Anda di halaman 1dari 9

Nama : FAHMI VIRGIAWAN PRATAMA

10 Orang Tewas Akibat Topan Goni Di Filipina

angin topan . ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Angin topan Goni menewaskan sepuluh orang di Filipina. Bencana alam ini pun
menyebabkan 13 ribu orang mengungsi.

Selain itu, topan ini juga menyebabkan banjir, longsor dan tornado sampai merobohkan jembatan.
Bahkan selama bencana tersebut, tiga orang hilang dan tujuh lainnya luka-luka.

Dilansir laman CNN, topan Goni pertama kali berhembus dari bagian timur laut Filipina dan bergerak
menuju Taiwan.

Walaupun demikian, Pusat Bencana Alam Filipina melaporkan kekuatan topan ini makin melemah. Dari
laporan hari Minggu ini, topan tersebut hanya memiliki kecepatan 86 mil perjam.
Ratusan Orang Terjebak Banjir Di Jepang

Image copyright Reuters Image caption Ratusan orang dilaporkan masih terjebak banjir.

Tim penyelamat berupaya mencari ratusan warga yang terjebak banjir dalam banjir di perfektur Ibaraki dan
Tochigi Jepang, sepanjang malam. Setidaknya satu orang dinyatakan tewas akibat tanah longsor yang
menerjang rumahnya di Kota Kanuma Tochigi. Dua puluh orang masih hilang setelah Sungai Kinugawa River di
dekat kota Joso meluap, menghanyutkan mobil-mobil dan menghancurkan rumah.

Pejabat setempat telah memperingatkan adanya hujan deras dan risiko banjir lumpur. Image copyright Reuters
Image caption Ribuan orang telah dibawa ke lokasi pengungsian sementara. Peringatan untuk melakukan
evakuasi juga ditujukan untuk 410.000 orang di Sendai, ibukota perfektur Miyagi, pada Jumat pagi, setelah
Sungai Nanakitagawa meluap dan membanjiri Izumi Ward.

Hujan deras terjadi akibat pengaruh Topan Etau, yang menerjang Jepang pada awal pekan ini. Petugas SAR
telah mengevakuasi puluhan orang dari atap rumah mereka dalam peristiwa yang dramatis. Ribuan orang telah
dibawa ke tempat pengungsian sementara.

Lembaga penyiaran Jepang NHK mengatakan di kota Joso saja, hampir 700 orang masih terjebak dan
menunggu bantuan pada Kamis sore.

Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan otoritas melakukan yang terbaik. Image copyright Reuters Image
caption Sejumlah wilayah di Jepang mendapatkan peringatan cuaca buruk.

"Pemerintah akan bersama dan melakukan yang terbaik untuk mengatasi bencana... dengan menempatkan
keselamatan hidup penduduk sebagai prioritas utama," kata Abe kepada wartawan.

Sejumlah wilayah di Jepang terutama bagian Timur dan Timur Laut mendapat peringatan cuaca buruk, termasuk
perfektur Fukushima, lokasi bencana tsunami dan gempa bumi pada 2011 lalu dan masih merusak reaktor nuklir
di wilayah tersebut.
Banjir di India Tewaskan 100 orang

Banjir di India Tewaskan 100 orang (AFP)

Liputan6.com, New Delhi - Hujan deras dan terus-menerus di musim muson di India telah
menewaskan lebih dari 100 orang dalam seminggu terakhir ini. Bencana musiman ini telah
memaksa ribuan orang untuk tinggal di tenda-tenda darurat, kata kementerian dalam negeri
India seperti dikutip dari BBC.

Badai dan hujan angin melanda Bengal Barat dan menewaskan sekitar 48 orang dan lebih
dari 200 ribu orang mengungsi. Daerah ini dilaporkan menjadi salah satu daerah yang paling
parah terkena banjir.

India menderita banjir hebat setiap musim muson. Wilayah lain yang mengalami kerusakan
adalah negara bagian Rajasthan. 28 orang dilaporkan tewas sementara 10 ribu orang
dievakuasi ke dataran lebih tinggi.

Di negara bagian Gujarat lebih dari 4 juta orang di 14 kabupaten terkena banjir setelah hujan
tak henti-hentinya dalam seminggu terakhir.

Lima orang dilaporkan tewas di timur negara bagian Orissa dimana 400 ribu orang harus
mengungsi. Hari Sabtu 1 Agustus 2015, 20 orang tewas tertimbun tanah longsor di negara
bagian Manipur.

Hampir 80% wilayah India terkena banjir dan bencana setiap musim muson yang
berlangsung dari Juni hingga September.

Sementara itu, di Myanmar juga mengalami banjir dan tanah longsor akibat hujan deras yang
tak henti-henti seminggu terakhir. Sebuah kamp pengungsi Rohingya di kota Rakhine
terkena efek banjir yang paling parah. 27 orang dilaporkan tewas di Myanmar. (Rie/Mut)
4 Gempa Goyang Indonesia dalam 2 Hari

(Liputan 6 TV)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia menjadi negara yang rentan terhadap bencana gempa.
Terbukti dalam 2 hari terakhir, sejumlah wilayahnya diguncang gempa sebanyak 4 kali.

Berita itu pun menjadi kabar yang paling dicari oleh pecinta Liputan6.com. Selain itu,
gempa yang terjadi di Malang juga mendapat banyak perhatian.

Berikut 5 kabar paling diburu yang dihimpun Liputan6.com, Senin (27/7/2015):

Empat Gempa Goyang Indonesia dalam 2 Hari Terakhir

Tercatat 4 gempa bumi menggoyang Indonesia dalam 2 hari terakhir, yakni 25 dan 26 Juli
2015. Gempa-gempa itu membuat warga panik.

Gempa pertama terjadi pada Sabtu dini hari 25 Juli 2015 di Tenggara Ciamis, Jawa Barat.
Kekuatan lindu 5,7 Skala Richter (SR) cukup membuat masyarakat setempat bergidik.

Apalagi pusat gempat terjadi di kedalaman yang cukup dangkal, 10 km. Sementara lindu
terakhir terjadi di Papua pada dini hari tadi.

Lindu-lindu ini tidak menimbulkan potensi gelombang tsunami. Berikut daftar 4 gempa yang
terjadi dalam kurun waktu 25-26 Juli 2015, seperti yang dihimpun Liputan6.com.
Topan Bolaven Terjang Korea Utara

Liputan6.com, Jakarta: Kantor berita resmi korea utara (Korut) mewartakan, terjangan
angin topan Bolaven yang melanda pesisir barat Korut mengakibatkan lebih dari 21.000
orang kehilangan tempat tinggal dan menghancurkan lebih dari 50.000 hektar tanaman
pangan.

KCNA juga melaporkan, Senin (3/9), sedikitnya 48 orang tewas, 50 orang cedera, serta masih
banyak warga yang hilang akibat badai kuat itu. Sedikitnya 880 pabrik dan gedung-gedung
publik, termasuk puluhan sekolah dan klinik hancur.

Topan melanda pesisir Korea Utara hari Selasa dan Rabu minggu lalu (28 dan 29/8) setelah
melewati Jepang dan sebagian wilayah Tiongkok. Gambar-gambar video menunjukkan
banyak pohon tumbang, atap rumah rusak dan kabel sambungan listrik rusak.
(VOA/DIAH/ARI)
Aceh Selatan Dilanda Banjir Bandang Disertai
Longsor, 1 Tewas

Tanah longsor menimpa rumah penduduk, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Bencana banjir bandang dan tanah longsor kembali menyerang
Banda Aceh, tepatnya di Aceh Selatan. Bencana alam tersebut terjadi pada (Ahad (16/8) pukul 15.30
WIB.

Bencana terjadi di kecamatan Kota Bahagia, kecamatan Kluet tengah, kecamatan Pasie Raja,
kecamatan Sawang, kecamatan Labuhan Haji Barat, dimana kesemuanya termasuk wilayah
Kabupaten Aceh Selatan.

Berdasarkan informasi dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, bencana alam banjir yang disertai dengan tanah longsor
tersebut menyisakan satu korban meninggal dunia di Kecamatan Sawang, akibat tanah longsor.

Kerugian materiil yang diderita warga setempat akibat bencana tersebut hingga kini masih dalam
pendataan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan.
Masuk Musim Hujan, Masih Ada 290 Hotspot di
Indonesia

Ilustrasi Kebakaran Hutan (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Meskipun hujan sudah mulai mengguyur sebagian nusantara, kebakaran
hutan dan lahan masih terjadi. Bahkan tercatat ada 290 titik panas atau hotspot yang tersebar di
seluruh Indonesia.

Seperti disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Namun begitu, menurut dia, kondisi kebakaran hutan dan lahan tersebut tak separah saat musim
kemarau kemarin. Saat ini yang tersisa hanya titik panas dengan api intensitas kecil.

"Paling (kebakaran) kecil-kecilnya," tutur Sutopo kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (23/11/2015).
12 orang tertimbun longsor di Sukabumi

Longsor (FOTOANTARA/Feri Purnama/13)


Relawan, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana BPBD, TNI/Polri sudah di lokasi untuk mencari
dan evakuasi jasad korban tertimbun longsor
Sukabumi (ANTARA News) - Sebanyak 12 orang tertimbun tanah longsor di Kecamatan Cireungas,
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (28/3) sekitar pukul 23.00 WIB, dua orang di antaranya
berhasil menyelamatkan diri, sepuluh orang lagi masih tertimbun.

"Ada beberapa rumah yang tertimbun longsor dengan jumlah penghuni 12 orang, dua orang ditemukan
selamat namun 10 orang lainnya masih dalam pencarian," kata Camat Cireunghas, Bandan, di
Sukabumi, Minggu.

Ia mengatakan longsor yang terjadi di Kecamatan Cireunghas tersebut disebabkan oleh hujan deras
yang terjadi dari Sabtu, (28/3). Diduga, tanah di permukiman warga sudah labil sehingga tidak bisa
menahan aliran air yang akhirnya terjadi longsor. Pencarian masih terus dilakukan terhadap 10 korban
bencana tanah longsor ini.

Selain itu, pihak kecamatan sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Kabupaten Sukabumi, untuk segera menanggulangi kasus bencana tanah longsor yang
menelan korban jiwa ini. Hingga saat ini belum diketahui berapa kerugian karena petugas masih fokus
dalam melakukan pencarian.
Bencana Banjir Dan Longsor Resahkan Warga Aceh Tengah

Newsth.com – Aceh, tingginya curah hujan yang terjadi di Kabupaten Aceh Tengah menyebabkan
setidaknya ada 20 Desa terendam banjir. Bukan hanya itu, bncana longsor pun juga terjadi serta
membuat resah warga sekitar.

Dari data yang dihimpun Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh tengah menyatakan,
20 desa yang terendam banjir tersebut berasal dari 12 kecamatan berbeda di Kabupaten Aceh tengah.

Yang termasuk dari 12 kecamatan tersebut antara lain, Lut Tawar, Jagong Jeget, Linge, Kebanyakan,
Bebesen, Ketol, Pegasing, Kute Panang, serta kecamatan Silihnara. Sedangkan kerusakan terparah
yang dialami dari banjir serta longsor tersebut ada pada kampung Wih Lah Setie, Kecamatan Bintang.

Bencana alam tersebut antara lain menyebabkan jalan yang ambles, badan jalan yang tidak bisa dilalui
akibat tertutup longsor, serta pemukiman warga yang terendam air banjir. Akibatnya, sebanyak 20
kepala keluarga di kampung Gewat, Kecamatan Linge, dilaporkan mengungsi ke tenda darurat yang
telah disiapkan BPBD Aceh Tengah.

Menanggapi bencana yang terjadi tersebut, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Aceh Tengah
mengatakan. Jika, tim reaksi cepat sudah mulai turun ke beberapa lokasi. Berikut bantuan logistik yang
juga telah dikirimkan untuk membantu daerah-daerah yang mengalami bencana.