Anda di halaman 1dari 4

Apa itu Diabetes Mellitus (DM)?

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula
darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah
sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh.

Gejala Apa Saja yang Dirasakan?

Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)

Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)

Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)

Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)

Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya

Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & amp kaki

Cepat lelah dan lemah setiap waktu

Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba

Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya

Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.

Siapa Saja yang Memiliki Faktor Risiko Diabetes:

Kelompok usia dewasa tua (45 tahun ke atas).

Kegemukan {BB (kg) > 120% BB idaman atau IMT > 27 (kg/m2)} IMT atau Indeks Masa Tubuh = Berat
Badan (Kg) dibagi Tinggi Badan (meter) dibagi lagi dengan Tinggi Badan (cm), misalnya Berat Badan 86 kg
dan Tinggi Badan 1,75meter, maka IMT = 86/1,75/1,75 = 28 > 27, berarti memiliki faktor risiko diabetes.

Tekanan darah tinggi (> 140/90 mmHg).

Riwayat keluarga DM, ayah atau ibu atau saudara kandung ada yang terkena penyakit diabetes.

Riwayat kehamilan dengan BB lahir bayi > 4000 gram.Riwayat DM pada kehamilan.

Dislipidemia (HDL < 35 mg/dl dan atau Trigliserida > 250 mg/dl.

Pernah TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (glukosa darah puasa terganggu).
Bagaimana Diagnosa Diabetes Mellitus?

Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai level 126 mg/dl
atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180
mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu
diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih
lagi bila dia atas 200 mg/dl.

Bagaimana Pengobatan Diabetes Mellitus?

Pada penderita diabetes mellitus, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya
hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci program
pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga.

Bagaimana Pola Makan Pasien Diabetes Mellitus?

Adapun jadwal makan yang dianjurkan untuk penderita diabetes adalah setiap tiga jam sekali. Berikut ini
adalah contoh pengaturan jadwal makan penderita penyakit diabetes :

– Makan besar I (Sarapan pagi) : pukul 07.00

– Makan ringan I (Snack) : pukul 10.00

– Makan besar II (Makan siang) : pukul 13.00

– Makan ringan II (Snack) : pukul 16.00

– Makan besar III (Makan malam) : pukul 19.00

– Makan ringan III (Snack) : pukul 22.00

Bagaimana Porsi Makanan Pasien Diabetes?

Berikut ini adalah anjuran porsi makanan yang harus diberikan pada penderita diabetes :

Makan pagi : 20% dari total kebutuhan kalori dalam satu hari

Makan ringan I : 10% dari total kebutuhan kalori dalam satu hari

Makan siang : 25% dari total kebutuhan kalori dalam satu hari
Makan ringan II : 10% dari total kebutuhan kalori dalam satu hari

Makan malam : 25% dari total kebutuhan kalori dalam satu hari

Makan ringan III : 10% dari total kebutuhan kalori dalam satu hari

Makanan Apa Saja yang Dapat Menurunkan Gula Darah?

Nah, berikut ini merupakan beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi oleh para penderita diabetes
karena mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

1. Pare

Pare umumnya digunakan sebagai makanan dan obat-obatan dalam budaya Asia. Makan buah ini dapat
menurunkan gula darah. Karena rasa pahitnya, sebaiknya sajikan pare yang dimasak dengan rempah-
rempah atau sayuran lainnya.

2. Biji-bijian

Biji-bijian dapat menurunkan risiko diabetes dan membantu meningkatkan gula darah puasa. The Dietary
Guideline ASmenyarankan konsumsi 3–5 porsi biji-bijian per hari untuk orang dewasa. Biji gandum
terutama kaya akan beta-glucan.

3. Bawang putih

Bawang putih memiliki bahan-bahan aktif seperti alil propil disulfida (APDS) dan diallyldisul-phide oksida
(allicin). Apabila dikombinasikan dengan flavonoid maka akan memainkan peran penting dalam
menurunkan kadar glukosa. Allicin dapat digabungan dengan vitamin B1 (tiamin) untuk merangsang
pankreas melepaskan insulin.

4. Kayu manis

Penelitian yang diterbitkan dalam Diabetes Care tahun 2003 menemukan bahwa mengonsumsi 1 gram
kayu manis selama 40 hari membantu meningkatkan glukosa darah puasa. Kayu manis bisa membantu
Anda menggunakan lebih sedikit gula dalam masakan (termasuk dalam minuman kopi Anda). Karena ini
menambah rasa alami, juga terkandung di dalamnya antioksidan.

5. Havermut

Havermut juga mengandung serat beta-glucan yang terbukti membantu menstabilkan gula darah.
Havermut memberikan manfaat tambahan bagi mereka dengan diabetes atau pra-diabetes,
juga mengurangi kadar kolesterol LDL dan membantu menurunkan berat badan. Satu porsi havermut di
pagi hari adalah cara mudah untuk memasukkan gandum ke dalam asupan harian.

6. Bayam
Bayam kaya magnesium yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah dengan mengatur
pengeluaran insulin serta penggunaan glukosa pada tubuh. Kebetulan, orang dengan diabetes tipe 2
sering memiliki tingkat rendah serum magnesium. Bayam juga mengandung nutrisi penting lainnya,
seperti beta-karoten, lutein, asam folat, vitamin K, magnesium, mangan,kalsium, dan kalium.

7. Buah Apel

Kandungan pektin tinggi dalam buah ini dipercaya membantu menurunkan kebutuhan insulin tubuh.
Sebuah studi tahun 2005 menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi setidaknya satu apel sehari 28
persen lebih kecil menderita diabetes tipe 2 ketimbang mereka yang tidak makan apel.

8. Cabai

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Nutrition, para peneliti Australia
menemukan bahwa memasukan cabai dalam bagian rutin diet setiap hari akan membantu menurunkan
gula darah setelah menyantap makan. Selain itu, cabai juga mengandung antioksidan, vitamin C dan
karotenoid yang dapat membantu meningkatkan regulasi insulin.

9. Kedelai

Kedelai memiliki sedikit kandungan pati tetapi jumlah serat dan protein yang tinggi dapat memberikan
sebuah efek yang berharga dalam menurunkan ekskresi urin pada orang yang menderita diabetes.

10. Teh

Teh hijau dan teh oolong mengandung EGCG, sementara teh hitam memiliki tannin, theaflavin, dan EGCG
juga. Semuanya berperan dalam meningkatkan aktivitas insulin dan mengontrol kadar gula darah.