Anda di halaman 1dari 4

TUGAS AKIDAH AKHLAK

Kelompok:
Hafiz Pranata
M. Anas Ardiansyah
M. Farhan Maulana
Radifan Ari
GADHAB

 Pengertian Gadhab
Gadhab berarti merasa (perasaan) sangat tidak senang dan panas
(karena dihina, diperlakukan kurang baik) dsb. Apabila kekecewaan
cukup mendalam, akhirnya dilampiaskan dengan kemarahan.
Rasulullah bersabda:

‫ وإنما تطفأ النار‬، ‫ وإن الشيطان خلق من النار‬، ‫إن الغضب من الشيطان‬
‫بالماء فإذا غضب أحدكم فليتوضأ‬

"Sesungguhnya marah itu dari setan, dan sesungguhnya setan


diciptakan dari api, dan sesungguhnya apa itu dipadamkan dengan air,
maka jika seseorang dari kalian sedang marah maka berwudhulah"
Allah Swt. berfirman:

َ ‫اء ِفي يُ ْن ِفقُونَ لَّذ‬


‫ِين‬ َِ ‫س َّر‬
َّ ‫اء ال‬ ِ َ‫ن و ْالعا ِفينَ ْالغيْظَ و ْالك‬
َِ ‫اظ ِمينَ والض ََّّر‬ َِ ‫ع‬
ََّ ‫ْال ُم ْح ِسنِينَ يُ ِحبَ و‬
َ ِ َّ‫ّللاُ َۗالن‬
‫اس‬
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu
lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya
dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang
berbuat kebajikan.

 Bentuk – Bentuk Gadhab

a) Pandangan mata yang tajam dengan mata memerah tidak


berkedip
b) Wajah cemberut dan mudah terpancing emosinya
c) Susah diajak bicara baik baik
d) Terkadang melontarkan kata kata kasar
 Larangan Gadhab

Islam mendidik umatnya agar bersikap sabar, tidak mudah


marah, kecuali apabila sudah keterlaluan.
Orang yang mampu mengendalikan dirinya (tidak marah)
telah memiliki tanda – tanda sebagai orang yang takwa, yang
dijanjikan Allah akan memperoleh janah

 Dampak Negatif Gadhab Bagi Sendiri

a) Tidak dapat berfikir secara tenang dalam mengahadapi


persoalan
b) Mudah terkena tekanan batin apabila hal itu sering terjadi
c) Susah menerima kebenaran dan saran karena emosinya sudah
memuncak

 Dampak Negatif Gadhab Bagi Orang Lain

a) Tidak dapat diajak berkomunikasi secara baik


b) Menimbulkan kekhawatiran apabila melakukan hal – hal
yang tidak diinginkan

 Perilaku Menghindari Gadhab


Adapun cara mengurangi gadhab sebagai berikut
a) Menyadari dengan sepenuh hati bahwa setiap orang pasti
berbuat salah;
b) Menyadari bahwa dirinya juga pernah berbuat salah
kepada orang lain;
c) Marah tidak dapat menyelesaikan masalah dengan baik
d) Marah tidak disukai dalam pergaulan
e) Memperbanyak bergaul dengan banyak orang karena
kemarahan sering terhapus karena dilihat orang lain.