Panduan C++ untuk Pemula
Panduan C++ untuk Pemula
Selamat datang di seri panduan bahasa pemgrograman C++ paling lengkap dari awal hingga
akhir karena disini anda akan belajar dari Nol.
Bagi anda yang ingin mempelajari algoritma dan pemrograman komputer dasar saya sarankan
untuk membaca panduan belajar pascal disini lebih dahulu.
Singkat cerita, C++ merupakan bahasa pemrograman yang di buat oleh Bjarne Stroustrup, yang
merupakan perkembangan dari bahasa C yang dikembangkan pada awal tahun 1970-an.
Salah satu perbedaan yang paling mendasar antara bahasa C++ dengan bahasa C adalah
dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek atau Object Oriented
Programming sedangkan c merupakan bahasa prosedural.
Secara umum, pemrograman dengan bahasa C menggunakan 2 konsep, yaitu data dan
algorithms. Data merupakan bahan yang akan diolah, sedangkan algorithms adalah metode
pengolahan.
Tapi bagaimanapun juga, penggunaan bahasa prosedural seperti C sangat tidak efisien untuk
pembuatan software skala menengah ke atas.
Terlalu banyak perulangan, percabangan, dan kode yang harus kita ketikan. Kemudian bahasa C
ini dikembangkan ke tingkat lebih lanjut yaitu bahasa C yang berorientasi object yang disebut
dengan C++.
Struktur dan Bagian-Bagian C++
Sebenarnya, anda bisa saja memakai aplikasi text editor biasa kemudian menggunakan aplikasi
compiler banyak tersedia di internet.
Namun, saya pribadi lebih memilih menggunakan software khusus seperti DEV C++ 5.11 (versi
yang saya gunakan saat ini).
Ada banyak sekali vendor yang telah menyediakan software lengkap untuk anda baik berbayar
maupun gratis, silahkan download dan install terlebih dahulu.
#include <iostream>
int main()
{
std::cout << "Welcome to C++";
return 0;
}
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
cout << "Welcome to C++";
return 0;
}
Perlu diketahui bahwa kode di atas adalah kode standar C++, kedua kode diatas akan
menampikan hasil yang sama namun penulisannya saja yang sedikit berbeda.
Sebelum mempelajari program ini lebih lanjut, ada baiknya jika kita mengenal beberapa
sintaks/coding tersebut.
Jika anda melihat kode pada baris pertama terdapat kode #include <iostream>.
Preprocessor directive adalah perintah – perintah yang diberikan kepada compiler untuk
melakukan definisi, memasukkan file library, dll.
Jadi kita akan memasukkan (include) library iostream ke dalam program. iostream adalah header
yang dibutuhkan untuk “kegiatan” input dan output.
using namespace std; berfungsi untuk memberitahukan kepada kompiler bahwa kita akan
menggunakan semua fungsi, class atau file yang terdapat pada memori namespace std.
Kita tidak perlu mengetikan std::cout untuk mencetak output namun cukup menggunakan fungsi
cout saja, karena telah menggunakan using namespace std;
main() berfungsi sebagai badan sebuah alur kondingan atau disebut sebagai program utama yang
ditulis antara kode { hingga }.
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
double circle;
double r = 5.0; //radius
circle = 2 * pi * r;
cout << circle;
cout << newline;
}
Untuk mendeklarasikan variabel yaitu dengan menuliskan tipe data terlebih dahulu kemudian
diikuti nama variabel.
3. Komentar
Dalam bahasa C++ ada dua tanda yang dapat di gunakan untuk sebuah komentar, yang pertama
ada tanda yang di gunakan untuk komentar satu baris saja dan yang ke dua tanda yang di
gunakan untuk komentar lebih dari satu baris.
Sedangkan untuk komentar lebih dari satu bari, menggunakan tannda /*. . . */.
Contoh:
/* ini komentar
beberapa baris */
Komentar adalah cataatan yang ditulis oleh programmer untuk sebagai pengingat atau
penjelasan ketika membaca sebuah kode.
Kata – kata dalam sebuah komentar tidak akan dieksekusi oleh compiler.
4. Operator Aritmetika
Operator aritmatika yang sering digunakan dalam C++ adalah:
• ‘+’ = penjumlahan
• ‘-‘ = pengurangan
• ‘*’ = perkalian
• ‘/’ = pembagian
• ‘%’ = sisa bagi (modulo)
int a, b, c;
a = 1;
b = 2;
c = a + b;
Setiap statement dalam C++ harus diberi tanda ‘;’ pada akhir statement.
Jika anda ingin request tutorial terkait pemrograman c++ silahkan tuliskan di kolom diskusi.
Insyaallah akan saya buatkan panduannya.
Input adalah aktifitas pengguna dengan program komputer yang memungkinkan kita
memberikan data kedalam program.
Lalu, output berarti program tersebut juga dapat mengeluarkan data untuk pengguna. Data
tersebut dapat berupa text, file, gambar dan lain-lain.
Nah, kali ini kita akan belajar mengenai dasar proses input & output pada C++
Operasi Input dan Output dapat kita lakukan dengan menggunakan fungsi-fungsi yang berada
pada Stream dan salah satunya ada pada library “iostream”.
Stream adalah nama umum untuk menampung aliran data (contoh : file, keyboard, mouse),
maupun untuk keluaran (contoh : layer, printer).
Dalam C++ input berarti membaca dari stream & output berarti menulis ke stream.
Untuk menggunakan keyword cout kita membutuhkan Insertion Operator dengan tanda "<<" di
antara keyword dengan ekspresi.
Jika kita ingin melakukan keluaran (menampilkan) nilai dari suatu variable kita hanya akan
membutuhkan identias dari variable tersebut.
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
string selamat="Welcome to C++"
cout << selamat;
return 0;
}
Jika kita ingin menampilakan sebaris kalimat (string), kita dapat menambahkan sepasang tanda
petik dua di awal kalimat dan di akhir kalimat.
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
cout << "Welcome to C++";
return 0;
}
Untuk menggunakan keyword cin kita membutuhkan Extraction Operator dengan tanda “>>”
yang diletakan di antara keyword “cin” dan memori.
Nantinya, data yang diberikan oleh pengguna dalam operasi pemasukan (input) akan disimpan
di dalam memori variable yang telah kita deklarasikan.
#include <iostream>
using namespace std;
string nama;
int main()
{
cout << "Masukan Nama: ";
cin >> nama;
Dari contoh program diatas, kita telah mendeklarasikan variabel nama bertipe string. Kemudian,
cin berfungsi untuk penyimpanan nilai masukan dari pengguna ke variabel nama.
Dan akhirnya nilai/value dari variabel nama ditampilkan dengan menggunakan fungsi cout.
Baiklah, demikianlah fungsi dasar input/output pada c++. Lihat juga panduan belajar c++ disini.
Lalu, tipe data sendiri terbagi atas 3 jenis yaitu: numeric untuk nilai bilangan, textuntuk karakter,
dan boolean untuk pilihan 1 (true) atau 0 (false).
Ketika kita sedang membuat variabel, sebenarnya kita sedang memesan memori untuk
penyimpanan kepada komputer sebesar tipe data yang digunakan.
Nah, disini saya akan mengulas beberapa tipe data yang dimiliki oleh bahasa pemrograman c++
dan tentunya wajib untuk anda ketahui.
Besarnya memori yang dibutuhkan tipe data bool yaitu 1 byte atau 8 bit. Berikut ini contoh
program C++ menggunakan tipe data bool:
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
int angka;
bool hasil;
cout << "Masukan angka = "; cin >> angka;
hasil = angka > 10;
cout << hasil;
}
Pada program diatas, saya menggunakan 2 buah variabel yaitu angka dengan tipe data integer,
dan hasil dengan tipe data boolean.
Nah, disini saya akan mengambil nilai/value untuk variabel hasil dengan membandingkan nilai
pada variabel angka terhadap bilangan 10.
Apabila nilai pada variabel angka lebih dari 10 maka hasil bernilai 1 (true) dan jika angka lebih
kecil dari 10 maka hasilnya bernilai 0 (false).
Besarnya memori yang dibutuhkan tipe data char yaitu 1 byte atau 8 bit. Berikut ini contoh
program C++ menggunakan tipe data char:
#include <iostream>
using namespace std;
int main(){
char nilai;
Perlu diingat bahwa tipe data char hanya dapat menyimpan data berbentuk karakter dan hanya
satu karakter, oleh karena itu apabila anda memasukan lebih dari 1 karakter maka nilai yang
akan tersimpan hanya karakter pertama.
Besarnya memori yang dibutuhkan tipe data int yaitu 4 byte atau 32 bit. Berikut ini contoh
program C++ menggunakan tipe data int:
#include <iostream>
using namespace std;
int main(){
int x,y,z;
x=3; y=4;
z=x*y;
cout << "Hasil perkalian: " << z;
}
Dengan tipe data integer memungkinkan kita untuk melakukan sejumlah operasi aritmetika
seperti perkalian dan lain sebagainya.
Pada contoh diatas, saya menggunakan 3 buah variabel beripe integer dengan xbernilai
3, y bernilai 4, dan z sebagai hasil hasil perkalian x dan y.
Besarnya memori yang dibutuhkan tipe data float yaitu 4 byte atau 32 bit. Berikut ini contoh
program C++ menggunakan tipe data float:
#include <iostream>
using namespace std;
int main(){
float jari, hasil ;
const float p=3.14;
Mengapa kita menggunakan tipe data float? Karena kebanyakan hasil dari operasi penghitungan
keliling lingkaran merupakan bilangan pecahan.
Besarnya memori yang dibutuhkan tipe data double yaitu 8 byte atau 64 bit. Berikut ini contoh
program C++ menggunakan tipe data double:
#include <iostream>
using namespace std;
int main(){
double jari, hasil ;
const double p=3.1428;
#include <iostream>
using namespace std;
int main(){
string nohp;
Sama seperti halnya tipe data char, dalam tipe data string variabel yang bernilai angka tidak
dapat dilakukan operasi aritmetika.
Namun, jika dalam tipe data char hanya mampu menyimpan nilai satu karakter tiap variabel, hal
ini tidak berlaku pada tipe data string.
Besarnya memori yang dibutuhkan tipe data void yaitu 1 byte atau 8 bit.
Kesimpulan
Baiklah, disini kita telah mempelajari macam-macam atau jenis-jenis dari tipe data yang ada
pada bahasa pemrograman c++.
Setelah mengetahui bahwa setiap tipe data memiliki fungsi kegunaan dan kebutuhan memori
yang berbeda-beda, kini anda sudah lebih tau bagaimana memilih tipe data yang tepat untuk
membuat program yang lebih efisien.
Setelah kita mengenal variabel dan konstanta, kini saatnya kita belajar untuk
mengoperasikannya menggunakan operator.
Operator adalah simbol yang biasa dilibatkan dalam pembuatan program untuk melakukan suatu
operasi ataupun manipulasi.
Pada operator c++ ada yang tergolong sebagai operator binary (yaitu operator yang dikenakan
untuk dua buah nilai (operand)...
...dan ada yang tergolong sebagai operator unary (operator yang dikenakan untuk satu buah nilai
(operand).
Binary >> a + b
Unary >> - c
Pada panduan kali ini kita akan belajar macam-macam operator yang ada pada bahasa
pemrograman c++ beserta fungsinya.
Jenis jenis operator dan fungsinya
Berikut ini adalah daftar lengkap macam-macam operator yang dapat anda jadikan sebagai
acuan dalam pembuatan program.
a = 1;
b = 2;
Sebagai contoh diatas, kita akan memberikan nilai bilangan bulat 1 ke dalam variabel a dan nilai
2 ke dalam variabel b.
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
int a, b; // a:?, b:?
a = 10; // a:10, b:?
b = 4; // a:10, b:4
a = b; // a:4, b:4
b = 7; // a:4, b:7
Program ini akan mencetak pada layar dengan nilai akhir a dan b (4 dan 7).
Perhatikan bagaimana sebuah variabel tidak terpengaruh oleh modifikasi akhir dari b, meskipun
kita menyatakan a = b sebelumnya.
• ‘+’ = penjumlahan
• ‘-‘ = pengurangan
• ‘*’ = perkalian
• ‘/’ = pembagian
• ‘%’ = sisa bagi (modulo)
x = 11 % 3;
Hasil dari operasi tersebut adalah 2, karena disini kita mencari sisa bagi dimana hasil bagi 11
dan 3 adalah 3 dan memiliki sisa bagi 2.
3. Compound assignment (+=, -=, *=, /=, %=, >>=, <<=, &=, ^=, |=)
Operator ini memodifikasi nilai variabel saat ini dengan melakukan operasi di atasnya.
Contoh:
• y += x; sama dengan y = y + x;
• x -= 5; sama dengan x = x - 5;
• x /= y; sama dengan x = x / y;
dan seterusnya..
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
int a, b=3;
a = b;
a+=2; // equivalent to a=a+2
cout << a;
}
Fungsi operator Increment (++) dan operator decrement (--) yaitu meningkatkan atau
mengurangi satu nilai yang tersimpan dalam variabel.
x=x+1;
y=y-1;
++ x ;
-- y ;
//atau
x ++ ;
y -- ;
Operator Increment adalah operator yang digunakan untuk menaikan nilai variabel sebesar 1,
sedangkan decrement digunakan untuk menurunkan nilai sebesar 1.
Contoh:
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
int a, b;
a = 3;
b = ++a;
Hasilnya variabel a akan bernilai 4, dan b bernilai 4. Karena nilai dari b adalah nilai a yang telah
ditingkatkan.
5. Relational and comparison operators ( ==, !=, >, <, >=, <= )
Operator relasi adalah operator yang digunakan dalam suatu statement bersyarat yang selalu
menghasilkan nilai true atau false.
Operator ini digunakan untuk menguji hubungan antara nilai dan atau variabel.
#include <iostream>
using namespace std;
void main() {
bool nilai;
nilai = 3 > 2 ; // hasil ungkapan : benar
cout << "Nilai = " << nilai;
nilai = 2 > 3 ; // hasil ungkapan : salah
cout << "Nilai = " << nilai;
}
Hasil:
• Nilai = 1
• Nilai = 0
&& (AND) Jika semua operand bernilai benar (TRUE) maka kondisi bernilai benar.
|| (OR) Jika salah satu operand bernilai benar (TRUE) maka kondisi bernilai benar.
! (NOT) Digunakan untuk membalik kondisi. Jika kondisi benar (TRUE) maka akan berubah
menjadi salah (FALSE), begitu pula sebaliknya
Operator Kondisi merupakan penyederhanaan dari bentuk if..else yang setiap blok dari if dan
else hanya terdiri dari satu statement/perintah.
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
int a,b,c;
a=2;
b=7;
c = (a>b) ? a : b;
8. Comma operator ( , )
Contoh:
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
int a,b;
a = (b=3, b+2);
Pertama b akan diberi nilai 3, kemudian nilai b (3) akan dijumlahkan dengan 2 sehingga variabel
a bernilai 5.
Operator bitwise adalah operator yang digunakan untuk memanipulasi bit-bit nilai data yang ada
di memori.
Operator ini hanya dapat digunakan untuk tipe data char, int dan long int.
Untuk operator bitwise dalam bentuk bit, dilakukan dalam bit per bit (binary).
Bonus Catatan:
Baiklah, demikianlah jenis jenis operator pada bahasa pemrograman c++ yang perlu anda
ketahui.
Meskipun tidak semua operator perlu anda hafalkan, namun tidak ada salahnya jika anda
memahami poinnya.
Lihat juga panduan belajar bahasa pemrograman c++
Dalam dunia pemrograman terdapat istilah fungsi dan prosedur yang memiliki kegunaan untuk
membagi-bagi program dari program utama (main program) sehingga program dapat lebih rapih
dan juga lebih terstruktur.
Nah, pada kesempatan kali ini saya akan sedikit mengulas tentang apa yang dimaksud dengan
fungsi dan prosedur dalam bahasa pemrograman C++.
1. Prosedur adalah fungsi yang tidak mengembalikan nilai, maka dari itu penggunaan prosedur
selalu menggunakan void karena void tidaklah mengembalikan nilai. Baca: macam-macam tipe
data.
Tujuan dari penggunaan prosedur salah satunya adalah untuk mendefinisikan masing – masing
tugas. Berikut ini contoh prosedur pada C++:
#include <iostream>
using namespace std;
void LuasPersegi()
{
int panjang,lebar;
int main()
{
LuasPersegi();
return 0;
}
2. Fungsi adalah subprogram yang akan mengolah data dan mengembalikan nilai (return value).
Silahkan perhatikan program fungsi pada kode C++ berikut ini:
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
Catatan: penggunaan parameter dalam prosedur boleh dikosongkan, sedangkan fungsi harus
menggunakan parameter dalam penggunaannya.
Kesimpulan
Fungsi dan prosedur digunakan untuk memecahkan program yang rumit dan besar menjadi
program-program yang lebih sederhana atau kecil.
Pada fungsi, nilai yang dikirimkan balik terdapat pada nama fungsinya (kalau pada prosedur
pada parameter yang dikirimkan secara acuan).
Karena nilai balik berada di nama fungsi tersebut, maka fungsi tersebut dapat langsung
digunakan untuk dicetak hasilnya. Atau nilai fungsi tersebut dapat juga langsung dipindahkan ke
pengenal variable yang lainnya.
Nama Prosedur tidak dapat digunakan lagsung tidak seperti pada nama fungsi, yang dapat
langsung digunakan dari sebuah prosedur adalah parameternya yang mengandung nilai balik.
Pada dasarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara prosedur dan fungsi pada Bahasa
C++, hanya dibedakan dari return value.
Jika suatu sub program tersebut memiliki nilai balik (return value) maka sub program tersebut
disebut Function (Fungsi) jika tidak memiliki nilai balik maka sub program tersebut merupakan
prosedure (Procedure).
Baiklah, demikianlah pembahasan mengenai fungsi dan prosedur dalam bahasa pemrograman
C++ secara ringkas. Baca juga panduan belajar c++ disini.
Begitu juga dalam membuat program, kita akan sedikit banyak berurusan dengan pilihan. Untuk
itu kita akan belajar fungsi if else pada C++.
#include <iostream>
using namespace std;
int main(){
int pilih;
pilihan (pilih);
}
Dalam program di atas, saya membuat prosedur bernama pilihan dengan parameter "x" bertipe
integer.
Apabila x bernilai 1 maka program akan mencetak "Anda pesan nasi goreng", jika tidak maka
program akan mencetak "anda memesan nasi kucing".
Nah, didalam program utama saya hanya menyiapkan varibel pilih bertipe integer untuk
menyimpan nilai inputan yang akan digunakan pada prosedur pilihan.
Struktur ini merupakan struktur yang paling sederhana karena hanya melibatkan satu buah
ekspresi yang akan diperiksa.
Selain itu jika syarat yang digunakan lebih dari satu sering digunakan operator logika
yakni sebagai berikut (Operator --> Keterangan):
Jika anda paham struktur percabangan if else maka anda hanya perlu menambahkan
fungsi if dalam sebuah program if tersebut..
#include <iostream>
using namespace std;
int main(){
int umur, kel;
cout << "Masukan Umur Anda (1-100): "; cin >> umur;
Hasil(kel,umur);
}
Pada kasus ditas, kita ingin mengetahui bagaimana seseorang bisa dikatakan gadis,
perjaka, wanita dewasa, dan pria dewasa dan disini saya hanya menggunakan dua
syarat yaitu umur dan jenis kelamin.
Tentu akan menjadi hal yang merepotkan karena kita harus menuliskannya satu per satu. Selain
itu juga akan banyak menyita waktu, energi, juga file size.
Akan tetapi, bila kita menggunakan looping, maka setidaknya hanya butuh beberapa baris
perintah untuk mencapai tujuan tersebut.
Fungsi paling sederhana yaitu untuk mempermudah melakukan suatu proses yang berulang-
ulang, seperti membuat angka dari 1 – 10.
Ada 3 cara untuk melakukan perulangan di C++ yaitu: for, while, & do while.
Biasanya kondisi awal ini digunakan untuk membuat dan memberikan nilai kepada variabel
yang digunakan untuk mengontrol perulangan.
Misalkan, kita akan membuat variabel i, maka untuk kondisi start ini, kita juga harus
memberikan nilai awal untuk variabel i, misalnya dengan 1, maka i=1.
Condition adalah kondisi yang harus dipenuhi agar perulangan dijalankan. Selama kondisi ini
terpenuhi, maka C++ akan terus melakukan perulangan.
Misalkan kita ingin menghentikan perulangan jika variabel i telah mencapai nilai 10, maka pada
bagian condition ini kita membuat perintah i<=20, yang berarti selama nilai i kurang atau sama
dengan 10, terus lakukan perulangan.
Increment adalah bagian yang digunakan untuk memproses variabel agar bisa memenuhi
kondisi akhir perulangan. Umumnya nilai variable tersebut bertambah (i++) / berkurang (i--) 1
(satu).
Statement adalah bagian kode program yang akan diproses secara terus-menerus selama proses
perulangan berlangsung.
Untuk statement ini, kita membuat blok program di antara tanda kurung kurawal ({ dan })
sebagai penanda bahwa bagian di dalam kurung kurawal inilah yang akan dikenai proses
perulangan.
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
CetakAngka (1,10);
}
Baca: Mengenal Fungsi dan Prosedur dalam Bahasa Pemrograman C++
Penulisan dasar format perulangan while dalam C++ adalah sebagai berikut:
while(condition){
statement;
}
Condition adalah kondisi yang harus dipenuhi agar perulangan berlangsung. Kondisi ini mirip
seperti dalam perulangan for.
Condition ini akan diperiksa pada tiap perulangan, dan hanya jika hasilnya FALSE, maka proses
perulangan berhenti.
Tanda kurung kurawal diperlukan untuk membatasi blok program yang akan diulang. Jika
statement hanya terdiri dari 1 baris, maka tidak diperlukan.
#include <iostream>
using namespace std;
int main () {
// Local variable declaration:
int a = 1;
do {
statement;
} while (condition);
Dalam struktur while, pengecekan untuk kondisi perulangan di lakukan di awal, sehingga jika
kondisi tidak terpenuhi, maka perulangan tidak akan pernah dijalankan.
Namun pada perulangan do-while, pengecekan kondisi akan dilakukan di akhir perulangan,
sehingga walaupun kondisi adalah FALSE, perulangan akan tetap berjalan minimal 1 kali.
Statement adalah kode program yang akan diulang & condition adalah kondisi yang harus
dipenuhi agar perulangan berlangsung.
#include <iostream>
using namespace std;
int main () {
// Local variable declaration:
int a = 1;
return 0;
}
Kesimpulan
Meskipun perulangan atau looping memiliki fungsi yang sama, namun ketiga fungsi tersebut
digunakan pada kondisi yang berbeda.
Jika perulangan while digunakan untuk kondisi perulangan dimana banyaknya perulangan tidak
dapat dipastikan pada saat penulisan program.
Sedangkan perulangan for digunakan untuk kondisi perulangan dimana jumlah perulangan telah
di tentukan di awal.
Sama seperti perulangan while, dalam perancangan perulangan do-while ini kita harus
memahami alur logika program yang dibuat.
Banyaknya perulangan di tentukan pada saat program mencapai kondisi FALSE. Kesalahan
dalam alur logika akan membuat C++ tidak pernah berhenti memproses perulangan.
Lalu apa yang membedakan kedua sintaks tersebut dan kapan anda menggunakan fungsi switch
atau sebaliknya? Mari kita lihat #kodedasar-nya dulu:
switch (kondisi)
{
case constant1:
statements-1;
break;
case constant2:
statements-2;
break;
default:
default-statements;
}
Jika tidak maka switch akan memeriksa terhadap constant2 dan seterusnya hingga kondisi
terpenuhi dan mengeksekusi program sesuai konsisi tersebut.
Namun, jika nilai kondisi tidak sesuai dengan konstanta yang telah ditentukan sebalumnya,
maka program akan mengeksekusi peryataan default.
Catatan: Saat menemukan pernyataan break, maka program akan beralih ke akhir keseluruhan
pernyataan switch (tanda "}" ) tanpa mengeksekusi baris dibawahnya.
Sedangkan keyword default akan bekerja jika semua kondisi tidak terpenuhi.
Secara penulisan, peryataan switch lebih rapi dan mudah dipahami dibanding peryataan if else
bertingkat terlebih untuk kondisi dengan banyak kemungkinan.
Peryataan switch biasa digunakan untuk kondisi konstan (contoh: 200, 301), sedangkan if else
untuk konsisi dengan logika (contoh: >10, !=0).
#include <iostream>
using namespace std;
int pilihan;
string text;
int main(){
cout << "Daftar bahasa pemrograman:\n";
cout << "1. Java \n2. C++ \n3. PHP\n";
ulangi:
switch(pilihan){
case 1:
text="Anda memilih Pemrograman Java";
break;
case 2:
text="Anda memilih Pemrograman C++";
break;
case 3:
text="Anda memilih Pemrograman PHP";
break;
default:
goto ulangi;
}
Disini saya menggunakan dua variabel, pertama variabel pilihan dengan tipe data integer yang
akan kita gunakan sebagai kondisi pada peryataan switch.
Yang kedua variabel text dengan tipe data string yang akan kita gunakan untuk menyimpan
tulisan sesuai pilihan kita sebelumnya.
Kemudian saya menggunakan input output seperti biasa, jika masih bingung silahkan
baca Perintah Input & Output dengan Fungsi cin dan cout pada C++.
Masuk ke pokok pembahasan kita kali ini, disini saya akan mengevalusi kondisi (pilihan)
dengan konstanta 1-3 menggunakan fungsi switch case.
Namun apabila kondisi tidak terpenuhi maka fungsi default akan dieksekusi yaitu menuju ke
indetifier ulangi: dan kita akan memasukan pilihan lagi.
Sebagai contoh: apabila anda memasukan angka 2, maka tulisan yang akan muncul adalah
"Anda memilih pemrograman C++".
Namun jika angka yang anda masukan bukan 1, 2, dan 3 maka program akan menuju identifier
ulangi: karena kondisi default diberi fungsi goto ulangi.
Tambahan
Sekarang anda sudah mengetahui apa itu switch case dan bagaimana stuktur penulisannya, anda
juga telah mengetahui apa fungsi break dan default.
Sebagai studi kasus, disini saya akan memberikan contoh program "NPM (Nomor Pokok
Mahasiswa) Generator" menggunakan peryataan switch dalam bahasa c++.
#include <iostream>
using namespace std;
string tahun;
int fakultas,prodi;
string idtahun,idfakultas,idprodi,nomor,npm;
int main(){
npm=idtahun+"."+idfakultas+"."+idprodi+"."+nomor;
cout << "NPM: " << npm;
}
Dalam program diatas saya sengaja tidak menggunakan fungsi default sehingga bisa saja anda
memasukan angka diluar nilai yang tersedia.
Tugas anda adalah memperbaiki program tersebut, sebagai petunjuk silahkan gunakan peryataan
switch didalam switch (nested switch case).
Demikian contoh program sederhana switch case pada bahasa pemgrograman c++ disertai studi
kasus. Jika anda memiliki pertanyaan tentang program switch case diatas mari bahas bersama
pada kolom diskusi dibawah.
Jangan lewatkan "Seri Panduan Belajar C++" paling lengkap dari kami.
Contoh Program C++ Menggunakan
Array 1 Dimensi & Multidimensi
by Damas Amirul Karim - Last Updated 26 September 2017
Array adalah kumpulan dari nilai-nilai dengan tipe data sama dalam urutan tertentu yang
menggunakan sebuah nama yang sama.
Dan pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai array 1 dimensi dan multidimensi.
Saya memilih menggunakan contoh karena lebih menyenangkan.
tipedata [totalindex];
//atau
Jadi, ada dua cara mendeklarasikan sebuah array berdimensi satu cara pertama cukup dengan
menggunakan tipe data dan total index yang diinginkan, contoh:
int umur[5];
Artinya, anda menyediakan varibel array bernama umur dengan tipe data integer yang mampu
menampung 5 data yang sama mulai dari index 0 - 4.
Kemudian untuk mengisi nilai untuk tiap index pada array dengan cara:
umur[0] = 18;
umur[1] = 19;
umur[2] = 20;
umur[3] = 21;
umur[4] = 22;
Cara kedua, anda bisa langsung memberi nilai untuk tiap index pada saat pendeklarasian array.
Contoh kodenya sebagai berikut:
Untuk penerapan array dalam program biasanya dipadukan dengan perulangan for, while-do,
dan do-while. Pilih salah satu namun yang paling umum adalah for.
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
for ( n=0 ; n<5 ; ++n )
{
hasil+= umur[n];
}
cout << hasil;
return 0;
}
Dalam program diatas, saya ingin menjumlahkan nilai dari tiap index umur dan hasilnya saya
simpan kedalam variabel hasil untuk ditampilkan di akhir program.
tipedata [totalbaris][totalkolom];
Berikut ini merupakan contoh program sederhana array 2 dimensi pada c++:
#include <iostream>
using namespace std;
int x,y;
int tabel[3][5] = {
{1, 2, 3, 4, 5},
{2, 4, 6, 8, 10},
{3, 6, 9, 12, 15}
};
int main ()
{
for (x=0; x<3; n++)
for (m=0; m<5; m++)
{
cout << tabel[x][y] << " ";
}
cout << "\n";
}
Demikianlah penjelasan pengenai array 1 dimensi dan 2 dimensi, semoga bermanfaat untuk
menambah pengetahuan anda.
Pemrograman Berbasis Objek atau Object Oriented Programming (OOP) adalah sebuah tata
cara pembuatan program dengan menggunakan konsep objek yang memiliki data atau atribut
dan prosedur yang dikenal dengan method.
Misalnya manusia memiliki tinggi, berat badan, dan warna kulit sebagai atribut (variabel) lalu
manusia dapat berjalan, berlari, dan tertawa sebagai method.
Objek dapat diumpamakan dengan ‘fungsi khusus’ yang bisa berdiri sendiri. Untuk membuat
aplikasi, berbagai objek saling bertukar data untuk mencapai hasil akhir.
Kelas adalah konsep struktur data yang diperluas: seperti struktur data, data tersebut dapat berisi
data anggota, namun juga berisi fungsi sebagai anggota.
Sedangkan object adalah sesuatu yang mempunyai indentitas (nama), pada umumnya memiliki
pengetahuan baik tentang dirinya maupun objek lain dan memiliki ketrampilan untuk melakukan
sesuatu.
Dalam program, pengetahuan dari suatu objek biasa disebut dengan state atau attribute atau
field. Sedang ketrampilan dan perilakunya disebut dengan behaviour/function/method.
Objek adalah sebuah instantiasi sebuah kelas. Dalam hal variabel, kelas akan menjadi tipe, dan
sebuah objek akan menjadi variabelnya.
class class_name {
access_specifier_1:
member1;
access_specifier_2:
member2;
...
} object_names;
Dimana class_name adalah identifier yang valid untuk kelas, lalu object_names adalah daftar
nama pilihan untuk objek kelas tersebut.
#include <iostream>
using namespace std;
class Rectangle {
int width, height;
public:
void set_values (int,int);
int area() {return width*height;}
};
void Rectangle::set_values (int x, int y) {
width = x;
height = y;
}
int main () {
Rectangle rect;
rect.set_values (3,4);
cout << "area: " << rect.area();
return 0;
}
Jika anda perhatikan kode diatas, kita telah membuat kelas bernama Rectangle. Lalu, didalam
kelas tersebut kita mendeklarasikan variabel dan method.
Pada contoh diatas kita menggunakan operator :: (dua titik dua), untuk mendefinisikan bahwa
fungsi set_values merupakan anggota kelas Rectangle meskipun penulisan kodenya di luar kelas
itu sendiri.
Kemudian di program utama kita membuat object bernama dengan cara NamaKelas
namaObject; silahkan pelajari alurnya baik-baik:
Rectangle rect;
Setelah itu kita memberikan nilai 3 dan 4 untuk variabel width dan height menggunakan method
set_value. caranya: namaObject.namaMethod;
rect.set_values (3,4);
Terakhir kita menampilkan hasil dari perkalian antara width dan height menggunakan method
area.
Sebagai bahan belajar kita kali ini, mungkin beberapa artikel berikut ini bermanfaat:
1. 7 Tipe Data Sederhana yang ada dalam Pemrograman C++
2. 9+ Jenis Operator pada Bahasa Pemrograman C++ dan Fungsinya
3. Mengenal Fungsi dan Prosedur dalam Bahasa Pemrograman C++
Demikianlah sedikit pembahasan mengenai class dalam c++ sebelum memasuki pemrograman
yang lebih lanjut. Saya kira ini adalah bab terakhir kita dalam seri belajar bahasa pemgrograman
c++ dari awal.
Apabila anda memiliki pertanyaan terkait pemgrograman c++ silahkan tuliskan di kolom
diskusi, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di pemrograman lainnya.
Materi Referensi:
-http://en.wikipedia.org/wiki/Object-oriented_programming