Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GIZI BURUK DI

RUANG ASTER RSD dr. SOEBANDI JEMBER

NAMA : Ahmad Nasrullah


NIM : 132311101010

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2018
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER

PENGKAJIAN KEPERAWATAN ANAK


Ruangan : Aster
Tgl. / Jam MRS : 09 Juli 2018 Jam 13.00 WIB
Dx. Medis : GEA + Marasmus (KEP)
No. Reg. : 218xxx
TGL/Jam Pengkajian : 09 Juli 2018 Jam 21.00 WIB

A. IDENTITAS KLIEN
1. Nama : By. SNZ
Nama Panggilan : By. Z
Umur / Tgl. Lahir : 5 bulan/11 Januari 2018
Jenis Kelamin : Perempuan

2. Identitas orang Tua


Nama Ayah : Tn.F Nama Ibu: Ny. S
Umur : 25 tahun Umur : 20 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku : Jawa dan Madura Suku : Jawa
Bahasa : Jawa dan Madura Bahasa : Jawa dan Indonesia
Pendidikan : SD Pendidikan: SD
Pekerjaan : Petani Pekerjaan: Ibu rumah tangga
Penghasilan :- Penghasilan:-
Alamat : Tanggul, Jember Alamat : Tanggul, Jember

B. KELUHAN UTAMA
Keluarga pasien mengatakan pasien hari ini diare 10 kali.

C. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Ibu mengatakan anaknya diare sejak pagi sudah 10 kali, ibu membawa anaknya
kepoli untuk memeriksakan kondisi anaknya dan juga melakukan kontrol rutin post
ileustomy yang di lakukan pada bulan april 2018. Ibu mengatakan anakanya di
mintak untuk dilakukan rawat inap karena berat badannya menurun dan matanya
tampak cekung. Pasien masuk ruang aster pada tanggal 09 Jui 2018 pukul 13.00
WIB.

Upaya yang telah dilakukan :


Upaya yang dilakukan post MRS pasien dilakukan :
1. Rehidrasi
2. Pembemberian nutrisi (ASI)
Terapi yang diberikan :
1. Rehidrasi 300 cc dalam 3 jam
2. Infus D5 ¼ NS 20 Tpm micro
3. Injeksi cefotaxim 2x200 mg (IV)

D. RIWAYAT KESEHATAN DAHULU


1. Penyakit yang pernah diderita
Ibu mengatakan pada bulan april anaknya pernah di rawat di ruang aster karena
akan menjalani oprasi usus terjepit (ileustomy), pada saat itu anaknya dirawat
selama 5 hari. Ibunya juga mengatakan bahwa 2 minggu yang lalu anaknya juga
di rawat lagi di ruang aster karena dehidrasi berat sehingga anaknya harus
menjalani rawat inap selama 1 minggu.

2. Riwayat operasi
Ibu mengatakan anaknya pernah menjalani oprasi pemotongan usus atau
ileustomy pada bulan april 2018 lalu.

3. Riwayat Alergi
Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mempunyai riwayat alergi baik obat
maupun susu.

4. Riwayat Imunisasi
Ibu mengatakan kalau anaknya baru di imunisasi satu kali tetpai ibu tidak
mengetahui imunisasi apa yang sudah didapatkan anaknya.

E. RIWAYAT PERINATAL
1. Antenatal
Ibu mengatakan bahwa ibu selalu memeriksakan kandungannya setiap bulan,
setiap ANC ibu klien selalu diberikan tabet Fe. Ibu juga mengatakan tidak
mengkonsumsi obat-obatan apapun selain yang diberikan oleh bidan. Saat ini ibu
G1 P0 A0 berat badan ibu sebelum hamil 45 dan saat hamil 50 Kg.
2. Intra Natal
Klien lahir tanggal 11 januari 2018 dengan pertolongan bidan, lahir spontan usia
gestasi 38 minggu, KPD (-), Anus (+), Genitalia (+), chepalhematom (-)
3. Post Natal (0-7 hari)
Bayi lahir secara spontan, berat lahir 4000 gr, panjang badan 58 cm, lingkar
kepala 38 cm, lingkar dada 36 cm, lingkar abdomen 27 cm.

F. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


Ibu mengatakan keluarga tidak memiliki riwayat penyakit keturunan seperti
hipertensi ataupun diabettes mellitus.
GENOGRAM

G. PEMERIKSAAN TINGKAT PERKEMBANGAN


1. Perkembangan
a. Adaptasi sosial
Sebelum sakit: Keluarga pasien mengatakan sewaktu sehat anaknya selalu
membalas senyum jika diajak tersenyum, menatap wajah, dan dan tersenyum
spontan.
Saat sakit: pasien tidak mau tersenyum ketika diajak senyum, mau menatap
wajah, pasien rewel.
b. Motorik kasar
Sebelum sakit: Ibu pasien mengatakan anaknya mampu miring kanan-kiri.
Saat sakit: pasien mampu miring kanan-kiri tetapi lebih sering di gendong
oleh ibunya.
c. Motorik halus
Sebelum sakit: Ibu pasien mengatakan anaknya sudah mampu menggenggam
icik-icik, dan kedua tangan saling bersentuhan.
Saat sakit: Pasien mampu menggenggam tangan, kedua tangan bersentuhan.
d. Bahasa
Sebelum sakit: Ibu pasien mengatakan ketika diberi suara menoleh, bicara
ooo—ahhhh, berteriak, tertawa.
Saat sakit: pasien mampu menoleh ketika dipanggil, pasien menangis.

H. Keadaan Lingkungan yang mempengaruhi timbulnya penyakit


Keluarga pasien mengatakan jarang mencuci tangan sewaktu kontak dengan
anaknya bahkan ketika memberikan susu. Selain itu anggota keluarganya ada yang
sedang mengalami batuk.

I. POLA FUNGSI KESEHATAN


1. Pola Persepsi dan Tata laksana kesehatan
Keluarga pasien mengatakan bahwa ketika anaknya sakit selalu membawanya
untuk periksa ke bidan, dokter praktik kadang-kadang ke puskesmas.
2. Pola Nutrisi & Metabolisme
Antropometri: BB= 2 kg (status gizi buruk)
BBI= n(bulan)/2 + 4= 5/2 + 4= 6,5 kg
Biomedical sign:
Hb= 12,9 gr/dL
Leukosit= 12,1 109/L
Hematokrit= 35,2 %
Trombosit= 561 109/L
Clinical sign:
Pasien tampak lemah, rewel, mata cekung, kulit kering, wajah berkerut.
Diet pattern:
Kebutuhan energi 320-400 kkal/hari
Input = Asi 100 cc = 62 kkal
KEN 3B = 108 kkal
Pasien mendapatkan ± 200 cc ASI = 124+ 108 = 332/20x100 = 72,5 %
Makan Minum
Sebelum MRS Setelah MRS Sebelum MRS Setelah MRS
Jenis - - Asi Asi
Frekuensi - - 10-12 xsehari 8xsehari
Jumlah - - ± 500cc ± 200 cc

3. Pola eliminasi
BAK BAB
Sebelum MRS Setelah MRS Sebelum MRS Setelah MRS
Frekuensi ± 7 kali sehari ± 4xsehari ± 10xsehari ± 5xsehari
Jumlah Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji
Warna Kuning Kuning Kuning Kuning
Bau Khas amoniak Amoniak Khas khas
Karakter Cair Cair cair berampas Cair berampas

BJ - - - -

Alat bantu Pempers Pampers pempers Pampers


Kemandirian Dibantu Dibantu Dibantu orang tua Dibantu orangtua
orangtua orang tua
Lain - - Via stoma Via stoma

4. Pola aktifitas / bermain (termasuk kebersihan diri)


Aktivitas harian (Activity Daily Living)
Kemampuan perawatan diri 0 1 2 3 4
Makan / minum 
Toileting 
Berpakaian 
Mobilitas di tempat tidur 
Berpindah 
Ambulasi / ROM 
Ket: 0: tergantung total, 1: bantuan petugas dan alat, 2: bantuan petugas, 3: bantuan
alat, 4: mandiri
Jumlah nilai total : 0
Status Oksigenasi :
Pasien tidak terpasang oksigen, RR 48 x/menit, nafas spontan.
Fungsi kardiovaskuler :
Pasien akral hangat, CRT 2 dtk, Nadi : 152 x/mnt.

5. Pola Istirahat tidur


Keterangan Sebelum sakit Saat Sakit
Durasi : 9-11 jam sehari ±14-15 jam sehari
Gangguan tidur : Tidak ada Ada
Keadaan bangun tidur : Segar Rewel
Lain-lain : - Sering terbangun
Interpretasi :
Pasien mengalami gangguan tidur

6. Pola kognitif dan persepsi sensori


Fungsi Kognitif dan Memori
Tidak dapat dikaji.
Fungsi dan keadaan indera :
Penglihatan = pasien mampu menatap wajah mahasiswa ketika diajak bicara.
Peraba = pasien dapat merespon ketika dilakukan sentuhan pada badannya.
Pengecap = tidak terkaji.
Pembau = tidak terkaji.
Pendengaran= pasien mampu menoleh ketika diberi rangsang suara.

7. Pola konsep diri


Tidak dapat dikaji

8. Pola Hubungan - Peran


Tidak dapat dikaji

9. Pola Seksual - seksualitas


Pasien berjenis kelamin perempuan

10. Pola Mekanisme Koping


Tidak dapat dikaji

11. Personal Nilai dan kepercayaan


Tidak dapat dikaji

J. PEMERIKSAAN FISIK
1. Status kesehatan Umum
Keadaan Umum : lemah.
Kesadaran : Composmentis

Tanda-tanda vital :
Tekanan darah :- mmHg Suhu :36,50C
Nadi :152 x/mnt RR :48x/mnt
Tinggi badan : 60 cm
Lingkar kepala : 38 cm
Lingkar dada : 40 cm
Lingkar lengan atas : 8 cm
Berat badan sebelum sakit : 4 kg
Berat badan saat ini : 4 kg (status gizi buruk)
Berat badan ideal : 6,5 kg
Perkembangan BB : tidak mengalami peningkatan .

2. Kepala
a. Kepala : Bentuk kepala simetris, tidak ada benjolan, lingkar kepala 38
cm, tidak hidrochepalus.
b. Mata
- Bentuk dan gerak mata : bentuk simetris. Reflek mengedip dan
melirik kurang, mata cekung
- Konjungtiva : tidak anemis
- Sklera : Putih
- Pupil : reflek cahaya baik
- Lensa : tampak bening
- Kelopak mata : tampak simetris dapat menutup rapat
c. Hidung
- Mukosa : lembab tidak tampak lesi atau masa
- Septum : simetris
- Bulu hidung : tampak distribusi merata
- Penyumbatan, perdarahan, sekret : tidak ada
d. Mulut
- Warna : merah muda
- Lidah : tampak simetris
- Gigi : belum tumbuh
- Bibir : tampak simetris, warna merah muda tidak tampak lesi atau
masa
e. Telinga
- Bentuk dan besar : tampak simetris dan prporsional
- Letak : kanan dan kiri, spina sejajar dengan ujung mata
- Daun telinga : bentuk normal, tidak ada lesi
- Tidak tampak sekret dan tidak bau

3. Leher :
I: bentuk leher simetris, tidak ada benjolan, tidak ada peningkatan JVP, tidak
tampak pembesaran tyroid, tidak ada oedema.
P: Tidak teraba adanya massa abnormal.

4. Thorax / dada :
Paru:
I: bentuk dada normal chest, pengembangan dada simetris, tidak ada jejas
P: gerakan dada simetris.
P: perkusi sonor di lapang paru.
A: suara nafas vesikuler, tidak ada rhonki dan wezing, RR 48 x/menit
Jantung:
I: tidak tampak denyutan ictus cordis.
P: ictus cordis teraba di ICS V, nadi 152 x/menit
P: perkusi jantung pekak ICS 3-5.
A: auskultasi bunyi jantung s1 dan s2 tunggal.

5. Abdomen :
I: tidak tampak asites, bentuk cekung turgor kulit menurun. Terdapat stoma
pada abdomen kanan
A: bising usus 34 x/menit.
P: tympani.
P: tidak teraba massa abnormal.

6. Keadaan punggung:
Tidak terdapat kelainan bentuk pada tulang belakang, keadaan bersih.

7. Ekstremitas :
Ekstremitas Atas:
I: bentuk simetris, jumlah jari lengkap, kuku bersih, terpasang IV line di
tangan kiri.
P: akral hangat, turgor kulit menurun
Ekstremitas Bawah:
I: bentuk simetris, jumlah jari lengkap, tidak tampak adanya oedema, kuku
bersih.
P: akral hangat, turgor kulit menurun
8. Genetalia & Anus :
Pasien tampak memakai pampers, keadaan genetalianya bersih, anus bersih.

9. Pemeriksaan Neurologis :
Nervus Saraf kranial Hasil pemeriksaan
I Penciuman Tidak bisa dilakukan.
II Ketajaman Pasien tampak melihat wajah mahasiswa.
pengelihatan
II, III Respon terhadap Pasien tampak mengedipkan mata ketika
cahaya diberikan rangsang senter.
III, IV, VI Gerakan Mata pasien dapat mengikuti gerakan tangan
ekstraokular mahasiswa.
V Motorik Pasien dapat mengedot lewat botol.
VII Fasial Wajah simetris ketika tersenyum atau
menangis.
VIII Akustik Pasien menoleh ketika diberi rangsang
suara(panggilan).
IX, X Menelan Pasien mampu menelan.
XI Aksesorius Bahu simetris dan kuat menahan ketika diberi
tahanan.
XII Hipoglossal Pasien mampu menelan, mengisap, dan
menjulurkan lidah.

K. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. Laboratorium
No Jenis Nilai normal Hasil
pemeriksaan (rujukan) (hari/tanggal)
Nilai Satuan 9-07-2018 4-07-2018 5-07-2018
1. Hb 9,5-13,5 gr/dl 12,9 10,2 12,6
2. Leukosit 6,0-17,5 ul 12,1 26,5 33,8
3. Hematokrit 29-41 % 35,2 28,4 35,0
4. Trombosit 150-450 ul 561 805 816

2. Radiologi
Tidak ada.

3. Lain – lain
…………………………………………………………………………………

L. Terapi
1. Oral : -
2. Parenteral
Infus D ¼ NS
480cc/hari
Injeksi:
Cefotaxim 2x200 mg,
IV

Jember, 09 Juli 2018


Mahasiswa,

Ahmad Nasrullah, S.Kep


NIM.132311101010
ANALISA DATA

Tanggal No Data Fokus Problem Etiologi Nama Terang dan


Tanda Tangan
Mahasiswa
9-07-
2018
1. DS:
Keluarga pasien mengatakan
Ketidak seimbangan
nutrisi kurang dari
Sulit makan atau diare
Anas
berat badan lahir pasien 4 Kg kebutuhan tubuh Kekurangan energi, protein dan
DO: vitamin
- Berat badan saat ini 4 Kg
- Pasien rewel, mata cekung Penurunan berat badan
- Kulit keriput seperti orang
tua Ketidak seimbangan nutrisi
- Pasien tampak kurus kurang dari kebutuhan tubuh
9-07-
2018
2. DS:
Keluarga mengatakan pasien
Diare Infeksi oleh bakteri
Anas
BAB encer 10 kali dari pagi- Berkembang di usus
siang.
DO: Hipersekresi air dan elektrolit
- Konsistensi BAB encer/cair
- bising usus 34x/menit Hiperperistaltik

Diare
9-07-
2018
3. DS:
Keluarga mengatakan pasien
Risiko Infeksi Malnutrisi
Anas
pernah menjalani oprasi Intake kurang dari Kebutuhan
pemotongan usu
DO: Daya tahan tubuh menurun
- Terdapat stoma
- BB 4 Kg Keadaan umum lemah
- Terpasang infus pada
tangan kiri Risik Infeksi
DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN
Tanggal No DIAGNOSA KEPERAWATAN Nama Terang dan
Muncul Tanda Tangan
9-07-2018 1. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berhubungan dengan
Anas
intake nutrisi tidak adekuat
9-07-2018 2. Diare berhubungan dengan infeksi oleh
bakteri
Anas
9-07-2018 3. Risiko infeksi
malnutrisi
berhubungan dengan
Anas
PERENCANAAN
Diagnosa
TGL/ Keperawatan/
Tujuan & Kriteria Hasil Rencana Tindakan Rasional
JAM Masalah
Kolaboratif
9-07- Ketidak Setelah dilakukan perawatan 1. Monitor berat badan pasien 1. Mengetahui perkembangan
2018 seimbangan nutrisi selama 3x24 jam atau dalam 2. Monitor jumlah nutrisi dan berat badan seiap hari
kurang dari hari perawatan, ketidak kandungan kalori 2. Mengetahui jumlah kalori
kebutuhan tubuh seimbangan nutrisi teratasi 3. Kaji adanya alergi dan nutrisi yang di konsumsi
berhubungan dengan kriteria hasil: 3. Mengetahui adakah alergi,
4. Ajarkan keluarga bagaimana
dengan intake 1. Berat badan meningkat (6,5 untuk menentukan diet
nutrisi tidak Kg) membuat catatan makanan harian selanjutnya
adekuat 2. Tidak ada tanda-tanda 5. Berikan informasi tentang 4. Membantu keluarga
malnutrisi kebutuhan nutrisi mempermudah memnuhi
3. Berat badan ideal sesuai 6. Kolabrasikan dengan ahli gizi kebutuahn nutrisi
tinggi badan untuk menentukan jumlah kalori 5. Keluarga merupakan orang
dan nutrisi yang dibutuhkan yang paling dekat dengan
pasien
6. Menentukan diet apa yang
akan diberikan
PERENCANAAN
Diagnosa
TGL/ Keperawatan/
Tujuan & Kriteria Hasil Rencana Tindakan rasional
JAM Masalah
Kolaboratif
9-07- Diare berhubungan Setelah dilakukan tindakan 1. KIE keluarga mengenai penyebab 1. Meningkatkan
2018 dengan infeksi oleh keperawatan selama 3x24 atau terjadinya diare dan pengetahuan keluarga.
bakteri selama jam perawatan diare pencegahannya. 2. membantu membedakan
dapat diatasi, dengan kriteria: 2. kaji frekuensi, warna, konsistensi penyakit individu dan
1. Bab tidak lebih dari 3 kali dan jumlah feses mengkaji beratnya
sehari. 3. observasi tanda-tanda dehidrasi episode
2. BAB dengan konsistensi 4. Anjurkan keluarga untuk tetap 3. mengetahui lebih dini
lembek memberikan minum sesuai jadwal tanda dehidrasi sehingg
(3 jam sekali). pasien terhindar dari
5. Kolaborasi pemberian probiotik dehidrasi.
dan zinc. 4. Mencegah terjadinya
dehidrasi.
5. Obat diperlukan untuk
penyembuhan diare.
PERENCANAAN
Diagnosa
TGL/ Keperawatan/
Tujuan & Kriteria Hasil Rencana Tindakan Rasional
JAM Masalah
Kolaboratif
9-07- Risiko infeksi Setelah dilakukan tindakan 1. Lakukan cuci tangan sebelum 1. Cuci tangan dapat mengurangi
2018 berhubungan keperawatan selama 3x24 atau dan sesudah perawatan kejadian infeksi.
dengan malnutrisi selama jam perawatan risiko 2. Monitor tanda dan gejala infeksi 2. Tanda gejala infeksi seringkali
infeksi dapat diatasi, dengan 3. Dorong masukan nutrisi yang tidak diketahui oleh keluarga
kriteria: cukup 3. Status nutrisi yang adekuat
1. Bebas dari tanda gejala 4. Ajarkan keluarga cara dapat meningkatkan kekebalan
infeksi menghindari infeksi tubuh
2. Jumlah leukosit dalam 5. Jaga lingkungan pasien tetap 4. Keluarga merupakn orang yang
batas normal (6,0-17,5 bersih paling dekat dengan pasien
109/L) 5. Lingkungan yang bersih dapat
mengurangi kuman dan
penyakit
TINDAKAN PERAWATAN
Tgl No Diagnosa Jam Tindakan Nama
Perawatan Perawat/Mhs
09-07-2018 1 21.00 1. Memonitor berat badan pasien
R /: 4 Kg
Anas
21.20 2. Memonitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
R /: kebutuhan nutrisi 320-400 kkal/hari
21.25 3. Mengkaji adanya alergi
R/: pasien tidak memiliki alergi apapun
21.35 4. Mengajarkan keluarga bagaimana membuat catatan makanan harian
R/: keluarga dapat membuat catatan harian pemberian asi pada balita
5. Memberikan informasi tentang kebutuhan nutrisi.
21. 40 R/: Keluarga mengetahui kebutuhan nutrisi apa saja yng di butuhkan
pasien
6. Mengkolabrasikan dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori
21.50
dan nutrisi yang dibutuhkan
R/: kebutuhan nutrisi 320-400 kkal/hari.

09-07-2018 2 22.00 1. KIE keluarga mengenai penyebab terjadinya diare dan


pencegahannya.
Anas
R /: keluarga mengerti bagaimana penyebab dan bagaimana
mencegah diare
22.10 2. Mengkaji frekuensi, warna, konsistensi dan jumlah feses
R /: BAB 10 kali, warna kuning, cair berampas
22.25 3. Mengobservasi tanda-tanda dehidrasi
R /: kulit kering, pasien lemah
22.30 4. Menganjurkan keluarga untuk tetap memberikan minum sesuai
jadwal (3 jam sekali).
R /: pasien meminum ASI
22.40 5. Mengkolaborasi pemberian probiotik dan zinc.
R /: pasien mendapatkan infus D ¼ Ns

9-07-2018 3 22.50 1. Melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah perawatan


R /: cuci tangan dilakukan oleh petugas ataupun keluarga yg ingin
Anas
bersentuhan dengan pasien
23.00 2. Memonitor tanda dan gejala infeksi
R /: Tidak muncul tanda dan gejala infeki
23.20 3. Mendorong masukan nutrisi yang cukup
R /: pasien diberikan ASI oleh ibunya
23.30 4. Mengajarkan keluarga cara menghindari infeksi
R /: keluarga mengetahui bagaimana cara menghindari infeksi
23.35 5. Menjaga lingkungan pasien tetap bersih
R /: membersihkan tempat tidur pasien

.
EVALUASI
Tgl No Diagnosa Evaluasi Nama
Perawat/Mhs
10-07-2018 Ketidak seimbangan S: Nuhita
Jam: 07.00 nutrisi kurang dari Keluarga mengatakan berat badanya 4 Kg
kebutuhan tubuh O:
- RR : 44 x/mnt
- Pasien terpasang oksigen nasal kanul 2 lpm.
- Tampak pasien batuk
- Terdapat suara ronchi pada paru
A: masalah teratasi sebagian.
P: lanjutkan intervensi
1. Monitor TTV
2. Pertahankan pemberian oksigen
3. Lanjutkan pemberian nebulizer
4. Ajarkan kleping.
5. Pertahankan kolaborasi dengan tim medis terkait pemberian
mukolitik dan bronkodilator.
04-07-2018 Ketidakefektifan bersihan S: Nuhita
Jam: 20.00 jalan nafas Keluarga pasien mengatakan anaknya masih batuk grok-grok.
O:
- RR : 44 x/mnt
- Pasien terpasang oksigen nasal kanul 2 lpm.
- Tampak pasien batuk
- Sekret belum bisa keluar.
- Terdapat suara ronchi pada paru
A: masalah teratasi sebagian.
P: lanjutkan intervensi
1. Monitor TTV
2. Pertahankan pemberian oksigen
3. Lanjutkan pemberian nebulizer
4. Pertahankan kolaborasi dengan tim medis terkait pemberian
mukolitik dan bronkodilator.
05-07-2018 Ketidakefektifan bersihan S: Nuhita
Jam: 20.00 jalan nafas Keluarga pasien mengatakan batuk pasien sudah berkurang tidak
sesering hari sebelumnya.
O:
- RR : 44 x/mnt
- Pasien terpasang oksigen nasal kanul 2 lpm.
- Terdapat suara ronchi pada paru
A: masalah teratasi sebagian.
P: lanjutkan intervensi
1. Monitor pernapasan
2. Lakukan weaning oksigen
3. Lanjutkan pemberian nebulizer
4. Pertahankan kolaborasi dengan tim medis terkait pemberian
mukolitik dan bronkodilator.

EVALUASI
Tgl No Diagnosa Evaluasi Nama
Perawat/Mhs
03-07-2018 Ketidakefektifan perfusi S: Nuhita
Jam: 07.00 jaringan perifer Keluarga mengatakan pasien lemah.
O:
- Kesadaran composmentis.
- Pasien tampak terbaring lemah.
- Konjungtiva anemis.
- Hb: 9,3 gr/dL.
- CRT 2 dtk,
- Akral hangat
A: masalah belum teratasi.
P: lanjutkan intervensi
1. Monitor status tanda-tanda vital
2. Monitor hasil laboratorium
3. Lanjutkan kolaborasi dengan tim medis untuk
pemberian tranfusi darah.
04-07-2018 Ketidakefektifan perfusi S: Nuhita
Jam: 20.00 jaringan perifer Keluarga mengatakan pasien tidak lemah.
O:
- Kesadaran composmentis.
- Konjungtiva tidak anemis.
- Hb: 10,2 gr/dL.
- CRT 2 dtk,
- Akral hangat
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi
1. Monitor status tanda-tanda vital.
2. Monitor hasil laboratorium.
3. Lanjutkan kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian
tranfusi darah.
05-07-2018 Ketidakefektifan perfusi S: Nuhita
Jam: 20.00 jaringan perifer Keluarga mengatakan pasien sudah tidak lemah.
O:
- Kesadaran composmentis.
- Konjungtiva tidak anemis.
- Hb: 12,6 gr/dL.
- CRT 2 dtk,
- Akral hangat
A: masalah teratasi.
P: hentikan intervensi

EVALUASI
Tgl No Diagnosa Evaluasi Nama
Perawat/Mhs
03-07-2018 Diare S: Nuhita
Jam: 07.00 Keluarga mengatakan pasien BAB encer 3 kali encer.
O:
- Konsistensi BAB encer/cair
- pasien tampak terbaring lemah, mukosa bibir kering.
- bising usus 34x/menit.
A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
1. Monitor BAB
2. Pantau masukan/pengeluaran cairan secara periodik (per
3 jam).
3. Pertahankan kolaborasi pemberian prebiotik dan zinc
04-07-2018 Diare S: Nuhita
Jam 20.00 Keluarga mengatakan pasien BAB encer 2 kali namun sudah
ada ampasnya.
O:
- Konsistensi BAB encer disertai ampas.
- Mukosa bibir lembab.
- bising usus 29x/menit.
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi
1. Monitor BAB.
2. Pantau masukan/pengeluaran cairan secara periodik (3
jam sekali).
3. Pertahankan kolaborasi pemberian prebiotik dan zinc.
05-07-2018 Diare S: Nuhita
Jam 20.00 Keluarga mengatakan pasien BAB encer 2 kali lembek.
O:
- Konsistensi BAB lembek.
- bising usus 25x/menit.
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi
1. Monitor BAB.
2. Pantau masukan/pengeluaran cairan secara periodik (3
jam sekali).
3. Pertahankan kolaborasi pemberian prebiotik dan zinc