Anda di halaman 1dari 121

# DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...............................................................................i

HALAMAN PERSETUJUAN.................................................................ii

## HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI...............................iv

HALAMAN MOTTO..............................................................................v

HALAMAN PERSEMBAHAN...............................................................vi

KATA PENGANTAR..............................................................................viii

DAFTAR ISI..........................................................................................xi

DAFTAR TABEL....................................................................................xiv

DAFTAR GAMBAR................................................................................xv

DAFTAR LAMPIRAN............................................................................xvi

ABSTRACT. xvii

ABSTRAKSI...........................................................................................xviii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................1

## A. Latar Belakang Masalah.............................................................1

B. Perumusan Masalah...................................................................6
C. Tujuan Penelitian........................................................................6

D. Manfaat Penelitian.....................................................................6

E. Sistematika Penulisan................................................................7

## BAB II TINJAUAN PUSTAKA...............................................................9

A. Landasan Teori...........................................................................9

x
1. Teori Agensi ...................................................11

## 3. Peraturan Menteri Keuangan No.17/PMK01/2008.............12

4. Pergantian Manajemen..........................................................15

5. Leverage......................................................................15

## 6. Ukuran KAP.... ............................................. ...16

B. Penelitian Terdahulu..................................................................18

C. Kerangka Pemikiran...........................................20

D. Hipotesis ...............................................................21

## D. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran Variabel .24

1. Variabel Dependen.................................................................24

2. Variabel Independen..............................................................25
a. Pergantian Manajemen.....................................................25
b. Leverage................................................................26
c. Ukuran KAP................................................26

## E. Metode Analisis Data..................................................................27

1. Statistik Deskriptif................................................................27

## 3. Keseluruhan Model (Overall Model Fit) . 28

xi
4. Koefisien Determinasi (Nagelkerke R Square) 29

## 5. Menguji Kelayakan Model Regresi . .......30

6. Uji Multikolinieritas...............30

## B. Statistik Deskriptif ..................................................34

C. Analisis Data.................................................................................35

## 7. Pengujian Model Regresi Logistik.........................................41

D. Pembahasan...................43
BAB V PENUTUP....................................................................................47

A. Kesimpulan...................................................................................47

B. Keterbatasan Penelitian...............................................................48

C. Saran..............................................................................................48

xii

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
xiii
DAFTAR TABEL
Halaman

xiv
DAFTAR GAMBAR
Halaman

xv
DAFTAR LAMPIRAN

xvi
ABSTRACT

## The purposes of this research are to analyze the influence of management

exchange, leverage, and size of public accountant firm toward auditor switching.
The population in this research are the manufacture companies listed in
Indonesia Stock Exchange for year of 2012-2015 which consist of 153 companies.
The sampling technique is a purposive sampling method which results for 33
samples. The data analysis method uses descriptive statistic analysis and logistic
regression analysis.
The result of this study shows that the following variables management
exchange, and the size of public accountant firm affect toward auditor switching.
On the other hand, leverage dont affect toward auditor switching. This means
that auditor switching affected by the change of management and size of public
accountant.

## Keywords: auditor switching, management exchange, leverage, and size of

public accountant.

xvii
ABSTRAKSI

## Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pergantian

manajemen, leverage, dan ukuran KAP terhadap pergantian auditor. Populasi
dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia tahun 2012-2015 yang terdiri dari 153 perusahaan. Teknik penganbilan
sampel adalah metode purposive sampling yang menghasilkan sampel sebayak 33
perusahaan. Metode analisis data menggunakan analisis ststistik deskriptif dan
analisis regresi logistik.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pergantian manajemen, dan
ukuran KAP berpengaruh terhadap pergantian auditor. Sementara itu,leverage
tidak berpengaruh terhadap auditor. Hal ini berarti bahwa pergantian auditor
dipengaruhi oleh pergantian manajemen dan ukuran KAP.

## Kata Kunci: pergantian auditor, pergantian manajemen, leverage, dan ukuran

KAP.

xviii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

## Laporan keuangan suatu perusahaan digunakan sebagai sarana pengambilan

keputusan baik untuk pihak internal maupun eksternal. Untuk meningkatkan
keandalan laporan keuangan, laporan keuangan harus diaudit oleh seorang auditor.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor harus objektif dan independen.
Independensi seorang auditor bisa terancam jika terjadi hubungan kerjasama yang
lama antara auditor dengan klien. Jensen dan Meckling (1976) dalam Wijayani dan
Januarti (2011) menyatakan masalah agensi disebabkan oleh adanya konflik
kepentingan dan informasi asimetri antara principle dan agent. Konflik tersebut
terjadi karena kemungkinan agen tidak selalu berbuat sesuai dengan kepentingan
principal dan memicu biaya keagenan (agency cost). Dalam teori agensi, auditor
independen berperan sebagai penengah agent dan principle yang berbeda
kepentingan. Auditor independen juga berfungsi untuk mengurangi biaya agensi
yang timbul dari perilaku mementingkan diri sendiri oleh agen (manajer). Sehingga,
untuk mencegah hilangnya independensi auditor tersebut pemerintah mengatur
kewajiban rotasi auditor. Salah satu hal yang melatarbelakangi pemerintah mengatur
kliennya Enron.

1
2

yang sering akan mengakibatkan peningkatan fee audit. Ketika auditor pertama
kali mengaudit satu klien, auditor harus memahami lingkungan bisnis klien dan
risiko audit klien. Bagi auditor yang sama sekali tidak paham dengan kedua
masalah itu, maka biaya start up menjadi tinggi sehingga dapat menaikan fee
audit. Selain itu, penugasan yang pertama terbukti memiliki kemungkinan
kekeliruan yang tinggi. Akibat lain dari adanya rotasi auditor yang terlalu sering
adalah dari sisi klien, yaitu auditor yang melaksanakan tugas audit di perusahaan
klien di tahun pertama akan menganggu kenyamanan kerja karyawan, dengan
bertanya semua persoalan tentang perusahaan yang seharusnya tidak dilakukan
apabila audior tidak berganti (Pratitis, 2012). Dari beberapa akibat negatif di atas,
seharusnya perusahaan melakukan banyak pertimbangan sebelum mengambil
keputusan untuk melakukan auditor switching secara voluntary. Hal ini
dikarenakan jika perusahaan sering melakukan auditor switching secara voluntary
hanya akan merugikan perusahaan itu sendiri.
Indonesia adalah salah satu negara yang mewajibkan pergantian kantor akuntan
publik dan mitra audit yang dilakukan secara periodik. Bukti campur tangannya
pemerintah karena kepeduliannya terhadap independensitas auditor eksternal
adalah dikeluarkannya Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik. Perubahan yang dilakukan di
berturut- turut oleh KAP dan 3 (tiga) tahun berturut-turut oleh akuntan publik
kepada satu klien yang sama (pasal 3 ayat 1). Kedua, akuntan publik dan KAP
boleh menerima kembali penugasan setelah 1 (satu) tahun buku tidak memberikan
jasa audit kepada klien yang di atas (pasal 3 ayat 2 dan 3).

## Peraturan pergantian Kantor Akuntan Publik (KAP) ini berawal dari

kegagalan KAP Arthur Anderson di Amerika Serikat tahun 2001, yang gagal
mempertahankan independensinya terhadap kliennya Enron, skandal ini
melahirkan The Sarbanes-Oxley Act (SOX) tahun 2002. Pesan ini digunakan oleh
banyak negara untuk memperbaiki struktur pengawasan terhadap KAP dengan
menerapkan rotasi KAP maupun auditor.
Penelitian ini melihat pengaruh faktor-faktor yang menyebabkan
perusahaan privat berpindah auditor dari KAP yang satu ke KAP yang lain. Klien
berganti KAP dalam penelitian ini akan dilihat dari sisi klien sendiri dengan
variabel pergantian manajemen. Pergantian manajemen dalam sebuah
perusahaan akan mempengaruhi terjadinya perubahan kebijakan dalam bidang
akuntansi, keuangan dan pemilihan Kantor Akuntan Publik. Pergantian
manajemen dapat diikuti oleh pergantian KAP sebab KAP dituntut untuk
mengikuti kehendak manajemen, seperti kebijakan akuntansi yang dipakai oleh
manajemen. Oleh karena itu manajemen memerlukan auditor yang lebih
berkualitas dan mampu memenuhi tuntutan pertumbuhan perusahaan.
Faktor lain yaitu leverage yang diukur dengan menggunakan Debt To Equity
Ratio merupakan salah satu rasio yang dapat melihat kemampuan modal
perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya. (Praptitorini dan Januarti,
2011) Dalam PSA 30, indikator going concern yang banyak digunakan auditor dalam
hutangnya (default). Kelangsungan perusahaan terdapat dari kuatnya financial yang
dapat mendukung kinerja perusahaan. Apabila perusahaan mengalami kesulitan
keuangan maka hal tersebut dapat menjadikan perusahaan tersebut melakukan
pergantian auditor. (Damayanti dan Sudarma, 2007) Kesulitan keuangan
perusahaan ditunjukkan oleh Zmijewski (1984) dalam Kadir (1994) salah satunya
adalah dengan menggunakan solvabilitas. Rasio hutang termasuk kedalam
solvabilitas.
Ukuran KAP juga mempengaruhi kualitas audit yang berdampak pada
terjadinya pergantian auditor. Ukuran dari KAP digolongkan dalam big-4 dan non
big-4. KAP big-4 dianggap lebih mampu meningkatkan indepedensi dibandingkan
KAP yang kecil (Nasser et al. 2006) dan KAP non big-4 diaggap memiliki tingkat
independensi lebih rendah daripada KAP big-4. Klien cenderung berpindah KAP ke
Big-4 untuk mencari audit yang lebih baik. Hasil penelitian Damayanti dan Sudarma
(2008), Wijayanti (2010), Nasser et al. (2006), Wijayani dan Januarti (2011) dan
auditor. Sedangkan penelitian dari Sinason et al. (2001) menemukan ukuran KAP
Dari penelitian yang beragam dengan variable sama terdapat ketidak
konsistenan dalam hasil penelitiannya. Hasil penelitian Wijaya dan Sudarma (2016)
manajemen dan financial distress tidak berpengaruh terhadap pergantian auditor,
penelitian yang dilakukan oleh Gunady dan Mangoting (2013) variabel financial
distress berpengaruh signifikan terhadap pergantian auditor.
Berdasarkan uraian tersebut dari penelitian yang bergam tersebut, peneliti
termotivasi untuk membuktikan secara empiris apakah pergantian manajemen,
financial distress, dan ukuran KAP berpengaruh terhadap pergantian auditor.
Penelitian empiris ini dikhususkan pada perusahaan manufaktur karena perusahaan
manufaktur memiliki jumlah perusahaan terbanyak di Bursa Efek Indonesia. Di
samping itu pemilihan perusahaan manufaktur sebagai objek penelitian dikarenakan
kasus yang melibatkan perusahaan manufaktur lebih banyak atau mendominasi jika
dibandingkan dengan perusahaan lainnya.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas peneliti
mengambil judul ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPERNGARUHI PERGANTIAN AUDITOR (STUDI EMPIRIS PADA
PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN
2012-2015)
Rumusan Masalah

## a. Apakah pergantian manajemen berpengaruh terhadap

pergantian auditor ?

## c. Apakah ukuran KAP berpengaruh terhadap pergantian

auditor?

C. Tujuan Penelitian

auditor.

## 3. Untuk menguji pengaruh ukuran KAP terhadap

pergantian auditor.

D. Manfaat Penelitian

## Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain :

1. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui bukti
empiris

## tentang pengaruh pergantian manajemen, leverage dan

ukuran KAP pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di
BEI.

2. Bagi Regulator
7

## Menjadi salah satu sumber bagi pembuat regulasi yang

berkenaan dengan praktek pergantian KAP oleh perusahaan
manufaktur yang sangat erat kaitannya dengan UUPT dan
UUPM.

pandangan

## dan wawasan terhadap pengembangan pengauditan

khususnya mengenai pergantian kantor akuntan publik.

4. Bagi Perusahaan

## Sebagai masukan bahwa pergantian manajemen,

financial distress dan ukuran KAP berpengaruh terhadap
pergantian KAP pada perusahaan manufaktur yang terdaftar
di BEI.

## Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan

sebagai sumber referensi dan informasi bagi penelitian
selanjutnya mengenai pembahasan pergantian kantor
akuntan publik.

6. Bagi Pembaca
Dapat digunakan sebagai data tambahan,
pengetahuan, dan informasi bagi penelitian berikutnya.

E. Sistematika Penulisan

## Sistematika penulisan skripsi ini dibagi menjadi lima bab,

sebagai berikut:
8

BAB I PENDAHULUAN

## Dalam bab ini berisi tentang latar belakang masalah,

rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta
sistematika penulisan.

## Bab ini berisi tentang landasan teori, penelitian terdahulu,

kerangka pemikiran, serta hipotesis.

## BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini berisi jenis dan sumber data, populasi dan sampel,
metode pengumpulan data, uraian variabel dan definisi
operasionalnya, serta metode analisis yang digunakan dalam
penelitian ini.

## Bab ini terdiri dari deskripsi objek penelitian, analisis data,

dan interpretasi hasil.

BAB V PENUTUP

## Bab ini terdiri dari simpulan, keterbatasan penelitian, dan

saran.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. LANDASAN TEORI

1. Teori Agensi

## Teori keagenan yang dikembangkan oleh Jensen dan

Meckling (1976) menyatakan masalah agensi disebabkan oleh
adanya perbedaan kepentingan dan informasi asimetri antara
manajemen (agent) dengan shareholder (principle). Perbedaan
tersebut menimbulkan konflik kepentingan: (1) antara
shareholders dan manajer, (2) antara shareholders dan
debtholders, dan (3) antara manajer, shareholders, dan
debtholders. Ada beberapa mekanisme yang dapat digunakan
untuk mengurangi masalah agensi yaitu melalui kebijakan
deviden, kebijakan utang, dan kepemilikan oleh institusi. Jensen
dan Meckling (1976) juga berpendapat bahwa konflik
kepentingan antara pemilik dan agen terjadi karena
kemungkinan agen tidak selalu berbuat sesuai dengan
kepentingan principal, sehingga memicu biaya keagenan
(agency cost). konflik tersebut menjadi pemicu pergantian
manjemen. Manajemen pengganti umumnya menerapkan
metode akuntansi yang baru sehingga manajemen baru
berharap lebih dapat bekerjasama dengan KAP pengganti dan
berharap nantinya mendapatkan opini yang sesuai dengan
keinginan manajemen sehingga mendorong manajemen dalam
RUPS untuk mengganti KAP (Sinarwati, 2010).
9
10

## Dalam teori agensi ini, auditor independen berperan

sebagai penengah kedua belah pihak (agent dan principle) yang
berbeda kepentingan. Audit independen juga berfungsi untuk
mengurangi biaya agensi yang timbul dari perilaku
mementingkan diri sendiri oleh agen (manajer). Tingkat biaya
seperti ukuran perusahaan, dan kepemilikan saham
manajemen. Dalam informasi ekonomi, pemilihan auditor yang
dapat dipercaya digunakan sebagai sinyal kejujuran manajemen
(Dopuch dan Simunic, 1980; Dopuch dan Simunic, 1982 dalam
Nasser et al., (2006).

## Francis et al. (1988) menguji apakah ada hubungan positif

antara biaya agensi perusahaan dan permintaan kualitas audit.
Ini menjadi penting ketika pemilik perusahaan ingin
mendapatkan kualitas audit yang baik. DeFond (1992)
menyebutkan manajer melihat pergantian auditor dalam
mengatasi konflik agensi. Shleifer et al. (1997) menyatakan CG
yang baik merupakan salah satu isu penting dalam masalah
keagenan.

## Auditor switching merupakan pergantian auditor atau

Kantor Akuntan Publik yang dilakukan oleh perusahaan klien.
Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang bisa berasal
dari faktor klien maupun faktor auditor. Mardiyah (2002) juga
menyatakan dua faktor yang mempengaruhi perusahaan
11

## (Client-related Factors), yaitu: kesulitan keuangan, manajemen

yang gagal, perubahan ownership, Initial Public Offering (IPO)
dan faktor auditor (Auditor-related Factors), yaitu: fee audit
dan kualitas audit.

## Bukti teoritis mengenai auditor switching didasarkan pada

teori agensi. Teori keagenan yang dikembangkan oleh Jensen
dan Meckling (1976) menggambarkan hubungan keagenan
(agency relationship) sebagai hubungan yang timbul karena
adanya kontrak yang ditetapkan antara principal yang
menggunakan agent untuk melaksanakan jasa yang menjadi
kepentingan principal. Ada dua bentuk hubungan keagenan,
yaitu antara manajer dan pemegang saham, serta hubungan
antara manajer dan pemberi pinjaman (bondholder).

## Jensen dan Meckling (1976) menyatakan masalah agensi

disebabkan oleh adanya konflik kepentingan dan informasi
asimetri antara principle (pemegang saham) dan agent
(manajemen). Konflik kepentingan antara pemilik dan agen
terjadi karena kemungkinan agen tidak selalu berbuat sesuai
dengan kepentingan principal, sehingga memicu biaya
keagenan (agency cost). Dalam teori agensi, auditor independen
berperan sebagai penengah kedua belah pihak (agent dan
principle) yang berbeda kepentingan. Auditor independen juga
berfungsi untuk mengurangi biaya agensi yang timbul dari
perilaku mementingkan diri sendiri oleh agen (manajer).
pergantian auditor, terdapat dua kemungkinan yang akan
12

## klien mengganti auditornya yaitu, auditor mengundurkan diri

atau auditor diberhentikan oleh klien. Apapun kemungkinan
yang mendasari terjadinya peristiwa auditor switching tersebut
dan ke mana klien tersebut akan berpindah auditor. Alasan
pergantian auditor dapat terjadi karena peraturan yang
membatasi masa perikatan audit, seperti yang terjadi di
Indonesia. Alasan lain pergantian karena adanya
ketidaksepakatan atas praktik akuntansi tertentu, maka klien
akan pindah ke auditor yang dapat bersepakat dengan klien.

## Menurut Wijayanti (2010), ketika klien mencari auditor

baru terjadi ketidaksimetrisan informasi antara auditor dan
klien. Hal ini terjadi karena informasi yang dimiliki klien lebih
besar dibandingkan informasi yang dimiliki auditor. Pada saat
itu klien pasti mencari auditor yang kemungkinan besar akan
sepakat dengan praktik akuntansi perusahaan. Sehingga ada
dua kemungkinan yang terjadi jika auditor bersedia menerima
klien baru. Kemungkinan pertama adalah auditor telah memiliki
informasi yang cukup lengkap tentang usaha klien.
Kemungkinan kedua auditor sebenarnya tidak memiliki
informasi yang cukup tentang klien tetapi menerima klien hanya
untuk alasan lain, misalnya alasan finansial.

## Indonesia adalah salah satu negara yang mewajibkan

pergantian kantor akuntan publik secara periodik. Peraturan
tentang pergantian ini
13

## sudah muncul pada tahun 2002 dalam bentuk Keputusan

Menteri Keuangan. Didalam pasal 6 ayat 4 Keputusan Menteri
Keuangan Nomor 423 tahun 2002 tersebut dikatakan:

## Pemberian jasa audit umum atas laporan keuangan dari

suatu entitas dapat dilakukan oleh KAP paling lama untuk
5 (Lima) tahun buku berturut-turut dan oleh seorang
Akuntan Publik paling lama untuk 3 (tiga) tahun buku
berturut- turut.

## Dimulai dengan KMK No.423/KMK.06/2002 yang

Aturan tersebut disempurnakan dengan dikeluarkannya PMK
No.17/PMK.01/2008. Dalam pasal 3 ayat 1 Peraturan Menteri
Keuangan tahun 2008 disebutkan bahwa pemberian jasa audit
umum dalam suatu entitas dilakukan oleh KAP paling lama
enam tahun berturut-turut dan oleh seorang akuntan publik
paling lama tiga tahun buku berturut-turut pada satu klien yang
sama. Disamping itu, dalam pasal 3 ayat 2 dan 3 diatur bahwa
akuntan publik dan kantor akuntan dapat menerima kembali
penugasan audit setelah satu tahun buku tidak memberikan jasa
audit kepada klien yang seperti yang disebutkan di atas.
Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
359/KMK.06/2003 dan Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan
Publik merupakan dasar yang digunakan dalam penelitian.
14

4. Pergantian manajemen

## Auditor switching dapat disebabkan adanya pergantian

manajemen yang baru. Damayanti dan Sudarma (2008)
menyatakan bahwa pergantian manajemen merupakan
pergantian direksi perusahaan yang dapat disebabkan karena
keputusan rapat umum pemegang saham atau direksi berhenti
karena kemauan sendiri. Perubahan kebijakan suatu perubahan
Pergantian manajemen baru diikuti oleh perubahan kebijakan
dalam akuntansi, keuangan, pemilikan KAP, perusahaan akan
mencari KAP yang selaras dengan kebijakan dan pelaporan
akuntansi.

## Pergantian manajemen perusahaan terjadi jika perusahaan

mengubah jajaran dewan direksinya. Apabila perusahaan
mengubah dewan direksi, baik direktur maupun komisaris akan
menimbulkan adanya perubahan dalam kebijakan perusahaan.
Jadi, jika terdapat pergantian manajemen akan secara langsung
atau tidak langsung mendorong auditor switch karena
manajemen perusahaan yang baru cenderung akan mencari KAP
yang selaras dalam pelaporan dan kebijakan akuntansinya.
Schwartz dan Menon (1985) menyatakan bahwa perusahaan
yang melakukan pergantian manajemen akan mengganti KAP-
nya karena manajemen akan mencari KAP yang sesuai dengan
keinginan perusahaan.
15

5. Leverage

## Leverage atau solvabilitas merupakan istilah yang sering

digunakan perusahaan untuk mengukur kemampuan
finansialnya apabila perusahaan dilikuidasi, secara umum
solvabilitas dapat dihitung dengan membagi total assets
dengan total hutang. Leverage menunjukan seberapa besar
ekuitas yang tersedia untuk memberikan jaminan terhadap
hutang. Hutang disini meliputi hutang lancar dan hutang
jangka panjang. Leverage sering juga di sebut dengan
solvabilitas. Untuk mengukur leverage dapat digunakan Debt
To Equity Ratio. Dalam rangka mengukur resiko fokus
perhatian kreditor jangka panjang terutama ditujukan pada
prospek laba dan perkiraan arus kas. Keseimbangan proporsi
antara aktiva yang didanai oleh kreditor dan yang didanai
oleh pemilik perusahaan dapat diukur dengan Debt To
Equity Ratio. DER juga dapat memberikan gambaran
tentang struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan,
sehingga dapat dilihat tingkat resiko tak tertagihnya suatu
hutang.

6. Ukuran KAP

## DeFond (1992) menyatakan bahwa kualitas audit

dapat juga ditentukan oleh ukuran dari Kantor Akuntan
Publik itu sendiri. KAP yang berukuran kecil memiliki
sumber daya yang lebih kecil, yang kemudian dipersepsikan
kualitasnya lebih
16

## rendah. Empat kategori kepemilikan KAP dibagi sebagai

berikut (Damayanti, 2007):

## Berdasarkan uraian tersebut, ukuran KAP menjadi salah

satu faktor yang mendorong terjadinya pergantian auditor
karena ukuran KAP mencerminkan reputasi dan kualitas
yang lebih baik. Ukuran KAP juga menentukan kredibilitas
dari auditornya. KAP yang berukuran besar cenderung
memiliki kredibilitas dan tingkat keahlian yang tinggi.
Perusahaan sendiri juga akan lebih memilih KAP yang
mempunyai tingkat keahlian yang tinggi terutama untuk
perusahaan perusahaan yang telah go public karena terkait
dengan pertanggungjawaban dengan shareholdernya dan
kepercayaan publik. KAP yang besar dipersepsikan lebih
memiiki reputasi yang baik dalam memelihara tingkat
independensinya dibandingkan dengan KAP kecil karena
KAP besar tersebut memberikan jasa pada banyak klien,
dan hal ini yang mengurangi ketergantungan KAP besar
tersebut pada klien tertentu (Wilson dan Grimlund, 1990)
Laporan keuangan suatu perusahaan digunakan
sebagai sarana pengambilan keputusan baik untuk pihak
internal maupun
17

## eksternal. Untuk meningkatkan keandalan laporan

keuangan, laporan keuangan harus diaudit oleh seorang
auditor. Pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor harus
objektif dan independen. Independensi seorang auditor
bisa terancam jika terjadi hubungan kerjasama yang lama
antara auditor dengan klien. Jensen dan Meckling (1976)
dalam Wijayani dan Januarti (2011) menyatakan masalah
agensi disebabkan oleh adanya konflik kepentingan dan
informasi asimetri antara principle dan agent. Konflik
tersebut terjadi karena kemungkinan agen tidak selalu
berbuat sesuai dengan kepentingan principal dan memicu
biaya keagenan (agency cost). Dalam teori agensi, auditor
independen berperan sebagai penengah agent dan principle
yang berbeda kepentingan. Auditor independen juga
berfungsi untuk mengurangi biaya agensi yang timbul dari
perilaku mementingkan diri sendiri oleh

## agen (manajer). Sehingga, untuk mencegah hilangnya

independensi auditor tersebut pemerintah mengatur
kewajiban rotasi auditor. Salah satu hal yang
melatarbelakangi pemerintah mengatur kewajiban rotasi
dengan kliennya Enron.

B. Penelitian Terdahulu
Ekka Aprilla (2013) meneliti Analisis Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Auditor SWITCHING. Penelitian ini bertujuan
untuk
18

## menganalisis pengaruh pergantian manajemen, kepemilikan

publik, financial distress dan ukuran KAP terhadap auditor
switching. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan
perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-
2011 yang terdiri dari 37 perusahaan. Teknik pengambilan
sampel adalah metode purposive sampling yang menghasilkan
sampel sebanyak 17 perusahaan. Metode analisis data
menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi
logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel
pergantian manajemen, kepemilikan publik, financial distress
dan ukuran KAP secara simultan berpengaruh terhadap auditor
switching. Sementara itu, ukuran KAP yang secara parsial
berpengaruh terhadap auditor switching, variabel lain dalam
penelitian seperti pergantian manajemen, kepemilikan publik,
dan financial distress tidak berpengaruh secara parsial terhadap
auditor switching.

(2016) meneliti Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pergantian
Kantor Akuntan Publik Pada Perusahaan Manufaktur Di
Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
adanya factor faktor yang mempengaruhi pergantian Kantor
Akuntan Publik (KAP) pada perusahaan manufaktur di
Indonesia. Penelitian ini menguji 5 (lima) variabel yaitu reputasi
perusahaan (ROA), rasio utang terhadap ekuitas (DER),
manipulasi income (MANIP), fee audit (FEE) dan ukuran
perusahaan (ASSET). Populasi dalam penelitian ini adalah
perusahaan
19

## manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun

2007-2012. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel
adalah metode purposive sampling. Terdapat 107 yang masuk
dalam kreteria sampel selama 5 (lima) tahun sehingga jumlah
keseluruhan sampel berjumlah 535. Berdasarkan hasil dari uji
regresi logistic yang telah dilakukan 1 diantara 5 variabel yaitu
ukuran perusahaan terbukti berpengaruh terhadap pergantian
KAP. Sedangkan variabel yang lain yaitu reputasi perusahaan,
rasio utang terhadap ekuitas, manipulasi income dan fee audit

## Ni Wayan Ari Juliantari (2013) meneliti Auditor

SWITCHING dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh opini
audit, pergantian manajemen, ukuran Kantor Akuntan Publik
(KAP), dan ukuran perusahaan klien pada auditor switching.
Data sekunder digunakan dalam penelitian ini, berupa laporan
auditan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2007-2011. Sampel diperoleh dengan metode
purposive sampling dengan jumlah akhir 100 sampel. Teknik
analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran KAP dan ukuran
perusahaan klien berpengaruh pada auditor switching,
sedangkan opini audit dan pergantian manajemen tidak
20

C. Kerangka Pemikiran

## Untuk membantu memahami faktor-faktor yang dapat

berpengaruh terhadap pergantian auditor diperlukan kerangka
pemikiran, digambarkan dalam kerangka teoritis sebagai berikut :

Gambar 2.1

## Model Penelitian Dalam Bentuk Gambar

Pergantian

manajemen H1

Leverage Pergantian
H2 auditor

Ukuran KAP
H3

## H2: Financial distress berpengaruh terhadap pergantian auditor.

H3: Ukuran KAP berpengaruh terhadap pergantian auditor

D. Hipotesis

## Pengaruh pergantian manajemen pada pergantian

auditor Pergantian CEO (Chief Executive Officer)
disebabkan karena

## keputusan rapat umum pemegang saham, atau pihak manajemen

berhenti karena kemauan sendiri, sehingga pemegang saham harus
mengganti manajemen yang baru. Adanya CEO baru bisa saja akan
21

## merubah kebijakan dalam bidang akuntansi, keuangan, dan

pemilihan KAP (Damayanti dan Sudarma, 2010). Perusahaan akan
mencari auditor yang sejalan dengan kebijakan perusahaan, dan
pelaporan akuntansinya (Nagy, 2005). Sehingga dapat disimpulkan
bahwa pergantian manajemen memungkinkan klien untuk memilih
auditor baru yang sepakat dengan kebijakan akuntansi perusahaan.

## Dalam keadaan perusahaan mengalami kesulitan keangan

tentunya dalam melakukan audit laporan keuangan akan
diperhitungkan. Kesanggupan perusahaan dalam membayar fee
audit sangatlah menjadi sesuatu yang perlu dipertimbangkan..
Perusahaan cenderung akan memilih KAP yang mewararkan fee
audit yang kecil biasanya KAP yang berskala regional

## Perusahaan akan mencari KAP yang memiliki kualitas tinggi,

untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan di mata seluruh
pengguna laporan keuangan (Halim, 1997 dalam Damayanti dan
Sudarma, 2007). Lingkungan bisnis umumnya menganggap KAP
big-4 mempunyai reputasi tinggi, dan merupakan penyedia kualitas
audit yang tinggi (Nasser, et al. 2006). Perusahaan akan lebih
memilih KAP dengan kualitas yang lebih
22

## baik untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan, dan reputasi

perusahaan di mata pengguna laporan keuangan.

## H3: Ukuran KAP berpengaruh terhadap pergantian auditor

BAB III

METODE PENELITIAN

## Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder. Data

sekunder untuk variabel pergantian manajemen, leverage, dan
ukuran Kantor Akuntan Publik yang bersumber dari laporan
keuangan auditan dan annual report perusahaan manufaktur
tahun 2012-2015 yang diperoleh dari www.idx.co.id.

## Populasi adalah wilayah generalisai yang terdiri atas:

obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya ( Sugiyono, 2010). Populasi dalam
penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI
tahun 2012-2015. Teknik sampling yang digunakan yaitu
purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan
pertimbangan tertentu ( Sugiyono, 2010). Pertimbangan yang

## 1. Perusahaan tersebut telah mempublikasikan laporan

keuangan yang telah diaudit auditor independen untuk
periode waktu 2012-2015.
2. Perusahaan manufaktur yang melakukan pergantian KAP
minimal 1 kali pada periode 2012-2015.

23
24

secara lengkap.

## Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik

pengumpulan dokumenter, yaitu metode pengumpulan data yang
berasal dari dokumen-dokumen yang sudah ada. Hal ini dilakukan
dengan cara melakukan penelusuran laporan keuangan perusahaan
manufaktur yang diperoleh dari www.idx.co.id yang dipublikasikan
oleh BEI dari masing-masing variabel yaitu pergantian manajemen,
leverage, dan ukuran KAP

## D. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran Variabel

1. Variabel Dependen

## Variabel dependen adalah tipe variabel yang dipengaruhi

variabel independen. Dalam penelitian ini variabel dependen
yang digunakan adalah variabel Pergantian Auditor. Pergantian
Auditor atau Auditor Switching merupakan pergantian KAP
yang dilakukan oleh perusahaan baik secara voluntary maupun
secara mandatory. Jika perusahaan melakukan pergantian
auditor secara voluntary, maka diberikan nilai 1. Sedangkan
jika perusahaan tidak melakukan pergantian auditor secara
voluntary, maka diberikan nilai 0.
25

2. Variabel Independen

## Variabel independen yaitu variabel bebas, variabel yang i

sebab perubahannya atau timbulnya variabel
dependen.Variabel independen yang digunakan didalam
penelitian ini adalah pergantian manajemen, leverage dan
ukuran KAP.

a. Pergantian manajemen

## Pergantian manajemen merupakan pergantian direksi

perusahaan yang terutama disebabkan oleh keputusan
Rapat Umum Pemegang Saham dan direksi berhenti
karena kemauan sendiri (Julianrati & Rasmini, 2013).
Variabel pergantian manajemen menggunakan variabel
dummy. Jika terdapat pergantian direksi atau CEO dalam
perusahaan maka diberikan nilai 1. Sedangkan jika tidak
terdapat pergantian direksi atau CEO dalam perusahaan,
maka diberikan nilai 0 (Damayanti & Sudarma, 2008
dalam Wijayani, 2011).

b. Leverage

tersedia

## untuk memberikan jaminan terhadap utang. Leverage

sering juga disebut dengan solvabilitas. Untuk
mengukur leverage dapat digunakan menggunakan
debt to equity ratio (DER). Rasio DER dihitung dengan
membandingkan total kewajiban dengan total ekuitas.
Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan
26

## modal sendiri. Keadaan keuangan akan aman jika nilai

DER sebesar 100%. Apabila nilai DER perusahaan
bahwa kondisi keuangan suatu perusahaan sedang
memburuk (Sinarwati, 2010). Perhitungan debt to
equity ratio adalah sebagai berikut :

Keterangan:

DER
= Debt to Equity Ratio
Total
Liability = Total Kewajiban

## Total Equity = Total Ekuitas

c. Ukuran KAP
Ukuran KAP dalam penelitian ini merupakan besar
kecilnya KAP yang dibedakan dalam dua kelompok, yaitu
KAP besar (KAP yang berafiliasi dengan Big Four) dan
KAP kecil (KAP yang tidak berafiliasi dengan Big Four).
Jika perusahaan diaudit oleh KAP Big Four maka diberi
nilai 1. Sedangkan jika perusahaan diaudit oleh KAP non
Big Four maka diberi nilai 0.
27

## Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis

regresi logistik (logistic regression). Alasan penggunaan alat
analisis regresi logistic (logistic regression) adalah karena variabel
dependen bersifat dikotomi (melakukan pergantian kap dan tidak
melakukan pergantian kap). Ghozali (2006) menyatakan bahwa
metode regresi logistik sebenarnya mirip dengan analisis
deskriminan. Analisis ini ingin menguji apakah profitabilitas
terjadinya variabel terikat (dependen) dapat diprediksi dengan
variabel bebasnya (independen).

## Menurut Ghozali (2006) penggunaan metode regresi tidak

memerlukan asumsi normalitas pada variabel bebasnya. Asumsi
multivariate normal distribution tidak dapat dipenuhi karena
variabel bebasnya merupakan campuran antara kontinyu (metrik)
dan kategorikal (non-metrik). Dalam hal ini dapat dianalisis dengan
regresi logistik (logistic regression) karena tidak perlu asumsi
normalitas data pada variabel bebasnya. Tahapan dalam pengujian
dengan menggunakan uji regresi logistik (logistic regression) dapat

1. Statistik Deskriptif

## Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran

atau deskripsi variabel-variabel dalam penelitian. Statistik
deskriptif yang digunakan adalah nilai rata-rata (mean),
standar deviasi (standard deviation), dan maksimum-
minimum. Hal ini perlu
28

## dilakukan untuk melihat gambaran keseluruhan dari sampel

yang berhasil dikumpulkan dan memenuhi syarat untuk

## Estimasi parameter menggunakan Maximum Likehood

Estimation (MLE).

Ho = b1 = b2 = b3 = = bi = 0

## Hipotesis nol menyatakan bahwa variabel independen (x)

tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel respon yang
diperhatikan (dalam populasi). Pengujian terhadap hipotesis
dilakukan dengan menggunakan = 5%. Kaidah pengambilan

## Jik nila mak hipotesi alternat

a) a i probabilitas (sig.) <= 5% a s if

didukung.
Jik nila mak hipotesi alternat
b) a i probabilitas (sig.) >= 5% a s if

tidak didukung.

## 3. Keseluruhan Model (Overall Model Fit)

data. Beberapa test statistik diberikan untuk menilai hal ini.
Hipotesis untuk menilai model fit adalah:

29

## Dari hipotesis ini jelas bahwa kita tidak akan menolak

hipotesis nol agar model fit dengan data. Statistik yang
digunakan berdasarkan pada fungsi likelihood. Likelihood L
dari model adalah probabilitas bahwa model yang
dihipotesiskan menggambarkan data input. Untuk menguji
hipotesis nol dan alternatif, L ditransformasikan menjadi
-2LogL. Penurunan likelihood (-2LL) menunjukkan model
regresi yang lebih baik atau dengan kata lain model yang
dihipotesiskan fit dengan data.

## Cox dan Snells R Square merupakan ukuran yang mencoba

meniru ukuran 2R pada multiple regression yang didasarkan
pada teknik estimasi likelihood dengan nilai maksimum
kurang dari 1 (satu) sehingga sulit diinterpretasikan.
Nagelkerkes R square merupakan modifikasi dari koefisien
Cox dan Snell untuk memastikan bahwa nilainya bervariasi
dari 0 (nol) sampai 1 (satu). Hal ini dilakukan dengan cara
membagi nilai Cox dan Snells R Square dengan nilai
maksimumnya. Nilai Nagelkerkes R Square dapat
diinterpretasikan seperti nilai R Square pada multiple
regression. Nilai yang kecil berarti kemampuan variabel-
variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel
dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti
variabel-variabel independen memberikan hamper semua
informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabilitas
variable dependen.
30

and

## Goodness of Fit Test menguji hipotesis nol bahwa data

empiris cocok atau sesuai dengan model (tidak ada perbedaan
antara model dengan data sehingga model dapat dikatakan
fit). Jika nilai Hosmer and Lemeshows Goodness of Fit Test
statistics sama dengan atau kurang dari 0,05, maka hipotesis
nol ditolak yang berarti ada perbedaan signifikan antara
model dengan nilai observasinya sehingga Goodness fit model
tidak baik karena model tidak dapat memprediksi nilai
observasinya. Jika nilai statistic Hosmer and

## Lemeshows Goodness of Fit Test lebih besar dari 0,05, maka

hipotesis nol tidak dapat ditolak dan berarti model mampu
memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan model
dapat diterima karena cocok dengan data observasinya.

6. Uji Multikolinieritas

## Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model

regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas
(independen). Model regresi yang baik adalah regresi dengan
tidak adanya gejala korelasi yang kuat di antaravariabel
bebasnya. Pengujian ini menggunakan matrik korelasi antar
variable bebas untuk melihat besarnya korelasi antar variabel
independen. Jika variable independen saling berkorelasi,
maka variabel-variabel ini tidak
31

## ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen

yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama
dengan nol.

7. Matrik Klasifikasi

## Matrik klasifikasi menunjukkan kekuatan prediksi dari model

regresi untuk memprediksi kemungkinan perpindahan KAP
yang dilakukan oleh perusahaan.

## Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis

regresi logistik (logistic regression), yaitu dengan melihat
pengaruh pergantian manajemen, financial distress,
pertumbuhan perusahaan, kepemilikan saham, kebijakan
deviden dan jumlah anggota dewan komisaris. Model regresi
logistik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

## PERGANTIAN = o + 1PM + 2LE + 3UK + e

Keterangan :
1-3
Pergantia
n PM

o L
UK
= Pergantian auditor
e
= Konstanta

= Koefisien Regresi

= Pergantian Manajemen

= Leverage

= Ukuran KAP

= Erorr
BAB IV

## Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan

keuangan audit perusahaan publik (manufaktur) tahun 2011 sampai
2014 yang diperoleh dari annual report dan Indonesian Capital
Market Directory (ICMD) yang tersedia di situs resmi Bursa Efek
Indonesia (BEI) di www.idx.co.id. Penelitian ini menganalisis
tentang pengaruh pergantian manajemen, leverage, dan ukuran
perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

## Pemilihan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan

menggunakan metode purposive sampling dengan beberapa
ketentuan. Pengambilan sampel penelitian ini dengan kriteria

## 1. Perusahaan tersebut telah mempublikasikan laporan keuangan

yang telah diaudit auditor independen untuk periode waktu 2012-
2015.

## 2. Perusahaan manufaktur yang melakukan pergantian auditor

minimal 1 kali pada periode 2012-2015.

lengkap.
32
33

digambarkan

Tabel 4.1

Kriteria Jumlah

## Perusahaan manufaktur yang yang terdaftar di Bursa

Efek
153
Indonesia (BEI) dari tahun 2012-2015.

## Perusahaan manufaktur yang tidak mempublikasikan

laporan
keuangan yang telah diaudit auditor independen untuk
periode (73)
waktu 2012-2015

## Perusahaan manufaktur yang tidak

melakukan pergantian
(39)
auditor minimal 1 kali pada periode 2012-2015

## Perusahaan manufaktur yang tidak

menyajikan informasi
(8)
secara lengkap

## Tersedia data lengkap sesuai kriteria

penelitian 33
Jumlah sampel diolah 33 x 4 tahun (2012-
2015) 132

## Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode purposive

sampling, data yang diperoleh sebanyak 153 perusahaan manufaktur
yang terdaftar (listing) secara terus menerus di BEI. Perusahaan yang
tidak lengkap menerbitkan laporan keuangan tahunannya dan tidak
menampilkan data pergantian auditor dan informasi audit sebanyak
120 perusahaan. Sehingga diperoleh sebanyak 33 perusahaan yang
memenuhi kriteria yang telah ditentukan dalam penelitian selama
tahun atau sebanyak 132 sampel.
34

B. Statistik Deskriptif

## Statistik deskriptif ini merupakan pengujian statistik yang

digunakan untuk mengetahui gambaran umun data penelitian.
Berikut hasil uji statistik deskriptif dapat dilihat pada lampiran dan
secara ringkas ditunjukan pada tabel berikut:

Tabel 4.2

Statistik Deskriptif

## Minimu Maksimu Rata-

Variabel N m m rata Std. Deviasi

Pergantian
Manajemen 132 0 1 0,22 0,416
Leverage 132 -30,60 27,98 0,7561 5,12606
Ukuran KAP 132 0 1 0,26 0,439
Pergantian Auditor 132 0 1 0,37 0,485

## Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada tabel IV.2 di atas,

pergantian manajemen, diketahui nilai minimum sebesar 0 dan nilai
maksimum sebesar 1 (dummy) dengan nilai rata-rata sebesar 0,22.
Sedangkan nilai standar deviasi sebesar 0,416, berarti ukuran
penyebaran variabel pergantian manajemen terhadap pergantian
KAP adalah sebesar 41,6% dari 33 perusahaan yang diteliti.

## Berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap variabel leverage

memiliki nilai minimum sebesar -30,60 dan nilai maksimum sebesar
27,98 dengan nilai rata-rata sebesar 0,7561. Sedangkan nilai standar
deviasi sebesar 5,12606, berarti ukuran penyebaran variabel
perusahaan yang diteliti.

## Berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap variabel ukuran

KAP, memiliki nilai minimum sebesar 0 dan nilai maksimum sebesar
1 (dummy)
35

## dengan nilai rata-rata sebesar 0,26. Sedangkan nilai standar deviasi

sebesar 0,439, berarti ukuran penyebaran variabel ukuran KAP
yang diteliti.

pergantian auditor memiliki nilai minimum sebesar 0 dan nilai
maksimum sebesar 1 (dummy) dengan nilai rata-rata sebesar 0,37.
Sedangkan standar deviasi sebesar 0,485 menunjukan bahwa ukuran
penyebaran dari variabel pergantian auditor adalah sebesar 48,5%
dari 35 perusahaan yang diteliti.

C. Analisis Data

Tabel 4.3

## Uji Signifikan Data

Wald Sig.
PM 0,971 4,493 0,034
LE 0,067 2,009 0,156
UK -1,486 8,264 0,004
Constant -,492 4,465 0,035

## Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016

Berdasarkan tabel IV.3 di atas menunjukkan bahwa
koefisien dari variabel pergantian manajemen (PM) signifikan,
leverage (LE) tidak signifikan dan ukuran KAP (UK) signifikan,.
sebagai berikut: a. Variabel pergantian manajemen (PM)
memiliki nilai koefisien

## regresi positif sebesar 0,971 dengan tingkat nilai signifikan

sebesar 0,034 < = 0,05 (signifikan lebih kecil dari 0,05)
maka variabel
36

## pergantian manajemen (PM) adalah signifikan, sehingga

hipotesis 1 diterima.

## b. Variabel leverage (LE) memiliki nilai koefisien regresi positif

sebesar 0,067 dengan tingkat nilai signifikan 0,156 > = 0,05
(signifikan lebih besar dari 0,05) maka variabel leverage (FD)
adalah tidak signifikan, sehingga hipotesis 2 ditolak.

## c. Variabel ukuran KAP (KAP) memiliki nilai koefisien regresi

negatif sebesar 1,486 dengan tingkat nilai signifikan 0,004 <
= 0,05

## (signifikan lebih kecil dari 0,05) maka variabel ukuran KAP

(KAP) adalah signifikan, sehingga hipotesis 3 diterima.

## Pengujian ini dilakukan untuk menilai model yang

dihipotesiskan fit dengan data atau tidak. Pengujian dilakukan
dengan membandingkan nilai antara -2 log likelihood pada awal
dengan nilai pada. Sehingga penurunan log likelihood
menunjukkan model regresi semakin baik, seperti ditunjukan

Tabel 4.4

## Uji Ketepatan Keseluruhan Model

Coefficients
-2 Log
Iteratio likelihoo Constan
n d t PM LE UK

174,134 -0,527
174,134 -0,527

## Block 1 159,747 -0,441 0,838 0,051 -1,150

159,074 -0,488 0,960 0,065 -1,453
159,067 -0,492 0,970 0,067 -1,485
159,067 -0,492 0,971 0,067 -1,486

37

## Berdasarkan hasil perhitungan analisis ini menghasilkan

nilai -2 log likelihood sebesar 174,134 terlihat pada iteration
history pada step 0 (block number = 0). Kemudian hasil
perhitungan nilai -2 log likelihood pada blok kedua (block
number = 1) atau pada step 1 terlihat bahwa -2 log likelihood
nilai -2 log likelihood block number 0 > nilai -2 log likelihood
block number 1 (174,134 > 159,067). Penilaian keseluruhan
model regresi menggunakan nilai -2 log likelihood dimana jika
maka dapat disimpulkan bahwa model regresi kedua menjadi
lebih baik.

## Penurunan nilai -2 log likelihood block number 0 nilai

-2 log likelihood block number 1 (174,134 159,067) sebesar
15,066 dengan taraf signifikasi 0,002 berdasarkan hasil analisis
dari omnibus tests of model coefficients, jadi hal tersebut
menunjukkan bahwa model yang dihipotesiskan sesuai (model
fit) dengan data. Untuk lebih lanjut dapat dijelaskan seperti
38

Tabel 4.5

Chi-square Sig.

## Step 15,066 0,002

Block 15,066 0,002
Model 15,066 0,002

## Hasil pengujian tabel di atas menunjukkan nilai chi

square sebesar 16,685 dengan tingkat signifikan kurang dari
0,05 yaitu 0,002, sehingga variabel-variabel independen yaitu
pergantian manajemen, leverage, dan ukuran KAP dikatakan
memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen
yaitu pergantian auditor.

## Pengujian koefisien determinasi pada regresi logistik

dilakukan dengan menggunakan Nigelkerkes R Square. Tujuan
dari model summary adalah untuk mengetahui seberapa besar
kombinasi variabel independen mampu menjelaskan variasi
variabel dependen, seperti yang ditunjukan pada tabel berikut:
Tabel 4.6

likelihood
Square R Square

## Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,147 memperlihatkan

variabilitas pergantian auditor mampu dijelaskan oleh variabel
pergantian manajemen, leverage dan ukuran KAP, sebesar
14,7%,
39

## sisanya sebesar 85,3% dijelaskan oleh variabel-variabel lain di

luar

model penelitian.

## Kelayakan model regresi ditentukan berdasarkan nilai dari

Hosmer & Lemeshows goodness of fit test. Pengujian goodness
of fit test ini diukur dengan nilai Chi-square pada bagian bawah
uji Hosmer and Lemeshow. Berikut ini merupakan hasil
identifikasi prediksi klasifikasi dalam tabel berikut:

Tabel 4.7

Chi-square Sig.

10,228 0,249

## Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016

square sebesar 10,228 dengan nilai signifikan sebesar 0,249.
Dari hasil tersebut terlihat bahwa nilai signifikan > = 0,05
(signifikan di atas 0,05) yang berarti keputusan yang diambil
yang diprediksi dengan klasifikasi yang diamati. Hal ini
menunjukkan bahwa model mampu memprediksi nilai
observasinya atau model dapat diterima karena cocok dengan
data observasinya sehingga model ini sesuai (model fit) dan
dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.

5. Uji Multikolinieritas

## Pengujian multikolinieritas dilakukan untuk menguji

apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar
variabel
40

## independen. Deteksi adanya multikolinieritas dapat dilakukan

dengan melihat tingkat variance inflationfactor (VIF) dan nilai
tolerance. Nilai tolerance yang dipakai adalah 0,10 atau sama
dengan VIF 10. Jika nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan VIF
lebih kecil dari 10 maka variabel bebas tersebut tidak
multikolinieritas antar variabel bebas model regresi.

Tabel 4.8

## Pergantian Manajemen 0,995 1,005

Leverage 0,992 1,008
Ukuran KAP 0,989 1,011

## Berdasarkan tabel IV.8 dapat dilihat bahwa hasil

pengujian menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai
tolerance value di atas 0,10 dan nilai VIF di bawah 10, dengan
demikian dapat disimpulkan tidak terjadi penyimpangan
multikolinearitas.

## Prediksi untuk melihat ketepatan prediksi klasifikasi yang

diamati dari model regresi untuk memprediksi kemungkinan
pergantian KAP pada perusahaan manufaktur yang ditunjukkan
dengan tabel klasifikasi (classification table) berupa predicted
values dari variabel dependen dari baris merupakan data aktual
yang diamati. Dalam output regresi logistik, angka ini dapat
dilihat seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut:
41

Tabel 4.9

## Hasil Identifikasi Prediksi Klasifikasi

Predicte
d

Percentag
Observed Pergantian Auditor e

non- Voluntar
Voluntary y Correct

non-
Pergantian Voluntary 77 6 92,8%
Auditor Voluntary 35 14 28,6%

## Menurut prediksi, perusahaan manufaktur yang termasuk

pergantian auditor voluntary sebanyak 6 perusahaan dan yang
termasuk pergantian auditor non-voluntary sebanyak 14
perusahaan. Hasil

## observasi perusahaan yang termasuk dalam pergantian auditor

klasifikasinya adalah 92,8%. Hasil observasi perusahaan yang
termasuk dalam pergantian auditor non-voluntary adalah 35
perusahaan, sehingga nilai ketepatan klasifikasinya adalah
28,6%. Secara keseluruhan ketepatan klasifikasi dalam penelitian
ini sebesar 68,9%.

## Pengujian model regresi logistik dalam penelitian adalah

untuk menguji pengaruh pergantian manajemen, leverage, dan
ukuran KAP terhadap pergantian auditor. Untuk melihat hasil
signifikan setiap koefisien dalam regresi logistik ini, digunakan
model persamaan yang memasukkan semua variabel independen
42

Tabel 4.10

## B S.E. Wald Sig. Exp (B)

PM 0,971 0,458 4,493 0,034 2,639
LE 0,067 0,047 2,009 0,156 1,069
UK -1,486 0,517 8,264 0,004 0,226
Constant -0,492 0,233 4,465 0,035 0,611

## Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016

Persamaan data
regresi yang dibentuk dari uji signifikasi tersebut

+e

## Interpretasi terhadap persamaan regresi tersebut didapatkan

hasil sebagai berikut:

## 1. Nilai konstanta untuk persamaan regresi adalah -0,492. Hal

ini menunjukan bahwa jika pergantian manajemen, leverage,
dan ukuran KAP maka akan cenderung tidak mengganti
auditor.

## 2. Koefisien regresi variabel pergantian manajemen (PM)

sebesar 0,971 dengan parameter positif. Ketika perusahaan
manufaktur melakukan pergantian manajemen maka
cenderung mengganti auditor.
3. Koefisien regresi variabel leverage (LE) sebesar 0,067 dengan
parameter positif. Ketika perusahaan manufaktur mengalami
leverage maka cenderung mengganti auditor.

## 4. Koefisien regresi variabel ukuran KAP (UK) sebesar 1,486

dengan parameter negatif. Ketika perusahaan manufaktur
sudah
43

## menemukan KAP yang bereputasi baik maka cenderung tidak

mengganti auditor.

D. Pembahasan

## Penelitian ini merupakan studi mengenai pergantian KAP.

Penelitian ini menggunakan variabel pergantian manajemen,
leverage, ukuran KAP. Penelitian ini dilakukan tehadap 35
perusahaan manufaktur pada periode 2011 hingga 2014 yang telah
dipilih menggunakan metode purposive sampling. Ringkasan hasil
pengujian hipotesis yang telah dilakukan dapat dilihat dalam tabel
berikut:

Tabel 4.11

## Ringkasan Hasil Uji Hipotesis

No Hipotesis Hasil

1. pergantian Diterima
Auditor

## Ukuran KAP berpengaruh terhadap pergantian

3. auditor Diterima

## Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016

1. Pengaruh Pergantian Manajemen terhadap pergantian
Auditor Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan
bahwa variabel

## pergantian manajemen memiliki tingkat signifikansi 0,034 < =

0,05 (5%), maka variabel pergantian manajemen memiliki
auditor. Selain itu, dalam data yang dianalisis diketahui bahwa
sebagian besar perusahaan tidak melakukan pergantian
manajemen. Dengan demikian pergantian manajemen
merupakan perubahan yang terletak di dalam dan
44

## dikendalikan oleh organisasi, yang meliputi perubahan dalam hal

teknologi, visi misi perusahaan, restrukturisasi tenaga kerja,
kerjasama dengan perusahaan lain atau mengadakan program
baru. Sedangkan keputusan untuk berganti auditor merupakan

## Perusahaan akan mencari KAP yang selaras dengan

kebijakan dan pelaporan akuntansinya, sehingga dapat
disimpulkan bahwa dengan adanya pergantian manajemen maka
perusahaan klien mempunyai kesempatan untuk menunjuk
auditor baru yang lebih berkualitas, lebih dapat diajak
bekerjasama dan sejalan dengan kebijakan serta pelaporan
akuntansinya (Nagy, 2005). Jika hal ini tidak terpenuhi,
kemungkinan besar perusahaan akan mengganti auditornya.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan
oleh, Ekka Aprilla (2013) yang menyimpulkan hasil bahwa
pergantian manajemen berpengaruh terhadap pergantian auditor
yang dilakukan oleh perusahaan.

## Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa

variabel leverage memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,156 >
= 0,05 (5%), maka variabel leverage tidak memiliki pengaruh
tingkat perusahaan mengalami kesulitan keuangan atau leverage
maka berkemungkinan perusahaan tersebut akan melakukan
pergantian auditor. Dengan demikian, auditor pada klien dengan
kesulitan keuangan memiliki
45

## tenure yang lebih pendek dibandingkan dengan auditor yang

gilirannya cenderung akan diganti.

## Leverage yang diukur dengan rasio DER (Debt to Equity

Ratio) menunjukkan bahwa semakin besar rasio DER
menunjukkan komposisi hutang yang lebih besar dibandingkan
ekuitas, yang mengindikasikan memburuknya kinerja
perusahaan. Sehingga perusahaan yang mempunyai kesulitan
keuangan akan menimbulkan kondisi yang mendorong
perusahaan berpindah KAP. Hasil penelitian ini konsisten
dengan penelitian yang dilakukan oleh, Wijaya dan Sudarma
(2016) yang menyimpulkan hasil bahwa leverage tidak
berpengaruh terhadap pergantian auditor yang dilakukan oleh
perusahaan.

## Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa

variabel ukuran KAP memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,004
< = 0,05 (5%), maka variabel ukuran KAP memiliki pengaruh
akan mengganti KAP jika KAP-nya sudah bereputasi. Perusahaan
akan mencari KAP yang kredibilitasnya tinggi untuk
meningkatkan kredibilitas laporan keuangan di mata pemakai
laporan keuangan itu. Auditor yang berkualitas dan sebagai pihak
yang independen dapat meminimalisir tindakan kecurangan yang
mungkin dilakukan oleh manajemen dalam membuat laporan
keuangan.
46

## Manajemen dan perusahaan akan mencari KAP yang

bereputasi tinggi karena investor dan para pihak yang
menggunakan laporan keuangan lebih percaya pada hasil audit
yang dikeluarkan oleh KAP yang mempunyai reputasi. KAP besar
(Big Four) mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam
melakukan audit dibandingkan KAP kecil (Non Big Four),
sehingga mampu menghasilkan kualitas audit yang lebih tinggi.
Arah hubungan negatif menunjukkan bahwa perusahaan yang
telah menggunakan jasa KAP Big Four memiliki kemungkinan
kecil untuk melakukan pergantian KAP. Perusahaan lebih
memilih KAP Big Four karena menganggap kualitas auditnya
lebih baik, serta untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan
dan reputasi perusahaan di mata pemakai laporan keuangan.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan
oleh, Ni Wayan Ari Juliantari (2013) dan Ekka Aprilla (2013)
yang menyimpulkan hasil bahwa ukuran KAP berpengaruh
terhadap pergantian auditor yang dilakukan oleh perusahaan.
BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

## Penelitian ini dilakukan untuk mengamati pengaruh pengaruh

pergantian manajemen, leverage, dan ukuran KAP terhadap
pergantian auditor dalam laporan tahunan perusahaan pada tahun
2012-2015yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil
analisis tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:

## 1. Pergantian manajemen (PM) berpengaruh terhadap pergantian

auditor dengan tingkat signifikansi 0,034< 0,05. Oleh karena itu,
hipotesis pertama diterima.

## 2. Leverage (LE) tidak berpengaruh terhadap pergantian auditor,

dengan tingkat signifikansi 0,156> 0,05. Oleh karena itu hipotesis
kedua ditolak.

## 3. Ukuran KAP (UK) berpengaruh terhadap pergantian auditor

dengan tingkat signifikansi 0,004< 0,05. Oleh karena itu
hipotesis ketiga diterima.

B. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini mempunyai beberapa keterbatasan yang
memungkinkan dapat melemahkan hasilnya. Beberapa keterbatasan

47
48

## 1. Obyek penelitian yang digunakan dalam penelitian hanya

meliputi perusahaan manufaktur selama tahun 2012-2015yang
dipilih sesuai dengan kriteria, sehingga hanya diperoleh sebanyak
33 perusahaan.

## 2. Penelitian ini mendasarkan empat periode yaitu 2012-2015.

Hasilnya mungkin berbeda untuk periode pengamatan yang lebih
panjang.

## 3. Peneliti hanya menggunakan tiga variabel independen yang

mempengaruhi pergantian auditor yaitu; pergantian manajemen,
leverage, dan ukuran KAP. Sehingga tidak dapat menjelaskan
faktor-faktor lain yang mempengaruhi pergantian auditor.

C. Saran

## Berdasarkan keterbatasan dan kelemahan yang ada dalam

penelitian ini, maka dapat dikemukan beberapa saran yang dapat
dipertimbangkan untuk penelitian selanjutnya,yaitu:

## 1. Obyek penelitian selanjutnya tidak hanya menggunakan

perusahaan manufaktur tetapi juga bisa menambah perusahaan
non manufaktur serta dengan jumlah sampel yang lebih luas
sehingga penelitian dapat lebih digeneralisasi.

## 2. Penelitian selanjutnya disarankan menambah periode waktu

penelitian yang lebih panjang.
3. Peneliti selanjutnya disarankan menambah variabel lain yang
diduga berpengaruh terhadap pergantian auditor, misalnya
kepemilikan saham manajemen, jumlah anggota dewan
komisaris, opini going concern,
49

pergantian

auditornya

juga.
DAFTAR PUSTAKA

## Abdillah, Titis Bonang dan Sabeni, Arifin. 2013. Faktor-faktor yang

Mempengaruhi Pergantian KAP. Diponegoro Journal of
Accounting Vol. 02 No. 03, Hal 1 12.

## Aprilia, Ekka. 2013. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Auditor

Switching. Accounting Analysis Journal. UniversitasNegeri
Semarang.

## Asti Pratini, I. G. A dan Putra astika I.B.2013.FenomenaPergantian

Auditor Di Bursa Efek Indonesia.E-Journal Akuntansi
Universitas Udayana. Vol. 5, No. 2. Hal 472-473

## Gunady, Filani dan Mangoting, Yenni. 2013. Faktor faktor yang

Mempengaruhi Keputusan Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di BEI Tahun 2008-2012 Melakukan Pergantian
Kantor Akuntan Publik. Tax & Accounting Review, Vol. 3, No. 2

## Juliantari, Ni Wayan Ari dan Rasmini, Ni Ketut. 2013. Auditor Switching

Dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. E-Journal
Akuntansi Universitas Udayana. Vol. 3, No. 2.

## Moleong, Lexy. J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung :

Remaja Rosdakarya.
MenteriKeuangan, 2003, KeputusanMenteriKeuanganNomor
359/KMK.06/2003 tentang JasaAkuntanPublik, Jakarta.

## MenteriKeuangan, 2008, PeraturanMenteriKeuanganRepublik Indonesia

Nomor
17/PMK.01/2008 tentang JasaAkuntanPublik, Jakarta.

Rosdakarya.

## Santoso, Styarini. 2012. Pengaruh Modal Intelektual dan Pengungkapan

Terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal Akuntansi dan
Keuangan, Vol. 14 No. 1

## Sugiyono. 2010. MetodePenelitianBisnis( PendekatanKuantitatif,

Kualitatif, dan R&D) . Bandung : CV. Alfabeta.

## _______. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : CV. Alfabeta.

_______. 2012. Metode Penelitian Kombinasi. Bandung : CV. Alfabeta.

## Wijaya, Edwin danRasmini, Ni Ketut. 2015. Pengaruh Audit Fee, Opini

Going Concern, Finacial Distress, Ukuran Perusahaan, Ukuran
KAP Pada Pergantian Auditor. E-JurnalUniversitasUdayana. Vol.
11, No. 3

## Wijaya, IGKHK Dan Sudarma, M. 2016. Factor-Faktor Yang

Mempengaruhi Pergantian Auditor Pada Perusahaan Manufaktur
Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Feb. Universitas Brawijaya
LAMPIRAN 1

TAHUN 2012-2015

## NO NAMA PERUSAHAAN EMITEN

2 PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk AISA
3 PT Aslkindo Naratama Tbk ALDO
4 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk ANTM
5 PT Argo Pantes Tbk ARGO
6 PT Indo Kordsa Tbk BRAM
7 PT Eterindo Wahanatama Tbk ETWA
8 PT Gunawan ianjaya Steel Tbk GDST
9 PT Inti Agri Resources Tbk IIKP
10 PT Intan Wijaya International Tbk INCI
11 PT Toba Pulp Lestari Tbk INRU
12 PT Kimia Farma Tbk KAEF
13 PT Kabelindo Murni Tbk KBLM
14 PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk KBRI
15 PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk KIAS
16 PT Multi Bintang Indonesia Tbk MLBI
17 PT Hanson International Tbk MYRX
18 PT Apac Citra Centertex Tbk MYTX
19 PT Nippres Tbk NIPS
20 PT Pan Brothers Tbk PBRX
21 PT Pelangi Indah Canindo Tbk PICO
22 PT Perdana Karya Perkasa Tbk PKPK
23 PT Prima Alloy Steel Universal Tbk PRAS
PT Supreme Cable Manufacturing Corporation
24 Tbk SCCO
25 PT Sekawan Intipratama Tbk SIAP
26 PT Siearad Produce Tbk SIPD
27 PT Selamat Sempurna Tbk SMSM
28 PT Sunson Textile Manufacturer Tbk SSTM
29 PT Tirta Mahakam Resources Tbk TIRT
PT Ultra Jaya Milk Industry Trading Company
30 Tbk ULTJ
31 PT Nusantara Inti Corpora Tbk UNIT
32 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk UNSP
33 PT Uniliver Indonesia Tbk UNVR
TABULASI DATA PERGANTIAN MANAJEMEN TAHUN PENELITIAN 2012-2015
N NAMA EMIT Pergantian Manajemen
O PERUSAHAAN EN
2011 2012 2013 2014
Agoes Soewandi Agoes Soewandi
1 PT Ades Waters Indonesia Tbk ADES Wangsapoetra 0 Wangsapoetra 0 Martin Jimi 1 Martin Jimi 0
Stefanus Joko Stefanus Joko Stefanus Joko Stefanus Joko
2 PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk AISA Mogoginta 1 Mogoginta 0 Mogoginta 0 Mogoginta 0
Herwanto
3 PT Aslkindo Naratama Tbk ALDO Herwanto Sutanto 0 Herwanto Sutanto 0 Herwanto Sutanto 0 Sutanto 0
PT Aneka Tambang (Persero) Ir. Alwinsyah Ir. Alwinsyah Ir. Alwinsyah Ir. Tato Miraza,
4 Tbk ANTM Loebis, MM 1 Loebis, MM 0 Loebis, MM 0 SE, MM 1
Gunarso
5 PT Argo Pantes Tbk ARGO Gunarso Budiman 1 Gunarso Budiman 0 Gunarso Budiman 0 Budiman 0
Nuri Refik Nuri Refik
6 PT Indo Kordsa Tbk BRAM Ali Caliskan 0 Ali Caliskan 0 Duzgoren 1 Duzgoren 0
Immanuel
7 PT Eterindo Wahanatama Tbk ETWA Immanuel Sutarto 0 Immanuel Sutarto 0 Immanuel Sutarto 0 Sutarto 0
8 PT Gunawan ianjaya Steel Tbk GDST Tetsuro Okano 0 Tetsuro Okano 0 Tetsuro Okano 0 Tetsuro Okano 0
9 PT Inti Agri Resources Tbk IIKP Drs. Heria Machdi 0 Susanti Hidayat 1 Susanti Hidayat 0 Susanti Hidayat 0
PT Intan Wijaya International Recsonlye Sitorus, Recsonlye Sitorus, Recsonlye Sitorus, Recsonlye
10 Tbk INCI MBA 1 MBA 0 MBA 0 Sitorus, MBA 0
Subhash Chander Subhash Chander Benjamin Joseph Benjamin Joseph
11 PT Toba Pulp Lestari Tbk INRU Paruthi 0 Paruthi 0 Mitai 1 Mitai 0
Drs. Rusdi Drs. Rusdi Drs. Rusdi Drs. Rusdi
12 PT Kimia Farma Tbk KAEF Rosman, MBA 1 Rosman, MBA 0 Rosman, MBA 0 Rosman, MBA 0
13 PT Kabelindo Murni Tbk KBLM Soepono 0 Soepono 0 Soepono 0 Soepono 0
PT Kertas Basuki Rachmat
14 Indonesia Tbk KBRI Dani Bustan 1 Dani Bustan 0 Dani Bustan 0 Dani Bustan 0
PT Keramika Indonesia Cherdsak Pramoth Pramoth Pramoth
15 Assosiasi Tbk KIAS Niyomsilpa 1 Phromaue 1 Phromaue 0 Phromaue 0
PT Multi Bintang Indonesia Leonard Cornelis Leonard Cornelis
16 Tbk MLBI Jorden Evers 0 Jorden Evers 0 Chin Kean Huat 1 Chin Kean Huat 0
Benny
17 PT Hanson International Tbk MYRX R. Agus Sentosa 1 R. Agus Sentosa 0 R. Agus Sentosa 0 Tjokrosaputro 1
18 PT Apac Citra Centertex Tbk MYTX Benny Soetrisno 0 Benny Soetrisno 0 Benny Soetrisno 0 Benny Soetrisno 0
Jackson Tandiono, Jackson Tandiono, Jackson Tandiono, Jackson
19 PT Nippres Tbk NIPS BA 1 BA 0 BA 0 Tandiono, BA 0
20 PT Pan Brothers Tbk PBRX Ludijanto Setijo 0 Ludijanto Setijo 1 Ludijanto Setijo 0 Ludijanto Setijo 0
21 PT Pelangi Indah Canindo Tbk PICO Ko Dandy 0 Ko Dandy 0 Ko Dandy 0 Ko Dandy 0
22 PT Perdana Karya Perkasa Tbk PKPK Soedarsono 1 Soedarsono 0 Soedarsono 0 Soedarsono 0
PT Prima Alloy Steel Universal
23 Tbk PRAS Djoko Sutrisno 0 Djoko Sutrisno 0 Djoko Sutrisno 1 Djoko Sutrisno 1
PT Supreme Cable
Manufacturing Corporation
24 Tbk SCCO Elly Soepono 0 Elly Soepono 1 Elly Soepono 0 Elly Soepono 0
25 PT Sekawan Intipratama Tbk SIAP Onny Soendjaja 0 Onny Soendjaja 0 Onny Soendjaja 0 Suluhuddin Noor 1
26 PT Siearad Produce Tbk SIPD Budiardjo Tek 0 Budiardjo Tek 0 Budiardjo Tek 0 Budiardjo Tek 0
27 PT Selamat Sempurna Tbk SMSM Eddy Hartono 0 Eddy Hartono 0 Eddy Hartono 0 Eddy Hartono 0
PT Sunson Textile Purnawan
PT Tirta Mahakam Resources Lim Gunawan Lim Gunawan Djohan
29 Tbk TIRT Hariyanto, MBA 0 Djohan Surjaputra 1 Hariyanto, MBA 1 Surjaputra 0
PT Ultra Jaya Milk Industry Sabana Sabana Sabana Sabana
30 Trading Company Tbk ULTJ Prawirawidjaja 0 Prawirawidjaja 0 Prawirawidjaja 0 Prawirawidjaja 0
Prianto Paseru, Prianto Paseru,
31 PT Nusantara Inti Corpora Tbk UNIT SH 0 SH 0 Prianto Paseru, SH0 Gunawan Taslim 1
PT Bakrie Sumatra Plantations Ambono Bambang Aria Bambang Aria M. Iqbal
32 Tbk UNSP Janurianto 1 Wisena 0 Wisena 0 Zainuddin 1
Maurits Daniel Maurits Daniel Maurits Daniel
33 PT Uniliver Indonesia Tbk UNVR Rudolf Lalisang 0 Rudolf Lalisang 0 Rudolf Lalisang 0 Hemant Bakshi 1
LAMPIRAN 3

## TABULASI DATA LEVERAGE TAHUN PENELITIAN 2012-2015

Financial
EMIT Distress
NO NAMA PERUSAHAAN EN
2011 2012 2013 2014
2 PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk AISA 0.96 0.9 1.13 1.05
3 PT Aslkindo Naratama Tbk ALDO 1.01 0.96 1.16 1.24
4 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk ANTM 0.41 0.54 0.71 0.85
5 PT Argo Pantes Tbk ARGO 1.37 0.42 0.59 -7.72
6 PT Indo Kordsa Tbk BRAM 0.38 0.36 0.47 3.41
7 PT Eterindo Wahanatama Tbk ETWA 0.65 1.20 1.90 3.41
8 PT Gunawan ianjaya Steel Tbk GDST 0.31 0.47 0.35 0.56
9 PT Inti Agri Resources Tbk IIKP 0.06 0.06 0.05 0.05
10 PT Intan Wijaya International Tbk INCI 0.12 0.14 0.08 1.00
11 PT Toba Pulp Lestari Tbk INRU 0.46 0.56 1.54 1.92
12 PT Kimia Farma Tbk KAEF 0.43 0.44 0.52 2.05
13 PT Kabelindo Murni Tbk KBLM 1.63 1.73 1.43 0.06
14 PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk KBRI 0.10 0.04 0.14 0.92
15 PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk KIAS 0.92 0.09 0.11 1.26
16 PT Multi Bintang Indonesia Tbk MLBI 1.30 2.49 0.80 3.03
17 PT Hanson International Tbk MYRX -27.05 3.41 0.09 0.11
18 PT Apac Citra Centertex Tbk MYTX 27.98 -30.60 -21.23 -8.59
19 PT Nippres Tbk NIPS 1.51 1.60 2.38 0.59
20 PT Pan Brothers Tbk PBRX 1.29 1.37 1.36 0.17
21 PT Pelangi Indah Canindo Tbk PICO 1.99 1.99 1.89 2.48
22 PT Perdana Karya Perkasa Tbk PKPK 1.49 1.27 1.06 1.07
23 PT Prima Alloy Steel Universal Tbk PRAS 2.45 1.06 0.96 5.21
PT Supreme Cable Manufacturing
24 Corporation Tbk SCCO 1.80 1.27 1.49 2.32
25 PT Sekawan Intipratama Tbk SIAP 0.59 0.74 1.73 0.27
26 PT Siearad Produce Tbk SIPD 1.08 1.58 1.46 1.18
27 PT Selamat Sempurna Tbk SMSM 0.7 0.76 0.69 0.53
28 PT Sunson Textile Manufacturer Tbk SSTM 1.82 1.84 1.95 1.99
29 PT Tirta Mahakam Resources Tbk TIRT 4.02 5.45 11.25 7.69
PT Ultra Jaya Milk Industry Trading
30 Company Tbk ULTJ 0.55 0.44 0.4 0.39
31 PT Nusantara Inti Corpora Tbk UNIT 0.27 0.58 0.9 0.83
32 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk UNSP 1.06 1.4 2.7 2.85
33 PT Uniliver Indonesia Tbk UNVR 2.17 1.82 2.25 1.36
LAMPIRAN 4

## TABULASI DATA UKURAN KAP TAHUN PENELITIAN 2012-2015

Ukuran
KAP
NO NAMA PERUSAHAAN EMITEN
2011 2012 2013 2014
2 PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk AISA 0 0 0 0
3 PT Aslkindo Naratama Tbk ALDO 0 0 0 0
4 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk ANTM 1 1 1 0
5 PT Argo Pantes Tbk ARGO 0 0 0 1
6 PT Indo Kordsa Tbk BRAM 1 1 1 1
7 PT Eterindo Wahanatama Tbk ETWA 0 0 0 0
8 PT Gunawan ianjaya Steel Tbk GDST 0 0 0 0
9 PT Inti Agri Resources Tbk IIKP 0 0 0 0
10 PT Intan Wijaya International Tbk INCI 0 0 0 1
11 PT Toba Pulp Lestari Tbk INRU 0 0 0 0
12 PT Kimia Farma Tbk KAEF 0 0 0 1
13 PT Kabelindo Murni Tbk KBLM 0 0 0 0
14 PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk KBRI 0 0 0 0
15 PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk KIAS 0 1 1 1
16 PT Multi Bintang Indonesia Tbk MLBI 0 0 0 0
17 PT Hanson International Tbk MYRX 0 0 0 0
18 PT Apac Citra Centertex Tbk MYTX 0 0 0 0
19 PT Nippres Tbk NIPS 1 0 0 0
20 PT Pan Brothers Tbk PBRX 0 0 0 1
21 PT Pelangi Indah Canindo Tbk PICO 0 0 1 1
22 PT Perdana Karya Perkasa Tbk PKPK 0 0 0 0
23 PT Prima Alloy Steel Universal Tbk PRAS 0 0 0 1
PT Supreme Cable Manufacturing Corporation
24 Tbk SCCO 1 1 0 0
25 PT Sekawan Intipratama Tbk SIAP 1 0 0 0
26 PT Siearad Produce Tbk SIPD 0 1 0 1
27 PT Selamat Sempurna Tbk SMSM 0 0 0 1
28 PT Sunson Textile Manufacturer Tbk SSTM 0 0 0 0
29 PT Tirta Mahakam Resources Tbk TIRT 0 0 1 1
PT Ultra Jaya Milk Industry Trading Company
30 Tbk ULTJ 0 0 0 1
31 PT Nusantara Inti Corpora Tbk UNIT 0 0 0 0
32 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk UNSP 0 0 0 0
33 PT Uniliver Indonesia Tbk UNVR 1 1 1 1
LAMPIRAN 5

## TABULASI DATA PERGANTIAN AUDITOR TAHUN PENELITIAN 2012-2015

EM
N NAMA ITE
O PERUSAHAAN N Pergantian Auditor
2012 2013 2014 2015
PT Ades WatersAD Johan Malonda Mustika Johan Malonda Mustika Johan Malonda Tanubrata Sutanto
1 Indonesia Tbk ES & Co. 0 & Co. 0 Mustika & Co. 0 Fahmi & Rekan 1
PT Tiga Pilar SejahteraAIS Aryanto, Amir Jusuf, Aryanto, Amir Jusuf, Aryanto, Amir Jusuf, Aryanto, Amir Jusuf,
2 Tbk A Mawar & Saptoto 0 Mawar & Saptoto 0 Mawar & Saptoto 0 Mawar & Saptoto 0
PT Aslkindo NaratamaAL
3 Tbk DO Anwar & Co. 0 Anwar & Co. 0 Anwar & Co. 0 Arsyad & Rekan 1
PT Aneka TambangAN Purwantono, Suherman Purwantono, Suherman Purwantono, Tanudireja, Wibisana
4 (Persero) Tbk TM & Surja 0 & Surja 0 Suherman & Surja 0 & Co 1
AR Junaedi, Chairul &
5 PT Argo Pantes Tbk GO Anwar & Rekan 0 Anwar & Rekan 0 Anwar & Rekan 0 Subyakto 1
BRA Osman Bing Satrio & Osman Bing Satrio &
6 PT Indo Kordsa Tbk M Osman Bing Satrio & Co. 0 Osman Bing Satrio & Co. 0 Eny 0 Eny 0
PT EterindoET Aryanto, Amir, Jusuf, Gani Mulyadi & Kosasih, Nurdiyaman, Kosasih, Nurdiyaman,
7 Wahanatama Tbk WA Mawar & Saptoto 0 Handayani 1 Tjahjo & Rekan 1 Tjahjo & Rekan 0
8 Steel Tbk T Co. 0 Co. 0 Co. 0 Co. 0
9 PT Inti Agri ResourcesIIK Achmad, Rasyid,1 Doli, Bambang &1 Doli, Bambang &0 Asep Rahmansyah &1
PT Intan WijayaINC Hananta Budianto & Hananta Budianto & Hananta Budianto & Hananta Budianto &
10 International Tbk I Rekan 1 Rekan 0 Rekan 0 Rekan 0
PT Toba Pulp LestariINR Junaedi, Chairul & Junaedi, Chairul & Budiman, Wawan, Budiman, Wawan,
11 Tbk U Subyakto 0 Subyakto 0 Pamudji & Co. 1 Pamudji & Co. 0
KA Handrawinata Eddy & Handrawinata Eddy & Handrawinata Eddy & Handrawinata Eddy &
12 PT Kimia Farma Tbk EF Siddharta 1 Siddharta 0 Siddharta 0 Siddharta 0
Doli, Bambang,
KBL Doli, Bambang, Kosasih, Nurdiyaman, Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang &
PT Kertas BasukiKB Hananta Budianto & Hananta Budianto & Hananta Budianto & Hananta Budianto &
14 Rachmat Indonesia Tbk RI Rekan 0 Rekan 0 Rekan 0 Rekan 0
PT Keramika IndonesiaKIA Jamaludin, Aria, Jamaludin, Aria, Mulyamin Sensi Mulyamin Sensi
15 Assosiasi Tbk S Sukimto & Co. 1 Sukimto & Co. 0 Suryanto & Lianny 0 Suryanto & Lianny 0
PT Multi BintangML Tanudiredja, Wibisana & Tanudiredja, Wibisana
16 Indonesia Tbk BI Siddharta & Widjaja 1 Co. 1 Siddharta & Widjaja 1 & Co. 1
17 Tbk RX Hisbullah & Jerry 0 Hisbullah & Jerry 0 Siddharta 1 Suherman & Surja 1
PT Apac Citra CentertexMY Mulyamin Sensi Mulyamin Sensi Mulyamin Sensi Kosasih, Nurdiyaman,
18 Tbk TX Suryanto 1 Suryanto & Lianny 0 Suryanto & Lianny 0 Tjahjo & Rekan 1
NIP Budiman, Wawan, Supoyo, Sutjahjo, Supoyo, Sutjahjo,
19 PT Nippres Tbk S Muhaemin 0 Pamudji & Co. 1 Subyantara & Rekan 1 Subyantara & Rekan 0
Doli, Bambang, Doli, Bambang, Doli, Bambang,
20 PT Pan Brothers Tbk X Tjahjo & Rekan 1 Ali 1 Ali 0 Ali 0
PT Pelangi IndahPIC Achmad, Rasyid, Griselda, Wisnu & Hananta Budianto &
21 Canindo Tbk O Hisbullah & Jerry 1 Griselda, Wisnu & Arum 1 Arum 0 Rekan 1
PT Perdana KaryaPKP Budiman, Wawan, Junaedi, Chairul & Junaedi, Chairul & Hertanto, Sidik &
22 Perkasa Tbk K Pamudji & Co 0 Subyakto 1 Subyakto 0 Indra 1
PT Prima Alloy SteelPRA Hidayat, Arsono, Ade Hidayat, Arsono, Ade Krisnawan, Busroni, Krisnawan, Busroni,
23 Universal Tbk S Fatma & C 1 Fatma & C 0 Achsin & Alamsyah 1 Achsin & Alamsyah 1
PT Supreme Cable Doli, Bambang, Doli, Bambang,
Manufacturing SCC Doli, Bambang, Kosasih, Nurdiyaman, Sulistiyanto, Dadang & Sulistiyanto, Dadang &
24 Corporation Tb O Sudarmadji & Dadang 0 Tjahjo & Rekan 1 Ali 1 Ali 0
Drs. Basri Drs. Basri Drs. Basri Drs. Basri
PT Sekawan IntipratamaSIA Hardjosumarto, Msi, Ak Hardjosumarto, Msi, Ak Hardjosumarto, Msi, Hardjosumarto, Msi,
25 Tbk P & Rekan 0 & Rekan 0 Ak & Rekan 0 Ak & Rekan 0
SIP Tanubrata Sutanto Tanubrata Sutanto Tanubrata Sutanto Tanubrata Sutanto
26 PT Siearad Produce Tbk D Fahmi & Rekan 0 Fahmi & Rekan 0 Fahmi & Rekan 0 Fahmi & Rekan 0
27 Tbk SM Teramihardja 1 & Chandr 1 Pradhono & Chandr 0 Suherman & Surja 1
Doli, Bambang, Doli, Bambang,
PT Sunson TextileSST Koesbandijah, Beddy Koesbandijah, Beddy Sulistiyanto, Dadang & Sulistiyanto, Dadang &
28 Manufacturer Tbk M Samsi & Setiasih 0 Samsi & Setiasih 0 Ali 1 Ali 0
PT Tirta MahakamTIR Joachim Sulistyo &
29 Resources Tbk T Rekan 0 Pieter, Uways & Rekan 1 Pieter, Uways & Rekan 0 Pieter, Uways & Rekan 0
30 PT Ultra Jaya MilkULT Koesbandijah, Beddy0 Bambang Budi Tresno 1 Tanubrata Sutanto1 Tanubrata Sutanto0
Industry TradingJ Samsi & Setiasih Fahmi & Rekan Fahmi & Rekan
Company Tbk
31 Corpora Tbk T Hisbullah & Jerry 1 Drs. Imam Syafei & Co 1 Subyantara & Rekan 1 Hisbullah & Jerry 1
PT Bakrie SumatraUN Tanubrata Sutanto Tanubrata Sutanto Tanubrata Sutanto Tanubrata Sutanto
32 Plantations Tbk SP Fahmi & Co. 1 Fahmi & Co. 0 Fahmi & Co. 0 Fahmi & Co. 0
PT Uniliver IndonesiaUN Tanudiredja, Wibisana & Tanudiredja, Wibisana & Tanudiredja, Wibisana Tanudiredja, Wibisana
33 Tbk VR Co. 0 Co. 0 & Co. 0 & Co. 0
LAMPIRAN 6

## 1 ADES 2011 0 1.51 0 0

2 AISA 1 0.96 0 0
3 ALDO 0 1.01 0 0
4 ANTM 1 0.41 1 0
5 ARGO 1 1.37 0 0
6 BRAM 0 0.38 1 0
7 ETWA 0 0.65 0 0
8 GDST 0 0.31 0 0
9 IIKP 0 0.06 0 1
10 INCI 1 0.12 0 1
11 INRU 0 0.46 0 0
12 KAEF 1 0.43 0 1
13 KBLM 0 1.63 0 0
14 KBRI 1 0.10 0 0
15 KIAS 1 0.92 0 1
16 MLBI 0 1.30 0 1
17 MYRX 1 -27.05 0 0
18 MYTX 0 27.98 0 1
19 NIPS 1 1.51 1 0
20 PBRX 0 1.29 0 1
21 PICO 0 1.99 0 1
22 PKPK 1 1.49 0 0
23 PRAS 0 2.45 0 1
24 SCCO 0 1.80 1 0
25 SIAP 0 0.59 1 0
26 SIPD 0 1.08 0 0
27 SMSM 0 0.7 0 1
28 SSTM 0 1.82 0 0
29 TIRT 0 4.02 0 0
30 ULTJ 0 0.55 0 0
31 UNIT 0 0.27 0 1
32 UNSP 1 1.06 0 1
33 UNVR 0 2.17 1 0
34 ADES 2012 0 0.86 1 0
35 AISA 0 0.9 0 0
36 ALDO 0 0.96 0 0
37 ANTM 0 0.54 1 0
38 ARGO 0 0.42 0 0
39 BRAM 0 0.36 1 0
40 ETWA 0 1.20 0 1
41 GDST 0 0.47 0 0
42 IIKP 1 0.06 0 1
43 INCI 0 0.14 0 0
44 INRU 0 0.56 0 0
45 KAEF 0 0.44 0 0
46 KBLM 0 1.73 0 1
47 KBRI 0 0.04 0 0
48 KIAS 1 0.09 1 0
49 MLBI 0 2.49 0 1
50 MYRX 0 3.41 0 0
51 MYTX 0 -30.60 0 0
52 NIPS 0 1.60 0 1
53 PBRX 1 1.37 0 1
54 PICO 0 1.99 0 1
55 PKPK 0 1.27 0 1
56 PRAS 0 1.06 0 0
57 SCCO 1 1.27 1 1
58 SIAP 0 0.74 0 0
59 SIPD 0 1.58 1 0
60 SMSM 0 0.76 0 1
61 SSTM 0 1.84 0 0
62 TIRT 1 5.45 0 1
63 ULTJ 0 0.44 0 1
64 UNIT 0 0.58 0 1
65 UNSP 0 1.4 0 0
66 UNVR 0 1.82 1 0
67 ADES 2013 1 0.67 1 0
68 AISA 0 1.13 0 0
69 ALDO 0 1.16 0 0
70 ANTM 0 0.71 1 0
71 ARGO 0 0.59 0 0
72 BRAM 1 0.47 1 0
73 ETWA 0 1.90 0 1
74 GDST 0 0.35 0 0
75 IIKP 0 0.05 0 0
76 INCI 0 0.08 0 0
77 INRU 1 1.54 0 1
78 KAEF 0 0.52 0 0
79 KBLM 0 1.43 0 1
80 KBRI 0 0.14 0 0
81 KIAS 0 0.11 1 0
82 MLBI 1 0.80 0 1
83 MYRX 0 0.09 0 1
84 MYTX 0 -21.23 0 0
85 NIPS 0 2.38 0 1
86 PBRX 0 1.36 0 0
87 PICO 0 1.89 1 0
88 PKPK 0 1.06 0 0
89 PRAS 1 0.96 0 1
90 SCCO 0 1.49 0 1
91 SIAP 0 1.73 0 0
92 SIPD 0 1.46 0 0
93 SMSM 0 0.69 0 0
94 SSTM 0 1.95 0 1
95 TIRT 1 11.25 1 0
96 ULTJ 0 0.4 0 1
97 UNIT 0 0.9 0 1
98 UNSP 0 2.7 0 0
99 UNVR 0 2.25 1 0
100 ADES 2014 0 0.71 1 1
101 AISA 0 1.05 0 0
102 ALDO 0 1.24 0 1
103 ANTM 1 0.85 0 1
104 ARGO 0 -7.72 1 1
105 BRAM 0 3.41 1 0
106 ETWA 0 3.41 0 0
107 GDST 0 0.56 0 0
108 IIKP 0 0.05 0 1
109 INCI 0 1.00 1 0
110 INRU 0 1.92 0 0
111 KAEF 0 2.05 1 0
112 KBLM 0 0.06 0 0
113 KBRI 0 0.92 0 0
114 KIAS 0 1.26 1 0
115 MLBI 0 3.03 0 1
116 MYRX 1 0.11 0 1
117 MYTX 0 -8.59 0 1
118 NIPS 0 0.59 0 0
119 PBRX 0 0.17 1 0
120 PICO 0 2.48 1 1
121 PKPK 0 1.07 0 1
122 PRAS 1 5.21 1 1
123 SCCO 0 2.32 0 0
124 SIAP 1 0.27 0 0
125 SIPD 0 1.18 1 0
126 SMSM 0 0.53 1 1
127 SSTM 0 1.99 0 0
128 TIRT 0 7.69 1 0
129 ULTJ 0 0.39 1 0
130 UNIT 1 0.83 0 1
131 UNSP 1 2.85 0 0
132 UNVR 1 1.36 1 0
LAMPIRAN 7

STATISTIK DESKRIPTIF

Descriptives

Descriptive Statistics

## Minimu Maximu Std.

N m m Mean
Deviation

Pergantian
Manajemen 132 0 1 ,22 ,416
Leverage 132 -30,60 27,98 ,7561 5,12606
Ukuran KAP 132 0 1 ,26 ,439
Pergantian Auditor 132 0 1 ,37 ,485
Valid N (listwise) 132
LAMPIRAN 8

UJI NORMALITAS

Regression
Variables Entered/Removeda

Variables
Model Entered Variables Method
Removed

## 1 Ukuran KAP, . Enter

Pergantian
Manajemen,
Leverageb
a. Dependent Variable: Pergantian Auditor

## b. All requested variables entered.

Coefficientsa

Mode Collinearity
l Statistics

Tolerance VIF

Pergantian
1 Manajemen ,995 1,005
Financial Distress ,992 1,008
Ukuran KAP ,989 1,011

LAMPIRAN 9

## UJI REGRESI LOGISTIK

Logistic Regression

## Case Processing Summary

Unweighted
Casesa N Percent
Included in
Selected Cases Analysis 132 100,0
Missing Cases 0 ,0
Total 132 100,0
Unselected
Cases 0 ,0
Total 132 100,0

## a. If weight is in effect, see classification table for

the total number of cases.

## Dependent Variable Encoding

Internal
Original Value Value

Non-
Voluntary 0
Voluntary 1
Block 0: Beginning Block
Iteration Historya,b,c

Iterati -2 Log
on likelihood Coefficients

Constant

2 174,134 -,527
3 174,134 -,527

## parameter estimates changed by less than ,001.

Classification
Tablea,b

Predicte
Observed d

Pergantian
Auditor Percentage

Non- Voluntar
Voluntary y Correct
Step Non-
Pergantian
0 Voluntary 83 0 100,0
Auditor
Voluntary 49 0 ,0
Overall
Percentage 62,9
a. Constant is included in the model.

## b. The cut value is ,500

Variables in the Equation

Wal
B S.E. d df Sig. Exp(B)

Constan -,52
Step 0 t 7 ,180 8,558 1 ,003 ,590

Equation

Score df Sig.

## Step 0 PM 3,395 1 ,065

Variable
s LE 1,557 1 ,212
UK 7,441 1 ,006
Overall Statistics 13,872 3 ,003

## Block 1: Method = Enter

Iteration Historya,b,c,d

on likelihood s

L
Constant PM E UK

## Step 1 1 159,747 -,441 ,838 ,051-1,150

,
2 159,074 -,488 ,960 065 -1,453
,
3 159,067 -,492 ,970 067 -1,485
,
4 159,067 -,492 ,971 067 -1,486

a. Method: Enter

## d. Estimation terminated at iteration number 4 because parameter

estimates changed by less than ,001.

## Omnibus Tests of Model Coefficients

Chi-square df Sig.

## Step 1 Step 15,066 3 ,002

Block 15,066 3 ,002
Model 15,066 3 ,002

Model Summary

-2 Log
Step likelihood Cox & Snell R Nagelkerke R
Square Square

159,06
1 7a ,108 ,147
a. Estimation terminated at iteration number 4
because parameter estimates changed by less
than ,001.
Hosmer and
Lemeshow Test

Chi-
Step square df Sig.

1 10,228 8 ,249

## Contingency Table for Hosmer and

Lemeshow Test

Pergantian Auditor
= Non- Pergantian Auditor = Total
Volunta Volunta
ry ry

Observ Observe
ed Expected d Expected

## Step 1 1 10 11,475 3 1,525 13

2 12 11,240 1 1,760 13
3 10 9,917 4 4,083 14
4 8 8,017 5 4,983 13
5 11 7,947 2 5,053 13
6 10 7,860 3 5,140 13
7 5 7,778 8 5,222 13
8 6 7,651 7 5,349 13
9 7 6,257 6 6,743 13
10 4 4,858 10 9,142 14

Classification
Tablea

Observe Predicte
d d

Pergantian Percentag
Auditor e
Correct
Non- Voluntar
Voluntary y

Non-
Pergantian
Step 1 Voluntary 77 6 92,8
Auditor Voluntar
y 35 14 28,6
Overall
Percentage 68,9

,500
Variables in the
Equation

## S.E 95% C.I.for

B . Wald df Sig. Exp(B) EXP(B)

Upp
Lower er

,
Step 1a PM ,971 458 4,493 1 ,034 2,639 1,076 6,475
,
LE ,067 047 2,009 1 ,156 1,069 ,975 1,173
UK -1,486 ,517 8,264 1 ,004 ,226 ,082 ,623
Constan ,
t -,492 233 4,465 1 ,035 ,611

## a. Variable(s) entered on step 1: PM, FD, UK.

Correlation Matrix

Constant PM LE UK

## Step 1 Constant 1,000 -,401 -,195 -,275

PM -,401 1,000 ,045 -,180
LE -,195 ,045 1,000 -,104
UK -,275 -,180 -,104 1,000

### Dapatkan aplikasi gratis kami

Hak cipta © 2022 Scribd Inc.