Prinsip-prinsip Seni Rupa
Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun
komposisi suatu bentuk karya seni rupa,
yaitu:
· Kesatuan (unity)
Kesatuan adalah pertautan bagian-bagian
dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan
merupakan prinsip yang utama di mana
unsur-unsur seni rupa saling menunjang satu
sama lain dalam membentuk komposisi yang
bagus dan serasi. Untuk menyusun satu
kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan
seragam, tetapi unsur-unsur dapat berbeda
atau bervariasi sehingga menjadi susunan
yang memiliki kesatuan.
· Keselarasan (harmony)
Keselarasan adalah hubungan kedekatan
unsur-unsur yang berbeda baik bentuk
maupun warna untuk menciptakan
keselarasan.
· Penekanan (kontras)
Penekanan adalah kesan yang diperoleh
karena adanya dua unsur yang
berlawanan.Perbedaan yang mencolok pada
warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan
kesan yang tidak monoton.
· Irama (rhytm)
Irama adalah pengulangan satu atau
beberapa unsur secara teratur dan terus-
menerus. Susunan atau perulangan dari
unsur-unsur rupa yang diatur, berupa
susunan garis, susunan bentuk atau susunan
variasi warna. Perulangan unsur yang bentuk
dan peletakannya sama akan terasa statis,
sedangkan susunan yang diletakkan bervariasi
pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan
mendapatkan susunan dengan irama yang
harmonis.
· Gradasi
Gradasi adalah penyusunan warna berdasar
kantingkat perpaduan berbagai warna secara
berangsur-angsur.
· Proporsi
Proporsi atau kesebandingan yaitu
membandingkan bagian-bagian satu dengan
bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya
membandingkan ukuran tubuh dengan
kepala, ukuran objek dengan ukuran latar,
dan kesesuaian ukuran objek satu dengan
objek lainnya yang dekat maupun yang jauh
letaknya.
· Komposisi
Komposisi adalah menyusun unsur-unsur
rupa dengan mengorganisasikannya menjadi
susunan yang bagus, teratur, dan serasi.
· Keseimbangan (balance)
Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari
suatu susunan yang diatur sedemikian rupa
sehingga terdapat daya tarik yang sama pada
tiap-tiap sisi susunan.
DASAR SENI RUPA
Disampaikan dalam kegiatan
Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Vokasi
Angkatan III Program Studi Seni Rupa Jenjang
SMA
Tanggal 10 - 13 Juli 2009 Oleh : Drs. I Gusti
Ngurah Swastapa, M. Sn Dra. Tri Suerni,M.Sn
Slamet Raharjo , S. Sn PUSAT PENGEMBANGAN
DAN PEMEBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN SLEMAN YOGYAKARTA 2009
1
Irama/Ritme/Keselarasan
PENGERTIAN :
Irama berasal dari kata wirama yang berarti
gerak yang berukuran,ukuran perbandingan,
mengalir.
Gerak perulangan yang gerak mengalir yang
ajeg (teratur) dan terus menerus.
Pengulangan bentuk biasanya memberi kesan
keselarasan, dan bentuk yang diulang seakan-
akan seperti ketukan dari sebuah irama.
PENCAPAIAN :
Jika obyek hanya satu akan memberikan nilai
irama jika latar belakang diberi bentuk yang
memiliki gerakan perulangan.
FUNGSI IRAMA :
Membimbing TA untuk melihat ke semua
obyek yang disusun mengikuti garis semu.
Membantu prinsip kesatuan, menyatukan
seluruh obyek agar tidak tercerai berai.
PRINSIP IRAMA :
1. Repetisi, pengulangan dengan kesamaan
ekstrem pada semua unsur/elemen.
2. Transisi, pengulangan dengan perubahan-
perubahan dekat atau variasi dekat pada
elemen seni rupa.
3. Oposisi, pengulangan dengan perbedaan
pada satu atau beberapa elemen seni rupa.
GALERY :
Contoh design :
- Repetisi Bentuk
- Repetisi Warna
PRINSIP-PRINSIP SENI RUPA & MACAM-
MACAM SENI
23.41 elman firmansyah 2 comments
I. PRINSIP-PRINSIP SENI RUPA
Di dalam Unsur-unsur Seni Rupa kita
mengenal adanya garis, raut, warna, tekstur,
ruang, dan gelap terang. Unsur-unsur ini
dalam perwujudannya secara total dalam
karya seni perlu di atur, di susun, atau di tata.
Cara pengaturan, penyusunan, atau
pengorganisasian unsur-unsur Seni Rupa
sehingga menjadi bentuk karya Seni Rupa di
sebut sebagai Prinsip-prinsip Seni Rupa.
Prinsip memiliki pedoman kata asas, sehingga
prinsip Seni Rupa dapat disebut pula asas Seni
Rupa/ desain. Upaya pengaturan,
penyusunan, pengorganisasian adalah
persoalan KOMPOSISI. Dengan demikian,
sebutan singkat prinsip atau asas Seni
Rupa/Desain adalah KOMPOSISI. Dalam
berbagai buku tentang estetika dan juga Seni
Rupa sering dinyatakan bahasan prinsip
desain itu secara (...............) akan tetapi
secara umum kesamaan bahasan tentang
prinsip Desain adalah Kesatuan,
Keseimbangan, Irama, Penekanan, Proporsi,
dan Keselarasan.
1. Prinsip Keseimbangan/Balance
adalah berkenaan dengan kualitas bobot atau
kesan berat ringannya suatu karya.
Keseimbangan dapat dibuat secara formal
atau dengan istilah yang lazim disebut
setangkep (jawa) atau simetris.
Keseimbangan dapat di buat pula secara
informal atau asimetris dan keseimbangan
radial atau memancar.
2. Prinsip Kesatuan/Unity : Prinsip ini dapat
tercapai apabila terpenuhi prinsip
keseimbangan, irama, penekanan, proporsi,
dan keselarasan. Teori-teori Psikologi Gestalt
tentang kedekatan, ketertutupan dan
kesamaan dapat membantu terpenuhinya
prinsip kesatuan dalam karya Seni Rupa.
3. Prinsip Irama : Prinsip ini di timbulkan dari
kesan gerak dari unsur yang melekat pada
karyanya yang dapat diupayakan melalui
pengulangan, pergantian, perubahan ukuran,
dan gerak mengalun.
4. Centre of Interst:
Di sebut juga prinsip dominasi, atau pusat
perhatian, atau klimak adalah upaya
penampilan pada bagaian tertentu dari karya
Seni Rupa yang menarik perhatian dengan
cara pengaturan posisi, perbedaan ukuran,
perbedaan warna, atau unsur lain, dan
pengaturan arah unsur-unsur.
5. Prinsip Proporsi atau Perbandingan :
Adalah upaya pengaturan yang berkenaan
dengan ukuran antara bagian satu dengan
bagian lainnya. Besar kecil, luas, sempit,
panjang pendek, atau tinggi rendah adalah
persoaalan Proporsi. Dalam Seni Rupa prinsip
proporsi ini digunakan untuk
mempertimbangkan perbandingan bidang
kertas atau kanvas dengan objek yang
digambar atau di lukis. Prinsip perbandingan
lebih menekankan pada varisasi atau
keragaman ukuran unsur yang satu dengan
unsur yang lain dalam satu kesatuan yang
utuh.
6. Prinsip Keselarasan :
Lazim disebut dengan prinsip Harmoni atau
Keserasian adalah timbul dengan adanya
kesamaan, kesesuaian, dan tidak adanya
pertentangan. Dalam Seni Rupa prinsip
Keselarasan dapat dibuat dengan cara menata
unsur-unsur yang mungkin sama, sesuai dan
tidak ada yang berbeda secara mencolok.
Prinsip estetik atau prinsip disain:
1.Kesatuan (Unity)
dalam berkarya prinsip utama yang harus
dipenuhi ialah prinsip kesatuan, untuk itu
dalam merancang secara sempurna perlu
dipikirkan keutuhan dan kesatuan antara
semua unsur senirupa disamping keutuhan
antara unsur seni dan gagasan (idea) sebagai
landasan mencipta. Sebagai contoh
penampilan prinsip kesatuan dalam karya
senirupa; disain dalam arsitektur
mencerminkan prinsip kesatuan apabila ada
kesatuan antara bagian-bagian bentuk dari
struktur bangunan, ada kesatuan antara
ruang-ruang dan penggunaan warna, ada
kesatuan antara bentuk bangunan dengan
lingkungan, ada kesatuan antara bentuk dan
fungsi bangunan sesuai dengan ide dasar.
2.Keseimbangan (Balance)
keseimbangan merupakan prinsip dan
penciptaan karya untuk menjamin tampilnya
nilai-nilai keselarasan dan keserasian yang
mendukung prinsip kesatuan dengan
menggunakan unsur-unsur seni. Karena
fungsinya yang menampilkan nilai-nilai
keserasian dan keselarasan maka prinsip ini
juga sering disebut prinsip harmoni.
Ada tiga prinsip keseimbangan:
keseimbangan formal; pada karya
menampilkan nilai keindahan yang bersifat
formal atau resmi. Prinsip ini sering dipakai
dalam karya seni yang berlandaskan agama
atau kepercayaan dan dalam lingkungan
tertentu untuk mendukung nilai-nilai
kejiwaan seperti keagungan, kekhidmatan,
kekhusukan dan sebagainya. Contoh
penampilan prinsip keseimbangan formal
dalam karya senirupa ialah dalam pembuatan
disain yang simetris dan statis. Disain grafis
untuk piagam atau ijazah yang simetris
memberikan kesan resmi dan formal. Disain
simetris ini juga dapat dipakai untuk
mendirikan bangunan gereja seperti bagian
atap, penempatan jendela dan tiang dan lain
sebagainya. Demikian pula dalam menyusun
komposisi garis, bidang, bentuk dan warna
untuk karya-karya senirupa yang sifatnya
resmi didasarkan pada komposisi yang
simetris dan statis.
keseimbangan informal; pada karya
menampilkan nilai kebalikan dari
keseimbangan formal yaitu menghendaki sifat
lincah, hidup, penuh dengan dinamika dan
pada prinsip keseimbangan informal ini
menghasilkan disain asimetris.
keseimbangan radial; disamping prinsip
keseimbangan formal dan prinsip
keseimbangan informal pada karya masih
dapat ditemukan ciptaan yang berdasarkan
prinsip keseimbangan yang lain, seperti
keseimbangan radial yaitu keseimbangan
yang memberikan kesan memusat atau
sentral. Dalam prinsip keseimbangan radial
terdapat unsur penting yang diletakkan di
pusat pada rancangan disainnya. Pada karya
senirupa dapat dikemukakan contoh yang
banyak dijumpai pada arsitektur. Penempatan
bagian-bagaian dari tiap jenjang yang tampak
pada denah Candi Borobudur terasa adanya
unsur utama dalam keseluruhan bangunan
yang dipentingkan, yaitu induk stupa di
puncak candi. Secara keseimbangan radial
semua unsur dari candi itu secara fisik
terpusatkan pada induk stupa di puncak.
3.Irama (Rhythm)
dalam penciptaan karya seni untuk
menekankan keseimbangan yang mendukung
gerak (movement) atau arah (direction)
dengan menggunakan unsur-unsur seni.
Irama dapat dihayati secara visual atau auditif
jika ada gerak seperti yang dapat kita hayati
pula di alam, misalnya irama dari gelombang
laut, gerakkan gumpalan awan, gelombang
suara dari angin dan lain sebagainya. Gerak
atau arah tersebut dapat menggugah
perasaan tertentu seperti keberaturan,
berkelanjutan, dinamika dan sebagainya.
Sesuai dengan kehadiran gerak dan arah
tersebut maka irama yang tampil dalam karya
meliputi:
Irama berulang (repetitif): dapat dijumpai
pada penempatan jendela atau pintu pada
sebuah bangunan dengan jarak yang sama
serta ukuran yang sama pula. Hal serupa
dapat kita jumpai pada susunan bagian-
bagian dari suatu taman yang serba berulang
dan teratur sehingga menimbulkan kesan
irama yang berulang.
Irama silih berganti (alternatif): dipakai dalam
penciptaan karya senirupa untuk tidak
sekedar mengulang-ulang unsur-unsur seni
dalam bentuk dan warna yang sama, tetapi
mencari kemungkinan lain dalam usaha untuk
menimbulkan kesan irama.
irama laju/ membesar atau mengecil
(progresif): lebih mudah dapat dihayati dalam
seni gerak. Dalam penempatan unsur-unsur
garis, bentuk dan warna pada komposisi
prinsip irama laju (progresif) dapat dicapai
dengan jarak dan arah tertentu.
Irama lamban atau beralun/ mengalir atau
bergelombang: prinsip ini kebalikkan dari
irama laju yang dapat dicapai dalam karya
seni.
4.Proporsi
Adalah prinsip dalam penciptaan karya untuk
menekankan hubungan satu bagian dengan
bagian lain dalam usaha memperoleh
kesatuan melalui penggunaan unsur-unsur
seni.
Proporsi sebagai prinsip dalam penentuan
nilai estetik, oleh seniman dipakai untuk
memberikan kesan kesatuan bentuk ekspresi.
Hal ini dapat dilaksanakan berdasarkan
perhitungan matetamtis dan ilmiah seperti
pada seni patung Yunani dn arsitektur Mesir,
tapi juga berdasarkan emosi dan intusi sesuai
dengan kebebasan seniman.
Hukum proporsi yang dikenal adalah golden
section dari orang Yunani yang juga dipakai
kembali oleh pematung dan pelukis pada
masa Rennaissance. Sejak awal masa filsafat
Yunani orang telah berusaha untuk
menemukan hukum-hukum geometris
didalam seni, karena apabila seni (yang
menurut mereka identik dengan keindahan)
adalah harmoni, sedangkan harmoni adalah
proporsi yang cocok dari hasil pengamatan,
tentulah masuk akal untuk menganggap
bahwa proporsi-proporsi tersebut sudah
tertentu. Maka proporsi geometris yang
terkenal dengan nama golden section itu
selama berabad-abad dipandang sebagai
jawaban dari misteri seni ini dan ternyata
pemakaiannya amat universal, tidak sekedar
didalam seni tetapi juga di alam, yang pada
suatu saat diperlakukan dengan
menggunakan pandangan keagamaan.
Seringkali golden section dipergunakan untuk
menentukan proporsi yang tepat antara
panjang dan lebar pada empat persegi
panjang pada jendela dan pintu-pintu, pigura-
pigura serta buku atau majalah.
Di Bali kita kenal Hasta Kosala-Kosali yang
berasal dari unit tubuh manusia untuk
mengukur proporsi bangunan.
5.Aksentuasi/Dominasi (Emphasis)
Merupakan prinsip dalam penciptaan karya
yang mengikat unsur-unsur seni dalam
kesatuan. Prinsip aksentuasi menampilkan
pusat perhatian dari seluruh kesatuan karya.
Ada beberapa cara dalam menempatkan
aksentuasi, yaitu:
pengelompokan yaitu dengan
mengelompokkan unsur-unsur yang sejenis.
Misalnya mengelompokkan unsur yang
sewarna, sebentuk dan sebagainya.
Pengecualian yaitu dengan cara
menghadirkan suatu unsur yang berbeda dari
lainnya.
Arah yaitu dengan menempatkan aksentuasi
sedemikian rupa sehingga unsur yang lain
mengarah kepadanya.
Kontras yaitu perbedaan yang mencolok dari
suatu unsur di antara unsur yang lain.
Misalnya menempatkan warna kuning di
antara warna-warna teduh.
1. Kesatuan (Unity)Kesatuan merupakan
salah satu prinsip dasar tata rupa yang
sangat penting. Tidak adanya kesatuan
dalam sebuah karya rupa akan membuat
karya tersebut terlihat cerai-berai, kacau-
balau yang mengakibatkan karya tersebut
tidak nyaman dipandang. Prinsip ini
sesungguhnya adalah prinsip hubungan.
Jika salah satu atau beberapa unsur rupa
mempunyai hubungan (warna, raut, arah,
dll), maka kesatuan telah tercapai.
2. Keseimbangan (Balance)Karya seni
dan desain harus memiliki keseimbangan
agar nyaman dipandang dan tidak
membuat gelisah. Seperti halnya jika kita
melihat pohon atau bangunan yang akan
roboh, kita measa tidak nyaman dan
cenderung gelisah. Keseimbangan adalah
keadaan yang dialami oleh suatu benda
jika semua dayan yang bekerja saling
meniadakan. Dalam bidang seni
keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi
dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan
dimana semua bagian dalam sebuah karya
tidak ada yang saling membebani.
3. Proporsi (Proportion)Proporsi
termasuk prinsip dasar tata rupa untuk
memperoleh keserasian. Untuk
memperoleh keserasian dalam sebuah
karya diperlukan perbandingan –
perbandingan yang tepat. Pada dasarnya
proporsi adalah perbandingan matematis
dalam sebuah bidang. Proporsi Agung
(The Golden Mean) adalah proporsi yang
paling populer dan dipakai hingga saat ini
dalam karya seni rupa hingga karya
arsitektur. Proporsi ini menggunakan
deret bilangan Fibonacci yang mempunyai
perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai
8 : 13. Konon proporsi ini adalah
perbandingan yang ditemukan di benda-
benda alam termasuk struktur ukuran
tubuh manusia sehingga dianggap
proporsi yang diturunkan oleh Tuhan
sendiri. Dalam bidang desain proporsi ini
dapat kita lihat dalam perbandingan
ukuran kertas dan layout halaman.
4. Irama (Rhythm)Irama adalah
pengulangan gerak yang teratur dan terus
menerus. Dalam bentuk –bentuk alam
bisa kita ambil contoh pengulangan gerak
pada ombak laut, barisan semut, gerak
dedaunan, dan lain-lain. Prinsip irama
sesungguhnya adalah hubungan
pengulangan dari bentuk –bentuk unsur
rupa.
5. Dominasi (Domination)Dominasi
merupakan salah satu prinsip dasar
tatarupa yang harus ada dalam karya seni
dan deisan. Dominasi berasal dari kata
Dominance yang berarti keunggulan . Sifat
unggul dan istimewa ini akan menjadikan
suatu unsure sebagai penarik dan pusat
perhatian. Dalam dunia desain, dominasi
sering juga disebut Center of Interest,
Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi
mempunyai bebrapa tujuan yaitu utnuk
menarik perhatian, menghilangkan
kebosanan dan untuk memecah
keberaturan.
Makalah Seni Rupa: Nirmana
A. PENGERTIAN RUPA DASAR (NIRMANA)
Nirmana adalah pengorganisasian atau
penyusunan elemen-elemen visual seperti
titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi
satu kesatuan yang harmonis. Nirmana dapat
juga diartikan sebagai hasil angan-angan
dalam bentuk dwimatra, trimatra yang harus
mempunyai nilai keindahan. Nirmana disebut
juga ilmu tatarupa.
B. ELEMEN-ELEMEN DALAM SENI RUPA
Elemen-elemen seni rupa dapat
dikelompokan menjadi 4 bagian berdasarkan
bentuknya.
1. Titik, titik adalah suatu bentuk kecil yang
tidak mempunyai dimensi. Raut titik yang
paling umum adalah bundaran sederhana,
mampat, tak bersudut dan tanpa arah.
2. Garis, garis adalah suatu hasil goresan
nyata dan batas limit suatu benda, ruang,
rangkaian masa dan warna.
3. Bidang, bidang adalah suatu bentuk pipih
tanpa ketebalan, mempunyai dimensi pajang,
lebar dan luas; mempunyai kedudukan, arah
dan dibatasi oleh garis.
4. Gempal, gempal adalah bentuk bidang yang
mempunyai dimensi ketebalan dan
kedalaman.
C. KOSA RUPA
Kosa rupa adalah unsur-unsur dasar
terbentuknya sebuah wujud visual, baik dua
dimensi, tiga dimensi, maupun wujud warna.
Unsur dasar untuk bangun dua dimensi
adalah segitiga, persegi, lingkaran, dan
bangun organik.
Unsur dasar untuk bangun tiga dimensi
adalah balok, prisma, bola, dan wujud tak
beraturan.
Sedangkan untuk warna adalah merah,
kuning, dan biru, serta dapat dilengkapi
dengan warna putih, hitam, dan warna
mengkilap (silver).
Kosa rupa dapat diperkaya dengan berbagai
pengembangan dari bentuk dasar.
Ada berbagai teknik mengolah rupa dasar.
Antara lain dengan cara menata,
mengkomposisi¬kan, mengatur, menyusun,
menciptakan variasi, ataupun merancang
unsur rupa itu menjadi sesuatu yang
menggugah persepsi pengamat.
D. PRINSIP PENGOLAHAN SENI RUPA DASAR
Beberapa prinsip dalam mengolah rupa dasar
yang umum antara lain sebagai berikut :
1. Simetri adalah dua atau lebih unsur rupa
yang sama dan diletakkan sejajar atau
berdekatan serta di antara unsur rupa
tersebut mengandung kesamaan/kemiripan.
2. Irama adalah kesan bergerak sebuah garis,
warna, atau bentuk, baik secara berulang
maupun dinamis, sehingga secara
keseluruhan tidak monoton. Bentuk yang
berirama dapat dimengerti sebagai bentuk
yang dinamis, perwujudannya dapat berupa
bentuk yang lembut, tiba-tiba “keras”,
kemudian halus lagi, kemudian “keras”.
• Irama-normal
• Irama-mengalir
• Irama progresif
3. Keseimbangan adalah penempatan unsur
rupa dalam satu bidang baik secara beraturan
maupun acak yang menekankan aspek
keseimbangan komposisi unsur-unsur rupa di
dalamnya (warna, bidang, dan bentuk).
Keseimbangan dapat dicapai melalui
penyusunan unsur rupa yang simetri
(keseimbangan simetris) atau dengan
peletakan bentuk yang dinamis
(keseimbangan asimetris)
• Keseimbangan Simetris:
• Keseimbangan Asimetris
• Keseimbangan radial
4. Proporsi (Proportion), Proporsi termasuk
prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh
keserasian. Untuk memperoleh keserasian
dalam sebuah karya diperlukan perbandingan
–perbandingan yang tepat. Pada dasarnya
proporsi adalah perbandingan matematis
dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The
Golden Mean) adalah proporsi yang paling
populer dan dipakai hingga saat ini dalam
karya seni rupa hingga karya arsitektur.
Proporsi ini menggunakan deret bilangan
Fibonacci yang mempunyai perbandingan
1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon
proporsi ini adalah perbandingan yang
ditemukan di benda-benda alam termasuk
struktur ukuran tubuh manusia sehingga
dianggap proporsi yang diturunkan oleh
Tuhan sendiri. Dalam bidang desain proporsi
ini dapat kita lihat dalam perbandingan
ukuran kertas dan layout halaman.
5. Harmoni adalah suatu pola rupa yang
ditempatkan dalam satu bidang dan
mengutamakan aspek keselarasan antar
unsur rupa di dalamnya. Harmoni dalam
bahasa rupa terbentuk karena adanya unsur-
unsur keseimbangan, keteraturan, kesatuan,
dan kepaduan yang masing-masing saling
mengisi dan berimbang selaras. Pertimbangan
komposisi demi terciptanya harmoni
secara simetris, dan terciptanya harmoni
secara dinamis.
Terciptanya kondisi harmoni pada susunan
harmonis dua lampu yang sama
susunan kursi dengan aneka bentuk tetapi
warna don posisi berbeda.
6. Kesatuan adalah paduan dari berbagai
unsur rupa yang membentuk sebuah konsep
ketautan dan pengikatan sehingga
menimbulkan kesan satu bentuk yang
mengikat antara satu dengan yang lainnya
secara baik.
• Kesatuan-kesinambungan
• Kesatuan-Alignment
• Kesatuan-konsistensi
7. Dominasi (Domination). Dominasi
merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa
yang harus ada dalam karya seni dan deisan.
Dominasi berasal dari kata Dominance yang
berarti keunggulan . Sifat unggul dan
istimewa ini akan menjadikan suatu unsure
sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam
dunia desain, dominasi sering juga disebut
Center of Interest, Focal Point dan Eye
Catcher. Dominasi mempunyai bebrapa
tujuan yaitu utnuk menarik perhatian,
menghilangkan kebosanan dan untuk
memecah keberaturan.
• Fokus Hirarki
• Fokus kontras
8. Aksentuasi adalah penyajian unsur
pembeda pada satu ungkapan rupa agar tidak
berkesan monoton dan membosankan. Unsur
aksentuasi dapat dibuat dengan warna
kontras, bentuk berbeda, atau irama yang
berbeda dari keseluruhan ungkapan.
9. Varian adalah penyajian bahasa rupa yang
seragam namun dibedakan pada besaran atau
warnanya saja. Varian dapat dikomposisikan
berupa sistem modul atau perulangan
bentuk.
10. Dinamika adalah penyajian bahasa rupa
dengan berbagai unsur yang amat bervariasi
di dalamnya, baik unsur bentuk, bidang,
motif, maupun warna. Namun unsur
keseimbangan, contras, dan kesatuan tetap
dipertimbangkan.
11. Gradasi adalah susunan warna atau
bentuk yang berjajar dari nada terkuat hingga
terendah, atau sebaliknya. Gradasi dapat
dicapai melalui warna, bidang, ataupun
bangun tiga dimensi.
Penyusunan merupakan suatu proses
pengaturan atau disebut juga komposisi dari
bentuk-bentuk menjadi satu susunan yang
baik. Ada beberapa aturan yang perlu
digunakan untuk menyusun bentuk-bentuk
tersebut. Walaupun penerapan prinsip-
prinsip penyusunan tidak bersifat mutlak,
namun karya seni yang tercipta harus layak
disebut karya yang baik. Perlu diketahui
bahwa prinsip-prinsip ini bersifat subyektif
terhadap penciptanya.
Dalam ilmu desain grafis, selain prinsip-
prinsip diatas ada beberapa prinsip utama
untuk tujuan komunikasi dari sebuah karya
desain.
1. Ruang Kosong (White Space). Ruang kosong
dimaksudkan agar karya tidak terlalu padat
dalam penempatannya pada sebuah bidang
dan menjadikan sebuah obyek menjadi
dominan.
2. Kejelasan (Clarity). Kejelasan atau clarity
mempengaruhi penafsiran penonton akan
sebuah karya. Bagaimana sebuah karya
tersebut dapat mudah dimengerti dan tidak
menimbulkan ambigu/ makna ganda.
3. Kesederhanaan (Simplicity). Kesederhanaan
menuntut penciptaan karya yang tidak lebih
dan tidak kurang. Kesederhanaan seing juga
diartikan tepat dan tidak berlebihan.
Pencapaian kesederhanaan mendorong
penikmat untuk menatap lama dan tidak
merasa jenuh.
4. Emphasis (Point of Interest). Emphasis atau
disebut juga pusat perhatian, merupakan
pengembangan dominasi yang bertujuan
untuk menonjolkan salah satu unsur sebagai
pusat perhatian sehingga mencapai nilai
artistik.