Anda di halaman 1dari 14

114

BAB 3
ANALISIS SWOT

3.1 Analisis SWOT

UNSUR MANAJEMEN BOBOT RATING BOBOT X RATING

INTERNAL FACTOR (IFAS)

1. STRENGTH S–W=
1) Ruang Anggrek memiliki 1,675-
tenaga keperawatan 0,655 =
profesional sebanyak 5 1,02
orang dan tenaga 0,06 4 0,24
keperawatan vokasional
sebanyak 6 orang
2) Lama pengalaman kerja
diruang Anggrek rata-rata
10 tahun sehingga perawat
yang ada diruang Anggrek
memiliki pengalaman kerja 0,05 4 0,2
yang cukup lama sehingga
memiliki efisiensi waktu
dalam memberikan asuhan
keperawatan
3) Peralatan yang ada di ruang
Anggrek sudah memenuhi
standart minimal 0,005 3 0,015
ketersediaan barang
4) Sudah terdapat wastafel,
botol handrub, tempat tisu
towel di ruang perawat dan 0,015 4 0,06
di ruang rawat inap pasien
5) Ruang rawat inap Anggrek
telah dibedakan tiap
kelasnya, isolasi, dan 0,025 4 0,1
paviliun.
115

6) Model penugasan asuhan


keperawatan menggunakan
metode tim yang terdiri 0,06 4 0,24
dari dua tim
7) Mekanisme discharge
planning sudah cukup baik
karena perawat
memberikan KIE secara
langsung kepada keluarga
pasien dengan memanggil
anggota keluarga pasien 0,04 3 0,12
(penanggung jawab). Hasil
validasi yang dilakukan
didapatkan bahwa program
discharge planning
dilakukan oleh perawat
8) Sistem distribusi obat
untuk rawat inap adalah 0,025 2 0,05
ODD (One Dailing Dose)
9) Terdapat terdapat protap
pencegahan pasien dengan
resiko jatuh pada masing-
masing meja pasien 0,015 4 0,06
sebagai sarana pencegahan
terjadinya kejadian cedera
akibat jatuh
10) Pengaturan keuangan dan
pengalokasian dana diatur
langsung oleh pihak rumah
sakit sehingga pihak rumah
sakit dapat memanajemen 0,015 1 0,015
dan mengatur keuangan
berdasarkan kebutuhan
rumah sakit secara
terpusat.
11) Rumah sakit memberikan
penghargaan dan jaminan
hak bagi perawat dari apa 0,02 3 0,06
yang dilakukan dalam
proses pelayanan
116

keperawatan dimana setiap


tindakan yang dilakukan
didokumentasikan dalam
lembar asuhan
keperawatan.
12) Adanya anggaran yang
disediakan oleh pihak
rumah sakit untuk
0,06 4 0,24
membiayai pelatihan untuk
tenaga keperawatan guna
meningkatkan kompetensi
13) Peningkatan jumlah pasien
perhari selama 2 bulan 0,02 2 0,04
berturut-turut
14) Penunjuk arah sudah ada
dan sesuai dengan aturan 0,02 2 0,04
yang seharusnya
15) Untuk mengukur tingkat
kepuasan pasien sudah 0,03 4 0,12
dilakukan setiap bulan

TOTAL STRENGTH 0,46 48 1,675

2. WEAKNESS
1) Kurangnya tenaga
keperawatan atau non
keperawatan (transporter,
juru rawat, dan tenaga
administrasi) di ruangan 0,035 1 0,035
sehingga menyebabkan
tingginya beban kerja dan
jabatan yang rangkap
2) Struktur organisasi sudah
ada tetapi terdapat gelar 0,015
1 0,015
yang belum benar
3) Sudah terdapat keranjang
obat pasien, tetapi tidak 0,025 1 0,025
sesuai jumlah bed pasien
117

4) Ada beberapa botol


handrub yang kosong 0,035 1 0,035

5) Belum terpasang tanda


resiko jatuh pada bed 0,035 1 0,035
pasien
6) Belum adanya etiket obat
dan cairan infus untuk 0,04 1 0,04
setiap pasien
7) Ruangan kerja perawat
dan nurse station kurang 0,04 2 0,08
tertata rapi
8) Tempat obat masing-
masing pasien belum
tertata rapi dan urut sesuai
ruangan serta belum ada 0,025 1 0,025
etiket nama pasien pada
keranjang obat.
9) Belum ada kejelasan
pembagian jumlah pasien
sebagai tanggungjawab
masing-masing perawat
pelaksana dan masing- 0,035 2 0,07
masing tim secara sama
rata kepada sejumlah
perawat yang bertugas
pada setiap shiftnya.
10) Belum optimalnya
kegiatan supervisi di 0,04 1 0,04
ruangan.
11) Didapatkan bahwa
penugasan yang telah
diberikan kepada kepala 0,04
ruang, ketua tim, dan 2 0,08
perawat pelaksana belum
dilakukan sesuai tupoksi
118

12) Dalam proses timbang


terima tidak dilakukan
pembukaan dan terminasi.
Proses timbang terima
dilakukan secara singkat
dimana hanya berfokus 0,06 1 0,06
kepada keluhan, terapi dan
rencana tindakan yang
akan dilakukan pada shift
selanjutnya.
13) Di ruang Anggrek Rumkit
Tk. III Baladhika Husada
Jember, telah
disosialisasikan metode
timbang terima dengan
menggunakan SBAR, 0,015 2 0,03
akan tetapi proses
pelaksanaan selama proses
timbang terima masih
belum direalisasikan
secara kontinyu.
14) Ruang Anggrek RS Tk. III
Baladhika Husada belum
pernah mengadakan 0,025 1 0,025
kegiatan diskusi refleksi
kasus
15) Belum tersedianya
billing/system SIMRS
dalam pendokumentasian
0,015 1 0,015
asuhan keperawatan yang
telah dilakukan oleh
perawat
16) Data penghitungan BOR
selama 2 bulan pada bulan
Februari dan Maret 2017 0,04 1 0,04
berada di bawah standar
ideal nilai BOR
119

17) Nilai ALOS 3 bulan terahir


pada bulan Januari,
Februari dan Maret 2017 0,02 2 0,04
dibawah nilai standar ideal
ALOS

TOTAL WEAKNESS 0,54 22 0,655

JUMLAH TOTAL IFAS 1 70 2,320

EXTERNAL FACTOR (EFAS)


O–T=
3. OPPORTUNITY
1) Adanya pelatihan yang
diadakan oleh beberapa
instansi di luar Rumah
Sakit yang dapat diikuti 1,72 – 0,502
oleh tenaga keperawatan 0,084 2 0,168
= 1,218
untuk meningkatkan
kompetensi dan
pengetahuan
2) Banyaknya instansi
Pendidikan di area jember
yang menghasilkan tenaga 0,071 2 0,142
keperawatan professional
yang dapat direkrut RS

3) Terdapat tim atau


pengendali infeksi di RS
untuk mengontrol 0,061 3 0,183
penyebaran infeksi pada
setiap ruangan
4) Supervisi terjadwal yang
dilakukan oleh pelayanan
bidang keperawatan 0,082 3 0,246
dilakukan oleh 28
Supervisor yang terdiri dari
120

kepala ruangan dan ketua


tim yang ada di Rumkit tk.
III Baladhika Husada
Jember secara kontinyu
dan telah mendapatkan
surat tugas.
5) Kegiatan diskusi refleksi
kasus dilakukan di tingkat
rumah sakit yang 0,057 3 0,171
mengikutsertakan tim
medis ahli.
6) Rumkit Tk. III Baladhika
Husada Jember bekerja
sama dengan perusahaan
asuransi nasional dan
swasta seperti BPJS, dan
0,048 4 0,192
seluruh pegawai Rumah
Sakit Baladhika Husada
Jember mendapatkan
jaminan kesehatan
ketenagakerjaan
7) RS TK III Baladhika
Husada berada di tengah- 0,051 4 0,204
tengah kota.
8) RS TK III Baladhika
Husada memiliki beberapa
layanan unggulan yang 0,077 3 0,231
tidak dimiliki oleh Rumah
Sakit sekitar
121

9) Terdapat tim pengendali


mutu di RS untuk
menyelesaikan masalah
0,061 3 0,183
untuk meningkatkan
pelayanan keperawatan
pada setiap ruangan.

TOTAL OPPORTUNITY
0,592 27 1,72

4. THREATENED
1) Banyaknya keluarga pasien
yang mengikuti
perkembangan teknologi
informasi merupakan hal
yang perlu diperhatikan
perawat. Adanya tindakan
0,092 2 0,184
yang tidak sesuai dengan
harapan pasien akan
dengan mudah
disebarluaskan sehingga
mempengaruhi citra rumah
sakit
2) Terdapat RS swasta lain
ataupun negeri di sekitar
RS Baladhika Husada 0,098 2 0,196
Tingkat III Jember dengan
pelayanan yang hampir
122

sama atau bahkan lebih


baik.
3) Terdapat Rumah Sakit lain
baik swasta ataupun negeri
di sekitar RS Baladhika
Husada dengan
0,12 2 0,24
ketersediaan peralatan
penunjang kesehatan yang
hampir sama atau bahkan
lebih baik
4) Adanya keterlambatan
pendanaan dari pihak bpjs
atau asuransi terkait yang
bekerja sama dengan
0,098 1 0,098
rumah sakit sehingga
menghambat proses
pelayanan asuhan
keperawatan.

TOTALTHREATENED 0,408 7 0,502

JUMLAH TOTAL EFAS 1 48 3,766

Tabel 3.1 Analisis SWOT


123

3.2 Diagram Layang


Analisis SWOT yang di dapat pada tabel diatas didapat nilai total skor sebagai
berikut:
a. Strength : 1,675
b. Weakness : 0,655
c. Oppurtunity : 1,72
d. Threats : 0,502
Maka diketahui nilai Strength diatas nilai Weakness, dengan selisih (+) 1,02 dan
nilai Opportunity diatas nilai Threats dengan selisih (+) 1,218. Dari hasil identifikasi
faktor-faktor tersebut maka dapat digambarkan dalam diagram dibawah ini :

Opportunity (+1,72)

I. Agresif
III. Turn Around

(+) 1,218

(+)1,0,2
Weakness (-0,655) Strength (+1,675)

IV. Defensif II. Defersifikasi

Threats (-0.502)

Berdasarkan diagram layang diatas, RS Baladhika Husada Jember berada pada


posisi kuadran I agresif. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa RS Baladhika Husada
Jember berada pada keadaan yang sangat menguntungkan dimana Rumah sakit ini
124

memiliki peluang dan kekuatan yang cukuk banyak untuk dimanfaatkan dalam
meningkatkan pelayanan RS.

3.3 Matriks SWOT dalam Rencana Strategi


Berdasarkan analisis antar komponen yang telah dijabarkan, maka dapat
dirumuskan kesimpulan beberapa keputusan yang dapat diambil untuk melakukan
pengembangan ruang Anggrek Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember
yang dapat dilihat dari unsur input, proses, dan output, yang tergambar seperti matriks
SWOT sebagai berikut:

Internal
Kekuatan Kelemahan
Eksternal
Peluang Strategi SO Strategi WO
I III
a. Memberikan kesempatan a. Meningkatkan jumlah tenaga
kepada perawat vokasional keperawatan dan non
untuk meningkatkan keperaawatan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat akan
keilmuan dengan tersedianya
pelayanan yang prima (W1, O2)
instansi pendidikan ahli di b. Mengoptimalkan pelebelan
area Jember (S1, O2) ,penataan peralatan dan ruangan
b. Mengikutsertakan tenaga di ruang Anggrek (W3, W6,
keperawatan untuk mengikuti W7, W8, O2,O4, O9, O10)
pelatihan guna meningkatkan c. Mengadakan sosialisasi
keilmuan dan skill perawatan mengenai supervisi di ruangan,
sesuai dengan penugasan tim tugas dan peran kepala ruangan,
masing-masing (S1, S6, S12, ketua tim, dan kepala pelaksana,
O1) serta mengadakan simulasi atau
c. Mempertahankan program role play tentang penugasan
menggunakan metode tim serta
pengendalian infeksi tim PPI
diskusi refleksi kasus dan
di RS dengan cara supervisi (W2, W9, W10, W11,
memanfaatkan sebaik- W12, W13, W14, O1 dan O9)
baiknya lketersediaan sarana d. Memanfaatkan letak RUMKIT
dan prasarana serta SDM yang Tingkat III Baladhika Husada
telah berpengalaman di RS Jember yang strategis dan
(S2, S3, S4, O3) layanan unggulan yang dimiliki
d. Meningkatkan jaminan sebagai media untuk
kesehatan dan keselamatan meningkatkan promosi dan
125

kerja bagi perawat dengan meningkatkan BOR rumah sakit


cara memberikan asuransi (W16, W17, O7, O8)
guna memacu peningkatan e. Memelihara kerjasama dengan
kinerja perawat (S1, S11, O6) perusahaan asuransi nasional
e. Mengoptimalkan peran tim (BPJS) dan swasta (Prudential)
sebagai media untuk
pengendali mutu dalam
meningkatkan BOR rumah sakit
menjaga pelayanan unggulan (W16, O6)
di RS untuk meminimalkan f. Pengajuan pembuatan SIMRS
risiko kecelakaan dan cidera untuk mempermudah
pada pasien di RS (S5, S8, S9, pendokumentasian asuhan
O5, O8, O9) keperawatan dan administrasi
f. Meningkatkan peran serta tim ruangan (W1, W15, O9)
keperawatan dalam proses
DRK RS untuk meningkatkan
kepuasan pasien dan menjaga
kualitas layanan unggulan
(S5, S8, S9, O5, O8, O9)
g. Meningkatkan pelaksanaan
proses discharge planning
dalam menjaga mutu
pelayanan dan kepuasan
pasien serta keluarga selama
dirawat di RS melalui proses
supervise yang terjadwal (S7,
S13, S15, O4)
h. Menjamin terlaksananya
proses pemberian hak-hak
bagi perawat melalui system
manajemen keuangan terpusat
(S10, S11, S13, O6)
i. Mengoptimalkan peningkatan
mutu dan layanan
keperawatan di RS untuk
mempertahankan jumlah dan
kepuasan pasien berobat di RS
(S13, S15, O8, O9
j. Memanfaatkan lokasi RS
yang strategis dan ikatan dinas
dengan instansi militer untuk
meningkatkan jumlah
kunjungan pasien di RS (S14,
O7)
126

Ancaman Strategi ST Strategi WT


II IV
a. Meningkatkan ilmu 1. Meningkatkan sarana dan
pengetahuan dan prasarana yang dimiliki
keterampilan tenaga Rumah Sakit seperti tidak
kesehatan (perawat) adanya tempat obat yang
profesional maupun
kurang tidak sesuai degan
vokasional guna
meningkatkan kualitas bed, sehingga sarana dan
pelayanan sehingga prasarana yang lengkap
meningkatkan kepuasan mampu bersaing dengan
pasien (S1, S2, S3, S5, S6, S7, pelayanan Rumah sakit lain
S8, S9, S11, S12, S13, S14, (W3-T2)
S15, T1). 2. Peningkatan pengetahuan
b. Meningkatkan mutu
dari perawat dalam upaya
pelayanan keperawatan
sehingga membuat pasien peningkatan kualitas
selalu mempercayakan pelayanan rumah sakit
pelayanan ksehatan pada RS melalui diskusi refleksi kasus
Baladhika Husada (S1, S2, ataupun melalui pelatihan
S6, S7, S8, S11, S12, S13, (W15-T1)
S15, T2)
c. Meningkatkan kesediaan
3. Monitoring dan evaluasi
peralatan penunjang berkelanjutan penerapan
kesehatan yang sesuai dengan Dokumentasi SBAR,
jumlah standart minimal Timbang Terima, serta
barang, sehingga membuat pembagian pengeloaan PPJP
pasien percaya terhadap sehingga meningkatkan citra
penanganan dengan peralatan rumah sakit (W14-T1)
yang lengkap terhadap
peningkatan kesehatan pada 4. Perlu adanya sosialisasi
RS Baladhika Husada (S3, S4, penggunaan SIM-RS dalam
S5, S9, S14, T3). pendokumentasian Asuhan
d. Meningkatkan manajemen Keperawatan sehingga tidak
keuangan rumah sakit, terjadi keterlambatan
sehingga pola keuangan RS pendanaan dari pihak bpjs
Baladhika Husada dapat
atau asuransi terkait yang
memperlancar pelayanan
kesehatan (S10, T4) bekerja sama dengan rumah
sakit (W16-T5)
5. Meningkatkan peralatan-
peralatan dan ketenaga
127

kerjaan yang memadai


dengan standart jumlah
perawat dalam ruangan dan
standart peralatan agar dapat
bersaing dengan RS dalam
satu wilayah yang mungkin
saja memiliki peralatan yang
lebih memadai dan lengkap
(W1-T3)
6. Perlu adanya penandaan
atapun alat ukur terhadap
pasien dengan resiko tinggi
jatuh agar mendapatkan
perlakuan khusus dalam
perawatan dan dapat
bersaing dengan RS swasta
lain ataupun negeri di sekitar
RS Baladhika Husada tingkat
II Jember dengan pelayanan
yang hampir sama atau
bahkan lebih baik. (W8-T2)