Anda di halaman 1dari 1

4.

Mengapa pasien sesak napas dan tidak mau minum obat

Pasien mengalami sesak napas dikarenakan patogen yang masuk menuju ke badan melalui

sistem saraf pusat meyebabkan infeksi akut melalui inokulasi perifer virus setelah paparan

selanjutnya terjadi replikasi di jaringan perifer, sehingga virus tersebar di sepanjang saraf

perifer dan medulla spinalis. Penyebaran virus ini menimbulkan rangsangan terhadap pusat

pernapasan di otak berupa sistem limbik dan hipotalamus, sehingga pasien mengalami sesak

napas. Selain itu juga sesak napas di duga dikarenakan terinfeksinya sistem saraf otonom

berupa sistem saraf simpatis dan para simpatis. Selanjutnya pasien tidak bisa mengatur

pernapasan dan juga terjadi spasme di bagian otot pernapsan sehigga pasien mengalami sesak

napas. Pasien mengalami tidak mau minum obat di karenakan adanya patogen yang

menyebar hingga ke sistem saraf pusat sehingga, menuju ke medulla obongata atau batang

otak sehingga menimbulkan kerusakan pada batang otak tersebut, dan menghambat nukleus

anbys yang mengendalikan saat melakukan inspirasi. Dan terjadi spasme otot inspirasi ,

disfaresis sehingga sukar untuk menelan. Menimbulkan efek pasien sukar menelan cairan dan

sukar untuk menelan obat (Tanzil, 2014)

Sumber : Tanzil, K., 2014. Penyakit Rabies dan Penatalaksanaannya : E-journal WIDYA

Kesehatan dan Lingkungan