Anda di halaman 1dari 2

EKSTRAKSI KUKU

Ditetapkan Oleh :
No. Dokumen :MTG/SOP/VII-35 Kepala BLUD Puskesmas
Kecamatan Menteng
BLUD
Tgl. Terbit : 1 Oktober 2015
PUSKESMAS
KECAMATAN SOP
No. Revisi : 0
MENTENG drg. Alamas Hidayati
NIP 196709181993032007
JumlahHalaman :2

1.Pengertian Tindakan pengangkatan sebagian atau seluruh kuku berikut matriks tunasnya,
dilanjutkan reposisi jaringan lunak tepi kuku
2.Tujuan a. Membuang jaringan kuku yang terinfeksi atau rusak
b. Untuk mengangkat kuku yang tumbuh ke arah dalam

3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas No 214 tahun 2015 tentang jenis tindakan pembedahan
yang dapat dilakukan di puskesmas
4.Referensi Buku Panduan Keterampilan Klinis Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tahun
2015
5.Alat dan bahan a. Pegangan scalpel

b. Scalpel No. 10

c. Pinset anatomis

d. Pinset chirurgis

e. Needle holder

f. Gunting lancip-lancip bengkok (bila diperlukan)

g. Gunting lancip-tumpul (bila diperlukan)

h. Benang jahit (bila diperlukan)

i. Drape steril (bila diperlukan)

j. Klem mosquito

h. Klem kocher

6.Langkah – 1. Petugas menjelaskan kepada pasien tindakan yang akan dilakukan dan
langkah prosedurnya
2. Pada tindakan ada 3 pilihan terapi, tergantung dengan kesembuhan
pada setiap tahap :
-Tahap 1
 Rawat paronikia secara konservatif dengan soda baths
 Kurangi tekanan pada kuku dengan mengisi alur pada
lengkungan kuku dengan kasa kecil atau kapas
-Tahap 2
 Ekstraksi kuku dan pada tahap berikutnya eksisi di bagian yang
ada pus untuk mengeluarkan pus, atau
 Ekstraksi kuku parsial diikuti dab dengan phenol 80% dalam air
dan dicuci dengan alcohol 70%
-Tahap 3
 Ekstraksi kuku parsial diikuti dab dengan phenol 80% dalam air
dan dicuci dengan alcohol 70%
3. Eksisi bagian yang ada pus untuk mengeluarkan pus

7.Unit Terkait Poli Tindakan


Rekam medis pasien

8.Dokumen Lembar inform consent

terkait Laporan operasi

resep

9.Riwayat
Perubahan
dokumen