Anda di halaman 1dari 20

71

BAB V

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin

Palembang

1. Sejarah Perkembangan

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin

Palembang terletak di pusat Kota Palembang dengan bangunan seluas

92.936,37 m2 dan luas lahan 218.455 m2. Pada mulanya RSUP Dr.

Mohammad Hoesin Palembang dibangun pada tahun 1953 yang dibiayai

oleh pemerintah pusat atas prakarsa Menteri Kesehatan Republik

Indonesia yang saat itu dijabat oleh Dr. Mohammad Ali (Lie Kiat Teng).

Pertimbangan untuk membangun rumah sakit ini karena pada saat itu

belum ada rumah sakit yang memadai. Pada tanggal 3 Januari 1957, rumah

sakit ini mulai beroperasi dan dapat melayani masyarakat se-Sumatera

Bagian Selatan yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi

dan Bangka Belitung. Pada saat itu RSUP Dr. Mohammad Hoesin

Palembang baru memiliki pelayanan rawat jalan dan rawat inap dengan

fasilitas 78 tempat tidur, kemudian melengkapi fasilitas pelayanan

laboraturium, apotik, radiologi, emergency, dan peralatan penunjang

medik lainnya.
72

RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dahulu bernama Rumah

Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, RSUP Dr. Mohammad

Hoesin Palembang resmi menggunakan nama RSUP Dr. Mohammad

Hoesin Palembang pada tanggal 4 Oktober 1997, berdasarkan SK Menteri

Kesehatan RI No: 1297/Menkes/SK/XI/1997. Tahun 2000 dengan PP

No.122/2000, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang ditetapkan

sebagai salah satu dari 13 rumah sakit pemerintah menjadi rumah sakit

perusahaan jawatan di Indonesia dan operasionalnya dimulai tanggal 01

Januari 2002.

Tahun 2003 RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang telah

menyediakan pelayanan rawat jalan tanpa antri, yaitu di Graha Spesialis,

yang diresmikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan mulai

operasional berdasarkan surat keputusan direktur utama No. KR. 01. 06. 1.

583. Graha Spesialis tersebut merupakan salah satu pelayanan unggulan

RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.

Tanggal 27 Desember 2005 RSUP Dr. Mohammad Hoesin

Palembang ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum (BLU) diatur

dengan Permenkes RI No: 1680/Menkes/Pek/XII/2005, sedangkan untuk

fasilitas patologi anatomi dan rehabilitas medis akan di tempatkan pada

bangunan lain setelah di renovasi pada tahun 2007, demikian juga

pembuatannya akan di lengkapi sesuai dengan standar pelayanan.


73

Seiring dengan perkembangan waktu, rumah sakit ini semakin

berkembang baik sarana maupun prasarana. Melalui berbagai persiapan

dan pembinaan serta penilaian dari tim survei komisi gabungan Akreditasi

Rumah Sakit, maka dengan keputusan menteri kesehatan sejak tanggal 12

September 2009 enam belas pelayanan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin

Palembang telah memperoleh status terakreditasi. Pada saat ini RSUP Dr.

Mohammad Hoesin Palembang menjadi rumah sakit tipe A dan menjadi

rumah sakit terbesar serta sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan se-

Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung.

Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) saat ini RSUP Dr.

Mohammad Hoesin Palembang memiliki 1.713 Sumber Daya Manusia

yang terdiri dari sebagai berikut:

Tabel 5.1
Jumlah Pegawai di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
tahun 2010

Jumla Persentas
Sumber Daya Manusia h e
Dokter Umum 40 orang 2,12 %
Dokter PPDS 249 orang 13,20 %
Dokter Gigi 6 orang 0,33 %
Dokter Spesialis 158 orang 8,38 %
Dokter Spesialis Gigi 1 orang 0,05 %
Dokter Brigade Siaga Bencana 3 orang 0,16 %
Tenaga Keperawatan atau Bidan 732 orang 38,81 %
Tenaga Apoteker 11 orang 0,58 %
Paramedis Nonkeperawatan 186 orang 9,86 %
Tenaga Nonkesehatan 500 orang 26,51 %
Jumlah 1713 orang 100 %
(Sumber Data : Bagian SDM RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang)
74

Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa tenaga perawat atau

bidan adalah tenaga terbanyak dari keseluruhan Sumber Daya Manusia di

RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang yaitu 732 (38,81%), dan dokter

spesialis gigi adalah tenaga paling sedikit, yaitu 1 orang (0,05%) dari

keseluruhan tenaga di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.

2. Visi

Visi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang yaitu: ”Menjadi

rumah sakit pusat pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian yang

terbaik dan bermutu se-Sumatera Bagian Selatan”.

3. Misi

a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan

berkualitas tinggi.

b. Menyelenggarakan jasa pendidikan dan penelitian dalam bidang

kedokteran dan kesehatan.

c. Menyelenggarakan promosi kesehatan.

4. Motto

Motto RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang yaitu:

”Kesembuhan dan Kepuasan Anda merupakan Kebahagiaan Kami”.

5. Tujuan

Adapun tujuan RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang adalah

sebagai berikut:

a. Meningkatkan derajat kesehatan dan senantiasa berorientasi

pada kepentingan masyarakat.


75

b. Meningkatkan citra pelayanan pemerintah kepada masyarakat

dalam bidang kesehatan.

c. Menghasilkan tenaga dokter, dokter spesialis dan keperawatan

yang berkualitas dan bermoral tinggi.

6. Fungsi

Adapun fungsi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang adalah

sebagai berikut:

a. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam bentuk

pelayanan promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif.

b. Pengembangan pelayanan, pendidikan dan penelitian dibidang

kegawatdaruratan, gastroentrologi, rehabilitasi medis, kardiovaskular,

stroke, reproduksi, transplantasi serta pelayanan penunjang.

c. Pelayanan kesehatan lainnya, seperti pendidikan, penelitian dan

usaha lain dalam bidang kesehatan.

7. Budaya

S : Senyum, sapa, santun. Semua petugas rumah sakit dalam memberi

pelayanan kepada masyarakat harus bersikap ramah tamah dengan

menunjukkan air muka yang jernih dan ikhlas.

E: Efisien dan efektif dalam melaksanakan semua aktifitas di rumah

sakit, petugas harus selalu melakukan efisiensi untuk mencapai

tujuan.
76

H: Harmonis. Terdapat keserasian atau keharmonisan dalam kerjasama

antara petugas medis, paramedis dan non medis dengan pasien dan

keluarga pasien serta pengguna jasa rumah sakit yang lainnya.

A: Akuntabilitas. Semua kegiatan pelayanan dan transaksi keuangan

harus dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dan ilmiah

serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

T: Transparansi. Ada keterbukaan di segenap aspek kegiatan.

B. Gambaran Umum Ruang Penelitian

Instalasi Kebidanan dan Penyakit Kandungan Rumah Sakit Dr.

Mohammad Hoesin Palembang terdiri dari 2 lantai yang luas bangunan

masing-masing lantai 1.200 m2 dan terdiri dari 4 sayap:


a. Sayap A terdiri dari kamar bersalin dan kamar bayi.
b. Sayap B terdiri dari ruang perawatan pasien obstetri, ginekologi untuk

pasien VIP, kelas IA, IB, IIA dan ruang USG.


c. Sayap C terdiri dari ruang perawatan pasien obstetri, ginekologi dan

onkologi untuk pasien kelas IIB dan kelas III.


d. Sayap D bagian departemen obstetri dan ginekologi terdiri dari ruang

kepala departemen obstetri ginekologi, ruang konsulen, ruang konfrensi

dan perpustakaan.

Menurut peraturan Menkes No. 1680/MENKES/PER/XII/2005 tanggal

27 Desember 2005 Instalasi Rawat Inap Kebidanan dan Penyakit Kandungan

Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang dibawah koordinasi

direktorat medik, pihak yang bertanggung jawab atas pelayanan dalam


77

melakukan tugas adalah kepala instalasi yang dibantu oleh tenaga-tenaga

sebagai berikut:

Kepala Ruang Rawat : 3 Orang

Bidan PNS : 30 Orang

Bidan Honor : 33 Orang

Tenaga Pekarya PNS : 8 Orang

Tenaga Pekarya Honor : 10 Orang

Tenaga Pekarya honor Departemen : 4 Orang

Tenaga Gizi : 1 Orang

Tenaga Medical Record : 2 Orang ket 1 PNS 1 Honor

Tenaga Administrasi Honor : 1 Orang

93 Termasuk Kepala Instalasi

Tabel 5.2
Jumlah kapasitas tempat tidur terbagi dalam berbagai kelas
dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Kelas Perawatan Kapasitas Tempat Tidur


Ibu Bayi
VIP 4 4
Kelas IA 8 4
Kelas IB 6 6
Kelas IIA 6 4
Kelas IIB 5 4
Kelas III 54 14
Jumlah tempat tidur 83 36
Jumlah total 119
Sumber Data : Profil RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang

Tahun 2010.

C. Hasil Penelitian
78

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di IRNA Kebidanan

dan Penyakit Kandungan RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang di sayap

C pada tahun 2012, data yang dikumpulkan berjumlah 53 sampel. Hasil

penelitian ini disajikan dalam bentuk teks dan tabel, yaitu sebagai berikut:

1. Informasi Umum

a. Pendidikan

Pendidikan dalam penelitian ini dibagi dalam empat kategori,

yaitu SD, SMP, SMA dan DIII/S1.

Tabel 5.3 Distribusi Responden Menurut Pendidikan di IRNA


Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP Dr. Mohammad
Hoesin Palembang Tahun 2012

Pendidikan Frekuensi Persentase (%)


SD 17 32
SMP 18 34
SMA 15 28,3
DIII/S1 3 5,7
Jumlah 53 100

Berdasarkan tabel 5.3 hasil analisis distribusi frekuensi

diperoleh 18 responden (34%) dengan pendidikan SMP, 17 responden

(32%) dengan pendidikan SD, 15 responden (28,3%) dengan

pendidikan SMA dan 3 responden (5,7%) dengan pendidikan DIII/S1.

Berdasarkan latar belakang pendidikan formal yang telah

ditamatkan, terlihat bahwa responden banyak yang berpendidikan

menengah kebawah sebanyak 66% dari keseluruhan responden, yang


79

terdiri dari 18 (34%) responden berpendidikan SMP dan 17 (32%)

responden berpendidikan SD. Sedangkan untuk pendidikan menengah

dan tinggi mencakup sebanyak 34% yang terdiri dari 15 (28,3%)

berpendidikan SMA dan 3 (5,7%) berpendidikan DIII/S1.

2. Analisis Univariat

Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan

persentase dari setiap variabel. Analisa ini dilakukan untuk mengetahui

distribusi frekuensi faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan

(usia ibu, pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, kehamilan tidak diinginkan,

dukungan keluarga dan suami, fasilitas kesehatan, dan ekonomi) sebagai

variabel independen dan kejadian komplikasi kehamilan sebagai variabel

dependen. Hasil penelitian terhadap masing-masing variabel akan

diuraikan dibawah ini :

a. Kejadian Komplikasi Kehamilan

Kejadian komplikasi kehamilan dalam penelitian ini dibagi

dalam dua kategori, yaitu komplikasi dan tidak komplikasi.

Tabel 5.4 Distribusi Responden Menurut Kejadian Komplikasi


Kehamilan di IRNA Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP
Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2012
Kejadian Komplikasi
Frekuensi Persentase (%)
Kehamilan
Komplikasi 32 60,4
Tidak komplikasi 21 39,6
Jumlah 53 100
80

Berdasarkan tabel 5.4 distribusi frekuensi responden menurut kejadian

komplikasi kehamilan sebagian besar mengalami komplikasi

kehamilan (60,4%).

b. Usia Ibu

Usia ibu dalam penelitian ini dibagi dalam dua kategori, yaitu

berisiko (jika usia responden < 20 tahun atau > 35 tahun) dan tidak

berisiko (jika usia ibu antara 20-35 tahun).

Tabel 5.5 Distribusi Responden Menurut Usia Ibu di IRNA


Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP Dr. Mohammad
Hoesin Palembang Tahun 2012

Usia Kehamilan Frekuensi Persentase (%)


Berisiko (<20 tahun atau >35 tahun) 12 22,6
Tidak berisiko (20-35 tahun) 41 77,4
Jumlah 53 100

Berdasarkan tabel 5.5 usia responden sebagian besar dengan usia tidak

berisiko (77,4%).

c. Pekerjaan atau aktivitas sehari-hari

Pekerjaan atau aktivitas sehari-hari dalam penelitian ini dibagi

dalam dua kategori, yaitu berat (jika responden menjawab pertanyaan

7 dan 8 dengan jawaban “ya”) dan ringan (jika responden menjawab

salah satu atau keduanya dari pertanyaan 7 dan 8 dengan jawaban

“tidak”).
81

Tabel 5.6 Distribusi Responden Menurut Pekerjaan atau Aktivitas


sehari-hari di IRNA Kebidanan dan Penyakit Kandungan
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
Tahun 2012

Pekerjaan atau aktivitas sehari-


Frekuensi Persentase (%)
hari
Berat 33 62,3
Ringan 20 37,7
Jumlah 53 100

Berdasarkan tabel 5.6 pekerjaan atau aktivitas sehari-hari responden

tergolong berat (62,3%).

d. Kehamilan tidak diinginkan

Kehamilan yang tidak diinginkan dalam penelitian ini dibagi

dalam dua kategori, yaitu tidak diinginkan (jika ibu tidak

menginginkan dan menerima kehamilan) dan diinginkan (jika ibu

menginginkan dan menerima kehamilan).

Tabel 5.7 Distribusi Responden Menurut Kehamilan tidak


diinginkan di IRNA Kebidanan dan Penyakit Kandungan
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
Tahun 2012

Kehamilan tidak diinginkan Frekuensi Persentase (%)


Tidak Diinginkan 28 52,8
Diinginkan 25 47,2
Jumlah 53 100

Berdasarkan tabel 5.7 kehamilan responden sebagian besar tidak

menginginkan dan menerima kehamilannya (52,8%).


82

e. Dukungan Keluarga

Dukungan Keluarga dalam penelitian ini dibagi dalam dua

kategori, yaitu tidak mendapat dukungan (jika responden mampu

menjawab pertanyaan dengan benar < 75%) dan mendapat dukungan

(jika responden menjawab pertanyaan dengan benar > 75%)

Tabel 5.8 Distribusi Responden Menurut Dukungan Keluarga


dan Suami di IRNAKebidanan dan Penyakit Kandungan
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2012

Dukunga
Frekuen Persentas
n
si e (%)
Keluarga
Tidak Mendapat
35 66
dukungan
Mendapat dukungan 18 34
Jumlah 53 100

Berdasarkan tabel 5.8 responden sebagian besar tidak mendapat

dukungan keluarga dan suami (66%).

f. Fasilitas Kesehatan

Fasilitas kesehatan dalam penelitian ini dibagi dalam dua

kategori, yaitu tidak memadai (jika responden menjawab salah satu

atau ketiganya dari pertanyaan 1, 2, 3 dengan jawaban “tidak”) dan

memadai (jika responden menjawab pertanyaan 1, 2, dan 3 dengan

jawaban “ya”).
83

Tabel 5.9 Distribusi Responden Menurut Fasilitas Kesehatan


di IRNA Kebidanan dan Penyakit Kandung RSUP
Dr. Mohammad Hoesin Palembang
Tahun 2012

Fasilitan kesehatan Frekuensi Persentase (%)


Tidak memadai 24 45,3
Memadai 29 54,7
Jumlah 53 100

Berdasarkan tabel 5.9 kriteria fasilitas kesehatan responden sebagian

besar memadai 54,7%.

g. Ekonomi

Ekonomi dalam penelitian ini dibagi dalam dua kategori, yaitu

diatas UMR (jika > Rp. 1.195.200) dan dibawah UMR (jika <Rp.

1.195.200).

Tabel 5.10 Distribusi Responden Menurut Ekonomi di IRNA


Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP Dr. Mohammad
Hoesin Palembang Tahun 2012

Ekonomi Frekuensi Persentase (%)


Dibawah UMR 31 58,5
Diatas UMR 22 41,5
Jumlah 53 100

Berdasarkan tabel 5.10 hasil analisis distribusi frekuensi didapatkan

responden berada pada status ekonomi dibawah UMR 58,5%.


84

3. Analisis Bivariat

Analisis bivariat digunakan untuk mengidentifikasi hubungan

antara variabel faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan dengan

kejadian komplikasi kehamilan. Uji statistik yang digunakan adalah chi

square dengan batas nilai kemaknaan α = 0,05, dengan ketentuan

hubungan dikatakan bermakna jika p value ≤ 0,05 dan hubungan

dikatakan tidak bermakna jika p value > 0,05. Uji chi-square dilakukan

dengan bantuan program komputerisasi menggunakan tabel 2x2

didapatkan tidak ada nilai expected count kurang dari lima (E<5) maka

digunakan uji alternatif yaitu continuity correction.

a. Hubungan antara Usia Ibu dengan Kejadian Komplikasi

Kehamilan

Tabel 5.11 Distribusi Responden Menurut Usia Ibu dan Kejadian


Komplikasi Kehamilan di IRNA Kebidanan dan Penyakit
kandungan RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
Tahun 2012

Komplikasi Kehamilan
Tidak Jumlah P
Usia Ibu Komplikasi Komplikasi
Value
N % N % N %
Berisiko 7 58,3 5 41,7 12 100
Tidak
25 61 16 39 41 100 1,000
berisiko
Jumlah 32 60,4 21 39,6 53 100

Berdasarkan tabel 5.11 hasil analisis hubungan antara umur

dengan kejadian komplikasi kehamilan didapatkan bahwa diantara 41

responden yang usianya tidak berisiko (20 -35 tahun) banyak


85

responden mengalami komplikasi kehamilan 61%, sedangkan dari 12

responden yang usianya berisiko (<20 tahun atau >35 tahun) banyak

responden mengalami komplikasi kehamilan 58,3%.

Hasil uji statistik diperoleh nilai p Value = 1,000 (p Value ≤

0,05), sehingga Ho gagal ditolak berarti tidak ada hubungan yang

signifikan antara umur responden dengan kejadian komplikasi

kehamilan.

b. Hubungan antara Pekerjaan atau aktivitas sehari-hari dengan

Kejadian Komplikasi Kehamilan

Tabel 5.12 Distribusi Responden Menurut Pekerjaan


atau Aktivitas Sehari-hari dan Kejadian Komplikasi
Kehamilan di IRNA Kebidanan dan Penyakit
Kandungan RSUP Dr. Mohammad Hoesin
Palembang Tahun 2012

Pekerjaan Komplikasi Kehamilan


atau Jumlah
Tidak P
aktivitas Komplikasi Komplikasi OR
Value
sehari-
hari N % N % N %
Berat 16 48,5 17 51,5 33 100 0,235
Ringan 16 80 4 20 20 100 0,047 (0,065-
Jumlah 32 60,4 21 39,6 53 100 0,856)

Berdasarkan tabel 5.12 hasil analisis hubungan antara

pekerjaan atau aktivitas sehari-hari dengan kejadian komplikasi

kehamilan didapatkan bahwa diantara 33 responden yang melakukan

pekerjaan atau aktivitas sehari-hari berat banyak responden mengalami

komplikasi kehamilan 48,5%, sedangkan dari 20 responden yang


86

melakukan pekerjaan atau aktivitas ringan banyak responden

mengalami komplikasi kehamilan 80%.

Hasil uji statistik diperoleh nilai p Value = 0,047 (p Value ≤

0,05), sehingga Ho ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara

pekerjaan atau aktivitas sehari-hari dengan kejadian komplikasi

kehamilan. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan juga nilai OR =

0,235 (95% CI = 0,065-0,856) artinya responden dengan pekerjaan

atau aktivitas sehari-hari berat mempunyai resiko 0,235 kali

mengalami kejadian komplikasi kehamilan dibandingkan dengan

pekerjaan atau aktivitas sehari-hari ringan.

c. Hubungan antara Kehamilan tidak diinginkan dengan Kejadian

Komplikasi Kehamilan

Tabel 5.13 Distribusi Responden Menurut Kehamilan tidak


diinginkan dan Kejadian Komplikasi Kehamilan di IRNA
Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP
Dr. Mohammad Hoesin Palembang
Tahun 2012

Komplikasi Kehamilan
Kehamilan Jumlah
Tidak P
tidak Komplikasi Komplikasi OR
Value
diinginkan
N % N % N %
Tidak
22 78,6 6 21,4 28 100 5,500
Diinginkan
Diinginkan 10 40 15 60 25 100 0,010 (1,646-
18,376)
Jumlah 32 60,4 21 39,6 53 100

Berdasarkan tabel 5.13 hasil analisis hubungan antara

kehamilan tidak diinginkan dengan kejadian komplikasi kehamilan


87

didapatkan bahwa diantara 28 responden yang tidak menginginkan

kehamilan banyak responden mengalami komplikasi kehamilan

78,6%, sedangkan dari 25 responden yang menginginkan kehamilan

banyak responden mengalami komplikasi kehamilan 40%.

Hasil uji statistik diperoleh nilai p Value = 0,010 (p Value ≤

0,05), sehingga Ho ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara

kehamilan tidak diinginkan dengan kejadian komplikasi kehamilan.

Berdasarkan hasil analisis, didapatkan juga nilai OR = 5,500 (95% CI

= 1,646-18,376) artinya responden dengan kehamilan tidak diinginkan

mempunyai resiko 5,500 kali mengalami kejadian komplikasi

kehamilan dibandingkan dengan responden dengan kehamilan yang

diinginkan.

d. Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kejadian

Komplikasi Kehamilan

Tabel 5.14 Distribusi Responden Menurut Dukungan Keluarga


dan Kejadian Komplikasi Kehamilan di IRNA Kebidanan
dan Penyakit Kandungan RSUP Dr. Mohammad
Hoesin Palembang Tahun 2012

Komplikasi Kehamilan
Dukungan Tidak Jumlah P
Komplikasi Komplikasi OR
Keluarga Value
N % N % N %
Tidak
Mendapat 17 48,6 18 51,4 35 100
dukungan 0,189
Mendapat 0,031 (0,046-
15 83,3 3 16,7 18 100 0,770)
dukungan
Jumlah 32 60,4 21 39,6 53 100
88

Berdasarkan tabel 5.14 hasil analisis hubungan antara

dukungan keluarga dengan kejadian komplikasi kehamilan didapatkan

bahwa diantara 35 responden yang tidak mendapat dukungan banyak

responden mengalami komplikasi kehamilan 48,6%, sedangkan dari

18 responden yang mendapat dukungan keluarga sebanyak responden

mengalami komplikasi kehamilan 83,3%.

Hasil uji statistik diperoleh nilai p Value = 0,031 (p Value ≤

0,05), sehingga Ho ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara

dukungan keluarga dengan kejadian komplikasi kehamilan.

Berdasarkan hasil analisis, didapatkan juga nilai OR = 0,189 (95% CI

= 0,046-0,770) artinya responden yang tidak mendapat dukungan

keluarga mempunyai resiko 0,189 kali mengalami kejadian komplikasi

kehamilan dibandingkan responden yang mendapat dukungan.

e. Hubungan Fasilitas Kesehatan dengan Kejadian Komplikasi

Kehamilan

Tabel 5.15 Distribusi Responden Menurut Fasilitas Kesehatan


dan Kejadian Komplikasi Kehamilan di IRNA Kebidanan
dan Penyakit Kandungan RSUP Dr. Mohammad
Hoesin Palembang Tahun 2012

Komplikasi Kehamilan
Fasilitas Komplika Tidak Jumlah P
OR
Kesehatan si Komplikasi Value
N % N % N %
Tidak
20 83,3 4 16,7 24 100 7,083
Memadai
Memadai 12 41,4 17 58,6 29 100 0,005 (1,924-
26,076)
Jumlah 32 60,4 21 39,6 53 100
89

Berdasarkan tabel 5.15 hasil analisis hubungan antara fasilitas

kesehatan dengan kejadian komplikasi kehamilan didapatkan bahwa

diantara 24 responden dengan fasilitas tidak memadai banyak

responden mengalami komplikasi kehamilan 83,3%, sedangkan dari

29 responden dengan fasilitas kesehatan memadai sebanyak responden

mengalami komplikasi kehamilan 41,4%.

Hasil uji statistik diperoleh nilai p Value = 0,005 (p Value ≤

0,05), sehingga Ho ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara

fasilitas kesehatan dengan kejadian komplikasi kehamilan. Berdasarkan

hasil analisis, didapatkan juga nilai OR = 7,083 (95% CI = 1,924-

26,076) artinya responden dengan fasilitas kesehatan tidak memadai

mempunyai resiko 7,083 kali mengalami kejadian komplikasi kehamilan

dibandingkan dengan responden dengan fasilitas kesehatan memadai.

f. Hubungan Ekonomi dengan Kejadian Komplikasi Kehamilan

Tabel 5.16 Distribusi Responden Menurut Ekonomi dan Kejadian


Komplikasi Kehamilan di IRNA Kebidanan dan Penyakit
kandungan RSUP Dr. Mohammad Hoesin
Palembang Tahun 2012

Komplikasi Kehamilan
Tidak Jumlah P
Ekonomi Komplikasi Komplikasi OR
Value
N % N % N %
Dibawah
24 77,4 7 22,6 31 100 6,000
UMR
Diatas UM 8 36,4 14 63,6 22 100 0,006 (1,790-
20,115)
Jumlah 32 60,4 21 39,6 53 100
90

Berdasarkan tabel 5.16 hasil analisis hubungan antara ekonomi

dengan kejadian komplikasi kehamilan didapatkan bahwa diantara 31

responden dengan ekonomi dibawah UMR banyak responden

mengalami komplikasi kehamilan 77,4%, sedangkan diantara 22

responden dengan ekonomi diatas UMR banyak responden mengalami

komplikasi kehamilan 36,4%.

Hasil uji statistik diperoleh nilai p Value = 0,006 (p Value ≤

0,05), sehingga Ho ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara

ekonomi dengan kejadian komplikasi kehamilan. Berdasarkan hasil

analisis, didapatkan juga nilai OR = 6,000 (95% CI = 1,790-20,115)

artinya responden dengan ekonomi dibawah UMR mempunyai resiko

6,000 kali mengalami kejadian komplikasi kehamilan dibandingkan

dengan responden ekonomi diatas UMR.