Anda di halaman 1dari 3

Gravimetri merupakan cara pemeriksaan jumlah zat yang paling tua dan yang paling

sederhana dibandingkan dengan cara pemeriksaan kimia lainnya. Analisis gravimetri adalah
cara analisis kuantitatif berdasarkan berat tetap (berat konstannya). Dalam analisis ini, unsur
atau senyawa yang dianalisis dipisahkan dari sejumlah bahan yang dianalisis. Bagian terbesar
analisis gravimetri menyangkut perubahan unsur atau gugus senyawa yang dianalisis menjadi
senyawa lain yang murni dan mantap (stabil), sehingga dapat diketahui berat tetapnya. Berat
unsur atau gugus yang dianalisis selanjutnya dihitung dari rumus senyawa serta berat atom
penyusunnya
Suatu metode analisis gravimetri didasarkan pada reaksi kimia seperti:
Aa + Rr AaRr
Yang mana sejumlah a analit A aan bereaksi dengan sejumlah r pereaksi R membentuk
produk AaRr yang biasanya merupakan suatu senyawa yang sangat sedikit larut dan dapat
ditimbang setelah pengeringan; atua produk tersebut dapat dibakar menjadi senyawa lain
yang komposisinya diketahui untuk kemudian ditimbang.
Kelebihan cara analisis gravimetri dibanding volumetri adalah bahwa penyusun yang dicari
dapat diketahui pengotornya jika ada; dan bila diperlukan dapat dilakukan pembetulan
(koreksi). Kekurangan dari metode gravimetri adalah cara ini sangat memakan waktu.
(Gandjar, 2007).
Gravimetri merupakan cara pemeriksaan jumlah at yangpaling tua dan yang paling
sederhana dibandingkan dengan carapemeriksaan kimia lainnya. Analisis gravimetri adalah
cara analisiskuantitatif berdasarkan berat tetap !berat konstannya". Dalamanalisis ini, unsur
atau senya&a yang dianalisis dipisahkan darisejumlah bahan yang dianalisis. 'agian terbesar
analisis gravimetrimenyangkut perubahan unsur atau gugus senya&a yang dianalisismenjadi
senya&a lain yang murni dan mantap !stabil", sehinggadapat diketahui berat tetapnya. 'erat
unsur atau gugus yangdianalisis selanjutnya dihitung dari rumus senya&a serta berat
atompenyusunnya !Gandjar, /"
Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran beratsuatu unsur atau senya&a
tertentu. 'agian terbesar dari penentuansenya&a gravimetri meliputi transformasi unsur atau
radikal senya&amurni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapatditimbang
dengan teliti. 'erat unsur dapat dihitung berdasarkanrumus senya&a dan berat atom unsur
( unsur atau senya&a yangdikandung dilakukan dengan berbagai cara, seperti )
metodepengendapan* metode penguapan* metode elektroanalisis* atauberbagai macam
cara lainya. +ada prakteknya metode pertamaadalah yang terpenting, metode gravimetri
memakan &aktu yangcukup lama, adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan
bilaperlu faktor ( faktor pengoreksi dapat digunakan ! hopkar, "
Gravimetri merupakan cara pemeriksaan jumlah zat yang paling tua dan paling sederhana
dibandingkan dengan cara pemeriksaan kimia lainnya. Analisis gravimetri adalah cara
analisis kuantitatif berdasarkan berat tetap (berat konstan)-nya. Dalam analisis ini, unsur atau
senyawa yang dianalisis dipisahkan dari sejumlah bahan yang dianalisis menjadi senyawa
lain yang murni dan manta (stabil), sehingga dapat diketahui berat tetapnya. Berat unsur atau
gugus yang dianalisis selanjutnya dihitung dari rumus senyawa serta berat atom penyusunnya.
Gravimetri dapat digunakan untuk menentukan hampir semua kation dan anion anorganik
serta zat – zat netral seperti belerang dioksida, karbon dioksida, dan iodium. Selain itu,
berbagai jenis zat organik dapat ditetapkan dengan teknik ini. Contoh – contuhnya antara
lain : penetapan kadar laktosa dalam susu, salisitas dalam sediaan obat, kolestrol dalam biji –
bijian, dan benzaldehid dalam buah tertentu (Gandjar, 2007).
Gravimetri merupakan salah satu metode analisis kuantitatif suatu zat atau komponen yang
telah diketahui dengan cara mengukur berat komponen dalam keadaan murni setelah melalui
proses pemisahan. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu
unsure atau senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penetuan secara analisis gravimetri
meliputi transformasi unsure atau radikal kesenyawa murni stabil yang dapat segera diubah
menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Metode gravimetric memakan waktu
yang cukup lama, adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu factor-faktor
koreksi dapat digunakan (Khopkar,1990).
Analisis gravimetri dapat berlangsung baik, jika persyaratan berikut dapat
terpenuhi :
1. Komponen yang ditentukan harus dapat mengendap secara sempurna (sisa
analit yang tertinggal dalam larutan harus cukup kecil, sehingga dapat
diabaikan), endapan yang dihasilkan stabil dan sukar larut.
2. Endapan yang terbentuk harus dapat dipisahkan dengan mudah dari larutan
( dengan penyaringan).
3. Endapan yang ditimbang harus mempunyai susunan stoikiometrik tertentu
(dapat diubah menjadi sistem senyawa tertentu) dan harus bersifat murni
atau dapat dimurnikan lebih lanjut (Vogel, 1990).
Kesalahan dalam gravimetric dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Endapan yang tidak sempurna dari ion yang diinginkan dalam cuplikan.
2. Gagal memperoleh endapan murni dengan komposisi tertentu untuk
penimbangan.
Faktor–faktor penyebabnya adalah :
1. Kopresipitasi dari ion-ion pengotor.
2. Postpresipitasi zat yang agak larut.
3. Kurang sempurna pencucian.
4. Kurang sempurna pemijaran.
5. Pemijaran berlebih sehingga sebagian endapan mengurai.
6. Reduksi dari karbon pada kertas saring.
7. Tidak sempurna pembakaran.
8. Penyerapan air atau karbondioksida oleh endapan (Underwood, 1986).
Analisis gravimetri atau analisa kuantitatif berdasakan bobot adalah proses isolasi
serta pertimbangan suatu unsur atau senyawa tertentu dari unsur tersebut dalam
bentuk yang semurni mungkin. Bagian besar penetapan-penetapan pada gravrimetri
menyangkut pengubaahan unsur atau radikal yang akan ditetapkan menjadi sebuah
senyawa yang murni dan stabilyang dapat dengan mudah diubah menjadi satu bentuk
yang sesuai dan ditimbang. Metode pengendapan adalah metode yang paling penting
dalam analisis gravimetri ( Vogel, 1994 ).
Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur
atau senyawa tertentu..Berat molekul dihitung berdasarkan rumus senyawa dan berat
atom unsur yang menyusunnya. Pemisahan unsur-unsur atau senyawa dapat
dilakukan dengan beberapa cara yaitu seperti metode penguapan, pengendapan
elektroanalisis atauberbagai metode lainnya. Kekurangan dari metode gravimetri
adalah memakan banyak waktu, sedangkan kelebihan dari analisa gravimetri adalah
bahan penyususn zat telah diisolasi ( Khopkar, 2002 ).
Analisis gravimetri merupakan salah satu divisi dari kimia analitik. Tahap
pengukuran dari metode gravimetrik adalah timbangan. Analit fisik dipisahkan dari
semua komponen lain dari sampel itu maupun dari pelarutnya. Pengendapan
merupakan tehnik yang paling meluas penggunaannya untuk memisahkan analit-
analit dari pelarutnya(Underwood, 1998).
Dalam menentukan keberhasilan metode gravimetri ada beberapa persyaratan yang
harus dipenuhi, yaitu :
1.Proses pemisahan hendaknya cukup sempurna sehingga kuantitas analit yang tak
terendapkan secara analitis tak dapat dideteksi (biasanya 0,1 mg atau kurang dalam
menentukan penyusunan utama dalam suatu makro)
2.Zat yang ditimbang hendaknya mempunyai susunan yang pasti dan hendaknya
murni, atau sangat hampir murni. Bila tidak akan diperoleh hasil yang galat.
Persyaratan yang kedua itu lebih sukar dipenuhi oleh para analis. Galat-galat yang
disebabkan faktor-faktor seperti kelarutan endapan umumnya dapat diminimumkan
dan jarang menimbulkan galat yang signifikan. Masalahnya mendapatkan endapan
murni dan dapat disaring itulah yang menjadi problema utama. Banyak penelitian
telah dilakukan mengenai pembentukkan dan sifat-sifat endapan, dan diperoleh cukup
banyak pengetahuan yang memungkinkan analis meminimumkan masalah
kontaminasi endapan (Day and Underwood, 2002).