Anda di halaman 1dari 8

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dunia keperawatan di Indonesia terus berkembang, seiring dengan
meningkatnya strata pendidikan keperawatan di Indonesia. Akses informasi
yang sangat cepat di seluruh dunia membawa efek pada kemajuan yang cukup
berarti di keperawatan (Jasun, 2006).
Keperawatan di Indonesia di masa depan sampai saat ini masih berada
dalam proses mewujudkan keperawatan sebagai profesi, maka akan terjadi
beberapa perubahan dalam aspek keperawatan yaitu : penataan pendidikan
tinggi keperawatan, pelayanan dan asuhan keperawatan, pembinaan dan
kehiduoan kkeprofesian, dan peanataan lingkungan untuk perkembangan
keperawatan. Pelayanan keperawatan melalui pelaksanaan fungsi
perencanaan, pengorganisasia, pengaturan ketenagaan, pengarahan, evaluasi
dan pengendalian mutu keperawatan (Suryanto, 2007)
Mutu adalah merupakan suatu proses pemenuhan kebutuhan dan
harapan konsumen baik internal maupun eksternal (Azzap, 2009). Dalam
rangka menuju era globalisasi, rumah sakit juga dihadapkan pada berbagai
perubahan eksternal, seperti perubahan tata ekonomi dunia, arus informasi
tanpa batas, pola penyakit, pola demografi penduduk, teknologi, peralatan
rumah sakit, yang semua itu akan berdampak pada perubahan tata nilai dan
tuntutan masyarakat yang merupakan sebuah system, salah satunya praktek
keperawatan.
Keperawatan sebagai pelayanan atau asuhan profesional bersifat
humanistik, menggunakan pendekatan holistik, dilakukan berdasarkan ilmu
dan kiat keperawatan, berorientasi kepada kebutuhan objektif lain, mengacu
pada standar profesional keperawatan dan menggunakan etika keperawatan
sebagai tuntutan umum. Perawat dituntut untuk selalu melaksanakan asuhan
keperawatan dengan benar atau rasional dan baik atau etika (Nursalam,
2007).

1
Pemberian asuhan keperawatan yang baik dan benar dapat menjadikan
kepuasan pasien yang tergantung pada kualitas pelayanan. Tenaga perawat
sebagai salah satu tenaga yang mempunyai kontribusi besar bagi pelayanan
kesehatan, mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, seorang
perawat harus mampu melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar,
yaitu mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi (Swanburg, 2000)
Manajemen keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang
menggunakan konsep-konsep manajemen yang di dalamnya meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dalam rangka
mencapai tujuan tertentu. Unsur-unsurnya dikelola oleh seorang manajer yang
meliputi orang, metode, materi, anggaran, waktu dan pemasaran (Kusnanto,
2006).
Manajemen menurut Nursalam (2007), merupakan suatu pendekatan
yang dinamis dan proaktif dalam menjalankan suatu kegiatan di organisasi, di
dalam Manajemen tersebut mencakup kegiatan POAC (Planning, Organizing,
Actuating, Controlling) terhadap staf, sarana dan prasarana dalam mencapai
tujuan organisasi. Keempat fungsi tersebut saling berhubungan dan
memerlukan keterampilan-keterampilan teknis, hubungan antar manusia,
konseptual yang mendukung asuhan keperawatan yang bermutu, berdaya guna
dan berhasil guna bagi masyarakat.
Manajemen keperawatan merupakan pelayanan keperawatan
profesional dimana tim keperawatan dikelola dengan menjalankan empat
fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, motivasi dan
pengendalian. Keempat unsur tersebut saling berhubungan dan memerlukan
ketrampilan-ketrampilan teknis, hubungan antar manusia, dan konseptual yang
mendukung tercapainya suatu tujuan. Seluruh aktivitas manajemen baik
kognitif, afektif dan psikomotor berada dalam satu atau lebih dari fungsi-
fungsi utama yang bergerak secara simultan (Swanburg, 2006). Manajemen
keperawatan adalah suatu tugas khusus yang harus dilaksanakan oleh
pengelola keperawatan untuk merencanakan, mengorganisasikan,
mengarahkan serta mengawasi sumber-sumber yang ada, baik sumber daya
maupun dana sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan yang efektif
baik kepada pasien, keluarga dan masyarakat.
Kepuasan pasien tergantung pada kualitas pelayanan. Pelayanan adalah
semua upaya yang dilakukan karyawan untuk memenuhi keinginan
pelanggannya dengan jasa yang akan diberikan. Suatu pelayanan dikatakan
baik oleh pasien, ditentukan oleh kenyataan apakah jasa yang diberikan bisa
memenuhi kebutuhan pasien, dengan menggunakan persepsi pasien tentang
pelayanan yang diterima (memuaskan atau mengecewakan, juga termasuk
lamanya waktu pelayanan).
Pelayanan adalah semua upaya yang dilakukan karyawan untuk
memenuhi keinginan pelanggannya dengan jasa yang akan diberikan. Suatu
pelayanan dikatakan baik oleh pasien, ditentukan oleh kenyataan apakah jasa
yang diberikan bisa memenuhi kebutuhan pasien, dengan menggunakan
persepsi pasien tentang pelayanan yang diterima (memuaskan atau
mengecewakan, juga termasuk lamanya waktu pelayanan). Kepuasan dimulai
dari penerimaan terhadap pasien dari pertama kali datang, sampai pasien
meninggalkan rumah sakit. Pelayanan dibentuk berdasarkan 4 prinsip Service
Quality yaitu kecepatan, ketepatan, keramahan dan kenyamanan layanan. Dan
pelayanan keperawatan tersebut harus dikelola secara profesional melalui
manajemen keperawatan (Nursalam, 2008).
Manajemen keperawatan diaplikasikan dalam tatanan pelayanan nyata
di rumah sakit, sehingga perawat perlu memahami bagaimana konsep dan
aplikasinya di dalam organisasi keperawatan itu sendiri. Ciri–ciri mutu
asuhan keperawatan yang baik antara lain memenuhi standar profesi yang
ditetapkan, sumber daya untuk pelayanan asuhan keperawatan dimanfaatkan
secara wajar, efisien, dan efektif, aman bagi pasien dan tenaga keperawatan,
memuaskan bagi pasien dan tenaga keperawatan serta aspek sosial, ekonomi,
budaya, agama, etika dan tata nilai masyarakat diperhatikan dan dihormati.
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping sebagai salah satu
penyelenggara pelayanan kesehatan, pendidikan dan penelitian serta usaha lain
di bidang kesehatan, bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan
senantiasa berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Agar tujuan tersebut
dapat terlaksana, rumah sakit perlu didukung dengan adanya organisasi yang
mantap dan manajemen yang baik dengan berorientasi pada mutu pelayanan
bagi masyarakat. Perawat sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan,
dituntut untuk memiliki kemampuan manajerial yang tangguh sehingga
pelayanan yang diberikan mampu memuaskan kebutuhan klien. Kemampuan
manajerial yang tangguh yang dimiliki perawat dapat dicapai melalui banyak
cara, untuk mewujudkan hal tersebut perawat dituntut mempunyai
pengetahuan, teori dan konsep yang mendasari keterampilan manajerial. Salah
satu cara untuk meningkatkan keterampilan manajerial yang handal selain
didapatkan dibangku kuliah, mahasiswa STIKes Muhammadiyah Palembang
juga melalui pembelajaran praktikan dilahan praktek tentang manajemen
keperawatan di Ruang Ar Royan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
Gamping yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 23 Januari 2018
sampai tanggal 26 Januari 2018.
Praktek klinik keperawatan mata kuliah manajemen keperawatan yang
dilakukan oleh mahasiswa Program Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Palembang di Ruang Ar Royan Lantai 2
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping.
Berdasarkan pengkajian primer yang kami dapatkan secara singkat di
Ruang Ar Royan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping merupakan
ruang perawatan dewasa perempuan yang memberikan perawatan pada pasien
perempuan dewasa. Fasilitas yang dsediakan dalam Ruang Ar Royan Rumah
Sakit Muhammadiyah Gamping ini disesuaikan dengan kebutuhan perawatan
pasien.
Mahasiswa Program Profesi Ners PSIK STIKes Muhammadiyah
Palembang dituntut untuk dapat mengaplikasikan langsung pengetahuan
manajerialnya di Ruang Ar Royan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
Gamping. Dengan arahan dari pembimbing lapangan, kerjasama ruangan dan
bidang keperawatan maupun dari pembimbing akademik secara intensif,
diharapkan kami mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang didapat dan
mengelola ruang perawatan dengan pendekatan proses manajemen dan
membantu meningkatkan mutu dan kualitas dalam pelayanan di Ruang Ar
Royan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah melakukan praktek manajemen keperawatan selama 4 hari di
ruang Ar Royan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping mahasiswa
mampu memahami manajemen keperawatan baik pengelolaan sarana
maupun kegiatan keperawatan dalam tatanan klinik.

2. Tujuan khusus
Secara kelompok dan individu, mahasiswa dapat menunjukkan
kemampuan dalam hal :

a. Melakukan pengkajian dalam proses pengumpulan data di Ruang Ar


Royan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping.
b. Menganalisis data dan memahami masalah-masalah dalam
pengorganisasian asuhan keperawatan di Ruang Ar Royan Rumah
Sakit PKU Muhammadiyah Gamping.
c. Mengidentifikasi masalah yang telah ditemukan kelompok di Ruang
Ar Royan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping.
d. Memprioritaskan masalah yang sudah diidentifikasi di Ruang Ar
Royan Lantai 2 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping.
e. Merencanakan beberapa alternatif pemecahan masalah yang
disepakati oleh kepala ruangan di Ruang Ar Royan Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Gamping.
f. Mengorganisasikan pelaksanaan kegiatan keperawatan di Ruang Ar
Royan Lantai 2 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping
g. Melakukan usaha–usaha koordinasi kegiatan keperawatan dengan
perawat di Ruang Ar Royan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
Gamping
h. Memilih dan menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai di ruang
rawat inap dan memilih dan menerapkan gaya pendekatan dan strategi
dalam mempengaruhi orang lain untuk pencapaian tujuan praktek
manajemen keperawatan di Ruang Ar Royan Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Gamping.
i. Melaksanakan magang supervisi dalam satu shift oleh masing –
masing Ners.

C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


1. Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan praktek manajemen keperawatan ini dilaksanakan
berlangsung selama 4 hari dari tanggal 23 Januari 2018 sampai tanggal 26
Januari 2018.
2. Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan praktek manajemen keperawatan ini dilaksanakan di
Ruang Ar Royan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping.

D. Cara Pengkajian
Metode pengambilan data yaitu dengan menggunakan metode kuesioner,
observasi, wawancara dan studi dokumen.
1. Metode kuesioner yaitu pengumpulan data dengan cara menggunakan
lembar kuesioner yang dibagikan kepada semua perawat termasuk
kepala ruangan, ketua tim, pasien dan keluarga pasien.
2. Observasi yaitu suatu cara dengan melihat dan mengobervasi secara
langsung seluruh kegiatan yang ada diruangan.
3. Metode wawancara yaitu pengumpulan data dengan melakukan
wawancara secara lisan kepada narasumber seperti kepala ruangan,
ketua tim, perawat pelaksana, pasien serta keluarga pasien.
4. Studi dokumen yaitu pengambilan data awal dari rekam medik, Karu
dan perawat pelakasana.
E. Kategori Penilaian
Kategori penilaian berdasarkan Arikunto (2006), yang akan diberikan
pada masing-masing komponen instrumen pengumpulan data 5M (Man,
Maoney, Material, Method, Pasien), Instrumen A (Penerapan asuhan
keperawatan), Instrumen B (Kepuasan Keluarga Pasien), Instrumen C
(Standar Prosedur Operasional), SP2KP (Kepala Ruangan, Ketua Tim,
Perawat Pelaksana, Timbang Terima). Kategori penilaian ini untuk
menentukan nilai atau analisa yang terbagi dalam 3 kategori yaitu baik, cukup,
dan kurang dengan rentang nilai sebagai berikut
1. Kategori baik > 75 %
2. Kategori cukup 60-75 %
3. Kategori kurang <60 %
Dengan keterangan :
Apabila kriteria dengan kategori baik >75% tapi salah satu poin yang penting
didalam instrumen tidak dilaksanakan maka akan dijadikan masalah.

F. Praktikan
1. Mahasiswa
Praktik Klinik Keperawatan Stase Manajemen Keperawatan
Mahasiswa Program Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Muhammadiyah Palembang terdiri dari 9 mahasiswa yaitu:
a. Aprianto Guntur Irawan, S.Kep
b. Erie Tiku Bahari, S.Kep
c. Mia Eka Anggraini, S.Kep
d. Naim Mathus Shofroh, S.Kep
e. Ria Oktarina, S.Kep
f. Riajeng Dwi Safitri
g. Rini Salamah, S.Kep
h. Uswatun Khasanah, S.Kep
i. Vivi Sovianti, S.Kep
2. Pembimbing
a. Pembimbing Akademik :
1. Agus Suryaman, S.Kep.Ns
b. Pembimbing lapangan/ Perseptor yaitu :
1. Ratna Tri Susanti, S.Kep.Ns