0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
867 tayangan20 halaman

Pompa Hidrolik

Pompa hidrolik berfungsi untuk mengubah energi gerak menjadi energi potensial dalam oli. Terdapat dua jenis pompa hidrolik, yaitu positif displacement dan non-positif displacement, yang membedakan volume oli yang dihasilkan tergantung tekanan outlet. Pompa positif displacement menghasilkan volume tetap, sedangkan non-positif bergantung pada tekanan. Pompa positif cocok untuk tekanan tinggi dan aliran rendah, sedangkan non-positif untuk aliran besar

Diunggah oleh

Wilujeng Lestari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
867 tayangan20 halaman

Pompa Hidrolik

Pompa hidrolik berfungsi untuk mengubah energi gerak menjadi energi potensial dalam oli. Terdapat dua jenis pompa hidrolik, yaitu positif displacement dan non-positif displacement, yang membedakan volume oli yang dihasilkan tergantung tekanan outlet. Pompa positif displacement menghasilkan volume tetap, sedangkan non-positif bergantung pada tekanan. Pompa positif cocok untuk tekanan tinggi dan aliran rendah, sedangkan non-positif untuk aliran besar

Diunggah oleh

Wilujeng Lestari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pompa Hidrolik (Hydraulic Pump) Yang Biasa Digunakan Dalam Sistem Hidrolik

Hallo, apa kabarnya semua? Sudah sarapan apa hari ini? Oke, kita lanjutkan lagi bahasan tentang hidrolik hari
ini. Dalam Unit Tenaga atau Power Pack dalam sistem hidrolik, terdapat satu buah komponen yang berfungsi
sebagai prime mover atau penggerak mula. Dimana sumber tenaga yang didapatkan bisa dari energi listrik atau
energi panas hasil pembakaran. Ya, nama komponen penggerak mula itu adalah pompa hidrolik. Mekanisme
dari pompa hidrolik ini sendiri adalah merubah energi listrik (motor listrik) atau panas (motor bakar), menjadi
energi mekanik yang kemudian digunakan untuk menghisap cairan hidrolik yang selanjutnya disalurkan ke
sistem hidrolik dan digunakan sebagai energi penggerak komponen hidrolik yang lainnya. Adapun pompa
hidrolik yang digunakan dalam sistem hidrolik ada beberapa macam jenisnya. Berikut beberapa jenis pompa
hidrolik yang biasa digunakan.

Macam-macam Jenis Pompa Hidrolik


1. Pompa Hidrolik Tipe Roda Gigi (Hydraulic Gear Pump)
Pompa hidrolik tipe roda gigi ini paling banyak digunakan dalam sistem hidrolik. Tenaga yang dihasilkan dari
putaran sepasang roda gigi yang berputar, yang kemudian terjadi daya hisap kemudian cairan (oil) ditangkap
diantara celah roda gigi dan rumah pompa, lalu diteruskan ke saluran tekan (outlet). Selanjutnya ciran (oil) ini
akan disalurkan ke atas dengan tekanan yang lebih tinggi lagi untuk disalurkan ke sistem hidrolik.

2. Pompa Hidrolik Tipe Vane/Kipas/Impeller


Pompa jenis vane/kipas/impeller ini mekanisme kerjanya mirip atau bahkan sama persis dengan pompa air yang
terdapat di rumah-rumah. Atau mirip juga dengan pompa air pada aquarium. Pompa ini menggunakan rumah
pompa yang pada bagian dalamnya berbentuk elips dan terdapat dua buah lubang pemasukan (inlet) dan dua
buah lubang pengeluaran (outlet) yang posisinya berlawanan arah. Konstruksi seperti ini bertujuan agar tekanan
radial pada cairan hidrolik saling seimbang. Vane/kipas/impeller disini dipasang pada poros beralur (slots) dan
akibat gaya sentrifugal tersebut, terjadi proses pemompaan.

3. Pompa Hidrolik Tipe Torak (Hydraulic Piston Pump)


Pada pompa hidrolik tipe piston ini proses kerja atau mekanisme kerjanya sama seperti pada pompa kompresor.
Yang berbeda hanya medianya saja. Kalau pada pompa kompresor yang dipompa adalah udara, sedangkan
pompa hidrolik piston ini yang dipompa adalah cairan (oil). Proses penghisapan terjadi pada saat piston/torak
dalam posisi terbuka, sehingga oli hidroliik dari crankshaft masuk ke dalam silinder. Pada langkah pemompaan
inilah cairan ditekan oleh silinder melalui check valve ke saluran tekan.
Dari ketiga tipe pompa hidrolik yang sudah disebutkan di atas, pompa hidrolik tipe roda gigi (hydraulic gear
pump) paling sering atau banyak digunakan. Karena umur pompa hidrolik jenis roda gigi ini umurnya lebih
panjang. Selain itu, getaran yang terjadi pada pompa cenderung lebih sedikit. Sebagai penggerak pompa hidrolik
bisa menggunakan motor listrik ataupun motor bakar. Mengenai pemilihan pompa hidrolik yang sesuai dengan
kebutuhan, bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

Types of design Speed range Displacement Nominal pressure Total efficiency


(1/min) volume (cm³) (bar)
Gear pump, 500-3500 1.2-250 63-160 0.8-0.91
externally toothed
Gear pump, 500-3500 4-250 160-250 0.8-0.91
internally toothed
Screw pump 500-4000 4-630 25-160 0.7-0.84
Rotary vane pump 960-3000 5-160 100-160 0.8-0.93
Axial piston pump ....-3000 100 200 0.82-0.92
750-3000 25-800 160-250 0.82-0.92
750-3000 25-800 160-320 0.8-0.92
Radial piston pump 960-3000 5-160 160-320 0.90

Nah, itu dia beberapa tipe atau jenis pompa hidrolik yang sering digunakan dalam sistem hidrolik. Adapun
penjelasan yang lebih rinci bisa dicari pada artikel-artikel yang lain yang lebih khusus membahas tentang jenis-
jenis pompa dan apa saja keuntungan dari masing-masing tipe pompa. Jika ada yang kurang dalam tulisan saya,
mohon koreksinya dan tuliskan di kolom komentar. Sekian dan terimakasih.

Hydraulic Pump
30th October 2014 soesanto 1 Comment
6
TotalShares

Pompa hidrolik berfungsi untuk mengubah energy gerak dari engine menjadi energy potensial
didalam oli. Pompa berfungsi untuk menyediakan aliran. Pompa tidak menghasilkan tekanan.
Tekanan timbul karena adanya hambatan-hambatan yang ditemui aliran di dalam system.
Secaras garis besar pompa dibagi menjadi dua jenis, yaitu positif displacement dan non-
positifdisplacement. Displacement pompa adalah berapa volume oli yang dihasilkan perlangkah
atau perputaran pompa. Semakin besar nilainya maka semakin besar pompa tersebut.
JENIS-JENIS PUMP
Pompa positif displacement adalah pompa yang menghasilkan displacement yang tetap tidak
peduli berapa tekanan yang terjadi pada sisi outlet pompa.

Bagaiman oli bisa dipompa? Pada langkah inlet yang sebelah kiri, piston pada tabung pompa
digerakkan ke kiri. Ruangan didalam pompa semakin besar dan tekanannya turun lebih kecil dari
tekanan udara. Akibat perbedaaan ini, udara menekan oli masuk ke dalam pompa melalui check
valve (berfungsi untuk mengatur aliran hanya pada satu arah). Check valve ditekan oli sehingga
membuka saluran ke pompa. Pada langkah output yang di sebelahb kanan, piston menekan oli.
Oli mencari jalan keluar. Oli mencoba turun melalui check valve yang ada di inlet (saluran
masuk), namun bola check valve tertahan oleh dinding saluran sehingga menutup saluran ke
bawah, oli tidak dapat keluar dari check valve ini. Oli juga mencoba membuka check valve pada
bagian atas. Oli harus melawan tekanan yang besar untuk mendorong bola check valve ini. Bola
check valve bergerak dan membuka saluran bagian atas. Oli keluar melaui saluran ini.
Apabila tekanan oli pada sisi outlet (saluran keluar pompa) relative kecil maka setiap stroke
(langkah piston) akan mendorong oli secara relative mudah. Jika tekanan meningkat, stroke yang
dibutuhkan lebih berat. Setiap stroke akan memindahkan volume (displacement) oli yang sama
walaupun tekanan pada sisi outlet tinggi. Inilah arti dari positive displacement. Yaitu
displacement oli selalu tetap tidak bergantung pada tekanan outlet. Tekanan ini bisa sedemikian
tingginya sehingga pada system hidrolik yang menggunakan pompa positive displacement harus
disediakan mekanisme pembuangan oli jika terjadi kenaikan tekanan yang terlalu besar.

Pompa non-positive salah satunya seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Cara kerjanya
adalah sebagai berikut. Imperller berputar dengan kecepatan tinggi membuat tekanan di dalam
saluran hisap (suction) turun lebih rendah dari tekanan udara. Fluida ditekan udara dan masuk ke
dalam pompa. Impeller akan menekan fluida sehingga fluida bergerak dengan kecepatan tinggi.
Fluida diarahkan oleh bentuk dari housing pompa menuju saluran keluar (discharge). Fulida akan
menghasilkan displacement yang sama setiap putaran impeller. Namun jika tekanan pada saluran
discharged naik, banyak oli yang terhambat untuk melewati saluran ini. Oli akan kembali masuk
ke pompa yang artinya displacement menjadi berkurang. Inilah arti dari non-positive
displacement. Yaitu volume yang dihasilkan (displacement) bergantung pada besar kecilnya
tekanan pada sisi outlet. Jika tekanan pada sisi outlet tinggi maka displacement menjadi lebih
kecil. Jika system hidrolik menggunakan pompa jenis ini, tidak perlu dipasang mekanisme buang
yang khusus, karena kenaikan tekanan system tidak bisa mejadi terlalu tinggi yang dibatasi oleh
konstruksi pompa. Berbeda dengan positive displacement dimana volume oli yang sama selalu
dihasilkan sehingga tekanan dapat naik tinggi sekali dan membahayakan system. Contoh pompa
jenis non-positive adalah water pump.

Pompa non-positive digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan aliran atau debit yang besar
tapi tekanannya rendah. Sedangkan positive displacement digunakan pada aplikasi aliran atau
debit rendah dan tekanan yang tinggi. Pada alat berat yang dibutuhkan adalah tekanan yang tinggi
dan aliran yang rendah sehingga yang cocok adalah pompa positive displacement.

Pompa sebenarnya tidak menghasilkan tekanan. Kenapa? karena jika keluaran pompa langsung
dialirkan ke tanki tanpa melewati system, tekanan akan rendah sekali. Tekanan akan timbul hanya
jika ada hambatan yang ditemui oli misalnya penyempitan-penyempitan dan beban. Pompa juga
pada dasarnya tidak menghisap. Pompa hanya menciptakan kevakuman (tekanan lebih kecil dari
tekanan udara). Oli masuk ke pompa karena ditekan udara luar atau udara di dalam tanki. Oleh
karena itu jika saluran hisap tersumbat maka oli akan sulit memasuki pompa. Tekanan pada sisi
hisap pompa akan turun sekali dan oli bisa mendidih walaupun temperaturenya rendah. Oli yang
mendidih akan berwujud gas yang dapat menyebabkan kavitasi (cavitation). Kavitasi adalah
proses pecahnya gelembung-gelembung gas pada daerah oli bertekanan tinggi dan menyebabkan
terbentuknya lubang-lubang pada permukaan logam.

Rating atau spec pompa adalah berapa besar aliran yang dapat dihasilkan persatuan waktu,
misalnya 100 liter per menit. Semakin besar pompa, biasanya akan semakin besar juga aliran
(flow)-nya. Selain flow, biasanya disebutkan tekanan maksimum yang dapat ditangani pompa
misalnya 3000 psi. Dengan data aliran dan tekanan maksimum ini serta efisiensi pompa maka kita
dapat secara kasar menentukan tenaga (power) maksimum yang dibutuhkan untuk menggerakkan
pompa. Jadi jika pompa ini digandeng dengan engine maka angka yang kita hitung adalah rating
power untuk engine tersebut.

Pompa memiliki spesifikasi efisiensi volumetric. Yaitu perbandingan antara displacement


sesungguhnya dan displacement secara teori. Semakin besar angka ini semakin baik pompa
tersebut. Pompa positive displacement memiliki efisiensi volumetric yang relative tinggi (di atas
90%) dibandingkan dengan yang non-positive.

Gambar Jenis-jenis pompa


Jenis-jenis pompa yang akan kita bahas hanya dari jenis positive displacement yang banyak
dipakai pada alat berat yaitu gear, vane dan piston.

 Gear Pump

gear digerakkan oleh tenaga dari luar disebut driving gear dan gear yang digerakkan oleh driving
gear disebut dengan driven gear atau idler gear.

Kedua gear ini akan masuk ke dalam housing dan ditutup dengan plate dan dijaga oleh seal dan
back-up seal untuk mencegah kebocoran.

Cara kerja pompa ini adalah sebagai berikut. Driving gear menggerakkan driven gear. Gerakan
kedua gear ini menciptakan kevakuman pada sisi inlet. Oli masuk dari tangki menuju pompa. Oli
kemudian masuk ke dalam ruang-ruang yang dibentuk oleh gigi-gigi gear dan housing. Oli
dibawa oleh ruangan ini menuju ke sisi outlet.

Tekanan tinggi pada sisi outlet akan mendorong gear-gear mengarah ke sisi inlet. Dorongan ini
akan membuat ketidak seimbangan pada shaft (poros) pompa sehingga bisa menimbulkan
masalah. Untuk mengurangi efek ini, maka sering dipasang pelat penyeimbang tekanan (pressure
balance plate) pada sisi inlet dimana oli dari tekanan tinggi diarahkan ke sisi inlet dan akan
menekan shat ke arah sisi outlet sehingga menyeimbangkan dorongan. Pada beberapa desain,
shaft pompa dibuat tapered, sehingga tekanan shaft ke bearing lebih luas.

Jika gear pump sudah lama dipakai maka clearance (suaian) antara puncak gigi gear dan housing
sudah sedimikian besarnya. Oli banyak yang bocor kembali ke sisi inlet dan efisiensi volumetric
pompa turun. Jika oli yang dipakai pada sistem kotor dan banyak mengandung partikel-partikel
keras maka sering terjadi luka dan alur-alur terbentuk pada housing pompa. Alur-alur ini akan
mengakibatkan kebocoran dan menurunkan efisiensi volumetric pompa.

Pada gear pump, besarnya flow pompa ditentukan oleh besarnya ruang yang dibentuk antara gigi-
gigi gear dan housing. Besarnya flow juga ditentukan oleh kecepatan putar pompa. Untuk
mengatur besarnya flow pada gear pump, satu-satunya cara adalah dengan mengatur putaran
pompa.

1. Internal Gear Pump

Outer gear digerakkan oleh shaft. Outer gear atau rotor ini kemudian menggerakkan inner gear
(idler). Titik pusat outer gear berbeda dengan titik pusat inner gear. Perbedaan inilah yang
menyebabkan konstruksi ini menjadi pompa. Pola bulan sabit (crescent) berfungsi untuk
memandu gerakan inner gear dan memperkecil ruangan yang dilalui oli.

Putaran outer gear dan inner gear menyebabkan


timbul kevakuman pada sisi inlet. Kevakuman ini disebabkan oleh ruangan yang semakin
membesar pada saat gear-gear berputar. Pada gambar diatas arahnya ke bawah. Oli masuk ke
dalam pompa dan terperangkap dalam ruang yang dibatasi oleh gigi-gigi gear, housing dan
crescent. Pada saat gear melintasi crescent, ruangan-ruangan ini mengecil dan menekan oli. Pada
sisi outlet, oli keluar dari ruangan-ruangan.
Pada internal gear pump, terjadi ketidak seimbangan dorongan yang sama seperti pada gear pump
biasa. Keausan juga menyebabkan clearance semakin membesar dan kebocoran-kebocoran terjadi
diantara gigi-gigi gear dan housing serta crescent menurunkan efisiensi.

2. External Gear Pump.


Untuk unit – unit Komatsu sistem hidroliknya banyak memakai jenis external gear pump ini.
Konstruksi external gear pump terlihat pada gambar.
Secara garis besar, external gear pump dapat dibagi dalam dua jenis :

 Fixed Side Plate Type Gear Pumps.


Side plate pompa ini tidak dapat bergeser-geser. Kontruksinya ada yang jadi satu dengan housing,
dan ada pula yang terpisah tetapi diikat terhadap housingnya. Pompa ini mempunyai discharge
pressure antara 30 Kg/Cm2 sampai dengan 125 Kg/Cm2. Komatsu menamakan pompa jenis ini
tipe FAL/R dan GAL/R.
 Movable Side Plate Type ( Pressure Balancing Type Gear Pumps ).
Side plate pompa ini dapat bergeser semakin menjepit gear bila tekanan naik.

Dengan demikian maka internal leakage diperkecil sebab side clearance juga kecil. Specific
Discharge Pressurenya lebih besar dari 140 Kg/Cm2.
Gear pump yang dipergunakan dalam unit-unit Komatsu berbeda-beda jenisnya disesuaikan
dengan fungsinya. Untuk itulah maka external gear pumps diklasifikasikan dalam 5 ( lima ) jenis
yaitu :

1. FAL/R dengan tekanan 30 Kg/Cm2


2. GAL/R dengan tekanan 125 Kg/Cm2
3. PAL/R dengan tekanan 140 Kg/Cm2
4. KAL/R dengan tekanan 175 Kg/Cm2
5. SAL/R dengan tekanan 210 Kg/Cm2
Vane Pump
Konstruksi vane pump ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
Vane pump terdiri rotor atau displacement dan housing. Di dalam rotor terdapat vane yang bebas
keluar masuk slot pada rotor. Rotor kemudian ditutup dengan flex plates dan housing.

Rotor diputar oleh tenaga


dari luar. Perputaran rotor menyebabkan vane terlempar (efek gaya sentrifugal) ke luar. Akibat
gaya ini, vane menekan housing dengan kuat. Ini akan mengisolasi oli karena terbentuknya
ruangan yang terpisah antara dua vane dan housing. Sumbu putar rotor dan titik pusat housing
dibuat tidak bertemu sehingga dari sini tercipta perbedaan ruangan di atas dan di bawah. Karena
ada perbedaan besar ruangan inilah terjadi proses pemompaan. Pada sisi inlet, ruangan yang
dibentuk oleh dua vane dan housing membesar sehingga terjadi kevakuman dan oli dapat masuk
ke dalam pompa. Oli dibawa oleh ruangan ini berputar. Dekat dengan sisi outlet, karena
perbedaan titik pusat, ruangan-ruangan dibuat semakin kecil dan menekan oli. Oli lalu keluar
menuju sisi outlet.
Bagian atas vane pump ditutup
dengan flex plate dan housing dan disekat oleh seal supaya tidak bocor.

Pada flex-plate terdapat lubang-lubang untuk mengarahkan oli dari daerah bertekanan tinggi. Oli
bertekanan ini digunakan untuk memberikan tekanan pada flex plate sehingga dapat menyekat oli
dari kebocoran pada bagian atas dan bawah pompa. Dengan menggunakan desain seperti ini,
kekuatan penyekatan flex plate berbanding lurus dengan tekanan oli disisi outlet. Semakin tinggi
tekanan oli pada sisi outlet semakin besar kekuatan yang dibutuhkan untuk menyekat.

Displacement oli pada flex plate bisa diubah-ubah dengan mengubah kecepatan putar. Namun ada
rancangan lain dari vane pump yang cam ring bisa diatur letakknya.
Dengan menggerak-gerakkan cam ring kita bisa mendekatkan atau menjauhkan titik pusat cam
ring dan rotor. Apabila jarak kedua titik pusat ini dekat maka displacement oli akan mengecil dan
begutu juga sebaliknya. Pompa semacam ini dapat menghasilkan flow yang kecil walaupun
putarannya tinggi. Ini adalah prinsip kerja variable displacement pump. Pada pompa ini, putaran
pompa tidak berpengaruh langsung pada displacement oli.

Vane pump pada gambar mengalami ketidakseimbangan gaya seperti yang dialami oleh gear
pump. Ketidakseimbangan ini bisa diatasi dengan membuat dua lubang inlet dan dua lubang
outlet di bagian dalam pompa.

Piston Pump
Piston pump terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut. Barrel, berbentuk silinder yang
terhubung ke shaft dan diputar oleh tenaga dari luar. Di sekeliling barrel terdapat lubang-lubang
tempat piston. Piston adalah komponen yang bergerak keluar masuk di dalam barrel. Slipper dan
retaining ring, komponen yang memegang piston. Sedangkan swashplate adalah pelat yang
berbentuk miring untuk membuat terjadinya perbedaan besar ruangan didalam barrel.

Cara kerja psiton pump adalah sebagai berikut (lihat gambar).


Barrel diputar oleh shaft dan membawa piston masuk dan keluar. Pada saat piston masuk maka
ruangan antara piston dan barrel semakin membesar. Perbesaran ini mengakibatkan terjadinya
penurunan tekanan sehingga oli masuk kedalam pompa. Pergerakkan masuk piston ini adalah
mengikuti kontur dari swashplate. Setengah putaran berikutnya piston bergerak keluar dan
menekan oli ke luar pompa. Selama terjadi perbedaan ukuran ruang antara piston dan barrel maka
piston selalu menghasilkan displacement oli.

Kemiringan swashplate mempengaruhi besar kecilnya displacement pompa. Jika swashplate


kemiringannya lebih besar maka displacement pompa akan semakin besar. Jika swashplate lebih
vertical (lurus) maka displacement pompa akan lebih kecil.

Jika kemiringan swashplate tidak bisa diubah maka displacement pompa hanya bisa diubah
dengan mengubah putaran pompa. Pompa ini disebut fix displacement pump. Jika swasplate bisa
diubah maka displacement pompa tidak dipengaruhi oleh putaran pompa. Jadi walaupun pompa
berputar cepat dengan meluruskan swasplate, displacement akan tetap kecil.
Jenis-Jenis Hidraulik Pump Pada Alat Berat
Prinsip kerja Pompa hidrolik mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik. Pompa ini
merupakan alat yang mengambil energi dari suatu sumber (misalnya mesin, motor elektrik dan
lain-lain) dan mengubah energi tersebut menjadi energi hidrolik.

Fungsi pompa ini adalah untuk memasok sistem hidrolik dengan aliran oli yang mencukupi
sehingga sirkuitnya mampu beroperasi pada kecepatan yang benar.

Pompa dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu : Positive displacement dan Non Positive
displacement.

1. Positive displacement

Positive displacement pump mempunyai clearance diantara komponen-komponen-nya lebih


kecil. Ini akan mengurangi kebocoran dan menghasilkan efficiency yang lebih baik saat
digunakan pada high pressure hydraulic system. Output flow pada positive displacement pump
pada dasarnya sama untuk setiap putaran pompa. Ada 3 type dari Positive displacement pump
yaitu: Gear, Vane, dan Piston.

a. Gear Pump

Pompa ini mampu memompa sejumlah oli yang sama untuk tiap revolusi shaft input-nya.
Perubahan kecepatan rotasinya mampu mengendalikan jumlah output pompa. Maximum
tekanan operasi yang dapat dibatasi pompa ini mencapai 27.579 kPa (4000 psi). Batasan
tekanan ini karena adanya ketidakseimbangan hidrolik yang ada dalam
rancangannya. Ketidakseimbangan hidrolik menciptakan beban sisi pada shaft yang ditahan
dengan adanya bearing dan gigi gear ke kontak housing. Pompa gear mampu mempertahankan
efisiensi diatas 90% ketika tekanan tetap dijaga dalam range pressure pengoperasian yang
ditentukan.

Outlet flow dari sebuah gear pump dihasilkan dengan mendorong oil keluar dari roda gigi pada
saat bertemu di sisi outlet. Hambatan pada oil flow akan menghasilkan pressure pada sisi outlet.
Ketidakseimbangan dari gear pump lebih disebabkan karena pressure yang ada di outlet port
lebih tinggi dari inlet port. Pressure yang lebih tinggi pada outlet port ini akan mendorong gear
ke arah sisi inlet port. Dengan demikian maka shaft bearing akan menerima sebagian besar
beban untuk mencegah keausan yang berlebihan antara puncak roda gigi dan housing-nya. Pada
pressure yang lebih tinggi, gear shaft akan sedikit miring ke arah roda gigi. Hal ini akan
memungkinkan kontak antara shaft dan bearing yang akan mengakibatkan shaft menjadi sedikit
bengkok bila terjadi pressure yang tidak balance.

Oli yang bertekanan juga diarahkan diantara sealed area dari pressure balance plate dan
housing-nya. Ukuran dari sealed area diantara pressure balance plate dan housing-nya adalah
apa yang membatasi jumlah force yang menekan plate terhadap ujung daripada gear.

b. Vane Pumps

Pump output pada vane pump ada2 yaitu fixed dan variabel. Komponen-komponen vane pump
yaitu : housing (1), Cartridge (2), mounting plate (3), mounting plate seal (4), cartridge seal (5),
cartridge back-up rings (6), snap ring (7), serta input shaft dan bearing (8). Cartridge terdiri dari
support plate (9), ring (10), flex plate (11), slotted rotor (12), dan vane (13).

Slotted rotor diputar oleh input shaft. Vane bergerak masuk dan keluar pada slot yang ada di
dalam rotor dan menge-seal pada ujung luarnya terhadap cam ring. Ring yang ada di dalam fixed
pump displacement berbentuk elips, sedangkan ring yang ada didalam variable pump
displacement berbentuk lingkaran/bundar. Flex plate menutup sisi dari rotor dan ujung-ujung
vane-nya. Dalam beberapa design pressure rendah, support plates dan housing menge-seal sisi
dari rotating rotor dan ujung-ujung vane. Support plate digunakan untuk mengarahkan ke
passage-passage yang ada di dalm housing. Housing juga berfungsi sebagai support untuk
komponen-komponen yang lain dari vane pump, mengarahkan flow masuk dan keluar vane
pump.

Pada saat rotor berputar di dalam cam ring-nya, vane keluar masuk di dalam rotor slot untuk
menjaga sealing terhadap ring-nya. Pada saat vane bergerak keluar dari slotted rotor, terjadi
perubahan volume diantara vane-nya. Semakin besar jarak antara ring dan rotor, semakin besar
pula volume yang ditimbulkan. Volume yang membesar akan menimbulkan sedikit ke-vaccum-
an yang memungkinkan inlet oil ditekan menuju ke ruang di antara vane oleh tekanan
atmosphere atau tank pressure. Bilamana rotor terus berputar, maka jarak antara ring dan rotor
juga akan semakin kecil. Hal ini mengakibatkan volume yang ada juga akan semakin mengecil.
Hal ini memungkinkan oil ditekan keluar dari segment rotor menuju ke outlet passage dari
pompa.

c. Piston Pumps

Ada 2 jenis piston pump yang dikenal yaitu Axial Piston Pump, dan Radial Piston Pump. Pada
fixed displacement Axial Piston Pump, piston bergerak lurus maju dan mundur parallel dengan
shaft-nya. Pada variable displacement Axial Piston Pump atau motor, swashplate atau barrel
dan port plate-nya juga bergerak maju dan mundur merubah sudutnya sendiri terhadap shaft-
nya. Perubahan sudut ini membuat pump flow bervariasi antara minimum dan maksimum
setting meskipun shaft speed-nya konstan.

Pompa bergerak maju mundur dalam garis linear yang hampir parallel dengan bagian tengah
shaft-nya. Dalam pompa piston straight housing, piston berada pada swashplate yang berbentuk
wedge tetap. Sudut dari swashplate ini mengendalikan jarak gerakan keluar masuk piston ke
ruanggan barrel. Makin besar sudut wedge-shaped swashplate, maka makin besar pula jarak
pergerakan piston dan makin besar pula output pompa untuk tiap revolusinya.
Dalam variable axial piston pump positive displacement, baik swashplate maupun barrel dan
port plate-nya dapat berputar maju mundur untuk mengubah sudutnya terhadap shaft.
Perubahan sudut ini menyebatkan aliran output bervariasi antara pengaturan minimal dan
maksimal meskipun kecepatan shaft tetap konstan.

Cylinder Barrel diputar oleh shaft dan membawa piston masuk dan keluar. Pada saat piston
masuk maka ruangan antara piston dan barrel semakin membesar. Perbesaran ini
mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan sehingga oli masuk kedalam pompa. Pergerakkan
masuk piston ini adalah mengikuti kontur dari swashplate. Setengah putaran berikutnya piston
bergerak keluar dan menekan oli ke luar pompa. Selama terjadi perbedaan ukuran ruang antara
piston dan barrel maka piston selalu menghasilkan displacement oli.

2. Non-Positive Displacement Pump

Aliran keluar dari pompa non positive displacement ter-gantung pada hambatan pada inlet dan
outlet. Makin besar hambatannya pada outlet side, maka makin kecil aliran yang dikeluarkan
pompa. Sentrifugal impeller merupakan contoh dari pompa non positive displacement dan
terdiri dari dua bagian dasar, yaitu: impeller yang terpasang pada shaft
input dan housing. Impeller ini memiliki solid disc dengan bilah lengkung/curved blades yang
berada pada sisi inputnya. Zat cair memasuki bagian tengah housing dekat input shaft dan
mengalir masuk ke impeller. Bilah lengkung impeller memutar zat cair ke arah luar
melawan housing. Housing dibentuk untuk mengarahkan oli ke outlet port.

Non-positive displacement pump mempunyai efisiensi yang lebih rendah bila dibandingkan
dengan positive displacement pump karena output flow dari pompa akan turun secara drastis
bila outlet pressure naik. Pompa jenis ini biasa digunakan pada aplikasi dengan pressure rendah
seperti water pump.
Centrifugal impeller pump terdiri dari dua komponen dasar yaitu: impeller yang diikat pada
input shaft dan housing. Impeller mempunyai sebuah cakram dengan sudu-sudu yang
melengkung yang dicetak pada sisi input-nya.

Demkian tentang jenis-jenis hydraulic pump pada alat berat, semoga be

Klasifikasi Pompa Hidrolik


7:53 PM TEKNISIBERAT 6 COMMENTS
Semua pompa menimbulkan aliran ( flow ). Prinsipnya operasinya
disebut DISPLACEMENT “ dimana zat cair atau fluida diambil dan dipindahkan ke
tempat lain. Secara umum pompa mengubah tenaga mechanical menjadi tenaga
fluida hidrolik. Sedangkan yang dimaksud dengan DISPLACEMENT adalah volume
zat cair yang dipindahkan tiap cycle ( putaran ) dari pompa.

Klasifikasi Pompa.

Pada dasarnya pompa hirolik diklasifikasikan menjadi :


a. Non positive displacement
Yang dimaksud dengan pompa NON POSITIVE DISPLACEMENT ialah bila pompa
mempunyai karakteristik :
 Internal leakage besar.
Perubahan tekanan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kapasitasnya

b. Positive displacement.
Yang dimaksud dengan pompa POSITIVE DISPLACEMENT ialah bila pompa
mempunyai karakteristik :
 Internal leakage kecil ( untuk mendapatkan ini dibuat SEAL atau presisi ).
 Perubahan tekanan berpengaruh kecil terhadap kapasitasnya ( dengan dibuatnya
presisi / SEAL, akan melawan kebocoran pada saat tekanan naik ).
Pompa positive displacement sendiri terbagi menjadi beberapa type, yaitu:

 Gear pump: bersifat murah, memiliki ketahanan yang lama (awet), sederhana
pengoperasiannya. Tetapi kelemahannya adalah memiliki efisiensi yang
rendah, karena sifat pompa yang ber-displacement tetap, dan lebih cocok
untuk digunakan pada tekanan di bawah 20 MPa (3000 psi).
 Vane pump: murah dan sederhana, biaya perawatan yang rendah, dan baik
untuk menghasilkan aliran tinggi dengan tekanan yang rendah.

 Axial piston pump.Satu jenis pompa hidrolik yang menarik adalah axial piston
pump. Pompa ini dapat berjenis swashplateatau juga checkball. Jenis pompa
ini didesain untuk dapat belerja pada displacement yang bervariasi, sehingga
dapat menghasilkan aliran dan tekanan fluida hidrolik yang bervariasi sesuai
dengan kebutuhan. Jenis yang paling banyak digunakan adalah swashplate
pump. Pompa ini dapat kita ubah sudut swashplate-nya untuk menghasilkan
langkah piston yang bervariasi tiap putaran. Jika sudut semakina besar, akan
menghasilkan debit aliran yang besar dengan besar tekanan yang lebih kecil,
dan begitu pula sebaliknya.
 Radial Piston Pump: digunakan untuk menghasilkan tekanan fluida hidrolik
yang tinggi dengan debit aliran yang rendah.

Anda mungkin juga menyukai