Anda di halaman 1dari 8

CONTOH STANDAR/ALINEA/REDAKSI OPINI

1. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqulified Opinion)


Adalah pendapat yang diberikan ketika audit telah dilaksanakan sesuai dengan Standar
Auditing (SPAP), auditor tidak menemukan kesalahan material secara keseluruhan
laporan keuangan atau tidak terdapat penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku
(SAK)

SUMBER : http://coreaccountingindonesia.blogspot.com/2019/03/laporan-audit-independen.html
2. Opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelasan (Modified Unqualified
Opinion)

Adalah pendapat yang diberikan ketika suatu keadaan tertentu yang tidak berpengaruh
langsung terhadap pendapat wajar. salah satu contoh terdapat keraguan yang besar
terhadap kemampuan satuan usaha dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya.
https://www.academia.edu/8340921/Laporan_Auditor_Independen_No._230500_LSI_HT_SA

3. Opini Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion)

Adalah pendapat yang diberikan ketika laporan keuangan dikatakann wajar dalam hal
yang material, tetapi terdapat sesuatu penyimpangan/ kurang lengkap pada pos tertentu,
sehingga harus dikecualikan.
Sumber : http://www.uajy.ac.id/wp-content/uploads/2017/12/Laporan-Audit-KAP-2015.pdf
4. Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion)

Adalah pendapat yang diberikan ketika laporan secara keseluruhan ini dapat terjadi
apabila auditor harus memberi tyambahan paragraf untuk menjelaskan ketidakwajaran
atas laporan keuangan, disertai dengan dampak dari akibat ketidakwajaran tersebut,
pada laporan auditnya.

Kepada Yth.
Direksi dan Dewan Komisaris
PT. GUNADARMA
Jl. Margonda Raya No 100
Pondok Cina Depok

Kami telah mengaudit neraca PT. GUNADARMA per 31 Desember 2001 serta laporan rugi
laba,
laporan perubahan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan.
Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan
audit kami.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan
Indonesia.
Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami
memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.
Suatu audit meliputi pemeriksaan, a t as dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung
jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian
atas standar akkuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen,
serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa
audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

Sebagaimana telah dijelaskan dalam catatan X atas laporan keuangan, perusahaan


mencantumkan
perkiraan pabrik dan ekuipmen pada nilai appraisal, dan menghitung depresiasinya
berdasarkan nilai tersebut.

Karena penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum seperti yang diuraikan
diatas, pada tanggal 31 Desember 2001, saldo persediaan lebih tinggi sebesar Rp.
525.000.000,-. Dengan diperhitungkannya biaya depresiasi ke dalam biaya overhead pabrik
berdasarkan nilai revaluasi yang lebih besar dari harga pokok aktiva tetap dan aktiva tetap
dikurangi akumulasi depresiasinya disajikan lebih tinggi sebesar Rp. 75.500.000
dibandingkan jika disajikan atas dasar harga pokoknya. Menurut pendapat kami, karena
dampak dari hal yang kami uraikan dalam paragraph diatas, laporan keuangan yang kami
sebut di atas tidak menyajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum, posisi keuangan PT. GUNADARMA per 31 Desember 2001, dan hasil usaha, serta arus
kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum.

Kantor akuntan
Eliya Isfaatun, SE., MMSI
(Eliya Isfaatun, SE., MMSI)
Reg. Neg-D110369
Tanggal, 13 Maret 2002

Sumber : https://vdocuments.site/laporan-audit-wdp-569a5e8395a4d.html
5. Opini Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of Opinion)

Adalah pendapat yang diberikan ketika ruang lingkup pemeriksaan yang dibatasi,
sehingga auditor tidak melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standar auditing yang
ditetapkan IAI. Pembuatan laporannya auditor harus memberi penjelasan tentang
pembatasan ruang lingkup oleh klien yang mengakibatkan auditor tidak memberi
pendapat. Adapun contoh laporan audit tidak memberikan pendapat akan disajikan
dibawah ini.
SUMBER : https://zahiraccounting.com/id/blog/mau-tahu-contoh-laporan-audit-tidak-memberikan-
pendapat/