0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan8 halaman

Pemetaan Digital dan Sistem Informasi Geografis

Bab I dokumen tersebut membahas latar belakang penggunaan Sistem Informasi Geografis, rumusan masalah yang terdiri dari pengertian SIG, kegunaannya, dan penerapannya, serta tujuan untuk mengetahui pengertian, kegunaan, dan penggunaan SIG dalam kehidupan sehari-hari. Metode penulisan yang digunakan adalah pengumpulan data dari berbagai referensi dan membentuk kesimpulan.

Diunggah oleh

Sinta Sartika
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan8 halaman

Pemetaan Digital dan Sistem Informasi Geografis

Bab I dokumen tersebut membahas latar belakang penggunaan Sistem Informasi Geografis, rumusan masalah yang terdiri dari pengertian SIG, kegunaannya, dan penerapannya, serta tujuan untuk mengetahui pengertian, kegunaan, dan penggunaan SIG dalam kehidupan sehari-hari. Metode penulisan yang digunakan adalah pengumpulan data dari berbagai referensi dan membentuk kesimpulan.

Diunggah oleh

Sinta Sartika
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Seiring dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini, banyak ilmuan-ilmuan serta
para pengamat yang melakukan riset mereka menggunakan bantuan teknologi, salah satunya
adalah Sistem Informasi Geografis ini. Sistem ini memiliki beberapa keunggulan yang dapat
membantu para pelaku riset di lapangan tanpa terjun langsung ke lapangan. SIG merupakan
sistem komputerisasi yang masih menggunakan tenaga konvensional untuk menjalankannya,
tidak heran kalau dalam penggunaannya masih membutuhkan seorang teknisi.

B. RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang di atas dapat disimpulkan beberapa rumusan masalah, seperti :

a. Apa pengertian Sistem Informasi Geografis?

b. Apa saja kegunaannya?

c. Bagaimana penerapan dan pengaplikasiannya?

C. TUJUAN

Sejalan dengan rumusan masalah yang ada, makalah ini dibuat bertujuan untuk
mengetahui :

a. Pengertian dari Sistem Informasi Geografis.

b. Kegunaan atau manfaat yang bisa didapatkan dari sistem ini.

c. Penggunaan dalam kehidupan sehari-hari.

D. METODE PENULISAN

Metode penulisan yang digunakan pada makalah ini adalah pengumpulan data dari
berbagai referensi di internet dan membentuk suatu kesimpulan pada akhir 1aba tau
pembahasannya.
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN

Peta adalah produk peradaban manusia sejak 5000 tahun yang lalu, yang hingga kini
masih tersimpan di museum berbentuk potongan lempung (clay table) dari zaman yunani
kuno. Peta adalah sarana informasi mengenai lingkungan.

Pemetaan adalah suatu proses penyajian informasi ,muka bumi yang fakta, baik bentuk
permukaan buminya maupun sumbu alamnya, berdasarkan skala peta, sistem proyeksi peta,
serta simbol-simbol dari unsur muka bumi yang disajikan, Kemajuan dibidang komputer
megakibatkan suatu peta bukan hanya dalam bentuk nyata, tetapi juga dapat disimpan dalam
bentuk digital , sehingga dapat disajikan dalam bentuk layer monitor yang dikenal dengan
peta maya (Virtualmaps atau softcopy).

Pemetaan digital adalah suatu proses pekerjaan pembuatan peta dalam format digital
yang dapat disimpan dan dicetak sesuai keinginan pembuatnya baik dalam jumlah atau skala
peta yang dihasilkan. Pemetaan digital menawarkan teknologi pemetaan yang menjamin
kecepatan dan ketepatan produksi peta.

B. Format digital

terdiri dari 2 macam :

(1) Raster

Format data dengan satuan pixel (resolusi/kerapatan) ditentukan dalam satuan ppi
(pixel per inci). Tipe format ini tidak bagus digunakan untuk pembuatan peta digital, karena
akan terjadi korupsi data ketika dilakukan pembesaran atau pengecilan. Contoh format data
raster : bitmap (seperti tiff, targa, bmp), jpeg, gif, dan terbaru PNG.

(2) Vektor

Format data yang dinyatakan oleh satuan koordinat (titik dan garis termasuk polygon)
format ini yang dipakai untuk pembuatan peta digital atau sketsa. Contoh format ini : dxf
(autocad), fix (xfig), tgif (tgif), dan ps/eps (postscrift).

Untuk mengubah suatu peta “kertas menjadi peta digital kita dapat menggunakan
digitizer,yakni sebuah pranti elektronik untuk menciplak gambar.Digitizer termasuk salah
satu jenis pointing device berbentuk meja atau papan, dilengkapi dengan pointer yang berupa
mouse dengan benang silang (cross hair) atau berupa pena penunjuk (stylus pen). Berbeda
dengan mouse yang hanya bekerja dalam posisi relatif, digitizer dapat dikalibrasi ke posisi
absolut sebuah peta atau gambar.

Tentu ada berbagai merek digitizer, juga berbagai ukuran, dari ukuran A4 hingga A0.
Pointernya ada yang memiliki 4 tombol, adapula yang memiliki 16 tombol atau lebih,
sehingga perintah-perintah Autocad yang sering digunakan dapat deprogram untuk dapat
diakses langsung dari tombol-tombol tersebut.

Jika kita akan membeli atau menggunakannya, hal penting yang perlu diperhatikan
adalah tingkat akurasinya. Beberapa digitizer memiliki resolusi sekitar 1000 hingga 2500
LPi (Line Per inchi), dengan akurasi sekitar 0,15 mm hingga 0,5 mm adapula digitizer yang
memiliki resolusi hingga 10.000 LPi dengan akurasi sekitar 0,05 mm.

C. START UP FILE

Start up file merupakan file yang mengorganisasikan urutan penyajian layer, skala
penyajian, bentuk penyajian, jenis manipulasi dan analisis serta program aplikasi yang dibuat
dengan MapCode file-file yang diorganisir oleh startup, file ini meliputi :

 Pointfile, suatu file di MapInfo untuk penyajian features titik, pemasukan data pointfile
dapat dilakukan melalui data base manager MapInfo atau Dbase.

 Boundary file, suatu file di MapInfo untuk penyajian features area, pemasukan data
boundary file dapat dilakukan melalui alat digitasi atau ASCII. Untuk pemasukan data
secara ASCII harus dilakukan import file ASCII yang berformat MBI ke dalam
lingkungan Boundary file sehingga grafis area dapat disajikan di map window MapInfo.

 Mapfile, suatu file di MapInfo untuk penyajian features garis. Pemasukan data garis/line
aatau Mapfile dapat dilakukan melalui alat digitasi atau ASCII. Untuk pemasukan data
secara ASCII harus dilakukan import file ASCII yang berformat MMI kedalam
lingkungan Mapfile sehingga grafis garis/line dapat disajikan di map window MapInfo.

 Imagefile, file ini berbeda dengan ketiga file diatas yang selain bereferensi geografis juga
informative. Imagefile adalah suatu file di MapInfo yang dipakai sebagai penyajian
legenda, pembuatan informasi yang berhubungan dengan huruf, angka, serta bentuk-
bentuk lain yang berhubungan dengan aspek kartografi.
D. Bagian-bagian Pemetaan Digital

Pemetaan digital, terdiri dari:

 Perangkat Keras (Hardware), perangkat ini terdiri dari:

 System masukan terdiri dari :

1. Data tekstual (atribut), dapat ditinjau dari data hidrologi, geologi teknik, tata guna
lahan, data geometris dan data-data lainnya.

2. Data grafis atau peta terdiri dari peta-peta topografi dan peta-peta tematik.

 System pemrosesan dan penyimpanan terdiri dari :

1. Pemrosesan data tekstual yaitu dapat berdiri sendiri tanpa dihubungkan dengan
informasi grafis tetapi dapat juga bergantung pada atau berkaitan dengan informasi
grafis.

2. Pemrosesan data grafis.

3. Sistem keluaran.

4. Keluaran akhir dari pemrosesan data dapat berupa suatu table-tabel, laporan-laporan,
grafik atau peta. Hasil ini dicetak sesuai format yang berlaku dan dicetak berdasarkan
kepentingan dan keinginan pengguna.

 Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak yaitu alat atau media yang digunakan untuk konversi,
penggambaran, penyimpanan, pemanggilan, pemanipulasian dan analisis data untuk
melengkapi serta untuk penyajian informasi. Perangkat lunak yang digunakan bisaanya
mempunyai fasilitas database koordinat baik 2 dimensi maupun 3 dimensi yang
dilengkapi pula dengan hubungan antar muka system masukan dan system keluaran.

Masukan dapat diperoleh dari suatu sumber informasi atau dari sumber-sumber
yang berbeda-beda dan terdiri dari :

 Hasil digitasi peta-peta topografi yang telah ada atau dari peta-peta ortofoto,

 Survey digitasi langsung dari model orientasi absolute,

 Survey lapangan,

 Laporan-laporan (atribut, karakteristik fungsional),

 Laporan topologi yang ada serta berhubungan fungsional dan features petanya,
 Laporan serta kesatuan grafis yang berhubungan dengan aplikasi kajian,

 Informasi kuantitatif hasil dari analisis data spasial berikut keberadaannya.

Informasi-informasi diatas dapat diperoleh langsung atau diperoleh setelah


dilakukan manipulasi dan analisis lebih lanjut.

 Tenaga Kerja

Tenaga kerja termasuk kedalam pengguna kelas pertama dan pengguna kelas kedua

o Pengguna kelas pertama :

Pemrograman aplikasi tertentu yang bertanggung jawab dalam penulisan


program-program aplikasi untuk eksplorasi basis data.

o Pengguna kelas dua :

Pengguna akhir yang dapat mengakses dan memanggil kandungan basis data
dari suatu terminal computer atau stasiun kerja (workstation) untuk komunitas
penunjang tertentu.

 Perangkat Intelegensia (Brainware)

Perangkat Intelegensia melibatkan para ahli komputer, geodesi, dan pemrograman.

E. Sistem Pemetaan MapInfo

Struktur data MapInfo adalah vector. MapInfo tidak menyediakan fungsi overlay
dalam analisis spasialnya, sehingga struktur data vector MapInfo ini memerlukan teknik
khusus untuk melakukan fungsi overlay.

System pemetaan mapinfo dapat ditinjau dari :

 Setting kordinat untuk digitalisasi data grafis dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:

o Coordinat set

o Point set

System orientasi MapInfo.

Unit jarak
F. Yang Unik pada Pemetaan Digital

o Pemotretan foto udara dikombinasikan dengan teknologi penentuan posisi GPS


Kinematis.

o Kebutuhan titik kontrol lapangan dipenuhi dengan pengukuran Differential GPS.

o Kompilasi data fotogrametris stereo plotting dilakukan dengan pengkodean unsur


yang konsisten.

G. Sistem Pengubah Peta Analog menjadi Peta Digital

1. Sistem Masukan (Input)

Data analog yang akan didigitalsasikan terdiri dari data garis dan data atribut. Kedua jenis data
ini berbeda prinsip memasukan datanya kedalam lingkungan computer. Sisitem mesukan unutk
mengubah peta analog menjadi pet digital dapat dilakukan melalui keyboard, alat digitasi peta
(digitijer) dan alat pemindai (scanner). Media pemasukan ini dipilih bedasarkan jenis datanya
dan ketelitian data yang diinginkan. Untuk data atribut bisaanya dilakukan melalui papan ketik,
untuk data grafis bisaanya dilakukan melalui digitasi atau alat scan. Pemasukan data tersebut
beracuan pada jenis datanya.

2. Sistem Penyimpanan (Storage)

Sistem penyimpanan data dapat berbentuk kaset, hardis, compacdisk, atau disket. Data hasil
digitasi yang kami lakukan disimpan dalam bentuk Compac Disk.

3. Sistem Pemrosesan (Processing) atau pengolahan

Sistem pengolahan data igital dapat ditunjang oleh berbagai macam processor yang dilengkapi
pemroses numeris dan memori pengaksesan data acak (RAM). Pada proses ini lakukan
penggambaran (penjiplakan peta dengan elektronik) yakni dengan memasukkan dta hasil
scanning kedalam program auto CAD dengan meng-klik menu insert kemudian mengklik raster
image dan lakukan pengambilan data yang diinginkan. Jika skala gambar atau data yang diambil
memiliki memori yang besar, sebaiknya data (peta) hasil scaning diperkecil terlebih dahulu
misalnya pada menu corel draw hingga ukuran A4 atau sesuai keinginan guna mempermudah
dalam pemrosesan di Program Auto CAD.

4. Sistem Keluaran (Output)

Sistem Keluaran data dapat berupa hard copy, soft copy atau elektronik keluaran hard copy
berupa suatu medi penyajian permanen. Kleuaran soft copy adalah keluaran dalam bentuk
penyajian dilayar computer, keluaran sof copy digunakan sebagai pedoman interaksi bagi
operator untuk mengevaluasi hasil dilayar sebelum hasir akhir tesebut dicetak. Penyajian dalam
bentuk softcopy bisaanya tidak digunakan sebagai keluaran akhir karena ukurannya yang relative
kecil serta kekurangan dalam kualitas data jika disajikan dalam citra fotografi dan elektronis.
Keluaran dalam bentuk elektronis terdiri dari file-file computer. Keluaran dalam bentuk elektroik
ini dimaksudkan untuk pemindahan data ke sisitem computer lain untuk penambahan analisis
atau menghasilkan keluaran hard copy di tempat lain.

5. Sistem Koordinat (Coordinate)

Sistem koordinat grafis pada CAD untuk aplikasi digital dapat dilakukan secara absolute, relative
atau polar. Pasilitas-pasilitas pemotongan garis (Trim), pennyambungan garis (exsten), pembutan
sudut menyiku (Fillet), pengulangan grafis, penggabungan grafis (Group), pemisahan grafis
(Ungroup), pembuatan kotak (Rectang), pembuatan lingkaran (Circle), Pembuatan elis (ellipse)
dan pasilitas-pasilitas lain untuk penggambaran dapat dilakukan di perangkat lunak CAD.
DAFTAR PUSTAKA

http://fortunata-kajamit.blogspot.com/2011/10/pemetaan-digital-ilmu-ukur-tanah.html

Anda mungkin juga menyukai