0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
316 tayangan46 halaman

Panduan C++ untuk Pemula

Dokumen tersebut memberikan panduan lengkap tentang pembelajaran bahasa pemrograman C++ mulai dari dasar hingga lanjutan, mencakup pengenalan C++, tipe data, operator, struktur program, dan contoh kode."

Diunggah oleh

Karta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
316 tayangan46 halaman

Panduan C++ untuk Pemula

Dokumen tersebut memberikan panduan lengkap tentang pembelajaran bahasa pemrograman C++ mulai dari dasar hingga lanjutan, mencakup pengenalan C++, tipe data, operator, struktur program, dan contoh kode."

Diunggah oleh

Karta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Belajar Bahasa Pemrograman C++ Lengkap

dari Awal untuk Pemula


by Damas Amirul Karim - Last Updated 16 October 2017

Selamat datang di seri panduan bahasa pemgrograman C++ paling lengkap dari awal hingga
akhir karena disini anda akan belajar dari Nol.

Bagi anda yang ingin mempelajari algoritma dan pemrograman komputer dasar saya sarankan
untuk membaca panduan belajar pascal disini lebih dahulu.

Pertanyaan paling mendasar, apa itu C++?

Singkat cerita, C++ merupakan bahasa pemrograman yang di buat oleh Bjarne Stroustrup, yang
merupakan perkembangan dari bahasa C yang dikembangkan pada awal tahun 1970-an.

Salah satu perbedaan yang paling mendasar antara bahasa C++ dengan bahasa C adalah
dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek atau Object Oriented
Programming sedangkan c merupakan bahasa prosedural.

Secara umum, pemrograman dengan bahasa C menggunakan 2 konsep, yaitu data dan
algorithms. Data merupakan bahan yang akan diolah, sedangkan algorithms adalah metode
pengolahan.

Tapi bagaimanapun juga, penggunaan bahasa prosedural seperti C sangat tidak efisien untuk
pembuatan software skala menengah ke atas.

Terlalu banyak perulangan, percabangan, dan kode yang harus kita ketikan. Kemudian bahasa C
ini dikembangkan ke tingkat lebih lanjut yaitu bahasa C yang berorientasi object yang disebut
dengan C++.
Struktur dan Bagian-Bagian C++
Sebenarnya, anda bisa saja memakai aplikasi text editor biasa kemudian menggunakan aplikasi
compiler banyak tersedia di internet.

Namun, saya pribadi lebih memilih menggunakan software khusus seperti DEV C++ 5.11 (versi
yang saya gunakan saat ini).

Ada banyak sekali vendor yang telah menyediakan software lengkap untuk anda baik berbayar
maupun gratis, silahkan download dan install terlebih dahulu.

Silahkan buka program editor anda, dan ketikkan kode berikut:

#include <iostream>

int main()
{
std::cout << "Welcome to C++";

return 0;
}

Dan bandingkan dengan kode barikut ini:

#include <iostream>
using namespace std;

int main()
{
cout << "Welcome to C++";

return 0;
}

Perlu diketahui bahwa kode di atas adalah kode standar C++, kedua kode diatas akan
menampikan hasil yang sama namun penulisannya saja yang sedikit berbeda.

Sebelum mempelajari program ini lebih lanjut, ada baiknya jika kita mengenal beberapa
sintaks/coding tersebut.

1. Header dan Fungsi main()


Header adalah tempat dimana kita akan memasukkan library yang ada pada C++ kedalam kode
program. Sedangkan Fungsi main() sebagai program utama.

Jika anda melihat kode pada baris pertama terdapat kode #include <iostream>.

Tanda ‘#’ adalah preprocessor directive.

Preprocessor directive adalah perintah – perintah yang diberikan kepada compiler untuk
melakukan definisi, memasukkan file library, dll.

Jadi kita akan memasukkan (include) library iostream ke dalam program. iostream adalah header
yang dibutuhkan untuk “kegiatan” input dan output.

using namespace std; berfungsi untuk memberitahukan kepada kompiler bahwa kita akan
menggunakan semua fungsi, class atau file yang terdapat pada memori namespace std.

Kita tidak perlu mengetikan std::cout untuk mencetak output namun cukup menggunakan fungsi
cout saja, karena telah menggunakan using namespace std;

main() berfungsi sebagai badan sebuah alur kondingan atau disebut sebagai program utama yang
ditulis antara kode { hingga }.

2. Penulisan Dalam Bahasa C++


Penulisan dalam bahasa C++ adalah case sensitive. Yang berarti, C++ akan membedakan huruf
kecil dan kapital.

#include <iostream>
using namespace std;

const double pi = 3.14159;


const char newline = '\n';

int main ()
{
double circle;
double r = 5.0; //radius
circle = 2 * pi * r;
cout << circle;
cout << newline;
}

Untuk mendeklarasikan variabel yaitu dengan menuliskan tipe data terlebih dahulu kemudian
diikuti nama variabel.

Sedangkan untuk mendeklarasian variabel bernilai konstanta dengan menggunakan


fungsi const diikuti tipe data, nama varibel, dan nilai/value.

3. Komentar
Dalam bahasa C++ ada dua tanda yang dapat di gunakan untuk sebuah komentar, yang pertama
ada tanda yang di gunakan untuk komentar satu baris saja dan yang ke dua tanda yang di
gunakan untuk komentar lebih dari satu baris.

Untuk tanda komentar satu baris, menggunakan tanda //

Sedangkan untuk komentar lebih dari satu bari, menggunakan tannda /*. . . */.

Contoh:

//ini kode satu baris

/* ini komentar
beberapa baris */

Komentar adalah cataatan yang ditulis oleh programmer untuk sebagai pengingat atau
penjelasan ketika membaca sebuah kode.

Kata – kata dalam sebuah komentar tidak akan dieksekusi oleh compiler.

4. Operator Aritmetika
Operator aritmatika yang sering digunakan dalam C++ adalah:

• ‘+’ = penjumlahan
• ‘-‘ = pengurangan
• ‘*’ = perkalian
• ‘/’ = pembagian
• ‘%’ = sisa bagi (modulo)
int a, b, c;
a = 1;
b = 2;
c = a + b;

Setiap statement dalam C++ harus diberi tanda ‘;’ pada akhir statement.

Panduan Belajar Bahasa Pemrograman C++


Silahkan mulai dari bab 1 atau langsung menuju bab yang ingin anda pelajari.

BAB 1: Dasar Pemrograman C++


1. Perintah Input & Output dengan Fungsi cin dan cout pada C++
2. 7 Tipe Data Sederhana yang ada dalam Pemrograman C++
3. 9+ Jenis Operator pada Bahasa Pemrograman C++ dan Fungsinya

BAB 2: Stuktur Program


1. Mengenal Fungsi dan Prosedur dalam Bahasa Pemrograman C++
2. Contoh Program Percabangan If else dalam C++ [Studi Kasus]
3. 3 Fungsi Perulangan atau Looping dalam Pemrograman C++
4. Contoh Program Sederhana Switch Case pada C++ [Studi Kasus]

BAB 3: Tingkat Lanjut


1. Contoh Program C++ Menggunakan Array 1 Dimensi & Multidimensi
2. Contoh Program Sederhana Class dan Object pada C++ [Studi Kasus]

BONUS: Video Penerapan Bahasa C++


Sebagai tambahan informasi, berikut adalah salah satu penerapan dari bahasa pemrograman c++
pada microkontroler yang sempat saya coba:

Jika anda ingin request tutorial terkait pemrograman c++ silahkan tuliskan di kolom diskusi.
Insyaallah akan saya buatkan panduannya.

Catatan: halaman ini akan terus saya perbarui.

“Talk is cheap. Show me the code.”


Perintah Input & Output dengan Fungsi
cin dan cout pada C++
by Damas Amirul Karim - Last Updated 30 April 2017

Input adalah aktifitas pengguna dengan program komputer yang memungkinkan kita
memberikan data kedalam program.

Lalu, output berarti program tersebut juga dapat mengeluarkan data untuk pengguna. Data
tersebut dapat berupa text, file, gambar dan lain-lain.

Nah, kali ini kita akan belajar mengenai dasar proses input & output pada C++

Operasi Input dan Output dapat kita lakukan dengan menggunakan fungsi-fungsi yang berada
pada Stream dan salah satunya ada pada library “iostream”.

Stream adalah nama umum untuk menampung aliran data (contoh : file, keyboard, mouse),
maupun untuk keluaran (contoh : layer, printer).

Dalam C++ input berarti membaca dari stream & output berarti menulis ke stream.

Fungsi cout pada C++


Dalam bahasa C++ perintah keluaran dasar berbentuk text, kita dapat melakukanya dengan
menggunakan fungsi cout.

Untuk menggunakan keyword cout kita membutuhkan Insertion Operator dengan tanda "<<" di
antara keyword dengan ekspresi.
Jika kita ingin melakukan keluaran (menampilkan) nilai dari suatu variable kita hanya akan
membutuhkan identias dari variable tersebut.

#include <iostream>
using namespace std;

int main()
{
string selamat="Welcome to C++"
cout << selamat;

return 0;
}

Jika kita ingin menampilakan sebaris kalimat (string), kita dapat menambahkan sepasang tanda
petik dua di awal kalimat dan di akhir kalimat.

#include <iostream>
using namespace std;

int main()
{
cout << "Welcome to C++";

return 0;
}

Fungsi cin pada C++


Sedangkan dalam bahasa C kita dapat melakukan perintah input dasar text dengan menggunakan
fungsi cin.

Untuk menggunakan keyword cin kita membutuhkan Extraction Operator dengan tanda “>>”
yang diletakan di antara keyword “cin” dan memori.

Untuk itu, kita harus mendeklarasikan variabel terlebih dahulu.

Nantinya, data yang diberikan oleh pengguna dalam operasi pemasukan (input) akan disimpan
di dalam memori variable yang telah kita deklarasikan.
#include <iostream>
using namespace std;

string nama;

int main()
{
cout << "Masukan Nama: ";
cin >> nama;

cout << "Nama saya adalah " << nama;


}

Dari contoh program diatas, kita telah mendeklarasikan variabel nama bertipe string. Kemudian,
cin berfungsi untuk penyimpanan nilai masukan dari pengguna ke variabel nama.

Dan akhirnya nilai/value dari variabel nama ditampilkan dengan menggunakan fungsi cout.

Baiklah, demikianlah fungsi dasar input/output pada c++. Lihat juga panduan belajar c++ disini.

7 Tipe Data Sederhana yang ada dalam


Pemrograman C++
by Damas Amirul Karim - Last Updated 30 October 2017
Perlu diingat, tipe data digunakan untuk menentukan jenis nilai atau value yang akan disimpan
ke dalam memori, dan yang akan di proses dalam program.

Lalu, tipe data sendiri terbagi atas 3 jenis yaitu: numeric untuk nilai bilangan, textuntuk karakter,
dan boolean untuk pilihan 1 (true) atau 0 (false).

Macam-Macam Tipe Data dalam Bahasa C++


Setiap tipe data memiliki besar memori yang berbeda antara satu dengan yang lain. Anda bisa
memeriksanya dengan fungsi kode sizeof();

Ketika kita sedang membuat variabel, sebenarnya kita sedang memesan memori untuk
penyimpanan kepada komputer sebesar tipe data yang digunakan.

Nah, disini saya akan mengulas beberapa tipe data yang dimiliki oleh bahasa pemrograman c++
dan tentunya wajib untuk anda ketahui.

1. Tipe Data Boolean (bool)


Boolean adalah salah satu tipe data yang hanya memiliki dua pilihan yaitu True (1) atau False
(0). Tipe data ini biasanya digunakan untuk memberikan kepastian dan memastikan kebenaran
dari sebuah operasi atau kondisi program.

Besarnya memori yang dibutuhkan tipe data bool yaitu 1 byte atau 8 bit. Berikut ini contoh
program C++ menggunakan tipe data bool:

#include <iostream>
using namespace std;

int main()
{
int angka;
bool hasil;
cout << "Masukan angka = "; cin >> angka;
hasil = angka > 10;
cout << hasil;
}

Pada program diatas, saya menggunakan 2 buah variabel yaitu angka dengan tipe data integer,
dan hasil dengan tipe data boolean.

Nah, disini saya akan mengambil nilai/value untuk variabel hasil dengan membandingkan nilai
pada variabel angka terhadap bilangan 10.

Apabila nilai pada variabel angka lebih dari 10 maka hasil bernilai 1 (true) dan jika angka lebih
kecil dari 10 maka hasilnya bernilai 0 (false).

2. Tipe Data Character (char)


Character adalah salah satu tipe data yang memungkinkan kita untuk memesan memori
berformat text (huruf, angka, dan simbol) dengan karakter tunggal.

Besarnya memori yang dibutuhkan tipe data char yaitu 1 byte atau 8 bit. Berikut ini contoh
program C++ menggunakan tipe data char:

#include <iostream>
using namespace std;

int main(){
char nilai;

cout << "Masukan nilai (A/B/C/D): "; cin>>nilai;


cout << "Nilai anda:" << nilai;

Perlu diingat bahwa tipe data char hanya dapat menyimpan data berbentuk karakter dan hanya
satu karakter, oleh karena itu apabila anda memasukan lebih dari 1 karakter maka nilai yang
akan tersimpan hanya karakter pertama.

3. Tipe Data Integer (int)


Integer adalah salah satu tipe data numerik yang memungkinakan kita untuk menyimpan data
dalam bentuk bilangan bulat.

Besarnya memori yang dibutuhkan tipe data int yaitu 4 byte atau 32 bit. Berikut ini contoh
program C++ menggunakan tipe data int:

#include <iostream>
using namespace std;

int main(){
int x,y,z;
x=3; y=4;

z=x*y;
cout << "Hasil perkalian: " << z;
}

Dengan tipe data integer memungkinkan kita untuk melakukan sejumlah operasi aritmetika
seperti perkalian dan lain sebagainya.

Pada contoh diatas, saya menggunakan 3 buah variabel beripe integer dengan xbernilai
3, y bernilai 4, dan z sebagai hasil hasil perkalian x dan y.

4. Tipe Data Floating Point (float)


Floating Point adalah salah satu tipe data numerik yang memungkinkan untuk menyimpan nilai
dalam memori bersifat bilangan pecahan atau real, maupun eksponensial.

Besarnya memori yang dibutuhkan tipe data float yaitu 4 byte atau 32 bit. Berikut ini contoh
program C++ menggunakan tipe data float:

#include <iostream>
using namespace std;

int main(){
float jari, hasil ;
const float p=3.14;

cout << "Masukan Jumlah jari-jari = "; cin >> jari;


hasil = (jari * p)*2;

cout << "Keliling dari Lingkaran adalah " << hasil;

Mengapa kita menggunakan tipe data float? Karena kebanyakan hasil dari operasi penghitungan
keliling lingkaran merupakan bilangan pecahan.

5. Tipe Data Double Floating Point (double)


Double Floating Point sama seperti float yaiut salah satu tipe data yang bersifat menyatakan
bilangan pecahan atau real, maupun eksponensial. Bedanya adalah penyimpanan angka masimal
lebih besar daripada float dan otomatis double juga akan membutuhkan memori yang lebih
besar.

Besarnya memori yang dibutuhkan tipe data double yaitu 8 byte atau 64 bit. Berikut ini contoh
program C++ menggunakan tipe data double:

#include <iostream>
using namespace std;

int main(){
double jari, hasil ;
const double p=3.1428;

cout << "Masukan Jumlah jari-jari = "; cin >> jari;


hasil = jari*(jari * p);
cout << "Luas lingkaran: " << hasil;
}

6. Tipe Data String (string)


String merupakan tipe data text (huruf, angka, dan simbol) yang memungkinkan kita
menyimpan nilai dengan bentuk text, kumpulan dari character.
Besarnya memori yang dibutuhkan tipe data string yaitu 4 byte atau 32 bit. Berikut ini contoh
program C++ menggunakan tipe data string:

#include <iostream>
using namespace std;

int main(){
string nohp;

cout << "Masukan nomor HP: "; cin >> nohp;


cout << "Nomor HP anda: " << nohp;
}

Sama seperti halnya tipe data char, dalam tipe data string variabel yang bernilai angka tidak
dapat dilakukan operasi aritmetika.

Namun, jika dalam tipe data char hanya mampu menyimpan nilai satu karakter tiap variabel, hal
ini tidak berlaku pada tipe data string.

7. Tipe Data Valueless (void)


Valueless adalah salah satu tipe data yang berarti “tidak ada” atau “tidak mempunyai tipe data”.
Void masih di dalam katagori tipe data tetapi kita tidak bisa menggunakanya pada variabel
biasa, void biasanya digunakan pada function yang tidak mempunyai return value.

Besarnya memori yang dibutuhkan tipe data void yaitu 1 byte atau 8 bit.

Kesimpulan
Baiklah, disini kita telah mempelajari macam-macam atau jenis-jenis dari tipe data yang ada
pada bahasa pemrograman c++.

Setelah mengetahui bahwa setiap tipe data memiliki fungsi kegunaan dan kebutuhan memori
yang berbeda-beda, kini anda sudah lebih tau bagaimana memilih tipe data yang tepat untuk
membuat program yang lebih efisien.

Baca juga: panduan lengkap belajar bahasa pemrograman c++.


9+ Jenis Operator pada Bahasa
Pemrograman C++ dan Fungsinya
by Damas Amirul Karim - Last Updated 11 May 2017

Setelah kita mengenal variabel dan konstanta, kini saatnya kita belajar untuk
mengoperasikannya menggunakan operator.

Operator adalah simbol yang biasa dilibatkan dalam pembuatan program untuk melakukan suatu
operasi ataupun manipulasi.

Pada operator c++ ada yang tergolong sebagai operator binary (yaitu operator yang dikenakan
untuk dua buah nilai (operand)...

...dan ada yang tergolong sebagai operator unary (operator yang dikenakan untuk satu buah nilai
(operand).

Binary >> a + b
Unary >> - c

Pada panduan kali ini kita akan belajar macam-macam operator yang ada pada bahasa
pemrograman c++ beserta fungsinya.
Jenis jenis operator dan fungsinya
Berikut ini adalah daftar lengkap macam-macam operator yang dapat anda jadikan sebagai
acuan dalam pembuatan program.

1. Assignment operator (=)

Operator ini berfungsi untuk memberikan nilai kepada variabel.

a = 1;
b = 2;

Sebagai contoh diatas, kita akan memberikan nilai bilangan bulat 1 ke dalam variabel a dan nilai
2 ke dalam variabel b.

#include <iostream>
using namespace std;

int main ()
{
int a, b; // a:?, b:?
a = 10; // a:10, b:?
b = 4; // a:10, b:4
a = b; // a:4, b:4
b = 7; // a:4, b:7

cout << "a:";


cout << a;
cout << " b:";
cout << b;
}

Program ini akan mencetak pada layar dengan nilai akhir a dan b (4 dan 7).

Perhatikan bagaimana sebuah variabel tidak terpengaruh oleh modifikasi akhir dari b, meskipun
kita menyatakan a = b sebelumnya.

Catatan: Operasi ini selalu berlangsung dari kanan ke kiri.


2. Operator Aritmetika ( +, -, *, /, % )

Operator aritmatika yang sering digunakan dalam C++ adalah:

• ‘+’ = penjumlahan
• ‘-‘ = pengurangan
• ‘*’ = perkalian
• ‘/’ = pembagian
• ‘%’ = sisa bagi (modulo)

x = 11 % 3;

Hasil dari operasi tersebut adalah 2, karena disini kita mencari sisa bagi dimana hasil bagi 11
dan 3 adalah 3 dan memiliki sisa bagi 2.

3. Compound assignment (+=, -=, *=, /=, %=, >>=, <<=, &=, ^=, |=)

Operator ini memodifikasi nilai variabel saat ini dengan melakukan operasi di atasnya.

Contoh:
• y += x; sama dengan y = y + x;
• x -= 5; sama dengan x = x - 5;
• x /= y; sama dengan x = x / y;

dan seterusnya..

#include <iostream>
using namespace std;

int main ()
{
int a, b=3;
a = b;
a+=2; // equivalent to a=a+2
cout << a;
}

Intinya "menggunakan dua operand dan memberikan hasilnya ke operand kiri".


4. Operator Increment and decrement (++, --)

Fungsi operator Increment (++) dan operator decrement (--) yaitu meningkatkan atau
mengurangi satu nilai yang tersimpan dalam variabel.

x=x+1;
y=y-1;

akan sama dengan:

++ x ;
-- y ;

//atau

x ++ ;
y -- ;

Operator Increment adalah operator yang digunakan untuk menaikan nilai variabel sebesar 1,
sedangkan decrement digunakan untuk menurunkan nilai sebesar 1.

Contoh:

#include <iostream>
using namespace std;

int main ()
{
int a, b;
a = 3;
b = ++a;

cout << "a:" << a;


cout << " b:" << b;
}

Hasilnya variabel a akan bernilai 4, dan b bernilai 4. Karena nilai dari b adalah nilai a yang telah
ditingkatkan.

5. Relational and comparison operators ( ==, !=, >, <, >=, <= )

Operator relasi adalah operator yang digunakan dalam suatu statement bersyarat yang selalu
menghasilkan nilai true atau false.

== Sama dengan (bukan penugasan)


!= Tidak sama dengan
> Lebih dari
< Kurang dari
>= Lebih dari atau sama dengan
<= Kurang dari atau sama dengan

Operator ini digunakan untuk menguji hubungan antara nilai dan atau variabel.

#include <iostream>
using namespace std;

void main() {
bool nilai;
nilai = 3 > 2 ; // hasil ungkapan : benar
cout << "Nilai = " << nilai;
nilai = 2 > 3 ; // hasil ungkapan : salah
cout << "Nilai = " << nilai;
}

Hasil:
• Nilai = 1
• Nilai = 0

6. Logical operators ( !, &&, || )


Operator Logika adalah operator yang digunakan untuk membandingkan dua nilai variabel atau
lebih. Hasil dari operasi ini adalah nilai boolean true atau false.

&& (AND) Jika semua operand bernilai benar (TRUE) maka kondisi bernilai benar.

|| (OR) Jika salah satu operand bernilai benar (TRUE) maka kondisi bernilai benar.

! (NOT) Digunakan untuk membalik kondisi. Jika kondisi benar (TRUE) maka akan berubah
menjadi salah (FALSE), begitu pula sebaliknya

( (5 == 5) && (3 > 6) ) // Hasil = false, karena ( true && false )


( (5 == 5) || (3 > 6) ) // Hasil = true, karena ( true || false )

7. Conditional ternary operator ( ? )

Operator Kondisi merupakan penyederhanaan dari bentuk if..else yang setiap blok dari if dan
else hanya terdiri dari satu statement/perintah.

Struktur penulisan operator kondisi:

(ekspresi) ? (jika benar) : (jika salah);

Contoh dalam program c++:

#include <iostream>
using namespace std;

int main ()
{
int a,b,c;

a=2;
b=7;
c = (a>b) ? a : b;

cout << c << '\n';


}

8. Comma operator ( , )

Operator koma (,) memiliki beberapa fungsi, yaitu:

1. digunakan untuk memisahkan sederetan variabel dalam sebuah deklarasi,


2. memisahkan argument fungsi,
3. menyatukan dua ekspresi menjadi sebuah pernyataan, dan
4. memungkinkan pemberian lebih dari satu ekspresi pada inisialisasi nilai awal.

Contoh:

#include <iostream>
using namespace std;

int main ()
{
int a,b;
a = (b=3, b+2);

cout << a << '\n';


}

Pertama b akan diberi nilai 3, kemudian nilai b (3) akan dijumlahkan dengan 2 sehingga variabel
a bernilai 5.

9. Bitwise operators ( &, |, ^, ~, <<, >> )

Operator bitwise adalah operator yang digunakan untuk memanipulasi bit-bit nilai data yang ada
di memori.

Operator ini hanya dapat digunakan untuk tipe data char, int dan long int.

Untuk operator bitwise dalam bentuk bit, dilakukan dalam bit per bit (binary).

& AND Bitwise AND


| OR Bitwise inclusive OR
^ NOT Unary complement (bit inversion)
<< SHL Shift bits left
>> SHR Shift bits right

Bonus Catatan:

Baiklah, demikianlah jenis jenis operator pada bahasa pemrograman c++ yang perlu anda
ketahui.

Meskipun tidak semua operator perlu anda hafalkan, namun tidak ada salahnya jika anda
memahami poinnya.
Lihat juga panduan belajar bahasa pemrograman c++

Mengenal Fungsi dan Prosedur dalam


Bahasa Pemrograman C++
by Damas Amirul Karim - Last Updated 01 May 2017

Dalam dunia pemrograman terdapat istilah fungsi dan prosedur yang memiliki kegunaan untuk
membagi-bagi program dari program utama (main program) sehingga program dapat lebih rapih
dan juga lebih terstruktur.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan sedikit mengulas tentang apa yang dimaksud dengan
fungsi dan prosedur dalam bahasa pemrograman C++.

Fungsi dan Prosedur pada Pemrograman C++


Fungsi & prosedur adalah kode program yang terpisah dari program utama namun dapat
dipanggil ke dalam program utama untuk kegunaan masing-masing.

1. Prosedur adalah fungsi yang tidak mengembalikan nilai, maka dari itu penggunaan prosedur
selalu menggunakan void karena void tidaklah mengembalikan nilai. Baca: macam-macam tipe
data.

Tujuan dari penggunaan prosedur salah satunya adalah untuk mendefinisikan masing – masing
tugas. Berikut ini contoh prosedur pada C++:

#include <iostream>
using namespace std;

void LuasPersegi()
{
int panjang,lebar;

cout << "Masukkan panjang: "; cin >> panjang;


cout << "Masukkan lebar: "; cin >> lebar;

cout<<"Luas persegi: " << panjang*lebar;


}

int main()
{
LuasPersegi();
return 0;
}

2. Fungsi adalah subprogram yang akan mengolah data dan mengembalikan nilai (return value).
Silahkan perhatikan program fungsi pada kode C++ berikut ini:

#include <iostream>
using namespace std;

int LuasPersegi (int p, int l){


int luas;
luas = p*l;
return luas;
}

int main()
{

cout << "masukkan panjang: "; cin >> a;


cout << "masukkan lebar: "; cin >> b;

cout << "Luas Persegi: " << LuasPersegi(a,b);


return 0;
}

Catatan: penggunaan parameter dalam prosedur boleh dikosongkan, sedangkan fungsi harus
menggunakan parameter dalam penggunaannya.

Kesimpulan
Fungsi dan prosedur digunakan untuk memecahkan program yang rumit dan besar menjadi
program-program yang lebih sederhana atau kecil.

Pada fungsi, nilai yang dikirimkan balik terdapat pada nama fungsinya (kalau pada prosedur
pada parameter yang dikirimkan secara acuan).

Karena nilai balik berada di nama fungsi tersebut, maka fungsi tersebut dapat langsung
digunakan untuk dicetak hasilnya. Atau nilai fungsi tersebut dapat juga langsung dipindahkan ke
pengenal variable yang lainnya.

Nama Prosedur tidak dapat digunakan lagsung tidak seperti pada nama fungsi, yang dapat
langsung digunakan dari sebuah prosedur adalah parameternya yang mengandung nilai balik.

Pada dasarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara prosedur dan fungsi pada Bahasa
C++, hanya dibedakan dari return value.

Jika suatu sub program tersebut memiliki nilai balik (return value) maka sub program tersebut
disebut Function (Fungsi) jika tidak memiliki nilai balik maka sub program tersebut merupakan
prosedure (Procedure).

Baiklah, demikianlah pembahasan mengenai fungsi dan prosedur dalam bahasa pemrograman
C++ secara ringkas. Baca juga panduan belajar c++ disini.

Contoh Program Percabangan If else dalam


C++ [Studi Kasus]
by Damas Amirul Karim - Last Updated 07 May 2017
Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita sering dihadapkan pada kondisi dimana kita harus
memilih suatu tindakan atau bahkan pilihan yang rumit (bercabang).

Begitu juga dalam membuat program, kita akan sedikit banyak berurusan dengan pilihan. Untuk
itu kita akan belajar fungsi if else pada C++.

Perhatikan program berikut:

#include <iostream>
using namespace std;

void pilihan (int x){


if (x==1) {
cout << "Anda Memesan Nasi Goreng";
}
else {
cout << "Anda Memesan Nasi Kucing";
}
}

int main(){
int pilih;

cout << "1. Nasi Goreng" << '\n';


cout << "2. Nasi Kucing" << '\n';
cout << "Masukan Pulihan Anda (1-2): "; cin >> pilih;

pilihan (pilih);
}

Dalam program di atas, saya membuat prosedur bernama pilihan dengan parameter "x" bertipe
integer.

Apabila x bernilai 1 maka program akan mencetak "Anda pesan nasi goreng", jika tidak maka
program akan mencetak "anda memesan nasi kucing".

Pelajari: Fungsi dan Prosedur dalam Pemrograman C++

Nah, didalam program utama saya hanya menyiapkan varibel pilih bertipe integer untuk
menyimpan nilai inputan yang akan digunakan pada prosedur pilihan.

Struktur Fungsi If-else pada C++


Secara sederhana, fungsi if dapat ditulis seperti berikut:

if (variabel operator nilai) {


Statemen1;
//kode yang dijalankan jika bernilai benar
}
else {
Statemen2;
//kode yang dijalankan jika salah
}

Struktur ini merupakan struktur yang paling sederhana karena hanya melibatkan satu buah
ekspresi yang akan diperiksa.

Macam-macam Operator pada Fungsi If


Percabangan merupakan pemilihan statemen yang akan dieksekusi dimana pilihan tersebut
didasarkan atas kondisi tertentu untuk mengarahkan perjalanan suatu proses.
Dalam menuliskan syarat, digunakan suatu operator relasi yang digunakan untuk
membandingkan 2 buah nilai sebagai berikut (Operator --> Keterangan):
== --> Sama dengan
!= --> Tidak sama dengan
< --> Kurang dari
> --> Lebih dari
<= --> Kurang dari atau sama dengan
>= --> Lebih dari atau sama dengan

Selain itu jika syarat yang digunakan lebih dari satu sering digunakan operator logika
yakni sebagai berikut (Operator --> Keterangan):

&& --> And


|| --> Or
! --> Not

Contoh program Nested If atau IF Bersarang pada C++


Seperti yang telah saya singgung diatas, terkadang kita akan dihadapkan pada kondisi
yang sedikit lebih rumit dalam menentukan pilihan.

Jika anda paham struktur percabangan if else maka anda hanya perlu menambahkan
fungsi if dalam sebuah program if tersebut..

..inilah yang dinamakan program if bersarang.

#include <iostream>
using namespace std;

void Hasil (int x, int y){


if (x==1) {
if (y>=17){
cout << "Pria Dewasa";
}
else{
cout << "Perjaka";
}
}
else {
if (y>=17){
cout << "Wanita Dewasa";
}
else{
cout << "Gadis";
}
}
}

int main(){
int umur, kel;

cout << "Jenis Kelamin" << '\n';


cout << "1. Laki-Laki" << '\n';
cout << "2. Perempuan" << '\n';
cout << "Masukan Pilihan Anda (1-2): "; cin >> kel;

cout << "Masukan Umur Anda (1-100): "; cin >> umur;

Hasil(kel,umur);
}

Pada kasus ditas, kita ingin mengetahui bagaimana seseorang bisa dikatakan gadis,
perjaka, wanita dewasa, dan pria dewasa dan disini saya hanya menggunakan dua
syarat yaitu umur dan jenis kelamin.

Sekian penjelasan program percabangan dalam c++ menggunakan fungsi if else


disertai dengan studi kasus dari saya.

Lihat juga, panduan belajar pemrograman c++ kami.

3 Fungsi Perulangan atau Looping


dalam Pemrograman C++
by Damas Amirul Karim - Last Updated 09 May 2017
Ketika anda ingin mencetak nomor 1 hingga 10 mungkin menulis secara manual bukanlah
sebuah masalah, namun coba bayangkan jika mencapai 100 angka.

Tentu akan menjadi hal yang merepotkan karena kita harus menuliskannya satu per satu. Selain
itu juga akan banyak menyita waktu, energi, juga file size.

Akan tetapi, bila kita menggunakan looping, maka setidaknya hanya butuh beberapa baris
perintah untuk mencapai tujuan tersebut.

Pengertian Perulangan atau Looping


Perulangan (atau dalam bahasa inggris disebut dengan loop) adalah instruksi program yang
bertujuan untuk mengulang beberapa baris perintah.

Fungsi paling sederhana yaitu untuk mempermudah melakukan suatu proses yang berulang-
ulang, seperti membuat angka dari 1 – 10.

Ada 3 cara untuk melakukan perulangan di C++ yaitu: for, while, & do while.

1. Perulangan dengan fungsi for


Penulisan dasar format perulangan for dalam C++ adalah sebagai berikut:

for (start; condition; increment)


{
statement;
}

Start adalah kondisi pada saat awal perulangan.

Biasanya kondisi awal ini digunakan untuk membuat dan memberikan nilai kepada variabel
yang digunakan untuk mengontrol perulangan.

Misalkan, kita akan membuat variabel i, maka untuk kondisi start ini, kita juga harus
memberikan nilai awal untuk variabel i, misalnya dengan 1, maka i=1.

Condition adalah kondisi yang harus dipenuhi agar perulangan dijalankan. Selama kondisi ini
terpenuhi, maka C++ akan terus melakukan perulangan.

Misalkan kita ingin menghentikan perulangan jika variabel i telah mencapai nilai 10, maka pada
bagian condition ini kita membuat perintah i<=20, yang berarti selama nilai i kurang atau sama
dengan 10, terus lakukan perulangan.

Increment adalah bagian yang digunakan untuk memproses variabel agar bisa memenuhi
kondisi akhir perulangan. Umumnya nilai variable tersebut bertambah (i++) / berkurang (i--) 1
(satu).

Statement adalah bagian kode program yang akan diproses secara terus-menerus selama proses
perulangan berlangsung.

Untuk statement ini, kita membuat blok program di antara tanda kurung kurawal ({ dan })
sebagai penanda bahwa bagian di dalam kurung kurawal inilah yang akan dikenai proses
perulangan.

Contoh looping dengan fungsi for pada program c++:

#include <iostream>
using namespace std;

void CetakAngka (int i, int j){


for (i = 1; i <= j; i++){
cout << i << '\n';
}
}

int main ()
{
CetakAngka (1,10);
}
Baca: Mengenal Fungsi dan Prosedur dalam Bahasa Pemrograman C++

2. Perulangan dengan fungsi while


Dalam perulangan while, program akan berulang kali mengeksekusi pernyataan target selama
kondisi tertentu bernilai benar.

Penulisan dasar format perulangan while dalam C++ adalah sebagai berikut:

while(condition){
statement;
}

Condition adalah kondisi yang harus dipenuhi agar perulangan berlangsung. Kondisi ini mirip
seperti dalam perulangan for.

Selama condition bernilai TRUE, maka perulangan akan terus dilakukan.

Condition ini akan diperiksa pada tiap perulangan, dan hanya jika hasilnya FALSE, maka proses
perulangan berhenti.

Statement adalah kode program yang akan diulang.

Tanda kurung kurawal diperlukan untuk membatasi blok program yang akan diulang. Jika
statement hanya terdiri dari 1 baris, maka tidak diperlukan.

Contoh perulangan dengan fungsi while dalam program c++:

#include <iostream>
using namespace std;

int main () {
// Local variable declaration:
int a = 1;

// while loop execution


while( a < 10 ) {
cout << "value of a: " << a << endl;
a++;
}
return 0;
}

3. Perulangan dengan fungsi do while


Perulangan while dan do-while pada dasarnya hampir sama. Perbedaan terletak pada ’lokasi’
pengecekan kondisi perulangan.

do {
statement;
} while (condition);

Dalam struktur while, pengecekan untuk kondisi perulangan di lakukan di awal, sehingga jika
kondisi tidak terpenuhi, maka perulangan tidak akan pernah dijalankan.

Namun pada perulangan do-while, pengecekan kondisi akan dilakukan di akhir perulangan,
sehingga walaupun kondisi adalah FALSE, perulangan akan tetap berjalan minimal 1 kali.

Statement adalah kode program yang akan diulang & condition adalah kondisi yang harus
dipenuhi agar perulangan berlangsung.

Contoh program looping dengan fungsi do while dalam pemrograman c++:

#include <iostream>
using namespace std;

int main () {
// Local variable declaration:
int a = 1;

// while loop execution


do {
cout << "value of a: " << a << endl;
a = a + 1;
} while ( a < 10 );

return 0;
}

Kesimpulan
Meskipun perulangan atau looping memiliki fungsi yang sama, namun ketiga fungsi tersebut
digunakan pada kondisi yang berbeda.

Jika perulangan while digunakan untuk kondisi perulangan dimana banyaknya perulangan tidak
dapat dipastikan pada saat penulisan program.

Sedangkan perulangan for digunakan untuk kondisi perulangan dimana jumlah perulangan telah
di tentukan di awal.

Sama seperti perulangan while, dalam perancangan perulangan do-while ini kita harus
memahami alur logika program yang dibuat.

Banyaknya perulangan di tentukan pada saat program mencapai kondisi FALSE. Kesalahan
dalam alur logika akan membuat C++ tidak pernah berhenti memproses perulangan.

Demikian penjelasan mengenai fungsi-fungsi perulangan atau looping pada bahasa


pemrograman c++. Lihat: panduan belajar pemgrograman c++ lengkap.

Contoh Program Sederhana Switch Case


pada C++ [Studi Kasus]
by Damas Amirul Karim - Last Updated 25 September 2017
Switch adalah peryataan yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan
sejumlah kemungkinan kondisi konstan, namun pada dasarnya memiliki fungsi yang sama
dengan percabangan if else.

Lalu apa yang membedakan kedua sintaks tersebut dan kapan anda menggunakan fungsi switch
atau sebaliknya? Mari kita lihat #kodedasar-nya dulu:

Stuktur Peryataan Switch Case pada C++


Secara sederhana peryataan switch dapat ditulis sebagai berikut:

switch (kondisi)
{
case constant1:
statements-1;
break;
case constant2:
statements-2;
break;
default:
default-statements;
}

Cara Kerja Peryataan Switch


Peryataan switch mengevaluasi kondisi dan memeriksa apakah sama dengan constant1. Jika ya,
maka statements-1 akan dieksekusi hingga kode break;

Jika tidak maka switch akan memeriksa terhadap constant2 dan seterusnya hingga kondisi
terpenuhi dan mengeksekusi program sesuai konsisi tersebut.

Namun, jika nilai kondisi tidak sesuai dengan konstanta yang telah ditentukan sebalumnya,
maka program akan mengeksekusi peryataan default.

Catatan: Saat menemukan pernyataan break, maka program akan beralih ke akhir keseluruhan
pernyataan switch (tanda "}" ) tanpa mengeksekusi baris dibawahnya.

Sedangkan keyword default akan bekerja jika semua kondisi tidak terpenuhi.

Perbedaan Pertyataan Switch dan If else


Meskipun kedua peryataan tersebut digunakan untuk menyelesaikan program percabangan atau
pilihan, namun terdapat perbedaan yang mendasar.

Secara penulisan, peryataan switch lebih rapi dan mudah dipahami dibanding peryataan if else
bertingkat terlebih untuk kondisi dengan banyak kemungkinan.

Peryataan switch biasa digunakan untuk kondisi konstan (contoh: 200, 301), sedangkan if else
untuk konsisi dengan logika (contoh: >10, !=0).

Contoh Program Switch Case pada C++

#include <iostream>
using namespace std;

int pilihan;
string text;

int main(){
cout << "Daftar bahasa pemrograman:\n";
cout << "1. Java \n2. C++ \n3. PHP\n";

ulangi:

cout << "Masukan pilihan anda (1-3): ";

cin >> pilihan;

switch(pilihan){
case 1:
text="Anda memilih Pemrograman Java";
break;
case 2:
text="Anda memilih Pemrograman C++";
break;
case 3:
text="Anda memilih Pemrograman PHP";
break;
default:
goto ulangi;
}

cout << text;


}

Disini saya menggunakan dua variabel, pertama variabel pilihan dengan tipe data integer yang
akan kita gunakan sebagai kondisi pada peryataan switch.
Yang kedua variabel text dengan tipe data string yang akan kita gunakan untuk menyimpan
tulisan sesuai pilihan kita sebelumnya.

Kemudian saya menggunakan input output seperti biasa, jika masih bingung silahkan
baca Perintah Input & Output dengan Fungsi cin dan cout pada C++.

Masuk ke pokok pembahasan kita kali ini, disini saya akan mengevalusi kondisi (pilihan)
dengan konstanta 1-3 menggunakan fungsi switch case.
Namun apabila kondisi tidak terpenuhi maka fungsi default akan dieksekusi yaitu menuju ke
indetifier ulangi: dan kita akan memasukan pilihan lagi.

Sebagai contoh: apabila anda memasukan angka 2, maka tulisan yang akan muncul adalah
"Anda memilih pemrograman C++".

Namun jika angka yang anda masukan bukan 1, 2, dan 3 maka program akan menuju identifier
ulangi: karena kondisi default diberi fungsi goto ulangi.

Tambahan
Sekarang anda sudah mengetahui apa itu switch case dan bagaimana stuktur penulisannya, anda
juga telah mengetahui apa fungsi break dan default.

Sebagai studi kasus, disini saya akan memberikan contoh program "NPM (Nomor Pokok
Mahasiswa) Generator" menggunakan peryataan switch dalam bahasa c++.

#include <iostream>
using namespace std;

string tahun;
int fakultas,prodi;
string idtahun,idfakultas,idprodi,nomor,npm;

int main(){

cout << "Masukan tahun: "; cin >> tahun;


idtahun = tahun.substr(2,3);

cout << "Fakultas:\n 1. Hukum\n 2. Pendidikan\n 3. Ilmu Kesehatan\n 4. Teknik\n";


cout << "Masukan fakultas anda: "; cin >> fakultas;
switch (fakultas){
case 1:
idfakultas="01";
cout << "Program Studi:\n 1. Ilmu Humum S1\n";
break;
case 2:
idfakultas="02";
cout << "Program Studi:\n 1. Bimbingan Konseling (S-1)\n 2. Pendidikan Guru PAUD (S-1) 3.
Pendidikan Guru SD (S-1)\n";
break;
case 3:
idfakultas="03";
cout << "Program Studi:\n 1. Ilmu Keperawatan (S-1)\n 2. Keperawatan (D-3)\n 3. Farmasi (D-
3)\n 4. Profesi Ners\n";
break;
case 4:
idfakultas="04";
cout << "Program Studi:\n 1. Teknik Industri (S-1)\n 2. Teknik Informatika (S-1)\n";
break;
}

cout << "Masukan pilihan anda: "; cin >> prodi;


switch (prodi){
case 1:
idprodi = "01";
break;
case 2:
idprodi = "02";
break;
case 3:
idprodi = "03";
break;
case 4:
idprodi = "04";
break;
}

cout << "Masukan Nomor Urut: "; cin >> nomor;

npm=idtahun+"."+idfakultas+"."+idprodi+"."+nomor;
cout << "NPM: " << npm;
}

Dalam program diatas saya sengaja tidak menggunakan fungsi default sehingga bisa saja anda
memasukan angka diluar nilai yang tersedia.

Tugas anda adalah memperbaiki program tersebut, sebagai petunjuk silahkan gunakan peryataan
switch didalam switch (nested switch case).

Demikian contoh program sederhana switch case pada bahasa pemgrograman c++ disertai studi
kasus. Jika anda memiliki pertanyaan tentang program switch case diatas mari bahas bersama
pada kolom diskusi dibawah.

Jangan lewatkan "Seri Panduan Belajar C++" paling lengkap dari kami.
Contoh Program C++ Menggunakan
Array 1 Dimensi & Multidimensi
by Damas Amirul Karim - Last Updated 26 September 2017

Array adalah kumpulan dari nilai-nilai dengan tipe data sama dalam urutan tertentu yang
menggunakan sebuah nama yang sama.

Dan pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai array 1 dimensi dan multidimensi.
Saya memilih menggunakan contoh karena lebih menyenangkan.

Menggunakan Array 1 Dimensi


Cara mendeklarasikan array 1 dimensi pada C++:

tipedata [totalindex];

//atau

tipedata [] = { nilai1, nilai2, dst };

Jadi, ada dua cara mendeklarasikan sebuah array berdimensi satu cara pertama cukup dengan
menggunakan tipe data dan total index yang diinginkan, contoh:

int umur[5];

Artinya, anda menyediakan varibel array bernama umur dengan tipe data integer yang mampu
menampung 5 data yang sama mulai dari index 0 - 4.

Ingat: Index pada array selalu dimulai dari nol.

Kemudian untuk mengisi nilai untuk tiap index pada array dengan cara:

umur[0] = 18;
umur[1] = 19;
umur[2] = 20;
umur[3] = 21;
umur[4] = 22;

Cara kedua, anda bisa langsung memberi nilai untuk tiap index pada saat pendeklarasian array.
Contoh kodenya sebagai berikut:

int umur[] = {18,19,20,21,22};

Untuk penerapan array dalam program biasanya dipadukan dengan perulangan for, while-do,
dan do-while. Pilih salah satu namun yang paling umum adalah for.

Berikut contoh program sederhana array 1 dimensi pada c++:

#include <iostream>
using namespace std;

int umur[] = {18, 19, 20, 21, 22};


int n, hasil=0;

int main ()
{
for ( n=0 ; n<5 ; ++n )
{
hasil+= umur[n];
}
cout << hasil;
return 0;
}

Dalam program diatas, saya ingin menjumlahkan nilai dari tiap index umur dan hasilnya saya
simpan kedalam variabel hasil untuk ditampilkan di akhir program.

Menggunakan Array 2 Dimensi


Sama halnya dengan array 1 dimensi, array 2 dimensi juga memiliki cara yang sama dalam
pendeklarasiannya. Berikut contoh array berdimensi 2:

Deklarasi array 2 dimensi:

tipedata [totalbaris][totalkolom];

Pemberian nilai array 2 dimensi:

namatabel [indexbaris][indexkolom] = nilai;

Sehingga untuk memberi nilai secara manual menjadi sebagai berikut:

tabel[0][0]= 1; tabel[0][1]= 2; tabel[0][2]= 3; tabel[0][3]= 4; tabel[0][4]= 5;


tabel[1][0]= 2; tabel[1][1]= 4; tabel[1][2]= 6; tabel[1][3]= 8; tabel[1][4]= 10;
tabel[2][0]= 3; tabel[2][1]= 6; tabel[2][2]= 9; tabel[2][3]= 12; tabel[2][4]= 15;
Catatan: anda akan menggunakan looping bersarang untuk mengakses array dua dimensi (array
dua dimensi seperti sebuah tabel dengan baris dan kolom).

Berikut ini merupakan contoh program sederhana array 2 dimensi pada c++:

#include <iostream>
using namespace std;

int x,y;
int tabel[3][5] = {
{1, 2, 3, 4, 5},
{2, 4, 6, 8, 10},
{3, 6, 9, 12, 15}
};

int main ()
{
for (x=0; x<3; n++)
for (m=0; m<5; m++)
{
cout << tabel[x][y] << " ";
}
cout << "\n";
}

Demikianlah penjelasan pengenai array 1 dimensi dan 2 dimensi, semoga bermanfaat untuk
menambah pengetahuan anda.

Lihat juga seri belajar c++ dari awal kami.

Contoh Program Sederhana Class dan


Object pada C++ [Studi Kasus]
by Damas Amirul Karim - Last Updated 04 October 2017
Jika dalam bahasa pemrograman pascal dan bahasa pemrograman prosedural lainnya
menggunakan konsep berorientasi kepada aksi, berbeda dengan bahasa pemrograman C++ yang
cenderung berorientasi pada obyek.

Pemrograman Berbasis Objek atau Object Oriented Programming (OOP) adalah sebuah tata
cara pembuatan program dengan menggunakan konsep objek yang memiliki data atau atribut
dan prosedur yang dikenal dengan method.

OOP mengikuti model yang telah ada pada kehidupan sehari-hari...

Misalnya manusia memiliki tinggi, berat badan, dan warna kulit sebagai atribut (variabel) lalu
manusia dapat berjalan, berlari, dan tertawa sebagai method.

Pengertian Object Oriented Programing


Secara sederhana, OOP adalah konsep pembuatan program dengan memecah permasalahan
program menggunakan objek yang berinteraksi satu sama lain.

Objek dapat diumpamakan dengan ‘fungsi khusus’ yang bisa berdiri sendiri. Untuk membuat
aplikasi, berbagai objek saling bertukar data untuk mencapai hasil akhir.

Apa hubungan antara class dan objek?


Class adalah bluepint (cetak biru) atau yang bisa disebut arsitektur dari object. Artinya, kita bisa
membuat banyak objek dari suatu class.

Kelas adalah konsep struktur data yang diperluas: seperti struktur data, data tersebut dapat berisi
data anggota, namun juga berisi fungsi sebagai anggota.

Sedangkan object adalah sesuatu yang mempunyai indentitas (nama), pada umumnya memiliki
pengetahuan baik tentang dirinya maupun objek lain dan memiliki ketrampilan untuk melakukan
sesuatu.

Dalam program, pengetahuan dari suatu objek biasa disebut dengan state atau attribute atau
field. Sedang ketrampilan dan perilakunya disebut dengan behaviour/function/method.

Objek adalah sebuah instantiasi sebuah kelas. Dalam hal variabel, kelas akan menjadi tipe, dan
sebuah objek akan menjadi variabelnya.

Intinya: kelas adalah representasi benda(object) dari dunia nyata.

Struktur Penulisan Class pada C++


Kelas didefinisikan menggunakan kata kunci class:

class class_name {
access_specifier_1:
member1;
access_specifier_2:
member2;
...
} object_names;

Dimana class_name adalah identifier yang valid untuk kelas, lalu object_names adalah daftar
nama pilihan untuk objek kelas tersebut.

Contoh class dalam program c++:

#include <iostream>
using namespace std;

class Rectangle {
int width, height;
public:
void set_values (int,int);
int area() {return width*height;}
};
void Rectangle::set_values (int x, int y) {
width = x;
height = y;
}

int main () {
Rectangle rect;
rect.set_values (3,4);
cout << "area: " << rect.area();
return 0;
}

Jika anda perhatikan kode diatas, kita telah membuat kelas bernama Rectangle. Lalu, didalam
kelas tersebut kita mendeklarasikan variabel dan method.

Pelajari konsep dasar yang ada dalam program diatas:


-Variabel width dan height untuk menyimpan nilai.
-Method set_values untuk memberi nilai pada variabel.
-Method area untuk mendapat nilai dari width*height (luas).

Pada contoh diatas kita menggunakan operator :: (dua titik dua), untuk mendefinisikan bahwa
fungsi set_values merupakan anggota kelas Rectangle meskipun penulisan kodenya di luar kelas
itu sendiri.

Kemudian di program utama kita membuat object bernama dengan cara NamaKelas
namaObject; silahkan pelajari alurnya baik-baik:

Rectangle rect;

Setelah itu kita memberikan nilai 3 dan 4 untuk variabel width dan height menggunakan method
set_value. caranya: namaObject.namaMethod;

rect.set_values (3,4);

Terakhir kita menampilkan hasil dari perkalian antara width dan height menggunakan method
area.

Sebagai bahan belajar kita kali ini, mungkin beberapa artikel berikut ini bermanfaat:
1. 7 Tipe Data Sederhana yang ada dalam Pemrograman C++
2. 9+ Jenis Operator pada Bahasa Pemrograman C++ dan Fungsinya
3. Mengenal Fungsi dan Prosedur dalam Bahasa Pemrograman C++

Demikianlah sedikit pembahasan mengenai class dalam c++ sebelum memasuki pemrograman
yang lebih lanjut. Saya kira ini adalah bab terakhir kita dalam seri belajar bahasa pemgrograman
c++ dari awal.

Apabila anda memiliki pertanyaan terkait pemgrograman c++ silahkan tuliskan di kolom
diskusi, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di pemrograman lainnya.

Materi Referensi:
-http://en.wikipedia.org/wiki/Object-oriented_programming

Anda mungkin juga menyukai