Anda di halaman 1dari 4

TOR

PELATIHAN MEMBANGUN BUDAYA KESELAMATAN DI RS


Jakarta, 31 Agustus 2019

Pengantar
Budaya keselamatan atau culture of safety, dikenal juga sebagai safe culture, merupakan
budaya organisasi yang mendukung para staf RS baik klinis dan administratif untuk
melaporkan sesuatu hal yang dianggap mengkhawatirkan seperti insiden keselamatan pasien,
atau keluhan lain yang terkait keselamatan atau mutu asuhan tanpa takut mendapat sanksi
dari rumah sakit.
Budaya keselamatan dicirikan dengan komunikasi yang berdasar atas rasa saling percaya
dengan persepsi yang sama tentang pentingnya keselamatan dan dengan keyakinan akan
manfaat langkah-langkah pencegahan. Budaya keselamatan juga dapat menghilangkan
perilaku yang tidak mendukung budaya keselamatan seperti: Perilaku yang tidak layak
(inappropriate); Perilaku yang mengganggu (disruptive); Perilaku yang melecehkan
(harassment); dan Pelecehan seksual.
Membangun budaya keselamatan perlu memperhatikan berbagai hal, yaitu: 1) Staf RS perlu
mengetahui bahwa kegiatan operasional RS berisiko tinggi sehingga harus bertekad untuk
melaksanakan tugas dengan konsisten serta aman. 2) Perlu membuat regulasi serta
lingkungan kerja yang mendorong staf tidak takut mendapat hukuman bila membuat laporan
tentang KDT dan KNC. 3) Direktur Rumah Sakit mendorong tim keselamatan pasien
melaporkan insiden keselamatan pasien ke tingkat nasional sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. 4) Ada kolaborasi antar staf klinis dengan pimpinan untuk mencari
penyelesaian masalah terkait keselamatan pasien.

Tujuan
Pelatihan ini secara umum bertujuan agar para peserta dapat menyusun program budaya
keselamatan di seluruh area rumah sakit, serta dapat melaksanakan, melakukan monitor, dan
mengambil tindakan untuk memperbaiki program tersebut.
Tujuan khusus pelatihan ini adalah agar para peserta:
1. Mampu mengembangkan sistem pelaporan budaya keselamatan yang sederhana, bersifat
rahasia, aman dan mudah diakses oleh para staf RS
2. Mampu melakukan investigasi semua laporan terkait dengan budaya keselamatan rumah
sakit secara tepat waktu
3. Mampu mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan melaksanakan perbaikan perilaku
yang tidak dapat diterima.
4. Mampu menggunakan pengukuran/indikator mutu untuk mengevaluasi dan memantau
budaya keselamatan dalam rumah sakit serta melaksanakan perbaikan.
Peserta
- Pelatihan ini secara umum perlu diikuti oleh pimpinan, manajer dan staf RS
- Secara khusus perlu diikuti oleh staf RS yang terkait dengan Budaya Keselamatan RS
- Pelatihan akan dilaksanakan jika Jumlah peserta minimal 20 orang dan maksimal 40
orang
- Peserta diharapkan membawa laptop

Narasumber
Narasumber utama pelatihan ini adalah Ketua IHQN: Hanevi Djasri, dr, MARS, FISQua.
Hanevi merupakan dokter lulus FK-UI 1994, lulus MARS-UI 1997, Fellow of International
Society for Quality in Healthcare (ISQua), memiliki pengalaman mengelola grup RS swasta
(1.000 TT) di Jakarta 1997-2003.
Saat ini bekerja sebagai Konsultan dan Peneliti di Pusat Kebijakan dan Manajemen
Kesehatan (PKMPK) FK-UGM sejak 2003, Dosen Magister Manajemen Rumah Sakit (MMR)
UGM sejak 2003, serta menjadi Koodinator Indonesian Healthcare Quality Network
(IHQN) sejak 2005; Pengurus Pusat PERSI dari 2009-sekarang, Pengurus Pusat Arsada dari
2016-sekarang; Pengurus Pusat Persatuan Dokter Manajemen Medik (PDMMI)-IDI dari
2009-sekarang. Telah mengikuti WS PMKP SNARS dari KARS serta WS Hospital Safety di
ACHS Australia.

Biaya
- Biaya Pelatihan sebesar Rp. 2.050.000 /orang. tidak termasuk biaya Hotel
- Biaya Hotel Rp. 800.000/malam
- Peserta akan mendapatkan Seminar Kit, materi , 2 x coffee break , 1 x makan siang dan
Sertifikat.

Pendaftaran
Sekretariat Arsada Pusat
The Royal Palace Blok B 31
Jl. Prof Supomo 178A Tebet Jakarta Selatan
Tlp 021 8309111

Pendaftaran dapat dilakukan melalui Tlp/WA Panitia


CP : Bpk Endang 085793190584 , Ibu Hanyfa : 085693160369

Pembayaran
Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer / Onsite
Bank Mandiri No Rekening 1240007695720
An. Endang Junaedi

2
Jadwal Acara
07.30 - 08.00 Registrasi Ulang
08.00 - 08.15 Pembukaan
08.15 - 09.00 1. Konsep Dasar Budaya Keselamatan di RS
09.00-09.45 2. Menyusun Program Budaya Keselamatan (konsep &
praktek)
09.45 - 10.15 3. Membangun Sistem Pelaporan Budaya Keselamatan
10.15 - 10.30 COFFEE BREAK
10.30 - 11.15 4. Investigasi Laporan Budaya Keselamatan (konsep &
praktek)
11.15 - 12.00 5. Presentasi hasil praktek
12.00 - 13.00 ISHOMA
13.00 - 13.45 6. Mengidentifikasi dan Memperbaiki Perilaku yang tidak
Mendukung Budaya Keselamatan
13.45 - 14.30 7. Pengukuran dan Monev Budaya Keselamatan di RS (konsep
& praktek)
14.30 - 15.00 8. Perbaikan Pelaksanaan Program Budaya Keselamatan
Pasien
15.00 - 15.15 COFFEE BREAK
15:15-16:00 9. Presentasi hasil praktek
16:00-16:45 10. Penyusunan POA
16:45-17:00 Penutup

3
FORMULIR PENDAFTARAN
PELATIHAN MEMBANGUN BUDAYA KESELAMATAN DI RS
Jakarta, 31 Agustus 2019

Nama : ............................................................................
Instansi : ............................................................................
Jabatan : ............................................................................
Alamat : ............................................................................
Kota : ............................................................................
Hp/WA : ....................................Email :…………………..

Dengan ini menyatakan mengikuti Pelatihan Membangun Budaya Keselamatan di RS


pada tanggal 31 Agustus 2019 di Jakarta.

No Nama Peserta Hotel Jumlah


1
2
3
Total

Catatan :
 Panitia akan memesankan Hotel jika sudah ada Bukti Pembayaran Hotel, Paling
lambat tanggal 25 Agustus 2019
 Setiap peserta wajib mengisi formulir (formulir ini bisa di fotocopy)
 Formulir pendaftaran dapat dikirim email ke arsadapusat@yahoo.co.id atau via WA
Panitia
 Hotel CI tanggal .................... CO tanggal ....................

..................., …….…… 2019


Tandatangan

(.......................................)

Catatan : Pembatalan pendaftaran 5 hari sebelum pelaksanaan, jika lebih waktu dibabankan
biaya penuh
4