Anda di halaman 1dari 18

HEMATOLOGI

1. Kasus (vignette)
Seorang pasien yang di duga terjadi infeksi atas rujukan dokter di minta melakukan pemeriksaan hitung jumlah leukosit
dengan menggunakan kamar hitung improved neuhauer. Pada kamar hitung improved neuhauer terdapat kotak bidang
besar, sedang dan kecil.
Pertanyaan soal:
Berapakah volume 1 pada bidang sedang di kotak hitung leukosit?
Pilihan Jawaban :
A. 1/4000 mm3
B. 1/160 mm3
C. 1/10 mm3
D. 9/10 mm3
E. 1/200 mm3
Kunci Jawaban: B

2. Kasus (vignette)
Seorang pasien yang di duga mengalamai anemia atas rujukan dokter di minta melakukan pemeriksaan hitung jumlah
eritrosit dengan menggunakan kamar hitung improved neuhauer. Pada kamar hitung improved neuhauer terdapat kotak
bidang besar, sedang dan kecil.
Pertanyaan soal:
Berapakah volume 1 bidang kecil pada kotak hitung eritrosit?
Pilihan Jawaban :
A. 1/4000 mm3
B. 1/160 mm3
C. 1/10 mm3
D. 9/10 mm3
E. 1/16 mm3
Kunci Jawaban: A

3. Kasus (vignette)
Seorang pasien yang di duga mengalamai anemia atas rujukan dokter di minta melakukan pemeriksaan hitung jumlah
eritrosit dengan menggunakan kamar hitung improved neuhauer. Pada kamar hitung improved neuhauer terdapat kotak
bidang besar, sedang dan kecil.
Pertanyaan soal:
Berapakah volume 1 bidang besar pada hitung trombosit?
Pilihan Jawaban :
A. 1/4000 mm3
B. 1/160 mm3
C. 1/10 mm3
D. 9/10 mm3
E. 1/16 mm3
Kunci Jawaban: C

4. Kasus (vignette)
Seorang analis melakukan pemeriksaan hitung jumlah eritrosit dengan menggunakan kamar hitung improved neuhauer.
Memipet darah sampai tanda 0,5 kemudian memipet reagen sampai tanda 101.
Pertanyaan soal:
Berapakah pengenceran darah yang terjadi?
Pilihan Jawaban :
A. 2 kali pengenceran
B. 20 kali pengenceran
C. 200 kali pengenceran
D. 2000 kali pengenceran
E. 0,2 kali pengenceran
Kunci Jawaban: C
5. Kasus (vignette)
Seorang analis melakukan pemeriksaan hitung jumlah eritrosit dengan menggunakan kamar hitung improved neuhauer.
Memipet darah sampai tanda 0,5 kemudian memipet reagen sampai tanda 101.
Pertanyaan soal:
Berapakah pengenceran darah yang terjadi?
Pilihan Jawaban :
a. 2 kali pengenceran
b. 20 kali pengenceran
c. 200 kali pengenceran
d. 2000 kali pengenceran
e. 0,2 kali pengenceran
Kunci Jawaban: C

6. Kasus (vignette)
Seorang analis melakukan pemeriksaan hitung jumlah leukosit dengan menggunakan kamar hitung improved neuhauer.
Menggunakan pipet thoma dan Memipet darah sampai tanda 0,5 kemudian memipet reagen sampai tanda 11.
Pertanyaan soal:
Berapakah pengenceran darah yang terjadi?
Pilihan Jawaban :
A. 2 kali pengenceran
B. 20 kali pengenceran
C. 200 kali pengenceran
D. 2000 kali pengenceran
E. 0,2 kali pengenceran
Kunci Jawaban: B

7. Kasus (vignette)
Seorang analis melakukan pemeriksaan hitung jumlah eritrosit dengan menggunakan kamar hitung improved neuhauer.
Menggunakan pipet thoma dan Memipet darah sampai tanda 0,5 kemudian memipet reagen sampai tanda 101. Reagen ini
dapat melisiskan leukosit sehingga memudahkan untuk menghitung jumlah eritrosit.
Pertanyaan soal:
Jenis reagen apa yang digunakan untuk pemeriksaan hitung jumlah eritrosit?
Pilihan Jawaban :
A. Rees Ecker
B. Turk
C. Hayem
D. NaCl
E. HCl
Kunci Jawaban: C

8. Kasus (vignette)
Seorang analis melakukan pemeriksaan hitung jumlah leukosit dengan menggunakan kamar hitung improved neuhauer.
Menggunakan pipet thoma dan Memipet darah sampai tanda 0,5 kemudian memipet reagen sampai tanda 11. Reagen ini
dapat melisiskan eritrosit dan memperjelas inti leukosit sehingga mudah untuk melakukan hitung jumlah leukosit.
Pertanyaan soal:
Jenis reagen apa yang digunakan untuk hitung jumlah leukosit?
Pilihan Jawaban :
A. Rees Ecker
B. Turk
C. Hayem
D. NaCl
E. HCl
Kunci Jawaban: B
9. Kasus (vignette)
Seorang analis melakukan pemeriksaan hitung jumlah trombosit dengan menggunakan kamar hitung improved
neuhauer. Menggunakan pipet thoma dan Memipet darah sampai tanda 0,5 kemudian memipet reagen sampai tanda 101.
Reagen ini memberikan warna biru pada sel trombosit sehingga memudahkan untuk melakukan hitung jumlah eritrosit.
Pertanyaan soal:
Jenis reagen apa yang digunakan untuk pemeriksaan hitung jumlah trombosit
Pilihan Jawaban :
A. Rees ecker
B. Hayem
C. Turk
D. NaCl
E. HCl
Kunci Jawaban: A

10. Kasus (vignette)


Seorang ibu hamil atas rujukan dokter melakukan pemeriksaan hemoglobin di puskesmas. Pemeriksaan dilakuakan
dengan metode hemoglobin sahli, darah diencerkan dengan larutan HCl menjadi asam hematin dan dibandingkan warna
dengan batang standar.
Pertanyaan soal:
Berapakah darah yang di pipet pada cara sahli?
Pilihan Jawaban :
A. 2 ml
B. 0,2 ml
C. 0,02 ml
D. 0,002 ml
E. 0,0002 ml
Kunci Jawaban: C

11. Kasus (vignette)


Seorang analis diminta PMI untuk membantu melakukan pemeriksaan hemoglobin pada orang yang ingin melakukan
donor darah. PMI meminta metode yang cepat untuk menentukan pendonor memiliki kadar hemoglobin yang bagus atau
tidak. Analis membawa beaker glass yang berisi reagen berwarna biru, darah pendonor di teteskan apabila darah
tenggelam berarti hemoglobin pasien bagus tapi jika darah mengapung hemoglobin pasien tidak bagus.
Pertanyaan soal:
Metode apa yang digunakan untuk memeriksa hemaglobin pendonor?
Pilihan Jawaban :
A. Metode sahli
B. Metode CuSO4
C. Metode tallquest
D. Metode sianmethemoglobin
E.
Kunci Jawaban: B

12. Kasus (vignette)


Seorang analis diminta melakukan pengambilan darah pada pasien dewasa, pasien mengalami trauma dengan jarum
suntik dan meminta analis agar pengambilan darah tidak terlalu sakit, maka analis memilih daerah vena yang sedikit
memiliki syaraf sehingga rasa sakitnya juga kurang.
Pertanyaan soal:
Jenis vena apa yang di pilih agar tidak terlalu sakit?
Pilihan Jawaban :
A. Vena fossa cubiti
B. Vena jugularis superficialis
C. Vena sinus sagitalis superior
Kunci Jawaban: A
13. Kasus (vignette)
Pasien di duga mengalami anemia atas rujukan dokter di minta pemeriksaan hapusan darah tepi. Analis melakukan
pengambilan darah dan menambahan antikoagulan agar darah tidak mengalami pembekuaan, kemudian di buat apusan
darah dan di beri pewarnaan wright. Setelah di periksa bentuk eritrosit mengalami pembengkakkan.
Pertanyaan soal:
Jenis antikoagulant apa yang menyebabkan bentuk eritrosit membengkak?
Pilihan Jawaban :
A. EDTA
B. Heparin
C. Kaliumoxalat
D. Natrium EDTA
E. Kalium EDTA
Kunci Jawaban: C

14. Kasus (vignette)


Pasien di duga mengalami anemia atas rujukan dokter di minta pemeriksaan hapusan darah tepi. Analis melakukan
pengambilan darah dan menambahan antikoagulan agar darah tidak mengalami pembekuaan, kemudian di buat apusan
darah dan di beri pewarnaan wright.
Pertanyaan soal:
Jenis antikoagulan apa yang bisa mempertahankan bentuk eritrosit?
Pilihan Jawaban :
A. Heparin
B. Kaliumoxalat
C. Amoniesoxalat
D. NaF
E. Natriumsitrat
Kunci Jawaban: A

15. Kasus (vignette)


Pasien di duga menderita TBC atas rujukan dokter pasien di minta pemeriksaan LED metode westergren. Analis
melakukan pengambilan darah dan menambahkan antikoagulan. Setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya 12mm/jam.
Pertanyaan soal:
Jenis antikoagulant apa yang digunakan untuk pemeriksaan LED metode westergren?
Pilihan Jawaban :
A. EDTA
B. Heparin
C. Natrriumsitrat
D. Kaliumoxalat
E. K3EDTA
Kunci Jawaban: C

16. Kasus (vignette)


Pasien diduga anemia atas rujukan dokter di minta melakukan pemeriksaan hemoglobin metode sianmethemaglobin.
Dimana hemoglobin didalam darah di rubah menjadi sianmethemoglobin dengan bantuan larutan drabkins.
Pertanyaan soal:
Kandungan apa yang terdapat dalam larutan drabkins?
Pilihan Jawaban :
A. Kaliumsianida dan natriumsianida
B. Kaliumsianida dan kaliumferrysianida
C. Natriumsianida dan kaliumfrrysianida
D. HCl dan sianida
E. Sianida dan clorida
Kunci Jawaban: B
17. Kasus (vignette)
Pasien diminta dokter pemeriksaan darah lengkap. Analis melakukan pengambilan darah sebanyak 2 ml, kemudian di
tambahkan antikoagulan EDTA dan di homogenkan selama 1 menit.
Pertanyaan soal:
Berapa banyak antikoagulan yang di tambahkan pada 2 ml darah?
Pilihan Jawaban :
A. 1 mg
B. 2 mg
C. 1,5 mg
D. 2,5 mg
E. 0,5 mg
Kunci Jawaban: B

18. Kasus (vignette)


Analis diminta melakukan pemeriksaan hemoglobin metode sianmethemoglobin. Darah dipipet dan ditambahkan ke
dalam larutan drabkins kemudian di baca pada panjang gelombang 540nm
Pertanyaan soal:
Berapakah darah yang di tambahkan?
Pilihan Jawaban :
A. 2 ul
B. 20 ul
C. 15 ul
D. 10 ul
E. 5 ul
Kunci Jawaban: B

19. Kasus (vignette)


Pasien diminta dokter pemeriksaan darah lengkap. Analis melakukan pengambilan darah sebanyak 10 ml, kemudian di
tambahkan antikoagulan heparin dan di homogenkan selama 1 menit.
Pertanyaan soal:
Berapakah antikoagulan yang di tambahkan?

Pilihan Jawaban :
A. 0,5 gr
B. 1 gr
C. 10 gr
D. 2 gr
E. 5 gr
Kunci Jawaban: B

20. Kasus (vignette)


Seorang analis melakukan pemeriksaan dengan menggunakan kamar hitung fuchs-rosenthal. Darah di isap sampai tanda
1 dan reagen di isap sampai tanda 11.

Pertanyaan soal:
Sel apa yang di periksa menggunkan kamar hitung fuchs-rosentahal?

Pilihan Jawaban :
A. Basopil
B. Monosit
C. Eritrosit
D. Trombosit
E. Eosinofil

Kunci Jawaban: E
21. Kasus (vignette)
Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan hemoglobin metode sahli, memipet HCl sampai tanda 2 kemudian
menambahkan darah sebanyak 0,02 ml, kemudian warna yang terjadi dibandingkan secara visual dengan batang standar
Pertanyaan soal:
Berapakah kadar HCl yang di tambahkan
Pilihan Jawaban :
A. 0,01N
B. 1 N
C. 0,1 N
D. 0,1 M
E. 0,01 M
Kunci Jawaban: C

22. Kasus (vignette)


Seorang analis di minta oleh dokter untuk membuat apusan darah. Dokter meminta agar sel leukosit pada apusan
granulanya berwarna hitam.
Pertanyaan soal:
Jenis pewarnaan apa yang membuat granula leukosit berwarna hitam?
Pilihan Jawaban :
A. Sato dan sekiya
B. Sudan black
C. Giemsa
D. Wright
E. Periodic acid schilf
Kunci Jawaban: B

23. Kasus (vignette)


Seorang analis di minta oleh dokter untuk membuat apusan darah. Dokter meminta agar bisa membedakan antara sel
jajaran granulosit dan monosit dengan jajaran limfosit atas dasar adatidaknya peroxidasa

Pertanyaan soal:
Jenis pewarnaan apa yang digunakan?

Pilihan Jawaban :
A. Sato dan sekiya
B. Sudan black
C. Giemsa
D. Wright
E. Periodic acid schilf

Kunci Jawaban: A

24. Kasus (vignette)


Seorang analis di minta oleh dokter untuk membuat apusan darah. Dokter meminta agar bisa mengenali sel-sel dalam
jajaran limfosit yang mengandung glikogen

Pertanyaan soal:
Jenis Pewarnaan apa yang digunakan?

Pilihan Jawaban :
A. Sato dan sekiya
B. Sudan black
C. Giemsa
D. Wright
E. Periodic acid schilf
Kunci Jawaban: E
25. Kasus (vignette)
Seorang analis di minta oleh dokter untuk membuat apusan darah. Selesai di warnai dengan wright ditemukan sel
eritrosit yang berwarna kebiru-biruan
Pertanyaan soal:
Apa jenis sel tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Hipokrom
B. Polikromasi
C. Sferosit
D. Sel target
E. Titik basofil
Kunci Jawaban: B

26. Kasus (vignette)


Seorang analis di minta oleh dokter untuk membuat apusan darah. Selesai di warnai dengan wright ditemukan sel
eritrosit yang lebih besar dari normal dan tengahnya ada bacak yang lebih tua warnanya.
Pertanyaan soal:
Apa jenis sel tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Hipokrom
B. Polikromasi
C. Sferosit
D. Sel target
E. Titik basofil
Kunci Jawaban: D

27. Kasus (vignette)


Seorang analis di minta oleh dokter untuk membuat apusan darah. Selesai di warnai dengan wright ditemukan sel
eritrosit yang mempunyai bentuk membulat dan Nampak sebagai eritrosit yang hampir sempurna bundarnya serta lebih
kecil dan lebih padat dari eritrosit normal
Pertanyaan soal:
Apa jenis sel tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Hipokrom
B. Polikromasi
C. Sferosit
D. Sel target
E. Titik basofil

28. Kasus (vignette)


Seorang pasien di duga alergi atas rujukan dokter di minta melakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil
pemeriksaan ditemukan sel eosinophil 15% lebih dari nilai normal.

Pertanyaan soal:
Berapakah nilai normal untuk sel eosinophil?

Pilihan Jawaban :
A. 0 – 1 %
B. 1 – 3 %
C. 3 – 6 %
D. 6 – 9 %
E. 9 – 12 %
Kunci Jawaban: B
29. Kasus (vignette)
Seorang pasien di duga infeksi bakteri atas rujukan dokter di minta melakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil
pemeriksaan ditemukan sel netrofil80% lebih dari nilai normal.
Pertanyaan soal:
Berapakah nilai normalh netrofil?
Pilihan Jawaban :
A. 20 – 40 %
B. 30 – 50 %
C. 50 – 70 %
D. 2 – 8 %
E. 60 – 80 %
Kunci Jawaban: C

30. Kasus (vignette)


Seorang pasien di duga infeksi atas rujukan dokter di minta melakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil
pemeriksaan ditemukan sel limfosit 50% lebih dari nilai normal.
Pertanyaan soal:
Berapakah nilai normal limfosit?
Pilihan Jawaban :
A. 20 – 40 %
B. 30 – 50 %
C. 50 – 70 %
D. 2 – 8 %
E. 60 – 80 %
Kunci Jawaban: A

31. Kasus (vignette)


Seorang pasien di duga infeksi atas rujukan dokter di minta melakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil
pemeriksaan ditemukan sel monosit15 % lebih dari nilai normal.

Pertanyaan soal:
Berapakah nilai normal sel monosit

Pilihan Jawaban :
A. 0 – 1 %
B. 1 – 3 %
C. 2 – 4 %
D. 2 – 8 %
E. 8 – 12 %
Kunci Jawaban: D

32. Kasus (vignette)


Seorang pasien di duga infeksi atas rujukan dokter di minta melakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil
pemeriksaan ditemukan sel basofil 7 % lebih dari nilai normal.

Pertanyaan soal:
Berapakah nilai normal sel basofil?

Pilihan Jawaban :
A. 0 – 1 %
B. 1 – 3 %
C. 2 – 4 %
D. 2 – 8 %
E. 8 – 12 %

Kunci Jawaban: A
33. Kasus (vignette)
Pasien di duga anemia atas rujukan dokter diminta lakukan pemeriksaan hitung retikulosit. Darah dibuat apusan
kemudian diwarnai hingga terlihat retikulosit yaitu eritrosit yang memiliki inti berwarna biru
Pertanyaan soal:
Pewarnaan apa yang digunakan untuk pemeriksaan retikulosit?
Pilihan Jawaban :
A. Brilliantcresyleblue
B. Hayem
C. Turk
D. Rees ecker
E. NaCl
Kunci Jawaban: A

34. Kasus (vignette)


Seorang wanita di duga menderita TBC atas rujukan dokter di minta pemeriksaan LED metode wintrobe. Hasil
pemeriksaan menunjukkan nilai LED di atas normal
Pertanyaan soal:
Berapakah nilai normal pemeriksaan LED pada wanita metode wintrobe?
Pilihan Jawaban :
A. < 10 mm/jam
B. < 12 mm/jam
C. < 15 mm/jam
D. < 20 mm/jam
E. < 25 mm/jam
Kunci Jawaban: D

35. Kasus (vignette)


Seorang Laki-laki di duga menderita TBC atas rujukan dokter di minta pemeriksaan LED metode wintrobe. Hasil
pemeriksaan menunjukkan nilai LED di atas normal
Pertanyaan soal:
Berapakah nilai normal pemeriksaan LED pada laki-laki metode wintrobe?
Pilihan Jawaban :
A. < 10 mm/jam
B. < 12 mm/jam
C. < 15 mm/jam
D. < 20 mm/jam
E. < 25 mm/jam
Kunci Jawaban: A

36. Kasus (vignette)


Seorang wanita di duga menderita TBC atas rujukan dokter di minta pemeriksaan LED metode westergren. Hasil
pemeriksaan menunjukkan nilai LED di atas normal

Pertanyaan soal:
Berapakah nilai normal pemeriksaan LED pada wanita metode westergren?

Pilihan Jawaban :
A. < 10 mm/jam
B. < 12 mm/jam
C. < 15 mm/jam
D. < 20 mm/jam
E. < 25 mm/jam

Kunci Jawaban: B
37. Kasus (vignette)
Pasien laki-laki di duga anemia atas rujukan dokter meminta pemeriksaan tambahan hematocrit. Nilai hematocrit adalah
semua eritrosit dalam 100 ml darah dan diyatakan dalam %, hasil pemeriksaan 23%
Pertanyaan soal:
Berapakah nilai normal untuk pemeriksan hematokrit pada laki-laki?
Pilihan Jawaban :
A. 40 –48 %
B. 37 – 43 %
C. 35 – 40 %
D. 40 – 45 %
E. 36 – 40 %
Kunci Jawaban: A

38. Kasus (vignette)


Pasien Perempuan di duga anemia atas rujukan dokter meminta pemeriksaan tambahan hematocrit. Nilai hematocrit
adalah semua eritrosit dalam 100 ml darah dan diyatakan dalam %, hasil pemeriksaan 23%
Pertanyaan soal:
Berapakah nilai normal untuk pemeriksan hematokrit pada laki-laki?
Pilihan Jawaban :
A. 40 – 48 %
B. 37 – 43 %
C. 35 – 40 %
D. 40 – 45 %
E. 36 – 40 %
Kunci Jawaban: B

39. Kasus (vignette)


Seorang pasien rawat inap dengan diagnose demam berdarah dengue dan akan dilaksanakan pemeriksaan jumlah
trombosit, kemudian petugas melakukan sampling darah pada pasien tersebut tepat pada jalur infus

Pertanyaan soal:

Apakah yang akan diakibatkan terhadap hasil pemeriksaan hitung jumlah trombosit tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Rendah palsu
B. Menurun
C. Normal
D. Meningkat
E. Tinggi palsu

Kunci Jawaban: A

40. Kasus (vignette)


Seorang petugas analis melakukan pemeriksaan masa perdarahan metode ivy, pada kertas saring yang digunakan
untuk menyapu tetesan darah ditemukan 7 titik / bercak darah.
Pertanyaan soal:
Berapa menitkah waktu perdarahan yang akan dilaporkan ?
Pilihan Jawaban :
A. 3 Menit
B. 3 menit 30 detik
C. 4 menit
D. 4 menit 30 detik
E. 5 menit
Kunci Jawaban: C
41. Kasus (vignette)
Seorang pasien gangguan fungsi jantung yang sedang menjalani terapi obat antikoagulan akan melakukan
pemeriksaan masa perdarahan dan pembekuan darah.
Pertanyaan soal:
Bagaimana sikap anda sebagai tenaga analis dalam menyikapi kasus tersebut ?
Pilihan Jawaban :
A. Tidak melakukan pemeriksaan karena sedang terapi antikoagulan
B. Tetap melakukan pemeriksaan
C. Melakukan pemeriksaan dengan catatan sedang melakukan terapi
D. Menunggu samapi terapi obat selesai
E. Sarankan menghentikan sementara terapi baru melaksanakan pemeriksaan
Kunci Jawaban: E

42. Kasus (vignette)


Seorang pasien datang ke laboratorium dengan diagnose anemia, dilakukan pemeriksaan sampel darah dan
didapatkan hasil Hb 14 gr/dl, jumlah eritrosit 3 juta/mm3/ hematokrit 28%.
Pertanyaan soal:
Bagaimana sikap anda sebagai seorang analis dengan kasus diatas ?
Pilihan Jawaban :
A. Tetap melaporkan hasil tersebut
B. Mengulang pemeriksaan
C. Mengulang sampling darah
D. Melaporkan temuan ke penanggung jawab lab
E. Melakukan QC alat
Kunci Jawaban: B

43. Kasus (vignette)


Seorang kurir membawa sampel darah sebanyak 500ul ke laboratorium untuk pemeriksaan hematokrit, pada sampel
tersebut terdapat keterangan bahwa sampel telah ditambahkan dengan antikoagulan EDTA.
Pertanyaan soal:
Metode manual apa yang akan anda pilih untuk kasus diatas ?
Pilihan Jawaban :
A. Tabung Wintrobe
B. Tabung wintrobe dengan pengenceran sampel
C. Makrohematokrit
D. Mikrohematokrit dengan ujung biru
E. Mikrohematokrit dengan ujung merah
Kunci Jawaban: D

44. Kasus (vignette)


Seorang analis akan melakukan pemeriksaan retikulosit, akan tetapi di laboratorium setempat sedang kehabisan
reagen BCB.

Pertanyaan soal:

Alternatif apa yang bisa dipakai untuk pewarnaan retikulosit

Pilihan Jawaban :

A. Giemsa
B. Eosin
C. Methylene red
D. Methylene blue
E. Safranin

Kunci Jawaban: C
45. Kasus (vignette)
Seorang tenaga analis melakukan pewarnaan hapusan darah tepi untuk pemeriksaan morfologi darah tepi. Pada slide
hapusan terwarnai dengan sangat merah pekat.
Pertanyaan soal:
Apa penyebab kasus diatas ?
Pilihan Jawaban :
A. pH larutan buffer terlalu asam
B. pH larutan buffer terlalu alkalis
C. pewarnaan yang terlalu lama
D. larutan pewarna kadaluarsa
E. slide hapusan terlalu tebal
Kunci Jawaban: A

46. Kasus (vignette)


Seorang ibu hamil akan dilakukan pemeriksaan hemoglobin metode sahli, oleh karena itu dilakukan flebotomi oleh
seorang analis kesehatan. Namun pada lab tersebut tidak terdapat jarum 23G melainkan jarum 25G.
Pertanyaan soal:
Apakah akibat yang ditimbulkan dari penggunaan jarum yang terlalu kecil ?
Pilihan Jawaban :
A. Hemokonsentrasi
B. Hematoma
C. Hemolisis
D. Ptechea
E. Kolaps
Kunci Jawaban: C

47. Kasus (vignette)


Seorang analis kesehatan akan melakukan flebotomi kepada pasien. Analis tersebut telah mempersiapkan alat dan
bahan yang diperlukan selama pengambilan darah. Namun terdapat pula beberapa keselamatan dan kesehatan dalam
lingkungan kerja.
Pertanyaan soal:
Apakah standar keamanan kerja untuk melakukan flebotomi ?
Pilihan Jawaban :
A. Hanya mencuci tangan sebelum menggunkan sarung tangan
B. Hanya mencuci tangan setelah menggunkan sarung tangan
C. Mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan sarung tangan
D. Menggunkan sarung tangan untuk semua pasien
E. Hanya saat melakukan flebotomi dalam menggunkan sarung tangan, untuk analisis tidak perlu
Kunci Jawaban: C

48. Kasus (vignette)


Wanita 36 tahun dengan riwayat merasa lelah sejak 1 minggu terakhir. Pendarahan menstruasi telah berlangsung
selama 10 hari dan mengalami perdarahan pada saat menyikat gigi. Sehari sebelumnya ia mengalami demam.
Pemeriksaan menunjukan ;
Hb : 7,9 g/dl
Lekosit : 50 ribu/mm3
Trombosit : 11 ribu/mm3
Sedian apus darah : memperlihatkan sel blas bergranula kasar dan ditemukan batang auer.
Pertanyaan soal:
Dari pernyataan di atas kemungkinan leukemianya adalah ..
Pilihan Jawaban :
A. AML – M1 C. AML - M3 D. LKG
B. ALL (L1,L2,L3) D. AML ( M4, M6)
Kunci Jawaban: C
49. Kasus (vignette)
Wanita 36 tahun dengan riwayat merasa lelah sejak 1 minggu terakhir. Pendarahan menstruasi telah berlangsung
selama 10 hari dan mengalami perdarahan pada saat menyikat gigi. Sehari sebelumnya ia mengalami demam.
Pemeriksaan menunjukan ;
Hb : 7,9 g/dl
Lekosit : 50 ribu/mm3
Trombosit : 11 ribu/mm3
Sedian apus darah : memperlihatkan sel blas bergranula kasar dan ditemukan batang auer.
Pertanyaan soal:
Dari soal di atas manakah yang menyebabkan terjadinya koagulasi abnormal ...
A. . auer rod D. Eritropoietin E. Peroksidasi NAP (+)
B. granula toksik D. def. Vit.K.
Kunci Jawaban: B

50. Kasus (vignette)


Pemeriksaan berupa darah dari seorang pasien laki-laki umur 20 tahun, atas permintaan dokter dilakukan
pemeriksaan hapusan darah dan ditemukan neutrofil segmen dengan vacuolisatian
Pertanyaan soal:
Adanya vacuolisatian disebabkan oleh?
Pilihan Jawaban :
A. Pewarnaan jelek
B. Hapusan berlemak
C. Infeksi bakteri
D. Infeksi virus
E. Fiksasi terlalu lama
Kunci Jawaban: C

51. Kasus (vignette)


Pemeriksaan laboratoriun berupa sampel darah yang diambil langsung dari pasien laki-laki umur 10 tahun atas
permintaan dokter dilakukan pemeriksaan hapusan darah terhadap pasien yang menderita demam berdarah dan
setelah diperiksa hapusan darah sebagian sel darah rusak akibat hapasun yang tidak segera dikeringkan
Pertanyaan soal:
Preparat hapusan darah yang tidak segera dikeringkan akan menyebabkan terjadinya ...
Pilihan Jawaban :
A. Kerusakan eritrosit
B. Eritrosit biru
C. Inti sel Berwarna biru
D. Kromatin dan inti larut
E. Kerusakan sel leukosit
Kunci Jawaban: A

52. Kasus (vignette)


Pemeriksaan sampel berupa serum yang diambil dari pasien lali-laki, usia 32 tahun yang dikrim kelaboratorium
dengan keluhan terdapat bintik-bintik, lesi kulit, dan borok pada alat kelamin berdasarkan gejala tersebut dokter
meminta pemeriksaan TPHA untuk menunjang diagnose. Hasil pemeriksaan (+)
Kelainan anemia bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya jumlah, warna, ukuran dan bentuk eritrosit serta
benda-benda inklusi.
Pertanyaan soal:
Yang terbanyak dari kelainan anemia pada paisen anemia, adalah faktor ...
Pilihan Jawaban :
A. jumlah lekosit
B. jumlah eritrosit
C. Bentuk eritrosit
D. formasi rouleaux
E. ukuran eritrosit.
Kunci Jawaban: B
53. Kasus (vignette)
Pemeriksaan sampel berupa darah yang diambil dari pasien perempuan usia 32 tahun yang dikrim kelaboratorium
atas diagnosa dokter terjadi perdarahan superfisial pada kulit dan permukaan epitel.
Pertanyaan soal:
Terjadinya perdarahan superfisial pada kulit dan permukaan epitel misal pada hidung dan uterus merupakan kelainan
Pilihan Jawaban :
A. jumlah trombosit kurang
B. vaskuler
C. pembekuan
D. fungsi trombosit
E. trombositosis
Kunci Jawaban: A

54. Kasus (vignette)


Pemeriksaan berupa darah yang diambil dari pasien laki-laki umur 20 tahun atas permintaan dokter dilakukan
pemeriksaan trombosit dan hasil lebih dari 500 ribu/mm3.
Pertanyaan soal:
Jumlah trombosit yang lebih dari 500 ribu/mm3 dijumpai pada
Pilihan Jawaban :
A. leukemia monositik kronik
B. leukemia limpoid akut
C. leukemia myeloid akut
D. leukemia myeloid kronik
E. reaksi lekomoid
Kunci Jawaban: D

55. Kasus (vignette)


Pemeriksaan sampel darah yang diambil dari seorang Wanita 36 tahun dengan riwayat merasa lelah sejak 1 minggu
terakhir. Pendarahan menstruasi telah berlangsung selama 10 hari dan mengalami perdarahan pada saat menyikat
gigi. Sehari sebelumnya ia mengalami demam. Hasil pemeriksaan menunjukan ;
Hb : 7,9 g/dl
Lekosit : 50 ribu/mm3
Trombosit : 11 ribu/mm3
Pertanyaan soal:
Dari pernyataan di atas kemungkinan leukemianya yang diderita pasien adalah
Pilihan Jawaban :
A. AML-M1
B. ALL (L1,L2,L3)
C. AML-M1
D. AML-M3
E. AML(M4,M6)
Kunci Jawaban: D

56. Kasus (vignette)


Seorang analis melakukan pemeriksaan PPT pada pasien yang diduga terjadi kelainan hemostasis tetapi terjadi
kesalahan pada saat melakukan persiapan sampel.
Pertanyaan soal:
Dibawah ini kesalahan melakukan persiapan sampel menyebabkan hasil PPT memendek falsu, kecuali ..
Pilihan Jawaban :
A. sitrat terlalu sedikit
B. perbandingan darah dengan sitrat tdk adekuat
C. sentrifugasi tidak adekuat
D. pengambilan darah lambat
E. pengiriman terlambat
Kunci Jawaban: E
57. Kasus (vignette)
Seoarang analis pada saat pengambilan darah untuk pemeriksaan faal hemsotasis dan melakukan pengambilan darah
dengan cara pengisapan darah diulang-ulang
Pertanyaan soal:
Pengambilan darah dengan cara pengisapan darah diulang-ulang dapat berakibat ...
Pilihan Jawaban :
A. memacu agregasi trombosit
B. trombosit pecah
C. hasil PPT memendek
D. trombosit menempel didalam spuit
E. hasil BT memanjang
Kunci Jawaban: A
58. Kasus (vignette)
Seorang pasien pada saat dilakukan pemeriksaan laboratorium diduga kelainan DIC
Pertanyaan soal:
Manakah di bawah ini yang merupakan predisposisi untuk berkembangnya DIC ...
Pilihan Jawaban :
A. adenokarsinoma
B. sepsis
C. def. Vit K
D. penyakit hati
E. def. Vit Fe
Kunci Jawaban: D

59. Kasus (vignette)


Penderita dengan PPT yang memanjang diberikan vit.K intravena dalam waktu 24 jam kembali normal.
Pertanyaan soal:
Keadaan klinis apa yang menyebabkan hasil seperti itu ...
Pilihan Jawaban :
A. penyakit hemofilia D. def. faktor X
B. def.fibrinogen E. ikterus obstruksi
C. def. faktor IX
Kunci Jawaban: E

60. Kasus (vignette)


Keadaan : apusan darah tepi menunjukan 85% sel matur limposit kecil. Pewarnaan negative pada peroksidase dan
Sudan Black B.
Pertanyaan soal:
Leukemia manakah di bawah yang paling mungkin terjadi ...
Pilihan Jawaban :
A .LGK D. LLK
B. ALL E. leukemia tak berdiferensiasi akut
C. AML
Kunci Jawaban: D

61. Kasus (vignette)


Seorang Ahli Teknologi Laboratorium Medik sedang melakukan pengambilan darah vena untuk pemeriksaan hemtaologi.
Pada saat mengerjakan pemeriksaan sampel secara tidak sengaja jari tangan tertusuk jarum.
Pertanyaan soal:
Langkah apa yang tepat dan segera dilakukan dalam menghadapi kondisi demikian?
Pilihan Jawaban :
A. Membiarkan tangan tertusuk sampai selesai pekerjaan,karena hanya sedikit darah keluar
B. Menyiram jari terlebih dahulu dengan disinfektan kemudian melanjutkan lagi pekerjaan
C. Membersihkan terlebih dahulu daerah yang tertusuk dengan tissue kemudian melanjutkan lagi pekerjaan
D. Menyiram jari tangan dengan air
E. Mencuci tangan dengan alcohol 70%, setelah itu letakkan jari dibawah air mengalir selama 3 menit, tanpa
ditekan-tekan
Kunci Jawaban: E

62. Kasus (vignette)


Seorang bayi laki-laki usia tiga minggu diduga mengalami sepsis, dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan
hitung sel dan jenis lekosit dengan alat hematology analyzer. Hasil pengamatan pada sediaan apus darah didapat sejumlah
eritrosit berinti.
Pertanyaan soal:
Apakah yang harus dilakukan untuk memastikan hasil pemeriksaan hitung sel lekosit ?
Pilihan Jawaban :
A. Kalibrasi alat
B. Koreksi hitung sel lekosit
C. Pemeriksaan secara duplo
D. Pemeriksaan morfologi darah tepi
E. Hitung sel lekosit dengan bilik hitung
Kunci Jawaban: D

63. Kasus (vignette)


Seorang ahli teknologi laboratorium medic melakukan pemeriksaan hitung lekosit pada pasien didiagnosa leukemia.
Pemeriksaan dilakukan dengan mengencerkan 10µL darah pada 190 µL turk dan dibaca pada bilik hitung Improved
Neubauer. Pada saat diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran obyektif 40x, leukosit terlihat sangat
menumpuk,sehingga tidak bisa dilakukan perhitungan.
Pertanyaan soal:
Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh ahli teknologi laboratorium medic tersebut ?
Pilihan Jawaban :
A. Mengulang pengambilan spesimen
B. Melakukan perhitungan ulang dengan pengenceran 10 kali
C. Memindahkan perbesaran mikroskop ke perbesaran obyektif 10 kali
D. Mengulangi pemeriksaan dengan mengencerkan 5 µl darah dalam 495 µl turk
E. Melakukan pemeriksaan ulang dengan menggunakan hematology analyzer
Kunci Jawaban: D

64. Kasus (vignette)


Seorang bayi nlaki-laki usia 3 minggu diduga mengalami sepsis, dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan
hitung sel dan jenis leukosit dengan alat hematology analyzer. Hasil pengamatan pada sediaan apus darah didpat
sejumlah eritrosiit berinti.
Pertanyaan soal:
Apakah yang harus dilakukan untuk memastikan hasil pemeriksaan hitung sel lekosit?
Pilihan Jawaban :
A. Kalibrasi alat
B. Koreksi hitung sel lekosit
C. Pemeriksaan secara duplo
D. Pemeriksaan morfologi darah tepi
E. Hitung sel lekosit dengan bilik hitung

Kunci Jawaban: D

65. Kasus (vignette)


Seorang ahli teknologi laboratorium medic yangbekerja di Puskesmas sedang melakukan pemeriksaan leukosit atas
permintaan dokter. Pemeriksaan dilakukan secara metode tabung dengan memipet reagen Turk sebanyak 95 ul dan
sampel 5 ul, dimana didapatkan sel sebanyak 64 sel dengan koreksi volume 2,5.
Pertanyaan soal:
Berapa jumlah leukosit yang didapat oleh ahli teknologi laboratorium medik tersebut ?
Pilihan Jawaban :
A. 0,78 sel/mm3
B. 8 sel/mm3
C. 512 sel/mm3
D. 3200 sel/mm3
E. 32000 sel/mm3

Kunci Jawaban: C

66. Kasus (vignette)


Seorang pasien laki-laki dirawat dengan diagnose demam berdarah, setelah enam hari dirawat kondisi pasien membaik.
Dua hari terakhir dilakukam tiga kali pemeriksaan tromobosit, hasil pemeriksaan meningkat yaitu 80.000/mm3, 95.000
/mm3, dan 105.000 /mm3. Pada hari ke tujuh dokter mengijinkan pasien pulang, sebelum pulang dilakukan pemeriksaan
trombosit didapatkan hasil 85.0000 /mm3.
Pertanyaan soal:
Dari kasus di atas factor sampel yang mengakibatkan hasil pemeriksaan trombosit 85.000 /mm3 adalah….
Pilihan Jawaban :
A. Waktu pengambilan sampel darah dengan pemeriksaan sebelumnya terlalu dekat
B. ATLM tidak melihat hasil pemeriksssn jumlah trombosit sebelumnya
C. Diperiksa menggunakan alat hemtologi analyzer
D. Pemeriksaan tidak dilakukan dengan dua metode
E. Pencampuran antikoagulan tidak homogen

Kunci Jawaban: E

67. Kasus (vignette)


Seorang ahli teknologi laboratorium medic, yang sedang bekerja sendiri pada malam hari menerima formulir permintaan
pemeriksaan kimia darah dari seorang perawat untuk pasien rawat inap beserta sampel darah yang sudah diambil oleh
perawat tersebut. Karena kondisi sedang melayani pasien UGD, petugas laboratorium mempersilahkan perawat untuk
menyimpan formulir dan sampel tersebut di meja laboratoriu. Setelah diperiksa, ternyata sampel yang dibawa adalah
darah EDTA.
Pertanyaan soal:
Manakah serangkaian tindakan yang paling tepat untuk dilakukan?
Pilihan Jawaban :
A. Menghubungi perawat bahwa sampel darah salah
B. Melaporkan kepada dokter yang menangani pasien
C. Meminta sampel ulang kepada perawat yang mengirim
D. Melanjutkan pemeriksaan dengan menggunakan plasma
E. Mengambil langsung sampel ke ruang rawat inap pasien

Kunci Jawaban: C

68. Kasus (vignette)


Seorang ahli teknologi laboraotorium medik di laboratorium puskesmas menerima pasien yang membawa surat
pengantar dari dokter dengan diagnosa demam berdarah. Pemeriksaan yang diminta oleh dokter dalam permintaan
pemeriksaan adalah hitung jumlah trombosit.
Pertanyaan soal:
Apakah reagen yang digunakan pada pemeriksaan pada kasus tersebut di atas?
Pilihan Jawaban :
A. HCl 0,1N
B. Rees Ecker
C. Turk
D. Hayem
E. Eosin

Kunci Jawaban: B

69. Kasus (vignette)


Seorang laki-laki usia 50 tahun, datang ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan hemostasis (agregasi trombosit).
Pertanyaan soal:
Apakah persiapan utama yang harus dilakukan oleh pasien tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Pasien harus puasa 8-10 jam
B. Pasien harus istirahat cukup
C. Pasien tidak dalam perawatan kemoterapi
D. Pasien tidak boleh melakukan foto rontgen
E. Pasien harus mengkonsumsi obat pengencer darah

Kunci Jawaban: E

70. Kasus (vignette)


Seorang ahli teknologi laboratorium medik akan melakukan pemeriksaan jumlah leukosit. Saat melakukan pengendalian
mutu internal pada hari tersebut, nilai bahan control yang diperoleh adalah 10.800 mg/dL (nilai bahan control yang
tertera = 8.100 mg/dL ±1.200).

Pertanyaan soal:
Apakah tindakan selanjutnya yang paling tepat dilakukan?
Pilihan Jawaban :
A. Melakukan kalibrasi ulang
B. Mencuci alat hematologi tersebut
C. Melanjutkan ke pemeriksaan sampel
D. Melakukan pengendalian mutu kembali
E. Melaporkan kepada petugas laboratorium senior
Kunci Jawaban: D

71. Kasus (vignette)


Pemeriksaan hitung jenis lekosit dapat menggunakan pewarnaan Wright.Tetapi beberapa laboratorium masih
menggunakan metoda Giemsa yang biasa digunakan untuk pengecatan hapusan darah rutin.
Pertanyaan soal:
Apakah reagensia lain yang biasa digunakan untuk pengecatan pada metoda tersebut ?
Pilihan Jawaban :
A. Methanol Absolut
B. Formalin
C. Asam Asetat Glasial
D. Cloroform
E. Rapi
Kunci Jawaban: C

72. Kasus (vignette)


Seorang pasien diduga anemia dilakukan pemeriksaan darah lengkap dan sediaan hapus darah tepi. Hasil pemeriksaan
yang didapatkan adalah hemoglobin 6,1 gr/µl, jumlah leukosit 15.000 sel/µl darah, laju endap darah 120 mmm/jam

Pertanyaan soal:
Bagaimana gambaran morfologi eritrosit untuk kasus tersebut di atas ?
Pilihan Jawaban :
A. Hipokrom
B. Elliptosis
C. Rouleaux
D. Spherosit
E. Tear drop sel

Kunci Jawaban: C