Strategi Pemasaran dan Minat Beli Konsumen
Strategi Pemasaran dan Minat Beli Konsumen
Oleh:
Silvira Indryani
160461201019
i
Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi yang semakin berkembang
memberikan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Penggunaan
internet tidak hanya terbatas pada pemanfaatan informasi yang dapat diakses
melalui media ini, melainkan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk
melakukan transaksi perdagangan dengan market place baru dan sebuah
jaringan bisnis dunia yang luas yang tidak terbatas waktu dan tempat
1
semegah dan semahal apapun dibangun, jika pada akhirnya gagal
mendatangkan prngunjung, maka akan sia-sialah Mall tersebut. Jadi kunci
suksesnya adalah bagaimana cara agar dapat mendatangkan pengunjung
sebanyak-banyaknya.
2
Minat beli yang muncul menciptakan suatu motivasi yang terus terekam
dalam benaknya, yang pada akhirnya ketika seorang konsumen harus
memenuhi kebutuhannya, mereka akan mengaktualisasikan apa yang ada
dalam benaknya tersebut (Mowen dan Oliver, 2006). Dapat dikatakan bahwa
minat beli merupakan pernyataan mental dari dari konsumen yang
merefleksikan rencana pembelian sejumlah produk dengan merek tertentu dan
tempat pembelian.
3
ketat membantu konsumen transaksi online lebih percaya diri.; (3)
Penyalahgunaan data konsumen. Adanya penyalahgunaan data konsumen; (4)
Garansi dan kebijakan pengembalian produk (retur); (5) Pengurangan elemen
ketidakpastian.
Dari latar belakang di atas, dapat kita ketahui bahwa betapa pentingnya
sebuah strategi pemasaran online agar tepat sasaran mengambil peluang bisnis
online yang menjadi trend di era teknologi informasi saat ini. Maka timbullah
keinginan penulis untuk melakukan penelitian mengenai "Pengaruh Strategi
Pemasaran Online terhadap Minat Beli Konsumen dengan faktor kepercayaan
sebagai variabel intervening".
B. Rumusan masalah
1. Apakah strategi pemasaran online berpengaruh terhadap kepercayaan
konsumen?
C. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang ada, dapat
dilihat bahwa strategi pemasaran secara online sangat luas sehingga perlu
adanya pembatasan masalah untuk itu peneliti ini memfokuskan pada salah satu
strategi pemasaran online yaitu konten produk. Studi akan dilakukan terhadap
para pengguna internet aktif yang sering bertransaksi pembelian produk secara
online. karena bertransaksi secara online, batasan waktu dan tempat kapan pun
dan dimana saja.
4
D. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengaruh strategi pemasaran online terhadap kepercayaan
konsumen
E. Manfaat penelitian
Penelitian yang dilakukan akan memberikan beberapa manfaat dan
kegunan antara lain.
1. Bagi Peneliti
Penelitian ini berguna sebagai pendalaman ilmu tentang e-commerce serta
sebagai pratik dalam penerapan ilmu yang diperoleh selama menjalani studi
di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
5
Bab II. Tinjauan Pustaka
A. Landasan Teori
1. Strategi Pemasaran Online
Menurut Kotler saluran online (emarketing) adalah saluran yang dapat
dijangkau seseorang melalui komputer dan modem. Modem
menghubungkan komputer dengan jaur telepon sehingga komputer
menjangkau beragam layanan informasi online(Kotler, 2008). Brenda
Kienan mengatakan bahwa E-marketing adalah melakukan bisnis online
yang bentuknya paling jelas adalah menjual produk kepada konsumen secara
online. Sederhananya adalah membuat, mengelola dan meluaskan hubungan
komersial secara online (Kienan, 2001). Oleh karena itu, untuk menunjang
pernyataan diatas maka Goldman Sach berpendapat bahwa model bisnis
dalam layanan bisnis online (E-marketing) terbagi atas 6 (enam) jenis, antara
lain(Ustadiyanto, 2000):
a. Connectivity
Bisnis yang berbasis layanan akses internet kepada pelanggannya.
b. Context
Bisnis yang memberikan layanan dengan berupa informasi dan hiburan.
c. Content
Bisnis yang memberikan layanan dengan basis berupa teks atau gambar
sebagai inti bisnisnya.
d. Communication
Layanan komunikasi berbasis internet dengan menggunakan media
interaktif.
e. Community
Bisnis yang membngun komunitas digital dengan media massage, board,
web chat, maupun penyedia web mail
6
f. Commerce
Model bisnis yang melakukan aktivitas bisnis berbasis internet.
a. Konten
Konten adalah ide, topik, fakta, dan pernyataan yang terkandung dalam
suatu sumber informasi.
Konten adalah apa yang harus disampaikan, bisa saja melalui: teks, gambar,
suara, video, kata-kata yang diucapkan, matematika, bahasa simbol, kode
Morse, musik, bahasa tubuh, dan sebagainya (Gahran, 2005).
Konten adalah isi nyata dari suatu dokumen; semua kata-kata, gambar, dan
links dimana seorang user dapat membaca dan berinteraksi dengannya;
apapun yang terkandung dalam suatu dokumen.
2. Kepercayaan
a. Pengertian Kepercayaan
7
Kepercayaan dapat diwujudkan apabila sebuah produk telah
memenuhi harapan dan kebutuhan konsumen, dimana mereka akan puas
terhadap produk tersebut. Kepercayaan akan timbul apabila konsumen
telah merasakan kepuasan karena telah mengkonsumsi atau menggunakan
produk dengan merek tertentu. Konsumen yang merasa nyaman dan
percaya karena sebuah produk, tidak akan mudah meninggalkan atau
mengganti produk tersebut dengan produk merek lain. Oleh karena itu
merek juga berperan penting untuk menjadi identitas produk tersebut.
Suatu merek harus dapat memberikan kepercayaan terhadap konsumen
bahwa merek tersebut benar-benar dapat dipercaya. Dengan dibangunnya
sebuah kepercayaan oleh sebuah perusahaan, maka calon konsumen akan
yakin bahwa produk-produk yang dikeluarkan oleh tersebut akan mampu
memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.
b. Dimensi Kepercayaan
1. Kemampuan (Ability)
8
Kebaikan hati merupakan kemauan penjual dalam memberikan
kepuasan yang saling menguntungkan antara dirinya dengan konsumen.
Profit yang diperoleh penjual dapat dimaksimumkan, tetapi kepuasan
konsumen juga tinggi. Penjual bukan semata-mata mengejar profit
maksimum semata, melainkan juga memiliki perhatian yang besar
dalam mewujudkan kepuasan konsumen. Menurut Kim et al. (2003),
benevolence meliputi perhatian, empati, keyakinan, dan daya terima.
3. Integritas (Integrity)
9
kemampuan, kejujuran, dan kebaikan hati pelanggan lainnya dalam
menyampaikan informasi mengenai suatu produk.
3. Minat Beli
Minat beli menurut Kotler (2005) adalah sesuatu yang timbul setelah
menerima rangsangan dari produk yang dilihatnya, dari sana timbul
ketertarikan untuk membeli agar dapat memilikinya. Minat beli konsumen
akan timbul dengan sendirinya jika konsumen sudah merasa tertarik atau
memberikan respon yang positif terhadap apa yang ditawarkan oleh si
penjual. Minat beli juga merupakan instruksi diri konsumen untuk
melakukan pembelian atas suatu produk, melakukan perencanaan,
mengambil tindakan-tindakan yang relevan seperti mengusulkan,
merekomendasikan, memilih dan akhirnya mengambil keputusan untuk
melakukan pembelian Rossiter dan Percy (1997).
10
sifat negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen dan
motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain.
2. Faktor situasi yang tidak terantisipasi, faktor ini nantinya akan dapat
mengubah pendirian konsumen dalam melakukan pembelian. Hal
tersebut tergantung dari pemikiran konsumen sendiri, apakah dia
percaya diri dalam memutuskan akan membeli suatu barang atau tidak.
11
yang bersangkutan, membuat pesanan untuk membeli produk atau jasa,
serta menyetujui kontrak untuk menerima dan menggunakan pelayanan
melalui media internet.
B. Kerangka berfikir.
Bertransaksi jual beli secara online sangat rentan pada penipuan. Hal ini
lumrah, karena antara si penjual dengan si pembeli tidak bertemu secara
langsung. Ketakutan pada resiko penipuan inilah yang sangat mempengaruhi
minat beli konsumen. Jadi untuk menimbulkan minat beli konsumen, kita harus
membangun kepercayaan konsumen. Kepercayaan konsumen bisa timbul dari
konten produk yang disuguhkan, baik itu tentang spesifikasi barang, sistem
transaksinya, sistem pengirimannya dan sebagainya. Sangat jarang sekali
konsumen langsung percaya dan memutuskan pembelian tanpa memperhatikan
konten produk tersebut. Bahkan beberapa orang tidak akan membeli produk
yang tidak menyuguhkan konten. Jadi, menimbulkan kepercayaan pada
12
konsumen, merupakan hal terpenting agar strategi pemasaran kita dapat
mempengaruhi minat beli konsumen.
C. Paradigma Penelitian
Berdasarkan kerangka pemikiran yang mengacu pada variabel yang
mempengaruhi terhadap minat beli serta variabel intervensinya, dapat
digambarkan paradigma penelitian sebagai berikut:
(Konten)
Kepercayaan
D. Hipotesis penelitian
Menurut sugiyono (2009) hipotesis adalah jawaban sementara terhadap
rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan.
Dikatakan sementara karean jawaban yang diberikan baru didasarkan pada
teori. Hipotesis dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban
sementara atas masalah yang dirumuskan. Berdasarkan uraian kerangka
pemikiran dan hasil kajian empiris di atas, maka peneliti mengajukan beberapa
hipotesis dalam penelitian ini, sebagai berikut:
13
Bab III. Metode Penelitian
A. DesainPenelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode survei dipilih
sebagai sumber data primer. Metode survei fokus pada pengumpulan data
responden yang memiliki informasi tertentu sehingga memungkinkan peneliti
untuk menyelesaikan masalah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan
instrumen kuesioner atau angket. Berdasarkan tingkat eksplanasinya,
tergolong sebagai penelitian Regresi atau pengaruh, yaitu penelitian untuk
mengetahui pengaruh sebab akibat. Pengaruh variabel bebas (X) terhadap
variabel (Y) Sugiono (2012).
B. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (Independent
Variable) dan variabel terikat (Dependent Variabel) serta Variabel Intervening.
Variabel bebas tersebut adalah Konten (X1), variabel interveningnya adalah
Kepercayaan (X2) dan Variabel terikatnya adalah Minat Beli (Y)
14
populasi yang memiliki sifat dan karakter yang sama serta memenuhi
populasi yang memiliki sifat dan karakter yang sama serta memenuhi
populasi yang diselidiki. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini
adalah purposive sampling. Purposive sampling termasuk dalam metode
non probability sampling (Sugiyono, 2011). Definisi metode purposive
sampling menurut Sugiyono (1999) adalah: “Teknik penentuan sampel;
dengan pertimbangan tertentu”. Sampel pada penelitian ini sebagian
pengguna internet diTanjungpinang dan memiliki kriteria yaitu pengguna
mengetahui situs toko online dan mengunjungi serta pernah melakukan
belanja online.
Jumlah sampel yang ditetapkan adalah sebanyak 100 sampel. Hal ini
sesuai dengan rekomendasi dari Hair et al. (2006) yang merekomendasikan
jumlah sampel data observasi minimal 5 kali parameter yang akan diestimasi
atau minimal 100.
F. Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2008), instrumen penelitian adalah suatu alat yang
digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati dan
secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian. Instrumen atau
alat ukur dalam penelitian ini berupa kuesioner yang berisi butir-butir
pertanyaan. Penyusunan kuesioner tersebut didasarkan pada konstruksi teoritik
yang telah disusun sebelumnya. Kemudian atas dasar teoritik tersebut
dikembangkan dalam indikator-indikator dan selanjutnya dikembangkan
15
dalam butir-butir pertanyaan. Instrumen ini disusun dengan menggunakan
Skala Likert. Adapun kisi-kisi kuesioner dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
b. Jujur 3,4
c. Jelas 5,6
b. Kepuasan 9,10
c. Tanggungjawab 11,12
b. Minat referensial 14
c. Minat preferensial 15
d. Minat eksploratif 16
Skor Keterangan
16
2 Tidak Setuju
3 Netral
4 Setuju
5 Sangat Setuju
1. Uji Validitas
Uji validitas adalah uji yang dilakukan untuk memastikan kemampuan
sebuah skala untuk mengukur konsep yang dimaksudkan. Manfaat dari uji
validitas yaitu untuk mengetahui apakah item-item yang ada dalam
kuesioner benar-benar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan
diteliti.
17
memprediksi apa yang seharusnya dapat diprediksi. Item-item yang
mengukur konsep yang sama akan memiliki korelasi yang tinggi dan
berkorelasi rendah dengan item-item yang mengukur konsep yang berbeda
(Ghozali, 2011). Hal ini ditunjukkan dengan muatan faktor item yang tinggi
pada satu faktor yang seharusnya diukur saja dan bermuatan faktorrendah
pada faktor rendah yang diukur oleh item-item.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan konsistensi dan stabilitas dari suatu skor
(skala pengukuran). Reliabilitas memusatkan perhatian pada masalah
konsistensi dan masalah ketepatan (Kuncoro, 2003). Hasil pengukuran
dapat dipercaya bila dalam beberapa kali pelaksanaanpengukuran terhadap
kelompok subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama
aspek yang diukur tidak berubah.
1. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisa data satu persatu
yang didasarkan pada jawaban responden yang dihimpun berdasarkan
kuesioner yang telah diisi oleh responden selama penelitian berlangsung.
Deskripsi data yang disajikan meliputi Mean (M), Median (Me), Modus
(Mo), dan Standar Deviasi (SD). Terdapat tiga hal yang disajikan dalam
analisis deskriptif yang meliputi:
a. Analisis mengenai karakteristik dari responden yang terdiri dari jenis
usia, jenis kelamin, pekerjaan pendapatan dan intensitas penggunaan
internet.
18
b. Data ini kemudian diolah menggunakan analisis deskripsi statistik
sehingga diperoleh nilai maksimal, nilai minimal, nilai Mean (Me), dan
Standar Deviasi (SD).
c. Analisis ini juga menggambarkan jawaban responden dari kuesioner
yang diajukan. Pada bagian ini penyusun akan mengalisa data tersebut
satu persatu yang didasarkan pada jawaban responden yang dihimpun
berdasarkan kuesioner yang telah diisi oleh reponden selama penelitian
berlangsung. Adapun berdasarkan kriteria yang dipakai pada kategori
jawaban responden, maka untuk lebih memudahkan digunakan 3
kategori yaitu: Tinggi, Sedang, dan Rendah. Cara pengkategorian data
berdasarkan rumus dari Azwar (2009) adalah sebagai berikut:
a. Tinggi : X ≥ M + SD
b. Sedang : M – SD ≤ X < M + SD
c. Rendah : X < M -SD
19
3. Analisis Regresi
Analisis regresi digunakan untuk mengetahui apakah terdapat
pengaruh Konten terhadap Minat beli dengan Kepercayaan sebagai variabel
intervening.
4. Pengujian Hipotesis
a. Uji T
Untuk menguji kebenaran hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini
pengujian dilakukan menggunakan uji T. Menurut Imam Ghozali (2011),
uji T pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel
independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel
dependen. Pengambilan keputusan ini dilakukan berdasarkan
perbandingan nilai signifikansi yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 5%
(α = 0,05). Jika signifikansi Thitung lebih besar dari α maka Ho diterima,
artinya variabel tersebut tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
Sedangkan jika signifikansinya lebih kecil dari α maka Ho ditolak yang
artinya variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.
I. Penelitian Terdahulu
20
3 Pengaruh Faktor-faktor Indria Kesuma 2013 Berpengaruh
Fungsional, Psikologi Hastuti
Dan Konten Terhadap
Keputusan Pembelian
Produk E-commerce
Website Groupon
21
Daftar Pustaka
Arief, Giri Maulana & Millianyani, Heppy. 2015. Pengaruh Social Media
Marketing Melalui Instagram Terhadap Minat Beli Konsumen Sugar Tribe. Vol.2,
No.3. Hal. 2581-2587
Mileva, Lubiana & Fauzi, Achmad. 2018. Pengaruh Social Media Marketing
Terhadap Keputusan Pembelian. Vol. 58 No. 1. Hal. 190-199
Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. (2009). Manajemen Pemasaran. Edisi 13
Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Kinnear, Thomas C dan Taylor, James R. 1995. Riset Pemasaran. Alih Bahasa.
Yohanna Lamarto; Jilid II. Erlangga. Jakarta
22
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta.
http://sarahanisah25.blogspot.co.id/
https://www.merdeka.com/peristiwa/eradigital-jadi-tantangan-
pemudawujudkanimpian-bangsa.html
https://www.commete.co.id/strategi-pemasaran-bisnis-melalui-internet-marketing
https://id.wikipedia.org/wiki/pemasaran-internet
23