Anda di halaman 1dari 6

ARTIKEL ILMIAH

TEORI AKUNTANSI KEUANGAN


Manipulating Profits: How It’s Done
Ford S. Worthy

OLEH: KELOMPOK 5

IDA BAGUS SURYA PURWITHA 1981611011/11


NYOMAN YUDHA ASTRIAYU WIDYARI 1981611014/14

PROGRAM PASCASARJANA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2019
Judul Penelitian : Manipulating Profits: How It’s Done
Peneliti : Ford S. Worthy
Publikasi : Fortune
June 1984
Page 50-54
Tanggal Review : 19 November 2019

Para manajer seringkali mempunyai kekuasaan dalam melakukan manipulasi


pendapatan. Fleksibilitas dalam menghitung pendapatan berasal dari beberapa cara yang
berbeda. Kadangkala manajer mempunyai cara karena situasinya memungkinkan.
Terkadang tidak ada ruang untuk memanipulasi pendapatan pada saat ini dibanding masa
lalu, namun peraturan memungkinkannya. Untuk mengetahui perusahaan mana yang
mengubah keuntungannya sangatlah sulit, namun dari praktik-praktiknya dapat diketahui.
Majalah Fortune pada tahun 1982, menemukan bahwa pada Aetna Life & Casualty
telah terjadi lonjakan keuntungan berlipat yang dilakukan dengan cara memasukkan
perkiraan keuntungan pajak sebagai pendapatan. SEC kemudian meminta Aetna untuk
menghentikan praktik tersebut dan mengulangi laporan pendapatannya.
Banyak perusahaan berusaha untuk memperlihatkan bahwa keuntungannya terlihat
meningkat. Namun prosesnya dilakukan secara tidak kentara. Banyak eksekutif yang lebih
suka melaporkan bahwa pendapatannya biasa, meningkat dan lancar. Mereka tidak suka
melaporkan suatu penurunan. Mereka juga tidak ingin menunjukkan pendapatan yang
meningkat secara drastis dari tahun ke tahun. Akibatnya perusahaan “menyimpan”
pendapatan dengan cara mengecilkan nilainya pada tahun yang dianggap sukses dan
menggunakan keuntungan yang “disimpan” tersebut untuk menghilangkan kesan tahun
yang gagal.
Para eksekutif kadangkala memberi perhatian lebih pada konsekuensi secara
akunting daripada secara ekonomis. Para manajer memusatkan perhatiannya pada
pendapatan karena mereka pikir bahwa pendapatan adalah yang terpenting bagi pemegang
saham. Yang disukai pasar, menurut Abraham Briloff adalah laporan pendapatan yang baik,
lancar dan dapat diprediksi. Laporan-laporan yang menyenangkan para pemegang saham
merupakan kepentingan pribadi para manajer. Hal tersebut merupakan kartu prestasi
mereka. Para eksekutif mengharapkan bonus dan insentif lainnya.

1
Prof. Paul Healy dari Massachusettes Institute of Technology mendukung pendapat
Briloff. Beliau mencatat hubungan antara skema bonus dan pilihan akuntansi yang
diputuskan eksekutif. Eksekutif lebih memilih untuk melaporkan keuntungan hingga
senilai yang memungkinkan untuk mendapatkan bonus. Cara yang paling banyak dipakai
dalam mengelola pendapatan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: mengubah metode
akuntansi, memainkan perkiraan biaya dan mengubah periode dimana biaya dan
pendapatan termasuk di dalam laporan tersebut.
Memilih metode akuntansi yang berbeda menyebabkan dampak yang terbesar dan
paling permanen pada pendapatan. Dampaknya juga yang paling mudah dikenali karena
perubahan terhadap prosedur akuntansi biasanya dilampirkan dalam laporan keuangan
perusahaan. Tentunya perusahaan tidak dapat mengubah-ubah metode akuntansinya begitu
saja. Tetapi perusahaan dapat mengubahnya dengan metode “yang lebih disukai”. Hal ini
mengundang kritik. John C. Burton, mantan kepala akuntan SEC dan sekarang Dekan
Columbia University’s Graduate School of Business mengatakan bahwa “Saya sangat
setuju di mana hanya ada sedikit area di mana prinsip akuntansu alternatif diperbolahkan”.
Ketika perusahaan mengubah metode akuntansinya, mereka memilih metode yang
dapat meningkatkan pendapatannya. Thronton O’glove, pengamat sekuritas selama 15
tahun membuat artikel yang dinamakan The Quality of Earnings Report yang mengulas
pernyataan bahwa pendapatan menunjuk pada pendapatan “lunak” yang seharusnya
dikhawatirkan oleh investor. Biasanya pendapatan yang didapat murni dari perubahan
akuntansi termasuk kategori mudah. Tetapi apabila perubahannya besar, pendapatannya
dapat meningkat.
Kategori kedua cara mengelola pendapatan didominasi oleh pertimbangan.
Misalnya: perusahaan harus memperkirakan berapa biaya pengganti untuk barang-
barangnya yang rusak, memperkirakan berapa besar porsi dari piutang mereka yang tak
tertagih, memproyeksikan biaya masa depan untuk garansi dan memperkirakan berapa
besar dana untuk membiayai proses peradilan.
Kesempatan untuk mempertimbangkan masalah-masalah akuntansi untuk
mempengaruhi pendapatan lebih terasa di dua sektor industri, yaitu: bank dan asuransi
property dan kecelakaan. Bank harus membuat suku bunga untuk menutupi pinjaman yang
dinilai akan sulit dikembalikan. Perusahaan asuransi property dan kecelakaan harus
menyediakan dana cadangan untuk membayar klaim yang harus mereka bayar.
Keseluruhan biaya-biaya ini diambil dari keuntungan pada tahun di mana mereka

2
anggarkan, bukan di tahun di mana ada klaim atau suatu pinjaman dinilai sudah tidak
kembali.
Jumlah biaya yang dianggarkan dalam dana cadangan seharusnya sukup untuk
mengganti seluruh pinjaman yang dianggap sulit untuk dikembalikan. Jumlah dana
cadangan yang diambil dari pos pendapatan setiap tahun seharusnya cukup dan dana
candangan seharusnya ada pada jumlah yang memadai. Jumlah dana cadangan dapat
melebihi pendapatan tahunan sehingga sejumlah persentase kecil dari dana cadangan yang
dianggap hilang dapat berpengaruh besar terhadap angka keseluruhan, menurut Roger
Cason, rekanan dari Main Hurdman/KMG.
John Gutfreund, wakil ketua Philbro-Salomon, suatu perusahaan sekuritas dan
komoditi, menggambarkan bahwa apabila segala sesuatu berjalan dengan baik, para
eksekutif akan mencoba untuk memanipulasi dana cadangan “secara sah”. Dana cadangan
yang dimanipulasi, otomatis mengurangi keuntungan yang dilaporkan. Semakin rendah
bunga dana cadangan, semakin tinggi pendapatan bersihnya. Satu-satunya hal yang salah
dengan pendapat Gutfreund adalah kata-kata “secara sah”. Ketika para manajer
menurunkan nilai pendapatan, mereka telah mengarahkan para pemilik saham dan kreditur
ke asumsi yang salah, sama halnya apabila mereka melebih-lebihkan pendapatan.
Informasi akuntansi diharapkan dapat memberikan arahan yang penting bagi keputusan-
keputusan bisnis, tetapi akan menjadi sia-sia jika angka yang diberikan adalah angka yang
bukan sebenarnya. Rupanya para auditor akan mentolerir cara seperti itu sepanjang
perusahaan tidak menyajikan angka yang salah secara material. Hal itu memberikan
semacam dorongan bagi para manajer dalam membuat pertimbangan-pertimbangan seperti
yang telah disebutkan dia atas.
Kategori ketiga dari manipulasi pendapatan mencakup hal-hal yang oleh para
eksekutif, dilakukan untuk mengganti waktu pembiayaan dan pendapatan. Mereka dapat
saja menunda pembiayaan perawatan atau penelitian sampai kwartal berikutnya. Hal itu
akan meningkatkan pendapatan dan mungkin tidak merugikan apapun. Perusahaan dapat
menunda pembuatan iklan agar dapat meningkatkan pendapatan. Tetapi dengan menunda
promosi dapat menyebabkan hilangnya pangsa pasar dan penjualan.
Perusahaan yang banyak memiliki pesanan yang belum diantar dapat
mengkapalkan produknya untuk mendapatkan pendapatan. Pengeluaran belanja dapat
dijadwalkan untuk memberikan keuntungan dari kredit pajak investasi baik pada tahun ini
maupun tahun kemudian. Seperti halnya seorang yang berusaha menurunkan pajaknya,

3
banyak perusahaan yang berusaha untuk menambah atau mengurangi pendapatan pada
bulan Desember.
Mempermainkan portofolio saham dan surat obligasi perusahaan merupakan cara
lain untuk memperlancar pendapatan. Para analis menaruh perhatian pada hubungan antara
pendapatan yang didapat dari investasi (misalnya saham) dan pendapatan dari usaha
perusahaan. Jika hubungan tersebut berfluktuasi dari tahun ke tahun, maka hal itu
merupakan tanda bahwa perusahaan menggunakan aset keuangan untuk merapikan garis
trend (misalnya mengambil keuntungan saham apabila pendapatan tidak sesuai dengan
harapan).
Salah satu cara yang legal, namun kontroversial untuk menciptakan pendapatan
adalah dengan menghapus utang lama dari pembukuan tanpa membayarnya sama sekali.
Strategi mengelola pendapatan melalui inventori dapat juga menguras keuangan
perusahaan, tetapi para akuntan berpendapat bahwa kliennya tidak sependapat untuk
membayar harga untuk keuntungan yang tidak pasti.

KESIMPULAN ATAS ARTIKEL


Untuk mengetahui perusahaan mana yang mengubah keuntungannya sangatlah
sulit, namun dari praktik-praktiknya dapat diketahui. Banyak perusahaan berusaha untuk
memperlihatkan bahwa keuntungannya terlihat meningkat. Para eksekutif lebih suka
melaporkan bahwa pendapatannya biasa, meningkat dan lancar. Mereka tidak suka
melaporkan suatu penurunan. Mereka juga tidak ingin menunjukkan pendapatan yang
meningkat secara drastis dari tahun ke tahun. Laporan-laporan yang menyenangkan para
pemegang saham merupakan kepentingan pribadi para manajer. Hal tersebut merupakan
kartu prestasi mereka. Para eksekutif mengharapkan bonus dan insentif lainnya.
Cara yang paling banyak dipakai dalam mengelola pendapatan dapat digolongkan
menjadi tiga, yaitu: mengubah metode akuntansi, memainkan perkiraan biaya dan
mengubah periode dimana biaya dan pendapatan termasuk di dalam laporan tersebut.
Memilih metode akuntansi yang berbeda menyebabkan dampak yang terbesar dan paling
permanen pada pendapatan. Dampaknya juga yang paling mudah dikenali karena
perubahan terhadap prosedur akuntansi biasanya dilampirkan dalam laporan keuangan
perusahaan. Kategori kedua cara mengelola pendapatan didominasi oleh pertimbangan.
Kategori ketiga dari manipulasi pendapatan mencakup hal-hal yang oleh para eksekutif,
dilakukan untuk mengganti waktu pembiayaan dan pendapatan. Salah satu cara yang legal,

4
namun kontroversial untuk menciptakan pendapatan adalah dengan menghapus utang lama
dari pembukuan tanpa membayarnya sama sekali. Strategi mengelola pendapatan melalui
inventori dapat juga menguras keuangan perusahaan, tetapi para akuntan berpendapat
bahwa kliennya (perusahaan) tidak sependapat untuk membayar harga untuk keuntungan
yang tidak pasti.
Ketika para manajer menurunkan nilai pendapatan, sebenarnya mereka telah
mengarahkan para pemilik saham dan kreditur ke asumsi yang salah, sama halnya apabila
mereka melebih-lebihkan pendapatan. Informasi akuntansi diharapkan dapat memberikan
arahan yang penting bagi keputusan-keputusan bisnis, tetapi akan menjadi sia-sia jika
angka yang diberikan adalah angka yang bukan sebenarnya. Rupanya para auditor akan
mentolerir cara seperti itu sepanjang perusahaan tidak menyajikan angka yang salah secara
material. Hal itu memberikan semacam dorongan bagi para manajer dalam membuat
pertimbangan-pertimbangan seperti yang telah disebutkan di atas.