Anda di halaman 1dari 8

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tanah merupakan salah satu unsur bumi yang berperan penting


untuk kehidupan organisme. Tanah merupakan sumber kehidupan. Tanah
berfungsi sebagai tempat tinggal beberapa hewan invertebrata baik didalam
maupun diatasnya. Tumbuhan membutuhkan tanah sebagai pondasi dan
memperoleh air dan unsur hara yang penting untuk pertumbuhannya.
Manusia dan hewan-hewan lainnya membutuhkan tanah sebagai tempat
berpijak. Manusia dapat memanfatkan tanah diantara lain sebagai lahan
pertanian, bahan produksi semen dan genting, bahan peralatan rumah
tangga, dan sebagai sumber mata air.
Tanah memiliki banyak manfaat untuk memenuhi kebutuhan
manusia dan makhluk hidup lainnya terutama tumbuhan. Tumbuhan
berperan sebagai produsen. Tumbuhan menghasilkan oksigen sebagai
sumber kehidupan makhluk hidup lainnya. Tumbuhan dalam menghasilkan
oksigen melalui fotosintesis. Fotosintesis memerlukan air dan unsur hara
dari dalam tanah sehingga dalam tanah haruslah memiliki nutrisi-nutrisi
yang dibutuhkan oleh tumbuhan.
Karakteristik tanah di setiap daerah tentunya berbeda-beda. Tanah
dapat dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri atau sifat-sifat yang dimilikinya.
Tekstur tanah adalah perbandingan relatif dari partikel-partikel atau fraksi-
fraksi primer tanah, yaitu pasir, debu, liat dan lempung atau dilapangan
dikenal dengan rasa kekasaran atau kehalusan dari tanah. Untuk itu, kita
perlu mengetahui takstur tanah, metode untuk mengetahui tekstur tanah, dan
faktor-faktor yang mempengaruhi tekstur tanah.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan tanah dan tekstur tanah?
2. Mengapa dalam menganalisis tekstur tanah menggunakan metode
Clarke?
3. Apakah ada metode lain selain metode Clarke?
4. Bagaimana kelebihan dan kekurangan metode Clarke?
5. Apa faktor yang mempengaruhi tekstur tanah secara intern dan ekstern?
6. Bagaimana tekstur tanah serapan air dan wilting?
7. Apa saja vegetasi yang ada di 5 jenis tanah di dalam klasifikasi Clarke?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian tanah dan tekstur tanah
2. Untuk mengetahui alasan mengapa menggunakan metode Clarke
3. Untuk mengetahui metode lain yang dapat digunakan untuk
mengidentifikasi tanah selain metode Clarke
4. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan metode Clarke
5. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tekstur tanah secara intern
dan ekstern
6. Untuk mengetahui tekstur tanah serapan air dan wilting
7. Untuk mengetahui vegetasi yang ada di 5 jenis tanah di dalam klasifikasi
Clarke
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian tekstur tanah dilakukan di Laboratorium Botani ( LAB.


19) di Gedung E FKIP pada tanggal 16 Oktober 2017.

3.2 Alat dan Bahan


3.2.1 Alat :
Gelas Plastik
Kertas

3.2.2 Bahan :
Tanah halaman rumah
Tanah lapangan
Tanah sawah
Tanah kebun
Tanah sungai
3.3 Desain Percobaan

3.4 Prosedur percobaan


1. Mangambil sejumlah tanah yang telah di tentukan.
2. Memijat sejumlah contoh tanah dengan jari.
3. Merasakan tekstur masing-masing contoh tanah berdasarkan kategori
Clarke.
4. Menganalisis dan menentukan kategori dari tekstur tanah tersebut.
5. Mencatat hasil pengamatan.

3.5 Skema Alur Percobaan

Merasakan tekstur
Mangambil Memijat sejumlah masing-masing
sejumlah tanah yang contoh tanah dengan contoh tanah
telah di tentukan jari berdasarkan kategori
Clarke.

Menganalisis dan
menentukan kategori Mencatat hasil
dari tekstur tanah pengamatan
tersebut.
PEMBAHASAN POINT KE 2 (BAHAS DATA)

Praktikum kali initentang tekstur tanah, dimana langkah awal yaitu mengumpulkan
berbagai tanah yang telah disediakan. Kemudian dilakukan pengidentifikasian. Dalam
pengidentifikasian dilakukan dengan mengambil sedikit dari sampel tanah yang kemudian
dirasakan dan dipijit dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. Hal ini dilakukan oleh salah satu
anggota kelompok agar data identifikasi yang didapat valid, karena kepekaan dalam meraba untuk
setiap orang berbeda. Setelah itu dilakukan identifikasi dengan berlandaskan atas kategori tanah
Clarke, yaitu tanah pasir, pasir berdebu, debu berpasir, tanah debu dan tanah liat.
Pengidentifikasian tanah disesuaikan dengan teori yang disampaikan oleh Clarke. Menurut
Clarke kategori tanah dapat dibedakan menjadi:
1) Tanah pasir, butiran akan terasa kasar dan lepas satu sama yang lain, tidak dapat dibentuk,
dalam keadaan kering terlepas partikel-partikelnya.
2) Pasir berdebu, lemah untuk dibentuk, pada tangan memberikan warna lemah, masih dapat
dirasa adanya bagian yang kasar.
3) Debu berpasir, dapat dibentuk dengan baik dapat dipilin sampai sebesar hitamnya (karbon) pada
pensil, sangat nyata memberi warna pada jari tangan.
4) Tanah debu, dapat dibentuk sanagt baik, lengkat pada sendok, tada kuku tidak meninggalkan
bekas yang mengkilap tetapi kelihatan sedikit kasar, memberi warna yang baik pada tangan.
5) Tanah liat, sangat lengket, licin, dengan kuku bekasnya mengkilat, bila kering merekah.
Sampel tanah yang pertama merupakan tanah halaman yang lokasinya di jalan Baturaden
6 No. 46 B. Berdasarkan identifikasi kelompok tanah halaman ini termasuk tanah pasir berdebu
dengan karakteristik tanahnya lemah untuk dibentuk, pada tangan memberikan warna lemah,
dan masih dapat dirasa adanya bagian yang kasar. Sampel tanah yang kedua merupakan tanah
sungai yang lokasinya ada di sungai Jl Jawa 7. Berdasarkan identifikasi kelompok tanah ini
termasuk tanah pasir karena teksturnya yang sangat kasar dan tidak bias dibentuk. Hal ini sesuai
dengan karakteristik tanah pasir pada teori Clarke yaitu butiran akan terasa kasar dan lepas satu
sama yang lain, tidak dapat dibentuk, dan dalam keadaan kering terlepas partikel-partikelnya.
Sampel tanah yang ketiga yaitu tanah lapangan yang lokasinya ada di lapangan belakang
Univeresitas Jember. Berdasarkan identifikasi kelompok tanah lapangan ini termasuk tanah
debu berpasir karena tanah nya dapat dibentuk dengan baik dan memberi warna yang nyata
pada jari tangan. Hal ini sesuai dengan karakteristik tanah debu berpasir pada teori Clarke yaitu
dapat dibentuk dengan baik dapat dipilin sampai sebesar hitamnya (karbon) pada pensil, sangat
nyata memberi warna pada jari tangan.
Sampel tanah yang ke empat yaitu tanah kebun yang lokasinya ada di kebun jati batu
raden. Berdasarkan identifikasi kelompok tanah kebun ini termasuk tanah debu berpasir karena
debu berpasir karena tanah nya dapat dibentuk dengan baik dan memberi warna yang nyata
pada jari tangan. Hal ini sesuai dengan karakteristik tanah debu berpasir pada teori Clarke yaitu
dapat dibentuk dengan baik dapat dipilin sampai sebesar hitamnya (karbon) pada pensil, sangat
nyata memberi warna pada jari tangan.
Sampel tanah ke lima yaitu tanah sawah yang lokasinya di daerah Mangli. Berdasarkan
identifikasi kelompok tanah sawah ini termasuk tanah liat karena tanahnya sangat lengket, licin
dan bekasnya mengkilat. Hal ini sesuai dengan karakteristik tanah liat pada teori Clarke, yaitu
sangat lengket, licin, dengan kuku bekasnya mengkilat, bila kering merekah.