Anda di halaman 1dari 26

1

BAB I
PENGENALAN TENTANG ORGAN

Pengertian tentang organ kita batasi pada organ gereja seperti yang biasa kita li-
hat di dalam gereja.
Bagian-bagian yang harus diketahui :
1. Tombol ON-OFF atau Power
Merupakan tombol untuk menghidupkan organ
Biasanya terletak di sisi kanan
2. Klavir
Tempat berjajarnya tuts organ
Terdiri atas klavir atas dan klavir bawah
3. Register suara atau Voice
Tombol untuk menentukan warna suara yang dikehendaki, misalnya suara string,
piano, gitar dan lain-lain
4. Lead voice
Register suara untuk nada paling atas yang dimainkan pada klavir atas.
Contohnya kita memilih register klavir atas adalah string , lead voice kita pilih oboe
kemudian kita tekan bersama nada-nada c-e-g maka suara yang dihasilkan adalah
c-e-g dalam warna string dan g dalam warna suara oboe.
Volume lead voice selalu lebih kecil dari register klavir atas.
5. Register bass
Adalah register untuk bass kaki
6. Volume register
Adalah pengatur volume untuk tiap register yang dipakai, termasuk lead voice
7. Potensio volume atau master volume
Adalah potensio pengatur volume organ
8. Pedal bass
Tuts yang terletak di bawah, untuk bass kaki
9. Expression pedal
Pedal untuk mengatur ekspresi
10. Rhytme box
Berisi tombol-tombol pengatur irama
11. Tombol tempo/metronome
Mengatur tempo dari rhytme box
12. Transpose
Menggeser nada naik dan turun kelipatan 1/2 nada
13. Pitch
Mengatur tinggi rendah pitch
Organ tertentu dilengkapi dengan disket dan fasilitas rekaman dengan sequencer namun
sebaiknya fasilitas rhytme box dan sequencer tidak dipergunakan untuk mengiringi misa
di gereja.

ALAT MUSIK LAIN YANG MENGUNAKAN TUTS SEPERTI ORGAN


1. Orgel pipa ( pipe orgel )
Menggunakan pipa organa sebagai sumber suara.
2. Piano
Merupakan alat musik perkusi dengan dawai yang dipukul sebagai sumber bunyi.
3. Keyboard
Alat musik elektrik seperti organ tanpa bass kaki.
Biasanya dilengkapi fasilitas rekaman dengan disket atau sequencer
4. Accordion
Sumber bunyinya adalah lempengan logam tipis yang digetarkan dengan udara yg
dipompakan
2

BAB II
PENGENALAN TENTANG TANGGA NADA
TANGGA NADA
Merupakan urutan nada dengan aturan jarak nada tertentu.
INTERVAL NADA
Adalah jarak langkah antara suatu nada dengan nada lainnya
JARAK NADA
Dengan menggunakan tangga nada chromatis maka jarak nada bisa didefini
sikan secara operasional sebagai berikut :
1 Jarak 1/2 nada
Bila antara dua nada tidak ada nada lain yang bisa disisipkan.
Contoh : c ke cis karena tidak ada nada lain yang bisa disipkan di tengahnya maka
disebut berjarak 1/2 nada.
2 Jarak 1 nada
Jika antara suatu nada dengan nada lainnya ada satu nada yang bisa disisipkan.
Contoh : c dan d ditengahnya ada satu nada yaitu cis yang bisa disisipkan sehing-
disebut berjarak 1 nada
3 Jarak lebih dari 1 nada dihitung dengan pedoman jarak 1 dan 1/2 nada.
Contoh : c ke e berjarak 2 nada.
PERHATIKAN TANGGA NADA BERIKUT INI

C1
B1 1/2

A1
1
G1
1
F1
E1 1
1/2
D1
Tanda menunjukkan nada di antaranya
C1 1

Jarak antar nada ini harus dipahami benar karena merupakan dasar dari seluruh penghitung
an yang akan kita pakai dalam teori-teori selanjutnya.

NAMA-NAMA INTERVAL
Interval diberi nama sesuai dengan urutan nada.
1 Interval satu ( prim )
Interval dari suatu nada dengan nada pertama ( dari nada itu ) pada urutan nada se-
perti tangga nada di atas
Contoh : C1 dan C1, D1 dan D1, E1 dan E1
2 Interval dua ( secundi )
Interval suatu nada ke nada kedua dalam urutan nada
Contoh : C1 ke D1, F1 ke G1
3 Interval 3 ( terts )
Interval suatu nada ke nada ketiga dalam urutan nada
3

Contoh : C1 ke E1, F1 ke A1

4 Interval empat ( kuart )


Interval suatu nada ke nada keempat dalam urutan nada
Contoh : C1 ke F1 , D1 ke G1
5 Interval lima ( quint )
Interval suatu nada ke nada kelima dalam urutan nada
Contoh : C1 ke G1, D1 ke A1
6 Interval 6 ( sekt )
Interval suatu nada ke nada keenam dalam urutan nada
Contoh : C1 ke A1, D1 ke B1
7 Interval tujuh ( septim )
Interval suatu nada ke nada ketujuh dalam urutan nada
Contoh : C1 ke B1
8 Interval delapan ( octave )
Interval suatu nada ke nada kedelapan dalam urutan nada
Contoh : C1 ke C2
9 Interval sembilan
Interval suatu nada ke nada kesembilan dalam urutan nada
Contoh : C1 ke D2
dan seterusnya.
Perhatikan bahwa nama interval tidak menunjukkan jarak nada melainkan urutan nada.
Selanjutnya nama interval bisa berubah dengan berubahnya jarak
Contoh :
C1 ke C1 berjarak 0 maka disebut interval prim
C1 ke Cis1 berjarak setengah nada , nama interval menjadi prim berlebih
C1 ke E1 berjarak 2 nada , nama intervalnya adalah terts major
C1 ke Eb berjarak 11/2 nada, nama intervalnya adalah terts minor
C1 ke G1 adalah interval quint
C1 ke Gis1 adalah interval quint berlebih atau augmented atau aug
C1 ke A1 adalah interval sekt major, jaraknya 41/2 nada
C1 ke Ab1 adalah interval sekt minor, jaraknya 4 nada
C1 ke B1 adalah interval major 7
C1 ke Bb1 adalah interval 7

Nantinya kita akan berjumpa dengan accord-accord yang namanya berdasarkan interval yg
dipakai sehingga nampak aneh-aneh, namun kita mudah memahaminya dengan mengenal
secara baik interval nada.
Contoh :
Accord C berisi nada-nada C - E - G
Pengembangan dari accord C ini antara lain :
Cm atau c C minor, interval nada ketiga adalah terts minor ( C - Es - G )
C6 pada accord C tersebut kita tambahkan nada ke 6 ( C - E - G - A )
C+ nada kelimanya adalah quint berlebih ( C - E - G# )
C aug singkatan dari C augmented, sama dengan C+
C7 kita tambahkan interval 7 pada accord C tersebut ( C - E - G - Bb )
CM7 Singkatan dari C Major 7, nada ketujuh yang ditambahkan adalah 7 major
( C - E- G - B )
C9 Tambahkan dalam accord C tersebut nada ke 9 atau nada D
(C-E-G-D)
Kaidah ini berlaku untuk semua accord sehingga kita tidak perlu bingung ketika menjumpai
nama-nama accord seperti itu.
4

JARAK NADA DALAM TUTS ORGAN


Perhatikan gambar berikut :

BAGIAN INI KITA PERBESAR

Cis Dis Fis Gis Ais Cis Dis

Perhatikan bahwa ada tuts hitam


berjajar dua dan berjajar tiga.
Hafalkan bahwa tuts putih tepat di
sebelah kiri hitam dua adalah C

C D E F G A B C1

Dengan memperhatikan tuts organ kita pahami lebih lanjut pengertian jarak nada.
C dan D adalah tuts putih, ditengahnya ada satu tuts hitam yaitu Cis, maka C dan D dise
but berjarak satu.
Cis dan Dis adalah tuts hitam, ditengahnya ada satu tuts putih yaitu D, maka Cis dan Dis
juga berjarak satu.
E dan F adalah tuts putih berurutan dan tidak ada tuts lain di tengahnya.
Maka E dan F disebut berjarak setengah
Demikian juga dengan B dan C.
Ais dan Cis adalah tuts hitam, di tengahnya ada dua tuts lain yaitu B dan C maka jarak Ais
dan Cis adalah 11/2 nada.Demikian juga dengan Dis dan Fis, C dan Dis, dll.

BAB III
NOMOR JARI DAN POSISI PENJARIAN
Nomor jari adalah sebagai berikut :
1 Jempol atau ibu jari
2 Jari telunjuk
3 Jari tengah
4 Jari manis
5 Kelingking

Dalam penulisan partitur dengan notasi balok nomor jari ditulis di atas not yang bersangkut-
an , contoh : 2

berarti nada tersebut dimainkan dengan jari nomor 2

5
4
3
2
5

1 1
atau :

berarti kelima nada berurutan tersebut dimainkan dengan posisi jari berurutan dari nomor 1
sampai nomor 5

Selanjutnya jika tertulis nomor jari pada suatu nada maka nada berikutnya dimainkan dengan
jari nomor berikutnya pula ( otomatis ) sampai dijumpai nomor jari lagi.
Contoh :

berarti nada-nada tersebut dimainkan dengan


1 jari-jari :
1 2 3 1 2 3 4 5

Dalam berlatih perhatikan benar posisi jari karena kesalahan posisi jari akan berakibat ma-
ti langkah sehingga akan mengalami kesulitan untuk memainkan nada nada berikutnya.

BAB IV
PENGENALAN NOTASI BALOK
1 Garis dan Spasi Paranada
Dalam notasi balok terdapat lima garis yang disebut garis paranada.
Diantara dua garis terdapat spasi yang disebut spasi paranada
Letak not bisa di garis maupun spasi paranada.
garis-spasi-garis-spasi-garis-spasi dst menunjukkan tinggi nada secara berurutan.
Perhatikan gambar berikut :

C1 D E F G A B C2 D E F G

Perhatikan bahwa nada C pertama adalah C sentral , terletak di depan tubuh kita ketika
kita berada di depan organ. Nada ini ditulis pada garis bantu

2 Kunci G dan Kunci F


Kunci G ditulis untuk tangan kanan ( klavir atas )
Dalam kunci G nada G terletak pada garis paranada kedua dari bawah.
Contoh lihat di atas.
Kunci F ditulis untuk klavir bawah ( tangan kiri ) dan bass kaki
Dalam kunci F nada F terletak pada garis paranada kedua dari atas.
Contoh :
6

F E D C-1 B A G F E

Untuk membedakan notasi untuk tangan kiri dan untuk bass kaki maka tiang yang kea-
tas adalah untuk tangan kiri sedangkan bass kaki dengan tiang ke bawah.

3 Tiang, bendera dan titik di kanan not


Tiang membagi suatu not menjadi setengah dari harga not itu
Bendera membagi suatu not bertiang menjadi setengah dari harga not itu.
Titik di sebelah kanan not menambah panbjang not itu dengan setengah harga not itu.
Contoh : lihat harga not
Demikian juga dengan titik di sebelah kanan tanda istirahat.

4 Harga not dan tanda istirahat

not satu istirahat satu

not setengah istirahat setengah

not seperempat istirahat seperempat

not seperdelapan istirahat seperdelapan

not seperenambelas istirahat seperenambelas

. 1/2 + ( 1/2 X 1/2 ) = 3/4 istirahat tiga perempat

dan seterusnya.

5 Kruis dan Mol ( # dan b ) dan tanda pugar ( )


a. Kruis umum
Adalah tanda kruis yang terletak di sebelah kanan kunci. Berlaku untuk seluruh lagu.
Semua nada yang sama dengan yang mendapat kruis dinaikkan 1/2 nada
Letak kruis umum :
1 Pada nada F ( garis paling atas )
Artinya seluruh nada F akan berubah menjadi F#
2 Pada nada C (spasi ke tiga dari bawah)
Seluruh nada C berubah menjadi C#
3 Pada nada G ( spasi pertama di atas garis paling atas )
Seluruh nada G berubah menjadi G#
4 Pada nada D ( garis ke dua dari atas )
Mengubah seluruh nada D menjadi D#
5 Pada nada A ( spasi kedua dari bawah )
Mengubah seluruh nada A menjadi A#
6 Pada nada E ( spasi di bawah garis teratas )
Mengubah nada E menjadi E#
7 Pada nada B ( garis ketiga )
Mengubah seluruh nada B menjadi B#
b Moll umum
Adalah tanda moll yang terletak si sebelah kanan kunci. Berlaku untuk seluruh lagu.
Semua nada yang sama dengan yang mendapat moll diturunkan 1/2 nada.
Letak moll umum
1 Pada nada B ( garis ketiga )
7

Mengubah seluruh nada B menjadi Bb


2 Pada nada E ( spasi paling atas )
Mengubah seluruh nada E menjadi Eb
3 Pada nada A ( spasi kedua dari bawah )
Mengubah seluruh nada A menjadi Ab
4 Pada nada D ( garis ke dua dari atas )
Mengubah seluruh nada D menjadi Db
5 Pada nada G ( spasi pertama di atas garis paling atas )
Mengubah seluruh nada G menjadi Gb
6 Pada nada C (spasi ke tiga dari bawah)
Mengubah seluruh nada C menjadi Cb

7 Pada nada F ( garis paling atas )


Mengubah seluruh nada F menjadi Fb

Jika kita melakukan translasi dari not balok ke not angka maka pedoman ini bisa dipa
kai :
1 Jika tanda ubahnya adalah # maka nada yang mendapatkan # terakhir adalah na
da si ( 7 )
Contoh :
Suatu lagu tertulis dalam 5 #, maka # terakhir terletak pada nada A yang mengu-
bahnya menjadi Ais. Maka nada A# ini adalah si ( 7 ) sehingga nada dasarnya
adalah 1 = B

2 Jika tanda ubahnya adalah b maka nada yang mendapatkan b terakhir adalah
nada fa ( 4 )
Contoh :
Suatu lagu tertulis dalam 3 b. Tanda b terakhir terletak pada nada A yang mengu
bahnya menjadi As atau Ab. Maka nada Ab ini adalah fa ( 4 ) sehingga nada da
sarnya adalah 1 = Eb.

Dengan cara yang sama kita dapat mencari nada dasar dari tiap lagu ketika kita mela
kukan translasi ke not angka.
1# nada dasarnya adalah G 1b nada dasarnya adalah F
2# nada dasarnya adalah D 2b nada dasarnya adalah Bb
3# nada dasarnya adalah A 3b nada dasarnya adalah Eb
4# nada dasarnya adalah E 3b nada dasarnya adalah Ab
5# nada dasarnya adalah B 4b nada dasarnya adalah Db
6# nada dasarnya adalah F# 5b nada dasarnya adalah Gb
7# nada dasarnya adalah C# 6b nada dasarnya adalah Cb

c Kruis di depan suatu nada


Adalah tanda # yang terletak tepat di depan suatu nada. Tanda # ini mengubah nada
tersebut dan nada yang sama berikutnya dalam satu birama menjadi 1/2 nada lebih
tinggi.
Contoh :

C C# C# C# C C
Ada 6 nada C pada contoh ini :
C pertama tidak berubah karena terletak sebelum tanda #
C kedua mendapat tanda # sehingga berubah menjadi C#
C ketiga terletak di belakang nada C yang mendapat # dan masih dalam satu birama
sehingga ikut berubah menjadi C#
8

C keempat bernasib sama seperti C ketiga


C kelima dan ke enam tidak berubah karena tidak satu birama dengan C yang menda
pat #

d Moll di depan suatu nada


Adalah tanda b yang terletak tepat di depan suatu nada. Tanda b ini mengubah nada
tersebut dan nada yang sama berikutnya dalam satu birama menjadi 1/2 nada lebih
rendah.
Contoh :

B Bb B B Bb B

Ada 4 nada B dalam contoh ini, namun yang berubah hanyalah B kedua saja.

e Tanda pugar
Tanda ini menghapus semua tanda # dan b bagi nada yang mendapat tanda dan na-
da berikutnya dalam satu birama
Pada contoh di atas nada B terakhir sudah dihapus dari tanda moll oleh tanda pugar

6 Frasering
Frasering artinya pengkalimatan lagu. Sama seperti kalau kita membaca sebuah kalimat, ma
ka dalam musikpun juga begitu. Ada yang harus disambung tanpa berhenti dan ada yang ha -
rus diberi jeda atau terputus.
Kalimat yang harus dimainkan tanpa terputus ditunjukkan dengan garis lengkung yanh terletak
di atas atau di bawah beberapa nada. Garis ini disebut lengkung legato atau legatura.
Contoh :

Nada pertama sampai ke enam dimainkan tanpa terputus ( legato ) .


Nada ke delapan dan ke sembilan dimainkan pendek pendek terputus ( staccatto )

7 Cara berlatih nmembaca partitur not balok


1 Mulaialah dulu dengan lagu yang paling mudah. Jangan malu untuk memainkan lagu yang
terlalu sederhana nampaknya, karena bukan lagunya yang penting tetapi latihan membaca,
mengenal penempatan notasi balok dalam garis atau spasi paranadaserta membiasakan
penjarian dan frasering yang benar.
2 Mulailah dengan tangan kanan terlebih dahulu sampai lancar.
Setelah tangan kanan lancar gati melatih tangan kiri sampai lancar.
Setelah itu barulah mainkan keduanya bersamaan dengan tempo lambat dahulu. Jaga ke-
stabilan tempo. Kemudian naikkan tempo sediki demi sedikit sampai tercapai tempo yang
sebenarnya.
3 Jika dengan bass kaki maka setelah step 2 latihlah bass kaki sampai lancar.
Kemudian mainkan tangan kanan bersama bass kaki sampai lancar.
9

Ganti tangan kiri dengan bass kaki sampai lancar.


Setelah itu mainkan ketiganya dengan tempo dimulai dati lambat lalu makin cepat sampai
tercapai tempo yang sesungguhnya.

BAB V
PEMBENTUKAN ACCORD
1 Pengertian
Accord atau akor atau chord adalah beberapa nada harmonis yang digabungkan jadi satu ke
satuan. Komponen accord umumnya terdiri atas tiga nada ( trinada ) .
Accord dasar terdiri atas nada pertama , ketiga dan kelima.

2 Accord Major Dasar


a Tonika ( disingkat T huruf besar )
Berisi nada pertama, nada ketiga ( terts major ) dan nada kelima ( quint )
G
E
Contoh lagu 1 = C maka T nya adalah accord C berisi C

b Dominant ( disingkat D huruf besar )


Nada pertama dari accord ini adalah nada kelima dihitung dari nada pertama dari T
atau nada G
D
B
Dengan demikian D nya adalah accord G berisi nada2 G

c Subdominant ( disingkat S huruf besar )


Nada pertama dari accord ini adalah nada keempat dihitung dari nada pertama dari T
atau nada F
C
A
Dengan ndemikian S nya adalah accord F berisi nada F

3 Accord Minor paralel


Sama seperti accord major dasar maka accord minor juga terdiri atas trinada hanya bedanya
nada keduanya adalah terts minor ( berjarak 11/2 nada dari nada pertama )
Cara mencari accord minor paralel dari suatu accord major adalah menghitung mundur 11/2
nada dari accord major.
Contoh : Accord C sebagai T ( tonika ) maka t ( tonika minor ) nya kita hitung dari C mundur
11/2 nada : C - mundur 1/2 adalah B - mundur 1 lagi adalah A.
Maka accord minor paralelnya adal a huruf kecil ( Am atau A minor )
a Tonika minor ( t )
Merupakan accord minor paralel dari T, dalam contoh ini adalah a ( A minor )
E
10

C
Isi dari accord a atau Am adalah A

b Dominant minor ( d )
Merupakan accord minor paralel dari D, dalam contoh ini adalah e ( E minor )
B
G
Isi dari accord e atau Em adalah E

c Subdominant minor ( s )
Merupakan accord minor paralel dari S, dalam contoh ini adalah d ( D minor )
A
F
Isi dari accord e atau Em adalah D

d Double dominant
Adalah dominantnya dominant
Misalnya 1 = c maka D ( dominant ) adalah G . Double dominant ( DD ) nya adalah D

3 Fungsi accord untuk mengiringi


Perhatikan tabel berikut ini :

Nama Nada dasar 1 = Not not


Accord C D E F G A B C yang diiringi
T C D E F G A B C 1 3 5
D G A B C D E F# G 5 7 2
S F G A Bb C D E F 4 6 1
t a b c# d e f# g# a 6 1 3
d e f# g# a b c# d# e 3 5 7
s d e f# g a b c# d 2 4 6

PERINGATAN :
Jangan lupa bahwa huruf kecil menunjukkan accord minor dan huruf besar accord major.

4 Lingkaran kuin atau Circle of Quint


Adalah urutan nada nada berinterval quint dari C kembali lagi ke C.
Lihat gambar berikut :

F G

Bb D

Eb CIRCLE OF QUINT A

Ab E
11

Db B
C#
F#
Gb

Apa keistimewaan Circle of Quint ?


1 Kalau kita bergerak searah jarum jam maka kita akan menemukan urutan dari nada dasar
yang mendapat tanda #
Perhatikan bahwa urutan C - G - D - A - E - B - F# - C# adalah urutan nada dasar dari
naturel - 1 # - 2 # dan seterusnya sampai 7 #
2 Kalau kita bergerak berlawanan arah dengan jarum jam maka kita akan menemukan urutan
nada dasar yang mendapat tanda moll
C - F - Bb - Eb - dst adalah urutan dari nada dasar naturel - 1b - 2b - dst
3 Dari suatu nada T ( tonika ) kita bergerak searah jarum jam akan ketemu D ( dominant )
sedangkan kalau berlawanan arah dengan jarum jam akan ketemu S ( subdominant )
Contoh misalkan suatu lagu tertulis 1 = E maka T adalah E, kekanan ketemu B maka B ada
lah D ( dominant ), kekiri ketemu A maka A adalah S ( subdominant )

4 Dari suatu T kta bergerak kekanan tiga langkah akan ketemu t ( tonika minor ), lalu dari
t ini kekanan akan ketemu d dan kekiri ketemu s.
Dengan demikian cukup hanya dengan melihat lingkaran ini saja kita sudah bisa menentukan
accord2 dasar untuk mengiringi sebuah lagu serta menentukan nada dasar dari sebuah parti
tur notasi balok.

BAB VI
PENGEMBANGAN ACCORD
1 Accord 6
Contoh : C6, D6, E6 dst
Terdiri atas accord major dengan penambahan nada berinterval sekt ( 6 )
Misalnya accord C6 terdiri atas accord C dengan penambahan nada A ( interval 6 dari C )
sehingga komponen dari accord C6 adalah C-E-G-A

2 Accord sus
Sus atau sustain artinya perpanjangan. Karena itu accord sus biasanya hanya untuk memper-
panjang waktu untuk kemudian kembali ke accord dasar. Contoh : Csus - kembali ke C.
Terdiri atas accord dasar dengan mengganti nada ketiga ( interval tertsnya ) dengan nada ke
empat ( interval kuart ).
Misalnya accord C maka interval ke empatnya ( F ) menggantikan posisi nada ketiga ( E ),
sehingga Csus berisi : C - F - G
Jika tanpa keterangan atau tulisan apa apa maka yang dimaksud dengan Csus adalah C-F-G
Sus yang lain berisi perpanjangan interval tertentu kembali ke interval accord dasar.
Contoh : Csus6-5 maka yang digantikan adalah interval 5 ( G ) dengan interval 6 ( A ) lalu kem
bali lagi ke interval 5.
Konkritnya Csus6-5 harus dimainkan C - E - A lalu diikuti atau kembali ke C - E - G.
Demikia juga misalnya accord Csus2-1 dimainkan D - E - G kembali ke C - E - G

3 Accord 7 ( septim atau seventh ), contoh C7, D7, E7 dst


Terdiri atas accord dasar ditambah interval 7 ( dari nada pertama accord tersebut )
Contohnya accord C7.
Interval 7 dari nada C adalah Bb maka C7 berisi : C - E - G - Bb.
12

4 Accord major 7 , contoh : CM7, DM7 dst


Terdiri atas accord dasar ditambah dengan interval 7 major.
Contohnya accord CM7
Interval 7 major dari C adalah B
Maka CM7 berisi : C - E - G - B

5 Accord augmented atau +, contoh Caug atau C+


Terdiri atas accord dasar dengan mengganti nada kelima dengan interval quint berlebih.
Contohnya accord Caug atau C+
Interval quint berlebih dari C adalah G#
Maka Caug berisi : C - E - G#

6 Accord 9, contoh C9
Terdiri dari accord dasar diambah nada interval 9
Contohnya accord C9
Interval 9 dari C adalah D
Maka C9 berisi : C - E - G - D

7 Accord dim
Dim atau ndiminished artinya melemah. Accord ini berisi 4 nada berinterval terts minor atau
berjarak 11/2.
Contoh Cdim
Terts minor dari C adalah D#
Interval terts minor dari D# adalah F#
Interval terts minor dari F# adalah A
Sehingga Cdim berisi : C - D# - F# - A
Perhatikan bahwa kalau deret terts minor tadi kita lanjutkan maka interval terts minor dari A
adalah C sehingga akan membentuk suatu lingkaran nada berinterval terts minor :
C - D# - F# - A - C - D# - F# - A - C dst.
Oleh karena komponennya akan selalu sama ( 4 nada tersebut ) maka accord Cdim bisa juga
dinamai D#dim, F#dim atau Adim.

8 Accord2 superimposition
Penulisan accord superimposition adalah dengan menuliskan interval yang dibunyikan.
Contoh :
9
C M7 berisi nada2 : C - E - G - B - D

9 Accord dengan pembalikan


Perhatikan accord C G C E
E G C I
likan I likan I
C p Ea
e m b e
p Gm b a

Perhatikan bahwa nada terendah ( bass ) berubah digantikan oleh nada di atasnya.
Contoh : C/E berarti pembalikan pertama . Accord C dengan bass E
C/G berarti pembalikan kedua. Accord C dengan bass G

BAB VII
CHORD PROGRESSIVE
13

Chord progressive adalah alur pergantian accord pada suatu komposisi.


Chord progressive bisa sederhana dan bisa kompleks tergantung aransemen yang dibuat.
Contoh contoh :
1 C . . . Am . . . Dm . . . G . . .

2 C . . . Am . . . D . . . G . . .

3 C . . . Am . . . D . . . Em . . .

4 C . . . Em . . . F . . . G . . .

5 C7 . . . C7 . . . F . . . G . . .

6 C7 . . . C7 . . . F7 . . . G7 . . .

7 C . . . CM7 . . . Gm . C7 . FM7 . . .

8 C6 . . . Am . . . Dm . . . G . . .

FM7 . . . BbM7 . . . EbM7 . . . A#M7 . . .

G . . . G . . .

9 G . . G#dim . . Am . . Am/F# . . C/G . .

G . . Csus . . C . .

10 C . B . Dm . G . C . G . C . . .

Cobalah untuk melatih contoh2 chord progressive di atas berkali kali sampai lancar.
Jika sudah mengerti benar maka sudah saatnya anda mencoba mencari variasi variasi chord
progressive sehingga permainan kita akan nampak kaya.
Ketentuan yang harus diperhatikan :
1 Ketika kita mengiringi sebuah komposisi yang sudah diaransemen maka chord progressive
harus sesuai dengan aransemennya.
2 Ketika kita mengiringi sebuah paduan suara SATB maka chord progressive harus sesuai de-
ngan chord SATB nya.
3 Ketika interlude atau intro dan kita main sendiri maka kita lebih bebas membuat chord pro -
gressive.

Perhatikan aransemen penggalan lagu Malam Kudus berikut :

1=C G G7 C C
S 2 2 4 2 7 1 3
A 5 5 7 7 5 5 5
T 7 7 2 2 7 1 1
B 4 2 5 5 4 3 1

Dengan mengacu pada aransemen SATB maka chord progressivenya adalah G - G7 - C - C


Jika penggalan tersebut kita jadikan intro maka kita bisa mengubah progressive chordnya karena
pada saat intro SATB tidak berbunyi.
14

Perhatikan dan bandingkan progressive chord di atas dengan di bawah ini :

1=C G G#dim Am Am/G Am/F#


2 2 4 2 7 1 3

Penggalan melodi yang persis sama ternyata bisa dibuat chord progressive yang sama sekali ti -
dak sama.
Tetapi jangan lupa ketika kita sudah masuk ke SATB maka aransemen vokal itu harus kita ikuti
chord progressivenya sehingga yang kita ikuti adalah yang pertama.

BAB IX
PENTATONIS DALAM MUSIK ETNIK

1 Pengertian :
a Musik etnik
Adalah musik yang berkaitan dengan budaya daerah atau suku tertentu sehingga warna
musiknyapun khas dengan daerah atau suku tersebut.
b Pentatonis
Tangga nada yang terdiri atas lima nada berurutan
Nada nada dalam pentatonis etnik sebenarnya tidaklah selalu sama frekuensinya dengan
c d e f g dst atau do re mi fa sol dst, namun untuk memudahkan pendekatan dan pemaham
an maka di nsini kita miripkan saja.
Contoh :
tangga nada pelog dalam gamelan jawa : ji ro lu ma nem
adalah mirip dengan : mi fa sol si do

2 Chord pentatonis
Sebenarnya permainan musik etnik seperti gamelan jawa tidak mengenal accord karena na-
da nada yang ada dimainkan seperti memainkan melodi. Namun sekali lagi untuk memudah-
kan pendekatan dan pemahaman disini kita miripkan saja.
Accord I
Berisi nada nada 1( do ) 3 ( mi ) dan 5 ( sol )
Accord III
Berisi nada nada mi sol dan si
Accord IV
Berisi nada nada fa dan do
Accord V
Berisi nada nada sol si dan fa
15

3 Pentatonis yang lain


Tangga nada do - re - mi - sol - la adalah jenis pentatonis yang lain. Kalau dimiripkan seperti
slendro dalam gamelan jawa.
Accord yang dipakai
Accord I
Berisi do mi dan sol boleh ditambah la
Accord II
Berisi nada nada re dan la
Accord Accord V
Berisi nada nada sol dan re
Accord VI
Berisi nada nada la do dan mi boleh ditambah sol

4 Mengiringi lagu pentatonis


a Tangan kanan
Memainkan cantus firmus, bisa juga ditambah dengan suara duanya sesuai accord yang di
pakai
b Tangan kiri
Memainkan accord pentatonis atau arpegionya atau melodi iringan
c Bass kaki
Hitungan berat mainkan sama dengan cantus firmusnya. Tetapi tidak tertutup kemungkinan
variasinya.

Contoh :

Tangan kanan 3 71 3 434 5 7 5 434 5 7 5 4343 3


Tangan kiri III I III V III V I
Bass kaki 3 3 5 5 5 5 3

Variasi lain :
Tangan kanan 3 71 3 434 5 7 5 434 5 7 5 4343 3
7 1 3 7 3 7 1
Tangan kiri III I III V III V I
Bass kaki 3 I 3 5 3 7 1

Variasi lain lagi :


Tangan kanan 3 71 3 434 5 7 5 434 5 7 5 4343 3
7 1 3 7 3 7 1
Tangan kiri 34 34 54 5 4 34 34 57 54 34 34 71 71 3
Bass kaki 3 I 3 5 3 7 1

Variasi variasi itu bisa kita buat sendiri supaya iringan nampak lebih hidup dan kaya.
Semakin sering kita mencoba membuat dan mempraktekkannya maka akan semakin menjadi
gaya iringan kita sehingga nantinya akan muncul dengan sendirinya tanpa harus berpikir sulit.
16

BAB X
CARA CEPAT ( JALAN PINTAS ) MENJADI SEORANG ORGANIS

I LAKUKAN LANGKAH2 BERIKUT :


1 PEMAHAMAN TEORI
Pahami terlebih dahulu teori yang sudah saya uraikan di atas. Teori tersebut saya susun de
ngan sangat simpel sehingga diharapkan mudah dimengerti.Jangan tergesa2 untuk segera
main, pahami dulu.
Waktu pemahaman :
Cerdas : maksimal 1 hari
Agak cerdas : maksimal 3 hari
Kurang cerdas : maksimal 1 minggu
Tidak cerdas : maksimal 1 bulan
Sangat tidak cerdas : tidak ada batas maksimal
Yakinlah bahwa anda termasuk kelompok kategori cerdas, sehingga anda hanya membu -
tuhkan waktu maksimal 1 hari untuk memahami teori di atas.
2 Baca ulang bab V , pahami dan latihlah hal berikut ini :
1 Tangan kanan : c e g c e g d f a
Tangan kiri : c c d

d f a e g b e g b f a c f a c
d e e f f

g b d g b d a c e a c e b d f
g g a a b

b d f c e g
b c

Latihlah dari tempo lambat makin cepat dan akhirnya sangat cepat dengan register
piano dan dengan sustain
17

2 Lakukan hal seperti nomor 1 diatas tetapi dari nada tinggi ke rendah

3 Lakukan latihan berikut :

Kn c e g c e g d f a d f a
Kr( acc. ) C C d d
Bass c c d d

e g b e g b f a c f a c g b d
e e F F G
e e f f f

g b d a c e a c e b d f b d f
G a a G G
g a a g g

c e g c e g
C C
c c

Latihlah dari tempo lambat makin cepat dan akhirnya sangat cepat dengan register
piano dan dengan sustain

4 Latihlah dari tinggi ke rendah, dengan sustain dan tanpa sustain.

Waktu yang anda butuhkan untuk step ini adalah setengah sampai satu jam perhari
Anda bisa melakukan latihan dua sampai tiga kali perhari.

3 MULAILAH BERLATIH MENGIRINGI


Ikuti langkah2 berikut ini :
1 Carilah part yang ada aransemen satb-nya.
2 Tentukan akord yang dipakai sesuai dengan kombinasi not pada hitungan berat
3 Buat bass kakinya sesuai dengan akordnya dulu
4 Cobalah mengiringi, tangan kanan cantus firmus, tangan kiri akord.
Ubahlah susunan akord ( urutan nada ) pada tangan kiri dan pilihlah yang paling enak
didengar.
18

kalimat, ma
da yang ha -

yanh terletak

n lagu yang
an membaca,
mbiasakan

lu. Jaga ke-


empo yang
19

pat sampai

jadi satu ke

ya bedanya

mundur 11/2

C mundur
20

nada dasar

mukan urutan

maka B ada

menentukan
ebuah parti

tuk memper-

gan nada ke

dalah C-F-G

( A ) lalu kem
21

minor atau

inor dari A

dim bisa juga

II
22

s sesuai de-

hord pro -

dnya karena
23

ma sekali ti -

gga warna

nya dengan
an pemaham

karena na-
memudah-
24

kan seperti

cord yang di

emungkinan
25

aya susun de
untuk segera

ya membu -
26

paling enak