Anda di halaman 1dari 11

POPULASI DAN SAMPEL

MAKALAH

MATA KULIAH METODE PENELITIAN BISNIS

OLEH :
KELOMPOK IV

1. PETRUS Y. R. MOSA
2. MELIANA LAPE
3. ANA N. S. SIRINGORINGO
4. APTRYKARTONO MONE

SEMESTER VI A

JURUSAN ILMU ADMINISTRASI BISNIS

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG, 2016
0
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat, perlindungan,
serta tuntunan-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik serta
tepat pada waktunya.
Makalah yang berjudul “Populasi dan Sampel” ini disusun secara sistematis dan
komprehensif. Beberapa referensi pula coba ditelaah dan disajikan dalam bentuk makalah ini.
Oleh karena itu, dengan adanya makalah ini diharapkan para pembaca akan memperoleh
pengetahuan serta pemahaman tentang topik ‘Populasi dan Sampel’ dalam lingkup mata
kuliah Metode Penelitian Bisnis.
Komitmen penulis adalah menyusun suatu tulisan berupa makalah yang dapat
bermanfaat bagi para pembaca. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan guna
tercapainya suatu tulisan yang lebih baik lagi.

Kupang, 23 Maret 2016

Penulis

1i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ----------------------------------------------------------------------------i

DAFTAR ISI ---------------------------------------------------------------------------------------ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang -----------------------------------------------------------------------------3

1.2 RumusanMasalah -------------------------------------------------------------------------3

1.3 Tujuan ---------------------------------------------------------------------------------------3

BAB II ISI

2.1 Populasi -----------------------------------------------------------------------------------4

2.2 Sampel ------------------------------------------------------------------------------------4

2.3 Teknik Sampling ------------------------------------------------------------------------4

2.4 Menentukan Ukuran Sampel-----------------------------------------------------------6

2.5 Contoh Menentukan Ukuran Sampel -------------------------------------------------7

2.6 Cara Mengambil Anggota Sampel ----------------------------------------------------8

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan -------------------------------------------------------------------------------9

3.2 Saran --------------------------------------------------------------------------------------9

DAFTAR PUSTAKA

2ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Metode penelitian bisnis pada dasarnya dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk
mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan,
suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami,
memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang bisnis.
Data yang valid yang diperlukan untuk pemecahan masalah tentunya perlu ditemukan,
dipelajari, sekaligus dibuktikan. Akan tetapi, demi pertimbangan efisiensi, yakni
memperhatikan keterbatasan, dana, tenaga, waktu dan kemampuan, maka perlu ditentukan
sampel penelitian dalam suatu populasi yang akan memudahkan peneliti untuk memecahkan
masalah yang sedang dihadapi tersebut.
Lebih lanjut, makalah ini pada intinya berisikan materi tentang populasi dan sampel.
Makalah ini pun disusun guna membahas dan menjelaskan beberapa hal penting terkait
populasi dan sampel.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan populasi dan sampel?
1.2.2 Apa saja teknik sampling?
1.2.3 Bagaimanakah menentukan ukuran sampel?
1.2.4 Bagaimana cara mengambil anggota sampel
1.3 TUJUAN
1.3.1 Memberikan penjelasan kepada pembaca terkait populasi dan sampel.
1.3.2 Memberikan penjelasan kepada pembaca terkait teknik sampling.
1.3.3 Memberikan penjelasan kepada pembaca tentang cara menentukan ukuran sampel.
1.3.4 Memberikan penjelasan kepada pembaca tentang cara mengambil anggota sampel.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 POPULASI
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajar dan kemudian
ditarik kesimpulannya.
Jadi, populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda – benda alam yang
lain. Populasi juga bukan sekadar jumlah yang ada pada obyeksubyek yang dipelajari, tetapi
meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.

2.2 SAMPEL
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada
populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat
menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu,
kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari
populasi harus betul – betul representatif.

2.3 TEKNIK SAMPLING


Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel
yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik yang digunakan. Berikut
beberapa teknik pengambilan sampel;
2.3.1 Probability Sampling
Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang
yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
Teknik ini meliputi:
a. Simple Random Sampling
Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi
dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara
demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.
b. Proportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota unsur yang tidak homogen
dan berstrata secara proporsional.
c. Disproportionate Stratified Random Sampling

4
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi
kurang proporsional
d. Cluser Sampling (Area Sampling)
Teknik sampling daerah digunakan untuk menentuakan sampel bila obyek yang akan
diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu negara, propinsi,
atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data,
maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan.
Teknik sampling daerah ini sering digunakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama
menentukan sampel daerah, dan tahap berikutnya menentukan orang – orang yang ada
pada daerah itu secara sampling juga.
2.3.2 Nonprobality Sampling
Nonprobality sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi
peluang kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi
sampel. Teknik sample ini meliputi;
a. Sampling Sistematis
Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari
anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
b. Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel populasi dari populasi yang
mempunyai ciri – ciri tertentu sampai jumlah yang diinginkan.
c. Sampling Insidental
Sampling insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu
siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai
sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
d. Sampling Purposive
Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
e. Sampling Jenuh
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi yang
digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil,
kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan
yang sangat kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota
populasi dijadikan sampel.
f. Snowball Sampling

5
Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula - mula jumlahnya
kecil, kemudian membesar. Dalam penentuan sampel, pertama – tama dipilih satu atau
dua orang, tetapi karena dengan dua orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang
diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat
melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sebelumnya. Begitu seterusnya,
sehingga jumlah sampel semakin banyak.

2.4 MENENTUKAN UKURAN SAMPEL


Jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. Jumlah sampel yang
diharapkan 100% mewakili populasi adalah sama dengan jumlah anggota populasi itu sendiri.
Jadi bila jumlah populasi 1000 dan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk 1000 orang
tersebut tanpa ada kesalahan, maka jumlah sampel yang diambil sama dengan jumlah
populasi tersebut yaitu 1000 orang. Makin besar jumlah sampel mendekati populasi, maka
peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel
menjauhi populasi, maka makin besar kesalahan generalisasi.
Jumlah anggota sampel yang paling tepat digunakan dalam penelitian tergantung pada
tingkat ketelitian atau kesalahan yang dikehendaki. Tingkat ketelitian/ kepercayaan yang
dikehendaki sering tergantung pada sumber dana, waktu, dan tenaga yang tersedia. Makin
besar tingkat kesalahan maka akan semakin kecil jumlah sampel yang diperlukan, dan
sebaliknya.
Adapun penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu yang dikembangkan oleh
Isaac dan Michael., untuk kesalahan 1%, 5%, dan 10%. Rumus untuk menghitung ukuran
sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut.
λ2 . N. P. Q
s=
d2 (N − 1) + λ2 . P. Q
λ2 dengan dk = 1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%, dan 10%
P = Q = 0,5. d = 0,005. S = jumlah sampel.
Cara seperti itu didasarkan pada asumsi bahwa populasi berdistribusi normal. Bila
sampel tidak berdistribusi normal, misalnya populasi homogen, maka cara – cara tersebut
tidak perlu dipakai.
Sebenarnya juga terdapat berbagai rumus untuk menghitung ukuran sampel, misalnya
Cochran, Cohen dll. Bila keduanya digunakan untuk menghitung ukuran sampel, terdapat
sedikit perbedaan jumlahnya. Yang dipakai adalah jumlah ukuran sampel yang paling besar.

6
Dalam kaitannya dengan penentuan ukuran sampel, dapat digunakan Nomogram
Herry King. Dalam Nomogram Herry King, jumlah populasi maksimal 2000, dengan taraf
kesalahan bervariasi, mulai dari 0,3% sampai dengan 15%, dan faktor pengali disesuaikan
dengan taraf kesalahan yang ditentukan.

2.5 CONTOH MENENTUKAN UKURAN SAMPEL


Akan dilakukan penelitian untuk mengetahui tanggapan kelompok masyarakat
terhadap pelayanan pendidikan yang diberikan oleh pemerintah daerah tertentu. Kelompok
masyarakat itu terdiri 1000 orang, yang dapat dikelompokkan berdasarkan jenjang
pendidikan yaitu lulusan S1 = 50, Sarjana Muda = 300, SMK = 500, SMP = 100, SD = 50
(populasi berstrata).
Dengan menggunakan rumus Isaac dan Michael, bila jumlah populasi = 1000,
kesalahan 5%, maka jumlah sampelnya = 258. Karena populasi berstrata, maka sampelnya
juga berstrata. Strata ditentukan menurut jenjang pendidikan. Dengan demikian masing –
masing sampel untuk tingkat pendidikan harus proporsional sesuai dengan populasi.
Berdasarkan perhitungan dengan cara berikut ini jumlah sampel untuk kelompok S 1 = 14,
Sarjana Muda = 53, SMK = 139, SMP = 14, SD = 28.
S1 = 50/1000 x 258 = 12,90 = 13
SM = 300/1000 x 258 = 77,40 = 78
SMK = 500//1000 x 258 = 129,0 = 129
SMP = 100/1000 x 258 = 25,8 = 26
SD = 50/1000 x 258 = 12,90 = 13

Jumlah = 259 (Jumlah Sampel)


Pada perhitungan yang menghasilkan pecahan (terdapat koma) sebaiknya dibulatkan
ke atas.
Lebih lanjut, Roscoe dalam buku Research Methods Business (1982 : 253)
memberikan saran – saran tentang ukuran sampel untuk penelitan seperti berikut ini.
1. Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500.
2. Bila sampel dibagi dalam kategori maka jumlah angota sampel setiap kategori
minimal 30.
3. Bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariate (korelasi atau
regresi berganda misalnya) maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dari
jumlah variabel yang diteliti.

7
4. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, yang menggunakan kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol, maka jumlah anggota sampel masing – masing
antara 10 s/d 2.

2.6 CARA MENGAMBIL ANGGOTA SAMPEL


Terdapa dua teknik saampling, yaitu probability sampling dan nonprobability
sampling. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang sama kepada
anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Cara demikian sering disebut
random sampling, cara pengambilan sampel secara acak.
Pengambilan sampel secara random/acak dapat dilakukan dengan bilangan random,
komputer, maupun, dengan undian. Bila pengambilan dilakukan dengan undian, maka setiap
anggota populasi diberi nomor terlebih dahulu sesuai dengan jumlah anggota populasi.
Karena teknik pengambilan sampel adalah random, maka setiap anggota populasi
mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Namun, bila yang telah
diambil keluar lagi, dianggap tidak sah dan dikembalikan.

8
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajar dan kemudian
ditarik kesimpulannya. Sementara itu, sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik
yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Sampel diambil guna merepresentatif atau menggambarkan populasi. Adapun untuk
menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik yang
digunakan di antaranya Probability Sampling dan Nonprobality Sampling. Probability
sampling meliputi simple random sampling, proportionate stratified random sampling,
disproportionate stratified random sampling, cluster sampling. Sementara itu, nonprobability
sampling meliputi sampling sistematis, sampling kuota, sampling insidental, sampling
purposive, sampling jenuh, dan snowball sampling.
Selain penentuan teknik sampling, perlu juga ditentukan ukuran dan cara mengambil
sampel, agar sampel tersebut mampu mewakili populasi. Penentuan ukuran sampel ini juga
menyangkut derajad kepercayaan/ketelitian dengan tingkat toleransi kesalahan tertentu.
Makin besar jumlah sampel yang mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi
semakin kecil, begitu juga sebaliknya.
3.2 SARAN
Makalah ini berisikan pokok bahasan “Populasi dan Sampel”. Para pembaca yang
ingin memperdalam pengetahuan terhadap pokok bahasan tersebut disarankan untuk
menjadikan makalah ini sebagai salah satu sumber referensi sebagai bahan rujukan guna
menambah wawasan.

9
DAFTAR PUSTAKA

Sugiono. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Penerbit Alfabeta

10