Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

ANC (Antenatal Care) yaitu pengawasan sebelum persalinan, terutama

ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim.

(Manuaba, 1998: 129).

Pengawasan antenatal memberikan manfaat dengan ditenuikannya

berbagai kelainan yang menyertai kehamilan secara dini schingga dapat

diperhitungkan dan dipersiapkan langkali - langkah pertolongan dalam

persalinan. (Manuaba, 1998 : 128).

Kehamilan adalah sejak dimulainya konsepsi sampai lahirnya janin

lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari)

(Prawirohardjo, 2002: 89). Kehamilan sebagai keadaan fisiologis dapat diikuti

proses patologis yang mengancam keadaan ibu dan janin. Tenaga kesehatan

harus dapat mengenal perubahan yang mungkin terjadi sehingga kelainan yang

ada dapat dikenal lebih dini. Misalnya perubahan yang terjadi adalah edema

tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan fisiologis. Namun bila

disertai edema ditubuh bagian atas seperti muka dan lengan terutama bila

diikuti peningkatan tekanan darah dicurigai adanya pre eklamsi. Perdarahan

pada trimester pertama dapat merupakan fisiologis yaitu tanda Hartman yaitu

akibat proses nidasi blastosis ke endometrium yang menyebabkan permukaan

1
2

perdarahan berlangsung sebentar, sedikit dan tidak membahayakan kehamilan

tapi dapat merupakan hal patologis yaitu abortus, kehamilan ektopik atau mola

hidatidosa (Mansjor, dkk, 2001:252).

Manusia pada dasarnya selalu ingin tahu yang benar. untuk memenuhi

rasa ingin tahu ini, manusia sejak jaman dahulu telah berusaha mengumpulkan

pengetahuan. Pengetahuan pada dasarnya terdiri dari sejumlah fakta dan teori

yang memungkinkan seseorang untuk dapat memecahkan masalah yang

dihadapinya. Pengetahuan tersebut diperoleh baik dari pengalaman langsung

maupun melalui pengalaman orang lain (Soekidjo Notoatmodjo, 2005:10).

Mortalitas dan mordibitas pada wanita hamil adalah masalah besar di negara

berkembang. Di negara miskin sekitar 25-50 %. Kematian wanita subur usia

disebabkan hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan

biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak

produktivitasnya. Tahun 1996 WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu

pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin sebenarnya lebih dari 50%

kematian di negara berkembang (Prawirohardjo, 2002: 3).

Ibu hamil di negara-negara Afrika dan Asia selatan menghadapi risiko

untuk mengalami kematian saat hamil dan melahirkan sekitar 200 kali lebih

besar dibandingkan risiko yang dihadapi ibu di negara maju. Karena angka

fertilitas di negara berkembang lebih tinggi maka rentang risiko di Afrika I

diantara 6000. tiap tahun terdapat dari 150 juta ibu hamil di negara

berkembang. Sekitar 500.000 diantaranya akan meninggal akibat penyebab


3

kehamilan, dan 50 juta lainnya menderita karena kehamilannya mengalami

komplikasi (Widyastuti, 2003: 1).

Menempatkan upaya penurunan AKI sebagai program prioritas

penyebab langsung kematian ibu di Indonesia seperti halnya di negara lain

adalah perdarahan, infeksi dan eklampsia ke dalam perdarahan dan infeksi

sebagai penyebab kematian, sebenarnya tercakup pula kematian akibat abortus

terinfeksi dan partus lama. Hanya sekitar 50% kematian ibu disebabkan oleh

penyakit yang memburuk akibat kehamilan, misalnya penyakit jantung dan

infeksi yang kronis. Keadaan ibu sejak pra hamil dapat mempengaruhi

terhadap kehamilannya, penyebab tak langsung kematian ibu ini antara lain

adalah amenia, kurang energi kronis (KEK) dan keadaan “4 terlalu “ muda /

tua, sering dan banyak (Prawirohardjo, 2003: 6).

Menurut survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 AKI

di Indonesia berkisar 228/100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi

(AKB) 34/1.000 kelahiran hidup (Dep.Kes RI). Di propinsi Banten Angka

Kematian Ibu adalah 310/100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi

adalah 28/1000 kelahiran hidup.(SDKI, 2007).

Dari hasil pra survey di puskesmas Kramat Watu jumlah sasaran ibu

hamil pada tahun 2009 sebanyak 2586 jiwa atau 84,5% target pencapaiannya

sebanyak 1163 atau sekitar 45,0 %. Sedangkan data ibu hamil yang tidak

terdata sebanyak 1423 atau sekitar 55,0%. Di Desa Plamunan sasaran ibu

hamil sebanyak 159 atau sebesar 56,6%. Dari data bumil di Desa Plamunan.
4

Oleh karena itu penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian

mengenai bagaimana tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care

(ANC).

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, yang menjadi rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah bagaimana gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil

tentang ANC berdasarkan karakteristik ibu hamil di Desa Plamunan periode

April sampai dengan Mei 2009.

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ANC

berdasarkan karakteristik ibu di Desa Plamunan tahun 2009

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang

ANC di Desa Plamunan tahun 2009.

b. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang

ANC berdasarkan usia ibu di Desa Plamunan tahun 2009.

c. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang

ANC berdasarkan paritas ibu di Desa Plamunan tahun 2009.


5

d. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang

ANC berdasarkan pendidikan ibu di Desa Plamunan tahun 2009.

e. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang

ANC berdasarkan pekerjaan ibu di Desa Plamunan tahun 2009.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Tempat Penelitian

Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan masukan untuk meningkatkan

program ANC di Desa Plamunan sehingga kualitas pelayanan menjadi

optimal.

2. Bagi Ibu Hamil

Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat

dan pentingnya ANC selama proses kehamilan.

3. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai dokumentasi agar dapat dimanfaatkan sebagai perbandingan

untuk penelitian selanjutnya

4. Bagi Peneliti

Untuk menambah wawasan dan pengalaman dan penelitian serta sebagai

bahan untuk menerapkan ilmu yang didapat selama kuliah khusus mata

kuliah metodologi penelitian.