Anda di halaman 1dari 2

Pupuk ialah bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organik maupun yang

anorganik dengan maksud untuk mengganti kehilangan unsur hara dari dalam tanah dan
bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan faktor keliling atau
lingkungan yang baik (Sutejo, 1999). Manfaat pupuk adalah menyediakan unsur hara yang
kurang atau bahkan tidak tersedia di tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Namun,
secara lebih terinci manfaat pupuk ini dapat dibagi dalam dua macam, yaitu yang berkaitan
dengan perbaikan sifat fisik dan kimia tanah (Lingga dan Marsono, 2001). Pemupukan
mempunyai dua tujuan utama, yaitu: (1) mengisi perbekalan zat makanan tanaman yang cukup,
dan (2) memperbaiki atau memelihara keutuhan kondisi tanah, dalam hal struktur, kondisi pH,
potensi pengikat terhadap zat makanan tanaman dan sebagainya (Kastono, 1999).
Berdasarkan senyawanya terdapat dua jenis pupuk, yaitu pupuk organik dan pupuk
anorganik. Pupuk organik yaitu pupuk yang berupa senyawa organik. Kebanyakan pupuk alam
tergolong pupuk organik, misalnya pupuk kandang, kompos, dan guano. Pupuk alam yang
tidak termasuk pupuk organik adalah rock phosphat. Pupuk anorganik yakni pupuk dari
senyawa anorganik. Hampir semua pupuk buatan tergolong pupuk anorganik, misalnya TSP,
Urea, rustika, dan nitrophoska (Afandie dan Nasih, 2002).
Nilai suatu pupuk ditentukan oleh sifatnya yang meliputi (Harbowigeno, 1987) :
1. Kadar unsur hara :
banyaknya unsur hara yang dikandung oleh suatu pupuk merupakan faktor utama untuk
menilai pupuk tersebut, karena jumlah unsure hara menentukan kemampuannya untuk
menaikkan kadar unsure hara dalam tanah. Semakin tinggi kadar unsure haranya semakin
baik.
2. Higroskopisitas
adalah mudah tidaknya pupuk menyerap uap air yang ada di udara. Pupuk yang higroskopis
kurang baik karena mudah menjadi basah atau mencair bila tidak tertutup. Bila kelembapan
udara menurun, pupuk dapat menjadi kering kembali tetapi terjadi bongkah-bongkah yang
keras.
3. Kelarutan :
menunjukkan mudah tidaknya pupuk larut dalam air dan mudah tidaknya unsure yang
terdapat dalam pupuk diambil oleh tanaman. Umumnya pupuk N dan K mudah sekali larut
dalam air, sedangkan pupuk P dapat dibedakan menjadi (1) mudah larut dalam air
(superpospat), (2) larut dalam asam sitrat atau ammonium sitrat (FMP Fused Magnesium
Phosphate) dan (3) larut dalam asam keras (fosfat alam)
4. Kemasaman :
pupuk dapat bereaksi fisiologis masam, netral, alkalis. Pupuk yang bersifat masam dapat
menurunkan pH tanah berarti menyebabkan tanah menjadi lebih masam, sedangkan pupuk
yang bersifat alkalis dapat menaikkan pH tanah. Sifat kemasaman pupuk dinyatakan dengan
nilai Ekuivalen kemasaman (Equivalent Acidity)
5. Bekerjanya :
Yang dimaksud dengan bekerjanya pupuk adalah waktu yang diperlukan hingga pupuk
tersebut dapat diserap tanaman dan memperlihatkan pengaruhnya. Bekerjanya pupuk sangat
mempengaruhi waktu dan cara penggunaan pupuk.
6. Indeks garam (Salt Index) :
Pemupukan meningkatkan konsentrasi garam dalam larutan tanah. Salt Index suatu pupuk
diukur berdasarkan kenaikan tekanan osmotic dalam larutan tanah.
7. Daya Kristalisasi :
Daya kristalisasi kelembapan dimana pupuk tersebut disimpan. Apabila suhu dan
kelembapan rendah maka daya pengkristalan pupuk akan tinggi.
8. Segregasi :
Segregasi merupakan kemampuan pupuk untuk tetap berada dalam bentuk butiran yang
terpisah, hal ini diperlukan karena jika segregasi suatu pupuk tinggi maka pupuk tersebut
akan mengumpul sehingga akan menyulitkan untuk aplikasi pupuk tersebut.

Afandie Rosmarkam dan Nasih Widya Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah.
Kanisius:Yogyakarta.
Harbowigeno, S. 1987. Ilmu Tanah. PT Meditama Sarana Perkasa, Jakarta.
Kastono, D. 1999. Budidaya Tanaman Semusim: Bagian Tembakau. Diktat Mata Kuliah
Budidaya Tanaman Semusim. Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta
Leiwakabessy, F. M. dan A. Sutandi. 2004. Pupuk dan Pemupukan. Diktat Kuliah. Departemen
Tanah. Fakultas Pertanian. IPB, Bogo
Lingga, P. dan Marsono. 2001. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sutedjo, MM. 1999. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.