Anda di halaman 1dari 4

III.

METODOLOGI PELAKSANAAN

Dalam melaksanakan kerja praktek, mahasiswa diharapkan mampu


melakukan studi kasus yaitu mengangkat suatu kasus yang dijumpai di tempat
kerja praktek menjadi suatu kajian sesuai dengan bidang keahlian yang ada
ataupun melakukan pengamatan terhadap suatu proses atau alat untuk kemudian
dikaji sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.

Untuk mendukung kerja praktek dan kajian yang dilakukan, maka dapat
dilakukan beberapa metode pelaksanaan, yaitu antara lain :

3.1 Pendahuluan

Pendahuluan ini dilakukan untuk studi pustaka, wawancara dan


observasi lapangan.

3.2 Pengambilan Data

Data yang dibutuhkan adalah data dari Pour Point Tester ASTM D
97. Data pour point yang dibutuhkan adalah suhu dari pengujian, waktu
lama pengujian dan keterangan mengalir dan tidak mengalir.

3.3 Pengolahan Data

Sebelum mengoptimalisasi maka perlu dilakukan pengamatan


evaluasi terlebih dahulu yaitu mencari hasil pengamatan dari Repeatability
I dan Repeatability II. Serta mencari hasil pengamatan dari Reproducibility
I,II dan III. Kemudian didapatkan hasil optimalisasi pengamatan dari pour
point.
Pendahuluan

Rencana Data

Data Pour Point Tester ASTM D 97 :

 Suhu
 Waktu
 Keterangan Mengalir tidak
mengalir

Evaluasi :

1. Repeatability I dan II
2. Reproducibility I,II dan III
Optimasi :
3. Pour Point

Rencana Hasil

1. Nilai Pour Point

Gambar 1. Diagram Alir


IV. RENCANA KEGIATAN

Kegiatan kerja praktek rencana akan dilaksanakan selama


2 bulan dengan rincian kegiatan dapat dilihat pada tabel .

Tabel 3. Rencana Pelaksanaan Kerja Praktek

Minggu
No. Rencana Kegiatan
I II III IV V VI VII VIII

1 Pengenalan Lapangan √

2 Observasi √ √

3 Pengambilan Data √ √ √ √ √ √ √

4 Pengolahan Data √ √ √ √ √ √

Penyusunan Laporan
5 √ √ √ √ √ √
& Slide

6. Presentasi √

V. KESIMPULAN SEMENTARA

Berdasarkan Study Literature yang dilakukan dapat ditarik beberapa


kesimpulan sementara antara lain:

1. Pengukuran dan perhitungan hasil percobaan dilakukan berdasarkan


ASTM D-97 untuk sampel minyak solar.
2. Parameter untuk optimasi Pour Point Tester adalah suhu, waktu dan
keterangan mengalir dan tidak mengalir.
3. Setelah dilakukan pengamatan optimasi di dapatkan nilai pour point
4. Setelah dilakukan percobaan pada sampel minyak solar, Repeatability
1 , Reproducibility 1 didapatkan data bahwa pour point sebesar Xo C.
DAFTAR PUSTAKA

A. Hardjono. 2007. Teknologi Minyak Bumi. Yogyakarta: Gajah Mada University

press.

Bridaga Putra,Aldano.2018. Gasoil and Diesel Oil. Indramayu: Akademi Minyak


Dan Gas Balongan

Kishore, Nadkharni R. A.2007. Guide to ASTM Test Methods for the Analysis of
Petroleum Products and Lubricants: 2nd Edition.United States Of America:
ASTM International.

L.Leffler, William.1979. Petroleum Refining For The Non-Technical Person”.


Oklahoma: PennWell Publishing Company

Margasari, Sella. 2014. Laporan Kerja Praktek Proses Produksi PertaDEX Pada
Unit 21 di Pertamina RU VI Balongan. Indramayu: Akamigas Balongan

Parkash, Surinder.2003. Refining Process Handbook. United States Of America:


Elsevier.

Vela Arisya, Ruth Juniati, Ellyta Sari, Maria Ulfah. 2013.” Jurnal Penggunaan
Pour Point ( PPD ) Dalam Mengatasi Minyak Beku ( Congeal ) Pada Shipping
Line Bangko-Dumai ”.Universitas Bung Hatta. Halaman 1-2.