Anda di halaman 1dari 171

9 DESEMBER 2019

Saida Simanjuntak, SKp,.MARS.

saidasimanjuntak@gmail.com

0812-865- 113-09 & 0816 365


059 5
Riwayat Pekerjaan
 RSCM Jakarta (1979-2000)

 Dit Keperawatan Ditjen Pelayanan Medik /Ditjen


BUK.Kementerian Kesehatan RI (2000-2011)

 Staf Pengajar Pascasarjana Magister Administrasi


Rumah Sakit FKM Universitas Indonesia (2000 s.d
sekarang)

 KARS (Surveior , Pembimbing, Konsilor)


(1995 s.d Sekarang)
Riwayat Pendididkan
PENDIDIKAN:
• Program Studi Ilmu Keperawatan /PSIK- FKUI lulus tahun 1990
• Magister Administrasi Rumah Sakit
FKM UI Lulus tahun 1998

KEGIATAN LAIN- LAIN:


• Training in Singapore/ Operating Theatre (1985 )
• Training in Thailand/NICU (2006)
• Participant Second Meeting APDENN/Asia Pasific Emergency and Disaster Nursing Network by
WHO in Cairns Australia (2009).
• Participant Evaluation Meeting on Infection Control measures for health care and patients with
Acute Respiratory Desease (ARD) in community settings, Bangkok Thailand, 2009
• Attending Meeting of Asia Pasific Emergency and Disaster Nursing Network (APEDNN) in
Shandong China, 2008
9 DESEMBER 2019
METODOLOGI SURVEI PPI

• Wawancara program PPI --> 30 – 60 menit.

• Dokumen :

- individu/pasien --> implementasi PPI ke pasien

- Sistem PPI --> Struktur – Proses kegiatan – Output/


Outcome

9 Desember 2019
REGULASI PPI

9 Desember 019
24 April 2019
24 April 2019
24 April 2019
24 April 2019
24 April 2019
24 April 2019
DIKLAT PPI

9 desember 2019
9 desember 2019
PENGAWASAN/SUPERVISI  siapkan
Checklist

9 Desember 2019
SUPERVISI
• SUPERVISI  kegiatan melakukan pengawasan dng mengacu pada regulasi

• Misal : supervisi penempatan pasien imuno compromised, regulasi RS bila


ada pasien dng imuno compromised ditempatkan di Ruang A
Tgl Supervisi :
No Nama ruang Imuno Non Imuno RTL
Compromised compromised
1 Ruang A + + (pasien Pindahkan
airborne) pasien
2 Ruang B - +

3 Ruang C + Pindahkan
pasien
instrumen 13-14 Maret 2018 17
9 Desember 2019
FOKUS AREA
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

• Kepemimpinan dan Tata Kelola (PPI 1; 2)


1.

• Sumberdaya (PPI 3; 4)
2.

• Tujuan Program PPI (PPI 5; 6; 6.1; 6.2 )


3.

• Peralatan Medis dan Alat Kesehatan Habis Pakai ( PPI 7;


4. 7.1;7.2;7.2.1;7.2.2;7.3;7.3.1)

• Limbah Infeksius (PPI 7.4; 7.4.1;7.5)


5.

9 Desember 2019
FOKUS AREA
P P I, LANJUTAN

• Pelayanan Makanan (PPI 7.6)


6.

• Risiko Konstruksi (PPI 7.7)


7.

• Transmisi Infeksi (PPI 8; 8.1;8.2;8.3; 9;9.1)


8.

• Peningkatan Mutu dan Program Edukasi (PPI 10; 11)


9.

9 esember 2019
Standar PPI 1
Ditetapkan Komite atau Tim PPI untuk
melakukan koordinasi semua kegiatan PPI
yang melibatkan pemimpin rumah sakit, staf
klinis dan nonklinis sesuai dengan ukuran,
serta kompleksitas rumah sakit dan peraturan
perundang-undangan.
9 Desember 2019
Elemen penilaian PPI 1 Dokumen

1. Ada penetapan Komite Regulasi tentang Komite/Tim PPI dilengkapi


atau Tim pencegahan dengan uraian tugasnya
pengendalian infeksi,  SK DIR RS tentang penetapan/
dilengkapi dengan tanggung pengangkatan Komite/Tim PPI; lampiran
jawab dan tugas meliputi 1) uraian tugas & struktur organisasi; Uraian
sampai 4) pada maksud dan tugas lihat di maksud & tujuan yg ada
tujuan dan sesuai dengan dimaksud dan tujuan (4 UT) dan lihat di PMK
peraturan perundang- 27 tahun 2017 (16 UT); Lengkapi dng masa
undangan. (R) tugasnya
 SNARS edisi 1.1  pedoman kerja &
Program
30 Agustus 2019
kerja
Tanggung jawab dan tugas Komite/Tim PPI meliputi :

1. menetapkan definisi infeksi terkait layanan kesehatan;

2. metode pengumpulan data (surveilans);

3. membuat strategi/program menangani risiko PPI;

4. proses pelaporan.
URAIAN TUGAS KOMITE PPI
(PMK 27 TAHUN 2017 )

1. Menyusun dan menetapkan serta mengevaluasi kebijakanPPI.

2. Melaksanakan sosialisasi kebijakan PPI, agar kebijakan dapat


dipahami dan dilaksanakan oleh petugas kesehatan.

3. Membuat SPO PPI.

4. Menyusun program PPI dan mengevaluasi pelaksanaan program


tersebut.

9 Desember 2018
URAIAN TUGAS KOMITE PPI
(PMK 27 TAHUN 2017

5. Melakukan investigasi masalah atau kejadian luar biasa HAIs (Healthcare


Associated Infections).

6. Memberi usulan untuk mengembangkan dan meningkatkan cara pencegahan


dan pengendalian infeksi.

7. Memberikan konsultasi pada petugas kesehatan rumah sakit dan fasilitas


pelayanan kesehatan lainnya dalam PPI.

8. Mengusulkan pengadaan alat dan bahan yang sesuai dengan prinsip PPI dan
aman bagi yang menggunakan.

9 Desember 2018
9. Mengidentifikasi temuan di lapangan dan mengusulkan pelatihan untuk
meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) rumah sakit dalam PPI.

10. Melakukan pertemuan berkala, termasuk evaluasi kebijakan.

11. Berkoordinasi dng unit terkait lain dalam hal pencegahan dan pengendalian infeksi
rumah sakit, antara lain :

a. Tim Pengendalian Resistensi Antimikroba (TPRA) dalam penggunaanan antibiotika


yg bijak di RS berdasarkan pola kuman dan resistensinya terhadap antibiotika dan
menyebarluaskan data resistensi antibiotika.

b. Tim K-3 RS untuk menyusun kebijakan.

c. Tim KPRS dalam menyusun kebijakan clinical governance and patient safety.

9 Desember 2018
URAIAN TUGAS KOMITE PPI
(PMK 27 TAHUN 2017)

12.Mengembangkan, mengimplementasikan dan secara periodik mengkaji


kembali rencana manajemen PPI apakah telah sesuai kebijakan
manajemen rumah sakit.

13. Memberikan masukan yang menyangkut konstruksi bangunan dan


pengadaan alat dan bahan kesehatan, renovasi ruangan, cara
pemrosesan alat, penyimpanan alat dan linen sesuai dengan prinsip PPI.

9 Desember 2018
URAIAN TUGAS KOMITE PPI
(PMK 27 TAHUN 2017
14. Menentukan sikap penutupan ruangan rawat bila diperlukan
karena potensial menyebarkan infeksi.

15. Melakukan pengawasan terhadap tindakan-tindakan yang


menyimpang dari standar prosedur / monitoring surveilans
proses.

16. Melakukan investigasi, menetapkan dan melaksanakan


penanggulangan infeksibila ada KLB dirumah sakit dan fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya.

9 desember 2018
Struktur Organisasi Komite PPI

17 januari 2018
KRITERIA KETUA KOMITE PPI

1. Dokter yang mempunyai minat dalam PPI.

2. Pernah mengikuti pelatihan dasar PPI.

17 januari 2018
KRITERIA SEKRETARIS KOMITE PPI

1. Dokter / IPCN / tenaga kesehatan lain yang mempunyai


minat dalam PPI.

2. Pernah mengikuti pelatihan dasar PPI.

3. Purna waktu.

17 januari 2018
ANGGOTA KOMITE PPI
• IPCN/Perawat PPI

• IPCD/Dokter PPI :

• Dokter wakil dari tiap KSM (Kelompok Staf Medik).

• Dokter ahli epidemiologi.

• Dokter Mikrobiologi.

• Dokter Patologi Klinik.

17 januari 2018
3. Anggota Komite lainnya :
a. Tim DOTS e. Instalasi Pemeliharaan Sarana

b. Tim HIV Rumah Sakit (IPSRS).

c. Laboratorium. f. sanitasi lingkungan

d. Farmasi. g. pengelola makanan

e. sterilisasi h. Kesehatan dan Keselamatan


Kerja (K3).
f. Laundri
i. Kamar jenazah.

17 januari 2018
PEDOMAN KERJA DAN PROGRAM KERJA
• Pedoman kerja  Format baku belum ada, dapat menggunakan format
pedoman pengorganisasian dengan menghilangkan Bab VIII (Pola
Ketenagaan dan kualifikasi personil) dan Bab IX (Kegiatan orientasi).

• Pedoman kerja tidak sama dengan Pedoman PPI

• Program kerja tdk sama dengan program PPI

• Program kerja adalah rencana pencegahan dan pengendalian PPI


yang akan dilaksanakan komite/Tim PPI dalam kurun waktu masa
tugasnya
30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 1 Dokumen

2. Ada bukti kegiatan Bukti rapat koordinasi Komite/Tim PPI dengan


pelaksanaan koordinasi IPCN, termasuk tentang:
ketua Komite atau Tim PPI 1) Penetapan angka infeksi yang akan diukur
dengan IPCN sesuai dengan  surveillance yg akan dilakukan
ukuran dan kompleksitas 2) Laporan IPCN kepada Ketua Komite/Tim PPI
pelayanan rumah sakit. (D,W) Catatan :
• bukti rapat  undangan, materi, absensi
dan notulen
• Lap IPCN  lap surveillance, audit &
edukasi/ diklat
30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 1 Dokumen

3. Ada bukti pelaporan Bukti laporan kegiatan PPI kepada Direktur


pelaksanaan kegiatan PPI oleh RS setiap 3 bulan
ketua organisasi kepada Lap meliputi :
pimpinan rumah sakit setiap 3 Lap surveillance, hasil audit dan diklat
bulan. (D,W).

30 Agustus 2019
Standar PPI 2

Ditetapkan perawat PPI/ IPCN (Infection


Prevention and Control nurse) yang memiliki
kompetensi untuk mengawasi serta supervisi
semua kegiatan pencegahan dan pengendalian
infeksi.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 2 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan Regulasi tentang penetapan


perawat PPI/IPCN (Infection IPCN dengan uraian tugasnya
Prevention and Control Nurse) Uraian tugas  lihat PMK 27
dengan jumlah dan kualifikasi tahun 2017
sesuai dengan regulasi. (R )

30 Agustus 2019
Kriteria IPCN :
1. Perawat dengan pendidikan minimal Diploma III Keperawatan

2. Mempunyai minat dalam PPI.

3. Mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar PPI dan IPCN.

4. Memiliki pengalaman sebagai Kepala Ruangan atau setara.

5. Memiliki kemampuan leadership dan inovatif.

6. Bekerja purnawaktu.

30 Agustus 2019
TUGAS DAN
TANGGUNG SURVEILANCE & KLB
JAWAB IPCN

MONITORING/AUDIT

EDUKASI/PENYULUHAN

MEMBERIKAN SARAN-SARAN

LAPORAN KEGIATAN

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 2 Dokumen

2. Ada bukti perawat PPI/IPCN Bukti supervisi IPCN:


melaksanakan pengawasan serta 1) Bukti form ceklis
supervisi semua kegiatan 2) Bukti pelaksanaan supervisi
pencegahan dan pengendalian • IPCN
infeksi. (D,W ) • Kepala unit/Kepala ruangan
• Kepala Instalasi

30 Agustus 2019
PENGAWASAN/ Form Check List
SUPERVISI Hasil surpervisi

30 Agustus 2019
30 Agustus 2019
30 Agustus 2019
30 Agustus 2019
AUDIT  PEMERIKSAAN

SUPERVISI  PENGAWASAN/
PENGONTROLAN

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 2 Dokumen

3. Ada bukti terlaksana Bukti laporan IPCN kepada Ketua/Tim PPI


pelaporan perawat Catatan :
PPI/IPCN kepada ketua - Laporan surveillance
- Laporan audit
Komite/Tim PPI. (D,W)
- Laporan diklat
Lap paling lama 3 bulanan, sebaiknya setiap
bulanan.

30 Agustus 2019
Standar PPI 3

Rumah sakit mempunyai perawat penghubung


PPI/IPCLN (Infection Prevention and Control Link
Nurse) yang jumlah dan kualifikasinya sesuai
dengan peraturan perundang-undangan.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 3 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan Regulasi tentang penetapan


perawat penghubung PPI/IPCLN IPCLN dengan uraian
(Infection Prevention and Control tugasnya
Link Nurse) dengan jumlah dan
kualifikasi sesuai dengan
peraturan perundang undangan
(R )
30 Agustus 2019
Perawat penghubung PPI/IPCLN sebagai perawat pelaksana harian/penghubung bertugas

a) mencatat data surveilans dari setiap pasien di unit rawat inap masing-masing;

b) memberikan motivasi dan mengingatkan pelaksanaan kepatuhan PPI pada setiap


personil ruangan di unitnya masing-masing;

c) memonitor kepatuhan petugas kesehatan yang lain dalam penerapan kewaspadaan


isolasi;

d) memberitahukan kepada IPCN apabila ada kecurigaan HAIs pada pasien;

e) bila terdapat infeksi potensial KLB melakukan penyuluhan bagi pengunjung dan
konsultasi prosedur PPI, serta berkoordinasi dengan IPCN;

f) memantau pelaksanaan penyuluhan bagi pasien, keluarga dan pengunjung, serta


konsultasi prosedur yang harus dilaksanakan.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 3 Dokumen

2. Ada bukti pelaksanaan tugas Bukti pelaksanaan tugas perawat


perawat penghubung PPI/IPCLN sesuai penghubung PPI/IPCLN  lihat
dengan a) sampai dengan f) pada uraian tugas yg ada di maksud dan
maksud dan tujuan. (D) tujuan

30 Agustus 2019
Standar PPI 4

Pimpinan rumah sakit menyediakan sumber daya untuk


mendukung pelaksanaan program PPI.

30 Agustus 2019
Maksud dan Tujuan PPI 4
Sumber informasi dan referensi dapat diperoleh dari sumber nasional
maupun internasional, misalnya
a. United States Centers for Disease Control and Prevention (USCDC);
b. World Health Organization (WHO) dan organisasi lain yang dapat memberikan informasi
“evidence based practice and guidelines”;
c. Berbagai publikasi serta penetapan standar oleh organisasi profesi bidang kesehatan
lingkungan dan kebersihan rumah sakit;
d. Pedoman dari pemerintah yang memuat praktik pencegahan infeksi terkait dengan
layanan klinis dan layanan penunjang;
e. Peraturan perundang-undangan terutama yang berkaitan dengan ledakan (outbreak)
penyakit infeksi
f. Ketentuan pelaporan lainnya.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 4 Dokumen

1. Tersedia anggaran yang cukup Penetapan anggaran pelaksanaan


untuk menunjang pelaksanaan program PPI  anggaran yg
program PPI. (R) tercantum dalam
RBA/RKA/DPA/DIPA

2. Tersedia fasilitas yang cukup Tidak perlu dokumen


untuk menunjang pelaksanaan
program PPI. (O,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 4 Dokumen

3. Rumah sakit mempunyai sistem Bukti data dan analisis angka infeksi yang
dihasilkan dari SIM-RS sesuai dengan MIRM 1
informasi untuk mendukung
dan PMKP 2.1 EP 3  IT sistem manajemen
program PPI, khususnya terkait
data  gunakan sismadak
dengan data dan analisis angka
infeksi. (D,O,W)

4. Rumah sakit menyediakan Bukti tersedia sumber informasi dan


sumber informasi dan referensi referensi terkini, jenis referensi lihat
terkini yang dapat diperoleh dari a) yang ada di maksud dan tujuan
sampai dengan f) pada maksud
dan tujuan. (D,O,W) 30 Agustus 2019
Standar PPI 5

Rumah sakit mempunyai program PPI dan


kesehatan kerja secara menyeluruh untuk
mengurangi risiko tertular infeksi yang berkaitan
dengan pelayanan kesehatan pada pasien, staf
klinis, dan nonklinis.

30 Agustus 2019
Maksud dan Tujuan PPI 5
Program PPI antara lain meliputi :

a. Kebersihan tangan

b. surveilans risiko infeksi

c. investigasi wabah (outbreak) penyakit infeksi

d. meningkatkan pegawasan terhadap penggunaan antimikrob secara


aman;

e. asesmen berkala terhadap risiko;

f. menetapkan sasaran penurunan risiko (lihat juga AP 5.3)

g. mengukur dan me-review risiko infeksi.


30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 5 Dokumen

1. Ada program PPI dan kesehatan 1) Program tentang PPI


kerja yang komprehensif di seluruh 2) Program kesehatan dan
rumah sakit untuk menurunkan risiko keselamatan staf sesuai dengan
infeksi terkait dengan pelayanan KKS 8.2 EP 1
kesehatan pada pasien yang
mengacu dan sesuai dengan ilmu Catatan :
pengetahuan terkini, pedoman Program pada 1) dan 2) sudah sesuai
praktik terkini, standar kesehatan dengan ilmu pengetahuan PPI terkini
lingkungan terkini, dan peraturan dan ada sasaran/target penurunan
perundang-undangan. (R) infeksi
30 Agustus 2019
Sistem INTEGRASI KEGIATAN DNG
SDM : manajemen data PMKP (PPI 10)
- Komite/Tim PPI (PMKP 1.2)
(PPI 1)
- IPCN (PPI 2)
SURVEILANC
- IPCLN (PPI 3) E
(PPI 6, 6.1, 10)
KEWASPADA
DIKLAT PPI : AN ISOLASI & ICRA
- Staf RS STANDAR (PPI (PPI 6.2, 7, 7.1,
- Px & pengunjung 8, 8.1, 8.2, 8.3, 7.7.1)
9, 9.1)
- Mhs praktik PROGRAM PPI &
(PPI 11) KESEHATAN
KERJA
(PPI 5)
STERILISASI,
ANGGARAN (PPI 4) : MAKANAN & LINEN &
ME CONTROL LAUNDRY
- APD (7.6, 7.7) (PPI 7.2,
- Desinfectan 7.2.1/7.3,7.3.1)
- Diklat, LIMBAH
- Periksa kuman (PPI 7.4, 7.4.1,
- Buku referensi 7.5)

Edit 25 Januari 2018


1. Pendahuluan

2. Latar belakang

3. Tujuan umum & khusus

4. Kegiatan pokok & rincian kegiatan

5. Cara melaksanakan kegiatan

6. Sasaran

7. Skedul (jadwal) pelaksanaan kegiatan

8. Evaluasi pelaksanaan kegiatan & pelaporannya

9. Pencatatan, pelaporan & evaluasi kegiatan


KARS-LUWI-5 MEI 2018
60
Program PPI antara lain meliputi

a. Kebersihan tangan

b. Surveilans risiko infeksi

c. investigasi wabah (outbreak) penyakit infeksi

d. meningkatkan pegawasan terhadap penggunaan antimikrob secara


aman;

e. asesmen berkala terhadap risiko;

f. menetapkan sasaran penurunan risiko (lihat juga AP 5.3)

g. mengukur dan me-review risiko infeksi.


KARS-LUWI-5 MEI 2018 61
Contoh : Rincian kegiatan untuk Kebersihan tangan

1. Penyusunan regulasi kebersihan tangan

2. Edukasi kebersihan tangan

3. Penyediaan fasilitas untuk handwash dan handrub

4. Pemantauan (audit) kepatuhan petugas melaksanakan


kebersihan tangan

5. Pengumpulan data, analisis dan rencana perbaikan berdasarkan


hasil pemantauan

KARS-LUWI-5 MEI 2018 62


Contoh : Rincian kegiatan untuk surveilans risiko infeksi

1. Penyusunan regulasi surveilans (pedoman/panduan survelans)

2. Edukasi kepada IPCLN rencana surveilans

3. Pengumpulan dan analisis data

4. Penyusunan rencana/strategi perbaikan

5. Pelaksanaan rencana/strategi perbaikan

6. Pemantauan pelaksanaan rencana/strategi perbaikan

7. Pembahasan hasil pemantauan

8. Redesign/new design surveillans infeksi

KARS-LUWI-5 MEI 2018 63


PROGRAM KESEHATAN KERJA RS

1. Melakukan identifikasi risiko staf terpapar atau tertular


infeksi

2. Melaksanakan pemeriksaan kesehatan

3. Melaksanakan vaksinasi

4. Melaksanakan evalausi, memberikan konseling dan


tindaklanjut kepada staf yang terpapar penyakit infeksi
KARS-LUWI-5 MEI 2018 64
Contoh : Rincian kegiatan untuk pemerikasaan kesehatan

1. Penyusunan regulasi pemeriksaan kesehatan bagi pegawai

2. Identifikasi prioritas pegawai yang perlu dilakukan pemeriksaan


kesehatan

3. Penyusunan anggaran pemeriksaan pegawai

4. Pelaksanaan/penjadwalan pemeriksaan

5. Analisis hasil pemeriksaan

6. Melakukan pengobatan dan konseling pada staf RS yang


kesehatannya bermasalah

KARS-LUWI-5 MEI 2018 65


Elemen penilaian PPI 5 Dokumen

2. Ada bukti pelaksanaan Bukti tentang pelaksanaan program PPI


program PPI untuk meliputi a. s/d g. di maksud dan tujuan
menurunkan risiko tertular Contoh :
infeksi pada pasien. • Hand higiene  dokumen audit hand
(D,O,W,S) higiene,
• Laporan surveilance
• Laporan outbreak (bila ada outbreak)
• Dokumen ICRA

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 5 Dokumen

3. Ada bukti pelaksanaan Bukti pelaksanaan program PPI, meliputi:


program PPI untuk menurunkan 1) Bukti pemeriksaan berkala pegawai
risiko tertular infeksi pada staf 2) Bukti laporan pajanan/ tertusuk jarum
klinis dan nonklinis (kesehatan 3) Bukti imunisasi
kerja). (lihat juga KKS 8.2). 4) Bukti pengobatan dan konseling
(D,O,W,S) pegawai

30 Agustus 2019
Standar PPI 6

Program surveilans rumah sakit menggunakan


pendekatan berdasar atas risiko dalam
menetapkan fokus program terkait dengan
pelayanan kesehatan.

30 Agustus 2019
Maksud dan Tujuan PPI 6, PPI 6.1 dan PPI 6.2
Rumah sakit mengumpulkan dan mengevaluasi data mengenai infeks dan lokasinya yg
relevan sebagai berikut :

a. Saluran pernapasan, seperti prosedur dan tindakan terkait intubasi, bantuan ventilasi
mekanik, trakeostomi, dan lain lain

b. Saluran kencing, seperti pada kateter, pembilasan urine, dan lain lain

c. Alat invasive intravaskuler, saluran vena verifer, saluran vena central, dan lain lain

d. Lokasi operasi, perawatan, pembalutan luka, prosedur aseptic, dan lain lain

e. Penyakit dan organisme yang penting dari sudut epidemiologik, seperti multi drug
resistant organism, infeksi yang virulen

f. Timbulnya infeksi baru atau timbul kembalinya infeksi di masyarakat

30 Agustus 2019
SALURAN
PERNAFA
SAN

EMERGING/
SALURAN
RE-
KENCING
EMERGING

SURVEILANCE

MULTI PERALATAN
DRUG INTRAVAS
PPRA RESISTEN KULER
ORGANISM INVASIF

LOKASI
OPERASI
Dokumen DATA
30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 6 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan Regulasi tentang pelaksanaan


regulasi tentang pelaksanaan surveilans  Lihat PMK 27 tahun
surveilans meliputi butir a) 2017 halaman 100 sd 119 Bab IV
sampai dengan f), pada surveilans infeksi
maksud dan tujuan. (R)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 6 Dokumen

2. Ada bukti pelaksanaan Bukti pelaksanaan pengumpulan data


pengumpulan data dari butir a) dari butir a) sampai dengan f) disertai
sampai dengan f), analisis dan dengan:
interpretasi data, serta membuat 1) Bukti analisis dan intepretasi data
prioritas untuk menurunkan tingkat 2) Bukti penetapan prioritas untuk
infeksi. (D,W ) menurunkan tingkat infeksi

30 Agustus 2019
Contoh :
INDIKATOR MUTU TARGET (PMK CAPAIAN Prioritas Strategi
27 TAHUN
2017)
Ventilator Associated < 5.8 per mil 2.8 per mil
Pneumonia (VAP)
Infeksi Saluran < 4,7 per mil 3 per mil
Kencing (ISK)
Infeksi Daerah 2% 3.5 % Prioritas I 1. ….
Operasi (IDO) 2. …… dst
Hospital Acquired < 1 per mil 0.3 per mil
Pneumonia (HAP)

Infeksi Aliran Darah 3.5 per mil 4 per mil Prioritas II


(IAD)

Phlebitis 1 per mil 0.5 per mil

KARS 3 JULI 2018


Elemen penilaian PPI 6 Dokumen

3. Ada bukti pelaksanaan strategi Bukti pelaksanaan tentang strategi


pengendalian infeksi berdasar atas pengendalian infeksi berdasar
prioritas untuk menurunkan tingkat atas prioritas, sesuai dengan EP 2
infeksi. (D,W )

4. Ada bukti rumah sakit Bukti pelaksanaan perbandingan


membandingkan angka kejadian angka infeksi RS dengan RS lain/
infeksi rumah sakit dengan kejadian di data based eksternal  bisa dng
rumah sakit lain. (D,W) sismadak

30 Agustus 2019
Standar PPI 6.1

Rumah sakit menelusuri risiko infeksi, tingkat


infeksi, dan kecenderungan dari infeksi terkait
layanan kesehatan untuk menurunkan angka
infeksi tersebut.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 6.1 Dokumen

1. Ada bukti rumah sakit Bukti pelaksanaan tentang investigasi dan


telah melakukan analisis risiko infeksi yang diintegrasikan dengan
investigasi dan analisis program mutu dan keselamatan pasien
risiko infeksi serta Catatan :
diintegrasikan dengan Analisa data PPI
- Lihat tren  utk mengetahui potensi terjadinya outbreak
program mutu dan
- Dibandingkan dng stándar yg ada di PMK 27 tahun 2017
keselamatan pasien.
atau SPM
(D,W) - Dibandingkan dng data based eksternal  sismadak

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 6.1 Dokumen

2. Ada bukti rumah sakit telah Bukti penyusunan rancang ulang


merancang ulang penurunan sebagai tindak lanjut dari EP 1
infeksi berdasar atas investigasi
dan hasil analisis. (D,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 6.1 Dokumen

3. Ada bukti rumah sakit telah Bukti pelaksanaan rancang ulang


melaksanakan rancang sebagai tindak lanjut dari EP 2
ulang yang ada di EP 2 (D,W)
Lihat PPI 6 EP3

30 Agustus 2019
Regulasi Pengumpulan
surveilens Investigasi dan
data analisis risiko
a) sp f) a) sampai f) infeksi

Merancang
ulang
Interpretasi data Analisis data
penurunan
infeksi

Melaksanakan
Prioritas Melaksnakan
Strategi rancang ulang
penurunan infeksi pengendalian
infeksi
30 Agustus 2019
Standar PPI 6.2

Rumah sakit secara proaktif melakukan asesmen


risiko infeksi yang dapat terjadi dan menyusun
strategi untuk menurunkan risiko infeksi tersebut.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 6.2 Dokumen

1. Ada bukti RS secara Bukti tentang asesmen risiko infeksi


proaktif melakukan (ICRA) setahun sekali berupa daftar
asesmen risiko infeksi risiko
yang dapat terjadi paling
sedikit setahun sekali.
(D,W)

30 Agustus 2019
POTENSIAL RIKS/ PROBABILITY IMPACT CURRENT SYSTEM SKOR
PROBLEM
5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1
Surgical Site
Infections/IDO

Ventilator-Associated
Pneumonia in ICU

Central Line-Associated
Bloodstream Infections in
ICU/IADP

Healthcare-Associated
MRSA Bacteremias- all
areas

luwi PPI-5-6 mei 2015


Elemen penilaian PPI 6.2 Dokumen

1. Ada bukti RS secara proaktif Bukti tentang asesmen risiko infeksi (ICRA)
melakukan asesmen risiko setahun sekali berupa daftar risiko
infeksi yang dapat terjadi
paling sedikit setahun sekali.
(D,W)

2. Ada bukti RS menyusun Bukti penyusunan strategi penurunan infeksi


strategi untuk menurunkan (tata kelola penurunan infeksi) sebagai
risiko infeksi tersebut. (D,W tindak lanjut dari EP 1

30 Agustus 2019
RISK ASSESSMENT GRID SCORING

ICRA REV 8
POTENSIAL RIKS/ PROBABILITY IMPACT CURRENT SKOR
PROBLEM SYSTEM
5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1

SKOR = PROBABILITY X IMPACT X CURENT SYSTEM)

luwi PPI-5-6 mei 2015


Standar PPI 7

Rumah sakit melaksanakan identifikasi prosedur


dan proses asuhan invasif yang berisiko infeksi
serta menerapkan strategi untuk menurunkan
risiko infeksi.

9 Desember 2019
Elemen penilaian PPI 7 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan risiko Regulasi tentang penetapan risiko infeksi


pada prosedur dan proses asuhan invasif
infeksi pada prosedur dan proses
(ICRA) seperti antara lain pencampuran
asuhan invasif yang berisiko infeksi
obat suntik, pemberian suntikan, terapi
serta strategi untuk menurunkan cairan, punksi lumbal.
risiko infeksi. (R)

2. Ada bukti identifikasi prosedur dan 1) Bukti tentang daftar risiko infeksi pada
prosedur dan proses asuhan invasif
proses asuhan invasif serta strategi
2) Bukti strategi untuk penurunan infeksi
untuk menurunkan risiko infeksi.
(tata kelola risiko infeksi)
(D,W)

30 Agustus 2019
PEMBERIAN TERAPI CAIRAN/INFUS
POTENSIAL RIKS/ PROBABILITY IMPACT CURRENT SYSTEM SKOR
PROBLEM

5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1

Pencampuran obat

Pemasangan infus

Penyuntikan IV (pada
tri-way)

Perawatan infus

luwi PPI-5-6 mei 2015


Elemen penilaian PPI 7 Dokumen

3. Rumah sakit melaksanakan Bukti strategi untuk penurunan infeksi


strategi untuk menurunkan risiko (tata kelola risiko infeksi) sebagai
infeksi pada prosedur dan proses tindak lanjut EP 2
asuhan invasif yang berisiko infeksi.
(D,O,W,S)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7 Dokumen

4. Rumah sakit telah melaksanakan Bukti pelaksanaan pelatihan tentang


kegiatan pelatihan untuk kegiatan untuk menurunkan risiko
menurunkan risiko infeksi di infeksi
dalam proses-proses kegiatan
tersebut. (D,W) • Kepala diklat
• Peserta pelatihan

30 Agustus 2019
Prosedur & proses Identifikasi risiko Strategi penurunan
asuhan invasif infeksi risiko infeksi

Diklat utk Melaksanakan


menurunkan risiko strategi penurunan
infeksi risiko infeksi

30 Agustus 2019
Standar PPI 7.1

Rumah sakit melaksanakan identifikasi prosedur


dan kegiatan penunjang pelayanan yang
berisiko infeksi serta menerapkan strategi untuk
menurunkan risiko infeksi.

30 Agustus 2019
Maksud dan Tujuan PPI 7.1

Rumah sakit juga melakukan asesmen risiko terhadap kegiatan penunjang di


rumah sakit yang harus mengikuti prinsip-prinsip pencegahan dan
pengendalian infeksi serta melaksanakan strategi untuk menurunkan risiko
infeksi, namun tidak terbatas pada
a) sterilisasi alat;
b) pengelolaan linen/londri;
c) pengelolaan sampah;
d) penyediaan makanan;
e) kamar jenazah.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.1 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan risiko Regulasi tentang penetapan risiko


infeksi pada proses kegiatan infeksi pada proses kegiatan
penunjang pelayanan (medik dan penunjang pelayanan, beserta
non-medik) yang berisiko terjadi strategi pencegahannya
infeksi serta strategi pencegahannya
meliputi butir a) sampai dengan e)
pada maksud dan tujuan. (R)

30 Agustus 2019
POTENSIAL RIKS/ PROBABILITY IMPACT CURRENT SYSTEM SKOR
PROBLEM
5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1
Kebijakan & prosedur
belum lengkap

Kegagalan
melaksanakan kebijakan
& prosedur

Decontaminasi
Pembersihan

Sterilisasi

DTT

ICRA REV 8
Elemen penilaian PPI 7.1 Dokumen

2. Ada bukti identifikasi dan 1) Bukti tentang daftar risiko infeksi pada
strategi untuk menurunkan prosedur dan proses sterilisasi
risiko infeksi pada kegiatan 2) Bukti strategi untuk penurunan infeksi
sterilisasi alat. (D,W) (tata kelola risiko infeksi)

3. Ada bukti identifikasi dan 1) Bukti tentang daftar risiko infeksi pada
strategi untuk menurunkan pengelolaan linen/londri
risiko infeksi pada kegiatan 2) Bukti strategi untuk penurunan infeksi
pengelolaan linen/londri. (D,W) (tata kelola risiko infeksi)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.1 Dokumen

4. Ada bukti identifikasi dan 1) Bukti tentang daftar risiko infeksi


strategi untuk menurunkan risiko pada pengelolaan sampah
infeksi pada kegiatan 2) Bukti strategi untuk penurunan infeksi
pengelolaan sampah. (D,W) (tata kelola risiko infeksi)

5. Ada bukti identifikasi dan 1) Bukti tentang daftar risiko infeksi pada
strategi untuk menurunkan risiko penyediaan makanan
infeksi pada kegiatan 2) Bukti strategi untuk penurunan infeksi
penyediaan makanan. (D,W) (tata kelola risiko infeksi)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.1 Dokumen

6. Ada bukti identifikasi dan strategi 1) Bukti tentang daftar risiko infeksi
untuk menurunkan risiko infeksi di pada kamar jenazah
kamar jenazah. (D,W) 2) Bukti strategi untuk penurunan
infeksi (tata kelola risiko infeksi)

30 Agustus 2019
Standar PPI 7.2

Rumah sakit menurunkan risiko infeksi dengan


melakukan pembersihan dan sterilisasi peralat

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.2 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan regulasi Regulasi tentang pelayanan sterilisasi,


tentang pelayanan sterilisasi sesuai termasuk desinfeksi di RS
dengan peraturan perundang-
undangan. (R)

2. Ada bukti alur dekontaminasi, 1) Bukti alur/Denah ruang CSSD/Unit


precleaning, cleaning, desinfeksi, sterilisasi
dan sterilisasi peralatan medis di 2) Bukti daftar inventaris alat di unit
pusat sterilisasi sudah sesu3ai sterilisasi
dengan prinsip-prinsip PPI. (D,O,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.2 Dokumen

3. Rumah sakit mengoordinasikan Bukti rapat tentang koordinasi


pelayanan sterilisasi dan disinfeksi di pelayanan sterilisasi dan disinfeksi
luar pusat sterilisasi. (D,O,W) diluar unit sterilisasi

4. Rumah sakit menjamin proses Bukti supervisi sterilisasi:


sterilisasi dan disinfeksi di luar pusat 1) Bukti form ceklis
sterilisasi seragam. (D,O,W) 2) Bukti pelaksanaan supervisi

30 Agustus 2019
Standar PPI 7.2.1

Rumah sakit mengidentifikasi dan menerapkan


proses untuk mengelola perbekalan farmasi
habis pakai (supplies) yang sudah kadaluwarsa
dan penggunaan ulang peralatan sekali-pakai
apabila diizinkan oleh peraturan perundang-
undangan.
30 Agustus 2019
Maksud dan Tujuan PPI 7.2.1
Rumah sakit menetapkan ketentuan tentang penggunaan kembali alat sekali pakai sesuai
dengan peraturan perundang-undangan dan standar profesional, termasuk penetapan
meliputi
1. alat dan material yang dapat dipakai kembali;
2. jumlah maksimum pemakaian ulang dari setiap alat secara spesifik;
3. identifikasi kerusakan akibat pemakaian dan keretakan yang menandakan alat tidak
dapat dipakai;
4. proses pembersihan setiap alat yang segera dilakukan sesudah pemakaian dan
mengikuti protokol yang jelas;
5. pencantuman identifikasi pasien pada bahan medis habis pakai untuk hemodialisis;
6. pencatatan bahan medis habis pakai yang reuse di rekam medis;
7. evaluasi untuk menurunkan risiko infeksi bahan medis habis pakai yang di-reuse.
8. Ada 2 (dua) risiko jika menggunakan lagi (reuse) alat sekali pakai. Terdapat risiko tinggi
terkena infeksi dan juga terdapat risiko kinerja alat tidak cukup atau tidak dapat
terjamin sterilitas serta fungsinya. 30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.2.1 Dokumen

1. Ada regulasi tentang penetapan batas Regulasi tentang penetapan batas


kadaluarsa bahan medis habis pakai dan kadaluarsa bahan medis habis pakai,
yang akan digunakan kembali (reuse) termasuk penetapan perbekalan farmasi/
meliputi butir a) sampai dengan g) pada peralatan single use yang dilakukan re-use
maksud dan tujuan. (R)

2. Ada bukti monitoring, evaluasi, dan Bukti pelaksanaan monitoring, evaluasi


tindak lanjut pelaksanaan penggunaan antara lain berdasarkan hasil kultur dan
kembali (reuse) bahan medis habis pakai tindak lanjut pelaksanaan penggunaan
sesuai butir a) sampai dengan g) pada kembali (reuse) bahan medis habis pakai
maksud dan tujuan. (D,O,W)

30 Agustus 2019
Standar PPI 7.3

Rumah sakit menurunkan risiko infeksi pada pengelolaan


linen/londri dengan benar sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.3 Dokumen

1. Ada unit kerja atau penanggungjawab Regulasi tentang unit kerja


pengelola linen/londri yang linen/londri atau penanggung
menyelenggarakan penatalaksanaan jawab bila dilakukan dengan
sesuai dengan peraturan perundang- kontrak (outsourcing)
undangan. (R)

2. Bangunan, alur, dan fasilitas londri


sesuai dengan peraturan perundang-
undangan. (O,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.3 Dokumen

3. Bila linen/londri dilaksanakan


oleh pihak di luar rumah sakit,
harus memenuhi sertifikasi mutu
dan sesuai dengan peraturan
perundang undangan (O, W)

30 Agustus 2019
Standar PPI 7.3.1

Pengelolan linen/londri dilaksanakan sesuai


dengan prinsip-prinsip pencegahan dan
pengendalian infeksi (PPI).

30 Agustus 2019
Maksud dan Tujuan PPI 7.3.1
Rumah sakit memiliki unit pengelola linen/londri yang
menyelenggarakan penatalaksanaan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. Penatalaksanaan linen kotor dan linen
terkontaminasi yang sudah digunakan harus dilakukan dengan
benar dan mencakup penggunaan perlengkapan alat pelindung diri
(APD) sesuai dengan prinsip-prinsip PPI.

Petugas yang menangani linen kotor dan linen terkontaminasi harus


menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.3.1 Dokumen

1. Ada regulasi pengelolaan Regulasi tentang pengelolaan


linen/londri sesuai dengan linen/londri
peraturan perundang-undangan. (R)

2. Prinsip-prinsip PPI diterapkan


pada pengelolaan linen/londri,
termasuk pemilahan, transportasi,
pencucian, pengeringan,
penyimpanan, dan distribusi. (O,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.3.1 Dokumen

3. Petugas pada unit londri


menggunakan alat pelindung diri
(APD) sesuai dengan ketentuan.
(O,W)

4. Ada bukti pelaksanaan supervisi Bukti supervisi:


dan monitoring oleh IPCN terhadap 1) Bukti form ceklis
pengelolaan linen/londri sesuai 2) Bukti pelaksanaan supervisi
dengan prinsip PPI termasuk bila
dilaksanakan oleh pihak luar
rumah sakit. (D,O,W) 30 Agustus 2019
Standar PPI 7.4

Rumah sakit mengurangi risiko infeksi melalui


pengelolaan limbah infeksius dengan benar.

30 Agustus 2019
Maksud dan Tujuan PPI 7.4

Rumah sakit menyelenggaraan pengelolaan limbah dengan


benar untuk meminimalkan risiko infeksi melalui kegiatan
sebagai berikut:
a. pengelolaan limbah cairan tubuh infeksius;
b. penanganan dan pembuangan darah serta komponen
darah;
c. pemulasaraan jenazah dan bedah mayat;
d. pengelolaan limbah cair;
e. pelaporan pajanan limbah infeksius.
30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.4 Dokumen

1. Ada regulasi tentang pengelolaan Regulasi tentang pengelolaan limbah


limbah rumah sakit untuk RS
meminimalkan risiko infeksi yang
meliputi butir a) sampai dengan e)
pada maksud dan tujuan. (R)

2. Pengelolaan limbah cairan tubuh Bukti pelaksanaan monitoring,


infeksius sesuai dengan regulasi dan evaluasi dan tindak lanjutnya
dilaksanakan monitoring, evaluasi,
serta tindak lanjutnya. (D,O,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.4 Dokumen

3. Penanganan dan pembuangan Bukti pelaksanaan monitoring,


darah serta komponen darah sesuai evaluasi dan tindak lanjutnya
dengan regulasi dan dilaksanakan
monitoring, evaluasi, juga tindak
lanjutnya. (D,O,W)

4. Pengelolaan limbah cair sesuai Bukti pelaksanaan monitoring,


dengan regulasi. (D,O,W) evaluasi dan tindak lanjutnya

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.4 Dokumen

5. Pelaporan pajanan limbah 1) Bukti laporan pajanan limbah


infeksius sesuai dengan regulasi infeksius
dan dilaksanakan monitoring, 2) Bukti pelaksanaan monitoring,
evaluasi, serta tindak lanjutnya. evaluasi dan tindak lanjutnya
(D,O,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.4 Dokumen

6. Ada bukti penanganan


(handling) serta pembuangan
darah dan komponen darah
sudah dikelola sesuai dengan
peraturan perundang-
undangan. (O,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.4 Dokumen

7. Ada bukti pelaksanaan supervisi Bukti supervisi:


dan monitoring terhadap 1) Bukti form ceklis
kegiatan butir a) sampai dengan 2) Bukti pelaksanaan supervisi
e) pada maksud dan tujuan.
(D,O,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.4 Dokumen

8. Bila pengelolaan limbah 1) Bukti kerjasama antara RS dng pihak


dilaksanakan oleh pihak luar luar RS yg memiliki izin dan sertifikasi
rumah sakit harus berdasar atas mutu
kerjasama dengan pihak yang 2) Bukti limbah sudah dibakar/manifes
memiliki izin dan sertifikasi mutu
sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. (lihat MFK
5.1 EP 4). (D,O,W)

30 Agustus 2019
Standar PPI 7.4.1

Rumah sakit menetapkan pengelolaan kamar


mayat dan kamar bedah mayat sesuai
peraturan perundang-undangan

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.4.1 Dokumen

1. Pemulasaraan jenazah dan Bukti laporan kegiatan


bedah mayat sesuai pemulasaran jenazah dan
dengan regulasi. (D,O,W) bedah mayat

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.4.1 Dokumen

2. Ada bukti kegiatan kamar mayat


dan kamar bedah mayat sudah
dikelola sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. (O,W)

3. Ada bukti pelaksanaan supervisi Bukti supervisi:


dan kepatuhan prinsip-prinsip PPI 1) Bukti form ceklis
sesuai dengan peraturan perundang- 2) Bukti pelaksanaan supervisi
undangan. (D,W )

30 Agustus 2019
Standar PPI 7.5

Rumah sakit menetapkan pengelolaan limbah


benda tajam dan jarum secara aman.

30 Agustus 2019
Maksud dan Tujuan PPI 7.5

Rumah sakit menetapkan regulasi yang memadai


mencakup
a. semua tahapan proses termasuk identifikasi jenis
dan penggunaan wadah secara tepat, pembuangan
wadah, dan surveilans proses pembuangan. (lihat
juga ARK 6);
b. laporan tertusuk jarum dan benda tajam.
30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.5 Dokumen

1. RS menetapkan regulasi tentang Regulasi tentang


pengelolaan benda tajam dan jarum untuk pengelolaan benda tajam
menurunkan cedera serta mengurangi risiko dan jarum
infeksi yang meliputi butir a) dan b) yang ada
pada maksud dan tujuan. (R)

2. Benda tajam dan jarum sudah dikumpulkan,


disimpan di dalam wadah yang tidak tembus,
tidak bocor, berwarna kuning, diberi label
infeksius, dan dipergunakan hanya sekali pakai
sesuai dengan peraturan perundang-
30 Agustus 2019
undangan. (O,W)
Elemen penilaian PPI 7.5 Dokumen

3. Pengelolaan benda tajam dan jarum


dilaksanakan sesuai dengan regulasi.
(O,W)

4. Bila pengelolaan benda tajam dan 1) Bukti pelaksanaan kerjasama RS


jarum dilaksanakan oleh pihak luar dengan pihak luar RS
rumah sakit harus berdasar atas 2) Bukti izin transporter
kerjasama dengan pihak yang 3) Bukti izin incenerator
memiliki izin dan sertifikasi mutu sesuai 4) Bukti sertifikasi mutu
dengan peraturan perundang-
undangan. (D,O,W) 30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.5 Dokumen

5. Ada bukti data dokumen limbah Bukti data dokumen limbah benda
benda tajam dan jarum. (lihat juga tajam dan jarum yang dikelola
di PPI 7.2). (D,W)

6. Ada bukti pelaksanaan supervisi Bukti supervisi


dan monitoring oleh IPCN terhadap 1) Bukti form ceklis
pengelolaan benda tajam dan jarum 2) Bukti pelaksanaan supervisi
sesuai dengan prinsip PPI, termasuk
bila dilaksanakan oleh pihak luar RS.
(D,O,W)

30 Agustus 2019
Standar PPI 7.6

Rumah sakit mengurangi risiko infeksi terkait


penyelenggaraan pelayanan makanan.

30 Agustus 2019
Maksud dan Tujuan PPI 7.6
Rumah sakit menetapkan regulasi yang meliputi :
a). pelayanan makanan di rumah sakit mulai dari pengelolaan
bahan makanan (perencanaan bahan makanan, pengadaan,
penyimpanan, pengolahan, pemorsian, distribusi) , sanitasi
dapur, makanan, alat masak, serta alat makan untuk
mengurangi risiko infeksi dan kontaminasi silang;
b). standar bangunan, fasilitas dapur, dan pantry sesuai dengan
peraturan perundangan termasuk bila makanan diambil dari
sumber lain di luar rumah sakit.
30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.6 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan regulasi Regulasi penetapan tentang


pelayanan makanan di RS
tentang pelayanan makanan di rumah
sakit yang meliputi butir a) dan b)
pada maksud dan tujuan. (R )

2. Ada bukti pelaksanaan


penyimpanan bahan makanan,
pengolahan, pembagian/ pemorsian,
dan sudah sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. (O,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.6 Dokumen

3. Ada bukti pelaksanaan penyimpanan Lihat pelaksanaan penyimpanan bahan


makanan, bahan makanan dan produk nutrisi makanan dan produk nutrisi
dengan memperhatikan kesehatan lingkungan
meliputi sanitasi, suhu, pencahayaan,
kelembapan, ventilasi, dan keamanan untuk
mengurangi risiko infeksi. (O,W)

4. Ada bukti pelaksanaan monitoring kepatuhan Bukti supervisi:


prinsip-prinsip PPI sesuai dengan peraturan 1) Bukti form ceklis
perundang-undangan. (D,W ) 2) Bukti pelaksanaan
monitoring/supervisi sesuai prinsip PPI

30 Agustus 2019
Standar PPI 7.7

Rumah sakit menurunkan risiko infeksi pada


fasilitas yang terkait dengan pengendalian
mekanis dan teknis (mechanical dan enginering
controls)

30 Agustus 2019
Maksud dan Tujuan PPI 7.7
Rumah sakit mempunyai regulasi ICRA untuk menurunkan risiko
infeksi pada saat melakukan pembongkaran, konstruksi, dan
renovasi gedung yang meliputi :
1) identifikasi tipe/jenis konstruksi kegiatan proyek dengan kriteria;
2) identifikasi kelompok risiko pasien;
3) matriks pengendalian infeksi antara kelompok risiko pasien dan
tipe kontruksi kegiatan;
4) proyek untuk menetapkan kelas/tingkat infeksi;
5) tindak pengendalian infeksi berdasar atas tingkat/kelas infeksi;
6) monitoring pelaksanaan.
30 Agustus 2019
Rumah sakit agar mempunyai regulasi pengendalian mekanis dan
teknis (mechanical dan engineering controls) fasilitas yang antara
lain meliputi
a. Sistem ventilasi bertekanan positif;
b. biological safety cabinet;
c. laminary airflow hood;
d. termostat di lemari pendingin;
e. pemanas air untuk sterilisasi piring dan alat dapur.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.7 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan regulasi Regulasi tentang


pengendalian mekanis dan teknis (mechanical pengendalian/pemeriksaan
dan engineering control) minimal untuk fasilitas mekanis dan teknis
yang tercantum pada butir a) sampai dengan
e) yang ada pada maksud dan tujuan. (R)

2. Fasilitas yang tercantum pada butir a) sampai Bukti pelaksanaan


dengan e) sudah dilakukan pengendalian pengendalian mekanis dan
mekanis dan teknis (mechanical dan teknis sudah dilakukan
engineering control). (D, O, W)
30 Agustus 2019
Standar PPI 7.7.1
• RS menurunkan risiko infeksi pada saat
melakukan pembongkaran, kontruksi dan
renovasi gedung

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.7.1 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan regulasi Regulasi tentang penilaian risiko


tentang penilaian risiko pengendalian infeksi (infection
pengendalian infeksi (infection control risk assessment/ICRA) bila
control risk assessment/ICRA) bila ada renovasi, kontruksi dan demolisi
ada renovasi, kontruksi dan demolisi
yang minimal meliputi butir 1)
sampai dengan 6) yang ada pada
maksud dan tujuan. (R)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 7.7.1 Dokumen

2. Rumah sakit telah melaksanakan Bukti pelaksanaan ICRA renovasi


penilaian risiko pengendalian infeksi bangunan, dan hasil pemantauan
(infection control risk kualitas udara akibat dampak
assessment/ICRA) pada semua renovasi
renovasi, kontruksi dan demolisi
sesuai dengan regulasi. (D,O,W)

30 Agustus 2019
Standar PPI 8

Rumah sakit melindungi pasien, pengunjung, dan


staf dari penyakit menular serta melindungi
pasien yang mengalami imunitas rendah
(immunocompromised) dari infeksi yang rentan
mereka alami.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 8 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan regulasi Regulasi tentang penempatan


penempatan pasien dengan penyakit pasien dengan penyakit
menular dan pasien yang mengalami menular dan pasien yang
imunitas rendah (immunocompromised). mengalami immunitas rendah
(R)

2. Rumah sakit menyediakan ruangan Lihat ruang isolasi untuk pasien


untuk pasien yang mengalami imunitas dengan immunocompromised
rendah (immunocompromised) sesuai
dengan peraturan perundang-
undangan. (O,W)
30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 8 Dokumen

3. Ada bukti pelaksanaan supervisi Bukti supervisi:


dan monitoring oleh IPCN 1) Bukti form ceklis
terhadap penempatan pasien 2) Bukti pelaksanaan supervisi
dengan immunocompromised).
(D)

30 Agustus 2019
Standar PPI 8.1

Rumah sakit menetapkan penempatan pasien dan proses


transfer pasien dengan airborne diseases di dalam rumah
sakit dan keluar rumah sakit.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 8.1 Dokumen

1. Penempatan dan transfer pasien Lihat penempatan pasien airborne


airborne diseases sesuai dengan diseases, termasuk di ruang gawat
peraturan perundang-undangan darurat dan ruang lainnya dan
termasuk di ruang gawat darurat transfer pasien (Lihat PPI 8 EP1)
dan ruang lainnya. (O,W)

2. Ada bukti pelaksanaan supervisi Bukti supervisi:


dan monitoring oleh IPCN terhadap 1) Bukti form ceklis
penempatan dan proses transfer 2) Bukti pelaksanaan supervisi
pasien airborne diseases sesuai
dengan prinsip PPI. (D,O,W)
30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 8.1 Dokumen

3. Ada bukti pelaksanaan monitoring Bukti supervisi:


ruang tekanan negatif dan 1) Bukti form ceklis
penempatan pasien secara rutin. 2) Bukti pelaksanaan supervisi
(D,O,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 8.1 Dokumen

4. Rumah sakit mempunyai Bukti tentang kerjasama RS


jejaring rujukan dengan dengan RS rujukan
rumah sakit lainnya.(D,W)

30 Agustus 2019
Standar PPI 8.2

Rumah sakit menetapkan penempatan pasien infeksi "air


borne" dalam waktu singkat jika rumah sakit tidak
mempunyai kamar tekanan negatif (ventilasi alamiah dan
mekanik)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 8.2 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan regulasi Regulasi tentang penempatan pasien infeksi


penempatan pasien infeksi “air borne” “air borne” dalam waktu singkat jika rumah
dalam waktu singkat jika rumah sakit tidak sakit tidak mempunyai kamar dengan
mempunyai kamar dengan tekanan negatif tekanan negatif (ventilasi alamiah dan
(ventilasi alamiah dan mekanik). (R) mekanik). (Lihat PPI 8 EP1 dan PPI 8.1 EP 1)

2. Penempatan pasien infeksi “air borne” Lihat penempatan pasien dan hasil monitoring
dalam waktu singkat jika rumah sakit tidak secara rutin
mempunyai kamar dengan tekanan negatif
sesuai dengan peraturan perundang-
undangan termasuk di ruang gawat darurat
dan ruang lainnya. (O,W)
30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 8.2 Dokumen

3. Ada bukti pelaksanaan supervisi Bukti supervisi:


dan monitoring oleh IPCN terhadap 1) Bukti form ceklis
penempatan pasien infeksi air borne 2) Bukti pelaksanaan supervisi
dalam waktu singkat jika rumah sakit
tidak mempunyai kamar dengan
tekanan negatif sesuai dengan
prinsip PPI. (D,O,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 8.2 Dokumen

4. Ada bukti dilakukan edukasi Bukti pelaksanaan edukasi staf


kepada staf tentang pengelolaan tentang pengelolaan pasien infeksius
pasien infeksius jika terjadi lonjakan jika terjadi lonjakan pasien masuk
pasien masuk dengan penyakit dengan penyakit menular
menular atau rumah sakit tidak
mempunyai kamar dengan tekanan
negatif (ventilasi alamiah dan
mekanik). (D,W)

30 Agustus 2019
Standar PPI 8.3

Rumah sakit mengembangkan dan menerapkan


sebuah proses untuk menangani lonjakan
mendadak (outbreak) penyakit infeksi air borne.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 8.3 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan regulasi Regulasi tentang penetapan bila


bila terjadi ledakan pasien (outbreak) terjadi ledakan pasien (outbreak)
penyakit infeksi air borne. (R) penyakit infeksi air borne

2. Rumah sakit menyediakan ruang Lihat ketersediaan ruang isolasi


isolasi dengan tekanan negatif bila dengan tekanan negatif, bila
terjadi ledakan pasien (outbreak) terjadi ledakan pasien
sesuai dengan peraturan perundangan.
(O,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 8.3 Dokumen

3. Ada bukti dilakukan edukasi Bukti pelaksanaan edukasi staf


kepada staf tentang pengelolaan tentang pengelolaan pasien infeksius
pasien infeksius jika terjadi ledakan jika terjadi ledakan pasien (outbreak)
pasien (outbreak) penyakit infeksi air penyakit infeksi air borne
borne. (D,W)

30 Agustus 2019
30 Agustus 2019
Standar PPI 9

Kebersihan tangan menggunakan sabun dan desinfektan


adalah sarana efektif untuk mencegah dan
mengendalikan infeksi.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 9 Dokumen
Regulasi tentang hand hygiene
1. Rumah sakit menetapkan regulasi hand hygiene
yang mencakup kapan, di mana, dan bagaimana
melakukan cuci tangan mempergunakan sabun
(hand wash) dan atau dengan disinfektan (hand
rubs) serta ketersediaan fasilitas hand hygiene. (R)

2. Sabun, disinfektan, serta tissu/handuk sekali pakai


tersedia di tempat cuci tangan dan tempat
melakukan disinfeksi tangan. (O)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 9 Dokumen

3. Hand hygiene sudah


dilaksanakan dengan baik. (S,O)

4. Ada bukti pelaksanaan pelatihan Bukti pelaksanaan pelatihan tentang


hand hygiene kepada semua hand hygiene
pegawai termasuk tenaga kontrak.
(D,W)

30 Agustus 2019
Standar PPI 9.1

Sarung tangan, masker, pelindung mata, serta alat


pelindung diri lainnya tersedia dan digunakan secara tepat
apabila disyaratkan.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 9.1 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan regulasi Regulasi tentang penggunaan APD


penggunaan alat pelindung diri,
tempat yang harus menyediakan
alat pelindung diri, dan pelatihan
cara memakainya. (R)

2. Alat pelindung diri sudah


digunakan secara tepat dan benar.
(O,W)

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 9.1 Dokumen

3. Ketersediaan alat pelindung diri


sudah cukup sesuai dengan
regulasi. (O)

4. Ada bukti pelaksanaan pelatihan Bukti pelaksanaan pelatihan tentang


penggunaan alat pelindung diri penggunaan APD
kepada semua pegawai
termasuk tenaga kontrak. (D,W)

30 Agustus 2019
30 Agustus 2019
30 Agustus 2019
30 Agustus 2019
Standar PPI 10

Kegiatan PPI diintegrasikan dengan program PMKP


(Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien) dengan
menggunakan indikator yang secara epidemiologik
penting bagi rumah sakit.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 10 Dokumen

1. Ada regulasi sistem manajemen data Regulasi tentang manajemen data


terintegrasi antara data surveilans dan terintegrasi antara data surveilens
data indikator mutu. (lihat PMKP 2.1 EP 1). dan data indikator mutu, termasuk
(R) PMKP 2.1, PMKP 7 dan MIRM 1.1

2. Ada bukti pertemuan berkala antara Bukti rapat tentang pembahasan


Komite PMKP (Peningkatan Mutu dan hasil surveilans dan merancang
Keselamatan Pasien) dengan Komite ulang untuk perbaikan
atau Tim PPI untuk membahas hasil
surveilans dan merancang ulang untuk
perbaikan. (D,W)
30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 10 Dokumen

3. Ada bukti data dikumpulkan dan Bukti pengumpulan data, analisis


dianalisis untuk mendukung kegiatan dan rencana perbaikannya
PPI termasuk data infeksi berdasar atas
epidemiologik penting dimonitor dan
didokumentasikan (lihat PPI 6 EP 2 dan
EP 3). (D,W)

4. Ada bukti penyampaian hasil analisis Bukti penyampaian hasil analisis


data dan rekomendasi kepada Komite data dan rekomendasi kepada
PMKP setiap tiga bulan (lihat PPI 6 EP 2 Komite PMKP setiap tiga bulan
dan EP 3). (D,W)
30 Agustus 2019
Standar PPI 11

Rumah sakit melakukan edukasi tentang PPI kepada staf


klinis dan nonklinis, pasien, keluarga pasien, serta petugas
lainnya yang terlibat dalam pelayanan pasien.

30 Agustus 2019
Maksud dan Tujuan PPI 11
Pelatihan diberikan sebagai bagian dari orientasi kepada semua staf baru dan
dilakukan pelatihan kembali secara berkala, atau paling sedikit jika ada
perubahan regulasi dan praktik yang menjadi panduan program PP8I. Dalam
pendidikan juga disampaikan temuan dan kecenderungan ukuran kegiatan.
(lihat juga KKS 7)
Program Pelatihan PPI yang meliputi pelatihan untuk
a. orientasi pegawai baru baik staf klinis maupun nonklinis di tingkat rumah sakit
maupun di unit pelayanan;
b. staf klinis (profesional pemberi asuhan) secara berkala;
c. staf nonklinis;
d. pasien dan keluarga; dan
e. pengunjung.

30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 11 Dokumen

1. Rumah sakit menetapkan regulasi Program pelatihan dan edukasi


program pelatihan dan edukasi tentang PPI
tentang PPI yang meliputi butir a)
sampai dengan e) yang ada pada
maksud dan tujuan. (R)

2. Ada bukti pelaksanaan pelatihan 1) Bukti pelaksanaan pelatihan untuk


untuk semua staf klinis dan semua staf klinis dan non klinis oleh
nonklinis sebagai bagian dari narasumber yang kompeten
orientasi pegawai baru tentang 2) Bukti pelaksanaan orientasi
regulasi dan praktik program PPI.
(lihat KKS 7 dan TKRS 5.4). (D,W) 30 Agustus 2019
Elemen penilaian PPI 11 Dokumen

3. Ada bukti pelaksanaan edukasi Bukti pelaksanaan pelatihan secara


secara berkala bila ada perubahan berkala bila ada perubahan regulasi/
regulasi, serta praktik program PPI kecenderungan khusus
dan bila ada kecenderungan
khusus (new/re-emerging diseases)
data infeksi untuk staf klinis dan
nonklinis. (D,W)

4. Ada bukti pelaksanaan edukasi Bukti pelaksanaan edukasi untuk


untuk pasien, keluarga, dan pasien, keluarga dan pengunjung
pengunjung tentang program PPI.
30 Agustus 2019
(D,W)
Elemen penilaian PPI 11 Dokumen

5. Ada bukti pelaksanan Bukti penyampaian hasil


penyampaian temuan dan pengukuran mutu keseluruh unit
data berasal dari kegiatan di RS secara berkala
pengukuran mutu / indikator
mutu (measurement) ke
seluruh unit di rumah sakit
sebagai bagian dari edukasi
berkala rumah sakit (D)
30 Agustus 2019
TERIMA KASIH

30 Agustus 2019