Anda di halaman 1dari 9

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BUDI ASIH

NOMOR : /I-PER/DIR/III/2019
TENTANG
PANDUAN UNIT DOSE DISPENSING (UDD)

DIREKTUR RUMAH SAKIT BUDI ASIH

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan


perlu menjamin aksesibilitas obat yang aman, berkhasiat,dan
bermutu;
b. Bahwa Peraturan Direktur Rumah Sakit BUDI ASIHNomor
049/RSPH/I-PER/DIR/I/2016 tentang Panduan Unit Dose
Dispensing (UDD) sudah tidak sesuai dengan kebutuhan rumah
sakit sehingga perlu dilakukan penyempurnaan dan
penyesuaian;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur
tentang Panduan Unit Dose Dispensing (UDD).

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


2. Undang-UndangNomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan
Kefarmasian;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 tahun
2016 Tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BUDI ASIH


TENTANG PANDUAN UNIT DOSE DISPENSING (UDD)

BAB I
SISTEM UNIT DOSE DISPENSING (UDD)

Pasal 1
Sistem distribusi obat untuk pasien rawat inap di RS BUDI ASIH
adalah Unit Dose Dispensing (UDD).

Pasal 2
Sistem Unit Dose Dispensing (UDD) RS BUDI ASIHmenggunakan metode
sentralisasi.

BAB II
WAKTU PEMBERIAN OBAT

Pasal 3
Pemberian obat oral dan injeksi kepada pasien dibedakan warna
plastiknya sesuai dengan jam pemberian tertentu.

Pasal 4
Pemberian obat dengan sediaan lain disesuaikan dengan jam pemberian
atas instruksi dokter dan atau saran apoteker.

BAB III

1
PEMBERIAN OBAT PASIEN RAWAT INAP

Pasal 5
Pemberian obat oral didelegasikan oleh apoteker kepada perawat atau
bidan ruangan rawat inap yang sesuai dengan kompetensinya.

Pasal 6
Penyerahan obat kepada pasien harus dilakukan verifikasi kesesuaian
obat dengan instruksi pengobatan meliputi benar pasien, benar jenis
obat, benar dosis obat, benar rute pemberian, benar frekuensi
pemberian, benar indikasi, dan benar dokumen.

Pasal 7
Pada proses pemberian obat di rawat inap dilakukan batasan terhadap
bidan/perawat. Obat oral di rawat inap diadministrasikan oleh bidan/
perawat minimal PK 1. Obat injeksi di rawat inap diadministrasikan oleh
bidan/ perawat minimal PK 1 yang terlatih. Vaksin boleh diberikan oleh
bidan/ perawat minimal PK 1 yang diberi mandat oleh dokter yang
bersangkutan dan sudah terlatih. Elektrolit konsentrat dan injeksi sedasi
ringan hanya diberikan oleh perawat minimal PK 2 yang terlatih atau
perawat penanggungjawab shift. Pemberian obat dalam sendi dan
intrathecal hanya dilakukan oleh DPJP yang terlatih dan memiliki
sertifikasi.

BAB IV
PENUTUP

Pasal 8
Pada saat Peraturan Direktur Rumah Sakit BUDI ASIHini mulai berlaku,
Peraturan Direktur Rumah Sakit BUDI ASIH Nomor
049/RSPH/I-PER/DIR/VI/2016 tentang Panduan Unit Dose
Dispensing (UDD)dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 9
Peraturan Direktur Rumah Sakit BUDI ASIH ini berlaku sejak tanggal
ditetapkan.

Ditetapkan di Trenggalek
Pada tanggal 1 Juli 2019
Direktur Rumah Sakit BUDI ASIH

dr. Rendra Andriawan, M.M

2
LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BUDI
ASIH
NOMOR : 278.1/I-PER/DIR/III/2018
TENTANG
PANDUAN UNIT DOSE DISPENSING (UDD)

BAB I

PENDAHULUAN

1. Unit Dose Dispensing(UDD) adalah pendistribusian Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan
Bahan Medis Habis Pakai berdasarkan resep perorangan yang disiapkan dalam unit dosis
tunggal atau ganda, untuk penggunaan satu kali dosis per pasien. Sistem unit dosis ini
digunakan untuk pasien rawat inap.
2. Petugas farmasi adalah setiap individu yang memiliki keahlian khusus dibidang kefarmasian
dan kewenangan tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan, petugas farmasi
terdiri dari :
a. Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai apoteker dan telah
mengucapkan sumpah jabatan apoteker.
b. Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga yang membantu apoteker dalam menjalani
Pekerjaan Kefarmasian, yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analis
Farmasi.
3. Pengemas adalah salah satu komponen penting dari bentuk sediaan farmasi. Pengemas
dibedakan menjadi 2 macam, yaitu : a. Bahan pengemas primer
Merupakan bahan kemas yang langsung kontak dengan sediaan farmasi. Contoh :
blister, strip, botol, ampul, vial, dll.
b. Bahan pengemas sekunder
Merupakan bahan kemas yang membungkus pengemas sekunder. Contoh : kardus,
karton, dll.
4. Ruang distribusi untuk pelayanan rawat inap dapat secara sentralisasi maupun
desentralisasi :
a. Metode Sentralisasi adalah metode distribusi obat yang dilakukan oleh IFRS sentral ke
semua unit rawat inap di rumah sakit secara keseluruhan. Artinya, di rumah sakit hanya
terdapat satu IFRS tanpa adanya depo/satelit IFRS di beberapa unit pelayanan.ruangan
rawat inap.
b. Metode Desentralisasi adalah metode distribusi obat yang dilakukan oleh beberapa
depo/satelit IFRS di satu rumah sakit.

BAB II

RUANG LINGKUP

Pendistribusian obat dengan sistem UDD dilakukan oleh apoteker dan atau tenaga teknis
kefarmasian berupa pendistribusian obat kepada pasien dalam kemasan unit tunggal, dan
obat disiapkan dalam kemasan primer, tidak lebih dari 24 jam persediaan dosis, dihantarkan
ke pasien setiap waktu pemberian obat.

Panduan UDD akan digunakan di Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Farmasi.

3
BAB III

TATA LAKSANA

3.1 Waktu Pemberian Sistem Unit Dose Dispensing

Sistem distribusi obat dirancang atas dasar kemudahan untuk dijangkau oleh pasien dengan
mempertimbangkan efisiensi dan efektifitas sumber daya yang ada serta metode sentralisasi.
Obat akan diresepkan per pasien dan disiapkan secara resep perseorangan oleh petugas
farmasi di Instalasi Rawat Inap. Selanjutnya oleh petugas UDD akan menyiapkan secara unit
dosis per pasien dan disesuaikan dengan jam pemberian yang tertera di Daftar Pemberian
Obat (DPO) pasien tersebut.

Jam pemberian obat baik oral, injeksi, atau sediaan lain diseragamkan berdasarkan kebijakan
dari direktur RS BUDI ASIHuntuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam meminum obat,
memudahkan petugas dalam menghantarkan obat ke pasien, memudahkan dalam
pemantauan, serta dapat memanajemen waktu dan petugas yang bekerja.

Waktu pemberian untuk obat oral disesuaikan dengan aturan pakai instruksi dari dokter, yaitu
:

Tabel 3.1 Waktu Pemberian untuk Obat Oral


Aturan Pakai Waktu Pemberian
Signa satu kali sehari* 07.00 / 12.00 / 17.00
Signa dua kali sehari* 07.00 – 17.00
Signa tiga kali sehari* 07.00 – 12.00 – 17.00
Signa empat kali sehari* 06.00 – 12.00 – 18.00 – 23.00
Signa lima kali sehari* 06.00 – 11.00 – 16.00 – 21.00 – 02.00
Signa empat kali sehari* 06.00 – 10.00 – 14.00 – 18.00 – 22.00 – 02.00
*dan atau sesuai dengan instruksi Dokter atau rekomendasi Apoteker setelah melakukan
pengkajian terhadap obat pasien.

Sedangkan jam pemberian untuk obat injeksi disesuaikan dengan aturan pakai instruksi dari
dokter, yaitu :

Tabel 3.2 Waktu Pemberian untuk Obat Injeksi


Aturan Pakai Waktu Pemberian
Signa satu kali sehari* 08.00/16.00/20.00/24.00
Signa dua kali sehari* 08.00 dan 20.00
Signa tiga kali sehari* 08.00, 16.00, dan 24.00
Signa empat kali sehari* 06.00, 12.00, 18.00, dan 23.00

*dan atau sesuai dengan instruksi Dokter atau rekomendasi Apoteker setelah melakukan
pengkajian terhadap obat pasien.

Untuk obat-obatan selain sediaan oral dan injeksi, diberikan sesuai dengan instruksi dari
Dokter dan atau saran Apoteker setelah pengkajian terhadap obat.

4
3.2 Langkah-Langkah Sistematis Pendistribusian Obat dengan Sistem UDD

1 Update lembar Daftar Pemberian Obat

Tabel 3.3 Update Lembar Daftar Pemberian Obat


Jam Petugas Uraian

08.00-10.00 Apoteker - Melakukan double chrosscheck Daftar Pemberian


Obat (DPO) 3 ply.
- Memberikan rekomendasi terkait jam pemberian obat
setelah dilakukan pengkajian obat.
- Menyerahkan DPO 3 ply (lembar merah) ke petugas
UDD.
08.00-11.00 DPJP - Menginput resep melalui billing SIM-RS yang
terintegrasi ke instalasi farmasi rawat inap

2 Pemberian sediaan farmasi pukul 12.00

Tabel 3.4 Pemberian Sediaan Farmasi Pukul 12.00


Jam Petugas Uraian

08.00 - 11.00 TTK penyiap - TTK UDD melakukan chrosscheck obat oral untuk
obat waktu pemberian jam 12.00 yang telah disiapkan
sesuai dengan DPO.
- Menyiapkan obat oral pukul 12.00.

11.00 - 11.15 TTK penyiap - Melakukan serah terima obat oral pukul 12.00
obat dengan TTK UDD.
TTK UDD - Memastikan benar pasien, benar obat, benar dosis,
benar rute pemberian, benar cara pemberian, benar
indikasi, benar dokumentasi.
11.00 - 11.15 TTK UDD - Melakukan double crosscheckobat yang telah
disiapkan.
- Memberi paraf pada resep kolom E (etiket).

11.15 - 11.30 TTK - Distribusi obat ke ruang rawat inap untuk serah
penyerah terima obat.
obat Perawat/ - Double crosscheckkesesuaian obat (sesuai DPO)
bidan dengan perawat/bidan.
- Penerima obat memastikan benar pasien, benar
obat, benar dosis, benar rute pemberian, benar cara
pemberian, benar indikasi, benar dokumentasi.
- Memberi paraf pada kolom DPO (penyerah obat dan
penerima obat).

3 Pemberian sediaan farmasi dan alat kesehatan selain pukul 12.00

Tabel 3.5 Pemberian sediaan farmasi dan alat kesehatan selain pukul 12.00
Jam Petugas Uraian

08.00 - 13.00 TTK penyiap - Menyiapkan obat oral, injeksi, dan alkes pasien
obat rawat inap sesuai resep pada masing-masing
keranjang pasien selain obat pukul 12.00.

5
- Menyiapkan infus, sediaan
sirup/6uspense/emulsi, dan obat luar lengkap
dengan etiket, kemudian diletakkan pada
keranjang pasien selain obat pukul 12.00.
08.00 - 13.00 Petugas UDD - Petugas UDD menulis etiket obat oral pukul
17.00, 21.00 dan obat injeksi pukul 16.00, 20.00,
serta 24.00
13.00 -13.30 TTK penyiap - Melakukan serah terima sediaan farmasi dengan
obat petugas UDD, kecuali obat pukul 12.00.
13.30 - 14.30 Petugas UDD - Menyiapkan sediaan farmasi yang akan
didistribusikan ke rawat inap.
13.00- 14.30 Apoteker - Dilakukan pencampuran obat injeksi yang
berupa serbuk kering di ruang pencampuran
obat injeksi pukul 16.00; 20.00 dan 24.00
14.30 - 15.30 TTK penyerah - Mendistribusikan sediaan farmasi dan alat
obat kesehatan pukul 16.00 dan obat oral pukul
Perawat/bidan 17.00 / 18.00 (atau obat-obatan tertentu dalam
rentang waktu pemberian jam 16.00-19.00)
kepada perawat/ bidan masing-masing ruangan.

- Double crosscheckkesesuaian obat (sesuai


DPO) dengan perawat/ bidan.
- Penerima obat memastikan benar pasien, benar
obat, benar dosis, benar rute pemberian, benar
cara pemberian, benar indikasi, benar
dokumentasi.
- Memberi paraf pada kolom DPO (penyerah obat
dan penerima obat).
15.30-17.00 Petugas UDD - Melanjutkan menulis etiket dan menyiapkan obat
oral pukul 07.00/12.00 dan obat injeksi pukul
24.00/08.00
19.00-19.30 Petugas UDD - Mendistribusikan sediaan farmasi dan alat
kesehatan pukul 20.00 dan obat oral pukul
21.00 (atau obat-obatan tertentu dalam rentang
waktu pemberian jam 20.00-22.00) kepada
perawat/ bidan masing-masing ruangan.
- Double crosscheckkesesuaian obat (sesuai
DPO) dengan perawat/ bidan.
- Penerima obat memastikan benar pasien, benar
obat, benar dosis, benar rute pemberian, benar
cara pemberian, benar indikasi, benar
dokumentasi.
- Memberi paraf pada kolom DPO (penyerah obat
dan penerima obat).
22.00-23.00 Perawat/ bidan - Mengambil sediaan farmasi pukul 24.00/ 08.00
dan obat oral 24.00/06.00/07.00 di farmasi
rawat inap
- Double crosscheckkesesuaian obat (sesuai
DPO) dengan perawat/ bidan.
- Penerima obat memastikan benar pasien, benar
obat, benar dosis, benar rute pemberian, benar
cara pemberian, benar indikasi, benar
dokumentasi.

6
- Memberi paraf pada kolom DPO (penyerah obat
dan penerima obat).

4 Teknis Pelaksanaan Nonkronologis

Tabel 3.6 Teknis Pelaksanaan Nonkronologis


Petugas Uraian

Apoteker / TTK - Petugas farmasi menyiapkan dan melakukan


pencampuran obat injeksi yang berupa serbuk kering yang
dilarutkan dengan pelarut yang sesuai diruang tersendiri
yang dilengkapi Laminar Air Flow (LAF) dengan kriteria
ruang bersih.
Perawat / bidan - Obat - obat dengan penggunaan jika diperlukan (prn) akan
Petugas farmasi diambil oleh perawat masing-masing unit rawat inap di
instalasi farmasi rawat inap dengan membawa lembar
DPO.
- Pengambilan obat harus diresepkan terlebih dahulu dan
sepengetahuan petugas farmasi.
- Memberi paraf pada kolom DPO (penyerah obat dan
penerima obat).
Petugas farmasi UDD - Ketika ada pasien baru di atas jam 11.00, DPJP/ dokter
dan IGD menginput resep dan menuju instalasi farmasi rawat
Perawat / bidan inap dengan membawa lembar merah DPO agar obat
dapat segera disiapkan oleh petugas farmasi secara UDD.
Petugas farmasi - Semua petugas farmasi rawat inap apabila mendapatkan
resep pasien OB rawat inap di atas pukul 11.00,
menyiapkan langsung secara UDD.

3.3 Perlengkapan yang Dibutuhkan untuk Penyiapan Obat


1. Plastik klip
Unit dose sediaan tablet dan injeksi atau sediaan lain setiap pasien dikemas dengan dibedakan
warna plastik.

Tabel 3.7 Warna Plastik Berdasarkan Bentuk Sediaan


Bentuk Sediaan Warna Plastik
Tablet Putih
Sediaan farmasi High Alert Merah
Injeksi Biru

2. Etiket warna putih untuk obat oral, warna biru untuk injeksi, infusan, topikal, suppossitoria, tetes
mata, tetas hidung, dan sediaan lain selain oral.
3. Plastik tempat obat
4. Alat tulis
5. Plastik klip bening kecil sebagai wadah obat oral

7
DAFTAR PEMBERIAN OBAT
Diagnosis : ….Alergi :  Tidak  Ya ………………………………………………..
Aturan Rute Ket Waktu Pemberian (Jam)
pakai pemberian
Nama Obat Dosis
Prn/ TO/ Tt/ RD Tgl : Tgl : Tgl : Tgl : Tgl :

Obat Oral

Obat Injeksi

Cairan Infus
Suppsitoria/ Inhalasi / Obat luar dll

Paraf Farmasi

Paraf Perawat Penerima Obat

Paraf Perawat Pemberi Obat

Paraf Pasien

Keterangan :
Tipe Terapi antibiotik: Ket. Rute : Jam Pemberian Obat : Berilah Tanda ( √ ) Apoteker Perawat Dokter

P = Profilaksis Prn = Prn po = per oral inh = Per Oral : IV / IM  Sembuh


E = Empirik TO = Tappering Off Inhalasi IV = 1x : 07.00 / 12.00 / 17.00 1x = 08.00  Meninggal
D = Definitif Tt = Titrasi Intravena sc = 2x : 07.00 – 17.00 2x = 08.00 – 20.00  Sembuh dg gejala sisa
RD = Rentang Dosis subcutan IM = 3x : 07.00 – 12.00 – 17.00 3x = 08.00 – 16.00 – 24.00  Belum sembuh
intramuscular 4x : 06.00 – 12.00 – 18.00 – 23.00  Tidak tahu
IP = intraperitonial 5x : 06.00 – 11.00 – 16.00 – 21.00 – 02.00
IVFD = intra vennes fluid drip 6x : 06.00 – 10.00 – 14.00 – 18.00 – 22.00 – 02.00
3 Rangkap = 1. Farmasi, 2 Rawat Inap, 3. Pasien