Anda di halaman 1dari 2

Laporan Praktikum

Laboratorium Teknik Material 2


Modul D Proses Penyambungan (Joining)

Oleh :

Kelompok : 10
Anggota : Ahmad Paisan Pane (13714020)
Arviansyah Hermawan (13715004)
Nurfathonah Wulansari (13715028)
Imannur Rais Ilmi Akbar (13715030)
Nicholas Dariel (13715041)
Johanes Pratama Wijaya (13715058)

Tanggal Praktikum : Kamis, 02 November 2017

Tanggal Penyerahan Laporan : Rabu, 15 November 2017

Nama Asisten : Gede S C Raharja Suputera


(137130)

Laboratorium Metalurgi dan Teknik Material


Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara
Institut Teknologi Bandung
2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di dunia ini, tentunya material memiliki sifat mekaniknya tersendiri, dan sifat
mekanik material tersebut dapat dimodifikasi sehingga didapatkan suatu material
dengan sifat mekanik yang diinginkan sesuai dengan kebutuhannya.

Benda-benda yang terdapat pada kehidupan sehari-hari seringkali tidak hanya


terdiri dari satu komponen. Untuk benda- benda yang terdiri dari dua atau lebih
komponen, maka antar komponen yang satu dengan yang lainnya diperlukan proses
penyambungan (joining). Proses penyambungan pada komponen terdapat beberapa
macam, diantaranya adalah pengelasan, brazing, soldering, adhesive,
penyambungan dengan baut dan mur, ataupun dikeling.

Proses penyambungan dengan metode pengelasan banyak digunakan untuk


menyambung komponen yang terbuat dari logam seperti baja, alumunium, stainless
steel dan sebagainya. Jika komponen-komponen yang dilas mempunyai spesifikasi
teknik yang tinggi seperti komponen mesin, struktur bangunan, maka pengelasan
harus dilakukan sesuai parameter-parameter yang mempengaruhinya. Oleh karena
itu, diperlukan analisa yang mendalam tentang pengelasan dan karakteristik hasil
pengelasan sehingga muncul standarisasi pengelasan untuk komponen komponen
yang akan digunakan pada kondisi tertentu.

1.2 Tujuan Praktikum


1.2.1 Menentukan harga kekerasan mikro pada daerah logam lasan
1.2.2 Menentukan harga kekerasan mikro pada daerah HAZ (Heat Affective Zone)
1.2.3 Menentukan harga kekerasan mikro pada daerah logam induk