Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DIARE PADA BALITA

Pokok Bahasan : Diare Pada Balita


Sasaran : Masyarakat di Desa Sukajaya
Hari/ Tanggal : Sabtu, 04 Februari 2017
Waktu : 08.00 WIB s/d selesai
Tempat : Rumah Kepala Desa

A. Tujuan Umum
Masyarakat di Desa Sukajaya khususnya peserta penyuluhan diharapkan
dapat memahami dan mencegah terjadinya diare pada balita.

B. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan diharapakan masyarakat dapat menjelaskan :
1. Pengertian Diare
2. Penyebab Diare
3. Tanda dan Gejala Diare
4. Cara Pencegahan Diare
5. Cara Penanganan Diare
6. Demonstrasi Mengenai Pembuatan Larutan Gula Garam

C. Metode
a. Ceramah
b. Diskusi/ Tanya Jawab

D. Media
a. Leaflet
b. Flipchart

E. Pengorganisasian
Penanggung jawab : Iman Apriyadi
Moderator : Yuliani
Penyaji : Aprianto Guntur Irawan
Notulen : Fitriono
Observer : Habibi
Dokumentasi : Nupikha

F. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Penyuluhan Peserta Waktu
Pembukaan - Mengucapkan - Menjawab 5 menit
salam. salam.
- Memperkenalkan - Peserta
diri. mendengarkan.
- Mengingkatkan - Memperhatikan
kontrak. dan menjawab.
- Menjelaskan - Mendengar dan
tujuan. menjawab.
Isi - Menjelaskan - Memperhatikan 25 menit
pengertian diare bertanyaan dan
- Menjelaskan
berdiskusi.
penyebab diare
- Mendemonstrasi
- Menjelaskan
kan cara membuat
tanda dan gejala
oralit
diare
- Menjelaskan cara
pencegahan diare
- Menjelaskan cara
penanganan diare
- Mendemonstrasi
mengenai
pembuatan larutan
gula garam

Penutup - Menyimpulkan - Bersama penyuluh 20 menit


materi yang telah menyimpulkan
didiskusikan. materi
- Melakukan evaluasi - Peserta kooperatif
penyuluhan dalam menjawab
- Mengakhiri kontrak
pertanyaan penyuluh
- Mengakhiri kegiatan
- Peserta kooperatif
penyuluhan dengan - Menjawab salam
salam.

G. Rencana Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Persiapan alat atau media
Media yang digunakan dalam penyuluhan ini isinya tepat dan alatnya
dapat digunakan sebagaimana mestinya. Saat ceramah dan diskusi
media yang digunakan adalah Leaflet dan Flipchart
b. Persiapan materi
Materi yang digunakan dalam penyuluhan adalah dalam bentuk
makalah SAP yang disajikan secara tepat dan singkat yang disajikan
pada flipchart dan leaflet yang dapat mempermudah ceramah
c. Persiapan undangan/ peserta penyuluh
Dalam penyuluhan tentang cara Pencegahan Diare Pada Balita ini kami
mengundang :
- Bapak Kepala Desa Sukajaya
- Bapak-bapak dan ibu-ibu yang berada di Desa Sukajaya
2. Evaluasi Proses Penyuluhan
a. Penyuluhan tentang cara Pencegahan Diare Pada Balita diharapkan
dapat berjalan dengan lancar dan sasaran mengerti dan memahami dari
penyuluhan yang disampaikan
b. Di dalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi yang baik
antara penyuluh dengan peserta.
c. Kehadiran peserta diharapkan 60-80%, mengingat kegiatan
penyuluhan akan sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan
dan pemahaman para bapak-bapak dan ibu-ibu mengenai cara
Pencegahan Diare Pada Balita
d. Sasaran diharapkan tidak merasa bosan saat menerima materi dan
tidak meninggalkan tempat sebelum acara ditutup
3. Evaluasi Hasil penyuluhan
a. Jangka Pendek
- 80 % dari peserta dapat menjelaskan pengertian Diare
- 80% dari peserta dapat menjelaskan penyebab Diare
- 80% dari peserta dapat menyebutkan tanda dan gejala Diare
- 80% dari peserta dapat menyebutkan cara pencegahan
Diare
- 80% dari peserta dapat menjelaskan cara penanganan Diare
- 80% dari peserta dapat mengulang melakukan demonstrasi
pembuatan larutan gula garam dan oralit
b. Jangka Panjang
Meningkatkan pengetahuan sasaran mengenai pentingnya pencegahan
diare pada anak sedini mungkin.

H. Sumber
Daek, (2014). Satuan Acara Penyuluhan Pencegahan Diare Pada Anak .
http://daek-chin.blogspot.co.id/2014/12/satuan-acara-penyuluhan
pencegahan.html
Indriasari, Devi, (2009). 100% Sembuh Tanpa Dokter: A-Z Deteksi, Obati, dan
Cegah Penyakit. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Grhatama
OTC DIGEST, (2011). Diare dan Obatnya edisi 61 halaman 27. Jakarta: PT
Triprakarsa Media Utama
Priyanta, Agus, (2008). Endoskopi Gastrointestinal. Jakarta: Salemba Medika
Suraatmaja, Sudaryat, (2005). Gastroenterologi Anak. Jakarta: Agung Seto.

I. Materi
MATERI SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIARE PADA BALITA

1. Pengertian Diare
Menurut WHO (1999) secara klinis diare didefinisikan sebagai
bertambahnya defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya/lebih dari tiga
kali sehari, disertai dengan perubahan konsisten tinja (menjadi cair) dengan
atau tanpa darah.Secara klinik dibedakan tiga macam sindroma diare yaitu
diare cair akut, disentri, dan diare persisten.
Sedangkan menurut Depkes RI (2005), diare adalah suatu penyakit
dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja,
yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air
besar biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari.
Diare diartikan sebagai buang air besar (defekasi) dengan feses yang
berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), dengan demikian
kandungan air pada feses lebih banyak daripada biasanya (Daldiyono,
1990).
Diare adalah buang air besar dalam bentuk cairan >3 kali dalam sehari
dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih, sering juga disertai
kejang perut. Orang yang mengalami diare akan kehilangan cairan tubuh
sehingga menyebabkan dehidrasi. Hal ini membuat tubuh tidak dapat
berfungsi dengan baik dan dapat membahayakan jiwa, khususnya pada anak
dan orang lanjut usia.
Diare jarang membahayakan, namun dapat menimbulkan
ketidaknyamanan dan nyeri kejang pada bagian perut.Meskipun tidak
membutuhkan perawatan khusus, penyakit diare perlu mendapatkan
perhatian serius, karena dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan
tubuh).Dehidrasi dapat ditengarai dengan gejala fisik seperti bibir terasa
kering, kulit menjadi keriput, mata dan ubun-ubun menjadi cekung, serta
menyebabkan syok.Untuk mencegah dehidrasi dengan meminum larutan
oralit.Karena itu, penderita diare harus banyak minum air dan diberi obat
anti diare.

2. Faktor Penyebab Diare


Faktor penyebab terjadinya diare, adalah sebagai berikut:
a. Faktor infeksi
1) Infeksi enteral; infeksi saluran pencernaan makanan yang
merupakan penyebab utama diare pada anak. Meliputi infeksi enteral
sebagai berikut:
a) Infeksi bakteri: Vibrio, E.coli, Salmonella, Shigella,
Campylobacter, Yersinia, Aeromonas, dan sebagainya.
b) Infeksi virus: Enterovirus (virus ECHO, Coxsackie,
Poliomyelitis) Adeno-virus, Rotavirus, Astrovirus, dan lain-
lain.Infeksi parasit: cacing (Ascaris, Trichuris, Oxyuris,
Strongyloides); protozoa (Entamoeba histolytica, Giardia
lamblia, Trichomonas hominis); jamur (Candida albicans).
c) Infeksi parenteral ialah infeksi di luar alat pencernaan
makanan seperti: otitis media akut (OMA),
tonsilitis/tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis, dan
sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak
berumur di bawah 2 tahun.
b. Faktor malabsorbsi
1. Malabsorbsi karbohidrat: disakarida (intoleransi laktosa, maltosa
dan sukrosa); monosakarida (intolerasni glukosa, fruktosa, dan
galaktosa). Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering
(intoleransi laktosa)
2. Malabsorbsi lemak
3. Malabsorbsi protein
c. Faktor makanan, makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.
d. Faktor psikologis, rasa takut dan cemas (jarang, tetapi dapat terjadi
pada anak yang lebih besar).
e. Diare juga bisa muncul akibat tangan kotor dan dapat pula karena
tertular dari binatang peliharaan, dan kontak langsung dengan feses atau
marterial yang menyebabkan diare. Namun demikian, disamping
beberapa faktor yang menjadi penyebab diare diatas, sebenarnya ada
beberapa hal lagi yang menjadi faktor utama dari terjadinya diare, yaitu:
- Gizi yang buruk. Keadaan ini melemahkan kondisi tubuh penderita
sehingga timbulnya diare akibat penyakit lain menjadi sering dan
semakin parah.
- Ketidakmampuan alat pencernaan seorang bayi untuk memproses
susu dapat menyebabkan ia mengalami diare.
- Seorang bayi yang tidak mampu mencerna makanan yang baru dan
belum dikenali.
- Akibat alergi pada makanan tertentu.
- Penggunaan obat-obatan tertentu yang tidak dapat diterima oleh
jaringan tubuh akan menyebabkan penyakit sampingan berupa diare.
- Infeksi dalam perut yang disebabkan virus, cacing, atau bakteri
- Terlalu banyak makan buah mentah atau makanan berlemak
- Keracunan makanan
f. Faktor yang meningkatkan penyebaran kuman penyebab diare:
- Tidak memadainya penyediaan air bersih
- Air tercemar oleh tinja
- Pembuangan tinja yang tidak hygienis
- Kebersihan perorangan dan lingkungan jelek
- Penyiapan dan penyimpanan makanan yang tidak semestinya
- Penghentian ASI yang terlalu dini

3. Tanda Dan Gejala Diare


Adapun tanda diare menurut (Suraatmaja, 2005) Sebagai Berikut:
a. BAB encer lebih dari 3x atau anak sering buang air besar dengan
konsistensi tinja cair atau encer
b. Muntah
c. Rewel Pada Balita
d. Demam
e. Kencing sedikit
f. Lemas
g. Nyeri abdomen
h. Badan terasa lemah
i. Anak cengeng, gelisah, suhu tubuh mungkin meningkat, nafsu
makan berkurang
j. Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur
empedu.
k. Daerah sekitar anus kemerahan dan lecet karena seringnya defekasi
dan tinja menjadi lebih asam akibat banyaknya asam laktat
l. Ada tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelas (elastisitas kulit
menurun), ubun-ubun dan mata cekung membran mukosa kering dan
bibir keringserta penurunan berat badan
m. Perubahan tanda-tanda vital, nadi dan respirasi cepat, tekan darah
turun, denyut jantung cepat, pasien sangat lemas hingga menyebabkan
kesadaran menurun
n. Diuresis berkurang (oliguria sampai anuria).

4. Pencegahan Diare
a. Diare mudah dicegah antara lain dengan cara:
b. Mencuci tangan pakai sabun dengan benar yaitu setelah buang air
besar, sebelum & sesudah menyiapkan makanan atau minuman
c. Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain
dengan cara merebus sampai mendidih 10-15 menit
d. Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya
menggunakan jamban dengan tangki septik
e. Mencuci makanan/sayuran sebelum dimasak dibawah air mengalir
f. Mencuci botol susu dan tempat makan anak dengan cara mencuci
di bawah air mengalir lalu rendam dengan air panas 5 menit baru
digunakan lagi
g. Menjaga kebersihan diri
h. Menjaga kebersihan lingkungan: rumah, saluran air, pengelolaan
sampah yang baik yaitu sampah dibuang pada tempatnya dan tempat
sampah selalu ditutup agar makanan tidak tercemar serangga (lalat,
kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain), membuang tinja termasuk tinja bayi
pada jamban/WC.

5. Penanganan Diare
a. Mengganti cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan muntah
dengan oralit. Cairan oralit diberikan sedikit demi sedikit dengan
sendok, dengan frekuensi sesering mungkin. Oralit sudah dilengkapi
dengan elektrolit sehingga dapat mengganti elektrolit yang ikut hilang
bersama cairan
b. Berikan zinc selama 10-14 hari. Zinc berfungsi untuk memperbaiki
epitel usus supaya tidak sering diare. Caranya zinc dilarutkan dalam 1
sendok air. Pemberian zinc untuk anak <6 bulan tablet dan >6 bulan
1 tablet
c. Pemberian ASI ataupun makanan pendamping ASI tetap diberikan
agar anak tidak kekurangan gizi (OTC DIGEST, 2011:27). Pemberian
susuformula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tidak
jenuh, misalnya Bebelac FL, Nutrilon FL, LLM, almiron atau sejenis
lainnya.
d. Segera ke fasilitas kesehatan, jika kondisi tidak membaik dalam 3
hari atau buang air besar cair bertambah sering, muntah berulang-
ulang, makan atau minum sedikit, demam dan tinja berdarah, sehingga
bisa mendaptkan obat antibiotic selektif dari dokter (OTC DIGEST,
2011:27).
e. Nasihat yang meliputi makanan yang boleh dan tidak boleh
dimakan serta cara menjaga kebersihan perseorangan. Sebaiknya
makanlah makanan setengah padat (bubur) atau makanan padat (nasi
tim), makanan rendah serat (tanpa buah, tanpa sayur) dan rendah
lemak.
f. Pemberian obat antidiare sebaiknya jangan karena dapat beresiko
dapat menimbulkan efek sampingyang cukup berbahaya seperti mual,
muntah bahkan yang cukup berat timbul illeus paralitik (OTC
DIGEST, 2011:27).

6. Demonstrasi
a. Membuat Larutan Gula Garam
Alat:
- Sendok
- Gelas
Bahan:
- 1 sdm gula
- sdm garam
- Segelas air putih yang telah dimasak (200 ml)
Cara Membuat:
1) Cucilah tangan dengan bersih
2) Tuangkan air masak ke dalam satu gelas air
3) Masukkan gula 1 sdm penuh
4) Masukkan sdm garam
5) Aduk sampai larut
6) Larutan gula garam segera minum
b. Membuat Larutan Oralit
Larutan oralit adalah larutan untuk mengobai diare.
Tujuannya: mencegah kehilangan cairan berlebih
Alat:
- Sendok
- Gelas
Bahan:
- 1 bungkus oralit
- Segelas air masak (200 ml)
Cara membuat:
1) Cuci tangan sampai bersih
2) Tuang air masak satu gelas
3) Bubuk oralit 1 bungkus dilarutkan ke dalam 1 gelas air
masak
4) Aduk sampai semua bubuk larut dengan sendok

Kebutuhan oralit sesuai kelompok umur :


Jumlah oralit yang disediakan di
Umur Setiap Mencret
rumah
< 1 tahun / gelas 400 ml/hari (2 bungkus)
1 - 4 tahun 1 gelas 600-800 ml/hari (3-4 bungkus)
5 12 tahun 1 / gelas 800-1000 ml/hari (4-5 bungkus)
1200-2800 ml/hari (6-10
Dewasa 3 gelas
bungkus)
Catatan : 1 bungkus oralit = 1 gelas = 200 ml. Perkiraan oralit untuk
kebutuhan 2 hari.