1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Permainan sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang paling
populer di dunia sampai saat ini. Sepakbola telah banyak mengalami perubahan
dan perkembangan dari bentuk sederhana sampai menjadi permainan sepakbola
modern yang sangat digemari banyak orang, tua-muda, anak-anak bahkan
wanita. Permainan sepakbola tidak sekedar dilakukan untuk tujuan rekreasi dan
pengisi waktu luang akan tetapi menuntut suatu prestasi yang optimal dan nilai
bisnis yang tinggi.
Sepakbola adalah permainan yang dimainkan oleh dua regu yang masing-
masing regu terdiri dari 11 pemain. Sarumpaet (1992:17). Seiring dengan
perkembangan zaman, sepakbola juga mengalami perubahan, hal itu terlihat pada
peraturan pertandingan, perlengkapan lapangan, kelengkapan permainan,
perwasitan dan lain-lain, yang kesemuanya bertujuan bagi penonton agar
sepakbola lebih bisa dinikmati dan digemari dan menjadi suatu suguhan atau
tontonan yang sangat menarik.
Sepakbola dimainkan bukan sekedar hiburan atau pengisi waktu
senggang, akan tetapi para pemain dan pelatihnya diharapkan untuk berprestasi
setinggi-tingginya. Prestasi yang tinggi hanya dapat dicapai dengan latihan-
latihan yang direncanakan dengan baik dan dilakukan secara terus menerus. Hal
ini sangatlah wajar, karena sepakbola sudah dipertandingkan baik ditingkat
1
2
daerah, nasional maupun internasional sejak lama.
Macam-macam teknik dasar dalam permainan sepakbola yaitu: 1. Teknik
tanpa bola yang merupakan gerakan-gerakan tanpa bola terdiri dari lari cepat dan
mengubah arah, melompat dan meloncat, gerak tipu tanpa bola yaitu gerak tipu
dengan badan, gerakan-gerakan khusus penjaga gawang; 2. Teknik dengan bola
yaitu semua gerakan-gerakan dengan bola yang terdiri dari
Menendang bola (menembak bola atau Shooting), mengoper bola
menerima bola (menghentikan bola, mengontrol bola) menggiring bola,
menyundul bola, melempar bola, gerak tipu dengan bola, merampas atau
merebut bola, teknik-teknik khusus penjagagawang.
Seorang pemain sepakbola agar dapat mencapai hasil permainan yang
baik harus memiliki fisik, mental dan macam-macam teknik dasar bermain
sepakbola, teknik dasar permainan sepakbola menentukan sampai dimana
seorang pemain dapat meningkatkan mutu permainannya. Dengan penguasaan
teknik dasar yang baik dan sempurna, pemain dapat melaksanakan taktik dan
strategi permainan dengan mudah karena pemain tersebut mempunyai
kepercayaan pada diri sendiri. Menurut Komarudin (2011: 70) secara garis besar
teknik sepakbola terdiri dari dua bagian besar yaitu teknik badan (teknik tanpa
bola) dan teknik dasar dengan bola. Teknik-teknik dasar tersebut harus dikuasai
oleh para pemain sepakbola, penguasaan teknik dasar merupakan suatu prasyarat
yang harus dimiliki oleh setiap pemain agar permainan dapat berjalan dangan
baik dan menarik.
3
Tendangan ke gawang atau lebih dikenal dengan istilah shooting
merupakan suatu usaha untuk memindahkan bola ke sasaran dengan
menggunakan kaki atau bagian kaki. Menendang bola dapat dilakukan dalam
keadaaan bola diam, menggelinding, maupun melayang yang tujuannya untuk
memasukkan bola ke dalam gawanglawan. Menurut Mielke (2007: 67)
mengatakan dari sudut penyerang, tujuan sepakbola adalah melakukan
shooting. Shooting berdasarkan perkenaan kakinya dapat kita lakukan dengan
beberapa cara teknik shooting seperti: Shooting dengan punggung kaki, Shooting
dengan kaki bagian dalam, Shooting dengan kaki bagian luar, Shooting dengan
ujung kaki.
Pelaksanaan shooting seperti yang diatas, dapat di lakukan atau
dilaksanakan sesuai dengan keadaan dan situasi untuk melakukan shooting
tersebut. Pada umumnya orang dalam pelaksanaanya shooting lebih banyak
menggunakan teknik shooting dengan kaki bagian dalam, punggung kaki, dan
kaki bagian luar. Hal ini disebabkan karena lebih mudah dan lebih efektif dalam
pencapaian tujuan dari shooting tersebut.
Shooting bola adalah salah satu teknik yang terdapat pada permainan
sepakbola. Permainan sepakbola merupakan suatu permainan yang kolektif atau
kerja sama tim. Semua pemain harus bekerja sama dengan teman satu tim untuk
mencapai hasil yang maksimal. Selain kemampuan individu, kerja sama dan
setrategi yang diterapkan dalm permainan sepakbola memiliki pengaruh yang
cukup besar terhadap hasil pertandingan. Dilihat dari taksonomi gerak umum,
sepakbola bisa secara lengkap diwakili oleh gerakan- gerakan dasar yang
4
membangun pola gerak yang lengkap, dari mulai gerak lokomotor,
nonlokomotor, sekaligus manipulatif. Keterampilan dasar ini dianggap sebagai
keterampilan fundamental, yang sangat berguna bagi pengembangan
keterampilan-keterampilan lain yang lebih komplek.
Salah satu teknik dasar yang harus dikuasai oleh seorang pemain
sepakbola selain shooting adalah teknik mengoper bola (passing). Passing
berfungsi mengalirkan bola ke mana saja sesuai dengan keinginan dan kebutuhan
tim. Walaupun pemain memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi,
seorang pemain sepakbola juga bergantung pada setiap anggota tim lainnya
untuk menciptakan permainan yang cantik, menarik dan membuat keputusan
yang tepat sesuai kebutuhan tim.
Agar dapat berhasil di dalam lingkungan tim ini, seorang pemain harus
mengasah keterampilan individunya separti teknik passing, karena hampir
sepanjang permainan pemain sepakbola akan selalu menggunakan teknik
passing. Dari hasil penguasaan teknik passing yang baik pemain dapat
menguasai pertandingan karena bola tidak mudah direbut oleh pemain lawan.
Passing merupakan seni memindahkan momentum bola dari satu pemain
ke pemain lain (Dany Mielke, 2007: 19). Passing paling banyak dilakukan
menggunakan kaki, tetapi bagian tubuh lain juga bisa digunakan. Passing
membutuhkan banyak teknik yang sangat penting agar dapat tetap menguasai
bola. Menurut Herwin (2004: 29) dalam permainan sepakbola menendang bola
(passing) memiliki tujuan antara lain mengoper bola pada teman, mengoper bola
ke daerah yang kosong, mengoper bola terobosan diantara lawan, menendang
5
bola untuk membuat gol ke gawang lawan, dan menendang bola untuk
mengamankan daerah permainannya sendiri.
Pemain yang melakukan pasing yang baik akan dapat berlari ke ruang
yang terbuka dan mengendalikan permainan saat membangun strategi
penyerangan. Semakin banyak tim menguasai bola, maka semakin banyak juga
peluang untuk menguasai permainan dan mencetak gol. Kebanyakan passing
dilakukan menggunakan kaki bagian dalam karena di bagian kaki itulah terdapat
permukaan yang lebih luas bagi pemain untuk menendang bola, sehingga
memberikan kontrol bola yang lebih baik. Seorang pemain yang tidak dapat
menguasai teknik passing dengan baik, tidak akan mungkin menjadi pemain
yang baik.
PS. FKIP Universitas Bengkulu merupakan sebuah klub sepakbola yang
berisikan pemain pemain nya berasal dari mahasiswa yang berkuliah di
Universitas Bengkulu. Meskipun sudah ada prestasi yang telah diperoleh selama
ini, Tetapi PS. FKIP Universitas Bengkulu masih kurang stabil atau sering naik
turun prestasinya. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti,
kemampuan shooting dan passingpemain PS. FKIP masih banyak yang belum
menguasai dengan baik. Terlihat pada saat latihan, shootingyang dilakukan
pemain masih banyak yang tidak tepat sasaran ke gawang. Masih banyak
tendangan shooting para pemain yang melambung tinggi. Kemudian dalam
melakukan passingmasih banyak juga pemain yang melakukan kesalahan dalam
mengoper bola kepada rekan yang lain sehingga pemain yang menerima bola
menjadi susah untuk mengontrol bola yang diberikan.
6
Melihat dari permasalahan yang terjadi tersebut, maka peneliti akan
mencoba untuk meneliti teknik shooting dan passingpara pemain PS. FKIP
Universitas Bengkulu.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis tertarik untuk
mengajukan judul penelitian tentang Analisis Kemampuan Shooting Dan Passing
Sepakbola Pemain PS. FKIP Universitas Bengkulu
B. IdentifikasiMasalah
Latar belakang yang telah diuraikan di atas, dapat diidentifikasikan beberapa
masalah sebagai berikut :
1. Seberapa baik kemampuan shooting pemain PS. FKIP Universitas Bengkulu
2. Seberapa baik kemampuan passing pemain PS. FKIP Universitas Bengkulu
3. Seberapa baik keterampilan teknik dasar sepak bola setiap Pemain PS. FKIP
Universitas Bengkulu.
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan berbagai identifikasi masalah di atas, maka peneliti perlu
membatasi permasalahan. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan pada
Analisis Kemampuan Shooting dan Passing Sepakbola Pemain PS. FKIP
Universitas Bengkulu.
D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini yaitu : Untuk mengetahui sejauh mana
kemampuan shooting dan passing sepakbola pemain PS. FKIP Universitas
Bengkulu.
7
E. Manfaat Penelitian.
1. Bagi peneliti sendiri, hasil penelitian ini merupakan tambahan wawasan
tentang keterampilan sepak bola, terutama hal-hal yang berkaitan dengan
Shooting dan Passing.
2. Bagi pemain PS. FKIP Universitas Bengkulu dengan adanya tes
keterampilan yang telah dilakukan maka akan motivasi latihannya dalam
rangka meningkatkankemampuannya.
3. Bagi Pembina dan pelatih sepakbola, hasil penelitian ini dapat dijadikan
bahan pertimbangan dalam proses pembinaan atau pelatihan untuk
meningkatkan prestasi pemain sepakbola.
8
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Hakikat Permainan sepakbola
Permainan sepakbola tergolong kegiatan olahraga yang sebetulnya
sudah tua usianya, walaupun masih dalam bentuk sederhana, akan tetapi
sepakbola sudah dimainkan ribuan tahun yang lalu. Inggris adalah salah satu
negara yang paling tepat menjadi kiblat persepakbolaan moderen. Banyak
yang sependapat bahwa perkembangan sepakbola di inggris menjadi sorotan
mata dunia. Tahun ke tahun perkembangan sepakbola di inggris mengalami
perubahan.
Keterampilan dasar dianggap sebagai keterampilan fundamental, yang
sangat berguna bagi pengembangan keterampilan-keterampilan lain yang
lebih kompleks. Bisa dilihat dari jelasnya awal dan akhir gerakan yang
mendasari berbagai keterampilan permainan sepakbola seperti berlari,
melompat, menendang, serta menembak, keterampilan bisa dikategorikan
sebagai keterampilan diskrit (Komarudin, 2005: 13).
Sepakbola memiliki beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh
setiap pemain. Menurut Sucipto, dkk. (2000: 17), teknik dasar yang perlu
dimiliki oleh pemain sepakbola adalah menendang, menghentikan,
menggiring, menyundul, merampas, lemparan ke dalam, dan menjaga
gawang. Teknik dasar bermain sepakbola menurut Sarumpaet (1992: 17),
8
9
adalah semua gerakan-gerakan tanpa bola dan gerakan-gerakan dengan bola
yang diperlukan dalam bermain sepakbola, jadi teknik dasar bermain
sepakbola adalah merupakan kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan
atau mengerjakan sesuatu yang terlepas sama sekali dari permainan
sepakbola yang profesional harus menguasai teknik dasar bermain sepakbola
terlebih dahulu sebelum bermain dalam permainan sepakbola.
Teknik dasar dalam sepakbola yang paling mendasar adalah menendang
bola. Menurut Soekatamsi (1988:74) menyatakan bahwa dalam melakukan
tendangan dapat dilakukan dengan bermacam-macam bagian kaki antara lain
kaki bagian dalam, kura-kura kaki bagian dalam, kura-kura penuh, ujung
jari, kura-kura kaki sebelah dalam dan dengan tumit. Setiap bagian kaki
yang digunakan untuk menendang bola, menghasilkan tendangan yang
berbeda.
Menurut Sukintaka, dkk. (1979:103), bahwa sepakbola adalah suatu
permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak bola. Boladisepak kian
kemari untuk diperebutkan diantara pemain-pemain lain, yang mempunyai
tujuan untuk memasukan bola ke gawang lawan. Dalam memainkan bola
maka pemain dibenarkan untuk menggunakan seluruh anggota badan
kecuali tangan dan lengan. Hanya penjaga gawang yang diijinkan untuk
memainkan bola dengan tangan didaerah kotak pinaltinya. Mencetak gol
kegawang lawan merupakan citacita dari setiap kesebelasan. Suatu
kesebelasan dinyatakan sebagai pemenang, apabila kesebelasan tersebut
dapat memasukan bola ke gawang lawan lebih banyak dan kemasukan bola
10
lebih sedikit jika dibandingkan denganlawannya.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa sepakbola
merupakan permainan beregu dengan jumlah pemain sebelas orang setiap
regu masing-masing satu penjaga gawang. Hampir seluruh gerakan
permainan menggunakan ketermapilan kaki, kecuali penjaga gawang yang
bebas menggunakan tangan dan seluruh anggota badannya didalam area
kotak pinalti. Permainan sepakbola dilakukan di atas lapangan rumput yang
berbentuk persegi panjang dan terdapat dua buah gawang yang saling
berhadapan, tetapi dengan semakin majunya tekhnologi dibeberapa negara
maju sudah menggunakan rumput sintetik untuk menggantikan rumput
alami.
Permainan sepakbola digunakan bola yang terbuat dari kulit, tetapi
dengan semakin majunya tekhnologi, bola juga mengalami perubahan, yang
dahulu terbuat dari kulit sekarang banyak bola yang terbuat dari karet dan
sintesis supaya berat bola tidak berubah di saat pertandingan turun hujan.
Permainan sepakbola dipimpin oleh seorang wasit yang dibantu oleh dua
orang penjaga garis, di beberapa liga sepakbola eropa sudah ada wasit
tambahan yang berada di belakang gawang guna sah tidaknya gol yang
terjadi, selain itu sekarang FIFA juga sedang mengevaluasi tekhnologi garis
gawang guna menetapkan bola sudah melewati garis gawang atau belum.
Tujuan dari masing-masing kesebelasan adalah memasukan bola sebanyak
mungkin ke gawang lawan dan berusaha sekuat tenaga melindungi gawang
masing-masing agar tidak kemasukan bola.
11
Permainan dilakukan dalam dua babak, antara babak pertama dan babak
ke dua diberi waktu istirahat selama 15 menit setelah istirahat dilakukan
pertukaran tempat. Kesebelasan yang paling banyak memasukan bola dan
paling sedikit kemasukan bola dalam kurun waktu 2 x 45 menit dinyatakan
sebagaipemenang.
2. Teknik Dasar Sepakbola
Pemain sepakbola agar dapat bermain dengan baik harus menguasai
beberapa teknik dasar. Teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola ada
yang tanpa bola dan ada yang menggunakan bola. Menurut Herwin
(2004:21) dalam permainan, seorang pemain harus mampu berlari dengan
langkah pendek maupun langkah panjang, karena harus merubah kecepatan
lari. Herwin (2004:25) semua bagian tubuh yang diperbolehkan untuk
menyentuh bola meliputi bagian kaki dalam, kaki luar, punggung kaki,
tumit, telapak kaki, paha, dada, dan kepala sehingga pembelajaran
memerlukan ribuan kali sentuhan dengan bagian tubuh tersebut haruslah
dilakukan.
Menurut Sucipto, dkk. (2000: 17), teknik dasar permainan sepakbola
yang menggunakan bola antara lain passing, dribbling dan shooting. Passing
dan shooting dalam permainan sepakbola dimasukkan kedalam teknik dasar
menendang bola atau kicking. Menendang bola atau kicking menurut
Fendinurdiantoro (2007: 12) dapat menggunakan kaki bagian dalam, kaki
bagian luar, punggung kaki, dan punggung kaki bagian dalam. Teknik-
teknik dasar menendang bola dijelaskan sebagai berikut :
12
a. Menendang menggunakan kaki bagiandalam
Salah satu kaki di isi bola, pandangan ke arah bola, sisi kaki bagian
dalam digunakan untuk menendang, dan ujung kaki diayunkan
menghadap ke luar.
b. Menendang menggunakan kaki bagianluar
Menendang bola dengan kaki bagian luar tidak jauh berbeda dengan
kaki dalam, posisi menendang juga sama. Menendang dengan kaki
bagian luar dapat digambarkan sebagi berikut, posisi badan di
belakang bola, kaki tumpu berada disamping bola ujung jari
menghadap sasaran dan lutut sedikit agak ditekuk
c. Menendang menggunakan punggungkaki
Kaki tendang dibelakang bola, punggung kaki menghadap ke
depan/sasaran, tarik kebelakang dan diayunkan ke depan mengenai
bola, perkenaan bola tepat pada punggung kaki, dan saat mengenai
bola pergelangan kakiditegangkan.
3. Menendang Bola
Seorang pemain sepakbola agar dapat bermain dengan baik dan benar
dia harus bisa menendang dengan baik dan benar pula, menurut Sucipto dkk
(2000:17) menjelaskan bahwa tendangan merupakan usaha untuk
memindahkan bola. Menendang bola adalah salah satu karakteristek
permainan Sepakbola yang paling dominan. Tujuan menendang bola adalah
untuk mengumpan (passing), menembak kegawang (shooting at the goal),
dan menggagalkan serangan lawan(Sweeping).
13
Menendang bola mempunyai dua arah putaran, menurut Sukatamsi
(1995: 33) menjelaskan arah putaran jalannya bola ada dua macam, yaitu: a)
Tendangan lurus Langsung). Bola setelah ditendang tidak berputar sehingga
bola melambung lurus dan jalannya kencang. Pada tendangan lurus ini,
tenaga tendangan melalui titik pusat bola, keluar menuju lintasan bola
(lurus). b) Tendangan melengkung (Slice). Bola setelah ditendang berputar
ke arah yang berlawanan dengan arah tendangan dan arah bola, bila bola
melambung setelah sampai puncak akan turun vertikal. Pada tendangan
melengkung ini tenaga tendangan tidak melalui pada titik pusat bola, tenaga
tendangan menyinggung bola dan memutar bola sehingga lintasan bola
melengkung atau berupa garis lengkung sesuai dengan arah putaran bola.
Menendang dibedakan beberapa macam dilihat dari perkenaan dari kaki ke
bola (impact), yaitumenendang dengan kaki bagian dalam (inside), kaki
bagian luar (outside), punggung kaki (instep) dan punggung kaki bagian
dalam (inside of the instep).
Gambar 1. Nama-nama bagian kaki untuk sepakbola
Sumber: Soekatamsi, ( 103:1995)
14
Soekatamsi (1995: 32) Tendangan menurut tinggi rendahnya
lambungan bola adalah sebagai berikut: a) Tendangan bola rendah, bola
bergulir diatas tanah sampai melambung setinggi lutut, b) Tendangan bola
melambung lurus atau melambung sedang, lambungan setinggi antara lutut
sampai kepala, c) Tendangan bola melambung tinggi, paling rendah setinggi
kepala.
4. Passing
Gambar 2. Jenis-jenis passing Sumber.sukatno,(122:2003)
Cara Melakukan Passing Dalam Sepak Bola :
Seperti yang sudah disebutkan di atas, passing ada tiga jenis yaitu passing
dengan kaki bagian dalam, luar dan kura-kura kaki. Di sini akan
dijelaskan tata cara untuk melakukan passing berdasarkan jenis-jenisnya.
a. Cara Melakukan Passing Dengan Kaki Bagian Dalam
1) Kaki ditumpu pada samping sejajar dengan bola, lutut di tekuk.
2) Kakik sepak membentuk sudut 90 derajad dengan kaki tumpu
15
3) Posisi badan dibelakang bola sedikit tegak
4) Tendangan dimulai dari menarik kaki dan mengayun kedepan
5) Saat perkenaan mata melihat bola dan meneruskan pandangan
pada sasaran
6) Setelah menendang ada gerakan lanjutan (follow through)
b. Cara Melakukan Passing Dengan Punggung/Kura-Kura Kaki
1) Kaki ditumpu pada samping sejajar dengan bola, kaki lurus
kebelakang
2) Kaki sepak membentuk sudut 30 derajad dengan kaki tumpu
3) Posisi badan sedikit cndong kedepan
4) Tendangan dimulai dari menarik kaki dan mengayun kedepan
5) Saat bola mengenai perkenaan bagian punggung mata melihat bola
dan meneruskan pandangan pada sasaran
6) Setelah menendang ada gerakan lanjutan (follow through)
c. Cara Melakukan Passing Dengan Kaki Bagian Luar
1) Kaki ditumpu pada samping sejajar dengan bola, kaki lurus
kebelakang
2) Kaki sepak membentuk sudut 30 derajad dengan kaki tumpu
3) Posisi badan sedikit cndong kedepan
4) Tendangan dimulai dari menarik kaki dan mengayun kedepan
5) Saat bola mulai mengenai perkenaan kaki bagian luar mata
melihat bola dan meneruskan pandangan pada sasaran
6) Setelah menendang ada gerakan lanjutan (follow through)
16
Demikian pengertian dan cara melakukan beberapa jenis passing
dalam permainan sepak bola, semoga anda bisa terbantu dalam berlatih
Menurut Mielke (2007:20) mengatakan passing adalah seni
memindahkan momentum bola dari satu pemain ke pemain lain. Mielke
(2007:20) mengatakan ada beberapa macam-macam jenis passing:
a. Passing Menggunakan Kaki Bagian Dalam
Kebanyakan passing dilakukan dengan menggunakan kaki bagian
dalam karena di kaki dibagian dalam itulah terdapat permukaan yang
lebih luas bagi pemain untuk menendangbola, sehingga memberikan
kontrol bola yang lebih baik. Agar berhasil, tubuh pemain yang
melakukan passing harus sebidang dengan arah passing. Maksudnya
adalah bahwa bahu, tubuh, dan pinggul dihadapkan pada arah passing.
Ketika tubuh telah sebidang dengan arah passing, tarik kaki yang akan
digunakan untuk menendang ke arah belakang dengan kaki mengarah ke
samping, sehingga kaki di bagian dalam menghadap ke bola. Pertahankan
kepala tetap menghadap ke bola dan kaki yang digunakan untuk tumpuan
ditempatkan di samping bola untuk menjaga keseimbangan. Sentuhlah
bola dengan kaki bagian dalam yang merupakan permukaan tendangan
yang palingdatar.
b. Passing Menggunakan Punggung Kaki
Untuk melakukan passing dilapangan pada jarak yang lebih jauh,
pemain harus melambungkannya. Keterampilan passing ini menggunakan
punggung kaki bukan kaki bagian dalam. Tendanglah bola pada bagian
17
bawah untuk memberikan angkatan yang cukup. Sedikit memiringkan
tubuh kebelakang saat menyentuh bola. Letakkan dengan kuat kaki yang
digunakan sebagai tupuan sedikit di depan bola dan agak menyamping.
Rentangkan tangan untuk mendapatkankeseimbangan.
c. Menggunakan DropPass
Biasanya drop pass digunakan pada situasi pertandingan ketika
pemain yang menyerang menghadapi pemain belakang lawan. Daripada
memaksa untuk mengiring atau melakukan passing melewati pemain
belakang., pemain yang melakukan passing dapat memberikan bola ke
teman satu tim yang berada dibelakangnya. Drop pass dapat merugikan
karena pemain yang melakukan passing harus yakin bahwa penerima
bola tidak di jaga lawan dan bolanya tidak di serobot dengan mudah oleh
pemain lawan.
d. Menggunakan Gerakan Lari
Teknik passing lain yang sangat baik adalah gerakan lari overlap. Lari
overlap digunakan menciptakan ruang. Di dalam lari overlap, pemain
penyerang mengoper bola ke teman satu timnya, kemudian dia akan berlari
mengikuti garis lengkung melewati penerima passing dan berada didepan
lagi untuk menerima bola lagi.
e. Passing Give andGo
Passing give and go mirip memantulkan bola pada tembok dengan
sudut tertentu. Jika pemain melakukan passing ke tembok dengan lintasan
sebesar 45 derajat, maka bola tersebut memantul dengan sudut yang sama.
18
Menurut Arma Abdoellah (1981:421), passing adalah
memberikan/mengoper bola kepada teman, dengan menggunakan kaki
sebelah dalam, banyak dimanfaatkan untuk memberikan bola jarak pendek
(short passing), adapun gerakan passing menurut Arma Abdoellah sebagai
berikut:
a. Posisi langsung dari depan dekatbola
b. Kaki tumpu disampingbola
c. Kaki ayun membuka keluar membentuk sudut90o
d. Badan hampirtegak
e. Mata melihat rendah ke arahbola
Passing yang baik dan benar sangat dibutuhkan dalam permainan
sepak bola, karena dengan menguasai tehnik ini maka akan mempermudah
teman kita untuk menerima bola. Seperti halnya menendang, passing juga
bisa dilakukan dengan kaki bagian luar dan bagian dalam atau bisa dengan
kepala, dada ( jika sudah mahir).
Menurut Josep A. Luxbacher (1996: 11), terdapat empat rangkain
teknik dasar untuk mengoper bola atau passing yaitu:
a. Persiapan
1) Berdiri menghadap target
2) Letakkan kaki yang menahan keseimbangan di sampingbola
3) Arahkan kaki ketarget
4) Kaki ditempatkan dalam posisimenyamping
5) Fokus perhatian padabola
19
b. Pelaksanaan
1) Tubuh berada di atasbola
2) Lutut sedikitditekuk
3) Ayunkan kaki yang akan menendang kedepan
4) Pandangan melihat kesasaran yang dituju
5) Tendang bagian tengah bola dengan bagian samping dalamkaki
c. Follow through
1) Berat badan dipindah kedepan
2) Lanjutkan gerakan searah dengan bola
3) Gerakan akhir berlangsung dengan mulus
4) Kaki yang menendang mendarat sedikit di depan kaki tumpu
5) Menjaga keseimbangan
d. Hasil
1) Arah bola lurus kedepan
2) Bola tepatsasaran
3) Akurat dalam mengirimkanbola
4) Bola mudah diterima
5) Bola mendatar menyusurtanah
Dari poin-poin diatas passing merupakan salah satu tehnik sepak bola
yang sering digunakan dalam suatu pertandingan, passing sangat lah fital
karena dengan adanya passing yang baik dan benar maka akan
mempermudah untuk menciptakan peluang atau mengoper kepada teman
yang tidak dijaga lawan atau dikawal oleh lawan.
20
5. Pembinaan Sepakbola
Dalam upaya mencapai pretasi yang diharapkan maka usaha pembinaan
atlet harus dapat dilaksanakan denga nmenyusun strategi dan perencanaan
yang rasional sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas atlet serta
mempunyai program yang jelas. Hal ini penting agar pemain dapat berlatih
dengan motivasi untuk mencapai target. Salah satu aspek yang menyebabkan
rendahnya prestasi dalam persepakbolaan nasional adalah belum
terlaksananya pola pentahapan pembinaan yang baik.
Dalam rangka melaksanakan upaya peningkatan prestasi olahraga
sepakbola diperlukan adanya upaya-upaya strategis dan mendasar untuk
menggalang seluruh potensi yang dimiliki. Menurut KONI (1997:B.5) ada
beberapa kegiatan dasar yang dilaksanakan dalam proses pembinaan atlet
untuk mencapai prestasit inggiyaitu: 1) Pemassalan, 2) Pembibitan, 3)
Pemanduan bakat, 4)Pembinaan, 5) Sistem pelatihan, 6) Dukungan, dan 7)
Program latihan.
Dari ketujuh kegiatan tersebut, dapatdisimpulkan bahwa prestasi
termasuk didalamnya adalah olahraga sepakbola diperlukan tahap persiapan
yaitu dengan adanya pemassalan, pembibitan dan pemanduan bakatpemain
agar dihasilkan bibit-bibit pemain yang dapat berprestasi setara dengan
negara-negara maju.
a. Pembinaan
Memilih pemain yang dibina dalam satu cabang olahraga merupakan
masalah yang pertama yang perlu diperhatikan agarprestasi maksimal dapat
21
segera terwujud. Pembinaan merupakan usaha, tindakan dan kegiatan yang
dilakukan secara berdaya guna dan berhasil guna untuk memperoleh hasil
yang lebih baik (Kamus Besar Bahasa Indonesia, (1989:134). Pembinaan
diarahkan melalui latihan yang disesuaikan dengan pertumbuhandan
perkembangan, meliputi:
1) Latihan dari cabang olahraga spesialisasi harus disesuaikan dengan
pertumbuhan dan perkembangan pemain.
2) Perhatian harus difokuskan pada kelompok otot, kelenturan persendian,
stabilisasi dan penggiatan anggota tubuh dalam kaitannya dengan
persyaratan cabang olahraga spesialisasi.
3) Pengembangan kemampuan fungsional dan morfologi ssampai tingkat
tertinggi yang akan diperlukan untuk membangun tingkat keterampilan
teknik dan taktik yang tinggi secara efisien.
4) Pengembangan pembendaharaan, keterampilan adalah sebagai
persyaratan pokok yang diperlukan untuk memasukitahap spesialisasi
dan prestasi.
5) Prinsip pengembangan pembendaharaan keterampilan didasarkan kepada
fakta bahwa semua ad ainteraksi (saling ketergantungan) antara semua
organ dan system dalam tubuh manusia dan antara proses faaliah dengan
psikologis.
6) Spesialisasi atau latihan khusus untuk suatu cabang olahraga mengarah
kepada perubahan morfologia dan fungsional.
22
7) Spesialisasi adalah keunikan yang didasarkan pada pengembangan
keterampilan terpadu yang diterapkan dalam progam latihan bagi anak
dan remaja.
b. Sistem pelatihan
Bentuk perkembangan dari system latihan harus dapat dibuat model
latihan untuk jangka panjang yang diterapkan oleh semua pelatih. Menurut
KBBI (1989:950) system berarti perangkat unsur yang secara teratur saling
berkaitan sehingga membentuk totalitas. Pelatihan berartiproses, cara,
perbuatan melatih, kegiatan atau pekerjaan melatih. Jadi system pelatihan
merupakan proses yang secara teratur yang saling berkaitan dengan kegiatan
melatih. Adapun sistem pelatihan menurut KONI (1997 : B-13) yaitu:
1) Tujuan latihan
Tujuan utama dari latihan atau training dalam olahraga adalah
meningkatkan keterampilan dan prestasi para olahragawan semaksimal
mungkin.
2) Tenaga pelatih
Tugas utama seorang pelatih adalah membantu atlet untuk
meningkatkan prestasinya setinggi mungkin. Atlet menjadi juara
adalah hasil konvergensantara atlet berbakat dan proses pembinaan
yang benar dengan perbandingan sumbangan atlet 60% dan proses
pembinaan 40%.
23
c. Program latihan
Perencanaan yang baik adalah merupakan suatu kunci dari unsur melatih
yang efektif dan kemampuan merencanakan latihan adalah suatu hal yang
mutlak dimiliki oleh seorang pelatih. Sebagaimana diketahuibahwa peranan
pelatih adalah mempersiapkan untuk mengikuti suatu pertandingan dalam hal
ini pelatih perlu merencanakan latihan bagi pemain untuk mengembangkan
keterampilan fisik, mental serta taktik. Dengan demikian pelatih perlu
menyusun program latihan agar dalam membina pemain dapat terarah.
Program latihan adalah suatua cara yang meliputi proses persiapansaat
pelaksanaan danakhir penyelesaian laporan untuk menunjang pelaksanaan
rencana latihan. Untuk mencapai prestasi yang tinggi kita harus selalu
memperhatikan batas kemampuan masing-masing pemain, dengan
mengetahui batas kemampuan seseorang akan dapat menentukan dengan
tepat baik dengan beban kerja latihan maupun meramalkan prestasinya yang
dipertanggung jawabkan.
B. Penelitian yang Relevan
1. Nendi Etizen 2014 yang berjudul Analisis Kemampuan Teknik Dasar
Bermain Sepak Bola Atlit Sepak Bola Kaur Perciaguna FC, Gunung
Agung, Kaur Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat
kemampuan teknik dasar atlit sepak bola Perciaguna FC, Kaur. Jenis
penelitian ini adalah analisis, menganalisa kemampuan teknik passing,
shooting, dribbling, dan controling. Populasi dan sapel penelitian ini
24
adalah seluruh atelit pemain Perciaguna FC, Kaur yang berjumlah 32
orang atelit. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan teknik passing,
shoting, dribbling, dan control, pada atlit pemain sepak bola Perciaguna
FC, Gunung Agung. Dengan mengunakan rumus setatistik (mean). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa atlit sepak bola Perciaguna Fc Kaur ini
yang teknik dasar passing tergolong kategori kurang dengan persentase
37,38% ( 12 orang ) teknik dasar shooting dominan tergolong kategori
cukup dengan persentase 62,50% (12 orang) teknik dasar dribbling
dominan tergolong kategori kurang dengan persentase 37,50% (13 orang)
teknik dasar control dominan tergolong kategori kurang dengan persentase
40,62% (13 orang). Dapat di simpulkan bahwa kemampuan teknik dasar
bermain atlit sepak bola Perciaguna FC Kaur harus lebih di tingkatkan
lagi.
2. Moch. Sauqi Lufisanto 2014 yang berjudul Analisis Kondisi Fisik Yang
Memberi Kontribusi Terhadap Tendangan Jarak Jauh Pada Pemain
Sepakbola Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen kondisi
fisik yang memberi kontribusi paling besar terhadap tendangan jarak jauh
pada pemain sepakbola SSB Bima Amora Gresik. Penelitian ini
menggunakan teknik pengumpulan data teknik tes dan pengukuran.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian
ini adalah SSB Bima Amora Gresik yang berjumlah 19 pemain. Instrumen
yang digunakan yaitu Sit and Reach Test, Standing Board Jump Test, Tes
Lompat tali, dan Tendangan Jarak Jauh. Teknik analisis data dengan
25
analisis koefisien deteminasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)
Kekuatan memberikan kontribusi sebesar 3,8% terhadap tendangan jarak
jauh, 2) Daya tahan memberikan kontribusi sebesar 14,6% terhadap
tendangan jarak jauh, 3) Kelentukan memberikan kontribusi sebesar 0,6%
terhadap tendangan jarak jauh, 4) Daya ledak memberikan kontribusi
sebesar 46,2% terhadap tendangan jarak jauh, 5) secara bersama-sama
antara kekuatan, daya tahan, kelentukan, daya ledak memberikan
kontribusi sebesar 70,3% terhadap tendangan jarak jauh.
C. Kerangka Pikir
Dalam suatu tim sepak bola, kemampuan dasar bermain sepak bola
merupakan kunci awal dalam permainan suatu tim guna mengetahui kemampuan
dari tim tersebut. Dalam penelitian ini teknik dasar yang ingin di analisis ialah
kemampuan shooting dan passing pada pemain PS FKIP Universitas Bengkulu.
Gambar 3
Bagan Kerangka Berfikir
PENERAPAN
TEKNIK SEPAK
BOLA
KEMAMPUAN KEMAMPUAN
SHOOTING PASSING
26
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan satu variabel
tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lainnya.
Dalam penelitian ini hanya menggambarkan kemampuan shooting dan passing
pada pemain PS FKIP Universitas Bengkulu.Metode yang digunakandalam
penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data nya
menggunakan tes dan pengukuran.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat :
Penelitian ini dilaksanakan di lapangan sepak bola Universitas Bengkulu.
2. Waktu :
Di laksanakan pada bulan September 2017 dilapangan sepak bola
Universitas Bengkulu
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian Arikunto, (2002:108).
Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah keseluruhan pemain PS
FKIP Universitas Bengkulu 24 orang.
27
2. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti Arikunto,
(2002:109). Berdasarkan populasi diatas, karena jumlah populasi relatif
sedikit, maka yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan
anggota Pemain PS FKIP Universitas Bengkulu sebanyak 24 orang yang
semuanya putra.
Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel
sama dengan populasi (Sugiyono, 2007). Alasan mengambil total
sampling karena menurut Sugiyono (2007) jumlah populasi yang kurang dari
100 seluruh populasi dijadikan sampel penelitian semuanya.Sampel yang
diambil dari penelitian ini adalah 98 orang.
D. Definisi Operasional Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan shooting dan passing pada
pemain PS FKIP Universitas Bengkulu. Adapun definisi operasional variabel
dalam penelitian ini adalah:
1. Shooting at the ball (menendang bola dari tempat dengan kaki tertentu), hasil
yang diambil adalah jumlah dari 6 kali tendangan dikalikan dengan jumlah
sasaran.
2. Short Passed (menendang bola kesasaran), hasil yang diambil adalah waktu
lama tempuh dari start sampai finish dalam sepuluh detik dan jumlah bola
masuk kesasaran. Pengambilan data menggunakan stopwatch
28
E. Intrumen dan Teknik Pengumpulan Data
1. Instrumen Penelitian
Instrumen yang baik adalah yang dapat dipertanggung jawabkan hasil
pengukurannya, dan mempunyai atau telah memenuhi syarat validitas dan
reliabilitas tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan
pengukuran keterampilan sepakbola buatan Daral Fauzi R. (2009) yang
digunakan hanya: (1) shooting at the ball, dan (2) short passed. Adapun
validitas dan Reliabilitas tes dari Tes keterampilan,shooting dan passing
sepakbola dalam tabel dibawah ini :
Tabel 1. Validitas dan Reliabilitas Tes
No Butir Tes Validitas Reliabilitas
1 Shooting at the ball 0,82 0,76
2 Short Passed 0,66 0,69
Sumber Daral Fauzi R. (2009: 4)
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang akan digunakan adalah metode survei
dengan teknik tes keterampilan sepakbola buatan Daral Fauzi R. (2009:23),
namun yang digunakan hanya 2 butir tes yaitu:
a. Shooting at the ball
1) Tujuan
Untuk mengukur ketrampilan ketepatan menembak bola.
2) Bentuk dan Ukuran Lapangan
29
Lapangan sepakbola yang memiliki tembok/ gawang untuk sasaran
tendangan berukuran panjang 5 meter x 2 meter.
Gambar 3. Gerakan Shootin gat the Goal
Sumber Daral Fauzi R, 2009: 15
3) Pelaksanaan
a) Bola disusun pada garis serangan dengan komposisi 2 bola
beradadi kanan, 2 bola di kiri, dan 2 bola berada ditengah.
b) Peserta tes berdiri pada jarak 1 meter pada bola yang akan
ditendang kearah gawang.
c) Peserta tes menendang bola 2 kali dengan kaki kanan ke arah
sasaran gawang.
d) Peserta tes menendang bola 2 kali dengan kaki kiri ke arah sasaran
gawang.
e) Peserta tes menendang bola 2 kali dengan kaki yang disukai kearah
sasaran gawang.
30
4) Pencatatan Hasil
Hasil yang diambil adalah jumlah dari 6 kali tendangan dikalikan
dengan jumlah sasaran.
b. Short Passed
1) Tujuan
Untuk mengetahui kemampuan dan ketrampilan peserta tes dalam
melakukan passing secara cepat dan tepat
2) Bentuk dan Ukuran Lapangan
Panjang 16 meter, lebar 4 meter
Gambar 4. GerakanShort Passed
Sumber Daral Fauzi R, 2009: 15
3) Pelaksanaan
a) Peserta tes berada dibelakang garis start.
b) Pada aba-aba Ya peserta tes lari ke arah bola1dan menendang ke
sasaran 1, lari menuju bola 2 dan menendang kesasaran 2,
31
selanjutnya larimenujubola3 danmenendang bola 3,selanjutnyalari
menuju 4, dan akhirnya lari menuju garis finish.
4) Pencatatan Hasil
Hasil yang diambil adalah lama waktu tempuh dari garis start sampai
garis finish dalam persepuluh detik dan jumlah bola yang masuk ke
sasaran.
F. Teknik Analisis Data
Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian studi kasus, maka data
yang diperoleh akan disajikan dengan apa adanya yang berkenaan dengan faktor
keadaan variabel dan fenomena yang terjadi saat penilaian berlangsung
dilapangan.Peneliti menggunakan teknik analisis dalam mengolah data dengan
menggunakan rumus persentase nilai yang didapat seluruh pemain klub PS. FKIP
UNIB. MenurutHartono (2004: 6) rumus persentase adalah sebagai berikut:
P= F/N x 100%
= . %
Keterangan:
P = Persentase
N = Jumlah sampel
F = Nilai/Skor
32
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
PS. Fkip adalah klub sepak bola dari Universitas Bengkulu yang berdiri
pada tanggal 13 februari 1999 saat ini PS.FKIP berumur 18 tahun. PS.FKIP sering
mengadakan perlombaan untuk merayakan hari jadi club PS.FKIP Universitas
Bengkulu. Baik untuk lingkungan akademik maupun lingkungan antar kampus
yang ada di kota Bengkulu. PS FKIP pun mengikuti turnamen Liga LKBB Divisi
Utama sampai saat ini, dan PS FKIP juga sering mengikuti turnamen-turnamen
lain seperti Harapan Cup, atas prestasi yang dicapai di turnamen Harapan Cup
.sering mendapatkan prestasi yang sangat memuaskan, salah satunya selalu
mendapatkan juara dan juga PS FKIP merupakan club yang disegani untuk daerah
kota Bengkulu.
Saat ini PS FKIP berisikan mahasiswa yang ada dilingkungan Universitas
bengkulu, jumlah pemainnya ada 24 pemain yang aktif yang dilatih oleh Elsas
silaban, saya merupakan salah satu pemain dari PS.FKIP atas dasar kecintaan saya
dengan Klub PS.FKIP maka saya tertarik untuk mengetahui kemampuan pemain,
yang mungkin di kemudian hari bisa digunakan untuk memajukan Klub yang saya
cintai ini.
A. Hasil Penelitian
Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan shooting dan passing pada
pemain PS FKIP Universitas Bengkulu. Standar tingkat kemampuan shooting
33
dan passing sepakbola dibuat berdasarkan data dari tes keterampilan sepakbola
buatan Daral Fauzi R. tahun 2009. Tes yang digunakan hanya tes shooting dan
passing.
Data yang diperoleh dari tes tersebut digunakan untuk mengkategorikan
menjadi lima kategori yaitu, baik sekali, baik,sedang, kurang, dan kurang sekali.
Untuk menentukan kategori tersebut,terlebih dahulu data dikumpulkan dan
dihitung dengan T-skor kemudian dikategorikan sesuaidengan norma shooting
dan passing. Dalam melakukan tes passing dan shooting saya dibantu oleh teman
seangkatan saya yaitu Ari wardana, Adapun data hasil tes yang telah dilakukan
sesuai dengan norma-norma tiap item tes, diantaranya:
1. Tes Shooting at the Goal (menembak bola ke gawang)
Dari penelitian yang saya lakukan pada 24 pemain PS. FKIP maka diperoleh
nilai pemain secara individu sebagai berikut:
Tabel 2.1 Nilai individu shooting
Shooting
No Nama ka,ka ka,ki ka,do T.skor Klasifikasi
1:10 1:09 1:10
1 Age 2:10 2:09 2:10 58 baik sekali
1:10 1:10 1:10
2 robi 2:10 2:09 2:10 59 baik sekali
1:10 1:10 1:10
3 Rahmad 2:10 2:10 2:10 60 baik sekali
1:10 1:09 1:10
4 Feri 2:09 2:09 2:09 56 baik
1:10 1:10 1:09
5 Deri 2:10 2:10 2:10 59 baik sekali
34
1:09 1:10 1:09
6 Regar 2:09 2:09 2:09 54 baik
1:10 1:10 1:10
7 Anju 2:10 2:10 2:10 60 baik sekali
1:10 1:10 1:10
8 Yahya 2:10 2:10 2:10 60 baik sekali
1:10 1:10 1:10
9 Nofran 2:09 2:10 2:10 59 baik sekali
1:10 1:10 1:09
10 Eben 2:09 2:09 2:09 56 baik
1:09 1:09 1:09
11 Ferdi 2:10 2:09 2:09 54 baik
1:10 1:10 1:09
12 Trik 2:10 2:09 2:09 56 baik
1:10 1:09 1:09
13 Rendi 2:09 2:10 2:10 56 baik
1:10 1:09 1:09
14 Catur 2:10 2:09 2:09 56 baik
1:10 1:10 1:09
15 Fanny 2:10 2:10 2:10 59 baik sekali
1:09 1:10 1:10
16 Riski 2:10 2:10 2:09 59 baik sekali
1:10 1:09 1:10
17 Jandra 2:10 2:09 2:10 58 baik sekali
1:10 1:10 1:10
18 Gilang 2:09 2:10 2:09 58 baik sekali
1:10 1:09 1:10
19 Edo 2:10 2:10 2:10 59 baik sekali
1:10 1:10 1:09
20 Erik 2:09 2:09 2:09 56 baik
35
1:10 1:10 1:09
21 Agus 2:09 2:09 2:10 57 baik
1:10 1:10 1:09
22 Nanda 2:10 2:09 2:10 58 baik sekali
1:09 1:10 1:10
23 Randi 2:10 2:09 2:10 58 baik sekali
1:10 1:09 1:10
24 Nicky 2:10 2:10 2:10 59 baik sekali
Ket :
1 Percobaan pertama
2 Percobaan kedua
Ka,ka Kaki kanan
Ka,ki Kaki kiri
Ka,do Kaki dominan
10 Tendangan kesasaran atas
9 Tendangan kearah bawah
Secara keseluruhan maka di peroleh nilai kemampuan individu dengan
persentase sebagai berikut :
Tabel 2.2 Hasil Tes Shooting
No. Klasifikasi T-skor Frekuensi Persentase
1. Baik sekali 58-60 15 63%
2. Baik 54-57 9 37%
3. Sedang 43-53 0 0%
4. Kurang 27-42 0 0%
5. Kurang sekali <27 0 0%
Jumlah 24 100%
36
Data table diatas menunjukkan bahwa kemampuan shooting seluruh
pemain PS. FKIP UNIB adalah 15 pemain masuk kategori baik sekali dengan
persentase sebesar 63 %, 9 pemain masuk kategori baik dengan persentase
sebesar 37 %, sedangkan pemain yang masuk kategori sedang, kurang dan
kurang sekali adalah 0 pemain atau dengan persentase sebesar 0 %. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa Kemampuan shooting pemain PS. FKIP UNIB
masuk dalam kategori baik sekali dengan persenta sesebesar 63 %. Adapun
hasil penghitungan tes shooting dalam gambar sebagai berikut:
Gambar 5. Histogram Tes Shooting at the Goal
2. Tes Short Passed
Setelah saya melakukan penelitian tentang kemampuan short passed ke 24
pemain di PS.FKIP yaitu dengan cara melakukan passing ke 4 sisi yang sudah
di beri tanda, maka diperoleh data individu sebagai berikut
37
Tabel 3.1 nilai individu short pass
Waktu Bola T-
No Nama (detik) Masuk skore Katagori
1 Aga 8.48 4 100 Baik Sekali
2 Robi 6.69 4 100 Baik Sekali
3 Rahmad 7.37 3 75 Baik
4 Feri 8.09 4 100 Baik Sekali
5 Deri 8.92 4 100 Baik Sekali
6 Regar 8.41 3 75 Baik
7 Anju 9.69 2 50 Sedang
8 Yaya 9.75 4 100 Baik
9 Novran 8.74 4 100 Baik Sekali
10 Eben 9.43 3 75 Baik
11 Ferdi 8.41 4 100 Baik Sekali
12 Trik 8.09 3 75 Baik
13 Rendi 10.00 3 75 Sedang
14 Catur 8.48 2 50 Baik
15 Fanny 9.75 3 75 Baik
16 Riski 9.82 3 75 Baik
17 Jandra 8.57 2 50 Baik
18 Gilang 8.41 4 100 Baik Sekali
19 Edo 8.09 4 100 Baik Sekali
20 Erik 9.75 2 50 Sedang
21 Agus 8.41 2 50 Sedang
22 Nanda 9.43 4 100 Baik
23 Randi 8.09 4 100 Baik Sekali
24 nicky 9.69 2 50 Sedang
Ket :
SHORT PASS TEST POIN SHORT PASS TEST
4 100
3 75
2 50
1 25
38
Tabel 3.2 Hasil Tes Short Pass
No. Klasifikasi T-skor Frekuensi Persentase
1. Baik sekali 100 11 45%
2. Baik 75 7 29%
3. Sedang 50 6 26%
4. Kurang 25 0 0%
5. Kurang sekali 0 0 0%
Jumlah 24 100%
Data table diatas menunjukkan bahwa kemampuan passing seluruh pemain
PS. FKIP UNIB adalah 11 pemain masuk kategori baik sekali dengan
persentase sebesar 45 %, 7 pemain masuk kategori baik dengan persentase
sebesar 29 %, 4 pemain masuk kategori sedang dengan persentase sebesar 26
%, sedangkan pemain yang masuk kategori kurang dan kurang sekali adalah 0
pemain atau dengan persentase sebesar 0 %. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa Kemampuan passing pemain PS. FKIP UNIB masuk dalam kategori
baik sekali dengan persentase sebesar 45 %. Adapun hasil penghitungan tes
passing dalam gambar sebagai berikut:
Gambar 6. Histogram short pass test
39
B. Pembahasan
Pemain sepakbola agar dapat bermain dengan baik harus menguasai beberapa
teknik dasar. Teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola ada yang tanpa bola
dan ada yang menggunakan bola. Menurut Herwin (2004:21) dalam permainan,
seorang pemain harus mampu berlari dengan langkah pendek maupun langkah
panjang, karena harus merubah kecepatan lari.
Menurut Sucipto, dkk. (2000: 17), teknik dasar permainan sepakbola yang
menggunakan bola antara lain passing, dribbling dan shooting. Passing dan
shooting dalam permainan sepakbola dimasukkan kedalam teknik dasar
menendang bola atau kicking. Menendang bola atau kicking menurut Fendi
nurdiantoro (2007: 12) dapat menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar,
punggung kaki, dan punggung kaki bagian dalam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui sejauh mana
kemampuan shooting dan passing sepakbola pemain PS. FKIP Universitas
Bengkulu. Kemampuan shooting dan passing sepakbola diukur menggunakan tes.
Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tes shooting dan short pass
dalam Tes Keterampilan Sepakbola buatan Daral Fauzi R 2009 (Pusat
Pengembangan Kualitas Jasmani Sekretaria tJenderal Departemen Pendidikan
Nasional).
1. Kemampuan Shooting Pemain PS. FKIP Universitas Bengkulu.
Seorang pemain sepakbola agar dapat bermain dengan baik dan benar dia
harus bisa menendang dengan baik dan benar pula, menurut Sucipto dkk
(2000:17) menjelaskan bahwa tendangan merupakan usaha untuk memindahkan
40
bola. Menendang bola adalah salah satu karakteristek permainan Sepakbola yang
paling dominan. Tujuan menendang bola adalah untuk mengumpan (passing),
menembak kegawang (shooting at the goal), dan menggagalkan serangan lawan
(Sweeping).
Hasil penelitian yang dilaksanakan menunjukkan bahwa kemampuan
shooting sepakbola pemain PS. FKIP Universitas Bengkulu 15 pemain masuk
kategori baik sekali dengan persentase sebesar 63 %, 9 pemain masuk kategori
baik dengan persentase sebesar 37 %, sedangkan pemain yang masuk kategori
sedang, kurang dan kurang sekali adalah 0 pemain atau dengan persentase sebesar
0%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan shooting
sepakbola pemain PS. FKIP Universitas Bengkulu masuk kategori baik sekali
dengan persentase sebesar 63 %.
2. Kemampuan passing Pemain PS. FKIP Universitas Bengkulu.
Passing yang baik dan benar sangat dibutuhkan dalam permainan sepak bola,
karena dengan menguasai tehnik ini maka akan mempermudah teman kita untuk
menerima bola. Seperti halnya menendang, passing juga bisa dilakukan dengan
kaki bagian luar dan bagian dalam atau bisa dengan kepala, dada (jika sudah
mahir).
Menurut Arma Abdoellah (1981:421), passing adalah memberikan
/mengoper bola kepada teman, dengan menggunakan kaki sebelah dalam, banyak
dimanfaatkan untuk memberikan bola jarak pendek (short passing)
Hasil penelitian yang dilaksanakan menunjukkan bahwa Kemampuan
passing seluruh pemain PS. FKIP UNIB adalah 11 pemain masuk kategori baik
41
sekali dengan persentase sebesar 45 %, 7 pemain masuk kategori baik dengan
persentase sebesar 29 %, 6 pemain masuk kategori sedang dengan persentase
sebesar 26 % , sedangkan pemain yang masuk kategori kurang dan kurang sekali
adalah 0 pemain atau dengan persentase sebesar 0 %. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa kemampuan passing pemain PS. FKIP UNIB masuk dalam
kategori baik sekali dengan persentase sebesar 45 %.
Dilihat dari data diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan shooting
sepakbola pemain PS. FKIP Universitas Bengkulu masuk kategori baik sekali
dikarenakan pemain dapat mengarahkan bola ke sasaran dengan baik,
Kemampuan short pass masuk dalam kategori baik sekali karena rata-rata pemain
mampu mengoper bola tepat ke sasaran dengan waktu yang singkat.
42
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa
kemampuan shooting pemain PS. FKIP UNIB sebagian besar 15 (63 %) pemain
termasuk dalam kategori baik sekali, 9 (37%) termasuk dalam kategori baik, dan
tidak ada pemain yang termasuk dalam kategori sedang, kurang dan kurang
sekali. Untuk tes kemampuan passing pemain PS. FKIP UNIB sebagian besar 11
(45 %) pemain termasuk dalam kategori baik sekali, 7 (29 %) termasuk dalam
kategori baik sekali, 6 (26 %) termasuk dalam kategori sedang, dan tidak ada
pemain yang termasuk dalam kategori kurang dan kurang sekali.
B. Saran
Berdasarkan pada hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disebutkan
diatas, maka timbu beberapa wawasan yang dikemukakan oleh peneliti
berupasaran saran di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Bagi pemain PS. FKIP Universitas Bengkulu dengan adanya tes
keterampilan yang telah dilakukan maka akan motivasi latihannya dalam
rangka meningkatkankemampuannya.
2. Bagi Pembina dan pelatih sepakbola, hasil penelitian ini dapat dijadikan
bahan pertimbangan dalam proses pembinaan atau pelatihan untuk
meningkatkan prestasi pemain sepakbola.
38
43
3. Bagi peneliti yang ingin melanjutkan penelitian ini agar dapat menjadikan
penelitian ini sebagai bahan informasi dan meneliti dengan jumlah populasi
atau sampel yang lebih besar serta teknik dasar sepakbola yang berbeda.
44
DAFTAR PUSTAKA
Abdoellah, Arma (1981). Olahraga Untuk Perguruan Tinggi. S.T.O. Yogyakarta. P.T
Sastra Hudaya.
Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek.
Yogyakarta: Rineka Cipta.
A. Sarumpaet, dkk. (1992). Permainan Besar. Jakarta: Dirjen Dikti Proyek
Pembinaan Tenaga Kependudukan
Daral FauziR.2009. Petunjuk Pelaksanaan Tes Keterampilan Sepakbola Usia 10-
12 tahun. Jakarta: Depdiknas.
Herwin. (2004). Keterampilan Sepakbola Dasar . Diktat. Y ogyakarta: FIK
UNY
Hartono.(2004). Statistik untukPenelitian. Yogyakarta : Lembaga Studi Filsafat,
Kemasyarakatan, Kependidikan dan Perempuan.
Joseph A. Luxbacher. (1996). Sepak Bola Langkah-langkah Menuju Sukses. Alih
Bahasa. Agusta Wibawa. Jakarta: PT Raja Grafindo
KONI Pusat. 1997. Sistem Monitoring Evaluasidan Pelaporan (SMEP). 1999.
KONI Pusat
Komarudin. (2011). Hubungan level kecemasan dan Akurasi Passing dalam
Permainan Sepakbola. Yogyakarta. UNY.
Mielke, Danny dkk. 2007. Dasar dasar sepakbola. Pakar Raya,Klaten.
Soekatamsi. (1988). Teknik Dasar Bermain Sepakbola. Surakarta: Tiga Serangkai
Soekatamsi. (1995). Permainan Sepakbola I. Jakarta: Depdikbud Direktorat
Jendral Pendidikan guru dan Tenaga Teknis.
Sucipto. (2000). Sepakbola. Jakarta: Depdikbud.
Sukintaka, dkk (1979). Permainan dan Metodik Buku I Untuk SGO. Depdikbud.
Remadja Karya Offset. Bandung
45
Lampiran Hasil Tes Shooting
No Nama T-skore kategori
1 Aga 58 Baik Sekali
2 Robi 59 Baik Sekali
3 Rahmad 60 Baik Sekali
4 Feri 56 Baik
5 Deri 59 Baik Sekali
6 Regar 54 Baik
7 Anju 60 Baik Sekali
8 Yaya 60 Baik Sekali
9 Novran 59 Baik Sekali
10 Eben 56 Baik
11 Ferdi 54 Baik
12 Trik 56 Baik
13 Rendi 56 Baik
14 Catur 56 Baik
15 Fanny 59 Baik Sekali
16 Riski 59 Baik Sekali
17 Jandra 58 Baik Sekali
18 Gilang 58 Baik Sekali
19 Edo 59 Baik Sekali
20 Erik 56 Baik
21 Agus 57 Baik
22 Nanda 58 Baik Sekali
23 Randi 58 Baik Sekali
24 Nicky 58 Baik Sekali
46
Kriteria Frekuensi Prosentase
Baik Sekali 15 63%
Baik 9 37%
Sedang 0 0%
Kurang 0 0%
Kurang Sekali 0 0%
Total 24 100%
47
Lampiran Hasil Tes Passing
Waktu Bola T-
No Nama (detik) Masuk skore Katagori
1 Aga 8.48 4 100 Baik Sekali
2 Robi 6.69 4 100 Baik Sekali
3 Rahmad 7.37 3 75 Baik
4 Feri 8.09 4 100 Baik Sekali
5 Deri 8.92 4 100 Baik Sekali
6 Regar 8.41 3 75 Baik
7 Anju 9.69 2 50 Sedang
8 Yaya 9.75 4 100 Baik
9 Novran 8.74 4 100 Baik Sekali
10 Eben 9.43 3 75 Baik
11 Ferdi 8.41 4 100 Baik Sekali
12 Trik 8.09 3 75 Baik
13 Rendi 10.00 3 75 Sedang
14 Catur 8.48 2 50 Baik
15 Fanny 9.75 3 75 Baik
16 Riski 9.82 3 75 Baik
17 Jandra 8.57 2 50 Baik
18 Gilang 8.41 4 100 Baik Sekali
19 Edo 8.09 4 100 Baik Sekali
20 Erik 9.75 2 50 Sedang
21 Agus 8.41 2 50 Sedang
22 Nanda 9.43 4 100 Baik
23 Randi 8.09 4 100 Baik Sekali
24 nicky 9.69 2 50 Sedang
48
Kriteria Frekuensi Prosentase
Baik Sekali 11 45%
Baik 7 29%
Sedang 6 26%
Kurang 0 0%
Kurang
0 0%
Sekali
Total 24 100%