Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH SUMBER DAYA ALAM

Disusun untuk melengkapi tugas : Pengetahuan Lingkungan

Dosen pembimbing : Agus Prasetyo Utomo, S.Si.

Disusun oleh:

FEBRIYANTI DIAN KUSUMA (0910211068)

EKA FITRIA (0910211091)

YULI EKA P (0910211076)

EDHISMA SHIEKTA Y (0910211103)

RURY AYU LESTARI (0910211072)

PROGRAM STUDY PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

2011
Daftar Isi

Kata pengantar………………………………………………………….…… 3

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………… 4

1.1 Latar belakang…………………………………………………………..... 4

1.2 Rumusan masalah………………………………………………………… 5

1.3 Tujuan…………………………………………………………………….. 5

BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………….. 6
BAB III PENUTUP………………………………………………………….. 16
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………… 17
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada ALLAH SWT yang telah melimpahkan karunianya kepada kelompok kami,
sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Sumber Daya Alam”.
Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu yang telah
memberikan arahan dan bimbingan kepada saya yang telah membantu menyelesaikan makalah
ini.
Makalah ini tidak sempurna, oleh karena itu penyusun dalam hal ini mengharapkan kritik
dan saran yang membangun, agar makalah ini dapat lebih baik sehingga dapat bermanfaat bagi
penyusun maupun bagi pembaca.

Jember, 20 Oktober 2011

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Alam pada dasarnya mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang.
Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk
mempertahankan keserasian dan keseimbangan itu.
Semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk
kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia, dan
mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan
sumber daya alam non hayati. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh
pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.

1.2 Rumusan Masalah


1. Jelaskan deskripsi,dan macam-macam Sumber Daya Alam
2. Jelaskan konsep Sumber Daya Alam
3. Jelaskan masalah-masalah Sumber Daya Alam
4. Jelaskan konservasi Sumber Daya Alam

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui deskripsi,dan macam-macam Sumber Daya Alam
2. Untuk mengetahui konsep Sumber Daya Alam
3. Untuk mengetahui masalah-masalah Sumber Daya Alam
4. Untuk mengetahui konservasi Sumber Daya Alam
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi, jenis dan macam-macam Sumber Daya Alam

2.1.1 Definisi Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai
kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar
alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di
dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber
daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi
lainnya.

2.1.2 Macam-macam Sumber Daya Alam

Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya.
a. Berdasarkan sifat
Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Sumber daya alam yang terbarukan (renewable),
misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut ter barukan karena dapat
melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
2. Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable),
misalnya: minyak tanah, gas bumf, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.
3. Sumber daya alam yang tidak habis,
misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.
b. Berdasarkan potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain
sebagai berikut.
1. Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam
bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
2. Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya.
Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut
laut, kincir angin, dan lain-lain.
3. Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat
hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.

c. Berdasarkan jenis
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
1. Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya alam fisik, yaitu
sumber daya alam yang berupa benda-benda mati. Misalnya : bahan tambang, tanah, air,
dan kincir angin.
2. Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam yang berupa makhluk
hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, dan manusia.

2.2 Konsep Sumber Daya Alam

Sumber daya alam merupakan sesuatu yang berguna dan mempunyai nilai di dalam
kondisi di mana kita menemukannya. Sumber daya alam dan energi meliputi semua yang
terdapat di bumi baik yang hidup maupun benda mati, berguna bagi manusia, terbatas jumlahnya
dan pengusahaannya memenuhi kriteria-kriteria teknologi, ekonomi, sosial dan lingkungan.
Sumber daya adalah suatu konsep yang dinamis sehingga ada kemungkinan bahwa
perubahan dalam informasi, teknologi dan relatif kelangkaannya dapat berakibat sesuatu yang
semula di anggap tidak berguna menjadi berguna dan bernilai.
Secara umum sumberdaya alam dan energi diklasifikasikan :
1. Sumberdaya tanah dan air.
2. Sumberdaya tanaman dan pepohonan.
3. Sumberdaya “akuatik”.
4. Sumber energi dan bahan mineral.
Sumber Energi meliputi:
1] Energi: Fosi, yangterdiri dari Minyak Bumi, Gas Bumi, Batubara:hidro,uranium,
Geothermal dan solar.
2] Endapan Bijih Mineral, yang terdiri dari bauksit, timah, nikel, tembaga, emas, perak,
mangan, pasirbesi dan bahan galian lain yang termasuk Sumberdaya tak terbarukan;
3] Bahan Mineral untuk “bangunan” kaolin, limestone, dolomites dan lain-lain.

2.3 Masalah-masalah Sumber Daya Alam


Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.000 pulau, Indonesia
membentangkan antara dua kawasan biogeografis , kawasan Indomelayu dan Australia dan
mendukung berbagai jenis kehidupan flora dan fauna dalam hutan basah yang asli dan kawasan
pesisir dan laut yang kaya. Sekitar 3.305 spesies hewan amfibi, burung, mamalia dan reptil dan
sedikitnya 29.375 spesies tanaman berpembuluh tersebar di pulau-pulau ini, yang diperkirakan
mencapai 40 persen dari biodiversitas di kawasan APEC. Namun, lingkungan alam yang indah
dan sumber daya yang kaya harus terus menghadapi tantangan dari fenomena alam karena
Indonesia terletak pada ring Api Pasifik seismik yang tinggi yang mengalami 90 persen gempa
bumidunia.

Sungguh ironis memang Indonesia yang terkenal dengan Sumber Daya Alam berupa minyak
bumi dan tergabung dalam negara penghasil minyak dunia yang tergabung dalam organisasi
negara pengekspor minyak (OPEC) Pada tahun delapan puluhan. Saat ini menjadi Negara
pengimpor minyak untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri yang sangat pesat
kenaikannya . Terlebih mulai akhir tahun 2004, harga minyak dunia mengalami peningkatan
hingga lebih dari 70 persen. Berawal dari 28 dolar per barel meningkat tajam hingga menembus
50 dolar per barelnya. Pertamina sebagai BUMN yang menangani produksi minyak dan gas serta
distribusinya pun harus berhutang kepada bank dengan mengajukan LC (Letter of Credit) untuk
membayari pembelian minyak dari luar negeri. Akibatnya subsidi negara menjadi bertambah
hingga 76 triliun dan APBN mengalami defisit 5 persen. Tiap harinya Pertamina membutuhkan
minimal 50 juta dolar untuk mengimpor minyak kebutuhan dalam negeri. Dan perlu diketahui
bahwa yang menikmati subsidi ini sebagian besar adalah orang yang memiliki kendaraan
bermotor dan wiraswasta yang nota bene mereka adalah orang berpunya.

Pada umumnya negara berkembang seperti Indonesia menghadapi masalah dan tantangan dalam
mengelola sumberdaya alamnya secara berkelanjutan. Diantara masalah-masalah tersebut adalah
tekanan terhadap lingkungan alami. Permasalahan penyebab tekanan terhadap lingkungan
tersebut yang diantaranya adalah kelangkaan beberapa jenis bahan bakar terutama premium dan
minyak tanah. Kelakuan oknum yang tidak bertanggung jawab turut memperparah keadaan. Hal
ini dipicu dari lemahnya pengawasan pemerintah terhadap sistem distribusi barang yang menjadi
hajat hidup orang banyak ini.Perlu peran aktif pemerintah untuk terus memperkuat komitmen
memperketat pengawasan terhadap sistem distribusi barang yang menjadi hajat hidup orang
banyak.

Beberapa langkah dan kebijakan pemerintah yang dirasa kurang memperhatikan kepentingan
dalam negeri diantaranya penjualan gas alam yang dihasilkan di Arun, Aceh ke negeri ginseng,
Korea. Padahal di saat yang sama, PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) sangat membutuhkan
pasokan gas alam untuk produksi pupuknya. Akhirnya kegiatan operasional perusahaan itu harus
dihentikan selama 3 tahun dan kerugian yang ditimubulkan tidak kurang dari 300 juta dolar AS.
Belum lagi nasib karyawan yang terapaksa dirumahkan.

Kasus yang sangat mencoreng muka negeri ini tentunya adalah tindakan beberapa penduduknya
sendiri yang sengaja menyelundupkan bahan bakar minyak (BBM) ke luar negeri, khususnya ke
negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Alasannya di kedua negara tersebut harga
jualnya lebih tinggi dan tidak terkena PPN. Bukankah ini adalah keadaan yang sangat ironis. Di
satu sisi banyak orang di dalam negeri yang membutuhkan BBM, tapi di sisi lainnya beberapa
orang mencoba mengeruk keuntungan yang tidak sah (ilegal) dengan memanfaatkan kelemahan
birokrasi dan bea cukai yang pada akhirnya membawa kerugian bagi semua pihak.

Pencemaran yang disebabkan oleh industri, pertanian dan sedimentasi. Pencemaran tersebut telah
mengakibatkan kerusakan habitat bagi mahkluk hidup yang menghuni wilayah tersebut. Dewasa
ini penurunan yang drastic terjadi terhadap kualitas lingkungan akibat kerusakan habitat mahkluk
hidup oleh aktivitas manusia. Penurunan kualitas lingkungan tersebut ternyata sangat sulit
dihindari karena kebutuhan lahan yang terus meningkat untuk memenuhi berbagai kebutuhan
hidup manusia. Diperkirakan bahwa 900 ribu hektar sampai 1,3 juta hektar hutan dibuka setiap
tahunnya untuk berbagai macam keperluan, sehingga hanya sekitar 61 % habitat alami yang
masih tersisa. Di Jawa dan bali hilangnya habitat mungkin mencapai 91 % sedangkan di Irian
Jaya diperkirakan hanya sekitar 7 %. Kerusakan hutan yang terus berlangsung mengancam
keberadaan ekosistem hutan yang berarti mengancam kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
Berbagai bencana alam mulai sering muncul seperti banjir, kekeringan dan longsor sebagai
akibat aktivitas manusia dalam mengeksploitasi alam tanpa memperhatikan daya dukung
lingkungan seperti banjir dan tanah longsor.

2.4 Konservasi Sumber Daya Alam


Konservasi adalah segenap proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang
dikandungnya terpelihara dengan baik (Piagam Burra, 1981). Konservasi adalah pemeliharaan
dan perlindungan terhadap sesuatu yang dilakukan secara teratur untuk mencegah kerusakan dan
kemusnahan dengan cara pengawetan (Peter Salim dan Yenny Salim, 1991). Kegiatan konservasi
selalu berhubungan dengan suatu kawasan, kawasan itu sendiri mempunyai pengertian yakni
wilayah dengan fungsi utama lindung atau budidaya (UU No. 24 Tahun 1992). Kawasan lindung
adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup
yang mencakup sumber daya alam, sumber daya buatan, dan nilai sejarah serta budaya bangsa
guna kepentingan pembangunan berkelanjutan. Kawasan budidaya adalah kawasan yang
ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya
alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan.
Ruang Lingkup Sumber Daya
Sifat atau ciri-ciri sumber daya alam di Indonesia yang menonjol ada dua macam, yaitu
penyebaran yang tidak merata dan sifat ketergantungan antara sumber daya alam. Sumber daya
alam sendiri dapat diklasifikasikan berdasarkan kemampuannya menjadi dua golongan, yaitu
sumber daya alam yang dapat pulih dan sumber daya alam yang tak dapat pulih. Sumber daya
alam buatan adalah hasil pengembangan dari sumber daya alam hayati dan/atau sumber daya
alam non hayati yang ditunjuk untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan/atau kemampuan
daya dukungnya, antara lain hutan buatan, waduk, dan jenis unggul.
 Konservasi sumber daya alam hayati
Konservasi Sumber Daya Alam di Indonesia
Mulai tahun 1970-an konservasi sumber daya alam di Indonesia berkembang dan
memiliki suatu strategi yang bertujuan untuk:
a. Memelihara proses ekologi yang penting dan sistem penyangga kehidupan.
b. Menjamin keanekaragaman genetik.
c. Pelestarian pemanfaatan jenis dan ekosistem.
Peranan kawasan konservasi dalam pembangunan meliputi:
a. Penyelamat usaha pembangunan dan hasil-hasil pembangunan.
b. Pengembangan Ilmu Pendidikan.
c. Pengembangan kepariwisataan dan peningkatan devisa.
d. Pendukung pembangunan bidang pertanian.
e. Keseimbangan lingkungan alam.
f. Manfaat bagi manusia.
Berdasarkan Pasal 5 UU No. 5 Tahun 1990 dan Strategi Konservasi Dunia kegiatan
konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya meliputi kegiatan:
a. Perlindungan proses-proses ekologis yang penting atau pokok dalam sistem-sistem
penyangga kehidupan.
b. Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.
c. Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
Kawasan dan Kegiatan Konservasi Hayati
Menurut UU No. 5 Tahun 1990, Kawasan Suaka Alam adalah kawasan dengan ciri khas
tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai
kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga
berfungsi sebagai wilayah penyangga kehidupan.
Kawasan Suaka Alam terdiri dari:
a. Cagar Alam.
b. Suaka Margasatwa.
c. Hutan Wisata.
d. Daerah perlindungan Plasma Nutfah.
e. Daerah pengungsian satwa.
Kawasan pelestarian alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat
maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan,
pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari
sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Dalam kegiatan pengawetan jenis tumbuhan
dan satwa dapat dilaksanakan di dalam kawasan (konservasi insitu) ataupun di luar
kawasan (konservasi exsitu). Konservasi insitu adalah konservasi jenis flora dan fauna
yang dilakukan di habitat aslinya baik di hutan, di laut, di danau, di pantai, dan
sebagainya. Konservasi exsitu adalah konservasi jenis flora dan fauna yang dilakukan di
luar habitat aslinya.
 Konservasi sumber daya alam non hayati
Konservasi Tanah dan Air, dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
Konservasi tanah diartikan sebagai penempatan setiap bidang tanah pada cara
penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya
sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.
Sedangkan konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah
seefisien mungkin, dan pengaturan waktu aliran sehingga tidak terjadi banjir yang
merusak dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau. Persoalan konservasi tanah
dan air adalah kompleks dan memerlukan kerjasama yang erat antara berbagai disiplin
ilmu pengetahuan seperti ilmu tanah, biologi, hidrologi, dan sebagainya. Pembahasan
tentang konservasi tanah dan air ini selalu tidak akan terlepas dari pembahasan tentang
siklus hidrologi. Siklus hidrologi ini meliputi proses-proses yang ada di dalam tanah,
badan air, dan atmosfer, yang pada intinya terdapat dua proses yaitu evaporasi dan
presipitasi yang dikendalikan oleh energi matahari. Daerah Aliran Sungai (DAS)
merupakan wilayah yang dibatasi oleh batas alam (topografi) di mana aliran permukaan
yang jatuh akan mengalir ke sungai-sungai kecil menuju ke sungai besar akhirnya
mencapai danau atau laut. Pengelolaan DAS berupaya untuk menselaraskan dikotomi
kepentingan ekonomi dan ekologi. Kepentingan ekonomi jangka pendek akan terancam
bila kepentingan ekologi diabaikan. Sebaliknya gerakan perbaikan ekologi yang
melibatkan masyarakat tidak akan terpelihara secara terus menerus tanpa memberi
dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Untuk
mencapai tujuan pengelolaan DAS diperlukan upaya pokok dengan sasaran:
a. Pengelolaan Lahan
b. Pengelolaan Air
c. Pengelolaan Vegetasi.
Erosi dan Metode Konservasi Tanah dan Air
Erosi merupakan proses pengikisan tanah yang kemudian diangkut dari suatu tempat ke
tempat lain oleh tenaga seperti: air, gelombang atau arus laut, angin, dan gletser. Ada dua
jenis utama erosi yaitu erosi normal/geologi dan erosi yang dipercepat. Erosi normal
yaitu proses-proses pengangkutan tanah yang terjadi di bawah keadaan vegetasi alami.
Proses erosi ini berlangsung sangat lama dan proses ini yang menyebabkan kenampakan
topografi yang terlihat sekarang ini, seperti: tebing, lembah, dan sebagainya. Sedangkan
erosi dipercepat adalah pengangkutan tanah yang menimbulkan kerusakan tanah akibat
aktivitas manusia yang mengganggu keseimbangan antara proses pembentukan dan
pengangkutan tanah. Menurut bentuknya erosi dibedakan menjadi: erosi lembar, erosi
alur, erosi parit, erosi tebing sungai, longsor, dan erosi internal. Faktor-faktor utama yang
mempengaruhi erosi adalah iklim, topografi, tumbuh-tumbuhan, tanah, dan manusia.
Eischemeier (1976) mengembangkan persamaan rata-rata tahunan kehilangan tanah
yaitu: A = R K L S C P, di mana A adalah banyaknya tanah yang tererosi, R adalah faktor
curah hujan dan aliran permukaan, K adalah faktor erodibilitas tanah, L adalah faktor
panjang lereng, S adalah faktor kecuraman lereng, C adalah faktor vegetasi penutup tanah
dan pengelolaan tanaman, dan P adalah faktor konservasi tanah. Beberapa metode
konservasi tanah dapat dibagi dalam tiga golongan utama, yaitu: (1) metode vegetatif, (2)
metode mekanik, dan (3) metode kimia.
 Konservasi Energi dan Sumber Daya Mineral
Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam penggunaan energi supaya berkelanjutan antara lain adalah
bagaimana mengatur penggunaan energi yang berkualitas, meminimumkan penggunaan
energi untuk transportasi, dan mengubah energi secara efisien. Konservasi energi dapat
dilakukan pada bidang-bidang transportasi, bangunan, dan industri. Jenis-jenis sumber
daya mineral dapat digolongkan menurut kegunaannya yaitu menjadi sumber daya
mineral logam dan non logam.
Sumber daya mineral logam dibagi menjadi:
1. logam yang berlimpah, contohnya besi dan aluminium.
2. logam yang jarang, contohnya tembaga dan seng.
Sumber daya mineral non logam dibagi menjadi:
1. mineral untuk bahan kimia pupuk buatan dan keperluan khusus, contohnya fosfat dan
nitrat.
2. bahan bangunan, contohnya pasir dan asbes.
3. bahan bakar fosil, contohnya minyak bumi dan batu bara, dan
4. air, contohnya air sungai dan air tanah.
Ketentuan tentang pengelolaan sumber daya mineral diatur dalam Undang-undang No. 11
Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan. Pada Pasal 3 Undang-
undang tersebut dinyatakan bahwa bahan-bahan galian dibagi atas 3 golongan, yaitu:
golongan A adalah bahan galian strategis, golongan B adalah bahan galian vital, dan
golongan C adalah bahan galian yang tidak termasuk dalam golongan A dan B.
Pelaksanaan Undang-undang No. 11 Tahun 1967 tersebut ditetapkan pada Peraturan
Pemerintah (PP) No. 32 Tahun 1969. Menurut ketentuan Pasal 1 PP tersebut dikatakan
kuasa pertambangan untuk melaksanakan usaha pertambangan bahan galian golongan A
dan B diberikan oleh Menteri, sedangkan golongan C diberikan oleh Gubernur Kepala
Daerah Tingkat I.
 Konservasi Sumber daya buatan dan cagar budaya
Pengertian, Lingkup, dan Fungsi Sumber Daya Buatan
Sumber daya buatan adalah hasil pengembangan buatan dari sumber daya alam hayati
atau non hayati yang ditunjuk untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan atau
kemampuan daya dukungnya. Pengertian tersebut di atas menggambarkan bahwa sumber
daya buatan adalah sumber daya alam yang karena intervensi manusia telah berubah
menjadi sumber daya buatan. Bentuk sumber daya buatan ini dapat dilihat pada kawasan
budidaya, kawasan perdesaan, kawasan perkotaan, maupun kawasan cagar alam. Fungsi
kawasan-kawasan tersebut dapat sebagai pelindung kelestarian lingkungan hidup,
dibudidayakan, permukiman, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan
kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan manusia dan kesinambungan pembangunan.
Benda Cagar Budaya
Benda Cagar Budaya adalah benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang
berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisa-sisanya, yang berumur
sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan
mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap
mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Benda Cagar
Budaya, juga dapat berupa benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi
sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Benda Cagar Budaya berada dalam suatu
lokasi yang disebut dengan situs, sedangkan situs berada dalam suatu kawasan yang
disebut dengan kawasan cagar budaya. Bentuk benda cagar budaya dalam konteks
lingkungan kota atau kawasan perkotaan dapat berupa satuan areal, satuan visual atau
landscape, dan satuan fisik.
Konservasi Sumber Daya Buatan dan Cagar Budaya
Konservasi sumber daya buatan dapat meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan yang
mencakup preservasi, restorasi, rekonstruksi, adaptasi, dan revitalisasi. Adapun kriteria
konservasi sumber daya buatan dapat ditinjau dari estetika, kejamakan, kelangkaan,
peranan sejarah, memperkuat kawasan didekatnya, dan keistimewaan dari sumber daya
buatan tersebut.
Strategi Konservasi Alam Indonesia
Strategi Konservasi Alam Indonesia sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Undang-
undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan- ketentuan Pokok Pengelolaan
Lingkungan Hidup (sekarang UU No. 23 Tahun 1997). Strategi konservasi sumber daya
alam disusun dengan maksud untuk memberikan pedoman kepada para pengelolaan
sumber daya alam dalam menggunakan sumber daya alam tersebut untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat dan pembangunan. Menurut UU No. 22 Tahun 1999 tentang
Pemerintahan Daerah, Kewenangan daerah mencakup kewenangan dalam seluruh bidang
pemerintahan kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan
keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama serta kewenangan lain. Kewenangan lain
yang dimaksud meliputi kebijaksanaan tentang antara lain pendayagunaan sumber daya
alam serta konservasi. Kebijakan ini dijelaskan lebih lanjut dalam PP No. 25 Tahun 2000
tentang Tugas Pemerintah yang berkaitan dengan konservasi sumber daya hayati
Strategi Konservasi Alam Dunia
Sasaran Strategi Konservasi Dunia adalah untuk mencapai tiga tujuan utama:
1. Menjaga berlangsungnya proses ekologis yang esensial.
2. Pengawetan keanekaragaman plasma nutfah.
3. Menjamin kelestarian pemanfaatan jenis dan ekosistem.
Strategi Konservasi Alam Dunia meliputi:
1. Konservasi sumber daya hayati untuk pembangunan berkesinambungan.
2. Perlindungan Proses Ekologi yang terutama dan Sistem Penyangga Kehidupan.
3. Pengawetan Keanekaragaman Plasma nutfah.
4. Pemanfaatan Jenis dan Ekosistem secara lestari.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sumber daya alam ialah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia, misalnya:
tumbuhan, hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya matahari, dan mikroba (jasad
renik)
Macam-macam Sumber Daya Alam
 Berdasarkan sifat

Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :

1. Sumber daya alam yang terbarukan (renewable),

2. Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable),

3. Sumber daya alam yang tidak habis,

 Berdasarkan potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain
sebagai berikut.
1. Sumber daya alam materi

2. Sumber daya alam energi

3. Sumber daya alam ruang

 Berdasarkan jenis
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
1. Sumber daya alam nonhayati (abiotik)

2. Sumber daya alam hayati (biotik)

Konsep Sumber Daya Alam


Sumber daya adalah suatu konsep yang dinamis sehingga ada kemungkinan bahwa
perubahan dalam informasi, teknologi dan relatif kelangkaannya dapat berakibat sesuatu yang
semula di anggap tidak berguna menjadi berguna dan bernilai.
Masalah-masalah Sumber Daya Alam

• kelangkaan beberapa jenis bahan bakar terutama premium dan minyak tanah.
• tindakan beberapa penduduknya sendiri yang sengaja menyelundupkan bahan bakar
minyak (BBM) ke luar negeri.

• Pencemaran yang disebabkan oleh industri, pertanian dan sedimentasi.

• Kerusakan hutan yang terus berlangsung mengancam keberadaan ekosistem hutan yang
berarti mengancam kelangsungan hidup manusia itu sendiri

Konservasi Sumber Daya Alam

• Konservasi sumber daya alam hayati


• Konservasi sumber daya alam non hayati
DAFTAR PUSTAKA

http://kamulagingapain.blogspot.com/2010/11/peran-biologi-di-bidang-pengelolaan.html

http://klastik.wordpress.com/2008/03/19/konsep-konsep-dan-jenis-sumber-daya-alam-dan-energi/

http://skyrider27.blogspot.com/2009/11/masalah-sumber-daya-alam-di-indonesia.html