jenis berikut.
menyebabkan perbedaan satu volt saat arus sebasar Hambatan jenis (resistivitas) adalah faktor Perhatikan sekali lagi filamen dan beberapa bola
1 Ampere mengalir. kesebandingan (merupakan ciri khas suatu bahan) lampu dengan besar tegangan yang berbeda
antara R bahan tersebut dan panjangnya pada arah (misalnya, lampu 5 V, 20 V, dan 40 V). Jika teliti
Bunyi hukum Ohm: "Kuat arus listrik pada suatu arus yang melewati (l), serta kebalikan luas A. dalam mengamati, akan menemukan bahwa flamen
beban listrik berbanding lurus dengan tegangan dan Nilai hambatan jenis berbeda untuk masing-masing lampu dengan tegangan terkecil (5 V) lebih
berbanding terbalik dengan hambatan". zat. panjang daripada flamen lampu 20 V atau 40 V.
Berdasarkan nilai hambatan jenis, sebuah benda Karena tegangan berbanding lurus dengan
Lambang dari hambatan adalah R, lambang dari dapat dikelompokkan menurut kemampuannya hambatan (akan kita babas kemudian), maka
Arus adalah I, dan lambang dari tegangan adalah menghantarkan listrik. Penghantar listrik yang baik semakin panjang filamen, berarti hambatannya
V. Berdasarkan hukum Ohm diatas maka bisa disebut konduktor. Contohnya adalah tembaga, semakin kecil. Selain dipengaruhi panjang filamen
diambil rumus sebagai berikut ini; besi, emas, larutan garam (NaCl), larutan asam (dalam hal umum disebut penghantar), besarnya
hambatan juga dipengaruhi oleh hambat jenis
penghantar dan luas penampang penghantar.
Huhungan antara hambatan dengan faktor yang
memengaruhinya dinyatakan dengan persamaan
berikut.
R = L/A
Keterangan:
R = Hambatan ()
= hambat jenis (/m)
l = panjang kawat (m)
A = luas penampang kawat (m2)
Hambatan jenis diartikan sebagai besar hambatan
dari sebuah penghantar dengan panjang 1 m dan
luas 1 m2. Setiap bahan penghantar mempunyai
nilai hambatan jenis tertentu. Pada umumnya,
hambatan jenis suatu bahan akan berubah jika
suhunya naik. Sebagai contoh, hambatan filamen
lampu pijar akan bertambah lebih dari 10 kali lipat,
jika suhunya berubah dan 20C ke suhu pijar
1.800C.
Perubahan hambatan jenis akibat kenaikan suhu
akan mempengaruhi besar hambatan penghantar.
Besar perubahan hambatan jenis dinyatakan dengan
persamaan
= (ot)
Keterangan:
= perubahan hambatan jenis
o = hambat jenis semula
= koefieisn suhu hambat jenis
t = perubahan suhu penghantar
Besar hambatan berbanding lurus dengan hambat
jenis penghantar, sehingga besar hambatan juga
akan berubah dengan persamaan berikut:
R = (Rot)
Dengan R = Rt Ro
Rt = Ro + R
Rt = Ro(1 + t)
Keterangan Rt = hambatan pada suhu toC
Ro = hambatan mula-mula