Current Transformer (CT)
Current Transformer (CT)
Gambar Current Transformer
Current Transformer/Trafo Arus (CT) umumnya difungsikan sebagai alat bantu untuk
pengukuran arus dengan nilai besar. CT berfungsi agar alat ukur (ampere meter, cos phi meter, watt
meter dll) dapat digunakan untuk mengukur arus yang jauh lebih besar dari kapasitas aslinya. Dengan
menggunakan CT, sebuah alat ukur dengan arus nominal 1A atau 5A dapat digunakan untuk
mengukur arus yang besarnya ratusan hingga ribuan ampere. CT bekerja dengan “mengecilkan” nilai
arus yang diukur dengan rasio tertentu ke nilai yang dapat diukur oleh alat ukur.
Sebagai contoh, sebuah Ampere Meter dengan arus nomimal 5A, artinya Ampere Meter
tersebut hanya dapat dilewati arus maksimal sebesar 5A. Ampere Meter tersebut akan digunakan
untuk mengukur arus pada panel MDP (Main Distribution Panel/panel induk) yang mana arus
maksimalnya mencapai 100A. Karena arus nominal pada Ampere Meter hanya 5A, jika dipasang
langsung ke MDP untuk mengukur arus 100A maka Ampere Meter tersebut akan terbakar. Untuk
menghindari hal itu, dibutuhkan sebuah trafo arus yang mampu mengukur arus 100A di sisi primer
dan mengeluarkan arus 5A di sisi sekunder. Kita dapat memilih CT dengan rasio 100/5A (100A untuk
sisi primer dan 5A untuk sisi sekunder sehingga faktor kalinya adalah 20 kali)
Cara pemasangannya yaitu sisi primer CT dihubungkan dengan busbar di panel MDP.
Sedangkan sisi sekunder yang mengeluarkan arus maksimal 5A dihubungkan dengan Ampere Meter
seperti gambar berikut:
Gambar Cara Pemasangan CT
Jika semisal sisi primer CT dialiri arus sebesar 50A, maka pada Ampere Meter akan menunjuk
angka sekitar 2,5 A. Untuk memperoleh nilai pengukuran arus yang sesungguhnya kita harus
mengalikan hasil pengukuran pada Ampere Meter dengan faktor kali CT, yaitu 20 kali, dimana 2,5A x
20 sama dengan 50A. Tetapi ada juga cara lain agar tidak perlu mengalikan hasil pengukuran dengan
faktor kali CT, yaitu dengan menggunakan ampere meter yang memiliki rasio sama dengan rasio pada
CT. Dengan rasio yang sama maka apa yang ditunjukkan oleh ampere meter merupakan nilai yang
sesungguhnya.
http://ilmulistrik9771.blogspot.com/2016/08/current-transformer-ct.html
Tips Memasang Current Transformer (Transformator Arus)
POSTED BY ADMIN POSTED ON 16:42 WITH 13 COMMENTS
Tips Memasang Current Transformer (Transformator Arus) - Current Transformer atau
trannsformator arus merupakan transformator yang berfungsi untuk mengukur (metering)
arus yang melewati suatu penghantar. Untuk tujuan pengukuran arus, maka Current
Tranformer harus terpasang seri dengan penghantar yang akan diukur arusnya. Dengan
rasio antara lilitan primer (N1) dan lilitan sekunder (N2) maka arus yang melewati suatu
penghantar dapat diukur dengan alat ukur seperti Amper meter atau alat ukur digital lainnya.
Contoh : Bila kita menggunakan CT (Current Transformer) dengan rasio 200/5 A, hal ini
berarti apabila arus yang melewati suatu penghantar yang diukur adalah 100 A, maka nilai
arus tersebut pada sisi sekunder adalah :
Is = 5 x 100 /200
Is = 2,5 A.
Nilai 2,5 A yang terukur kemudian dikonversi kembali menjadi nilai 100 A pada tampilan
pembacaan.
Selain sebagi metering (pengukur) arus, Current Transformer juga digunakan sebagai
bagian dari alat proteksi, seperti over current, overload, differential current dan lain
sebagainya.
Dalam penggunaannya, ada beberapa hal yang mesti kita perhatikan untuk faktor
keselamatan dan mencegah kerussakan Current Transformer tersebut, seperti dibawah ini :
1. Ketika kita mau menghubungkan current transformer (trafo arus) kesebuah alat ukur
atau alat proteksi (protection device), untuk keamanan, salah satu terminal harus
dihubungkan ketanah. (Gambar 1)
2. Lilitan sekunder current transformer tidak boleh dalam keadaan open circuit ketika
dipasang seri pada suatu penghantar.
3. Apa bila pada penghantar tersebut terpasang current transformer, dan tidak
dihubungkan ke alat ukur ataupun alat proteksi, maka terminal sekunder dari current
transformer tersebut harus dihubungsingkatkan (short) dan ditanahkan.(Gambar 2)
4. Untuk current transformer yang memiliki taping yaitu beberapa buah terminal
sekunder yang outputnya bisa dipilih sesuai kebutuhan, maka terminal yang tidak
terpakai mesti dibiarkan terbuka. (Gambar 3)
5. Current Transformer yang menggunakan kapasitor untuk pembagi taping
(capacitive devider tap -Ck), maka terminal Ck tersebut harus dihubungkan ke alat
metering atau alat proteksi. Apa bila terminal Ck tidak digunakan, maka terminal Ck
harus ditanahkan. (Gambar 4)
https://direktorilistrik.blogspot.com/2012/10/tips-memasang-current-transformer.html
Cara Mengakses Trafo Arus (Current Transformer) Untuk
Pengukuran Arus
Cara Mengakses Trafo Arus (Current Transformer) Untuk Pengukuran Arus
Kali ini akan saya jelaskan mengenai bagaimana cara mengakses trafo arus (current transformer)
supaya bisa digunakan untuk pengukuran arus AC. Sensor ini sangat bagus sekali jika digunakan untuk
mendeteksi arus atau membaca arus, kelebihan dari trafo arus ini yaitu bisa dilewati oleh arus lebih dari
200 A, tergantung tipe dan jenis trafo arus yang dipakai, pada contoh digunakan trafo arus 300/5 yang
artinya jika ada arus yang lewat sebesar 300A maka akan terbaca di outputnya adalah 5A, sama seperti
halnya trafo step down, tapi jika ingin diakses oleh mikrokontroller harus dikonversi terlebih dahulu ke
tegangan karena ADC mikrokontroller tidak bisa membaca arus. untuk lebih jelasnya berikut skema dan
programnya. Untuk cara kalibrasi sensor, cek disini LINK
a. Minium System ATMega16
b. Current Transformer (Trafo Arus)
c. Rangkaian Pengubah Arus ke Tegangan
*Note = IC yang dipakai bisa TL082, LM358, LM741, OP7.
d. Rangkaian Penyearah
e. Program Bascom AVR
$regfile = "m16def.dat"
$crystal = 12000000
$baud = 9600
Config Lcdpin = Pin , Rs = Portc.0 , E = Portc.1 , Db4 = Portc.2
Config Lcdpin = Pin , Db5 = Portc.3 , Db6 = Portc.4 , Db7 = Portc.5
Config Lcd = 16 * 2
Config Adc = Single , Prescaler = Auto , Reference = Avcc
Dim Dataadc As Word
Dim Volt As Single
Dim Teg As String * 5
Cls
Cursor Off
Start Adc
Do
Dataadc = Getadc(7)
Volt = Dataadc * 5
Volt = Volt / 1023
Teg = Fusing(volt , "#.##")
Upperline
Lcd "ADC = " ; Dataadc
Lowerline
Lcd "Volt = " ; Teg
Waitms 200
Loop
Teori Dasar CT (Current Transformer)
Posted by Ari Sulistiono on Oktober 20, 2009
Hwaah..! feel so sleepy, beter make some article (edu) and you can read when I’m gonna sleeping.. read it
carefully. …zzzh
Pendahuluan
Di dalam sistem tenaga listrik terdapat sebuah peralatan yang dikenal dengan
istilah CT. Lalu apakah CT itu? CT merupakan singkatan dari Current (arus)
Transformer (perubah). Sesuai dengan namanya, CT adalah merupakan
peralatan yang mengubah besaran arus dari besar ke kecil ataupun sebaliknya
sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
Untuk sistem tenaga listrik berdaya besar diperlukan CT untuk merubah nilai
nominal arus sistem menjadi lebih kecil sehingga bisa terbaca oleh peralatan
proteksi ataupun pengukuran (metering). Peralatan proteksi dan metering
tersebut biasanya hanya menerima nilai arus dengan dua nilai nominal yaitu 0-
1A (untuk kelas peralatan 1A) dan 0-5A (untuk kelas peralatan 5A).
Peralatan proteksi dan metering hanya akan membaca nilai keluaran CT (dari
terminal sekunder CT) kemudian menghitung/merubahnya kembali sebagai
pembacaan sisi primer (nilai arus yang mengalir sebenarnya). Nilai perhitungan yang dilakukan oleh peralatan
proteksi dan metering didasarkan pada nilai rasio dari sebuah CT.
Pemilihan Rasio CT
Untuk menentukan besaran nilai CT yang akan digunakan, seorang perancang harus mengetahui nilai beban penuh
dari sistem pembangkitan, transmisi maupun distribusi. Sebagai contoh:
Terdapat sebuah pembangkit 150kV dengan daya nominal 60MVA, maka nilai CT yang digunakan adalah?
jawab:
diketahui: Un= 150.000V, Pn= 60.000.000VA,
maka In= Pn/Un = 60.000VA / 150000V
dan hasilnya adalah 400A (untuk nilai primer CT)
Apabila nilai nominal arus primer CT (fullscale) sudah diketahui, maka selanjutnya adalah pemilihan nilai nominal
arus sekunder CT. Nilai nominal arus sekunder CT harus disesuaikan dengan kelas peralatan yang akan digunakan.
Apabila peralatan menggunakan kelas input arus 5A maka rasio CT yang dipilih adalah 400/5A, demikian juga untuk
peralatan dengan kelas input arus 1A maka rasio CT adalah 400/1A.
Pembacaan Rasio CT
Pada CT dengan rasio 400/5A berarti CT harus mengeluarkan nilai arus sebesar + 5A pada sisi sekundernya apabila
sisi primer CT dialiri arus sebesar + 400A (besar kecil tegangan primer tidak mempengaruhi arus CT). Kemudian jika
di terminal sekunder CT terukur arus sebesar 3.26A maka berapakah nilai primer CT yang sesungguhnya?
jawab:
diketahui: Ip/Is = 400/5A, Is (aktual) = 3.26
maka nilai Ip (aktual) = 3.26 x (400/5)
dan hasilnya adalah Ip (aktual) = 260.8A
Akurasi Rasio CT
Setiap CT mempunyai akurasi kelas kesalahan pembacaan (%error) yang berbeda-beda. Semakin kecil nilai
kesalahan pembacaan (%error) CT maka semakin baik kelas akurasi sebuah CT. Apabila terdapat CT baru dari
pabrikan dengan spesifikasi rasio 400/5 dan kelas akurasi 0,5. Maka berapakah nilai yang diijinkan agar CT tersebut
dapat digunakan?
jawab:
Sesuai standar IEC, bahwa injeksi arus untuk pengetesan ratio CT boleh dilakukan mulai dari 10% (mengingat
jarangnya peralatan test yang mempunyai nilai arus keluaran yang besar, jika pun ada tentunya akan menyulitkan
proses instalasi peralatan test dari segi berat, kabel yang digunakan, ukuran, dll.). Maka disini, sisi primer CT dapat
diinjeksi arus senilai 40A (minimal).
diketahui: Ip/Is = 400/5, Ip (act.) = 40A
maka Is = 40A x (400/5A)
dan hasilnya adalah = 0.5A, untuk nilai error sebesar 0,5% maka hasil pengukuran arus pada terminal CT sekunder
tersebut tidak boleh melebihi dari 0.5025A atau kurang dari 0.4975A.
Untuk lebih jelas dan mempermudah kegiatan pengetesan CT, silahkan download Ratio Test Sheet berikut ini:
Silahkan klik disini untuk mengunduh (download CT ratio test
form).
Ket: form ini membutuhkan dua buah nilai hasil pengetesan
yang akan dikalkulasikan, yaitu:
1. nilai injeksi arus sebenarnya (gunakan clamp-meter/tang
ampere AC range diatas nilai injeksi arus)
2. nilai arus keluaran sekunder CT (bisa digunakan
multimeter yang dipasang serie atau clamp-meter yang
mampu membaca arus kecil)
3. Untuk nilai nominal primer dan sekunder bisa dicatat dari
nilai yang terdapat pada name-plate CT.
Aplikasi CT
CT pada umumnya digunakan pada peralatan dengan nilai
nominal arus (yang mengalir sebenarnya) yang besar,
contohnya adalah: Power Generation, Power Transmission, Power Distribution dan juga pada MCC (motor control
center). Untuk sistem dengan arus kecil (misal: 10A) biasanya tidak menggunakan CT (contoh: instalasi listrik di
rumah-rumah). Untuk instalasi di rumah-rumah cukup menggunakan pemutus daya karena tidak memerlukan sistem
pengamanan yang kompleks.
CT Sample
Salah satu model CT tipe AIS (air insulation system) adalah sbb:
doc: aristy
sumber artikel: www.ilmu-listrik.blogspot.com
Sensor Arus
Pengertian
Sensor arus adalah perangkat atau komponen atau alat untuk mendeteksi arus pada
listrik di dalam sebuah kabel, dan menghasilkan sinyal proporsional dengan besar nya
nilai arus yang terdeteksi. Sinyal yang di hasilkan dapat berupa Tegangan Analog atau
pun tegangan data digital. Sinyal ini dapat di jadi kan sebagai alat ukur Arus atau
besaran arus yang dapat di simpan dalam sebuah penyimpanan seperti server untuk di
analisa atau di gunakan sebagai alat control.
Apakah teman-teman ingin monitoring Arus listrik dengan internet? cukup klik aja button
merah di bawah ini
Monitoring Arus Listri
Macam – Macam Sensor Arus
Sensor Arus ACS712
Sensor Arus ACS712 adalah sensor arus dengan system hall effect, artinya besaran
besaran arus akan mempengaruhi besar kecil nya hall effect pada sensor. makin besar
arus maka makin besar pengaruh nya pada hall effect sensor pada sensor ini.
SENSOR ARUS ACS712 TIDAK STABIL TIDAK LINEAR
Sensor ini memiliki beberapa type, ada yang 5A, 20A dan 30A, untuk lebih jelas nya
bisa dilihat pada tabel di bawah ini
Spesifikasi ACS712
ACS712 5A ACS712 20A ACS712 30A
5Vdc Nominal 5Vdc Nominal 5Vdc Nominal
-5 to +5 Amps -20 to +20 Amps -30 to +30 Amps
VCC/2 VCC/2 VCC/2
(nominally 2.5Vdc) (nominally 2.5Vdc) (nominally 2.5VDC)
185 mV per Amp 100 mV per Amp 66 mV per Amp
ACS712ELC-05A ACS712ELC-10A ACS712ELC-30A
Sensor arus ini memiliki output analog, sehingga jika kita ingin membaca nya dengan
menggunakan mikrokontroller atau arduino, cukup kita baca output nya melalui pin
ADC, jika Arduino menggunakan pin A0 ( atau pin A yang lain nya).
Untuk aplikasi sensor arus ini bisa dilihat pada artikel sensor arus ACS712, cukup klik
link nya. Kami juga pernah menggunakan sensor arus ini sebagai proteksi ganset pada
beban berlebih dan juga pada penghitung besar daya pada sebuah beban listrik.
CT Current Sensor
Current transformers adalah sensor yang di gunakan untuk mengukur arus tegangan
AC. Sensor ini jauh lebih mudah di gunakan dari pada sensor ACS712. Karena sensor
ini ada yang versi clamp, arti nya lebih mudah dan lebih aman untuk instalasi nya ke
kabel.
Sensor ini biasanya terdiri dari sebuah lilitan pada inti besi. lilitan ini lah yang akan
menghasilkan sinyal ketika terkena kabel yang memiliki muatan listrik. sinyal ini akan di
olah sehingga menghasilkan tegangan analog. Untuk gambar rangkaian sensor ini bisa
dilihat pada gambar di bawah ini.
Rangkaian CT current sensor
Berbeda dengan sensor ACS712 yang menggunakan hall effect sensor, pada CT
current sensor kita hanya menggunakan resistor dan kapasitor polar.
Sensor CT current ini tersedia dari berbagai ukuran dan spesifikasi. Biasanya sensor ini
lebih dominan di gunakan di industri dari pada sensor ACS712, hal ini karena sensor
bisa sampai 300A bahkan lebih dalam pengukuran nya. Gambar sensor ini bisa dilihat
pada gambar di bawah ini.
Sensor CT current cincin
Sensor ini cukup mudah di instalasi. tinggal di clamp pada sebuah kabel yang ingin kita
ukur.
Jika output sensor ini kita hubungkan ke ADC 16bit, contohnya ADS1115 kemudian kita
olah datanya ke mikrokontroller atau Arduino, maka kita mampu mengukur arus dengan
resolusi yang kecil. Penulis sendiri memang belum pernah menggunakan ADS1115
untuk membaca sensor ini. Tapi langsung di hubungkan ke pin ADC Arduino dengan
resolusi 10 bit.
Untuk jenis gambar lain, bisa teman teman lihat pada gambar di bawah ini. Bentuk nya
hampir sama, namun lebih mudah lagi di guanakan, cocok di gunakan pada panel panel
listrik dengan Arus yang sangat besar.
Clamp CT current
sensor
Dua sensor di atas sangat populer pada anak anak embedded system. Ada banyak
faktor kenapa harus memilih ACS712 atau CT current dalam pembacaan Arus pada
sebuah system.
Current shunt Resistor
Current shunt resistor adalah sebuah resistor dengan tahanan yang kecil yang di
gunakan untuk mengukur arus DC atau AC dengan tegangan drop yang di hasilkan
oleh arus yang melintasi resistor. Contoh Rangkaian nya dapat di lihat pada gambar di
bawah ini
Rangkaian Shunt Resistor
Pada rangkaian di atas memiliki rumus seperti di bawah ini,
Menghitung untu 50Amps 75mV Shunt
Vo is voltage given at ADC (A0) i.e. 5V
Rin = R1 = R3
Rf = R2 = R4
Vin = 75mV
Vo = Vin * (RF/Rin)
Dimana:
Vin = 75mV
Vo = 5V
Assume Rin=1K (You can assume Rin in the range of 1K to 50K)
Find Rin=?
Rin=R1=R3 = 66.66K
Rf=R2=R4 = 1K
Rangkaian di atas biasanya di gunakan untuk power supply digital. Biasa menggunakan
Arduino atau mikrokontroller lain. Untuk aplikasi rangkaian ini, bisa kita coba buat di
artikel selanjut nya.
Sensor PZEM-004T
Sensor ini dapat mengukur Arus AC dan Tegangan AC. Saya takjub melihat sensor ini,
karena output data nya sudah berupa digital. Jika teman-teman menggunakan Arduino,
kita tinggal baca data out nya dengan interface Serial.
sensor PZEM-004T
Jadi sangat mudah, tidak lagi membutuhkan rangkaian khusus dan komponen khusus
untuk menentukan besaran Arus dan Tegangan nya. Jika teman-teman ingin monitoring
sensor Arus dan Tegangan AC, bisa menggunakan sensor ini.
Untuk Spesifikasi sensor PZEM-004T ini adalah sebagai berikut:
SPECIFICATIONS:
Supply Voltage : 80-260V
Arus AC yang di ukur 100A
Range Power Measure 0 – 22kW
Jika ingin memonitor power, tegangan dan Arus, sensor ini sangat cocok untuk kita
sebagai pemula.
Ada beberapa jenis atau macam macam sensor arus yang lain nya, mungkin akan kita
tambah secara berkala di artikel ini. Semoga di berikan waktu yang lebih banyak
Thanks, semoga bermanfaat.
Refrensi:
Measure current with Shunt Resistor and Arduino
https://mikroavr.com/macam-macam-sensor-arus/
https://duniaberbagiilmuuntuksemua.blogspot.com/2017/08/ampere-meter-ct-current-transformer-
dan-perhitungannya.html