KEWIRAUSAHAAN
(MANAJEMEN RESIKO)
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 5
MELATI NUR RAHMASARI
NUR INDAH AULIAH
MAHEMA RENYUT
JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2017
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi ALLAH subhanahu wa ta’ala dan tak lupa pula
kita sampaikan shalawat dan salam kepada nabiyullah Muhammad
shallallahu alaihi wasallam, berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya
sehingga dapat menyelesaikan makalah kewirausahaan tentang
manajemen risiko ini dengan baik meskipun banyak kekurangan di
dalamnya baik dari segi penyusunan maupun dari segi bahasa. Dan juga
kami berterima kasih kepada Bapak Jufriadi, SE, M..Ak selaku dosen
mata kuliah kewirausahaan yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam ranga
menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai kewirausahaan
lebih tepatnya tentang manajemen risiko. Kami juga menyadari bahwa di
dalam makalah ini terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kami berharap
adanya kritik, saran maupun usulan demi perbaikan makalah yang telah
kami buat. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami dan berguna
bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami
mohon maaf apabila terdapat kealahan yang kurang berkenan.
Samata, Maret 2017
Penyusun: kelompok 5
i
DAFTAR ISI
Kata pengantar i
Daftar isi ii
BAB 1 Pendahuluan
1. Latar belakang (1)
2. Rumusan masalah (2)
3. Tujuan (2)
BAB 2 MANAJEMEN RESIKO
A. Pengertian Manajemen Resiko (3)
B. Fungsi Pokok Manajemen Resiko (4)
C. Sasaran Manajemen Resiko (4)
D. Kategori Resiko (4)
E. Mengidentifikasi Resiko (5)
F. Menganalisa Resiko (5)
G. Faktor dan Sumber Penyebab Resiko (5)
H. Cara Mengatasi dan Meminimalisasi Resiko (6)
BAB 3 PENUTUP
1. Kesimpulan (8)
DAFTAR PUSTAKA (9)
ii
LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata “resiko”
dan sudah biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan
orang. Resiko merupakan bagian dari kehidupan kerja individual maupun
organisasi. Berbagai macam resiko seperti resiko kebakaran, tertabrak
kendaraan di jalan, resiko terkena banjir di musim hujan dan sebagainya,
dapat menyebabkan kita menanggung kerugian jika resiko-resiko tersebut
tidak kita antisipasi dari awal. Resiko dikaitkan dengan kemungkinan
kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan
sasaran organisasi. Sebagaimana kita pahami dan sepakati bersama bahwa
tujuan berwirausaha adalah membangun dan memperluas keuntungan
kompetitif dalam organisasi.
Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi karena kurang
atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.
Sesuatu yang tidak pasti dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.
Menurut Wideman, ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan
menguntungkan dikenal dengan istilah peluang, sedangkan ketidakpastian
yang menimbulkan akibat yang merugikan disebut dengan istilah resiko.
Dalam beberapa tahun terakhir, manajemen resiko menjadi trend utama
baik dalam perbincangan, praktik, maupun pelatihan kerja. Hal ini secara
konkret menunjukkan pentingnya manajemen resiko dalam bisnis pada
masa kini.
1
RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian manajemen resiko?
2. Apa sasaran manajemen resiko?
3. Bagaimana pembagian kategori resiko?
4. Bagaimana mengidentifikasi resiko?
5. Apa faktor dan sumber penyebab resiko?
6. Bagaimana cara mengatasi resiko?
TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian manajemen resiko.
2. Untuk mengetahui sasaran dari manajemen resiko.
3. Untuk menegetahui pembagian kategori resiko.
4. Untuk mengetahui pengidentifikasian resiko.
5. Untuk mengetahui faktor dan sumber penyebab resiko.
6. Untuk mengetahui cara mengatasi resiko.
2
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN MANAJEMEN RESIKO
Manajemen resiko adalah sebuah sistem pengawasan resiko
serta sistem perlindungan inventaris, harta benda, keuntungan, dan hak
milik sebuah badan usaha atau perusahaan atau pun perorangan dari
kemungkinan kerugian yang dialami sebagai akibat adanya suatu resiko.
Proses manajemen resiko meliputi beberapa kegiatan, yaitu identifikasi,
evaluasi, dan kontrol atau pengendalian resiko yang bersifat mengancam
dan dapat menimbulkan kerugian bagi suatu perusahaan yang tengah aktif
menjalankan usaha. Dalam bidang manajemen resiko, definisi resiko sendiri
yaitu suatu kemungkinan peristiwa atau keadaan yang bersifat mengancam
terhadap target atau pencapaian tujuan suatu perusahaan.
Manajemen resiko adalah bagian penting dari strategi
manajemen semua wirausaha. Proses di mana suatu organisasi yang sesuai
metodenya dapat menunjukkan resiko yang terjadi pada suatu aktivitas
menuju keberhasilan di dalam masing-masing aktivitas dari semua aktivitas.
Fokus dari manajemen resiko yang baik adalah identifikasi dan cara
mengatasi resiko. Manajemen resiko meningkatkan kemungkinan sukses,
mengurangi kemungkinan kegagalan dan ketidakpastian dalam memimpin
keseluruhan sasaran organisasi.
Manajemen resiko seharusnya bersifat berkelanjutan dan
mengembangkan proses yang bekerja dalam keseluruhan strategi organisasi
dan strategi dalam mengimplementasikan. Manajemen seharusnya
ditujukan untuk menanggulangi suatu permasalahan sesuai dengan metode
yang digunakan dalam melaksanakan aktifitas dalam suatu organisasi.
Manajemen resiko harus diintegrasikan dalam budaya organisasi dengan
kebijaksanaan yang efektif dan diprogram untuk dipimpin beberapa
manajemen senior. Manajemen resiko harus diterjemahkan sebagai suatu
strategi dalam teknis dan sasaran operasional, pemberian tugas dan
tanggung jawab serta kemampuan merespon secara menyeluruh pada suatu
organisasi, di mana setiap manajer dan pekerja memandang manajemen
resiko sebagai bagian dari deskripsi kerja.
3
B. FUNGSI POKOK MANAJEMEN RESIKO
Fungsi manajemen resiko pada pokoknya mencakup:
1. Menemukan kerugian potensial artinya berupaya untuk
menemukan/mengidentifikasi seluruh resiko yang dihadapi oleh
perusahaan, yang meliputi kerusakan fisik dari harta kekayaan
perusahaan, kehilangan pendapatan atau kerugian lainnya,
kerugian akibat adanya tuntutan hukum dari pihak lain.
2. Mengevaluasi kerugian potensial artinya melakukan evaluasi dan
penilaian terhadap semua kerugian potensial yang dihadapi oleh
perusahaan. Evaluasi ini akan meliputi perkiraan mengenai
besarnya kemungkinan frekuensi terjadinya kerugian dan
besarnya kegawatan dari tisp-tiap kerugian.
C. SASARAN MANAJEMEN RESIKO
Sasaran dari pelaksanaan manajemen resiko adalah untuk
mengurangi resiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang
telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini
dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan,
teknologi, manusia, organisasi, dan politik. Di sisi lain, pelaksanaan
manajemen resiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia,
khususnya entitas manajemen resiko (manusia, staff, organisasi).
D. KATEGORI RESIKO
Resiko dapat dibagi menjadi dua kelompok yakni:
1. Resiko spekulatif
Resiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi
perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat
memberikan kerugian. Resiko spekulatif kadang-kadang dikenal
dengan resiko bisnis. Misalnya seseorang menginvestasikan
dananya di suatu tempat menghadapi dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah
investasinya merugikan.
2. Resiko murni
Resiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat
merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin
menguntungkan. Salah satu satu contoh adalah kebakaran,
apabila perusahaan menderita kebakaran, maka perusahaan
tersebut akan menderita kerugian. Salah satu cara menghindarkan
4
resiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya
kerugian dapat diminimalkan. Itu sebabnya resiko murni kadang
dikenal dengan istilah resiko yang dapat diasuransikan.
E. MENGIDENTIFIKASI RESIKO
Pengidentifikasian resiko merupakan proses analisa untuk
menemukan secara sistematis dan berkesinambungan atas resiko (kerugian
yang potensial) yang dihadapi perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan
checklist untuk pendekatan yang sistematis dalam menentukan kerugian
potensial. Salah satu alternatif sistem pengklasifikasian kerugian dalam
suatu checklist adalah kerugian hak milik, kewajiban mengganti kerugian
orang lain, dan kerugian personalia. Perusahaan yang sifat operasinya
kompleks, berdiversivikasi, dan dinamis, maka diperlukan metode yang
lebih sistematis untuk mengeksplorasi semua segi. Metode yang dianjurkan
adalah sebagai berikut:
1. Questioner analisis resiko
2. Metode laporan keuangan
3. Metode peta aliran
4. Inspeksi langsung pada objek
5. Interaksi yang terencana dengan bagian-bagian perusahaan
6. Catatan statistik dari kerugian masa lalu
F. MENGANALISA RESIKO
Setelah melakukan identifikasi resiko, maka tahap berikutnya
adalah pengukuran resiko dengan cara melihat seberapa besar potensi
terjadinya kerusakan dan probabilitas terjadinya resiko tersebut. Beberapa
resiko memang mudah untuk diukur, namun sangatlah sulit untuk
memastikan probabilitas suatu kejadian yang sangat jarang terjadi.
Sehingga pada tahap ini sangatlah penting untuk menentukan dugaan yang
terbaik supaya nantinya kita dapat memprioritaskan dengan baik dalam
implementasi perencanaan manajemen resiko. Kesulitan dalam pengukuran
resiko adalah menentukan kemungkinan terjadi suatu resiko karena
informasi statistik tidak selalu tersedia untuk beberapa resiko tertentu.
G. FAKTOR DAN SUMBER PENYEBAB RESIKO
Jenis-jenis munculnya resiko antara lain adalah sebagai
berikut:
1. Perubahan permintaan
Perubahan permintaan adalah suatu keadaan yang dapat
5
terjadi karena perubahan ekonomi, mode, selera konsumen yang
mengakibatkan terjadinya penurunan permintaan.apabila hal ini
terjadi otomatis akan menyebabkan kerugian misalnya utang
piutang, perubahan model, dan perubahan selera konsumen.
2. Perubahan konjungtur
Definisi dari perubahan konjungtur adalah perubahan
rekondisi ekonomi yang tidak menentu sehingga mempengaruhi
keadaan usaha. Perubahan konjungtur biasanya terjadi karena
pengaruh inflasi, pengaruh eksport/import, dan pengaruh bencan
alam.
3. Persaingan
Definisi dari persaingan adalah situsi dimana antar
wirausahawan melakukan usaha yang sejenis.
H. CARA MENGATASI DAN MEMINIMALISASI
RESIKO
Cara meminimalisasi resiko adalah manajemen resiko. Hal-
hal yang harus dilakukan dalam mengatasi dan meminimalisasi resiko
antara lain:
1. Mengenali sumber resiko
Mengenali dan mengidentifikasi sebanyak mungkin sumber
resiko yang mungkin terjadi yang sangat penting dilakukan.
Karena dengan melakukan hal demikian, dapat dilakukan
antisipasi awal agar sumber resiko tersebut tidak menimbulkan
resiko yang banyak dan besar. Cara mengenali sumber resiko
yaitu dengan membentuk tim yang melibatkan orang-orang yang
berpengalaman dan keterampilan yang berbeda. Kemudian
adakan diskusi atau pembahasan bersama untuk mengevaluasi
sumber resiko. Urutkan mulai dari sumber resiko yang paling
potensial untuk dibahas terlebih dahulu. Kelola sumber resiko
tersebut dengan cara melalui pelatihan, meningkatkan sumber
daya yang ada, atau membuat perhitungan-perhitungan yang
dapat dibenarkan dalam perkiraan skala waktu dan biaya.
2. Menghindari resiko
Kegagalan pemasaran dapat terjadi karena adanya spesifikasi
target yang keliru. Faktor yang menyebabkannya antara lain
sebagai berikut:
6
-Kesalahan mengidentifikasi pasar
-Kesalahan dalam mengetahui kebutuhan pelanggan
-Kegagalan dalam mengantisipasi kegiatan pesaing
-Kegagalan dalam memprediksi perubahan pasar
-Kegagalan dalam memprediksi siklus pasar
-Kegagalan dalam memperhitungkan perubahan ekonomi 6
7
DAFTAR PUSTAKA
http://kmplnmakalah.blogspot.com/2016/05/makalah-manajemen-
resiko.html?m=1
http://pengertianmanajemen.net/pengertian-manajemen-resiko/
http://www.kitapunya.net/2015/11/macam-macam-penyebab-
munculnya-resiko.html?m=1
9
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Manajemen resiko adalah suatu proses mengidentifikasi,
mengukur resiko, serta membentuk strategi untuk mengelolanya melalui
sumber daya yang tersedia. Manajemen resiko adalah bagian penting dari
strategi manajemen semua wirausaha. Proses di mana suatu organisasi yang
sesuai metodenya dapat menunjukkan resiko yang terjadi pada suatu
aktivitas menuju keberhasilan di mana masing-masing aktivitas dari semua
aktivitas. Fokus dari manajemen resiko yang baik adalah identifikasi dan
cara mengatasi resiko.
8