0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan25 halaman

Strategi Pemasaran dan Minat Beli Konsumen

Dokumen ini membahas pengaruh strategi pemasaran online terhadap minat beli konsumen dengan mempertimbangkan kepercayaan sebagai variabel intervening. Dokumen ini menjelaskan latar belakang perkembangan pemasaran online, strategi pemasaran online, minat beli, dan pengaruh kepercayaan terhadap minat beli konsumen secara online. Dokumen ini juga membahas kerangka berpikir, paradigma penelitian, hipotesis, desain penelitian, dan instrumen penel

Diunggah oleh

Rubiah Ruby
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan25 halaman

Strategi Pemasaran dan Minat Beli Konsumen

Dokumen ini membahas pengaruh strategi pemasaran online terhadap minat beli konsumen dengan mempertimbangkan kepercayaan sebagai variabel intervening. Dokumen ini menjelaskan latar belakang perkembangan pemasaran online, strategi pemasaran online, minat beli, dan pengaruh kepercayaan terhadap minat beli konsumen secara online. Dokumen ini juga membahas kerangka berpikir, paradigma penelitian, hipotesis, desain penelitian, dan instrumen penel

Diunggah oleh

Rubiah Ruby
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengaruh Strategi Pemasaran terhadap Minat Beli Konsumen

dengan Kepercayaan sebagai Variabel Intervening


Metode Penelitian

Lecture: Myrna Sofia SE., M.Si

Oleh:

Silvira Indryani
160461201019

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi


UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
KEPULAUAN RIAU
2018
Daftar Isi
Daftar Isi ............................................................................................................................ i
Bab I. Pendahuluan ............................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ........................................................................................................... 1
B. Rumusan masalah....................................................................................................... 4
C. Batasan Masalah......................................................................................................... 4
D. Tujuan ........................................................................................................................ 5
E. Manfaat penelitian ...................................................................................................... 5
Bab II. Tinjauan Pustaka ..................................................................................................... 6
A. Landasan Teori ........................................................................................................... 6
B. Kerangka berfikir ..................................................................................................... 12
C. Paradigma Penelitian ............................................................................................ 13
D. Hipotesis penelitian .................................................................................................. 13
A. DesainPenelitian ................................................................................................... 14
B. Variabel Penelitian ................................................................................................ 14
C. Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................................... 14
D. Populasi dan Sampel Penelitian ............................................................................ 14
E. Teknik Pengumpulan Data .................................................................................... 15
F. Instrumen Penelitian ............................................................................................. 15
G. Uji Instrumen Penelitian ....................................................................................... 17
Daftar Pustaka ................................................................................................................... 22

i
Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi yang semakin berkembang
memberikan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Penggunaan
internet tidak hanya terbatas pada pemanfaatan informasi yang dapat diakses
melalui media ini, melainkan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk
melakukan transaksi perdagangan dengan market place baru dan sebuah
jaringan bisnis dunia yang luas yang tidak terbatas waktu dan tempat

Menurut data yang dikeluarkan oleh Kemenkominfo jumlah pengguna


Internet di Indonesia pada tahun 2015 sudah mencapai 93,4 juta jiwa dengan
7,4 juta konsumen online dan dengan nilai transaksi mencapai US$3,65 Miliar.
Pada tahun 2016 menemukan bahwa 132,7 juta orang Indonesia telah
terhubung ke internet diperkirakan ada 8,7 juta konsumen toko online dengan
nilai transaski US$ 4,89 miliar dan di proyeksikan akan terus meningkat secara
signifikan pada tahun yang akan mendatang (https://kominfo.go.id/). Dapat
dilihat bahwa meningkatnya transaksi berbelanja online di Indonesia tidak
lepas dengan semakin banyaknya pemakai internet. Perkembangan internet
dalam dekade terakhir telah membawa perubahan yang radikal pada dunia
perdagangan di berbagai jenis komoditas(Lin dan Sun, 2009).

Pemasaran Online merupakan segala usaha yang dilakukan untuk


melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media
internet baik itu melalui situs e-commerce atau media sosial. Pemasaran online
melalui internet membuat sebuah usaha seakan- akan buka selama 24 jam dan
dapat diakses dari seluruh dunia selama terhubung dengan koneksi internet.
Dengan melakukan optimasi yang benar, usaha apapun akan mudah ditemukan
dan diketahui oleh banyak orang yang bisa jadi akan menjadi pelanggan kita
nantinya. Namun, sebesar apapun peluang yang ada pada pemasaran online
tetap diperlukan sebuah strategi pemasaran yang tepat umtuk menarik minat
beli konsumen. Dapat diumpamakan seperti kita membangun sebuah Mall,

1
semegah dan semahal apapun dibangun, jika pada akhirnya gagal
mendatangkan prngunjung, maka akan sia-sialah Mall tersebut. Jadi kunci
suksesnya adalah bagaimana cara agar dapat mendatangkan pengunjung
sebanyak-banyaknya.

Menurut Gunelius (2011: 59-62) terdapat 4 elemen yang dijadikan


variabel kesuksesan social media marketing, yaitu konten yang menarik
(creation content), membagikan konten (content sharing), hubungan
(connecting), membangun komunitas ( community building). Konten yang
menarik dapat mewakili kepribadian dari sebuah bisnis agar dapat dipercaya
oleh target konsumen serta untuk membentuk kredibilitas, hubungan dan
loyalitas. Pembagian konten merupakan peluang untuk mendapatkan perhatian
pemirsa online dan mencipta hubungan komunikasi tanpa batas antara penjual
dengan konsumen. Hubungan yang terjalin antara penjual dengan konsumen
yang memiliki minat yang sama dapat menghasilkan lebih banyak peluang
bertransaksi. Namun, tidak mudah untuk membuat sebuah konten yang dapat
menarik minat beli konsumen.

Menurut Kinnear dan Taylor, (1995) Minat beli adalah tahap


kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli
benarbenar dilaksanakan. Terdapat perbedaan antara pembelian aktual dan
minat beli. Bila pembelian aktual adalah pembelian yang benar-benar
dilakukan oleh konsumen, maka minat beli adalah niat untuk melakukan
pembelian pada kesempatan mendatang. Meskipun merupakan pembelian yang
belum tentu akan dilakukan namun pengukuran terhadap minat pembelian
umumnya dilakukan guna memaksimumkan prediksi terhadap pembelian
aktual itu sendiri. Engel et al., (2010) berpendapat bahwa minat membeli
sebagai suatu kekuatan pendorong atau sebagai motif yang bersifat intrinsik
yang mampu mendorong seseorang untuk menaruh perhatian secara spontan,
wajar, mudah, tanpa paksaan dan selektif pada suatu produk untuk kemudian
mengambil keputusan membeli.

2
Minat beli yang muncul menciptakan suatu motivasi yang terus terekam
dalam benaknya, yang pada akhirnya ketika seorang konsumen harus
memenuhi kebutuhannya, mereka akan mengaktualisasikan apa yang ada
dalam benaknya tersebut (Mowen dan Oliver, 2006). Dapat dikatakan bahwa
minat beli merupakan pernyataan mental dari dari konsumen yang
merefleksikan rencana pembelian sejumlah produk dengan merek tertentu dan
tempat pembelian.

Salah satu faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen untuk


membeli suatu produk melalui media online adalah kepercayaan. Koufaris dan
Hampton Sosa (2004) menyatakan bahwa kepercayaan konsumen akan
ecommerce merupakan salah satu faktor kunci melakukan kegiatan jual beli
secara online. Kepercayaan merupakan salah satu pondasi dari bisnis apapun,
suatu transaksi bisnis antara dua belah pihak atau lebih akan terjadi apabila
masing-masing pihak saling mempercayai. Kepercayaan ini tidak begitu saja
dapat diakui oleh pihak lain/mitra bisnis, melainkan harus dibangun mulai dari
awal dan dapat dibuktikan.

Tingkat kepercayaan konsumen juga sangat mempengaruhi konsumen


dalam melakukan pembelian dimana para konsumen sering kali tidak mudah
percaya dalam memutuskan membeli barang secara online. Para calon
konsumen online membeli setelah mencari informasi dari beberapa sumber
produk yang akan dibeli dan juga belum percaya dengan sistem keamanan
pembayaran secara online. Faktor psikologi yang berhubungan dengan
kepercayaan online menurut Constantinides (2004) juga berpengaruh terhadap
keputusan pembelian yaitu berupa: (1) Keamanan transaksi dan keselamatan
data konsumen merupakan bagian terpenting dari konsumen online membeli
produk dan atau jasa secara online. Gangguan layanan, hacking ke dalam basis
vendor dan menampilkan data konsumen dalam website merupakan kejadian
yang sering terjadi yang harus menjadi perhatian pihak vendor.; (2) Prosedur
pemesanan, pembayaran dan pengembalian uang yang baik sebagaimana
kebijakan konsumen yang kongkrit, komunikasi yang baik dan keamanan yang

3
ketat membantu konsumen transaksi online lebih percaya diri.; (3)
Penyalahgunaan data konsumen. Adanya penyalahgunaan data konsumen; (4)
Garansi dan kebijakan pengembalian produk (retur); (5) Pengurangan elemen
ketidakpastian.

Dari latar belakang di atas, dapat kita ketahui bahwa betapa pentingnya
sebuah strategi pemasaran online agar tepat sasaran mengambil peluang bisnis
online yang menjadi trend di era teknologi informasi saat ini. Maka timbullah
keinginan penulis untuk melakukan penelitian mengenai "Pengaruh Strategi
Pemasaran Online terhadap Minat Beli Konsumen dengan faktor kepercayaan
sebagai variabel intervening".

B. Rumusan masalah
1. Apakah strategi pemasaran online berpengaruh terhadap kepercayaan
konsumen?

2. Apakah kepercayaan konsumen berpengaruh terhadap minat beli konsumen?

3. Apakah strategi pemasaran online berpengaruh terhadap minat beli


konsumen?

4. Apakah strategi pemasaran online dan kepercayaan berpengaruh secara


simultan terhadap minat beli konsumen?

C. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang ada, dapat
dilihat bahwa strategi pemasaran secara online sangat luas sehingga perlu
adanya pembatasan masalah untuk itu peneliti ini memfokuskan pada salah satu
strategi pemasaran online yaitu konten produk. Studi akan dilakukan terhadap
para pengguna internet aktif yang sering bertransaksi pembelian produk secara
online. karena bertransaksi secara online, batasan waktu dan tempat kapan pun
dan dimana saja.

4
D. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengaruh strategi pemasaran online terhadap kepercayaan
konsumen

2. Untuk mengetahui pengaruh kepercayaan konsumen terhadap minat beli


konsumen

3. Untuk mengetahui pengaruh strategi pemasaran online terhadap minat beli


konsumen

4. Untuk mengetahui pengaruh secara simultan strategi pemasaran online dan


kepercayaan terhadap minat beli konsumen.

E. Manfaat penelitian
Penelitian yang dilakukan akan memberikan beberapa manfaat dan
kegunan antara lain.

1. Bagi Peneliti
Penelitian ini berguna sebagai pendalaman ilmu tentang e-commerce serta
sebagai pratik dalam penerapan ilmu yang diperoleh selama menjalani studi
di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

2. Bagi Pihak Lain


Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi untuk menambah
pengetahuan dan sebagai bahan refrensi tambahan untuk melakukan
penelitian ilmiah dengan topik yang sama.

5
Bab II. Tinjauan Pustaka

A. Landasan Teori
1. Strategi Pemasaran Online
Menurut Kotler saluran online (emarketing) adalah saluran yang dapat
dijangkau seseorang melalui komputer dan modem. Modem
menghubungkan komputer dengan jaur telepon sehingga komputer
menjangkau beragam layanan informasi online(Kotler, 2008). Brenda
Kienan mengatakan bahwa E-marketing adalah melakukan bisnis online
yang bentuknya paling jelas adalah menjual produk kepada konsumen secara
online. Sederhananya adalah membuat, mengelola dan meluaskan hubungan
komersial secara online (Kienan, 2001). Oleh karena itu, untuk menunjang
pernyataan diatas maka Goldman Sach berpendapat bahwa model bisnis
dalam layanan bisnis online (E-marketing) terbagi atas 6 (enam) jenis, antara
lain(Ustadiyanto, 2000):

a. Connectivity
Bisnis yang berbasis layanan akses internet kepada pelanggannya.

b. Context
Bisnis yang memberikan layanan dengan berupa informasi dan hiburan.

c. Content
Bisnis yang memberikan layanan dengan basis berupa teks atau gambar
sebagai inti bisnisnya.

d. Communication
Layanan komunikasi berbasis internet dengan menggunakan media
interaktif.

e. Community
Bisnis yang membngun komunitas digital dengan media massage, board,
web chat, maupun penyedia web mail

6
f. Commerce
Model bisnis yang melakukan aktivitas bisnis berbasis internet.

a. Konten

Konten adalah ide, topik, fakta, dan pernyataan yang terkandung dalam
suatu sumber informasi.

Konten adalah apa yang harus disampaikan, bisa saja melalui: teks, gambar,
suara, video, kata-kata yang diucapkan, matematika, bahasa simbol, kode
Morse, musik, bahasa tubuh, dan sebagainya (Gahran, 2005).

Konten merupakan elemen-elemen dari materi yang dipublikasikan, meliputi


teks, grafik, suara, dan klip video.

Konten adalah isi nyata dari suatu dokumen; semua kata-kata, gambar, dan
links dimana seorang user dapat membaca dan berinteraksi dengannya;
apapun yang terkandung dalam suatu dokumen.

Konten adalah suatu istilah untuk menggambarkan informasi, khususnya


dalam suatu konteks digital, bisa dalam bentuk halaman web, seperti
informasi yang tersimpan dalam file, seperti: teks, gambar, suara, dan video.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Content merupakan suatu istilah yang


digunakan untuk menggambarkan materi ataupun informasi yang ingin

2. Kepercayaan

a. Pengertian Kepercayaan

Kepercayaan konsumen menurut Mowen (2002) adalah semua


pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen dan semua kesimpulan yang
dibuat oleh konsumen tentang objek, atribut dan manfaatnya. Maksud dari
objek disini adalah berupa produk, orang, perusahaan dan segala sesuatu
dimana seseorang memiliki kepercayaan dan sikap.

7
Kepercayaan dapat diwujudkan apabila sebuah produk telah
memenuhi harapan dan kebutuhan konsumen, dimana mereka akan puas
terhadap produk tersebut. Kepercayaan akan timbul apabila konsumen
telah merasakan kepuasan karena telah mengkonsumsi atau menggunakan
produk dengan merek tertentu. Konsumen yang merasa nyaman dan
percaya karena sebuah produk, tidak akan mudah meninggalkan atau
mengganti produk tersebut dengan produk merek lain. Oleh karena itu
merek juga berperan penting untuk menjadi identitas produk tersebut.
Suatu merek harus dapat memberikan kepercayaan terhadap konsumen
bahwa merek tersebut benar-benar dapat dipercaya. Dengan dibangunnya
sebuah kepercayaan oleh sebuah perusahaan, maka calon konsumen akan
yakin bahwa produk-produk yang dikeluarkan oleh tersebut akan mampu
memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.

b. Dimensi Kepercayaan

Menurut Mayer et al. (1995) faktor yang membentuk kepercayaan


seseorang terhadap yang lain ada tiga yaitu kemampuan (ability), kebaikan
hati (benevolence), dan integritas (integrity). Ketiga faktor tersebut dapat
dijelaskan sebagai berikut:

1. Kemampuan (Ability)

Kemampuan mengacu pada kompetensi dan karakteristik


penjual/organisasi dalam mempengaruhi dan mengotorisasi wilayah
yang spesifik. Dalam hal ini, bagaimana penjual mampu menyediakan,
melayani, sampai mengamankan transaksi dari gangguan pihak lain.
Artinya bahwa konsumen memperoleh jaminan kepuasan dan
keamanan dari penjual dalam melakukan transaksi. Kim et al. (2003)
menyatakan bahwa ability meliputi kompetensi, pengalaman,
pengesahan institusional dan kemampuam dalam ilmu pengetahuan.

2. Kebaikan hati (Benevolence)

8
Kebaikan hati merupakan kemauan penjual dalam memberikan
kepuasan yang saling menguntungkan antara dirinya dengan konsumen.
Profit yang diperoleh penjual dapat dimaksimumkan, tetapi kepuasan
konsumen juga tinggi. Penjual bukan semata-mata mengejar profit
maksimum semata, melainkan juga memiliki perhatian yang besar
dalam mewujudkan kepuasan konsumen. Menurut Kim et al. (2003),
benevolence meliputi perhatian, empati, keyakinan, dan daya terima.

3. Integritas (Integrity)

Integritas berkaitan dengan bagaimana perilaku atau kebiasaan


penjual dalam menjalankan bisnisnya. Informasi yang diberikan kepada
konsumen apakah benar sesuai dengan fakta atau tidak. Kualitas produk
yang dijual apakah dapat dipercaya atau tidak. Kim et al. (2003)
mengemukakan bahwa integrity dapat dilihat dari sudut kewajaran
(fairness), pemenuhan (fulfillment), kesetiaan (loyalty), keterus-
terangan (honestly), keterkaitan (dependability), dan kehandalan
(reliabilty).

Dunn (2004:66) menyatakan bahwa “Trust is an intangible


characteristic that allows customers to buy goods or service with the
confidence that what is promised will be delivered”, Artinya
kepercayaan merupakan karakteristik yang tidak nampak, yang
mengizinkan pelanggan untuk membeli produk dan jasa dengan
keyakinan bahwa apa yang dijanjikan akan ditepati. Shrimp (2003:226)
menyatakan bahwa kepercayaan adalah komponen kognitif dari sikap.
Komponen kognitif mengacu kepada kepercayaan yang dimiliki
seseorang berkaitan dengan pengetahuan dan pemikirannya mengenai
sebuah objek atau permasalahan. Pengetahuan seorang pelanggan pada
pemasaran online adalah pengetahuan tentang produk yang diperoleh
dari interaksi yang dilakukan pelanggan lainnya yang sudah melakukan
keputusan pembelian. Para pelanggan menanamkan kepercayaan pada

9
kemampuan, kejujuran, dan kebaikan hati pelanggan lainnya dalam
menyampaikan informasi mengenai suatu produk.

3. Minat Beli

a. Pengertian Minat Beli

Minat beli menurut Kotler (2005) adalah sesuatu yang timbul setelah
menerima rangsangan dari produk yang dilihatnya, dari sana timbul
ketertarikan untuk membeli agar dapat memilikinya. Minat beli konsumen
akan timbul dengan sendirinya jika konsumen sudah merasa tertarik atau
memberikan respon yang positif terhadap apa yang ditawarkan oleh si
penjual. Minat beli juga merupakan instruksi diri konsumen untuk
melakukan pembelian atas suatu produk, melakukan perencanaan,
mengambil tindakan-tindakan yang relevan seperti mengusulkan,
merekomendasikan, memilih dan akhirnya mengambil keputusan untuk
melakukan pembelian Rossiter dan Percy (1997).

Perilaku minat untuk membeli adalah hasil dari proses evaluasi


terhadap merek. Tahapan terakhir dari pengambilan keputusan secara
kompleks termasuk membeli merek yang diinginkan, mengevaluasi merek
tersebut pada saat dikonsumsi dan menyimpan informasi ini untuk
digunakan di masa yang akan datang Sylvana, (2006). Minat beli adalah
bagian dari proses keputusan pembelian dari konsumen, dimana prosesnya
diawali dari pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif,
keputusan pembelian, perilaku pasca pembelian. Dalam tahap evaluasi,
konsumen menentukan peringkat merek dan membentuk niat pembelian.
Pada umumnya, keputusan pembelian konsumen adalah membeli merek
yang paling disukai, tetapi dua faktor bisa berada antara niat pembelian
dan keputusan pembelian. Kedua faktor yang membentuk minat beli
konsumen adalah sebagai berikut (Kotler, 2005).
1. Sikap orang lain, sejauh mana sikap orang lain mengurangi alternatif
yang disukai seseorang akan bergantung pada dua hal yaitu, intensitas

10
sifat negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen dan
motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain.
2. Faktor situasi yang tidak terantisipasi, faktor ini nantinya akan dapat
mengubah pendirian konsumen dalam melakukan pembelian. Hal
tersebut tergantung dari pemikiran konsumen sendiri, apakah dia
percaya diri dalam memutuskan akan membeli suatu barang atau tidak.

b. Dimensi Minat Beli

Menurut Ferdinand (2006) minat beli dapat diidentifikasi melalui


indikator-indikator sebagai berikut.
1. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli
produk.
2. Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk
mereferensikan produk kepada orang lain.

3. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku


seseorang yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut.
Preferensi ini hanya dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk
preferensinya.

4. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang


selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan
mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk
tersebut

Menurut Liang dan Lai (2000), perilaku membeli melalui media


internet (online shopping) adalah proses membeli produk atau jasa melalui
media internet. Keunikan dari proses membeli melalui media internet
adalah, ketika konsumen yang potensial menggunakan internet dan
mencari-cari informasi yang berkaitan dengan barang atau jasa yang
mereka butuhkan. Secara lebih lengkap, perilaku membeli melalui media
internet adalah tindakan konsumen dari mulai mengunjungi toko online

11
yang bersangkutan, membuat pesanan untuk membeli produk atau jasa,
serta menyetujui kontrak untuk menerima dan menggunakan pelayanan
melalui media internet.

Keuntungan dari pembelian secara online adalah konsumen dengan


leluasa untuk memilih dan membandingkan barang yang di tawarkan oleh
para penjual di toko online. Hal ini memungkinkan pembeli akan dengan
mendapatkan barang yang tepat, baik harga maupun fiturnya. Sedangkan
dari sisi kerugian, menyangkut pada aspek keamanan, pengetahuan
pembeli, dan ketersediaan infrastruktur internet. Serta kejujuran dari
penjual di toko online tersebut. Semakin berkembangnya teknologi
keamanan dalam toko online maka akan membuat kecil kerugian yang
ditimbulkan saat bertransaksi melalui media internet.

B. Kerangka berfikir.

Minat beli konsumen terhadap suatu produk yang ditawarkan sangat


dipengaruhi oleh strategi pemasaran yang diterapkan oleh si penjual. Di dalam
pemasaran secara online, strategi pemasaran yang harus diperhatikan adalah
konten dari suatu produk tersebut. Karena dari konten tersebut, konsumen akan
memberi penilaian terhadap produk yang di tawarkan.

Bertransaksi jual beli secara online sangat rentan pada penipuan. Hal ini
lumrah, karena antara si penjual dengan si pembeli tidak bertemu secara
langsung. Ketakutan pada resiko penipuan inilah yang sangat mempengaruhi
minat beli konsumen. Jadi untuk menimbulkan minat beli konsumen, kita harus
membangun kepercayaan konsumen. Kepercayaan konsumen bisa timbul dari
konten produk yang disuguhkan, baik itu tentang spesifikasi barang, sistem
transaksinya, sistem pengirimannya dan sebagainya. Sangat jarang sekali
konsumen langsung percaya dan memutuskan pembelian tanpa memperhatikan
konten produk tersebut. Bahkan beberapa orang tidak akan membeli produk
yang tidak menyuguhkan konten. Jadi, menimbulkan kepercayaan pada

12
konsumen, merupakan hal terpenting agar strategi pemasaran kita dapat
mempengaruhi minat beli konsumen.

C. Paradigma Penelitian
Berdasarkan kerangka pemikiran yang mengacu pada variabel yang
mempengaruhi terhadap minat beli serta variabel intervensinya, dapat
digambarkan paradigma penelitian sebagai berikut:

Strategi pemasaran.Online Minat Beli Konsumen

(Konten)

Kepercayaan

D. Hipotesis penelitian
Menurut sugiyono (2009) hipotesis adalah jawaban sementara terhadap
rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan.
Dikatakan sementara karean jawaban yang diberikan baru didasarkan pada
teori. Hipotesis dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban
sementara atas masalah yang dirumuskan. Berdasarkan uraian kerangka
pemikiran dan hasil kajian empiris di atas, maka peneliti mengajukan beberapa
hipotesis dalam penelitian ini, sebagai berikut:

1. H1 : diduga konten mempengaruhi minat beli konsumen.

2. H2 : diduga konten mempengaruhi kepercayaan konsumen.

3. H3 : diduga kepercayaan konsumen mempengaruhi minat beli konsumen.

4. H4 : diduga strategi pemasaran online dan kepercayaan berpengaruh secara


simultan terhadap minat beli konsumen

13
Bab III. Metode Penelitian

A. DesainPenelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode survei dipilih
sebagai sumber data primer. Metode survei fokus pada pengumpulan data
responden yang memiliki informasi tertentu sehingga memungkinkan peneliti
untuk menyelesaikan masalah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan
instrumen kuesioner atau angket. Berdasarkan tingkat eksplanasinya,
tergolong sebagai penelitian Regresi atau pengaruh, yaitu penelitian untuk
mengetahui pengaruh sebab akibat. Pengaruh variabel bebas (X) terhadap
variabel (Y) Sugiono (2012).

B. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (Independent
Variable) dan variabel terikat (Dependent Variabel) serta Variabel Intervening.
Variabel bebas tersebut adalah Konten (X1), variabel interveningnya adalah
Kepercayaan (X2) dan Variabel terikatnya adalah Minat Beli (Y)

C. Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilakukan pada para pengguna aktif internet di
Tanjungpinang yang mengetahui tentang toko online & pernah melakukan
perbelanjaan online. Penelitian akan dilakukan pada bulan November sampai
Desember 2018.

D. Populasi dan Sampel Penelitian


1. Populasi
Menurut Sugiyono (2008), populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas obyek dan subyek penelitian yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi pada penelitian ini adalah
seluruh pengguna aktif internet di Tanjungpinang.
2. Sampel
Menurut Sugiyono (2008), sampel merupakan sebagian atau wakil dari

14
populasi yang memiliki sifat dan karakter yang sama serta memenuhi
populasi yang memiliki sifat dan karakter yang sama serta memenuhi
populasi yang diselidiki. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini
adalah purposive sampling. Purposive sampling termasuk dalam metode
non probability sampling (Sugiyono, 2011). Definisi metode purposive
sampling menurut Sugiyono (1999) adalah: “Teknik penentuan sampel;
dengan pertimbangan tertentu”. Sampel pada penelitian ini sebagian
pengguna internet diTanjungpinang dan memiliki kriteria yaitu pengguna
mengetahui situs toko online dan mengunjungi serta pernah melakukan
belanja online.
Jumlah sampel yang ditetapkan adalah sebanyak 100 sampel. Hal ini
sesuai dengan rekomendasi dari Hair et al. (2006) yang merekomendasikan
jumlah sampel data observasi minimal 5 kali parameter yang akan diestimasi
atau minimal 100.

E. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner.
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data dengan mengajukan
pertanyaan tertulis yang disusun secara sistematis kepada responden.
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab
(Sugiyono, 2008). Kuesioner digunakan untuk memperoleh data responden
mengenai konten, kepercayaan, dan minat beli.

F. Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2008), instrumen penelitian adalah suatu alat yang
digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati dan
secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian. Instrumen atau
alat ukur dalam penelitian ini berupa kuesioner yang berisi butir-butir
pertanyaan. Penyusunan kuesioner tersebut didasarkan pada konstruksi teoritik
yang telah disusun sebelumnya. Kemudian atas dasar teoritik tersebut
dikembangkan dalam indikator-indikator dan selanjutnya dikembangkan

15
dalam butir-butir pertanyaan. Instrumen ini disusun dengan menggunakan
Skala Likert. Adapun kisi-kisi kuesioner dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:

No Variabel penelitian Indikator No item

1 Konten (X) a. Menarik 1,2

b. Jujur 3,4

c. Jelas 5,6

2 Kepercayaan (X2) a. Kenyamanan 7,8

b. Kepuasan 9,10

c. Tanggungjawab 11,12

3 Minat Beli a. Minat transaksional 13

b. Minat referensial 14

c. Minat preferensial 15

d. Minat eksploratif 16

Skala Pengukuran Instrumen


Indikator-indikator Kepercayaan, Keamanan dan Minat Beli diukur
menggunakan skala Likert yang mempunyai lima tingkat preferensi yang masing-
masing memiliki skor 1-5 dengan rincian sebagai berikut:

Skor Keterangan

1 Sangat Tidak Setuju

16
2 Tidak Setuju

3 Netral

4 Setuju

5 Sangat Setuju

G. Uji Instrumen Penelitian


Sebelum digunakan pada penelitian sesungguhnya, kuesioner harus diuji
terlebih dahulu. Uji instrumen dilakukan untuk mengetahui validitas dan
reliabilitas suatu instrumen. Dari uji coba tersebut dapat diketahui kelayakan
dari instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dari responden.
Baik tidaknya instrumen yang digunakan akan berpengaruh terhadap hasil
penelitian.

1. Uji Validitas
Uji validitas adalah uji yang dilakukan untuk memastikan kemampuan
sebuah skala untuk mengukur konsep yang dimaksudkan. Manfaat dari uji
validitas yaitu untuk mengetahui apakah item-item yang ada dalam
kuesioner benar-benar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan
diteliti.

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan instrumen


dalam mengukur variabel penelitian. Pengujian ini dilakukan dengan
mengajukan butir-butir pertanyaan kuesioner yang nantinya akan diberikan
kepada responden. Setelah mendapatkan data dari responden kemudian
dilakukan uji construct validity dengan menggunakan Confirmatory Factor
Analysis (CFA).

Butir-butir pertanyaan yang mempunya faktor loading yang valid yaitu


≥ 0.50 menunjukkan bahwa indikator-indikator yang ada merupakan satu
kesatuan alat ukur yang mengukur suatu konstruk yang sama dan dapat

17
memprediksi apa yang seharusnya dapat diprediksi. Item-item yang
mengukur konsep yang sama akan memiliki korelasi yang tinggi dan
berkorelasi rendah dengan item-item yang mengukur konsep yang berbeda
(Ghozali, 2011). Hal ini ditunjukkan dengan muatan faktor item yang tinggi
pada satu faktor yang seharusnya diukur saja dan bermuatan faktorrendah
pada faktor rendah yang diukur oleh item-item.

2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan konsistensi dan stabilitas dari suatu skor
(skala pengukuran). Reliabilitas memusatkan perhatian pada masalah
konsistensi dan masalah ketepatan (Kuncoro, 2003). Hasil pengukuran
dapat dipercaya bila dalam beberapa kali pelaksanaanpengukuran terhadap
kelompok subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama
aspek yang diukur tidak berubah.

Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan metode Cronbach


Alpha untuk menentukan apakah setiap instrumen reliabel atau tidak.
Pengukuran ini menggunakan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu konstruk
atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha >
0.70 meskipun nilai 0.60 masih dapat diterima (Ghozali, 2011).

H. Teknik Analisis Data

1. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisa data satu persatu
yang didasarkan pada jawaban responden yang dihimpun berdasarkan
kuesioner yang telah diisi oleh responden selama penelitian berlangsung.
Deskripsi data yang disajikan meliputi Mean (M), Median (Me), Modus
(Mo), dan Standar Deviasi (SD). Terdapat tiga hal yang disajikan dalam
analisis deskriptif yang meliputi:
a. Analisis mengenai karakteristik dari responden yang terdiri dari jenis
usia, jenis kelamin, pekerjaan pendapatan dan intensitas penggunaan
internet.

18
b. Data ini kemudian diolah menggunakan analisis deskripsi statistik
sehingga diperoleh nilai maksimal, nilai minimal, nilai Mean (Me), dan
Standar Deviasi (SD).
c. Analisis ini juga menggambarkan jawaban responden dari kuesioner
yang diajukan. Pada bagian ini penyusun akan mengalisa data tersebut
satu persatu yang didasarkan pada jawaban responden yang dihimpun
berdasarkan kuesioner yang telah diisi oleh reponden selama penelitian
berlangsung. Adapun berdasarkan kriteria yang dipakai pada kategori
jawaban responden, maka untuk lebih memudahkan digunakan 3
kategori yaitu: Tinggi, Sedang, dan Rendah. Cara pengkategorian data
berdasarkan rumus dari Azwar (2009) adalah sebagai berikut:
a. Tinggi : X ≥ M + SD
b. Sedang : M – SD ≤ X < M + SD
c. Rendah : X < M -SD

2. Uji Prasyarat Analisis

a. Uji Normalitas Data


Menurut Ghozali (2007) tujuan dari uji normalitas adalah untuk
mengetahui apakah masing-masing variabel berdistribusi normal atau
tidak. Uji normalitas data dalam penelitian ini menggunakan uji
Kolmogorov-Smirnov untuk masing-masing variabel. Hipotesis yang
digunakan adalah:
H0 : Data residual berdistribusi normal
Ha : Data residual tidak berdistribusi normal

Data penelitian dikatakan menyebar normal atau memenuhi uji


normalitas apabila nilai Asymp.Sig (2-tailed) variabel residual berada di
atas 0,05 atau 5%, sebaliknya jika nilai Asymp.Sig (2-tailed) variabel
residual berada di bawah 0,05 atau 5%, maka data terebut tidak
berdistribusi normal atau tidak memenuhi uji normalitas.

19
3. Analisis Regresi
Analisis regresi digunakan untuk mengetahui apakah terdapat
pengaruh Konten terhadap Minat beli dengan Kepercayaan sebagai variabel
intervening.

4. Pengujian Hipotesis

a. Uji T
Untuk menguji kebenaran hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini
pengujian dilakukan menggunakan uji T. Menurut Imam Ghozali (2011),
uji T pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel
independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel
dependen. Pengambilan keputusan ini dilakukan berdasarkan
perbandingan nilai signifikansi yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 5%
(α = 0,05). Jika signifikansi Thitung lebih besar dari α maka Ho diterima,
artinya variabel tersebut tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
Sedangkan jika signifikansinya lebih kecil dari α maka Ho ditolak yang
artinya variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.

I. Penelitian Terdahulu

No Judul Peneliti Tahun Hasil

1 Pengaruh Kepercayaan Ratna Maulida 2014 Berpengaruh


Terhadap Minat Beli Rachmawati*
Melalui Persepsi Risiko Handri Dian
Pada Transaksi Jual Wahyudi Afwan
Beli Online Melalui Hariri A.P.
Media Sosial

2 Pengaruh Kepercayaan Anindita Endah 2017 Berpengaruh


Terhadap Keputusan Kusumawardani
Pembelian Online Shop

20
3 Pengaruh Faktor-faktor Indria Kesuma 2013 Berpengaruh
Fungsional, Psikologi Hastuti
Dan Konten Terhadap
Keputusan Pembelian
Produk E-commerce
Website Groupon

4 Pengaruh Content Johan Ardi 2016 Berpengaruh


Marketing Dan Event Limandono1 ,
Marketing Terhadap Diah
Customer Engagement Dharmayanti,S.E.,
Dengan Sosial Media M.Si.,Ph.D
Marketing Sebagai
Variabel Moderasi Di
Pakuwon City

5 Analisis Pengaruh Niken 2017 Berpengaruh


Pemasaran Media Sosial Hendrakusma
Terhadap Loyalitas Wardani2 , Retno
Konsumen: Studi Pada Indah
Transportasi Online Rokhmawati3
(Go-Jek Indonesia)

6 STRATEGI Nugraha Arifin 2016 Berpengaruh


PEMASARAN DAN
MINAT BELI

21
Daftar Pustaka
Arief, Giri Maulana & Millianyani, Heppy. 2015. Pengaruh Social Media
Marketing Melalui Instagram Terhadap Minat Beli Konsumen Sugar Tribe. Vol.2,
No.3. Hal. 2581-2587

Mileva, Lubiana & Fauzi, Achmad. 2018. Pengaruh Social Media Marketing
Terhadap Keputusan Pembelian. Vol. 58 No. 1. Hal. 190-199

Jati, Waluyo. 2017. Pengaruh Strategi Pemasaran Online (Online Marketing


Strategy) Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Kasus Pada Toko Online Shop
Azzam Store). Vol. 1 No.1. Hal 127- 138

Evianah.2017. Dampak Web Marketing Strategy terhadap Perillaku Konsumen


pada Pembelian Chocolate Gift Vinchoco di Surabaya. Vol. 14, No. 1. Hal. 84-
91.

Santoso, Budi. Riset Perilaku Konsumen Studi Mengenai Perilaku Konsumen


Terhadap Online Shoping.

Pradiani, Theresia. 2017. Pengaruh Sistem Pemasaran Digital Marketing terhadap


Peningkatan Volume Penjualan Hasil Industri Rumahan. Vol. 11, No. 2. Hal. 46-
53.

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. (2009). Manajemen Pemasaran. Edisi 13
Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Kotler, Philip dan Gary Armstrong. (2008). Prinsip-prinsip Pemasaran. Edisi 12


Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Kinnear, Thomas C dan Taylor, James R. 1995. Riset Pemasaran. Alih Bahasa.
Yohanna Lamarto; Jilid II. Erlangga. Jakarta

Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:


CV. Alfabeta.

22
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta.

http://sarahanisah25.blogspot.co.id/

https://www.merdeka.com/peristiwa/eradigital-jadi-tantangan-
pemudawujudkanimpian-bangsa.html

https://www.commete.co.id/strategi-pemasaran-bisnis-melalui-internet-marketing

https://id.wikipedia.org/wiki/pemasaran-internet

23

Anda mungkin juga menyukai