Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH

PENGEMBANGAN PROPOSAL

METODE PENELITIAN KUALITATIF &KUANTITATIF

DISUSUN OLEH:

 DESI TRI LESTARI

 DWI YULIA WARDANI

 ENA CAHYUNI S

 FRISKA RAHAYU

 NYAK POPPY OCTAVIA

 RADEN AYU GUSTINA RS.

 WIKE TRIANITA

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIKINDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN

JURUSAN KEBIDANAN

TAHUN AJARAN 2018/2019


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Setiap orang pasti menginginkan hasil penelitian/pekerjaannya sesuai dengan


harapannya. Maka dari itu dibutuhkan sebuah metode penelitian untuk memproses dan
menjalankannya. Metode adalah sebuah cara yang digunakan untuk melaksanakan suatu
pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. Sedangkan penelitian adalah:
usaha untuk mengungkap dan menyingkap sebuah permasalahan sampai ke akar-akarnya.
Maka dengan pengertian ini dapat kita simpulkan bahwa metode penelitian adalah: sebuah
cara untuk mengungkap dan menyingkap permasalahan secara sistematis dan teratur
sehingga akan tercapainya hasil yang dikehendaki.
Penelitian ilmiah secara umum mengenal dua jenis penelitian, yaitu
penelitian dengan pendekatan kuantitatif atau penelitian kuantitatif dan penelitian dengan
pendekatan kualitatif atau penelitian kualitatif.
Di malakalah ini penulis mencoba menjelaskan tentang seputar pengertian
penelitian kualitatif dan kuantitatif serta langkah-langkah yang harus ditempuh.
B. Rumusan Masalah

1. Pengertian Kualitatif dan Kuantitatif?


2. Bagaimana langkah-langkahnya?
3. Apa perbedaan Kualitatif dan Kuantitatif?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Kualitatif

1. Pengertian Kualitatif
Kualitatif merupakan sebuah penelitian yang menekankan analisis proses dari
proses berfikir secara induktif yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar fenomena
yang diamati, dan senantiasa menggunakan logika ilmiah. Penelitian kualitatif tidak berarti
tanpa menggunakan dukungan dari data kuantitatif, tetapi lebih ditekankan pada kedalaman
berfikir formal dari peneliti dalam menjawab permasalahan yang dihadapi.
Penelitian kualitatif bertujuan mengembangkan konsep sensitivitas pada masalah
yang dihadapi, menerangkan realitas yang berkaitan dengan penelusuran teori dari bawah
dan menerangkan pemahaman akan satu atau lebih dari fenomena yang dihadapi.
Penelitian kualitatif merupakan sebuah metode penelitian yang digunakan dalam
mengungkap permasalahan dalam kehidupan kerja organisasi pemerintah, swasta,
kemasyarakatan, kepemudaan, perempuan, olahraga, seni dan budaya, sehingga dapat
dijadikan suatu kebijakan untuk dilaksanakan demi kesejahteraan bersama.
Menurut sugiyono (2005) masalah dalam penelitian kualitatif bersifat sementara,
tentative, dan berkembang atau berganti setelah peneliti berada di lapangan. Dalam
penelitian kualitatif akan terjadi tiga kemungkinan terhadap masalah yang akan diteliti oleh
peneliti, yaitu: (1) masalah yang dibawa oleh peneliti tetap, sejak awal sampai akhir
penelitian sama, sehingga judul proposal dengan judul laporan peneliti sama; (2) masalah
yang dibawa peneliti setelah memasuki penelitian berkembang, yaitu diperluas/diperdalam
masalah yang telah disiapkan dan tidak terlalu banyak perubahan sehingga judul penelitian
cukup disempurnakan; dan (3) masalah yang dibawa peneliti setelah memasuki lapangan
berubah total sehingga harus mengganti masalah, sebab judul proposal dengan judul
penelitian tidak sama dan sehingga judulnya diganti.
Menurut Flick (2002) adalah keterkaitan spesifik pada studi hubungan social yang
berhubungan dengan fakta dari pluralisasi dunia kehidupan. Metode ini diterapkan untuk
melihat dan memahami subjek dan objek penelitian yang meliputi orang, lembaga
berdasarkan fakta yang tampil secara apa adanya. Melalui pendekatan ini akan terungkap
gambaran mengenai aktualisasi, realitas social, dan persepsi sasaran penelitian. Penelitian
kualitatif dimaksudkan untuk memahami perilaku manusia, dari kerangka acuan pelaku
sendiri, yakni bagaimana pelaku memandang dan menafsirkan kegiatan dari segi
pendiriannya.
Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor (1990) adalah prosedur penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa kata. Kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan
berperilaku yang dapat diamati yang diarahkan pada latar dan individu secara holistic
(utuh). Untuk itu, tidak diperbolehkan mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam
variable atau hipotesis, tetapi memandang sebagai bagian dari sesuatu keutuhan.
Imam Gunawan menyimpulkan di dalam bukunya Metode Penelitian Kualitatif
Teori dan Praktik, bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk
mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang masalah-masalah manusia dan social,
bukan mendeksripsikan bagian permukaan dari suatu realitas sebagaimana dilakukan
penelitian kuantitatif dengan positivismenya. Penelitian menginterpretasikan bagaimana
subjek memperoleh makna dari lingkungan sekeliling, dan bagaimana makna tersebut
mempengaruhi perilaku mereka. Penelitian dilakukan dalam latar yang alami bukan hasil
perlakuan atau manipulasi variable yang dilibatkan.
2. Prosedur dan Proses Penelitian Kualitatif
Prosedur penelitian kualitatif memiliki perbedaan dengan penelitian kuantitatif.
Penelitian kualitatif didesain secara longgar, tidak ketat sehingga dalam pelaksanaan
penelitian berpeluang mengalami perubahan dari apa yang telah direncanakan. Hal ini
dapat terjadi bila perencanaan ternyata tidak sesuai dengan apa yang dijumpai di lapangan.
Meskipun demikian, kerja penelitian mestilah merancang langkah-langkah kegiatan
penelitian.
Imam Gunawan mengatakan di dalam bukunya “Metode Penelitian Kualitatif Teori
dan Praktik”: menurut sugiono (2007) terdapat tiga tahap utama dalam penelitian kualitatif
yaitu:
a. Tahap deskripsi atau tahap orientasi ditahap ini peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat,
didengar, dan dirasakan, kemudian peneliti baru mendata sepintas tentang informasi yang
diperolehnya.
b. Tahap reduksi ditahap ini peneliti mereduksi segala informasi yang diperoleh pada tahap
pertama untuk memfokuskan pada masalah tertentu; dan
c. Tahap seleksi pada tahap ini peneliti mengurai focus yang telah ditetapkan menjadi lebih
rinci kemudian melakukan analisis secara mendalam tentang focus masalah. Hasilnya
adalah tema yang dikonstruksi berdasarkan data yang diperoleh menjadi suatu
pengetahuan, hipotesis, bahkan teori terbaru.
Secara spesifik, ketiga tahap di atas dapat dijabarkan dalam tujuh langkah penelitian
kualitatif, yaitu: (1). Identifikasi masalah (2). Pembatasan Masalah (3). Penetapan fokus
masalah (4). Pelaksanaan penelitian (5). Pengolahan dan pemaknaan data (6). Pemunculan
teori (7). Pelaporan hasil penelitian (Sujana, 2001).
B. Kuantitatif
1. Pengertian Kuantitatif
Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang
spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga
pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif adalah
penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data,
penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian pula pada
tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, table, grafik, atau
tampilan lainnya.
Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode
penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada
populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan
secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat
kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode
kuantitatif sering juga disebut metode tradisional, positivistik, ilmiah/scientific dan metode
discovery. Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah
cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode
ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme.
Metode ini disebut sebagai metode ilmiah (scientific) karena metode ini telah memenuhi
kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit, empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis.
Metode ini juga disebut metode discovery karena dengan metode ini dapat ditemukan dan
dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data
penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.
Penelitian kuantitatif merupakan studi yang diposisikan sebagai bebas nilai (value
free).Dengan kata lain, penelitian kuantitatif sangat ketat menerapkan prinsip-prinsip
objektivitas. Objektivitas itu diperoleh antara lain melalui penggunaan instrumen yang
telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Peneliti yang melakukan studi kuantitatif mereduksi
sedemikian rupa hal-hal yang dapat membuat bias, misalnya akibat masuknya persepsi dan
nilai-nilai pribadi. Jika dalam penelaahan muncul adanya bias itu maka penelitian
kuantitatif akan jauh dari kaidah-kaidah teknik ilmiah yang sesungguhnya.
Selain itu metode penelitian kuantitatif dikatakan sebagai metode yang lebih
menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Untuk
dapat melakukan pengukuran, setiap fenomena sosial di jabarkan kedalam beberapa
komponen masalah, variable dan indikator. Setiap variable yang di tentukan di ukur dengan
memberikan simbol-simbol angka yang berbeda–beda sesuai dengan kategori informasi
yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan menggunakan simbol–simbol angka
tersebut, teknik perhitungan secara kuantitatif matematik dapat di lakukan sehingga dapat
menghasilkan suatu kesimpulan yang belaku umum di dalam suatu parameter. Tujuan
utama dati metodologi ini ialah menjelaskan suatu masalah tetapi menghasilkan
generalisasi. Generalisasi ialah suatu kenyataan kebenaran yang terjadi dalam suatu realitas
tentang suatu masalah yang di perkirakan akan berlaku pada suatu populasi tertentu.
Generalisasi dapat dihasilkan melalui suatu metode perkiraan atau metode estimasi yang
umum berlaku didalam statistika induktif. Metode estimasi itu sendiri dilakukan
berdasarkan pengukuran terhadap keadaan nyata yang lebih terbatas lingkupnya yang juga
sering disebut “sample” dalam penelitian kuantitatif. Jadi, yang diukur dalam penelitian
sebenarnya ialah bagian kecil dari populasi atau sering disebut “data”. Data ialah contoh
nyata dari kenyataan yang dapat diprediksikan ke tingkat realitas dengan menggunakan
metodologi kuantitatif tertentu. Penelitian kuantitatif mengadakan eksplorasi lebih lanjut
serta menemukan fakta dan menguji teori-teori yang timbul.
2. Prosedur dan Proses Penelitian Kualitatif
Masing-masing peneliti mendefinisikan proses penelitian kuantitatif melalui aktifitas
yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Proses penelitian yang dimaksud adalah
kerangka kerja peneliti yang dimulai dari masalah sampai laporan penelitian. Walaupun
pada dasarnya ada perbedaan yang tidak prinsip, maka substansi proses penelitian
kuantitatif terdiri dari aktivitas yang berurutan sebagai berikut:
A. Mengeksplorasi, perumusan, dan penentuan masalah yang akan diteliti.
B. Mendesain model penelitian dan parameter penelitian.
C. Mendesain instrument pengumpulan data penelitian.
D. Melakukan pengumpulan data penelitian.
E. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian.
F. Mendesain laporan hasil penelitian
Penelitian kuantitatif dimulai dengan kegiatan menjajaki permasalahan yang akan
menjadi pusat perhatian peneliti. Kemudian peneliti mendefinisi serta memformulasikan
masalah penelitian dengan jelas dan sehingga mudah dimengerti. Setelah masalah
penelitian diformulasikan, maka didesain rancangan penelitian yaitu desain model
penelitian. Desain inilah yang nantinya menuntun pelaksanaan penelitian secara
keseluruhan mulai dari awal sampai akhir penelitian.
Agar peneliti dapat melakukan pengumpulan data penelitian yang sesuai dengan
tujuan penelitian, maka perlu didesain instrument pengumpulan penelitian yang
sesungguhnya merupakan seperangkat alat perekam data penelitian di lapangan. Alat ini
digunakan oleh peneliti untuk menghimpun data di lapangan sesuai dengan bentuk
instrument itu. Hasil-hasil penelitian yang telah dihimpun kemudian dianalisis
menggunakan alat analisis statistik untuk menemukan kesimpulan-kesimpulan, beberapa di
antaranya adalah kesimpulanmelalui pengujian hipotesis Ho. Pada akhirnya, untuk dapat
dimengerti, diketahui, dibaca orang lain, maka hasil penelitian tersebut didesain dalam
model sistematika tertentu yang disebut dengan laporan penelitian.

C. Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif


Di sini penulis akan menjelaskan perbedaan antara keduanya dengan menggunakan tabel,
agar lebih mudah untuk difahami.
NO PENELITIAN KUALITATIF PENELITIAN KUANTITATIF
1 Mengonstruksi realitas social, Mengukur fakta yang objektif
makna budaya
2 Berfokus pada proses Terfokus pada variable-variabel
interpretasi dan peristiwa
peristiwa
3 Keaslian merupakan kunci Reliabilitas merupakan kunci
4 Nilai hadir dan nyata/tidak Bersifat bebas nilai
bebas nilai
5 Terikat pada situasi/terikat pada Tidak tergantung pada konteks
konsteks
6 Terdiri atas beberapa kasus atau Terdiri atas kasus atau subjek yang
subjek banyak
7 Bersifat analisis tematik Menggunakan analisis statistic
8 Peneliti memihak Peneliti tidak memihak

BAB III
KESIMPULAN
1. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang
mendalam tentang masalah-masalah manusia dan social, bukan mendeksripsikan bagian
permukaan dari suatu realitalitas sebagaimana dilakukan penelitian kuantitatif dengan
positivismenya
Penelitian kuantitatif adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal
hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif
adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data,
penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya.
2. Langkah-langkah penelitian kualitatif dan kuantitatif yaitu:
A. Kualitatif
1) Tahap deskripsi.
2) Tahap reduksi.
3) Tahap seleksi.
B. Kuantitatif
1) Mengeksplorasi, perumusan, dan penentuan masalah yang akan diteliti.
2) Mendesain model penelitian dan parameter penelitian.
3) Mendesain instrument pengumpulan data penelitian.
4) Melakukan pengumpulan data penelitian.
5) Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian.
6) Mendesain laporan hasil penelitian
3. Adapun perbedaan bisa dilihat di table di atas.
DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, Imam, Metode Penelitian Kualitatif teori dan praktik, (Jakarta: Bumi Aksara,
2013)
Bungin, M. Burhan, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Kencana, 2005)
contoh

PROPOSAL KEBIDANAN

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat limpahan
rahmat- Nyalah, telah memberikan kesehatan dan kekuatan sehingga penulis dapat
menyelesaikan proposal penelitian ini pada Program DIII Kebidanan Universitas Indonesia
Timur Makassar dengan judul “GAMBARAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR
TERHADAP ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK”.
Penyusunan Proposal Penelitian ini tidak terlepas dari berbagai kendala namun berkat dan
dorongan dari berbagai pihak, baik moral maupun material sehingga sedikit demi sedikit kendala
tesebut dapat diatasi dengan baik. Oleh karena itu, penulis menghaturkan terima kasih sebanyak-
banyaknya kepada Ibu Hj. Herlina MPd yang dengan ikhlas telah meluangkan waktu, tenaga dan
pikirannya dalam membimbing penulis guna penyempurnaan dalam menyelesaikan Proposal
Penelitian ini.
Akhir kata penulis berharap semoga Allah SWT memberikan pahala yang setimpal atas
bantuan dan jasa- jasanya dan proposal ini dapat bemamfaat bagi penulis dan rekan- rekan
mahasiswa.
Wassalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Makassar,

Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN ……………………….......................
A. Latar Belakang Masalah……………………………….
B. Rumusan Masalah……………………………………..
C. Tujuan Penelitian………………………………………
D. Mamfaat Penalitian…………………………………….
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA…………………………………
A. Tinjauan Konsep Pasangan Usia Subur…………….
B. Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan……………..
C. Tinjauan Konsep keluarga Berencana……………….
D. Tinjauan Konsep Tentang Kontrasepsi………………
E. Tinjauan Umum Tentang Kontrasepsi Suntik……….
BAB IIl. METODE PENELITIAN……………………………….
A. Jenis Penelitian…………………………………………
B. Lokasi dan Waktu Penelitian………………………….
C. Populasi dan Sampel…………………………………..
D. Metode Pengumpulan Data……………………………
E. Pengelolaan dan Penyajian Data…………………….
F. Analisis Data…………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai jenis masalah.
Masalah utamanya yaitu ledakan jumlah penduduk yang beberapa tahun terakhir ini sulit
terkontrol. Hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia telah
mencapai 237,6 juta jiwa. Jumlah ini menunjukkan bahwa penduduk Indonesia menempati
peringkat ke empat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat (RS, 2011). Untuk mampu
merenda keluarga bahagia, perluh berbagi peran dengan adil suami istri, berusaha mengatasi
krisis keluarga dan mengkukuhkan integritas keluarga (Mustakim, 2012 : 48)

Oleh karena itu Pemerintah terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan dengan
Program Keluarga Berencana. (Handayani S, 2010 : 29) Sasaran program KB di bagi menjadi 2
yaitu sasaran langsung dan tidak langsung, tergantung dari usaha yang ingin di capai. Sasaran
langsungnya adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang bertujuan untuk menurunkan tingkat
kelahiran dengan cara penggunaan kontrasepsi secara berkelanjutan. Sedangkan sasaran tidak
lansungnya adalah pelaksana dan pengolah KB, dengan tujuan menurunkan tingkat kelahiran
melalui pendekatan kebijaksanaan kependudukan terpadu dalam rangka mencapai keluarga yang
berkualitas, dan keluarga sejahtera.

Berbagai usaha di bidang gerakan KB sebagai salah satu kegiatan pokok pembangunan
keluarga sejahterah teleh dilakukan baik oleh pemerintah, maupun swasta maupun masyarakat
sendiri. Pasangan usia subur (PUS) adalah pasangan yang berumur antara 20- 35 tahun dimana
pasangan laki- laki dan perempuan sudah cukup matang dalam segala hal terloebih organ
reproduksinya sudah berfungsi dengan baik.
Dari data yang diperoleh pada Rumah Sakit Bhayangkara Makassar jumlah Pasangan Usia
Subur yaitu pada tahun 2009 tercatat sebanyak 2.584 PUS, kemudian pada tahun 2010 tercatat
sebanyak 2.834 PUS dan Sebanyak 3.062 PUS pada tahun 2011.

Berdasarkan uaraian latar belakang tersebut diatas dengan tingginya angka akseptor
pemekai suntik, maka penulis tertarik melakukan penelitian tentang Gambaran Pengetahuan
Pasangan Usia Subur Terhadap Alat Kontrasepsi KB Suntik di wilayah kerja Rumah Sakit
Bhayangkara Makassar.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan maka dirumuskan masalah sebagai
“BAGAIMANA : GAMBARAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TERHADAP
ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK DI MAKASSAR TIMUR TAHUN2011?”

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasangan usia subur terhadap alat kontrasepsi
KB Suntik .
2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui pengetahuan pasangan usia subur tentang pengertian kontrasepsi


KB Suntik.

b. Untuk mengetahui pengetahuan pasangan usia subur tentang tujuan kontrasepsi KB


Suntik.

c. Untuk mengetahui pengetahuan pasangan usia subur tentang kontra indikasi


kontrasepsi KB Suntik.
D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Program
Sebagai salah satu sumber informasi bagi petugas kesehatan terutama bagi penentu
kebijakan dan pelaksanaa program baik instansi Departemen Kesehatan maupun pihak di Rumah
Sakit Bhayangkara Mappaouddang Makassar.

2. Manfaat Ilmiah

Sebagai sumber informasi dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dan sebagai bahan
acuan bagi peneliti selanjutnya.

3. Manfaat Institusi

Sebagai bahan masukan pertimbangan bagi pengelola institusi terutama dalam


mengembangkan ilmu kebidanan.

4. Manfaat Penulis

Sebagai pengalaman ilmiah yang dapat meningkatkan pengetahuan dan menambah


wawasan tentang keluarga berencana.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Konsep Pasangan Usia Subur

1. Pengertian PUS

Pasangan usia subur (PUS) adalah berkisar antara usia 20-45 tahun dimana pasangan (laki-
laki dan perempuan) sudah cukup matang dalam segala hal terlebih organ reproduksinya sudah
berfungsi dengan baik. Pada masa ini pasangan usia subur harus dapat menjaga dan
memanfaatkan kesehatan reproduksinya yaitu menekan angka kelahiran dengan metode keluarga
berencana, sehingga jumlah dan interval kehamilan dapat diperhitungkan untuk meningkatkan
kualitas reproduksi dan kualitas generasi yang akan datang.

2. Masalah dan Kebutuhan yang Dialami Pasangan Usia Subur (PUS)

Dalam menjalani kehidupan berkeluarga, PUS sangat mudah dalam memperoleh keturunan
dikarenakan keadan kedua pasangan tersebut normal, hal inilah yang menjadi masalah bagi PUS
yaitu perlunya pengaturan fertilitas (kesuburan), perawatan kehamilan dan persalinan aman.
Dalam penyelesaian maslah tersebut diperlukan tindakan dari tenaga kesehatan dalam
penyampaian penggunaan alat kontrasepsi rasional untuk menekan angka kelahiran dan
mengatur kesuburan dari pasangan tersebut. Maka dari itu, petugas kesehatan harus memberikan
penyuluhan yang benar dan dimengerti masyarakat luas (Http://www.geogle.com/search?q)
B. Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan

1. Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil tahu dari manusia, yang sekedar menjawab pertanyaaan “what”
misalnya air, apa manusia, apa alam, dan sebagainya (Notoatmodjo, 2012 : 1)

Penguasaan pengetahuan erat kaitannya dengan tingkat pendidikan seseorang.


Penelitian menunjukkan bahwa semakin tiggi pendidikan seseorang, maka semakin baik pula
pengetahuannya tentang sesuatu (Sulistyawati A, 2009 : 104)

C. Tinjauan Konsep Keluarga Berencana

1. Pengertian Keluarga Berencana

Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang
diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif
untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau
pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga. Berdasarkan penelitian, terdapat 3.6 juta
kehamilan tidak direncanakan setiap tahunnya di Amerika Serikat, separuh dari kehamilan yang
tidak direncanakan ini terjadi karena pasangan tersebut tidak menggunakan alat pencegah
kehamilan, dan
setengahnya lagi menggunakan alat kontrasepsi tetapi tidak benar cara penggunaannya
(Http://www.posyandu.),
Gerakan keluarga berencana menekankan pentingnya untuk merencanakan jumlah,
interval, dan jenis kelamin dalam lingkungan keluarga, yang dapat ditunjang oleh kemampuan
sosial, ekonomi, keamanan, dan ketahanan dalam keluarga (Manuaba I.B.G,2001 : 718).
D. Tinjauan Konsep Tentang Kontrasepsi

1. Pengertian Kontrasepsi
a. Kontrasepsi adalah bagian dari pelayanan kesehatan reproduksi untuk pengaturan
kehamilan dan merupakan hak setiap individu sebagai makhluk seksual (Saifuddin, 2010 : U-46)

b. Kontrasepsi adalah suatu cara, obat, dan alat untuk mencegah atau menjarangkan
kehamilan (Priyanto A, 2009 : 114).
c. Kontasepsi adalah tambahan sebagai perlindungan harus dimulai dari permulaan sakit
dan berlanjut selama 7 hari kemudian ( Glasier dkk, 2005 : 60)

2. Macam metode atau cara kontrasepsi


a. Metode Kontrasepsi Sederhana

1). Tanpa alat atau obat, antara lain :

a). Metode kalender ( pantang berkala)

b). Metode lender serviks

c). Metode suhu basal

d). Coitus interuptus ( senggama terputus)

e). Metode simpto- Termal

2). Dengan alat atau obat, antara lain :

a). Mekanisme ( barrier)

b). Kondom

c). Introvagina wanita antara lain : diagfragma, spons dan kap serviks.

d). Kimiawi dengan spermisid, antara lain : vaginal cream, vaginal foam, vaginal jelly,
vagina suppositoria, vaginal tablet.

b. Metode Kontrasepsi Efektif (MKE)

1). Kontrasepsi Hormonal

a). KB pil, antara lain : Pil Oral Kombinasi (POK), Mini Pil, Morning After

b). KB Suntik : Depo Provera, Cyclofem, Norigest

2). Implant/ AKBK

3). Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR)


c. Metode Kotrasepsi Mantap

1). Metode Operatif Pria (MOP/ Vasektomi)

2). Metode Operatif Wanita (MOW/ TUbektomi)

Sumber : ( Hartanto H, 2004 : 42- 43).

3. Tujuan dari penggunaan alat kontrasepsi adalah :


a. Untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mewujudkan keluarga kecil dan
sejahterah melalui pengendalian kelahiran dan pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia.

b. Terciptanya penduduk yang berkualitas, sumber daya manusia yang bermutu dan
meningkatkan kesejahteraan keluarga (Handayani S, 2010 : 29).

Tinjauan Umum Tentang Kontrasepsi Suntik

1. Pengertian Kontrasepsi Suntikan

Kontrasepsi suntikan adalah suatu cara kontrasepsi yang berdaya kerja panjang
( lama), yang tidak membutuhkan pemekaian setiap hari atau setiap akan bersenggama, tetapi
tetap reversible (Hartanto H, 2004 : 163 ).

2. Macam – macam Kontrasepsi Suntik

a. Depoprovera yang mengandung progesterone sebanyak 150 mg dalambentuk partikel


kecil, pemberian suntikan setiap 12 minggu

b. Cyclofem yang mengandung progesterone sebanyak 50 mg dan estrogen, disuntikkan


setiap bulan

c. Norigest merupakan turun testosterone, di suntikkan setiap 8 minggu ( Manuaba I. B.


G, 2009 : 241)
Menurut (Saifuddin AB, 2006 : MK-42) terdapat dua jenis kontrasepsi suntik KB,
yaitu kontrasepsi suntikkan progesteron dan kontrasepsi kombinasi, dengan profil umum sebagai
berikut :

a. Kontrasepsi Suntikkan Progestin

Kontrasepsi suntikksn progestin adalah alat kontrasepsi berupa cairan yang berisi
hanya progesterone di suntikkan kedalam tubuh wanita secara periodik (BPPUK, 2002).

1). Jenis- jenis kontrasepsi yang mengandung progestin, yaitu :

a). Depo Medroxyprogesteron asetat (DMPA), yang mengandung 150 DMPA, yang
diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intramuscular (di dalam bokong).

b). Depo Norittesteron enatat (depo Norisetat), yang mengandung 200 mg Noristendron
enantat, diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik IM.

2). Cara Kerja

a). Mencegah ovulasi

b). Mengentalkan lender serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma.

c). Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atropi.

d). Menghambat transportasi gamet oleh tuba.

3). Efektivitas

Kedua kontrasepsi suntik tersebut memiliki efektifitas yang tinggi, dengan 0,3 kehamilan
per 100 perempuan/ tahun, asal penyuntikkan di lakukan secara teratur sesuai jadwal yang telah
ditentukan.

4). Keuntungan
a). Sangat efektif
b).Pencegahan kehamilan jangka
panjang
c). Tidak berpengaruh pada hubungan suami- istri
d). Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI
e). Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai
perimenopause .

f). Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara

g). Mencegah radang panggul

h). Sedikit efek samping

5). Keterbatasan

a). Sering ditemukan gangguan haid, seperti :

· Siklus haid yang memendek atau memanjang

· Perdarahan yang banyak atau sedikit

· Perdarahan yang tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)

· Tidak haid sama sekali

b). Klien tergantung pada sarana pelayanan kesehatan


c). Tidak dapat di hentikan sewaktu- waktu sebelum disuntik berikut.

d). Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian

6). Indikasi Kontrasepsi suntikan progestin


a). Usia reproduksi
b). Nullipara dan yang telah memiliki anak
c). Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi
d). Setelah melahirkan
e). Setelah abortus
7). Kontra indikasi kontrasepsi suntikan progestin
a). Hamil atau di curigai hamil
b). Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.
c). Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid, terutama
amenorhoe.
d). menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara.
8). Waktu pemberian kontrasepsi suntikan progestin
a). Setiap saat selama siklus haid, dan ibu tidak hamil
b). Mulai hari 1 sampai 7 siklus haid.
c). untuk ibu post partum dapat diberikan pada hari 3- 5, dan
sesudah air susu ibu (ASIO terbentuk).
b. Kontrasepsi Suntika Kombinasi
1). Jenis suntikan kombinasi, adalah :
a). 25 mg Depo Medrosiprogesteron asetat dan 5 mg estrodiol
spionat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali (Cyclofem).
b). 50 mg norentindron enantat dan 5 mg estradiol valeret yang
diberikan injeksi IM sebulan sekali.
2). Cara kerja
a). Menekan ovulasi
b). Membuat lendir serviks menjadi kental sehingga penetrasi
sperma terganggu.
c). Menghambat transprtasi gamet oleh tuba.
3). Efektifitas
Sangat efektif (0,1-0,4 kehamilan per 100 perempuan) selama
tahun pertama penggunaan.
4). Keuntungan kontrasepsi
a). Resiko terhadap kesehatan kecil
b). Tidak mempenharuhi hubungan suami istri
c). Tidak di perlukan pemeriksaan dalam
d). Pencegahan kehamilan jangka panjang
5). Keterbatasaan
a). Terjadinya pola haid tidak teratur.
b). Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan , dan keluhan
seperti ini akan hilang setelah suntik kedua atau ketiga.
c). Ketergantungan klien terhadap peleyanan kesehatan.
d). Penambahan berat badan
6). Indikasi kontrasepsi suntikan kombinasi
a). Usia reproduksi
b). Menyusui ASI pasca persalinan > 6 bulan
c). Pasca melahirkan dan tidak menyusui
d). Anemia
7). Kontra indikasi suntikan kombinasi
a). Hamil atau di duga hamil
b). Menyusui dibawah 6 mkinggu pasca persalinan
c). Penyakit hati akut (virus hepatitis)
d). Usia > 35 tahun yang merokok
e). Keganasan payudara
f). Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala
atau migran.
8). Waktu pemberian kontrasepsi suntikan kombinasi
a). Suntik di berikan dalam waktu 7 hari siklus haid
b). Pasca persalinan 6 bulan serta belum haid dan tidak hamil
c). Pasca keguguran
B. KERANGKA TEORI

PASANGAN USIA
SUBUR
1. Pendidikan

2. Umur

MENGGUNAKAN KB
SUNTIK

C. KERANGKA KONSEP

PASANGAN USIA PEMBERIAN ANGKET PENGUNAAN KB


SUBUR DAN WAWANCARA SUNTIK
D. HIPOTESIS

Berdasarkan uraian teori yang telah dijelaskan di atas dapat maka peneliti dapat menyusun
hipotesis” Adanya : Gambaran Pengetahuan Pasangan Usia Subur Terhadap Alat
Kontrasepsi Kb Suntik Di Makassar Timur Tahun 2011”

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif yaitu penelitia hanya


menggambarkan keadaan objek, tidak ada maksud untuk menggeneralisasi hasilnya. Penelitian
ini dilakukan dengan menempuh langkah- langkah pengumpualan data, klasifikasi, pengelolaan
pembuatan kesimpulan dan laporan tentang alat kontrsepsi KB Suntik pada pasangan usia subur
(Sulistyaningsih, 2011 : 8).

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada tgl 29 s/d 31 Januari 2013.

C. Populasi dan Sampel


1. Populasi

Populasi adalah sekelompok orang atau objek dengan satu karakteristik umum yang dapat
di observasi (Sulistyaningsih, 2011 : 64). Semua akseptor KB di Rumah Sakit Bhayangkara
Makassar.

2. Informan

Informan adalah istilah yang diturunkan dari antropologi, dan istilah ini digunakan karena peneliti
dianggap naif dan harus diberi penjelasan atau arahan tentang apa yang terjadi, tentang aturan budaya,
dan sebagainya. Budaya sebagai fenomena yang kompleks harus ditafsirkan dan informan adalah orang
yang terpilih sebagai penghubung antara antropolog dengan kelompok budaya yang dipelajari.(Jaja, Adi
Susilo:2017). Sehubungan dengan keterbatasan biaya dan waktu yang dimiliki, saya mengambil
sampel dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB yang menggunakan kontrasepsi suntik
sebanyak 382 orang pada Rumah Sakit Bhayangkara tahun 2011.

D. Cara pengumpulan Data

1. Pengumpulan data
Alat ukur yang di dalam peneltian ini adalah kuesioner. Kuesioner adalah suatu teknik
pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden
untu di jawabnya ( Sulistyaningsih, 2011 : 122).
Jenis data yang di kumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer
meliputi pengetahuan, sikap, tentang penggunaan alat kontrasepsi Kb suntik , semua data tesebut
diatas diperoleh dari hasil pengisian kuesioner, sedangkan data sekunder yaitu data penunjang
dari data primer.
2. Data yang dikumpulkan adalah :
a. Data Primer

Data primer adalah data yang di ambil secara langsung dari responden menggunakan
kuesioner dengan metode angket. Data primer dalam penelitian ini adalah pengetahuan pasangan
usia subur terhadap KB Suntik.

b. Data Sekunder
Data sekunder yang digunakan untuk melengkapi data primer yang di peroleh dari instansi
terkait berupa : pencacatan dan pelaporan cakupan pasangan usia subur di Rumah Sakit
Bhayangkara Makassar.

E. Langkah Pengoloahan Data

Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument pengumpulan


data berupa alat ukur kuesioner yang di buat khusus oleh peneliti sendiri dengan berpedoman
pada perpustakaan yang ada. Setelah data terkumpul dari lembar kuesioner yang ada maka
dilakukan pngolahan data.

1. Pengolahan data tersebut dengan tahap- tahap sebagai berikut :

a. Editing

Proses editing dilakukan setelah data terkumpul dan dilakukan dengan memeriksa
kelengkapan data, memeriksa kesinambungan data, dan kseragaman data.

b. Koding

Dilakukan untuk memudahkan dalam pengolahan data, semua jawaban atau data perluh
disederhanakan yaitu dengan simbol- simbol tertentu, untuk setiap jawaban (pengkodean).
Pengkodean dilakukan dengan memberi nomor halaman, daftar pertanyaan, nomor variabel,
nama variabel, dan kode.

c. Tabulasi data

Setelah selesai pembuatan kode selanjutnya dengan pengolahan data kedalam satu tabel
menurut sifat- sifat yang di miliki yang mana sesuai dengan tujuan peneltian ini dalam hal I I
dipakai tabel untuk penganalisaan data.

2. Analisa Data

Analisa data yang di gunakan dalampenelitian ini deskriptif adalah dengan


menggunakan presentasi dengan rumus distribusi frekuensi sebagai berikut :

P = x 100%
Keterangan :

P : Presentase yang di cari

F : Frekuensi atau variabel yang di teliti

n : Jumlah sampel

F. Etika Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini peneliti mendapat rekomendasi UNIVERSITAS


INDONESIA TIMUR MAKASSAR yang tembusannya di sampaikan ke Kepala Rumah Sakit
Bhayangkara Makassar. Setelah mendapat persetujuan barulah melekukan penelitian dengan
menekankan masalah etika yang meliputi :

1. Infoment Consent

Infoment consent atau lembar persetujuan di berikan kepada subyek yang akan di teliti.
Peneliti menjelaskan maksud dan tujuan riset yang dilakukan dan dampak yang mungkin terjadi
selama dan sesudah pengumpulan data. Jika pengetahuan pasangan usia subur (PUS) tentang alat
kontrasepsi diteliti, maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan tersebut. Jika
pasangan usia subur (PUS) menolak untuk di teliti maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap
menghormati hak- haknya.

2. Anonimity (tanpa nama)

Untuk menjaga kerahasian pasanag usia subur (PUS), peneliti tidak mencatumkan nama
koresponden pada lembar pengumpulan data, cukup dengan memberi nomor pada masing-
masing lembar tersebut.

3. Confidentiality (kerahasiaan)

Kerahasiaan informasi pasangan usia subur (PUS) di jamin oleh peneliti, hanya kelompok
data tertentu saja yang akan disajikan atau dilaporkan sebagai hasil riset.
KUESIONER PENELTIAN
GAMBARAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TERHADAP ALAT
KONTRASEPSI DI WILAYAH KERJA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MAKASSAR
1. Identitas Responden

No. Responden :

Nama :

Umur :

Pendidikan :

Alamat :

I. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda silang pada setiap jawaban.

A. Pertanyaan tentang pengertian alat kontrasepsi KB suntik

1. Apa yang anda ketahui tentang alat kontrasepsi ?

a. Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah kehamilan


b. Kontrasepsi adalah upaya untuk menghentikan kehamilan

c. Kontrasepsi adalah upaya untuk menggugurkan kehamilan

2. Apa yang anda ketahui tentang alat kontrasepsi KB suntik ?

a. Cairan yang disuntikkan untuk menggugurkan kehamilan

b. Cairan yang disuntikkan untuk menghentikan kehamilan

c. Cairan yang disuntikkan kedalam tubuh wanita untuk mencegah kehamilan

d. Tidak tahu

3. Yang tidak termasuk jenis kontrasepsi KB suntik adalah ?

a. Kontrsepsi suntikkan progesteron dan kombinasi

b. Kontrasepsi estrogen

c. Kontrasepsi Pil KB

d. Tidak tahu

4. Apakah anda mengetahui cara kerja alat kontrasepsi KB suntik ?

a. Mencegah haid

b. Mencegah ovulasi ( pembuahan )

c. Meningkatkan kesuburan

d. Tidak tahu

B. Pertanyaan tentang tujuan alat kontrasepsi Kb suntik

1. Apa tujuan kontrasepsi KB suntik /

a. Menjaga kesehatan anak

b. Meningkatkan kesuburan
c. Mencegah kehamilan

d. Tidak tahu

2. Apa keuntungan kontrasepi KB suntik ?

a. Pencegahan kehamilan jangka panjang

b. Pencegah kehamilan jangka pendek

c. Pencegah terjadinya haid

d. Tidak tahu

3. Apa kerugian kontrasepsi KB suntik ?

a. Sering ditemukan pusing

b. Sering ditemukan gangguan haid

c. Terjadi gangguan pola tidur

d. Tidak tahu

4. Kapan waktu pemberian kontrasepsi KB suntik ?

a. Setiap saat selama siklus haid

b. Selama masa kehamilan

c. Saat usia memasuki masa subur

d. Tidak tahu

C. Pertanyaan tentang kontra isndikasi alat kontrasepsi KB suntik

1. Apa kontra indikasi kontrasepsi KB suntik ?

a. Hamil atau di duga hamil

b. Melahirkan
c. Tidaak tahu

2. Apakah ibu menyusui dapat menggunakan alat kontrasepsi KB suntik ?

a. Dapat

b. Tidak dapat

c. Tidak tahu

3. Apakah ibu dengan penyakit hepatitis dapat menggunakan alat kontrasepsi KB


suntik ?

a. Dapat

b. Tidak dapat

c. Tidak tahu

4. Apakah ibu yang mengalami anemia dapat menggunakan alat kontrasepsi KB suntik ?

a. Dapat

b. Tidak dapat

c. Tidak tahu
DAFTAR PUSTAKA
Glasier Anna dkk, 2005. Keluarga Berencana &Kesehatan Reproduksi.Jakarta : EGC

Handayani S, 2010. Buku Ajar Pelayana Keluarga Berencana. Yogyakarta : Pustaka


Rihama

Hartanto H. 2004. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan,
Anggota Ikapi
Manuaba I. B. G, 2001. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi dan
KB. Jakarta : EGC

Manuaba I. B. G, 2009. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : EGC

Mustakim, 2012. Cakrawala KB, Kependudukan dan Pemberdayaan Keluarga. Jakarta :


Referensi

Notoatmodjo S, 2012. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Saifuddin, 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirhardjo
Saifuddin, 2010. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : PT Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo

Priyanto A, 2009. Komunikasi Konseling : Aplikasi dalam Sarana Pelayanan Kesehatan


untuk Perawat dan Bidan. Jakarta : Salemba Medika

Sulistyaningsih, 2012. Metodelogi Penelitian Kebidanan Kebidanan Kuantatif-Kualitatif.


Yogyakarta : Graha Ilmu

Sulistyawati A, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta : Salemba


Medika

Http ://www. geogle com/search?q=artikel pasangan usia subur & ie , di akses tanggal 30
Januari 2013.

Http ://www. posyandu.org/pngertian-kb.html, diakses tanggal 30 Januari 2013.

http://ratrisuprapti4.blogspot.com/2013/06/contoh-proposal-kebidanan.html

Anda mungkin juga menyukai